URGENSI ASURANSI DALAM  PANDANGAN ISLAM Disampaikan oleh: H. Ahmad Nuryadi Asmawi Jakarta, 25 September 2007
Surah Al-Maidah (5:2) <ul><li>Surah ini mengajarkan kepada kita untuk saling tolong menolong dalam semua jenis kebaikan da...
Surah Al-Baqarah (2:240) <ul><li>Ayat ini menegaskan bahwa para suami disamping berkewajiban memberikan nafkah kepada iste...
Surah An-Nisaa (4:9) <ul><li>An-Nisaa artinya kaum ibu dan kaum ibu adalah sentra keluarga. Surah ini menerangkan tentang ...
Surah Al-Anfal (8:60) <ul><li>Komunitas muslim diperintahkan untuk siapkan kekuatan dalam pelbagai jenisnya dalam menghada...
Surah Al-Hasyr (59:18) <ul><li>Ayat ini menyeru setiap individu muslim untuk: </li></ul><ul><li>Beriman dan bertaqwa kepad...
Saad bin Abi Waqqas ra <ul><li>Saad bin Abi Waqqas ra adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad saw yang berharta dan hid...
Kaedah Maslahah <ul><li>Aturan-aturan agama diturunkan Allah Taala dengan tujuan untuk menjamin kebahagiaan hidup manusia ...
Hadis Nabi saw <ul><li>Barangsiapa melepaskan dari seorang muslim suatu kesulitan di dunia, Allah akan melepaskan kesulita...
Solidaritas antara Anggota Masyarakat <ul><li>Perumpamaan orang beriman dalam kasih sayang, saling mengasihi dan mencintai...
Istilah-istilah Asuransi Syariah <ul><li>Ta’min : saling memberikan jaminan dalam hal-hal yang positif antara sesama anggo...
Perlindungan, Ketenangan, Rasa Aman  dan Bebas dari Ketakutan adalah  Fitrah Insani <ul><li>Surah Quraisy (106:1-4) </li><...
Al-’Aqila: Asal-Muasal Asuransi Syariah <ul><li>Sejak zaman Rasulullah saw, masyarakat Arab telah terbiasa melakukan tinda...
Al-’Aqila <ul><li>Dana yang terkumpul dalam Al-’Aqila adalah sebagai cadangan apabila ada diantara anggota kabilah (kaum) ...
Al-’Aqila <ul><li>Kesiapan anggota untuk membayar kontribusi keuangan secara berkala kepada tabung Al-’Aqilah hampir ident...
Tinjauan Kaedah Fiqih <ul><li>Salah satu kaedah Fiqih (Hukum Islam) menyebutkan bahwa apabila suatu kewajiban tidak dapat ...
FATWA DSN-MUI   No. 21/DSN-MUI/X/2001 <ul><li>Asuransi Syariah adalah usaha saling melindungi dan tolong menolong diantara...
Asuransi Syariah=Investment ( Don’t put your eggs on one basket ) <ul><li>Premi yang diakumulasikan sebagai kontribusi dip...
FATWA DSN-MUI   No. 21/DSN-MUI/X/2001 <ul><li>Akad yang sesuai dengan syariah yang dimaksud pada point (1) adalah yang tid...
Asuransi Syariah di Dunia <ul><li>Islamic Insurance Company Sudah 1979 </li></ul><ul><li>Islamic Arab Insurance Arab Saudi...
Motivasi Usaha <ul><li>Nabi saw bersabda: </li></ul><ul><li>“ Harta yang baik adalah harta yang dimiliki oleh orang-orang ...
Terima Kasih Thank You Syukria
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Urgensi Asuransi Dalam Pandangan Islam

1,757 views

Published on

Posted by Nurita "Tora" Aprianti

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,757
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
83
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Urgensi Asuransi Dalam Pandangan Islam

