KINERJA GURU 
MULYONO
LATAR BELAKANG 
Membicarakan kinerja mengajar guru, tidak dapat dipisahkan faktor-faktor 
pendukung dan pemecah masalah yang menyebabkan terhambatnya pembelajaran 
secara baik dan benar dalam rangka pencapaian tujuan yang diharapkan guru dalam 
mengajar.
FAKTOR DARI DALAM 
SENDIRI (KECERDASAN) a. Kecerdasan memegang peranan penting dalam keberhasilan 
pelaksanaan tugas-tugas. 
b. Semakin rumit dan makmur tugas-tugas yang diemban makin tinggi 
kecerdasan yang diperlukan. 
a. Seseorang yang cerdas jika diberikan tugas yang sederhana dan 
monoton mungkin akan terasa jenuh dan akan berakibat pada penu-runan 
kinerjanya.
BAKAT 
Penyesuaian antara bakat dan pilihan pekerjaan dapat 
menjadikan seseorang bekerja dengan pilihan dan 
keahliannya.
KEMAMPUAN DAN MINAT 
1. Syarat untuk mendapatkan ketenangan kerja bagi seseorang 
adalah tugas dan jabatan yang sesuai dengan kemampuannya. 
2. Kemampuan yang disertai dengan minat yang tinggi dapat 
menunjang pekerjaan yang telah ditekuni.
MOTIF DAN KESEHATAN 
1) Motif yang dimiliki dapat mendorong meningkatkannya kerja 
seseorang. 
2) Kesehatan dapat membantu proses bekerja seseorang 
sampai selesai. 
3) Jika kesehatan terganggu maka pekerjaan terganggu pula.
KEPRIBADIAN 
Seseorang yang mempunyai kepribadian kuat dan integral 
tinggi kemungkinan tidak akan banyak mengalami kesulitan 
dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja dan interaksi 
dengan rekan kerja akan meningkatkan kerjanya.
CITA-CITA DAN TUJUAN DALAM BEKERJA 
Jika pekerjaan yang diemban seseorang sesuai dengan 
cita-cita maka tujuan yang hendak dicapai dapat 
terlaksanakan karena ia bekerja secara sungguh-sungguh, 
rajin, dan bekerja dengan sepenuh hati.
FAKTOR DARI LUAR DIRI SENDIRI 
(LINGKUNGAN KELUARGA) 
1) Keadaan lingkungan keluarga dapat mempengaruhi kinerja 
seseorang. 
2) Ketegangan dalam kehidupan keluarga dapat menurunkan 
gairah kerja.
LINGKUNGAN KERJA 
1. Situasi kerja yang menyenangkan dapat mendorong 
seseorang bekerja secara optimal. 
2. Tidak jarang kekecewaan dan kegagalan dialami seseorang 
di tempat ia bekerja. 
3. Lingkungan kerja yang dimaksud di sini adalah 
situasi kerja, rasa aman, gaji yang memadai, kesempatan untuk 
mengembangan karir, dan rekan kerja yang kologial.
KOMUNIKASI DENGAN KEPALA SEKOLAH 
1. Komunikasi yang baik di sekolah adalah komunikasi 
yang efektif. 
2. Tidak adanya komunikasi yang efektif dapat 
mengakibatkan timbulnya salah pengertian.
SARANA DAN PRASARANA 
Sarana dan prasarana yang memadai membantu 
guru dalam meningkatkan kinerjanya terutama 
kinerja dalam proses mengajar.
MEMBERI KESEMPATAN PADA 
PENDIDIK 
· Peningkatan dan perbaikan pendidikan harus dilakukan secara bertahap. 
· Dinamika guru dalam pengembangan program pembelajaran tidak akan bermakna bagi 
perbaikan proses dan hasil belajar siswa, jika manajemen sekolahnya tidak memberi peluang 
tumbuh dan berkembangnya kreatifitas guru. 
· Demikian juga penambahan sumber belajar berupa perpustakaan dan laboratorium tidak akan 
bermakna jika manajemen sekolahnya tidak memberikan perhatian serius dalam 
mengoptimalkan pemanfaatan sumber belajar tersebut dalam proses belajar mengajar.
KEGIATAN GURU DI DALAM 
KELAS a) Guru harus menyusun perencanaan pembelajaran yang bijak 
b) Guru harus mampu berkomunikasi secara efektif dengan siswa-siswanya. 
c) Guru harus mengembangkan strategi pembelajaran yang 
membelajarkan. 
d) Guru harus menguasai kelas. 
e) Guru harus melakukan evaluasi secara benar.
KEGIATAN GURU DI SEKOLAH 
a) Mengembangkan filsafat pendidikan. 
b) Memperbaiki dan menyesuaikan kurikulum. 
c) Merencanakan program supervisi. 
d) Merencanakan kebijakan kepegawaian.
KOMPETENSI PROFESIONAL 
1. Pekerjaan seorang guru adalah merupakan suatu 
profesi yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang 
orang. 
2. Profesi adalah pekerjaan yang memerlukan keahlian 
khusus dan biasanya dibuktikan dengan sertifikasi 
dalam bentuk ijazah.
UNDANG-UNDANG GURU DAN DOSEN NO. 14 TAHUN 2005 
1) Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealism. 
2) Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan 
akhlak mulia. 
3) Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai bidang tugasnya 
4) Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas. 
5) Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan. 
6) Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja.
7) Memiliki kesempatan untuk mengembangan keprofesionalan secara 
berkelanjutan dengan sepanjang hayat. 
8) Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas 
keprofesionalan. 
9) Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur 
hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.
KOMPENTENSI SOSIAL 
· Kompetensi sosial berkaitan dengan kemampuan diri dalam menghadapi orang lain. 
· Kompetensi sosial seorang guru merupakan modal dasar guru dalam menjalankan tugas 
keguruan. 
· Kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman sejawat untuk meningkat 
kemampuan professional. 
· Kemampuan untuk mengenal dan memahami fungsi-fungsi setiap lembaga kemasyarakatan. 
· Kemampuan untuk menjalin kerjasama baik secara individual maupun secara kelompok.
PP RI NO. 19 TAHUN 2005 (KOMPETENSI 
SOSIAL) 
· Kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul 
secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua peserta 
pendidikan, dan masyarakat sekitar. 
· Kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul 
secara efektif dengan peserta didik, dan masyarakat sekitar. 
· Kemampuan sosial sangat penting karena manusia bukan makhluk individu. 
· Segala kegiatannya pasti dipengaruhi juga oleh pengaruh orang lain.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI 
KINERJA 
1. Faktor kemampuan (ability) 
2. Faktor motivasi (motivision).
FAKTOR KEMAMPUAN 
· Kemampuan guru terdiri dari kemampuan potensi (IQ) dan keampuan reality (knowledge + skill) 
Artinya seorang guru yang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi dan sesuai dengan bidangnya. 
· Guru terampil dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari, maka ia akan lebih mudah mencapai kinerja 
yang diharapkan. 
· Pegawai perlu ditetapkan pada pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya. 
· Penempatan guru yang sesuai dengan bidangnya akan dapat membantu dalam efektivitas suatu 
pembelajaran.
FAKTOR MOTIVASI 
· Motivasi terbentuk dari sikap seorang guru dalam menghadapi 
situasi kerja. 
· Motivasi merupakan kondisi yang menggerakkan seseorang 
yang terarah untuk mencapai tujuan pendidikan. 
· Hubungan yang positif antara motif berprestasi dengan 
pencapaian kinerja.
DEFINISI GURU 
· Guru sebagai pendidik memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat. 
· Guru berprestasi dengan pencapaian kinerja. 
· Guru harus menyadari bahwa ia hars mengerjakan tugasnya tersebut 
dengan sungguh-sungguh, bertanggung jawab,
6 KARAKTERISTIK GURU BERPRESTASI TINGGI 
1. Memiliki tanggung jawab pribadi tinggi 
2. berani mengambil resiko 
3. memiliki tujuan yang realistis 
4. Memanfaatkan rencana kerja yang menyeluruh dan berjuang untuk merealisasi tujuannya. 
5. Memanfaatkan umpan balik yang kongkret dalam seluruh kegiatan kerja yang dilakukan. 
6. Mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang telah diprogramkan.
INDIKATOR KINERJA GURU 
(KEMAMPUAN MERENCANAKAN BELAJAR MENGAJAR) 
a. Menguasai garis-garis besar penyelenggaraan 
pendidikan. 
b. Menyesuaikan analisa materi pelajaran. 
c. Menyusun program semester. 
d. Menyusun program atau pembelajaran.
KEMAMPUAN MELAKSANAKAN KEGIATAN BELAJAR 
MENGAJAR 
a. Tahap pra intruksional 
b. Tahap intruksional 
c. Tahap evaluasi dan tindak lanjut
KEMAMPUAN MENGEVALUASI 
a. Evaluasi normatif 
b. Evaluasi formatif 
c. Laporan hasil evaluasi 
d. Pelakanaan program perbaikan dan pengayaan.
KINERJA GURU BERSIFAT NEGATIF 
· Guru belum menguasai penyusunan program semester. 
· Guru belum melaksanakan pra intruksional, 
· Guru tidak memperhatikan evaluasi yang bersifat 
normatif.
EVALUASI KINERJA 
a. Membuat analisa kinerja dari waktu yang lalu secara berkesinambungan dan 
periodik, baik kinerja karyawan maupun kinerja organisasi. 
b. Membuat evaluasi kebutuhan pelatihan dari para karyawan melalui audit 
keterampilan dan pengetahuan sehingga dapat mengembangkan kemampuan 
dirinya. 
c. Menentukan sasaran dari kinerja yang akan datang dan memberikan tanggung 
jawab perorangan sehingga untuk periode selanjutnya jelas apa yang harus 
diperbuat oleh karyawan, mutu dan baku yang harus dicapai.
