Karaktor

229 views

Published on

karaktor

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Karaktor

  1. 1. Apa Itu Karakter? Dennis Coon dalam bukunya Introduction to Psychology : Exploration and Aplication mendefinisikan karakter sebagai suatu penilaian subjektif terhadap kepribadian seseorang yang berkaitan dengan atribiut kepribadian yang dapat atau tidak dapat diterima oleh masyarakat. Karakter adalah jawaban mutlak untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik didalam masyarakat. KARAKTOR Watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak. Modul Pembinaan Karakter adalah sebuah modul yang dilaksanakan untuk membina karakter yang berkesan bagi para peserta yang merangkumi diri, keluarga, komuniti dan negara. Terdapat dua komponen yang akan dilalui peserta di mana yang pertama berfokus kepada pembinaan diri dan kedua adalah tentang diri dengan orang lain. Di dalam komponen pertama, peserta melalui proses penerokaan diri sendiri, menyedari dan mengenal pasti ciri-ciri diri (seperti aspek kepimpinan), memperkayakan kekuatan dan memulihkan kelemahan diri. Peserta menyedari tentang penglibatan orang lain dalam kehidupan mereka, mengetahui kemahiran untuk bekerja sebagai ahli satu pasukan, cara bertindak sebagai pemimpin dalam kumpulan, dan mengatasi masalah di dalam kumpulan semasa melalui komponen kedua modul ini. Melalui aktiviti-aktiviti ceramah, permainan, latihan dan lain-lain, peserta belajar tentang kejujuran, membuat pilihan, bertanggungjawab, memimpin, menunaikan janji (komitmen) dan membina keyakinan diri. Modul ini dilaksanakan selama dua minggu dan peserta dipimpin oleh jurulatih. Ada 3 Cara Mendidik Karakter Anak: 1. Ubah Lingkungannya, melakukan pendidikan karakter dengan cara menata peraturan serta konsekuensi di sekolah dan dirumah.
  2. 2. 2. Berikan Pengetahuan, memberikan pengetahuan bagaimana melakukan perilaku yang diharapakan untuk muncul dalam kesehariannya serta diaplikasikan. 3. Kondisikan Emosinya, emosi manusia adalah kendali 88% dalam kehidupan manusia. Jika mampu menyentuh emosinya dan memberikan informasi yang tepat maka informasi tersebut akan menetap dalam hidupnya. Karakter apa yang perlu ditumbuhkan dan dibentuk dalam diri anak? 1. Karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya 2. Kemandirian dan Tanggung Jawab 3. Kejujuran atau Amanah, Diplomatis 4. Hormat dan Santun 5. Dermawan, Suka Tolong Menolong & Gotong Royong 6. Percaya Diri dan Pekerja Cerdas 7. Kepemimpinan dan Keadilan 8. Baik dan Rendah Hati 9. Karakter Toleransi, Kedamaian dan Kesatuan. Ab. Alim Abdul Rahim (1999) turut menyenaraikan beberapa kesan positif ke atas pelajar daripada kegiatan kokurikulum, antara yang mempunyai kaitan dengan kemahiran generik ialah mengawal diri, tolong-menolong, bertanggungjawab, bertimbang rasa, bertolak ansur, bercita-cita, menjaga kebersihan, mempunyai keyakinan diri, berfikiran tajam, rasional, berkemahiran, berdikari dan berkreatif Bagaimana Pembangunan Sahsiah Memberi Kesan Kepada Perubahan Karektor Guru ? Posted on April 21, 2012 Kita sedia maklum bahawa perubahan sahsiah adalah proses pertumbuhan diri kesan daripada interaksi dalaman dan input persekitaran luaran yang akan melahirkan seorang pendidik yang professional dan berkesan.
  3. 3. Memandangkan guru merupakan aset yang amat berharga bagi memastikan generasi muda mempunyai hala tuju ke arah kecemerlangan negara pada masa akan datang maka pembangunan sahsiah perlu diterapkan dalam diri seorang yang bergelar guru. Melaui pembangunan sahsiah ia mampu untuk mengubah karektor seorang guru ke arah karektor yang berkeyakinan tinggi. Berikut adalah beberapa perkara utama yang cuba diketengahkan dalam mengubah karektor guru dalam pembangunan sahsiah iaitu penekanan dalam aspek kognitif dan perubahan karektor diri. Sebagai contohnya adalah gaya berfikir guru yang terarah kepada kerosakan diri