Titrasi Redoks
Titrasi Redoks
• Metode analisis titrasi asam basa dapat diterapkan
untuk reaksi redoks
• Titrasi redoks melibatkan reaksi terkontrol antara
larutan oksidator dengan larutan reduktor
• Titik ekivalen terjadi ketika oksidator dan
reduktor telah bereaksi dengan jumlah yang
ekivalen
• Titik akhir dapat ditentukan dengan/tanpa
indikator, tergantung sifat reaksi
Penyetaraan Reaksi Redoks
Standar Primer yang Umum
• Dalam titrasi redoks, dua standar primer
yang umum digunakan:
– Ammonium besi(II) sulfat, (NH4)2Fe(SO4)2
• Spesi aktif: Fe2+(aq)
• Fe2+(aq)
Fe3+ + e-

– Asam oksalat, H2C2O4.2H2O
• Spesi aktif: H2C2O4(aq)
• H2C2O4(aq)

2CO2(g) + 2H+ + 2e-
KMnO4 sebagai Oksidator
• Salah satu oksidator yang sering digunakan adalah
KMnO4.
• KMnO4. bereaksi secara berbeda dalam suasana asam
dan basa.
In Acidic Solution
–Dalam suasana asam, reaksi reduksi KMnO4 :
MnO4- + 8H+ + 5eMn2+ + 4H2O
Sebagai pemberi suasana asam, digunakan asam sulfat,
karena tidak ada reaksi samping.
Jika digunakan asam klorida, terjadi reaksi samping:
2MnO4- +10Cl- + 16H+ +2eMn2+ + 4H2O + 5Cl2
KMnO4 sebagai Oksidator
In Basic Solution
MnO4- + 2H2O + 3e-

MnO2 (s) + 4OH-
Titrasi Permanganat
Kondisi yang harus dipenuhi
– Disimpan pada suhu rendah dan dijauhkan
dari cahaya
– Titrasi dilakukan pada suhu 60oC
– Digunakan asam sulfat pada titrasi sebagai
pengkondisi asam
Oksidator yang Umum
• Problem saat menggunakan KMnO4
– Padatannya jarang murni
– Larutannya kurang stabil karena terjadi
dekomposisi parsial:
MnO − ( aq ) + 4H (+aq ) + 3e − → MnO 2(s ) + 2H 2 O ( l)
4
– Pembentukan MnO2 memberikan efek katalitik,
meningkatkan laju dekomposisi
– Larutan permanganat disimpan dalam botol coklat
untuk mencegah interaksi langsung dengan
cahaya dan mencegah terjadinya dekomposisi.
Standarisasi Kalium
Permanganat
• Kalium permanganat tidak dapat digunakan
sebagai standar primer karena tidak stabil
• Ammonium besi(II) sulfat, Natrium oxalat dan
asam oksalat digunakan sebagai standar primer
untuk menstandarisasi kalium permanganat
• Permanganat ditempatkan dalam buret, sedangkan
standar primer dalam labu erlenmeyer (untuk
titrasi)
Rangkaian
peralatan titrasi
permanganat

Tidak perlu
indikator

Permanganat
dalam buret coklat

Larutan standar
primer dalam
erlenmeyer
Titik Akhir

• Permanganat berwarna ungu, sedangkan
produknya tidak berwarna  tidak diperlukan
indikator dalam titrasinya.
Titrasi yang umum menggunakan permanganat
sebagai oksidator
Agen pereduksi
Larutan asam
oksalat
H2C2O4
Ammonium
besi(II) sulfat
(NH4)2Fe(SO4)2
Hidrogen
peroxide, H2O2

Reaksi redoks
2MnO4- + 6H+ + 5 H2C2O4
8H20
MnO4- + 8H+ + 5Fe2+
2MnO4- + 6H+ + 5H2O2