LANGKAH-LANGKAH PENINGKATAN KINERJA 
a. Mengetahui Adanya kekurangan dalam kinerja. 
b. Mengenai kekurangan dan tingkat keseriusan. 
c. Mengidentifikasikan hal-hal yang mungkin menjadi penyebab. 
kekurangan baik yang behubungan dengan dengan pegawai itu sendiri. 
d. Mengembangkan rencana tindakan tersebut. 
e. Melakukan evaluasi apakah masalah tersebut sudah teratasi atau belum. 
f. Mulai dari awal, apabila perlu.
4 INDIKATOR KINERJA GURU 
· Kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran, 
· Kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran, 
· Kinerja guru dalam evaluasi pembelajaran, 
· Kinerja guru dalam disiplin tugas.
KESIMPULAN 
· Semua pekerjaan itu harus dikerjakan bersama-sama antara guru yang satu dengan yang lainnya yaitu 
dengan cara bermusyawarah. 
· Para guru harus melihat pada keadaan pemimpinnya terlebih dahulu untuk meningkatkan kinerja. 
· Baik dan buruknya guru dalam proses belajar mengajar dipengaruhi oleh beberapa faktor salah 
satunya adalah supervisor dalam melaksanakan pengawasan atau supervisi terhadap kemampuan 
(kinerja guru). 
· Menemukan potensi karyawan yang berhak memperoleh promosi, dan mendasarkan hasil diskusi 
antara karyawan dengan pimpinannya untuk menyusun suatu proposal lainnya, seperti imbalan . 
· Evaluasi kinerja merupakan sarana untuk memperbaiki mereka yang tidak melakukan tugasnya 
dengan baik di dalam organisasi.
· Banyak organisasi berusaha mencapai sasaran suatu kedudukan yang terbaik dan terpercaya 
dalam bidangnya. Untuk itu sangat tergantung dari para pelaksanaannya, yaitu para karyawan 
agar mereka mencapai sasaran yang telah ditetapkan oleh organisasi. 
· Peningkatan kinerja ini mempunyai hasil dalam peningkatan karena semuanya mempunyai 
kekurangan dan kelebihan, hal itu harus sangat berguna bagi para karyawan. 
· Dari berbagai uraian teori tentang kinerja guru, maka yang dimaksud dengan kinerja guru 
dalam uraian ini adalah kemampuan seseorang untuk melaksanakan tugasnya yang 
menghasilkan hasil yang memuaskan guna tercapainya tujuan organisasi kelompok dalam 
suatu unit kerja.
DEFINISI KINERJA GURU 
· Segala sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan, dan 
kemampuan kerja. 
· Kinerja atau unjuk kerja selalu dihubungkan dengan kemampuan 
memberikan pelayanan dan memuaskan pihak yang berkepentingan 
dalam ruang lingkup kerja.
KRITERIA KINERJA GURU 
· Keberhasilan guru bisa dilihat apabila kriteria yang ada telah tercapai secara keseluruhan. 
· Kriteria telah tercapai berarti pekerjaan seseorang telah dianggap memiliki kualitas kerja yang baik. 
· Kinerja guru adalah hasil kerja yang terlihat dari serangkaian kemampuan yang dimiliki oleh seorang yang 
berprofesi guru. 
· Kemampuan yang harus dimiliki guru telah disebutkan dalam peraturan pemerintah RI No. 19 Tahun 2005 
tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 28 ayat 3.
PENILAIAN DAN HASIL 
KERJA 
· Keberhasilan kinerja juga ditentukan dengan pekerjaan serta kemampuan seseorang pada bidang tersebut. 
· Keberhasilan kerja juga berkaitan dengan kepuasan kerja seseorang. 
· Tingkat keberhasilan kerja diukur dengan membandingkan hasil dengan target yang 
dirumuskan dalam rencana. 
· Guru perlu mengadakan penilaian dan hasil kerja.
EVALUASI KINERJA GURU 
· Tahapan terpenting dalam satuan kegiatan. 
· Suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja 
untuk melihat tingkat keberhasilan serta faktor yang 
mendukung atau menghambat keberhasilan
PENGERTIAN KINERJA GURU 
· Prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai 
oleh seseorang. 
· Kinerja bisa diartikan sebagai prestasi yang nampak 
sebagai bentuk keberhasilan kerja pada diri seseorang.
DEFINISI PRESTASI KERJA 
· Prestasi bukan berarti banyaknya kejuaraan yang diperoleh guru tetapi suatu 
keberhasilan yang salah satunya nampak dari suatu proses belajar mengajar. 
· Kinerja (prestasi kerja) sebagai hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang 
dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan 
tanggung jawab yang diberikan. 
· Kinerja (Prestasi Kerja) guru merupakan hasil kerja di mana guru dapat mencapai 
persyaratan pekerjaan.
PENCAPAIAN KINERJA (PRESTASI KERJA) 
· Guru harus berusaha mengembangkan seluruh kompetensi yang dimilikinya. 
· Guru dapat memanfaatkan serta menciptakan situasi yang ada dilingkungan sekolah sesuai 
dengan aturan yang berlaku. 
· Guru dapat melaksanakan tugasnya yang baik untuk menghasilkan hasil yang memuaskan, 
guna tercapainya tujuan sebuah organisasi atau kelompok dalam suatu unit kerja.
FAKTOR MEMPENGARUHI KINERJA GURU 
· Faktor kemampuan (ability) 
· Faktor motivasi (motivision).
FAKTOR KEMAMPUAN GURU 
· Kemampuan potensi (IQ). 
· Kemampuan reality (knowledge + skill) . 
· Guru perlu ditetapkan pada pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya. 
· Penempatan guru yang sesuai dengan bidangnya akan dapat membantu 
dalam efetivitas suatu pembelajaran.
KEMAMPUAN REALITY (KNOWLEDGE + SKILL) 
· Guru yang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi dan sesuai 
dengan bidangnya serta terampil dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari, 
maka ia akan lebih mudah mencapai kinerja yang diharapkan.
FAKTOR MOTIVASI GURU 
· Motivasi terbentuk dari sikap guru dalam menghadapi situasi 
kerja. 
· Motivasi merupakan kondisi yang menggerakkan seseorang yang 
terarah untuk mencapai tujuan pendidikan.
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB GURU 
· Guru berprestasi dengan pencapaian kinerja tinggi. 
· Guru sebagai pendidik memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat. 
· Guru harus menyadari bahwa ia harus mengerjakan tugasnya tersebut 
dengan sungguh-sungguh, bertanggung jawab, ikhlas dan tidak asal-asalan. 
· Siswa dapat dengan mudah menerima apa saja yang disampaikan oleh 
gurunya. 
· Jika ini tercapainya maka guru akan memiliki tingkat kinerja yang tinggi.
6 KARAKTERISTIK GURU MEMILIKI MOTIF 
BERPRESTASI TINGGI 
1. Memiliki tanggung jawab pribadi tinggi 
2. Berani mengambil resiko 
3. Memiliki tujuan yang realistis 
4. Memanfaatkan rencana kerja yang menyeluruh dan berjuang untuk merealisasi 
tujuannya. 
5. Memanfaatkan umpan balik yang kongkret dalam seluruh kegiatan kerja yang kegiatan 
kerja yang dilakukannya. 
6. Mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang telah diprogramkan.
FAKTOR PENDUKUNG KINERJA GURU 
a. Faktor dari dalam sendiri (intern) 
1) Kecerdasan 
2) Keterampilan dan kecakapan 
3) Bakat 
4) Kemampuan dan minat 
5) Motif 
6) Kesehatan 
7) Kepribadian 
8) Cita-cita dan tujuan dalam bekerja 
b. Faktor dari luar diri sendiri 
(ekstern) 
1) Lingkungan keluarga 
2) Lingkungan kerja 
3) Komunikasi dengan Kepala Sekolah 
4) Sarana Prasarana Sekolah 
5) Kegiatan Guru Di Kelas 
6) Kegiatan Guru Di sekolah
KECERDASAN 
· Memegang peranan penting dalam keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas. 
· Semakin rumit dan makmur tugas-tugas yang diemban makin tinggi 
kecerdasan yang diperlukan. 
· Guru yang cerdas jika diberikan tugas yang sederhana dan monoton mungkin 
akan terasa jenuh dan akan berakibat pada penurunan kinerjanya.
KETERAMPILAN DAN KECAKAPAN 
· Keterampilan dan kecakapan orang berbeda-beda. 
· Adanya perbedaan dari berbagai pengalaman dan 
latihan.
BAKAT 
· Penyesuaian antara bakat dan pilihan pekerjaan dapat 
menjadikan seseorang bekerja dengan pilihan dan 
keahliannya.
KEMAMPUAN DAN MINAT 
· Syarat untuk mendapatkan ketenangan kerja bagi seorang guru adalah 
tugas dan jabatan yang sesuai dengan kemampuannya. 
· Kemampuan yang disertai dengan minat yang tinggi dapat menunjang 
pekerjaan yang telah ditekuni.
MOTIF 
· Motif yang dimiliki dapat mendorong 
meningkatkannya kerja seseorang.
KESEHATAN 
· Dapat membantu proses bekerja seorang guru sampai 
selesai. 
· Jika kesehatan terganggu maka pekerjaan terganggu.
