SlideShare a Scribd company logo
1 of 56
NAMA : RINOVA DEVINDA
NIM : 202151083
PRODI : FARMASI
MATA KULIAH : TEKNOLOGI
FARMASI SEDIAAN SOLID
DOSEN PENGAMPU :
Apt. In Rahmi Fatria Fajar, M.Farm
TABLET SALUT
PENYALUTAN SEDIAAN
• ADALAH PELAPISAN SEDIAAN OBAT (SERBUK, GRANUL,
TABLET ATAUPUN KAPLET) DENGAN SUATU PELAPIS BAIK
CAIRAN MAUPUN PADATAN YANG UMUMNYA BERSIFAT
INERT
• MERUPAKAN AKTIFITAS FABRIKASI SEDIAAN OBAT YANG
MEMERLUKAN KEAHLIAN DAN KETRAMPILAN OPERATOR,
DISAMPING ALAT YANG DIGUNAKAN
• MACAM PENYALUTAN :
- Penyalutan dengan lapisan gula (sugar coating)
- Penyalutan lapisan tipis (film coating)
- Penyalutan kompresi (compression coating)
- Penyalutan cara lain
DIDASARKAN PADA PROSES DASARNYA
MACAM PENYALUTAN :
• PENYALUTAN DENGAN PAN COATING
• AIR SUSPENSION COATING
• DIP COATING
• COMPRESSION COATING
• Masing-masing proses mempunyai kelebihan dan kelemahan
• Meskipun air suspnsion coating banyak dipakai untuk film
coating termasuk enteric coating tetapi pan coating masih
banyak digunakan di Industri Farmasi
TUJUAN PENYALUTAN
1. Menutupi bau dan rasa yang tidak enak
2. Melindungi bahan obat terhadap pengaruh luar
sehingga stabilitas meningkat
3. Melindungi terhadap benturan mekanik
4. Meningkatkan segi estetika
5. Mempermudah identifikasi sediaan
6. Memudahkan pengemasan
7. Mencegah inkompatibilitas obat
8. Melindungi pasien dari terjadinya iritasi lambung
9. Memperoleh pelepasan obat terprogram (sustained
release)
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH DALAM
PROSES PENYALUTAN
1. SIFAT DAN BENTUK MASSA INTI (Core)
2. PERALATAN YANG DIGUNAKAN
3. FORMULA LAPISAN PENYALUT
4. FASILITAS PENDUKUNG PROSES PENYALUTAN
- Temperatur selama proses
- Penyedot debu / uap solven
- Penyemprot udara dingin / panas
- dll.
SYARAT TABLET INTI YANG BAIK
1. BENTUK TABLET SECEMBUNG MUNGKIN
- Untuk memudahkan penutupan sisi tablet, khususnya
pada tablet salut gula
- Agar selama proses tidak mudah lengket satu sama lain
2. TABLET HARUS KERAS
- Untuk dapat tahan terhadap benturan selama proses
- Dapat memeperlambat masuknya cairan kedalam tablet
- Menjaga permukaan tablet tetap halus / rata selama
proses
3. Kerapuhan sekecil mungkin
- Mencegah lepasnya partikel kasar / halus dari
permukaan tablet
4. Mempunyai waktu hancur yang cepat
- Penambahan lapisan penyalut agar tetap tidak
menghalangi disolusi bahan obat
SYARAT TABLET YANG TELAH DISALUT
1. PERMUKAAN TABLET SALUT HARUS HALUS
2. LAPISAN PENYALUT HARUS STABIL , TIDAK MUDAH
RETAK
3. PEWARNAAN HARUS RATA (HOMOGEN)
4. KENAIKAN BERAT TABLET SESEDIKIT MUNGKIN
5. ZAT AKTIF TETAP STABIL , DAN MEMEPUNYAI
KETERSEDIAAN HAYATI (BIOAVAILABILITAS) YANG
BAIK
6. BENTUK DAN BESAR TABLET SEDEMIKAN RUPA
SEHINGGA MUDAH DITELAN, DAN MEMPUNYAI
KETAHANAN (RESISTENSI) YANG CUKUP
PERALATAN UNTUK PENYALUTAN
• JENISNYA CUKUP BANYAK, DARI YANG KLASIK SAMPAI
YANG MODERN
• PENGEMBANGAN ALAT PADA :
- Kontrol otomatis selama proses
- Peningkatan kuantitas tablet yang dapat diproses
- Sistem pengeringan , kontrol debu dan solven
• TUJUAN PENGEMBANGAN ALAT
- Mendapatkan hasil yang konsisten
- Tidak mempengaruhi kecepatan pelepasan obat
- Waktu proses lebih singkat
- lebih ekonomis
MACAM ALAT
1.PANCI
a. Panci konvensional
- dikenal sejak  100 tahun yang lalu
- bentuknya sferis , heksagonal atau seperti buah pear
- kecepatan putar panci (Vp) akan berpengaruh pada
kecepatan putar tablet (Vt) dan mempengaruhi hasil
penyalutan
- perlu dicari sudut inklinasi optimal agar putaran tablet
bisa efisien , yaitu  30o
- apabila diperlukan perlu dilakukan pengadukan tablet
secara manual