dan masyarakat. Guru yang mempunyai gaya pemikiran yang tidak sihat sentiasa menunjukkan sikap suka menyalahkan orang lain. Maka melalui pembangunan sahsiah akan cuba menyerapkan elemen yang baik supaya masalah menyebabkan guru terjerumus kepada pemikiran negatif dapat diatasi. Oleh itu melalui modul pembangunan sahsiah telah menekankan ciri-ciri kognitif yang positif dalam membentuk sahsiah guru. Ini adalah sebahagian daripada beberapa perkara utama dalam pembangunan sahsiah yang hendak diterapkan kepada guru. Selain itu, ia juga adalah sebahagian daripada kesan-kesan pembangunan sahsiah dalam perubahan karektor guru. Namun sekiranya anda berasa pening, kesuntukan masa, tarikh hantar tugasan dah dekat kekurangan buku rujukan dan takde idea dalam menjawab soalan ini anda boleh Kilik Sini or dapatkan contoh assignment terdahulu di sini Bagaimana Pembangunan Sahsiah Memberi Kesan Kepada Perubahan Karektor Guru ? Posted on April 21, 2012
  4. 4. Kita sedia maklum bahawa perubahan sahsiah adalah proses pertumbuhan diri kesan daripada interaksi dalaman dan input persekitaran luaran yang akan melahirkan seorang pendidik yang professional dan berkesan. Memandangkan guru merupakan aset yang amat berharga bagi memastikan generasi muda mempunyai hala tuju ke arah kecemerlangan negara pada masa akan datang maka pembangunan sahsiah perlu diterapkan dalam diri seorang yang bergelar guru. Melaui pembangunan sahsiah ia mampu untuk mengubah karektor seorang guru ke arah karektor yang berkeyakinan tinggi. Berikut adalah beberapa perkara utama yang cuba diketengahkan dalam mengubah karektor guru dalam pembangunan sahsiah iaitu penekanan dalam aspek kognitif dan perubahan karektor diri. Sebagai contohnya adalah gaya berfikir guru yang terarah kepada kerosakan diri dan masyarakat. Guru yang mempunyai gaya pemikiran yang tidak sihat sentiasa menunjukkan sikap suka menyalahkan orang lain. Maka melalui pembangunan sahsiah akan cuba menyerapkan elemen yang baik supaya masalah menyebabkan guru terjerumus kepada pemikiran negatif dapat diatasi. Oleh itu melalui modul pembangunan sahsiah telah menekankan ciri-ciri kognitif yang positif dalam membentuk sahsiah guru. Ini adalah sebahagian daripada beberapa perkara utama dalam pembangunan sahsiah yang hendak diterapkan kepada guru. Selain itu, ia juga adalah sebahagian daripada kesan-kesan pembangunan sahsiah dalam perubahan karektor guru. Guru hendaknya memiliki kecerdasan emosional dan spiritual
  5. 5. 5 karakter guru yang profesional 19 JANUARI 2012 tags: agus sampurno, guru kreatif, guru profesional, manajemen kelas Segera setelah kebijakan sertifikasi digulirkan pemerintah, banyak guru (termasuk saya) yang kemudian gamang mengenai arti sesungguhnya dari ‘profesionalisme’. Guru yang mengajar di kelas dari hari ke hari punya dua ujung sebagai perjalanan kariernya. Ujung pertama adalah rutinitas, artinya ia akan jadi orang yang pasif, terjebak rutinitas, cenderung bekerja demi harapkan gaji dan tunjangan di akhir bulan. Ujung kedua adalah ia semakin cinta pada profesi dan terus meningkatkan diri serta merasa hidupnya ‘berkah’ karena mengajar dan menyebarkan ilmu. Pasti semua dari kita ingin menjadi guru yang menemui ujung kedua seperti yang saya ceritakan di atas. Untuk sampai kesana tidak bisa tidak kita membutuhkan karakter. Sebuah karakter yang memang tidak mudah untuk dipraktekkan serta berhubungan dengan banyak faktor lain. Silahkan mencermati karakter apa saja yang bisa membuat seorang guru menjadi guru profesional; 1. Rendah hati Karakter ini membuat seorang guru berpikiran terbuka serta mudah menerima hal-hal baru. Di depan siswa atau sesama guru ia terus terang jika tidak tahu. Maklum ditengah pesatnya pertumbuhan dan akses kepada informasi, semua orang benar-benar mesti belajar kembali dan bersedia menjadi seorang pembelajar. Hal ini membuat ia menjadi mitra belajar yang mengasyikkan bagi siswa dan sesama guru. Karakter rendah hati juga menjadi pembuka jalan bagi masuknya ilmu baru. Di sebuah sekolah jika semua gurunya rendah hati akan terjadi transfer ilmu dan terbentuk komunitas pembelajar, karena semua orang dihargai dari apa kontribusi tenaga dan ilmunya dan bukan dari seberapa seniornya ia di sekolah.