KEPRIBADIAN 
· Guru yang mempunyai kepribadian kuat dan integral tinggi 
kemungkinan tidak akan banyak mengalami kesulitan dan 
menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja dan interaksi 
lingkungan kerja dengan rekan kerja akan meningkatkan 
kerjanya.
CITA-CITA DAN TUJUAN DALAM BEKERJA 
· Jika pekerjaan yang diemban seorang guru sesuai dengan cita-cita 
maka tujuan yang hendak dicapai dapat terlaksanakan karena ia bekerja 
secara sungguh-sungguh, rajin, dan bekerja dengan sepenuh hati.
FAKTOR DARI LUAR DIRI SENDIRI (EKSTERN) 
(LINGKUNGAN KELUARGA) 
· Keadaan lingkungan keluarga dapat mempengaruhi kinerja 
seorang guru. 
· Ketegangan dalam kehidupan keluarga dapat menurunkan gairah 
kerja.
LINGKUNGAN KERJA 
· Situasi kerja yang menyenangkan dapat mendorong seseorang bekerja secara Optimal. 
· Tidak jarang kekecewaan dan kegagalan dialami seorang guru di tempat ia bekerja. 
· Lingkungan kerja yang dimaksud di sini adalah situasi kerja, rasa aman, gaji yang 
memadai, kesempatan untuk mengembangan karir, dan rekan kerja yang mendukung.
KOMUNIKASI DENGAN KEPALA SEKOLAH 
· Komunikasi yang baik di sekolah adalah komunikasi yang efektif. 
· Tidak adanya komunikasi yang efektif dapat mengakibatkan 
timbulnya salah pengertian.
SARANA DAN PRASARANA 
· Adanya sarana dan prasarana yang memadai 
membantu guru dalam meningkatkan kinerjanya 
terutama kinerja dalam proses mengajar.
KEGIATAN GURU DI KELAS 
· Peningkatan dan perbaikan pendidikan harus dilakukan secara bertahap. 
· Dinamika guru dalam pengembangan program pembelajaran tidak akan bermakna bagi 
perbaikan proses dan hasil belajar siswa, jika manajemen sekolahnya tidak memberi peluang 
tumbuh dan berkembangnya kreatifitas guru. 
· Penambahan sumber belajar berupa perpustakaan dan laboratorium tidak akan bermakna jika 
manajemen sekolahnya tidak memberikan perhatian serius dalam mengoptimalkan pemanfaatan 
sumber belajar tersebut dalam proses belajar mengajar.
KEGIATAN GURU DI DALAM KELAS 
a) Guru harus menyusun perencanaan pembelajaran yang bijak 
b) Guru harus mampu berkomunikasi secara efektif dengan 
siswa-siswanya 
c) Guru harus mengembangkan strategi pembelajaran yang 
membelajarkan.
KEGIATAN GURU DI SEKOLAH 
a) Mengembangkan filsafat pendidikan 
b) Memperbaiki dan menyesuaikan kurikulum 
c) Merencanakan program supervisi 
d) Merencanakan kebijakan-kebijakan kepegawaian.
BERPATISIPASI DALAM BIDANG ADMINISTRASI 
· Di mana dalam bidang administrasi 
· ini para guru memiliki kesempatan yang banyak untuk ikut serta dalam kegiatan-kegiatan 
sekolah. 
· Semua pekerjaan itu harus dikerjakan bersama-sama antara guru yang satu dengan yang 
lainnya yaitu dengan cara bermusyawarah. 
· Untuk meningkatkan kinerja, para guru harus melihat pada keadaan pemimpinnya (kepsek). 
· Jadi, dapat disimpulkan bahwa baik dan buruknya guru dalam proses belajar mengajar 
dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah supervisor dalam melaksanakan 
pengawasan atau supervisi terhadap kemampuan (kinerja guru).
INDIKATOR KINERJA GURU 
· Dapat dilihat peran guru dalam meningkatkan 
kemampuan dalam proses belajar-mengajar.
INDIKATOR KINERJA 
(KEMAMPUAN MERENCANAKAN BELAJAR MENGAJAR) 
a. Menguasai garis-garis besar penyelenggaraan pendidikan. 
b. Menyesuaikan analisa materi pelajaran 
c. Menyusun program semester 
d. Menyusun program atau pembelajaran
KEMAMPUAN MELAKSANAKAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 
a. Tahap pra instruksional 
b. Tahap instruksional 
c. Tahap evaluasi dan tindak lanjut
KEMAMPUAN MENGEVALUASI 
a. Evaluasi normatif 
b. Evaluasi formatif 
c. Laporan hasil evaluasi 
d. Pelakanaan program perbaikan dan pengayaan.
DEFINISI EVALUASI KINERJA 
· Membuat analisa kinerja dari waktu yang lalu secara berkesinambungan dan periodik, baik 
kinerja karyawan maupun kinerja organisasi. 
· Membuat evaluasi kebutuhan pelatihan dari para karyawan melalui audit keterampilan dan 
pengetahuan sehingga dapat mengembangkan kemampuan dirinya. 
· Menentukan sasaran dari kinerja yang akan datang. 
· Memberikan tanggung jawab perorangan sehingga untuk periode selanjutnya jelas apa yang 
harus dipertanggung jawab oleh guru, serta mutu dan baku yang harus dicapai.
LANGKAH-LANGKAH PENINGKATAN KERJA 
a. Mengetahui Adanya kekurangan dalam kinerja 
b. Mengenai kekurangan dan tingkat keseriusan. 
c. Mengidentifikasikan hal-hal yang mungkin menjadi penyebab kekurangan baik yang 
berhubungan dengan pegawai itu sendiri. 
d. Mengembamgkan rencana tindakan tersebut 
e. Melakukan evaluasi apakah masalah tersebut sudah teratasi atau belum. 
f. Mulai dari awal, apabila perlu.
MERENCANAKAN 
· Pekerjaan seorang guru merencanakan menyusun 
tujuan belajar.
MENGORGANISASIKAN 
· Pekerjaan seorang guru untuk mengatur dan menghubungkan 
sumber-sumber belajar sehingga dapat mewujudkan tujuan 
belajar dengan cara yang paling efektif, efisien, dan ekonomis.
MEMIMPIN 
· Pekerjaan seorang guru untuk memotivasikan, mendorong, 
dan menstimulasikan murid-muridnya, sehingga mereka 
siap mewujudkan tujuan belajar.
MENGAWASI 
1. Pekerjaan seorang guru untuk menentukan apakah fungsinya 
dalam mengorganisasikan 
dan memimpin di atas telah berhasil dalam mewujudkan tujuan 
yang telah dirumuskan. 
2. Jika tujuan belum dapat diwujudkan, maka guru harus menilai
PENGERTIAN KINERJA 
· Kemampuan seseorang untuk melaksanakan tugasnya yang 
menghasilkan hasil yang memuaskan, guna tercapainya tujuan 
organisasi kelompok dalam suatu unit kerja.
DEFINISI KINERJA (PRESTASI KERJA) 
•Hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai 
seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai 
dengan tanggung jawab yang di berikan.
McCloy et.al. yang di kutip dari buku Khaerul 
umam, 
• Kinerja berarti perilaku atau tindakan yang relevan terhadap 
tercapainya tujuan organisasi.
KINERJA (PRESTASI KERJA) 
• Kunci yang harus berhasil, oleh karena itu kinerja baik dalam bentuk 
individu maupun dalam bentuk organisasi selayaknya terus dievaluasi 
untuk mendapat standar keberhasilan (Staner,Freeman dan Gillent,h. 11).
Carver and Sergiovanni (dalam Rahardja, 
2004) 
· Kinerja merupakan tindakan yang menunjukkan bahwa dia adalah 
anggota kelompok. 
· Pernyataan tersebut menunjukan bahwa kinerja menunjuk (mengacu) 
pada perbuatan atau tingkah laku seseorang di dalam suatu kelompok 
(organisasi).
KINERJA (PRESTASI KERJA) 
· Manifestasi konkrit dan dapat diobservasi secara terbuka 
atau realisasi suatu kompetensi. 
· Unjuk kerja seseorang dalam melaksanakan tugas sebagai 
realisasi konkret dari kompetensi berdasarkan kecakapan, 
pengalaman dan kesungguhan.
KINERJA (PRESTASI KERJA) 
•Penampilan hasil karya personel baik kuantitas 
maupun kualitas dalam suatu organisasi dan merupa-kan 
penampilan individu maupun kelompok kerja 
kerja personil. Menurut Ilyas (1999: 112) 
Yuliani Indrawati ( Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 4, No 7 Juni 2006).
KINERJA (PRESTASI KERJA) 
• Tingkat keberhasilan dalam melaksanakan 
tugas dan kemampuan untuk mencapai tujuan 
yang telah ditetapkan. 
Gibson et.al. (1996:118),
PRESTASI KERJA 
· Suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan 
tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang berdasarkan atas 
kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu. Hasibuan 
(2001:94)
KINERJA GURU DALAM PROSES BELAJAR 
MENGAJAR 
· Kemampuan guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar 
yang memiliki keahlian mendidik anak didik dalam rangka pembinaan 
peserta didik untuk tercapainya institusi pendidikan.
GURU BERHADAPAN DENGAN SISWA 
· Pada saat proses belajar mengajar berlangsung. 
· Guru harus memiliki kinerja yang baik terutama pada saat 
· belajar berlangsung. 
· Guru diharapkan memiliki ilmu yang cukup sesuai bidangnya, pandai 
berkomunikasi mengasuh dan menjadi belajar yang baik bagi 
siswanya untuk tubuh dan berkembang menjadi dewasa.