- pengaliran udara panas dan penyedotan udara kembali
melalui bagian depan panci
Immersion sword system
Modifikasi panci
konvensional
Immersion tube system
b. Panci belakang terbuka (rear vented pans)
- berbentuk seperti kue donat yang berlobang dibagian
muka dan belakang
- panci diletakkan diatas batang yang berputar
- penyedot udara biasa diletakkan dilobang belakang
sehingga terjadi aliran udara dari depan ke belakang
lebih efisien
C. Panci diperforasi ( perforated pans )
- dinding panci berlobang banyak (perforasi)
- bagian belakang tertutup
- pengeringan lebih efisien, udara panas melewati
seluruh permukaan tablet
- contoh adalah panci penyalut Accela Cota ,
Dria Coater
2. PERALATAN PELENGKAP
a). BAFFLES
- Digunakan untuk memperbaiki gerakan tablet dalam
panci selama proses penyalutan
- Jumlah dan bentuk baffles bervariasi, dibuat dari
logam atau plastik
- Pemasangan baffles pada bagian muka dan belakang
panci sehingga didapatkan gerak tablet yang zig-zag
b). TABUNG IMERSI
- Dapat meningkatkan efisiensi pengeringan
3. DRUM PEMOLES
- Berbentuk silindris, buah pear, atau
heksagonal
- Digunakan untuk pemoles (pengkilapan
tablet salut)
- Bagian dalam alat dilapisi dengan kanvas
yang diimpregnasi dengan wax
- Penambahan wax dalam bentuk butiran
atau larutan wax dalam solven
SISTEM PENYEMPROTAN
• DIGUNAKAN UNTUK MENGHINDARI FAKTOR
SUBYEKTIF SELAMA PROSES
• ADA DUA MACAM CARA :PENYALUTAN
- Airless atomization (atomisasi hidrolik)
- Air atomization (atomisasi pneumatik)
1. AIRLESS ATOMIZATION
• TERDIRI DARI SISTEM PENGISAP UDARA YANG AKAN
MENEKAN LARUTAN PENYALUT MELEWATI SUATU
CELAH HALUS PADA PIPA SEMPROT DIBAWAH
PENGARUH TEKANAN TINGGI
• POLA PENYEMPROTAN DAN UKURAN TETESAN YANG
DIHASILKAN DIPENGARUHI OLEH :
- bentuk dan ukuran celah
- tekanan cairan
UMUMNYA TEKANAN YANG DIGUNAKAN BERKISAR
ANTARA
250 – 3000 psig
2. AIR ATOMIZATION
• LARUTAN PENYALUT DIDORONG DENGAN TEKANAN
RENDAH MELEWATI CELAH
• DALAM WAKTU YANG BERSAMAAN DIALIRKAN UDARA
DENGAN TEKANAN YANG TINGGI MELEWATI CELAH,
SEHINGGA LARUTAN PENYALUT TERDISPERSI MENJADI
PARTIKEL HALUS
• DERAJAT ATOMISASI DIPENGARUHI OLEH BENTUK
CELAH DAN TEKANAN UDARA
• TEKANAN UDARA YANG DIPAKAI BERKISAR ANTARA 10
– 100 psig
FLUIDISASI
• DIKENAL SEBAGAI AIR SUSPENSION COATING
• DIKEMBANGKAN OLEH WURSTER
• PROSES PENYALUTAN BERLANGSUNG SECARA
KONTINYU
• kEUNTUNGAN SISTEM INI :
- Waktu proses cepat
- Proses berlangsung secara tertutup
- Dapat dilakukan pengumpulan kembali solven yang
menguap
• BAHAN PENYALUT BERUPA LARUTAN GULA , ATAU
SUSPENSI CAMPURAN GULA DAN BAHAN PENGISI
• PELAPISAN DILAKUKAN SELAPIS DEMI SELAPIS
SEHINGGA PERLU WAKTU YANG LAMA
• SOLVEN YANG DIGUNAKAN BERUPA AIR ATAU SOLVEN
ORGANIK
• PENGUAPAN SOLVEN BISA DIPERCEPAT DENGAN
PENYEMPROTAN UDARA PANAS DENGAN TEMPERATUR
YANG BERVARIASI
• PROSESNYA DIBAGI DALAM BEBERAPA TAHAP :
- Sealing, subcoating, smoothing, coloring, finishing, polishing
SEALING
• BERFUNGSI UNTUK MENGHALANGI PENETRASI AIR
KEDALAM CORE
• DAPAT MEMPERLAMA WAKTU HANCUR TABLET
• BAHAN YANG DIGUNAKAN ADALAH :
- Celulaosa Acetat Phtalat (CAP)
- Shellac bebas arsen, Eudragit L , eudragit S
- Hidroxypropilmetil Selulosa (HPMC)
- Hidroxypropil Selulosa (HPC)
• SOLVEN YANG DIGUNAKAN ADALAH ETANOL,
PROPILENGLIKOL, ACETON
• UNTUK MENCEGAH PERLEKATAN TABLET
SELAMA PROSES DAPAT DIGUNAKAN TALK
• TEBAL LAPISAN YANG DIPERLUKAN BERKISAR 2
– 6 LAPIS
• UNTUK TUJUAN ENTERIK PELAPISAN DAPAT
DIPERTEBAL DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN
ENTERIK
SUBCOATING
• BERFUNGSI UNTUK MENUTUP PERMUKAAN SISI TABLET
SEHINGGA BERBENTUK ELIPS