  6. 6. 2. Pandai mengelola waktu Sebagai seorang yang bekerja dengan administrasi serta tugas mengajar yang banyak setiap minggunya, guru dituntut untuk pandai mengelola waktu. Bukan cuma siswa dikelas saja yang punya hak terhadap diri kita, namun juga keluarga terdekat kita di rumah yang memerlukan perhatian. Guru yang pandai mengelola waktu membedakan prioritas dalam bekerja, mana yang mesti dikerjakan sekarang atau yang mesti digarap secara bertahap. 3. Menghargai proses. Saat mengajar sering kita pulang ke rumah dalam keadaan yang sangat lelah. Sering juga kita dilanda kebosanan sambil berucap dalam hati “seperti inikah rasanya jadi guru”. Sebagai manusia biasa wajar sekali jika perasaan itu datang. Semua perasaan tersebut akan hilang jika sebagai guru kita menghargai proses. Proses yang saya maksud adalah seperti jalannya atau perputaran alam semesta yang kita rasakan. Ada pagi ada siang, ada gelap dan ada terang. Jika suatu saat kita gagal atau belum berhasil dalam mengajar, hargailah usaha yang diri kita sendiri lakukan. Sebab mengingat-ingat kegagalan tanpa memandang atau menghargai usaha diri kita sendiri akan membuat malas di kemudian hari untuk melakukan inovasi dalam mengajar. Ada perasaan khawatir atau takut untuk berubah hanya karena pernah gagal. Jika itu terjadi siswa yang akan jadi korban karena sebagai guru anda akan tampil biasa-biasa saja dan miskin inovasi. 4. Berpikiran terbuka Informasi dan ilmu pengetahuan berkembang dan bertambah sedemikian pesatnya. Dalam hitungan detik informasi bertambah dengan cepat. Saat ini informasi ada di mana saja, semua tersedia tinggal bagaimana seseorang dengan pikirannya bisa mencerna dan memanfaatkan. Sebagai seorang guru sikap berpikiran terbuka inilah yang paling bermakna saat ini untuk diterapkan. Dengan berpikiran terbuka guru jadi mudah untuk menerima perbedaan dan senang akan perubahan. Di kelas dan sekolah sejak dulu siswa dibagi menjadi murid yang ‘pintar’, ‘bodoh’ dan ‘sedang-sedang saja’. Belum ada pikiran yang terbuka yang mengatakan bahwa setiap anak adalah unik dan
  7. 7. bisa menjadi ‘juara’ di bidangnya masing-masing. Saat guru berpikiran terbuka ia akan bisa sekuat tenaga membuat setiap siswa di kelasnya meraih masa depan sesuai potensinya. Dengan pikiran terbuka guru juga jadi mudah untuk menyerap ilmu dari siapa saja tanpa mesti katakan “aah saya sudah tahu” atau “ah saya sudah pernah menerapkan” karena di masa sekarang ini ilmu bisa datang dari siapa saja, ia bisa datang dari buku dan media massa, sesama guru, orang tua siswa bahkan dari siswa kita di kelas. 5. Percaya diri Bedakan antara rasa percaya diri dan sombong. Dalam mempersiapkan dan merencanakan pengajaran di kelas bisa saja guru mengatakan semua yang akan diajarkannya sudah ada di ‘luar kepala’ hal ini berarti sama saja mengatakan sebagai guru ia anti terhadap kegiatan belajar lagi. Padahal bukan seperti itu guru yang percaya diri. Guru yang percaya diri akan sekuat tenaga mempersiapkan sambil tetap percaya diri jika ada masalah yang timbul saat ia sedang melaksanakan perencanaan pengajarannya. Ia yakin sesulit apapun masalah yang timbul saat ia sedang melaksanakan hasil perencanaan pengajarannya, tetap akan memberikan pengalaman dan masukan bagi karier mengajarnya di masa depan. Terima kasih sudah membaca artikel ini, adakah 5 hal diatas juga merupakan karakter anda selama ini? ataukah ada hal yang baru yang bisa anda bagi dan tambahkan agar semua pendidik di Indonesia bisa lebih profesional dalam berkarier ? ayo berbagi lewat komentar di bawah ini

×