TUGAS GURU PROFESIONAL 
· Merencanakan pembelajaran, 
· Pelaksanaan pembelajaran, 
· Evaluasi pembelajaran, 
· Menindak lanjuti hasil pembelajaran, 
· Melakukan bimbingan dan konseling.
MERENCANAKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN 
· Sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran, seorang guru dituntut membuat 
perencanaan pembelajaran. 
· Fungsi perencanaan pembelajaran ialah untuk mempermudah guru dalam 
melaksanakan tugas selanjutnya. 
· Proses belajar mengajar akan benar-benar terskenario dengan baik, efektif dan 
efisien.
BENTUK PERSIAPAN PEMBELAJARAN 
1. Analisi materi pelajaran. 
2. Program tahunan/program semester. 
3. Silabus/satuan pelajaran. 
4. Rencana pembelajaran. 
5. Program perbaikan dan pengayaan.
MUSYAWARAH GURU 
· Pada perencanaan pembelajaran biasanya guru di bantu oleh kepala 
sekolah dan rekannya yang biasanya dimusyawarahkan dalam 
Musyawarah Guru Mata Pelajaran. 
· Organisasi guru harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing 
sekolah.
KEGIATAN GURU DALAM PEMBELAJARAN 
· Guru melaksanakan pembelajaran yang merupakan salah 
satu aktivitas inti di sekolah. 
· Guru harus menunjukkan penampilan yang terbaik 
didepan guru dan siswanya. 
· Guru memberi penjelasannya mudah di pahami, 
penguasaan keilmuannya benar, menguasai metodologi, 
dan seni pengendalian siswa.
KEGIATAN GURU DALAM MENGEVALUASI 
PEMBELAJARAN 
· Guru dapat mengevaluasi hasil pembelajaran. 
· Segala sesuatu yang terencana harus di evaluasi agar dapat di ketahui apakah sudah direncanakan 
telah sesuai dengan realisasinya serta tujuan yang ingin dicapai. 
· Guru harus mengetahui siswa telah dapat mencapai standar kompetensi yang ditetapkan. 
· Guru juga dapat mengetahui apakah metode ajarannya telah tepat sasaran.
GURU MELAKUKAN KEGIATAN EVALUASI 
· Guru harus memperhatikan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. 
· Guru juga harus memperhatikan soal-soal evaluasi yang digunakan. 
· Soal yang telah dibuat hendaknya dapat mengukur kemampuan siswa.
GURU MEMPUNYAI KEMAMPUAN MENGEVALUASI 
1. Melaksanakan tes 
2. Mengelola hasil penilaian 
3. Melaporkan hasil penilaian 
4. Melaksanakan program remedial/perbaikan pengajaran.
KETAATAN GURU PADA DISIPLIN DAN TUGAS 
· Pada lembaga pendidikan telah dibuat aturan-aturan yang harus 
diindahkan oleh para guru maupun tenaga pendidikan lainnya. 
· Peraturan telah dibakukan menjadi aturan kepegawaian. 
· Kelancaran jalannya proses belajar mengajar maupun citra baik dari 
masyarakat yang ingin memanfaatkan jasa lembaga tersebut.
KRITERIA KINERJA GURU 
(KEBERHASILAN GURU) 
· Seorang guru bisa dilihat apabila kriteria-kriteria 
yang ada telah mencapai secara 
keseluruhan. 
· Jika kriteria telah tercapai berarti pekerjaan 
seseorang telah dianggap 
· memiliki kualitas kerja yang baik. 
·
b. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam 
pengertian kinerja 
· Bahwa kinerja guru adalah hasil kerja yang terlihat dari serangkaian kemampuan yang dimiliki 
oleh seorang yang berprofesi guru. 
· Kemampuan yang harus dimiliki guru telah disebutkan dalam peraturan pemerintah RI No. 19 
Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 28 ayat 3 yang berbunyi: 
· Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta 
pendidikan anak usia dini.
DEFINISI PROSES BELAJAR MENGAJAR 
· Kesanggupan atau kecakapan para guru dalam menciptakan suasana 
komunikasi yang edukatif antara guru dan peserta didik yang mencakup 
segi kognitif, efaktif, dan psikomotorik sebagai upaya mempelajari 
sesuatu berdasarkan perencanaan sampai dengan tahap evaluasi dan 
tindak lanjut agar tercapai tujuan pengajaran.
KOMPETENSI PAEDAGOGIK 
· Kemampuan guru dalam proses belajar mengajar yakni pesiapan 
mengajar yang mencakup merancang dan melaksanakan skenario 
pembelajaran, memilih metode, media, serta alat evaluasi bagi anak 
didik agar tercapai tujuan pendidikan baik pada ranah kognitif, afektif, 
maupun psikomotorik siswa.
KOMPETENSI KEPRIBADIAN 
· Berperan sebagai guru memerlukan kepribadian yang unik. 
· Kepribadian guru ini meliputi kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan 
berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. 
· Seorang guru harus mempunyai peran ganda. 
· Peran tersebut diwujudkan sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. 
· Adakalanya guru harus berempati pada siswanya dan adakalanya guru harus bersikap kritis. 
· Berempati maksudnya guru harus dengan sabar menghadapi keinginan siswanya juga harus 
melindungi dan melayani siswanya tetapi disisi lain guru juga harus bersikap tegas jika ada 
siswanya berbuat salah.
KEMAMPUAN KEPRIBADIAN GURU 
1). Mengembangkan kepribadian 
2). Berinteraksi dan berkomunikasi 
3). Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan 
4). Melaksanakan administrasi sekolah 
5). Melaksanakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran. 
6). Kepribadian guru penting karena guru merupakan cerminan prilaku bagi siswa-siswanya.
KOMPETENSI PROFESSIONAL 
· Pekerjaan seorang guru adalah merupakan suatu profesi yang 
tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. 
· Profesi adalah pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus dan 
biasanya dibuktikan dengan sertifikasi dalam bentuk ijazah.
PROFESI GURU MEMILIKI PRINSIP DALAM UU 
GURU DAN DOSEN NO. 14 TAHUN 2005 
1). Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealism 
2). Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, 
ketakwaan, dan akhlak mulia. 
3). Memiliki kualifikasi akademik dan latarbelakang pendidikan sesuai dengan 
bidang tugas. 
4). Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas. 
5). Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan
6). Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai denga 
prestasi kerja 
7). Memiliki kesempatan untuk mengembangan keprofesionalan 
secara berkelanjutan 
dengan sepanjang hayat. 
8). Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan 
tugas keprofesionalan.
DEFINISI KOMPETENSI SOSIAL 
· Kompetensi sosial berkaitan dengan kemampuan diri dalam 
menghadapi orang lain. 
· Kompetensi sosial seorang guru merupakan modal dasar guru yang 
bersangkutan dalam menjalankan tugas keguruan.
PP RI No.19 TAHUN 2005 tentang Standar 
Nasional Pendidikan dijelaskan kompensasi 
sosial 
· Kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat 
untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan 
peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, 
orang tua peserta pendidik, dan masyarakat sekitar.
KOMPETENSI BERHUBUNGAN DENGAN KEMAMPUAN GURU 
SEBAGAI MASYARAKAT DAN MAKHLUK SOSIAL 
1). Kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman sejawat 
dalam meningkat kemampuan professional. 
2). Kemampuan untuk mengenal dan memahami fungsi setiap lembaga 
kemasyarakatan. 
3). Kemampuan untuk menjalin kerjasama baik secara individual maupun secara 
kelompok.
DEFINISI KOMPETENSI SOSIAL 
· Kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan 
bergaul secara efektif dengan peserta didik, dan masyarakat sekitar. 
· Kemampuan sosial sangat penting karena manusia bukan makhluk individu. 
· Segala kegiatannya pasti dipengaruhi juga oleh pengaruh orang lain.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI 
KINERJA GURU 
· Faktor kemampuan (ability). 
· Faktor motivasi (motivision).
FAKTOR KEMAMPUAN 
· Kemampuan potensi (IQ). 
· Kemampuan reality (knowledge + skill). 
· Pegawai perlu ditetapkan pada pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya. 
· Penempatan guru yang sesuai dengan bidangnya akan dapat membantu dalam 
efetivitas suatu pembelajaran.
KEMAMPUAN REALITY (KNOWLEDGE + SKILL) 
· Guru yang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi dan 
sesuai dengan bidangnya serta terampil dalam mengerjakan 
pekerjaan sehari-hari, maka ia akan lebih mudah mencapai 
kinerja yang diharapkan.
FAKTOR MOTIVASI 
· Motivasi terbentuk dari sikap seorang guru dalam menghadapi 
situasi kerja. 
· Motivasi merupakan kondisi yang menggerakkan seseorang 
yang terarah untuk mencapai tujuan pendidikan.
6 KARAKTERISTIK GURU MEMILIKI MOTIF 
BERPRESTASI TINGGI 
1. Memiliki tanggung jawab pribadi tinggi 
2. Berani mengambil resiko 
3. Memiliki tujuan yang realistis 
4. Memanfaatkan rencana kerja yang menyeluruh dan berjuang untuk merealisasi tujuannya. 
5. Memanfaatkan umpan balik yang kongkret dalam seluruh kegiatan kerja yang dilakukannya. 
6. Mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang telah diprogramkan.
KESIMPULAN 
1. Kompetensi guru merupakan gambaran tentang apa yang seyogyanya dapat dilakukan 
seseorang guru dalam melaksanakan pekerjaannya, baik berupa kegiatan, berperilaku maupun hasil yang 
dapat ditunjukkan. 
2. Kompetensi guru terdiri dari kompetensi pedagogik, kompetensi personal, kompetensi sosial, dan 
kompetensi profesional. 