• SISTEM PENAMBAHAN BAHAN PENYALUT ADA DUA MACAM :
- DITAMBAHKAN DALAM BENTUK SUSPENSI PENYALUT
- DITAMBAHKAN SECARA BERGANTIAN ANTARA
LARUTAN PENYALUT DAN SERBUK PENABUR
• PENAMBAHAN DIRASA CUKUP APABILA SISI TABLET SUDAH
TIDAK KELIHATAN MENYUDUT LAGI
• PENAMBAHAN VOLUME BAHAN PENYALUT YANG BERLEBIH
AKAN MEYEBABKAN TABLET SALING LENGKET. PENGATASAN
DILAKUKAN SECARA MANUAL
• BAHAN UNTUK SUBCOATING SOLUTION :
R/ Pulvis gummi arabicum
gelatin
gula
air
• BAHAN UNTUK SUBCOATING POWDER
R/ Calcium carbonat
Kaolin
Dextrin
Gula
Talkum
Amilum
• HARUS DIJAGA ADANYA KESEIMBANGAN ANTARA
DERAJAT KEKERINGAN TABLET DENGAN VOLUME
PENAMBAHAN BAHAN PENYALUT
- Kelebihan volume penuangan akan terjadi
kondisi
basah dan tablet cenderung lengket satu dengan
yang lain
- Kekurangan volume penuangan akan terjadi
pembentukan parit pada sisi tablet
• PENGERINGAN YANG TERLALU CEPAT AKAN
MENYEBABKAN KRISTALISASI GULA TERLALU CEPAT
SEHINGGA PERMUKAAN TABLET MENJADI KASAR
SMOOTHING
• BERFUNGSI UNTUK MENGHALUSKAN PERMUKAAN
TABLET
SETELAH SUBCOATING
• BERTUJUAN UNTUK MEMUDAHKAN PERATAAN WARNA
DISAAT COLORING
• BAHAN YANG DIGUNAKAN ADALAH :
- Gula
- Pulvis Gummi Arabici
- Air
• PENAMBAHAN LARUTAN SEDIKIT DEMI SEDIKIT, DAN
APABILA PERLU, PENGUAPAN AIR PADA TEMPERATUR
KAMAR
COLORING
• BERFUNGSI UNTUK MEWARNAI PERMUKAAN TABLET
DENGAN BAHAN PEWARNA YANG TERPILIH
• DAPAT DIGUNAKAN ZAT WARNA YANG DILARUTKAN
DALAM
SOLVEN.
• BAHAN YANG DIGUNAKAN ADALAH :
- Gula
- Pulvis Gummi Arabici
- Air
- Bahan pewarna
POLISHING
• BERFUNGSI UNTUK MENGKILAPKAN PERMUKAAN TABLET
SETELAH COLORING
• PENAMBAHAN BAHAN PENGKILAP BISA DALAM BENTUK
SERBUK HALUS ATAU DALAM BENTUK LARUTAN ATAU
SUSPENSI
• BAHAN YANG DIGUNAKAN ADALAH :
- Cera carnauba, cera alba , cera flava atau parafin padat
- Chloroform, aceton
• PENAMBAHAN LARUTAN SEDIKIT DEMI SEDIKIT, DAN
APABILA PERLU, PENGUAPAN SOLVEN PADA TEMPERATUR
KAMAR
FILM COATING
DEFINISI : SUATU BENTUK PELAPISAN TIPIS DAN
MERATA PADA SUATU SEDIAAN PADAT
(TABLET/GRANUL) DENGAN BAHAN PELAPIS
KEUNTUNGAN FILM COATING DIBANDING SUGAR COATING:
1. LEBIH EKONOMIS, EFISIEN , CEPAT DAN PRAKTIS
2. LEBIH MUDAH OTOMATISASI
3. PENAMBAHAN BERAT SEDIKIT (2% - 5%)
4. TANDA PADA TABLET DAPAT DIPERTAHANKAN
BAHAN UNTUK PENYALUTAN
• POLIMER PEMBENTUK LAPISAN TIPIS ( FILM
FORMING RESINS)
• PELARUT (SOLVEN) YANG DIGUNAKAN
• PLASTISAISER UNTUK MEMODIFIKASI SIFAT
POLIMER
• ZAT WARNA , TERUTAMA UNTUK TUJUAN ESTETIKA
FILM FORMING RESINS
• HARUS DAPAT MEMBENTUK LAPISAN TIPIS YANG
RATA (KOHEREN) PADA PERMUKAAN SEDIAAN
• LARUT DALAM SOLVEN / CAMPURAN SOLVEN YANG
DIKEHENDAKI
• LARUT DALAM CAIRAN GASTRO – INTESTINAL
• DAPAT MENJAGA STABILITAS OBAT
• MENINGKATKAN ESTETIKA SEDIAAN YANG DILAPIS
• BERSIFAT INERT
MACAM POLIMER :
1. POLIMER GASTRO SOLUBEL, misal : hidroksipropil
metil selulose (HPMC).
- MERUPAKAN POLIMER YANG LARUT DALAM AIR,
CAIRAN LAMBUNG DAN SOLVEN ORGANIK
- DALAM FUNGSINYA SEBAGAI PENYALUT,
MENUNJUKKAN SIFAT MEKANIK YANG CUKUP BAIK
- MENGANDUNG 28-30% GUGUSAN METIL DAN 7-12%
GUGUSAN HIDROKSI PROPIL
- DALAM PERDAGANGAN DIKENAL DENGAN :
methosel E5, E15 , pharmacoat 603, 606, 615
CONTOH LAIN : EUDRAGIT E
- MERUPAKAN KOPOLIMER METAKRILAT
- RESISTEN TERHADAP AIR LIUR
- BIASANYA DIGUNAKAN PADA KONSENTRASI 3 – 6%
- DALAM PELARUT ORGANIK TIDAK MEMERLUKAN
PLASTISAISER, TETAPI DIGUNAKAN PENAMBAHAN
3,5% TALK DAN 1% MAGNESIUM STEARAT
POLIMER GASTRO RESISTEN
Misalnya : - celulosa asetat phtalat
(CAP),
- hidroksipropil metilselulosa
phtalat (HPMCP)
- eudragit L dan S
POLIMER YANG TIDAK LARUT
Misalnya : - etil selulosa
- eudragit RL dan RS
THANK YOU