10CO2 + 2Mn2+ +

Titik akhir,
(KMnO4
dalam buret)
Colourless to
a faint pink

5Fe3+ + 2Mn2+ + 4H20

Colourless to
faint pink

5O2 + 2Mn2+ + 8H20

Colourless to
faint pink
Titrasi redoks menggunakan
kalium dikromat
• Kalium dikromat dapat digunakan sebagai
oksidator
• Keunggulannya: larutannya stabil dan dapat
digunakan sebagai standar primer
• Setengah reaksinya:
2
+
Cr2 O 7 −aq ) + 14H (+aq ) + 6e − → 2Cr(3aq ) + 7 H 2 O ( l )
(
Titrasi Redoks Menggunakan Iodin
• Iodin (I2) digunakan sebagai oksidator lemah
• Reaksi: I 2( aq ) + 2e − → 2I (−aq )
• Digunakan kanji sebagai indikator. Kelebihan
iodin menyebabkan pembentukan kompleks iodkanji yang berwarna biru (menandakan
tercapainya titik akhir titrasi)

kanji
Analisis Wine (Anggur)
• Kandungan SO2 dalam anggur dapat
ditentukan dengan mengoksidasinya dengan
iodin
• Iodin hanya bereaksi dengan SO2 dalam
anggur, tidak dengan alkohol (sebagaimana
terjadi pada titrasi permanganat atau dikromat)
• Reaksi oksidasi SO2 :
SO 2 ( g ) + 2H 2 O ( l ) → SO 2−aq ) + 4H (+aq ) + 2e −
4(
Soal
1. A 20 mL solution of 0.0512 M oxalic acid was used to
standardise an unknown solution of potassium permanganate.
An average of 21.24 mL of permanganate was required.
Calculate the concentration of the potassium permanganate
solution.
2. Calcium Oxalate was precipitated from 1.00 mL blood by the
addition of Sodium Oxalate so the Ca2+ concentration in the
blood could be determined. This precipitate was dissolved in a
sulfuric acid solution, which then required 2.05 mL of 4.88 x
10-4 M KMnO4 to reach the endpoint via the reaction.
a) Calculate the moles of Ca2+.
b) Calculate the Ca2+ concentration in blood.