  1. 1. URGENSI ASURANSI DALAM PANDANGAN ISLAM Disampaikan oleh: H. Ahmad Nuryadi Asmawi Jakarta, 25 September 2007
  2. 2. Surah Al-Maidah (5:2) <ul><li>Surah ini mengajarkan kepada kita untuk saling tolong menolong dalam semua jenis kebaikan dan perbuatan yang menuju kepada ketaqwaan dan pelaksanaan tugas-tugas yang telah dibebankan Allah Taala kepada kita semua. </li></ul>
  3. 3. Surah Al-Baqarah (2:240) <ul><li>Ayat ini menegaskan bahwa para suami disamping berkewajiban memberikan nafkah kepada isteri dan anak-anaknya sesuai dengan standar kelayakan, maka mereka juga dituntut untuk mempersiapkan dana ‘ state of emergency ’ yang cukup bagi para isteri untuk jangka waktu setahun lamanya. </li></ul><ul><li>Persiapan jaminan social security untuk orang-orang yang tercinta dan terdekat dengan kita.Mereka adalah seluruh ahli waris kita. </li></ul>
  4. 4. Surah An-Nisaa (4:9) <ul><li>An-Nisaa artinya kaum ibu dan kaum ibu adalah sentra keluarga. Surah ini menerangkan tentang pengaturan keluarga sesuai syariah. </li></ul><ul><li>Para orangtua diperintahkan untuk mempersiapkan anak-anaknya menjadi generasi yang kuat. Kekuatan Aqidah (Iman), Akhlaq, Ilmu Pengetahuan, Fisik (Badan) dan Ekonomi. </li></ul>
  5. 5. Surah Al-Anfal (8:60) <ul><li>Komunitas muslim diperintahkan untuk siapkan kekuatan dalam pelbagai jenisnya dalam menghadapi era persaingan dengan bangsa-bangsa lain di seluruh dunia. </li></ul><ul><li>Kekuatan dalam bidang: Aqidah, Ibadah, Akhlaq, Fisik, Senjata, Ilmu dan Teknologi serta Ekonomi. </li></ul><ul><li>Keahlian menunggang kuda disebutkan secara khusus karena kuda dapat dimanfaatkan dalam pelbagai bidang kehidupan, dalam segala medan, cuaca dan keadaan tanpa bergantung kepada bahan bakar. </li></ul>
  6. 6. Surah Al-Hasyr (59:18) <ul><li>Ayat ini menyeru setiap individu muslim untuk: </li></ul><ul><li>Beriman dan bertaqwa kepada-Nya. </li></ul><ul><li>Mempersiapkan diri untuk mempersiapkan diri menyongsong datangnya hari esok baik itu persiapan selama hidup di dunia dan persiapan untuk kehidupan akhirat. </li></ul>
  7. 7. Saad bin Abi Waqqas ra <ul><li>Saad bin Abi Waqqas ra adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad saw yang berharta dan hidup dalam kecukupan, ketika beliau sakit menjelang ajal, Rasul saw datang menjenguknya, kemudian Saad bin Abi Waqqas ra berkeinginan untuk menyerahkan semua harta yang akan ditinggal akan dihadiahkan untuk Baitul Maal, namun Rasul saw menolaknya. Bagaimana jika setengahnya pinta Saad ra, Rasul saw pun masih menolaknya, bagaimana jika 1/3-nya, maka Rasul saw menerimanya dan berkata: 1/3 itu sudah cukup banyak. </li></ul><ul><li>Wahai Saad, apabila kamu tinggalkan keturunanmu dalam keadaan cukup jaminan hartanya adalah lebih baik ketimbang kamu tinggalkannya dalam keadaan serba kekurangan, sehingga mereka terpaksa meminta-minta kepada orang, terkadang diberi dan terkadang ditolak . </li></ul>
  8. 8. Kaedah Maslahah <ul><li>Aturan-aturan agama diturunkan Allah Taala dengan tujuan untuk menjamin kebahagiaan hidup manusia di dunia dengan cara memberikan proteksi (perlindungan) pada hal-hal berikut: </li></ul><ul><li>Kemurnian Aqidah (Religion) </li></ul><ul><li>Keselamatan Nyawa (Jiwa) </li></ul><ul><li>Kesempurnaan fungsi Akal (Reason) </li></ul><ul><li>Kesucian Keturunan (Offsrings) </li></ul><ul><li>Perlindungan Harta (Wealth) </li></ul>
  9. 9. Hadis Nabi saw <ul><li>Barangsiapa melepaskan dari seorang muslim suatu kesulitan di dunia, Allah akan melepaskan kesulitan darinya pada hari kiamat; dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya, selama ia suka menolong saudaranya. (HR. Muslim dari Abu Hurayrah). </li></ul><ul><li>Solidaritas antara sesama anggota masyarakat dalam menghadapi aneka cobaan yang mengancam keselamatan harta benda dan jiwa (nyawa). </li></ul>
  10. 10. Solidaritas antara Anggota Masyarakat <ul><li>Perumpamaan orang beriman dalam kasih sayang, saling mengasihi dan mencintai bagaikan satu tubuh; jikalau satu bagian menderita sakit, maka bagian yang lain turut menderita.(HR. Muslim dari An Nu’man bin Basyir). </li></ul><ul><li>Antara sesama anggota masyarakat saling: </li></ul><ul><li>Asih : peduli dan kasih sayang </li></ul><ul><li>Asah : saling nasehat dalam kebenaran. </li></ul><ul><li>Asuh : memberikan dukungan & supports. </li></ul>
  11. 11. Istilah-istilah Asuransi Syariah <ul><li>Ta’min : saling memberikan jaminan dalam hal-hal yang positif antara sesama anggota masyarakat. </li></ul><ul><li>Takaful : upaya saling mencukupi antara sesama anggota pada saat ada pihak-pihak yang kekurangan karena terkena musibah. </li></ul><ul><li>Tadhamun : sikap kepedulian dan solidaritas antara sesama anggota dalam menghadapi kesulitan. </li></ul>