More Related Content

Recently uploaded

prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan
prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaanprinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan
prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan
aji guru
 
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptxAksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx
AgusSuarno2
 
Materi Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran IDM 2024 di kec Plumbon.pptx
Materi Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran  IDM 2024 di kec Plumbon.pptxMateri Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran  IDM 2024 di kec Plumbon.pptx
Materi Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran IDM 2024 di kec Plumbon.pptx
AvivThea
 
MATERI Projek Kreatif Kewirausahaan kelas XI SMK.pptx
MATERI Projek Kreatif Kewirausahaan kelas XI SMK.pptxMATERI Projek Kreatif Kewirausahaan kelas XI SMK.pptx
MATERI Projek Kreatif Kewirausahaan kelas XI SMK.pptx
randikaakbar11
 

Recently uploaded (20)

prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan
prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaanprinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan
prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan
 
Obat pada masa kehamilan: uteretonik dan tokolitik
Obat pada masa kehamilan: uteretonik dan tokolitikObat pada masa kehamilan: uteretonik dan tokolitik
Obat pada masa kehamilan: uteretonik dan tokolitik
 
Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi kwn ppt.ppt
Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi kwn ppt.pptDemokrasi dan Pendidikan Demokrasi kwn ppt.ppt
Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi kwn ppt.ppt
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Materi E-modul Ekosistem kelas X SMA.docx
Materi E-modul Ekosistem kelas X SMA.docxMateri E-modul Ekosistem kelas X SMA.docx
Materi E-modul Ekosistem kelas X SMA.docx
 
Variasi dan Gaya Mengajar, Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar
Variasi dan Gaya Mengajar, Mata Kuliah Strategi Belajar MengajarVariasi dan Gaya Mengajar, Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar
Variasi dan Gaya Mengajar, Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar
 
Materi Penggolongan Obat Undang-Undang Kesehatan
Materi Penggolongan Obat Undang-Undang KesehatanMateri Penggolongan Obat Undang-Undang Kesehatan
Materi Penggolongan Obat Undang-Undang Kesehatan
 
MODUL AJAR IPAS KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR IPAS KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR IPAS KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR IPAS KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Lokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptx
Lokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptxLokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptx
Lokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptx
 
Mekanisme Mendengar Pada Manusia dan Hewan.pptx
Mekanisme Mendengar Pada Manusia dan Hewan.pptxMekanisme Mendengar Pada Manusia dan Hewan.pptx
Mekanisme Mendengar Pada Manusia dan Hewan.pptx
 
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptxAksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx
 
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdf
UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdfUAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdf
UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdf
 
METODE PENGEMBANGAN MORAL DAN NILAI-NILAI AGAMA.pptx
METODE PENGEMBANGAN MORAL DAN NILAI-NILAI AGAMA.pptxMETODE PENGEMBANGAN MORAL DAN NILAI-NILAI AGAMA.pptx
METODE PENGEMBANGAN MORAL DAN NILAI-NILAI AGAMA.pptx
 
Materi Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran IDM 2024 di kec Plumbon.pptx
Materi Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran  IDM 2024 di kec Plumbon.pptxMateri Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran  IDM 2024 di kec Plumbon.pptx
Materi Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran IDM 2024 di kec Plumbon.pptx
 
E-modul materi Ekosistem Kelas 10 SMA (Preview)
E-modul materi Ekosistem Kelas 10 SMA (Preview)E-modul materi Ekosistem Kelas 10 SMA (Preview)
E-modul materi Ekosistem Kelas 10 SMA (Preview)
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 6.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 6.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 6.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 6.pdf
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
MATERI Projek Kreatif Kewirausahaan kelas XI SMK.pptx
MATERI Projek Kreatif Kewirausahaan kelas XI SMK.pptxMATERI Projek Kreatif Kewirausahaan kelas XI SMK.pptx
MATERI Projek Kreatif Kewirausahaan kelas XI SMK.pptx
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 

Featured

How Race, Age and Gender Shape Attitudes Towards Mental Health
How Race, Age and Gender Shape Attitudes Towards Mental HealthHow Race, Age and Gender Shape Attitudes Towards Mental Health
How Race, Age and Gender Shape Attitudes Towards Mental Health
ThinkNow
 
Social Media Marketing Trends 2024 // The Global Indie Insights
Social Media Marketing Trends 2024 // The Global Indie InsightsSocial Media Marketing Trends 2024 // The Global Indie Insights
Social Media Marketing Trends 2024 // The Global Indie Insights
Kurio // The Social Media Age(ncy)
 