3. Sejalan dengan tantangan kehidupan global, peran dan tanggung jawab guru pada masa mendatang 
akan semakin kompleks, sehingga menuntut guru untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan 
dan penyesuaian penguasaan kompetensinya.
4. Kepala sekolah memiliki peranan yang strategis dalam rangka meningkatkan kompetensi guru, baik 
sebagai educator (pendidik), manajer, administrator, supervisor, leader (pemimpin), pencipta iklim 
leader (pemimpin), pencipta iklim kerja maupun sebagai wirausahawan. 
5. Seberapa jauh kepala sekolah dapat mengoptimalkan segenap peran yang diembannya, secara langsung 
maupun tidak langsung dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru, dan pada 
gilirannya dapat membawa efek terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
Thank you

KINERJA GURU

  • 1.
  • 2.
    LATAR BELAKANG Membicarakankinerja mengajar guru, tidak dapat dipisahkan faktor-faktor pendukung dan pemecah masalah yang menyebabkan terhambatnya pembelajaran secara baik dan benar dalam rangka pencapaian tujuan yang diharapkan guru dalam mengajar.
  • 3.
    FAKTOR DARI DALAM SENDIRI (KECERDASAN) a. Kecerdasan memegang peranan penting dalam keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas. b. Semakin rumit dan makmur tugas-tugas yang diemban makin tinggi kecerdasan yang diperlukan. a. Seseorang yang cerdas jika diberikan tugas yang sederhana dan monoton mungkin akan terasa jenuh dan akan berakibat pada penu-runan kinerjanya.
  • 4.
    BAKAT Penyesuaian antarabakat dan pilihan pekerjaan dapat menjadikan seseorang bekerja dengan pilihan dan keahliannya.
  • 5.
    KEMAMPUAN DAN MINAT 1. Syarat untuk mendapatkan ketenangan kerja bagi seseorang adalah tugas dan jabatan yang sesuai dengan kemampuannya. 2. Kemampuan yang disertai dengan minat yang tinggi dapat menunjang pekerjaan yang telah ditekuni.
  • 6.
    MOTIF DAN KESEHATAN 1) Motif yang dimiliki dapat mendorong meningkatkannya kerja seseorang. 2) Kesehatan dapat membantu proses bekerja seseorang sampai selesai. 3) Jika kesehatan terganggu maka pekerjaan terganggu pula.
  • 7.
    KEPRIBADIAN Seseorang yangmempunyai kepribadian kuat dan integral tinggi kemungkinan tidak akan banyak mengalami kesulitan dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja dan interaksi dengan rekan kerja akan meningkatkan kerjanya.
  • 8.
    CITA-CITA DAN TUJUANDALAM BEKERJA Jika pekerjaan yang diemban seseorang sesuai dengan cita-cita maka tujuan yang hendak dicapai dapat terlaksanakan karena ia bekerja secara sungguh-sungguh, rajin, dan bekerja dengan sepenuh hati.
  • 9.
    FAKTOR DARI LUARDIRI SENDIRI (LINGKUNGAN KELUARGA) 1) Keadaan lingkungan keluarga dapat mempengaruhi kinerja seseorang. 2) Ketegangan dalam kehidupan keluarga dapat menurunkan gairah kerja.
  • 10.
    LINGKUNGAN KERJA 1.Situasi kerja yang menyenangkan dapat mendorong seseorang bekerja secara optimal. 2. Tidak jarang kekecewaan dan kegagalan dialami seseorang di tempat ia bekerja. 3. Lingkungan kerja yang dimaksud di sini adalah situasi kerja, rasa aman, gaji yang memadai, kesempatan untuk mengembangan karir, dan rekan kerja yang kologial.
  • 11.
    KOMUNIKASI DENGAN KEPALASEKOLAH 1. Komunikasi yang baik di sekolah adalah komunikasi yang efektif. 2. Tidak adanya komunikasi yang efektif dapat mengakibatkan timbulnya salah pengertian.
  • 12.
    SARANA DAN PRASARANA Sarana dan prasarana yang memadai membantu guru dalam meningkatkan kinerjanya terutama kinerja dalam proses mengajar.
  • 13.
    MEMBERI KESEMPATAN PADA PENDIDIK · Peningkatan dan perbaikan pendidikan harus dilakukan secara bertahap. · Dinamika guru dalam pengembangan program pembelajaran tidak akan bermakna bagi perbaikan proses dan hasil belajar siswa, jika manajemen sekolahnya tidak memberi peluang tumbuh dan berkembangnya kreatifitas guru. · Demikian juga penambahan sumber belajar berupa perpustakaan dan laboratorium tidak akan bermakna jika manajemen sekolahnya tidak memberikan perhatian serius dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber belajar tersebut dalam proses belajar mengajar.
  • 14.
    KEGIATAN GURU DIDALAM KELAS a) Guru harus menyusun perencanaan pembelajaran yang bijak b) Guru harus mampu berkomunikasi secara efektif dengan siswa-siswanya. c) Guru harus mengembangkan strategi pembelajaran yang membelajarkan. d) Guru harus menguasai kelas. e) Guru harus melakukan evaluasi secara benar.
  • 15.
    KEGIATAN GURU DISEKOLAH a) Mengembangkan filsafat pendidikan. b) Memperbaiki dan menyesuaikan kurikulum. c) Merencanakan program supervisi. d) Merencanakan kebijakan kepegawaian.
  • 16.
    KOMPETENSI PROFESIONAL 1.Pekerjaan seorang guru adalah merupakan suatu profesi yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. 2. Profesi adalah pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus dan biasanya dibuktikan dengan sertifikasi dalam bentuk ijazah.
  • 17.
    UNDANG-UNDANG GURU DANDOSEN NO. 14 TAHUN 2005 1) Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealism. 2) Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia. 3) Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai bidang tugasnya 4) Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas. 5) Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan. 6) Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja.
  • 18.
    7) Memiliki kesempatanuntuk mengembangan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan sepanjang hayat. 8) Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. 9) Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.
  • 19.
    KOMPENTENSI SOSIAL ·Kompetensi sosial berkaitan dengan kemampuan diri dalam menghadapi orang lain. · Kompetensi sosial seorang guru merupakan modal dasar guru dalam menjalankan tugas keguruan. · Kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman sejawat untuk meningkat kemampuan professional. · Kemampuan untuk mengenal dan memahami fungsi-fungsi setiap lembaga kemasyarakatan. · Kemampuan untuk menjalin kerjasama baik secara individual maupun secara kelompok.
  • 20.
    PP RI NO.19 TAHUN 2005 (KOMPETENSI SOSIAL) · Kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua peserta pendidikan, dan masyarakat sekitar. · Kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, dan masyarakat sekitar. · Kemampuan sosial sangat penting karena manusia bukan makhluk individu. · Segala kegiatannya pasti dipengaruhi juga oleh pengaruh orang lain.
  • 21.
    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA 1. Faktor kemampuan (ability) 2. Faktor motivasi (motivision).
  • 22.
    FAKTOR KEMAMPUAN ·Kemampuan guru terdiri dari kemampuan potensi (IQ) dan keampuan reality (knowledge + skill) Artinya seorang guru yang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi dan sesuai dengan bidangnya. · Guru terampil dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari, maka ia akan lebih mudah mencapai kinerja yang diharapkan. · Pegawai perlu ditetapkan pada pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya. · Penempatan guru yang sesuai dengan bidangnya akan dapat membantu dalam efektivitas suatu pembelajaran.
  • 23.
    FAKTOR MOTIVASI ·Motivasi terbentuk dari sikap seorang guru dalam menghadapi situasi kerja. · Motivasi merupakan kondisi yang menggerakkan seseorang yang terarah untuk mencapai tujuan pendidikan. · Hubungan yang positif antara motif berprestasi dengan pencapaian kinerja.
  • 24.
    DEFINISI GURU ·Guru sebagai pendidik memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat. · Guru berprestasi dengan pencapaian kinerja. · Guru harus menyadari bahwa ia hars mengerjakan tugasnya tersebut dengan sungguh-sungguh, bertanggung jawab,
  • 25.
    6 KARAKTERISTIK GURUBERPRESTASI TINGGI 1. Memiliki tanggung jawab pribadi tinggi 2. berani mengambil resiko 3. memiliki tujuan yang realistis 4. Memanfaatkan rencana kerja yang menyeluruh dan berjuang untuk merealisasi tujuannya. 5. Memanfaatkan umpan balik yang kongkret dalam seluruh kegiatan kerja yang dilakukan. 6. Mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang telah diprogramkan.
  • 26.
    INDIKATOR KINERJA GURU (KEMAMPUAN MERENCANAKAN BELAJAR MENGAJAR) a. Menguasai garis-garis besar penyelenggaraan pendidikan. b. Menyesuaikan analisa materi pelajaran. c. Menyusun program semester. d. Menyusun program atau pembelajaran.
  • 27.
    KEMAMPUAN MELAKSANAKAN KEGIATANBELAJAR MENGAJAR a. Tahap pra intruksional b. Tahap intruksional c. Tahap evaluasi dan tindak lanjut
  • 28.
    KEMAMPUAN MENGEVALUASI a.Evaluasi normatif b. Evaluasi formatif c. Laporan hasil evaluasi d. Pelakanaan program perbaikan dan pengayaan.
  • 29.
    KINERJA GURU BERSIFATNEGATIF · Guru belum menguasai penyusunan program semester. · Guru belum melaksanakan pra intruksional, · Guru tidak memperhatikan evaluasi yang bersifat normatif.