Titrasi redoks 1

  • 1.
  • 2.
    Titrasi Redoks • Metodeanalisis titrasi asam basa dapat diterapkan untuk reaksi redoks • Titrasi redoks melibatkan reaksi terkontrol antara larutan oksidator dengan larutan reduktor • Titik ekivalen terjadi ketika oksidator dan reduktor telah bereaksi dengan jumlah yang ekivalen • Titik akhir dapat ditentukan dengan/tanpa indikator, tergantung sifat reaksi
  • 3.
  • 4.
    Standar Primer yangUmum • Dalam titrasi redoks, dua standar primer yang umum digunakan: – Ammonium besi(II) sulfat, (NH4)2Fe(SO4)2 • Spesi aktif: Fe2+(aq) • Fe2+(aq) Fe3+ + e- – Asam oksalat, H2C2O4.2H2O • Spesi aktif: H2C2O4(aq) • H2C2O4(aq) 2CO2(g) + 2H+ + 2e-
  • 5.
    KMnO4 sebagai Oksidator •Salah satu oksidator yang sering digunakan adalah KMnO4. • KMnO4. bereaksi secara berbeda dalam suasana asam dan basa. In Acidic Solution –Dalam suasana asam, reaksi reduksi KMnO4 : MnO4- + 8H+ + 5eMn2+ + 4H2O Sebagai pemberi suasana asam, digunakan asam sulfat, karena tidak ada reaksi samping. Jika digunakan asam klorida, terjadi reaksi samping: 2MnO4- +10Cl- + 16H+ +2eMn2+ + 4H2O + 5Cl2
  • 6.
    KMnO4 sebagai Oksidator InBasic Solution MnO4- + 2H2O + 3e- MnO2 (s) + 4OH-
  • 7.
    Titrasi Permanganat Kondisi yangharus dipenuhi – Disimpan pada suhu rendah dan dijauhkan dari cahaya – Titrasi dilakukan pada suhu 60oC – Digunakan asam sulfat pada titrasi sebagai pengkondisi asam
  • 8.
    Oksidator yang Umum •Problem saat menggunakan KMnO4 – Padatannya jarang murni – Larutannya kurang stabil karena terjadi dekomposisi parsial: MnO − ( aq ) + 4H (+aq ) + 3e − → MnO 2(s ) + 2H 2 O ( l) 4 – Pembentukan MnO2 memberikan efek katalitik, meningkatkan laju dekomposisi – Larutan permanganat disimpan dalam botol coklat untuk mencegah interaksi langsung dengan cahaya dan mencegah terjadinya dekomposisi.
  • 9.
    Standarisasi Kalium Permanganat • Kaliumpermanganat tidak dapat digunakan sebagai standar primer karena tidak stabil • Ammonium besi(II) sulfat, Natrium oxalat dan asam oksalat digunakan sebagai standar primer untuk menstandarisasi kalium permanganat • Permanganat ditempatkan dalam buret, sedangkan standar primer dalam labu erlenmeyer (untuk titrasi)
  • 10.
    Rangkaian peralatan titrasi permanganat Tidak perlu indikator Permanganat dalamburet coklat Larutan standar primer dalam erlenmeyer
  • 11.
    Titik Akhir • Permanganatberwarna ungu, sedangkan produknya tidak berwarna  tidak diperlukan indikator dalam titrasinya.
  • 12.
    Titrasi yang umummenggunakan permanganat sebagai oksidator Agen pereduksi Larutan asam oksalat H2C2O4 Ammonium besi(II) sulfat (NH4)2Fe(SO4)2 Hidrogen peroxide, H2O2 Reaksi redoks 2MnO4- + 6H+ + 5 H2C2O4 8H20 MnO4- + 8H+ + 5Fe2+ 2MnO4- + 6H+ + 5H2O2 10CO2 + 2Mn2+ + Titik akhir, (KMnO4 dalam buret) Colourless to a faint pink 5Fe3+ + 2Mn2+ + 4H20 Colourless to faint pink 5O2 + 2Mn2+ + 8H20 Colourless to faint pink
  • 13.
    Titrasi redoks menggunakan kaliumdikromat • Kalium dikromat dapat digunakan sebagai oksidator • Keunggulannya: larutannya stabil dan dapat digunakan sebagai standar primer • Setengah reaksinya: 2 + Cr2 O 7 −aq ) + 14H (+aq ) + 6e − → 2Cr(3aq ) + 7 H 2 O ( l ) (
  • 14.
    Titrasi Redoks MenggunakanIodin • Iodin (I2) digunakan sebagai oksidator lemah • Reaksi: I 2( aq ) + 2e − → 2I (−aq ) • Digunakan kanji sebagai indikator. Kelebihan iodin menyebabkan pembentukan kompleks iodkanji yang berwarna biru (menandakan tercapainya titik akhir titrasi) kanji
  • 15.
    Analisis Wine (Anggur) •Kandungan SO2 dalam anggur dapat ditentukan dengan mengoksidasinya dengan iodin • Iodin hanya bereaksi dengan SO2 dalam anggur, tidak dengan alkohol (sebagaimana terjadi pada titrasi permanganat atau dikromat) • Reaksi oksidasi SO2 : SO 2 ( g ) + 2H 2 O ( l ) → SO 2−aq ) + 4H (+aq ) + 2e − 4(
  • 16.
    Soal 1. A 20mL solution of 0.0512 M oxalic acid was used to standardise an unknown solution of potassium permanganate. An average of 21.24 mL of permanganate was required. Calculate the concentration of the potassium permanganate solution. 2. Calcium Oxalate was precipitated from 1.00 mL blood by the addition of Sodium Oxalate so the Ca2+ concentration in the blood could be determined. This precipitate was dissolved in a sulfuric acid solution, which then required 2.05 mL of 4.88 x 10-4 M KMnO4 to reach the endpoint via the reaction. a) Calculate the moles of Ca2+. b) Calculate the Ca2+ concentration in blood.