Featured (20)

2024 State of Marketing Report – by Hubspot
2024 State of Marketing Report – by Hubspot2024 State of Marketing Report – by Hubspot
2024 State of Marketing Report – by Hubspot
 
Everything You Need To Know About ChatGPT
Everything You Need To Know About ChatGPTEverything You Need To Know About ChatGPT
Everything You Need To Know About ChatGPT
 
Product Design Trends in 2024 | Teenage Engineerings
Product Design Trends in 2024 | Teenage EngineeringsProduct Design Trends in 2024 | Teenage Engineerings
Product Design Trends in 2024 | Teenage Engineerings
 
How Race, Age and Gender Shape Attitudes Towards Mental Health
How Race, Age and Gender Shape Attitudes Towards Mental HealthHow Race, Age and Gender Shape Attitudes Towards Mental Health
How Race, Age and Gender Shape Attitudes Towards Mental Health
 
AI Trends in Creative Operations 2024 by Artwork Flow.pdf
AI Trends in Creative Operations 2024 by Artwork Flow.pdfAI Trends in Creative Operations 2024 by Artwork Flow.pdf
AI Trends in Creative Operations 2024 by Artwork Flow.pdf
 
Skeleton Culture Code
Skeleton Culture CodeSkeleton Culture Code
Skeleton Culture Code
 
PEPSICO Presentation to CAGNY Conference Feb 2024
PEPSICO Presentation to CAGNY Conference Feb 2024PEPSICO Presentation to CAGNY Conference Feb 2024
PEPSICO Presentation to CAGNY Conference Feb 2024
 
Content Methodology: A Best Practices Report (Webinar)
Content Methodology: A Best Practices Report (Webinar)Content Methodology: A Best Practices Report (Webinar)
Content Methodology: A Best Practices Report (Webinar)
 
How to Prepare For a Successful Job Search for 2024
How to Prepare For a Successful Job Search for 2024How to Prepare For a Successful Job Search for 2024
How to Prepare For a Successful Job Search for 2024
 
Social Media Marketing Trends 2024 // The Global Indie Insights
Social Media Marketing Trends 2024 // The Global Indie InsightsSocial Media Marketing Trends 2024 // The Global Indie Insights
Social Media Marketing Trends 2024 // The Global Indie Insights
 
Trends In Paid Search: Navigating The Digital Landscape In 2024
Trends In Paid Search: Navigating The Digital Landscape In 2024Trends In Paid Search: Navigating The Digital Landscape In 2024
Trends In Paid Search: Navigating The Digital Landscape In 2024
 
5 Public speaking tips from TED - Visualized summary
5 Public speaking tips from TED - Visualized summary5 Public speaking tips from TED - Visualized summary
5 Public speaking tips from TED - Visualized summary
 
ChatGPT and the Future of Work - Clark Boyd
ChatGPT and the Future of Work - Clark Boyd ChatGPT and the Future of Work - Clark Boyd
ChatGPT and the Future of Work - Clark Boyd
 
Getting into the tech field. what next
Getting into the tech field. what next Getting into the tech field. what next
Getting into the tech field. what next
 
Google's Just Not That Into You: Understanding Core Updates & Search Intent
Google's Just Not That Into You: Understanding Core Updates & Search IntentGoogle's Just Not That Into You: Understanding Core Updates & Search Intent
Google's Just Not That Into You: Understanding Core Updates & Search Intent
 
How to have difficult conversations
How to have difficult conversations How to have difficult conversations
How to have difficult conversations
 
Introduction to Data Science
Introduction to Data ScienceIntroduction to Data Science
Introduction to Data Science
 
Time Management & Productivity - Best Practices
Time Management & Productivity -  Best PracticesTime Management & Productivity -  Best Practices
Time Management & Productivity - Best Practices
 
The six step guide to practical project management
The six step guide to practical project managementThe six step guide to practical project management
The six step guide to practical project management
 
Beginners Guide to TikTok for Search - Rachel Pearson - We are Tilt __ Bright...
Beginners Guide to TikTok for Search - Rachel Pearson - We are Tilt __ Bright...Beginners Guide to TikTok for Search - Rachel Pearson - We are Tilt __ Bright...
Beginners Guide to TikTok for Search - Rachel Pearson - We are Tilt __ Bright...
 