  12. 12. Perlindungan, Ketenangan, Rasa Aman dan Bebas dari Ketakutan adalah Fitrah Insani <ul><li>Surah Quraisy (106:1-4) </li></ul><ul><li>Surah ini mengajarkan kepada kita untuk belajar dari masyarakat dan komunitas Quraisy dalam membentuk suatu tatanan masyarakat. </li></ul><ul><li>Mereka bekerja keras siang dan malam, baik musin panas ataupun musim dingin dengan tujuan untuk: </li></ul><ul><li>Menciptakan perlindungan, ketengan, Rasa Aman dan Bebas dari Ketakuatan dari krisis ekonomi. </li></ul>
  13. 13. Al-’Aqila: Asal-Muasal Asuransi Syariah <ul><li>Sejak zaman Rasulullah saw, masyarakat Arab telah terbiasa melakukan tindak solidaritas ekonomi dalam masing-masing kabilah. Setiap anggota dewasa dan berpenghasilan diwajibkan menyetorkan sejumlah dana tabung kebajikan untuk kepentingan bersama. Tabung kebajikan (charity/hibah) ini disebut Al-’Aqila. </li></ul>
  14. 14. Al-’Aqila <ul><li>Dana yang terkumpul dalam Al-’Aqila adalah sebagai cadangan apabila ada diantara anggota kabilah (kaum) yang melakukan tindak pelanggaran terhadap kabilah lain dan harus menjalani hukuman berupa hukuman financial yang cukup tinggi, misalnya tindak kejahatan pembunuhan. </li></ul><ul><li>Pihak kabilah yang membunuh secara bersama-sama diwajibkan untuk membayar diyat/denda kepada keluarga korban. </li></ul>
  15. 15. Al-’Aqila <ul><li>Kesiapan anggota untuk membayar kontribusi keuangan secara berkala kepada tabung Al-’Aqilah hampir identik dengan pembayaran premi pada praktek asuransi. </li></ul><ul><li>Sementara itu, kompensasi yang dibayar kepada pihak korban hampir identik dengan uang pertanggungan dalam praktek asuransi modern. </li></ul><ul><li>Hal ini merupakan bentuk perlindungan financial untuk ahli waris terhadap kematian yang tidak diharapkan dari sang korban. </li></ul>
  16. 16. Tinjauan Kaedah Fiqih <ul><li>Salah satu kaedah Fiqih (Hukum Islam) menyebutkan bahwa apabila suatu kewajiban tidak dapat ditunaikan melainkan dengan adanya sesuatu yang lain, maka sesuatu yang lain ini menjadi wajib pula. </li></ul><ul><li>Misalnya: kewajiban memberikan jaminan/jaring financial untuk diri dan keluarga sulit untuk dilakukan melainkan dengan melalui institusi asuransi, maka membeli produk asuransi tersebut menjadi wajib pula hukumnya. </li></ul>
  17. 17. FATWA DSN-MUI No. 21/DSN-MUI/X/2001 <ul><li>Asuransi Syariah adalah usaha saling melindungi dan tolong menolong diantara sejumlah orang/pihak melalui investasi berupa aset dan/atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah. </li></ul>
  18. 18. Asuransi Syariah=Investment ( Don’t put your eggs on one basket ) <ul><li>Premi yang diakumulasikan sebagai kontribusi diperlakukan sebagai pokok untuk investasi. </li></ul><ul><li>Investasi akan menghasilkan keuntungan yang akan dikembalikan kepada pihak yang berhak yaitu pihak tertanggung (ahli waris). </li></ul><ul><li>Jika jaminan ekonomi ( economic security ) berupa simpanan uang (tabungan), maka premi yang diinvestasikan oleh pihak perusahaan asuransi, maka hal itu lebih baik dan diprioritaskan. </li></ul>
  19. 19. FATWA DSN-MUI No. 21/DSN-MUI/X/2001 <ul><li>Akad yang sesuai dengan syariah yang dimaksud pada point (1) adalah yang tidak mengandung gharar (ketidakjelasan), maysir (perjudian), riba, zhulm (penganiayaan), risywah (suap), barang haram dan maksiat. </li></ul>
  20. 20. Asuransi Syariah di Dunia <ul><li>Islamic Insurance Company Sudah 1979 </li></ul><ul><li>Islamic Arab Insurance Arab Saudi 1979 </li></ul><ul><li>Syarikat Takaful Islamiah Bahrain 1983 </li></ul><ul><li>Islamic Takaful and Re-Takaful Bahamas 1983 </li></ul><ul><li>Al Barakah Insurance Co. Sudah 1984 </li></ul><ul><li>Syarikat Takaful Malaysia Berhad 1984 </li></ul><ul><li>Islamic International Insurance Co. United Arab Emirate 1985 </li></ul><ul><li>Islamic Insurance and Re-Insurance Co. (IIRCO) Saudi Arabia 1985 </li></ul><ul><li>International Takaful Co. Luxemborg 1983 </li></ul>
  21. 21. Motivasi Usaha <ul><li>Nabi saw bersabda: </li></ul><ul><li>“ Harta yang baik adalah harta yang dimiliki oleh orang-orang yang baik.” </li></ul><ul><li>“ Ya Allah, berilah keberkahan ummatku pada waktu pagi harinya.” </li></ul><ul><li>“ Bekerjalah untuk menggapai sukses dunia seakan anda akan hidup selamanya, dan berusahalah untuk menggapai sukses akherat seakan anda akan mati esok.” </li></ul>
  22. 22. Terima Kasih Thank You Syukria

×