Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
KEHALUSAN SERAT Kehalusan dan panjang merupakan dimensi  terpenting serat tekstil. Flexibility comes from fineness, leng...
PARAMETER KEHALUSAN Kehalusan serat pada awalnya dinyatakan dengan   ukuran diameter penampang lintangnya. Tidak semua s...
TERMINOLOGI KEHALUSAN SERAT Denier  – Berat serat untuk tiap 9000 m panjangnya  – Banyak digunakan di AS dan Inggris  – B...
CONTOH: DENIER Denier :  – Hasil penimbangan serat A sepanjang 27.000 meter    menunjukkan berat sebesar 27 gram.  – Keha...
CONTOH: DENIER1.   Panjang serat = 36.000 m     Beratnya = 27 g     Tentukan kehalusan seratnya dalam denier     Kehalusan...
CONTOH: TEX Contoh:  – Hasil penimbangan serat A sepanjang 27.000 meter    menunjukkan berat sebesar 27 gram.  – Kehalusa...
KONVERSI DENIER ↔ TEX 9 denier = 1 tex Dalam praktek industri dikenal juga istilah  desitex atau disingkat dtex. 1 tex ...
PENGARUH KEHALUSAN SERAT TERHADAP         SIFAT-SIFAT BENANG DAN KAIN1.   Kekakuan, pegangan dan kelangsaian     – Bending...
3.   Pemantulan cahaya     – Kain yang terbuat dari serat halus memiliki lebih banyak serat,       sehingga bidang pantuln...
5.   Kohesi serat dan puntiran     – Kohesi serat dalam struktur benang ditentukan oleh friksi antar       serat yang berd...
6.   Keseragaman benang     – Serat halus menghasilkan benang dengan diameter yang lebih       seragam di sepanjang benang...
KEKUATAN SERAT
TERMINOLOGI       Tenacity adalah gaya tetap        (steady force) yang dibutuhkan        untuk memutuskan satu helai    ...
MULUR DAN ELASTISITAS Mulur saat putus: kemampuan serat bertambah  panjang sebelum putus Elastisitas: kemampuan serat/ba...
KURVA REGANG-TEGANG BAHAN•   Menyatakan kekuatan suatu    bahan harus memperhatikan    kondisi yang menyebabkan    putusny...
PERHITUNGAN KEKUATAN SERAT CONTOH 1                        CONTOH 2  – Serat B mempunyai kekuatan      – Serat C memilik...
KEHALUSAN SERAT
Dimensi, kehalusan dan kekuatan serat
Dimensi, kehalusan dan kekuatan serat
Dimensi, kehalusan dan kekuatan serat
Dimensi, kehalusan dan kekuatan serat
Dimensi, kehalusan dan kekuatan serat
Dimensi, kehalusan dan kekuatan serat
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Dimensi, kehalusan dan kekuatan serat