TABLET SALUT.ppt

  • 1. NAMA : RINOVA DEVINDA NIM : 202151083 PRODI : FARMASI MATA KULIAH : TEKNOLOGI FARMASI SEDIAAN SOLID DOSEN PENGAMPU : Apt. In Rahmi Fatria Fajar, M.Farm
  • 3.
  • 4. PENYALUTAN SEDIAAN • ADALAH PELAPISAN SEDIAAN OBAT (SERBUK, GRANUL, TABLET ATAUPUN KAPLET) DENGAN SUATU PELAPIS BAIK CAIRAN MAUPUN PADATAN YANG UMUMNYA BERSIFAT INERT • MERUPAKAN AKTIFITAS FABRIKASI SEDIAAN OBAT YANG MEMERLUKAN KEAHLIAN DAN KETRAMPILAN OPERATOR, DISAMPING ALAT YANG DIGUNAKAN • MACAM PENYALUTAN : - Penyalutan dengan lapisan gula (sugar coating) - Penyalutan lapisan tipis (film coating) - Penyalutan kompresi (compression coating) - Penyalutan cara lain
  • 5. DIDASARKAN PADA PROSES DASARNYA MACAM PENYALUTAN : • PENYALUTAN DENGAN PAN COATING • AIR SUSPENSION COATING • DIP COATING • COMPRESSION COATING • Masing-masing proses mempunyai kelebihan dan kelemahan • Meskipun air suspnsion coating banyak dipakai untuk film coating termasuk enteric coating tetapi pan coating masih banyak digunakan di Industri Farmasi
  • 6. TUJUAN PENYALUTAN 1. Menutupi bau dan rasa yang tidak enak 2. Melindungi bahan obat terhadap pengaruh luar sehingga stabilitas meningkat 3. Melindungi terhadap benturan mekanik 4. Meningkatkan segi estetika 5. Mempermudah identifikasi sediaan 6. Memudahkan pengemasan 7. Mencegah inkompatibilitas obat 8. Melindungi pasien dari terjadinya iritasi lambung 9. Memperoleh pelepasan obat terprogram (sustained release)
  • 7.
  • 8.
  • 9. FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH DALAM PROSES PENYALUTAN 1. SIFAT DAN BENTUK MASSA INTI (Core) 2. PERALATAN YANG DIGUNAKAN 3. FORMULA LAPISAN PENYALUT 4. FASILITAS PENDUKUNG PROSES PENYALUTAN - Temperatur selama proses - Penyedot debu / uap solven - Penyemprot udara dingin / panas - dll.
  • 10. SYARAT TABLET INTI YANG BAIK 1. BENTUK TABLET SECEMBUNG MUNGKIN - Untuk memudahkan penutupan sisi tablet, khususnya pada tablet salut gula - Agar selama proses tidak mudah lengket satu sama lain 2. TABLET HARUS KERAS - Untuk dapat tahan terhadap benturan selama proses - Dapat memeperlambat masuknya cairan kedalam tablet - Menjaga permukaan tablet tetap halus / rata selama proses
  • 11. 3. Kerapuhan sekecil mungkin - Mencegah lepasnya partikel kasar / halus dari permukaan tablet 4. Mempunyai waktu hancur yang cepat - Penambahan lapisan penyalut agar tetap tidak menghalangi disolusi bahan obat
  • 12. SYARAT TABLET YANG TELAH DISALUT 1. PERMUKAAN TABLET SALUT HARUS HALUS 2. LAPISAN PENYALUT HARUS STABIL , TIDAK MUDAH RETAK 3. PEWARNAAN HARUS RATA (HOMOGEN) 4. KENAIKAN BERAT TABLET SESEDIKIT MUNGKIN 5. ZAT AKTIF TETAP STABIL , DAN MEMEPUNYAI KETERSEDIAAN HAYATI (BIOAVAILABILITAS) YANG BAIK 6. BENTUK DAN BESAR TABLET SEDEMIKAN RUPA SEHINGGA MUDAH DITELAN, DAN MEMPUNYAI KETAHANAN (RESISTENSI) YANG CUKUP
  • 13. PERALATAN UNTUK PENYALUTAN • JENISNYA CUKUP BANYAK, DARI YANG KLASIK SAMPAI YANG MODERN • PENGEMBANGAN ALAT PADA : - Kontrol otomatis selama proses - Peningkatan kuantitas tablet yang dapat diproses - Sistem pengeringan , kontrol debu dan solven • TUJUAN PENGEMBANGAN ALAT - Mendapatkan hasil yang konsisten - Tidak mempengaruhi kecepatan pelepasan obat - Waktu proses lebih singkat - lebih ekonomis
  • 14. MACAM ALAT 1.PANCI a. Panci konvensional - dikenal sejak  100 tahun yang lalu - bentuknya sferis , heksagonal atau seperti buah pear - kecepatan putar panci (Vp) akan berpengaruh pada kecepatan putar tablet (Vt) dan mempengaruhi hasil penyalutan - perlu dicari sudut inklinasi optimal agar putaran tablet bisa efisien , yaitu  30o - apabila diperlukan perlu dilakukan pengadukan tablet secara manual - pengaliran udara panas dan penyedotan udara kembali melalui bagian depan panci