  • 30.
    EVALUASI KINERJA a.Membuat analisa kinerja dari waktu yang lalu secara berkesinambungan dan periodik, baik kinerja karyawan maupun kinerja organisasi. b. Membuat evaluasi kebutuhan pelatihan dari para karyawan melalui audit keterampilan dan pengetahuan sehingga dapat mengembangkan kemampuan dirinya. c. Menentukan sasaran dari kinerja yang akan datang dan memberikan tanggung jawab perorangan sehingga untuk periode selanjutnya jelas apa yang harus diperbuat oleh karyawan, mutu dan baku yang harus dicapai.
  • 31.
    LANGKAH-LANGKAH PENINGKATAN KINERJA a. Mengetahui Adanya kekurangan dalam kinerja. b. Mengenai kekurangan dan tingkat keseriusan. c. Mengidentifikasikan hal-hal yang mungkin menjadi penyebab. kekurangan baik yang behubungan dengan dengan pegawai itu sendiri. d. Mengembangkan rencana tindakan tersebut. e. Melakukan evaluasi apakah masalah tersebut sudah teratasi atau belum. f. Mulai dari awal, apabila perlu.
  • 32.
    4 INDIKATOR KINERJAGURU · Kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran, · Kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran, · Kinerja guru dalam evaluasi pembelajaran, · Kinerja guru dalam disiplin tugas.
  • 33.
    KESIMPULAN · Semuapekerjaan itu harus dikerjakan bersama-sama antara guru yang satu dengan yang lainnya yaitu dengan cara bermusyawarah. · Para guru harus melihat pada keadaan pemimpinnya terlebih dahulu untuk meningkatkan kinerja. · Baik dan buruknya guru dalam proses belajar mengajar dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah supervisor dalam melaksanakan pengawasan atau supervisi terhadap kemampuan (kinerja guru). · Menemukan potensi karyawan yang berhak memperoleh promosi, dan mendasarkan hasil diskusi antara karyawan dengan pimpinannya untuk menyusun suatu proposal lainnya, seperti imbalan . · Evaluasi kinerja merupakan sarana untuk memperbaiki mereka yang tidak melakukan tugasnya dengan baik di dalam organisasi.
  • 34.
    · Banyak organisasiberusaha mencapai sasaran suatu kedudukan yang terbaik dan terpercaya dalam bidangnya. Untuk itu sangat tergantung dari para pelaksanaannya, yaitu para karyawan agar mereka mencapai sasaran yang telah ditetapkan oleh organisasi. · Peningkatan kinerja ini mempunyai hasil dalam peningkatan karena semuanya mempunyai kekurangan dan kelebihan, hal itu harus sangat berguna bagi para karyawan. · Dari berbagai uraian teori tentang kinerja guru, maka yang dimaksud dengan kinerja guru dalam uraian ini adalah kemampuan seseorang untuk melaksanakan tugasnya yang menghasilkan hasil yang memuaskan guna tercapainya tujuan organisasi kelompok dalam suatu unit kerja.
  • 35.
    DEFINISI KINERJA GURU · Segala sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan, dan kemampuan kerja. · Kinerja atau unjuk kerja selalu dihubungkan dengan kemampuan memberikan pelayanan dan memuaskan pihak yang berkepentingan dalam ruang lingkup kerja.
  • 36.
    KRITERIA KINERJA GURU · Keberhasilan guru bisa dilihat apabila kriteria yang ada telah tercapai secara keseluruhan. · Kriteria telah tercapai berarti pekerjaan seseorang telah dianggap memiliki kualitas kerja yang baik. · Kinerja guru adalah hasil kerja yang terlihat dari serangkaian kemampuan yang dimiliki oleh seorang yang berprofesi guru. · Kemampuan yang harus dimiliki guru telah disebutkan dalam peraturan pemerintah RI No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 28 ayat 3.
  • 37.
    PENILAIAN DAN HASIL KERJA · Keberhasilan kinerja juga ditentukan dengan pekerjaan serta kemampuan seseorang pada bidang tersebut. · Keberhasilan kerja juga berkaitan dengan kepuasan kerja seseorang. · Tingkat keberhasilan kerja diukur dengan membandingkan hasil dengan target yang dirumuskan dalam rencana. · Guru perlu mengadakan penilaian dan hasil kerja.
  • 38.
    EVALUASI KINERJA GURU · Tahapan terpenting dalam satuan kegiatan. · Suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk melihat tingkat keberhasilan serta faktor yang mendukung atau menghambat keberhasilan
  • 39.
    PENGERTIAN KINERJA GURU · Prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang. · Kinerja bisa diartikan sebagai prestasi yang nampak sebagai bentuk keberhasilan kerja pada diri seseorang.
  • 40.
    DEFINISI PRESTASI KERJA · Prestasi bukan berarti banyaknya kejuaraan yang diperoleh guru tetapi suatu keberhasilan yang salah satunya nampak dari suatu proses belajar mengajar. · Kinerja (prestasi kerja) sebagai hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. · Kinerja (Prestasi Kerja) guru merupakan hasil kerja di mana guru dapat mencapai persyaratan pekerjaan.
  • 41.
    PENCAPAIAN KINERJA (PRESTASIKERJA) · Guru harus berusaha mengembangkan seluruh kompetensi yang dimilikinya. · Guru dapat memanfaatkan serta menciptakan situasi yang ada dilingkungan sekolah sesuai dengan aturan yang berlaku. · Guru dapat melaksanakan tugasnya yang baik untuk menghasilkan hasil yang memuaskan, guna tercapainya tujuan sebuah organisasi atau kelompok dalam suatu unit kerja.
  • 42.
    FAKTOR MEMPENGARUHI KINERJAGURU · Faktor kemampuan (ability) · Faktor motivasi (motivision).
  • 43.
    FAKTOR KEMAMPUAN GURU · Kemampuan potensi (IQ). · Kemampuan reality (knowledge + skill) . · Guru perlu ditetapkan pada pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya. · Penempatan guru yang sesuai dengan bidangnya akan dapat membantu dalam efetivitas suatu pembelajaran.
  • 44.
    KEMAMPUAN REALITY (KNOWLEDGE+ SKILL) · Guru yang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi dan sesuai dengan bidangnya serta terampil dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari, maka ia akan lebih mudah mencapai kinerja yang diharapkan.
  • 45.
    FAKTOR MOTIVASI GURU · Motivasi terbentuk dari sikap guru dalam menghadapi situasi kerja. · Motivasi merupakan kondisi yang menggerakkan seseorang yang terarah untuk mencapai tujuan pendidikan.
  • 46.
    TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB GURU · Guru berprestasi dengan pencapaian kinerja tinggi. · Guru sebagai pendidik memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat. · Guru harus menyadari bahwa ia harus mengerjakan tugasnya tersebut dengan sungguh-sungguh, bertanggung jawab, ikhlas dan tidak asal-asalan. · Siswa dapat dengan mudah menerima apa saja yang disampaikan oleh gurunya. · Jika ini tercapainya maka guru akan memiliki tingkat kinerja yang tinggi.
  • 47.
    6 KARAKTERISTIK GURUMEMILIKI MOTIF BERPRESTASI TINGGI 1. Memiliki tanggung jawab pribadi tinggi 2. Berani mengambil resiko 3. Memiliki tujuan yang realistis 4. Memanfaatkan rencana kerja yang menyeluruh dan berjuang untuk merealisasi tujuannya. 5. Memanfaatkan umpan balik yang kongkret dalam seluruh kegiatan kerja yang kegiatan kerja yang dilakukannya. 6. Mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang telah diprogramkan.
  • 48.
    FAKTOR PENDUKUNG KINERJAGURU a. Faktor dari dalam sendiri (intern) 1) Kecerdasan 2) Keterampilan dan kecakapan 3) Bakat 4) Kemampuan dan minat 5) Motif 6) Kesehatan 7) Kepribadian 8) Cita-cita dan tujuan dalam bekerja b. Faktor dari luar diri sendiri (ekstern) 1) Lingkungan keluarga 2) Lingkungan kerja 3) Komunikasi dengan Kepala Sekolah 4) Sarana Prasarana Sekolah 5) Kegiatan Guru Di Kelas 6) Kegiatan Guru Di sekolah
  • 49.
    KECERDASAN · Memegangperanan penting dalam keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas. · Semakin rumit dan makmur tugas-tugas yang diemban makin tinggi kecerdasan yang diperlukan. · Guru yang cerdas jika diberikan tugas yang sederhana dan monoton mungkin akan terasa jenuh dan akan berakibat pada penurunan kinerjanya.
  • 50.
    KETERAMPILAN DAN KECAKAPAN · Keterampilan dan kecakapan orang berbeda-beda. · Adanya perbedaan dari berbagai pengalaman dan latihan.
  • 51.
    BAKAT · Penyesuaianantara bakat dan pilihan pekerjaan dapat menjadikan seseorang bekerja dengan pilihan dan keahliannya.
  • 52.
    KEMAMPUAN DAN MINAT · Syarat untuk mendapatkan ketenangan kerja bagi seorang guru adalah tugas dan jabatan yang sesuai dengan kemampuannya. · Kemampuan yang disertai dengan minat yang tinggi dapat menunjang pekerjaan yang telah ditekuni.
  • 53.
    MOTIF · Motifyang dimiliki dapat mendorong meningkatkannya kerja seseorang.
  • 54.
    KESEHATAN · Dapatmembantu proses bekerja seorang guru sampai selesai. · Jika kesehatan terganggu maka pekerjaan terganggu.
  • 55.