2,672 views

Published on

  • Be the first to comment

Dimensi, kehalusan dan kekuatan serat

  1. 1. KEHALUSAN SERAT Kehalusan dan panjang merupakan dimensi terpenting serat tekstil. Flexibility comes from fineness, length provides coherence. Menentukan mutu dan sifat-sifat fisik serat lainnya dan sifat-sifat benang maupun kain.
  2. 2. PARAMETER KEHALUSAN Kehalusan serat pada awalnya dinyatakan dengan ukuran diameter penampang lintangnya. Tidak semua serat memiliki bentuk penampang yang teratur maka kehalusan lebih tepat dinyatakan menurut “berat jenis linier”-nya, yaitu perbandingan berat dan panjangnya: (berat/panjang) Parameter kehalusan serat: – Berat (g) – Panjang (m)
  3. 3. TERMINOLOGI KEHALUSAN SERAT Denier – Berat serat untuk tiap 9000 m panjangnya – Banyak digunakan di AS dan Inggris – Berasal dari kata dalam bahasa Perancis yang berarti koin (Latin: denarius). Tex – Berat serat untuk tiap 1000 m panjangnya – banyak digunakan di Canada dan Eropa daratan.
  4. 4. CONTOH: DENIER Denier : – Hasil penimbangan serat A sepanjang 27.000 meter menunjukkan berat sebesar 27 gram. – Kehalusan serat = 27/(27.000/9000) = 27 x (9000/27.000) = 9 denier Kehalusan serat (denier) = [B (g)/P (m)] x 9000
  5. 5. CONTOH: DENIER1. Panjang serat = 36.000 m Beratnya = 27 g Tentukan kehalusan seratnya dalam denier Kehalusan serat = 27 x (9000/36.000) = 6,75 denier2. Panjang serat = 27.000 m Beratnya = 21 g Tentukan kehalusan seratnya dalam denier Kehalusan serat = 21 x (9000/27.000) = 7 denier
  6. 6. CONTOH: TEX Contoh: – Hasil penimbangan serat A sepanjang 27.000 meter menunjukkan berat sebesar 27 gram. – Kehalusan serat = 27/(27.000/1000) = 27 x (1000/27.000) = 1 tex Kehalusan serat (tex) = [B (g)/P (m)] x 1000
  7. 7. KONVERSI DENIER ↔ TEX 9 denier = 1 tex Dalam praktek industri dikenal juga istilah desitex atau disingkat dtex. 1 tex = 10 dtex ? 1 denier = 1,1 dtex – 1 denier = 1/9 tex = (1/9) x 10 dtex = 1,1 dtex
  8. 8. PENGARUH KEHALUSAN SERAT TERHADAP SIFAT-SIFAT BENANG DAN KAIN1. Kekakuan, pegangan dan kelangsaian – Bending atau tekukan lebih mudah terjadi pada benang atau kain yang tersusun atas serat-serat halus. – Kain yang terbuat dari serat halus memiliki pegangan supel dan kelangsaian yang baik.1. Kekakuan torsional – Serat kasar memiliki resistensi lebih besar terhadap puntiran. – Benang yang terbuat dari serat kasar memiliki energi torsional dan internal stress lebih besar  kain krep dan benang tekstur
  9. 9. 3. Pemantulan cahaya – Kain yang terbuat dari serat halus memiliki lebih banyak serat, sehingga bidang pantulnya pun lebih banyak. – Kehalusan serat ikut menentukan sifat kilau kain: • Serat halus menghasilkan kilau yang lembut • Serat kasar menghasilkan kilau yang kuat – Kehalusan serat juga menentukan kedalaman warna kain berwarna: • Serat halus membuat warna kain tampak menjadi lebih muda.4. Daya serap – Kain yang terbuat dari serat halus memiliki jumlah luas permukaan lebih besar sehingga daya serapnya terhadap larutan juga lebih besar.
  10. 10. 5. Kohesi serat dan puntiran – Kohesi serat dalam struktur benang ditentukan oleh friksi antar serat yang berdempetan akibat puntiran. – Tekanan yang dibutuhkan agar tidak terjadi slip ditentukan oleh pµS, dimana • p adalah tekanan normal pada permukaan serat yang besar- kecilnya ditentukan oleh derajat puntiran benang • µ adalah koefisien friksi antar serat • S luas permukaan spesifik serat – Serat halus tidak memerlukan puntiran tinggi untuk menghasilkan benang dengan kohesi serat baik.
  11. 11. 6. Keseragaman benang – Serat halus menghasilkan benang dengan diameter yang lebih seragam di sepanjang benang. – Keseragaman benang merupakan salah satu sifat terpenting benang karena ikut menentukan: • kekuatan benang, • mulur dan kilau, • jumlah putus benang dalam pemintalan, winding, warping dan pertenunan, • ketahanan gosoknya.
  12. 12. KEKUATAN SERAT
  13. 13. TERMINOLOGI  Tenacity adalah gaya tetap (steady force) yang dibutuhkan untuk memutuskan satu helai serat atau beban maksimum yang dapat ditahan oleh serat sebelum putus. (N/tex, g/denier).  Mulur saat putus, yaitu perpanjangan maksimum hingga putus saat serat mengalami penarikan. (%)  Keliatan, yaitu jumlah energi yang dibutuhkan untuk memutuskan serat. (J = joules)
  14. 14. MULUR DAN ELASTISITAS Mulur saat putus: kemampuan serat bertambah panjang sebelum putus Elastisitas: kemampuan serat/bahan untuk kembali ke bentuknya semula setelah beban dihilangkan Elastisitas baik  stabilitas dimensi baik, mudah kembali ke bentuk semula, tidak mudah kusut.
  15. 15. KURVA REGANG-TEGANG BAHAN• Menyatakan kekuatan suatu bahan harus memperhatikan kondisi yang menyebabkan putusnya bahan tersebut: – Tenacity, untuk menyatakan kekuatan bahan yang putus akibat tarikan tetap (steady pull). – Mulur saat putus, biasanya berlaku pada kondisi peregangan. – Keliatan, berlaku pada kondisi dimana bahan mengalami hentakan dengan energi tertentu secara tiba-tiba
  16. 16. PERHITUNGAN KEKUATAN SERAT CONTOH 1  CONTOH 2 – Serat B mempunyai kekuatan – Serat C memiliki kehalusan 2 g/denier sebesar 25 denier. Ketika – Jika kehalusannya 1 denier diberi beban serat tersebut maka serat B mampu putus saat beban tarik menahan tarikan sebesar 2 mencapai 75 gram. gram. – Berapakah kekuatan tarik – Jika serat B dibuat dengan serat tersebut ? kehalusan 10 denier, maka 75 g/25 denier = 3 g/denier serat tersebut mampu menahan beban 20 gram
  17. 17. KEHALUSAN SERAT

×