  • 15.
  • 16.
  • 17.
  • 18.
  • 19. Immersion sword system Modifikasi panci konvensional
  • 21. b. Panci belakang terbuka (rear vented pans) - berbentuk seperti kue donat yang berlobang dibagian muka dan belakang - panci diletakkan diatas batang yang berputar - penyedot udara biasa diletakkan dilobang belakang sehingga terjadi aliran udara dari depan ke belakang lebih efisien
  • 22. C. Panci diperforasi ( perforated pans ) - dinding panci berlobang banyak (perforasi) - bagian belakang tertutup - pengeringan lebih efisien, udara panas melewati seluruh permukaan tablet - contoh adalah panci penyalut Accela Cota , Dria Coater
  • 23.
  • 24.
  • 25.
  • 26. 2. PERALATAN PELENGKAP a). BAFFLES - Digunakan untuk memperbaiki gerakan tablet dalam panci selama proses penyalutan - Jumlah dan bentuk baffles bervariasi, dibuat dari logam atau plastik - Pemasangan baffles pada bagian muka dan belakang panci sehingga didapatkan gerak tablet yang zig-zag b). TABUNG IMERSI - Dapat meningkatkan efisiensi pengeringan
  • 27.
  • 28.
  • 29. 3. DRUM PEMOLES - Berbentuk silindris, buah pear, atau heksagonal - Digunakan untuk pemoles (pengkilapan tablet salut) - Bagian dalam alat dilapisi dengan kanvas yang diimpregnasi dengan wax - Penambahan wax dalam bentuk butiran atau larutan wax dalam solven
  • 30.
  • 31. SISTEM PENYEMPROTAN • DIGUNAKAN UNTUK MENGHINDARI FAKTOR SUBYEKTIF SELAMA PROSES • ADA DUA MACAM CARA :PENYALUTAN - Airless atomization (atomisasi hidrolik) - Air atomization (atomisasi pneumatik)
  • 32. 1. AIRLESS ATOMIZATION • TERDIRI DARI SISTEM PENGISAP UDARA YANG AKAN MENEKAN LARUTAN PENYALUT MELEWATI SUATU CELAH HALUS PADA PIPA SEMPROT DIBAWAH PENGARUH TEKANAN TINGGI • POLA PENYEMPROTAN DAN UKURAN TETESAN YANG DIHASILKAN DIPENGARUHI OLEH : - bentuk dan ukuran celah - tekanan cairan UMUMNYA TEKANAN YANG DIGUNAKAN BERKISAR ANTARA 250 – 3000 psig
  • 33.
  • 34. 2. AIR ATOMIZATION • LARUTAN PENYALUT DIDORONG DENGAN TEKANAN RENDAH MELEWATI CELAH • DALAM WAKTU YANG BERSAMAAN DIALIRKAN UDARA DENGAN TEKANAN YANG TINGGI MELEWATI CELAH, SEHINGGA LARUTAN PENYALUT TERDISPERSI MENJADI PARTIKEL HALUS • DERAJAT ATOMISASI DIPENGARUHI OLEH BENTUK CELAH DAN TEKANAN UDARA • TEKANAN UDARA YANG DIPAKAI BERKISAR ANTARA 10 – 100 psig
  • 35.
  • 36.
  • 37. FLUIDISASI • DIKENAL SEBAGAI AIR SUSPENSION COATING • DIKEMBANGKAN OLEH WURSTER • PROSES PENYALUTAN BERLANGSUNG SECARA KONTINYU • kEUNTUNGAN SISTEM INI : - Waktu proses cepat - Proses berlangsung secara tertutup - Dapat dilakukan pengumpulan kembali solven yang menguap
  • 38.
  • 39.
  • 40.
  • 41. • BAHAN PENYALUT BERUPA LARUTAN GULA , ATAU SUSPENSI CAMPURAN GULA DAN BAHAN PENGISI • PELAPISAN DILAKUKAN SELAPIS DEMI SELAPIS SEHINGGA PERLU WAKTU YANG LAMA • SOLVEN YANG DIGUNAKAN BERUPA AIR ATAU SOLVEN ORGANIK • PENGUAPAN SOLVEN BISA DIPERCEPAT DENGAN PENYEMPROTAN UDARA PANAS DENGAN TEMPERATUR YANG BERVARIASI • PROSESNYA DIBAGI DALAM BEBERAPA TAHAP : - Sealing, subcoating, smoothing, coloring, finishing, polishing
  • 42. SEALING • BERFUNGSI UNTUK MENGHALANGI PENETRASI AIR KEDALAM CORE • DAPAT MEMPERLAMA WAKTU HANCUR TABLET • BAHAN YANG DIGUNAKAN ADALAH : - Celulaosa Acetat Phtalat (CAP) - Shellac bebas arsen, Eudragit L , eudragit S - Hidroxypropilmetil Selulosa (HPMC) - Hidroxypropil Selulosa (HPC)
  • 43. • SOLVEN YANG DIGUNAKAN ADALAH ETANOL, PROPILENGLIKOL, ACETON • UNTUK MENCEGAH PERLEKATAN TABLET SELAMA PROSES DAPAT DIGUNAKAN TALK • TEBAL LAPISAN YANG DIPERLUKAN BERKISAR 2 – 6 LAPIS • UNTUK TUJUAN ENTERIK PELAPISAN DAPAT DIPERTEBAL DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN ENTERIK