    KEPRIBADIAN · Guruyang mempunyai kepribadian kuat dan integral tinggi kemungkinan tidak akan banyak mengalami kesulitan dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja dan interaksi lingkungan kerja dengan rekan kerja akan meningkatkan kerjanya.
  • 56.
    CITA-CITA DAN TUJUANDALAM BEKERJA · Jika pekerjaan yang diemban seorang guru sesuai dengan cita-cita maka tujuan yang hendak dicapai dapat terlaksanakan karena ia bekerja secara sungguh-sungguh, rajin, dan bekerja dengan sepenuh hati.
  • 57.
    FAKTOR DARI LUARDIRI SENDIRI (EKSTERN) (LINGKUNGAN KELUARGA) · Keadaan lingkungan keluarga dapat mempengaruhi kinerja seorang guru. · Ketegangan dalam kehidupan keluarga dapat menurunkan gairah kerja.
  • 58.
    LINGKUNGAN KERJA ·Situasi kerja yang menyenangkan dapat mendorong seseorang bekerja secara Optimal. · Tidak jarang kekecewaan dan kegagalan dialami seorang guru di tempat ia bekerja. · Lingkungan kerja yang dimaksud di sini adalah situasi kerja, rasa aman, gaji yang memadai, kesempatan untuk mengembangan karir, dan rekan kerja yang mendukung.
  • 59.
    KOMUNIKASI DENGAN KEPALASEKOLAH · Komunikasi yang baik di sekolah adalah komunikasi yang efektif. · Tidak adanya komunikasi yang efektif dapat mengakibatkan timbulnya salah pengertian.
  • 60.
    SARANA DAN PRASARANA · Adanya sarana dan prasarana yang memadai membantu guru dalam meningkatkan kinerjanya terutama kinerja dalam proses mengajar.
  • 61.
    KEGIATAN GURU DIKELAS · Peningkatan dan perbaikan pendidikan harus dilakukan secara bertahap. · Dinamika guru dalam pengembangan program pembelajaran tidak akan bermakna bagi perbaikan proses dan hasil belajar siswa, jika manajemen sekolahnya tidak memberi peluang tumbuh dan berkembangnya kreatifitas guru. · Penambahan sumber belajar berupa perpustakaan dan laboratorium tidak akan bermakna jika manajemen sekolahnya tidak memberikan perhatian serius dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber belajar tersebut dalam proses belajar mengajar.
  • 62.
    KEGIATAN GURU DIDALAM KELAS a) Guru harus menyusun perencanaan pembelajaran yang bijak b) Guru harus mampu berkomunikasi secara efektif dengan siswa-siswanya c) Guru harus mengembangkan strategi pembelajaran yang membelajarkan.
  • 63.
    KEGIATAN GURU DISEKOLAH a) Mengembangkan filsafat pendidikan b) Memperbaiki dan menyesuaikan kurikulum c) Merencanakan program supervisi d) Merencanakan kebijakan-kebijakan kepegawaian.
  • 64.
    BERPATISIPASI DALAM BIDANGADMINISTRASI · Di mana dalam bidang administrasi · ini para guru memiliki kesempatan yang banyak untuk ikut serta dalam kegiatan-kegiatan sekolah. · Semua pekerjaan itu harus dikerjakan bersama-sama antara guru yang satu dengan yang lainnya yaitu dengan cara bermusyawarah. · Untuk meningkatkan kinerja, para guru harus melihat pada keadaan pemimpinnya (kepsek). · Jadi, dapat disimpulkan bahwa baik dan buruknya guru dalam proses belajar mengajar dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah supervisor dalam melaksanakan pengawasan atau supervisi terhadap kemampuan (kinerja guru).
  • 65.
    INDIKATOR KINERJA GURU · Dapat dilihat peran guru dalam meningkatkan kemampuan dalam proses belajar-mengajar.
  • 66.
    INDIKATOR KINERJA (KEMAMPUANMERENCANAKAN BELAJAR MENGAJAR) a. Menguasai garis-garis besar penyelenggaraan pendidikan. b. Menyesuaikan analisa materi pelajaran c. Menyusun program semester d. Menyusun program atau pembelajaran
  • 67.
    KEMAMPUAN MELAKSANAKAN KEGIATANBELAJAR MENGAJAR a. Tahap pra instruksional b. Tahap instruksional c. Tahap evaluasi dan tindak lanjut
  • 68.
    KEMAMPUAN MENGEVALUASI a.Evaluasi normatif b. Evaluasi formatif c. Laporan hasil evaluasi d. Pelakanaan program perbaikan dan pengayaan.
  • 69.
    DEFINISI EVALUASI KINERJA · Membuat analisa kinerja dari waktu yang lalu secara berkesinambungan dan periodik, baik kinerja karyawan maupun kinerja organisasi. · Membuat evaluasi kebutuhan pelatihan dari para karyawan melalui audit keterampilan dan pengetahuan sehingga dapat mengembangkan kemampuan dirinya. · Menentukan sasaran dari kinerja yang akan datang. · Memberikan tanggung jawab perorangan sehingga untuk periode selanjutnya jelas apa yang harus dipertanggung jawab oleh guru, serta mutu dan baku yang harus dicapai.
  • 70.
    LANGKAH-LANGKAH PENINGKATAN KERJA a. Mengetahui Adanya kekurangan dalam kinerja b. Mengenai kekurangan dan tingkat keseriusan. c. Mengidentifikasikan hal-hal yang mungkin menjadi penyebab kekurangan baik yang berhubungan dengan pegawai itu sendiri. d. Mengembamgkan rencana tindakan tersebut e. Melakukan evaluasi apakah masalah tersebut sudah teratasi atau belum. f. Mulai dari awal, apabila perlu.
  • 71.
    MERENCANAKAN · Pekerjaanseorang guru merencanakan menyusun tujuan belajar.
  • 72.
    MENGORGANISASIKAN · Pekerjaanseorang guru untuk mengatur dan menghubungkan sumber-sumber belajar sehingga dapat mewujudkan tujuan belajar dengan cara yang paling efektif, efisien, dan ekonomis.
  • 73.
    MEMIMPIN · Pekerjaanseorang guru untuk memotivasikan, mendorong, dan menstimulasikan murid-muridnya, sehingga mereka siap mewujudkan tujuan belajar.
  • 74.
    MENGAWASI 1. Pekerjaanseorang guru untuk menentukan apakah fungsinya dalam mengorganisasikan dan memimpin di atas telah berhasil dalam mewujudkan tujuan yang telah dirumuskan. 2. Jika tujuan belum dapat diwujudkan, maka guru harus menilai
  • 75.
    PENGERTIAN KINERJA ·Kemampuan seseorang untuk melaksanakan tugasnya yang menghasilkan hasil yang memuaskan, guna tercapainya tujuan organisasi kelompok dalam suatu unit kerja.
  • 76.
    DEFINISI KINERJA (PRESTASIKERJA) •Hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang di berikan.
  • 77.
    McCloy et.al. yangdi kutip dari buku Khaerul umam, • Kinerja berarti perilaku atau tindakan yang relevan terhadap tercapainya tujuan organisasi.
  • 78.
    KINERJA (PRESTASI KERJA) • Kunci yang harus berhasil, oleh karena itu kinerja baik dalam bentuk individu maupun dalam bentuk organisasi selayaknya terus dievaluasi untuk mendapat standar keberhasilan (Staner,Freeman dan Gillent,h. 11).
  • 79.
    Carver and Sergiovanni(dalam Rahardja, 2004) · Kinerja merupakan tindakan yang menunjukkan bahwa dia adalah anggota kelompok. · Pernyataan tersebut menunjukan bahwa kinerja menunjuk (mengacu) pada perbuatan atau tingkah laku seseorang di dalam suatu kelompok (organisasi).
  • 80.
    KINERJA (PRESTASI KERJA) · Manifestasi konkrit dan dapat diobservasi secara terbuka atau realisasi suatu kompetensi. · Unjuk kerja seseorang dalam melaksanakan tugas sebagai realisasi konkret dari kompetensi berdasarkan kecakapan, pengalaman dan kesungguhan.
  • 81.
    KINERJA (PRESTASI KERJA) •Penampilan hasil karya personel baik kuantitas maupun kualitas dalam suatu organisasi dan merupa-kan penampilan individu maupun kelompok kerja kerja personil. Menurut Ilyas (1999: 112) Yuliani Indrawati ( Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 4, No 7 Juni 2006).
  • 82.
    KINERJA (PRESTASI KERJA) • Tingkat keberhasilan dalam melaksanakan tugas dan kemampuan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Gibson et.al. (1996:118),
  • 83.
    PRESTASI KERJA ·Suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang berdasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu. Hasibuan (2001:94)
  • 84.
    KINERJA GURU DALAMPROSES BELAJAR MENGAJAR · Kemampuan guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar yang memiliki keahlian mendidik anak didik dalam rangka pembinaan peserta didik untuk tercapainya institusi pendidikan.
  • 85.
    GURU BERHADAPAN DENGANSISWA · Pada saat proses belajar mengajar berlangsung. · Guru harus memiliki kinerja yang baik terutama pada saat · belajar berlangsung. · Guru diharapkan memiliki ilmu yang cukup sesuai bidangnya, pandai berkomunikasi mengasuh dan menjadi belajar yang baik bagi siswanya untuk tubuh dan berkembang menjadi dewasa.
  • 86.
    TUGAS GURU PROFESIONAL · Merencanakan pembelajaran, · Pelaksanaan pembelajaran, · Evaluasi pembelajaran, · Menindak lanjuti hasil pembelajaran, · Melakukan bimbingan dan konseling.