  • 44. SUBCOATING • BERFUNGSI UNTUK MENUTUP PERMUKAAN SISI TABLET SEHINGGA BERBENTUK ELIPS • SISTEM PENAMBAHAN BAHAN PENYALUT ADA DUA MACAM : - DITAMBAHKAN DALAM BENTUK SUSPENSI PENYALUT - DITAMBAHKAN SECARA BERGANTIAN ANTARA LARUTAN PENYALUT DAN SERBUK PENABUR • PENAMBAHAN DIRASA CUKUP APABILA SISI TABLET SUDAH TIDAK KELIHATAN MENYUDUT LAGI • PENAMBAHAN VOLUME BAHAN PENYALUT YANG BERLEBIH AKAN MEYEBABKAN TABLET SALING LENGKET. PENGATASAN DILAKUKAN SECARA MANUAL
  • 45. • BAHAN UNTUK SUBCOATING SOLUTION : R/ Pulvis gummi arabicum gelatin gula air • BAHAN UNTUK SUBCOATING POWDER R/ Calcium carbonat Kaolin Dextrin Gula Talkum Amilum
  • 46. • HARUS DIJAGA ADANYA KESEIMBANGAN ANTARA DERAJAT KEKERINGAN TABLET DENGAN VOLUME PENAMBAHAN BAHAN PENYALUT - Kelebihan volume penuangan akan terjadi kondisi basah dan tablet cenderung lengket satu dengan yang lain - Kekurangan volume penuangan akan terjadi pembentukan parit pada sisi tablet • PENGERINGAN YANG TERLALU CEPAT AKAN MENYEBABKAN KRISTALISASI GULA TERLALU CEPAT SEHINGGA PERMUKAAN TABLET MENJADI KASAR
  • 47. SMOOTHING • BERFUNGSI UNTUK MENGHALUSKAN PERMUKAAN TABLET SETELAH SUBCOATING • BERTUJUAN UNTUK MEMUDAHKAN PERATAAN WARNA DISAAT COLORING • BAHAN YANG DIGUNAKAN ADALAH : - Gula - Pulvis Gummi Arabici - Air • PENAMBAHAN LARUTAN SEDIKIT DEMI SEDIKIT, DAN APABILA PERLU, PENGUAPAN AIR PADA TEMPERATUR KAMAR
  • 48. COLORING • BERFUNGSI UNTUK MEWARNAI PERMUKAAN TABLET DENGAN BAHAN PEWARNA YANG TERPILIH • DAPAT DIGUNAKAN ZAT WARNA YANG DILARUTKAN DALAM SOLVEN. • BAHAN YANG DIGUNAKAN ADALAH : - Gula - Pulvis Gummi Arabici - Air - Bahan pewarna
  • 49. POLISHING • BERFUNGSI UNTUK MENGKILAPKAN PERMUKAAN TABLET SETELAH COLORING • PENAMBAHAN BAHAN PENGKILAP BISA DALAM BENTUK SERBUK HALUS ATAU DALAM BENTUK LARUTAN ATAU SUSPENSI • BAHAN YANG DIGUNAKAN ADALAH : - Cera carnauba, cera alba , cera flava atau parafin padat - Chloroform, aceton • PENAMBAHAN LARUTAN SEDIKIT DEMI SEDIKIT, DAN APABILA PERLU, PENGUAPAN SOLVEN PADA TEMPERATUR KAMAR
  • 50. FILM COATING DEFINISI : SUATU BENTUK PELAPISAN TIPIS DAN MERATA PADA SUATU SEDIAAN PADAT (TABLET/GRANUL) DENGAN BAHAN PELAPIS KEUNTUNGAN FILM COATING DIBANDING SUGAR COATING: 1. LEBIH EKONOMIS, EFISIEN , CEPAT DAN PRAKTIS 2. LEBIH MUDAH OTOMATISASI 3. PENAMBAHAN BERAT SEDIKIT (2% - 5%) 4. TANDA PADA TABLET DAPAT DIPERTAHANKAN
  • 51. BAHAN UNTUK PENYALUTAN • POLIMER PEMBENTUK LAPISAN TIPIS ( FILM FORMING RESINS) • PELARUT (SOLVEN) YANG DIGUNAKAN • PLASTISAISER UNTUK MEMODIFIKASI SIFAT POLIMER • ZAT WARNA , TERUTAMA UNTUK TUJUAN ESTETIKA
  • 52. FILM FORMING RESINS • HARUS DAPAT MEMBENTUK LAPISAN TIPIS YANG RATA (KOHEREN) PADA PERMUKAAN SEDIAAN • LARUT DALAM SOLVEN / CAMPURAN SOLVEN YANG DIKEHENDAKI • LARUT DALAM CAIRAN GASTRO – INTESTINAL • DAPAT MENJAGA STABILITAS OBAT • MENINGKATKAN ESTETIKA SEDIAAN YANG DILAPIS • BERSIFAT INERT
  • 53. MACAM POLIMER : 1. POLIMER GASTRO SOLUBEL, misal : hidroksipropil metil selulose (HPMC). - MERUPAKAN POLIMER YANG LARUT DALAM AIR, CAIRAN LAMBUNG DAN SOLVEN ORGANIK - DALAM FUNGSINYA SEBAGAI PENYALUT, MENUNJUKKAN SIFAT MEKANIK YANG CUKUP BAIK - MENGANDUNG 28-30% GUGUSAN METIL DAN 7-12% GUGUSAN HIDROKSI PROPIL - DALAM PERDAGANGAN DIKENAL DENGAN : methosel E5, E15 , pharmacoat 603, 606, 615
  • 54. CONTOH LAIN : EUDRAGIT E - MERUPAKAN KOPOLIMER METAKRILAT - RESISTEN TERHADAP AIR LIUR - BIASANYA DIGUNAKAN PADA KONSENTRASI 3 – 6% - DALAM PELARUT ORGANIK TIDAK MEMERLUKAN PLASTISAISER, TETAPI DIGUNAKAN PENAMBAHAN 3,5% TALK DAN 1% MAGNESIUM STEARAT
  • 55. POLIMER GASTRO RESISTEN Misalnya : - celulosa asetat phtalat (CAP), - hidroksipropil metilselulosa phtalat (HPMCP) - eudragit L dan S POLIMER YANG TIDAK LARUT Misalnya : - etil selulosa - eudragit RL dan RS