  • 87.
    MERENCANAKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN · Sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran, seorang guru dituntut membuat perencanaan pembelajaran. · Fungsi perencanaan pembelajaran ialah untuk mempermudah guru dalam melaksanakan tugas selanjutnya. · Proses belajar mengajar akan benar-benar terskenario dengan baik, efektif dan efisien.
  • 88.
    BENTUK PERSIAPAN PEMBELAJARAN 1. Analisi materi pelajaran. 2. Program tahunan/program semester. 3. Silabus/satuan pelajaran. 4. Rencana pembelajaran. 5. Program perbaikan dan pengayaan.
  • 89.
    MUSYAWARAH GURU ·Pada perencanaan pembelajaran biasanya guru di bantu oleh kepala sekolah dan rekannya yang biasanya dimusyawarahkan dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran. · Organisasi guru harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah.
  • 90.
    KEGIATAN GURU DALAMPEMBELAJARAN · Guru melaksanakan pembelajaran yang merupakan salah satu aktivitas inti di sekolah. · Guru harus menunjukkan penampilan yang terbaik didepan guru dan siswanya. · Guru memberi penjelasannya mudah di pahami, penguasaan keilmuannya benar, menguasai metodologi, dan seni pengendalian siswa.
  • 91.
    KEGIATAN GURU DALAMMENGEVALUASI PEMBELAJARAN · Guru dapat mengevaluasi hasil pembelajaran. · Segala sesuatu yang terencana harus di evaluasi agar dapat di ketahui apakah sudah direncanakan telah sesuai dengan realisasinya serta tujuan yang ingin dicapai. · Guru harus mengetahui siswa telah dapat mencapai standar kompetensi yang ditetapkan. · Guru juga dapat mengetahui apakah metode ajarannya telah tepat sasaran.
  • 92.
    GURU MELAKUKAN KEGIATANEVALUASI · Guru harus memperhatikan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. · Guru juga harus memperhatikan soal-soal evaluasi yang digunakan. · Soal yang telah dibuat hendaknya dapat mengukur kemampuan siswa.
  • 93.
    GURU MEMPUNYAI KEMAMPUANMENGEVALUASI 1. Melaksanakan tes 2. Mengelola hasil penilaian 3. Melaporkan hasil penilaian 4. Melaksanakan program remedial/perbaikan pengajaran.
  • 94.
    KETAATAN GURU PADADISIPLIN DAN TUGAS · Pada lembaga pendidikan telah dibuat aturan-aturan yang harus diindahkan oleh para guru maupun tenaga pendidikan lainnya. · Peraturan telah dibakukan menjadi aturan kepegawaian. · Kelancaran jalannya proses belajar mengajar maupun citra baik dari masyarakat yang ingin memanfaatkan jasa lembaga tersebut.
  • 95.
    KRITERIA KINERJA GURU (KEBERHASILAN GURU) · Seorang guru bisa dilihat apabila kriteria-kriteria yang ada telah mencapai secara keseluruhan. · Jika kriteria telah tercapai berarti pekerjaan seseorang telah dianggap · memiliki kualitas kerja yang baik. ·
  • 96.
    b. Sebagaimana yangtelah disebutkan dalam pengertian kinerja · Bahwa kinerja guru adalah hasil kerja yang terlihat dari serangkaian kemampuan yang dimiliki oleh seorang yang berprofesi guru. · Kemampuan yang harus dimiliki guru telah disebutkan dalam peraturan pemerintah RI No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 28 ayat 3 yang berbunyi: · Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini.
  • 97.
    DEFINISI PROSES BELAJARMENGAJAR · Kesanggupan atau kecakapan para guru dalam menciptakan suasana komunikasi yang edukatif antara guru dan peserta didik yang mencakup segi kognitif, efaktif, dan psikomotorik sebagai upaya mempelajari sesuatu berdasarkan perencanaan sampai dengan tahap evaluasi dan tindak lanjut agar tercapai tujuan pengajaran.
  • 98.
    KOMPETENSI PAEDAGOGIK ·Kemampuan guru dalam proses belajar mengajar yakni pesiapan mengajar yang mencakup merancang dan melaksanakan skenario pembelajaran, memilih metode, media, serta alat evaluasi bagi anak didik agar tercapai tujuan pendidikan baik pada ranah kognitif, afektif, maupun psikomotorik siswa.
  • 99.
    KOMPETENSI KEPRIBADIAN ·Berperan sebagai guru memerlukan kepribadian yang unik. · Kepribadian guru ini meliputi kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. · Seorang guru harus mempunyai peran ganda. · Peran tersebut diwujudkan sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. · Adakalanya guru harus berempati pada siswanya dan adakalanya guru harus bersikap kritis. · Berempati maksudnya guru harus dengan sabar menghadapi keinginan siswanya juga harus melindungi dan melayani siswanya tetapi disisi lain guru juga harus bersikap tegas jika ada siswanya berbuat salah.
  • 100.
    KEMAMPUAN KEPRIBADIAN GURU 1). Mengembangkan kepribadian 2). Berinteraksi dan berkomunikasi 3). Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan 4). Melaksanakan administrasi sekolah 5). Melaksanakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran. 6). Kepribadian guru penting karena guru merupakan cerminan prilaku bagi siswa-siswanya.
  • 101.
    KOMPETENSI PROFESSIONAL ·Pekerjaan seorang guru adalah merupakan suatu profesi yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. · Profesi adalah pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus dan biasanya dibuktikan dengan sertifikasi dalam bentuk ijazah.
  • 102.
    PROFESI GURU MEMILIKIPRINSIP DALAM UU GURU DAN DOSEN NO. 14 TAHUN 2005 1). Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealism 2). Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia. 3). Memiliki kualifikasi akademik dan latarbelakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas. 4). Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas. 5). Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan
  • 103.
    6). Memperoleh penghasilanyang ditentukan sesuai denga prestasi kerja 7). Memiliki kesempatan untuk mengembangan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan sepanjang hayat. 8). Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.
  • 104.
    DEFINISI KOMPETENSI SOSIAL · Kompetensi sosial berkaitan dengan kemampuan diri dalam menghadapi orang lain. · Kompetensi sosial seorang guru merupakan modal dasar guru yang bersangkutan dalam menjalankan tugas keguruan.
  • 105.
    PP RI No.19TAHUN 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dijelaskan kompensasi sosial · Kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua peserta pendidik, dan masyarakat sekitar.
  • 106.
    KOMPETENSI BERHUBUNGAN DENGANKEMAMPUAN GURU SEBAGAI MASYARAKAT DAN MAKHLUK SOSIAL 1). Kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman sejawat dalam meningkat kemampuan professional. 2). Kemampuan untuk mengenal dan memahami fungsi setiap lembaga kemasyarakatan. 3). Kemampuan untuk menjalin kerjasama baik secara individual maupun secara kelompok.
  • 107.
    DEFINISI KOMPETENSI SOSIAL · Kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, dan masyarakat sekitar. · Kemampuan sosial sangat penting karena manusia bukan makhluk individu. · Segala kegiatannya pasti dipengaruhi juga oleh pengaruh orang lain.
  • 108.
    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA GURU · Faktor kemampuan (ability). · Faktor motivasi (motivision).
  • 109.
    FAKTOR KEMAMPUAN ·Kemampuan potensi (IQ). · Kemampuan reality (knowledge + skill). · Pegawai perlu ditetapkan pada pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya. · Penempatan guru yang sesuai dengan bidangnya akan dapat membantu dalam efetivitas suatu pembelajaran.
  • 110.
    KEMAMPUAN REALITY (KNOWLEDGE+ SKILL) · Guru yang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi dan sesuai dengan bidangnya serta terampil dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari, maka ia akan lebih mudah mencapai kinerja yang diharapkan.
  • 111.
    FAKTOR MOTIVASI ·Motivasi terbentuk dari sikap seorang guru dalam menghadapi situasi kerja. · Motivasi merupakan kondisi yang menggerakkan seseorang yang terarah untuk mencapai tujuan pendidikan.
  • 112.
    6 KARAKTERISTIK GURUMEMILIKI MOTIF BERPRESTASI TINGGI 1. Memiliki tanggung jawab pribadi tinggi 2. Berani mengambil resiko 3. Memiliki tujuan yang realistis 4. Memanfaatkan rencana kerja yang menyeluruh dan berjuang untuk merealisasi tujuannya. 5. Memanfaatkan umpan balik yang kongkret dalam seluruh kegiatan kerja yang dilakukannya. 6. Mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang telah diprogramkan.
  • 113.
    KESIMPULAN 1. Kompetensiguru merupakan gambaran tentang apa yang seyogyanya dapat dilakukan seseorang guru dalam melaksanakan pekerjaannya, baik berupa kegiatan, berperilaku maupun hasil yang dapat ditunjukkan. 2. Kompetensi guru terdiri dari kompetensi pedagogik, kompetensi personal, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. 3. Sejalan dengan tantangan kehidupan global, peran dan tanggung jawab guru pada masa mendatang akan semakin kompleks, sehingga menuntut guru untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian penguasaan kompetensinya.
  • 114.
    4. Kepala sekolahmemiliki peranan yang strategis dalam rangka meningkatkan kompetensi guru, baik sebagai educator (pendidik), manajer, administrator, supervisor, leader (pemimpin), pencipta iklim leader (pemimpin), pencipta iklim kerja maupun sebagai wirausahawan. 5. Seberapa jauh kepala sekolah dapat mengoptimalkan segenap peran yang diembannya, secara langsung maupun tidak langsung dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru, dan pada gilirannya dapat membawa efek terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
  • 115.