Your SlideShare is downloading. ×
PENGARUH FAKTOR EKSTERNAL      JENIS AIR DAN MASSA TANAHTERHADAP PERTUMBUHAN KACANG PANJANG                       BIOLOGI ...
PENGANTAR      Puji syukur peneliti haturkan kepada Tuhan yang Maha Esa karena berkat rahmat dankarunia-Nya peneliti dapat...
DAFTAR ISIPENGANTAR .........................................................................................................
BAB I                              PENDAHULUAN1. Latar Belakang Masalah        Makhluk hidup terbagi menjadi tiga, yaitu m...
Penjabaran latar belakang singkat di atas mendasari keputusan peneliti untuk   mengadakan penelitian faktor eksternal deng...
BAB II                            KAJIAN PUSTAKA1. Kajian Teori   1. Pertumbuhan          Pertumbuhan merupakan masalah pe...
dekat kolenkima (http://jadibrilian.blogspot.com/2012/04/pertumbuhan-sekunder.html,diunduh pada 1 Agustus 2012).2. Faktor ...
pengendali patogen penyebab penyakit karat serta pemicu pertumbuhan tanaman.Selain itu, Yayu juga mengatakan, “Air cucian ...
bakteri oleh akar dan bila kekurangan, dapat menyebabkan terhambatnya           pembungaan.       3. Fosfor (P), unsur yan...
4. Seng (Zn), berperan dalam metabolism karbohidrat. Apabila tinggi           konsentrasinya, dapat menjadi racun bagi tan...
7. Spesies           : Vigna sinensis            Dalam penanamannya, kacang panjang idealnya di tanam di tempat terbuka   ...
BAB III                       METODELOGI PENELITIAN1. Objek, Populasi, dan Sampel          Objek yang digunakan meliputi b...
2. pemakaian air teh sebanyak 100 mL dengan massa tanah 0,25 kg; 0,5 kg; dan              1 kg, dan           3. pemakaian...
6. Keenam, siram pot tiap hari saat pagi dan sore dengan menggunakan air beras,  air teh, dan air berelektrolit (Pocari Sw...
BAB IV            HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN   1. Tabel Hasil Pengamatan                Jenis Air          Air Teh   ...
3.          0,25 kg         8       6,5      0     14        9,5       1      2      8      0Tabel 1.4. Pengamatan pertumb...
Jenis Air        Air Teh               Air Beras         Pocari Sweat No.       Massa Tanah                (cm)           ...
Jenis Air            Air Teh                     Air Beras                Pocari Sweat No.              Massa Tanah       ...
Pertumbuhan Kacang Panjang                               di Massa Tanah 0,5 kg                                           H...
Pertumbuhan Kacang Panjang                         dengan Jenis Air Teh                                Hari            0  ...
Pertumbuhan Kacang Panjang                         dengan Jenis Air Pocari Sweat                                          ...
berelektrolit akan lebih cepat tumbuh di massa tanah 0,25 kg. Hal ini disebabkan olehdibandingkan dengan massa tanah yang ...
BAB VI                                   PENUTUP1. Simpulan           Dari penelitian pengaruh faktor eksternal jenis air ...
DAFTAR PUSTAKAAnggraeni,    Anisa.     2011.     “Kandungan       Air     Teh”.     http://anisa-    anggraeni.blogspot.co...
2000. “Pertumbuhan pada Tumbuhan”. http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/     Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0054%...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Pengaruh Faktor Eksternal Jenis Air dan Massa Tanah terhadap Pertumbuhan Kacang Panjang

12,667

Published on

Pengaruh Faktor Eksternal Jenis Air dan Massa Tanah terhadap Pertumbuhan Kacang Panjang

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
12,667
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
135
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Pengaruh Faktor Eksternal Jenis Air dan Massa Tanah terhadap Pertumbuhan Kacang Panjang"

  1. 1. PENGARUH FAKTOR EKSTERNAL JENIS AIR DAN MASSA TANAHTERHADAP PERTUMBUHAN KACANG PANJANG BIOLOGI Kelas XII IPA 7 Disusun oleh 1. Harris Junianto (16) 2. Inez Nata Prawira (17) 3. Kevin Chandra Jaya (19) 4. Natassa Orlanda T. (23) 5. Vanny Andriani (32) 6. Veronita (34) 7. Victor (35) SMA XAVERIUS 1 PALEMBANG YAYASAN XAVERIUS PALEMBANG PALEMBANG 2012
  2. 2. PENGANTAR Puji syukur peneliti haturkan kepada Tuhan yang Maha Esa karena berkat rahmat dankarunia-Nya peneliti dapat menyelesaikan karya ilmiah ini dengan baik. Peneliti jugamengucapkan banyak terimakasih kepada Ibu Anna Surachmie, karena telah membimbingpeneliti hingga selesainya karya ilmiah ini. Peneliti juga mengucapkan terimakasih kepada timkerja, orangtua, dan teman-teman yang telah mendukung peneliti dalam penulisan karyailmiah ini. Dalam karya ilmiah sederhana ini, peneliti menganalisis bagaimana pengaruh faktoreksternal jenis air dan massa tanah terhadap petumbuhan kacang panjang. Demi mendukungkarya ilmiah penelitian ini, peneliti juga mengikutsertakan foto tanaman pada hari pertama,ketujuh, dan keempatbelas pada lampiran. Juga dilampirkan beberapa tabel dan grafik demimendukung hasil penelitian yang ada. Hal ini dilakukan karena peneliti tertarik dengan topiktersebut. Dengan adanya karya ilmiah ini, peneliti berharap agar karya ilmiah ini bermanfaat bagipara pembaca agar dapat menjadi bahan referensi, memperluas pengetahuan, dan menambahinformasi serta bagi peneliti sendiri agar dapat mengembangkan kemampuan menulis denganbaik dan menjawab rasa ingin tahu peneliti atas topik. Demi terwujudnya karya ilmiah yanglebih baik di masa mendatang, peneliti sangat mengharapkan kritik dan saran dari parapembaca. Peneliti mohon maaf apabila ada kesalahan. Sekian. Palembang, 28 Agustus 2012 Tim Peneliti
  3. 3. DAFTAR ISIPENGANTAR ..................................................................................................................... iDAFTAR ISI ....................................................................................................................... iiDAFTAR GRAFIK, TABEL, DAN FOTO ........................................................................ iiiBAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 1BAB II KAJIAN TEORI ..................................................................................................... 3BAB III METODELOGI PENELITIAN ............................................................................ 9BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN ................................................ 12BAB V PENUTUP .............................................................................................................. 20BAB VI LAMPIRAN .......................................................................................................... 21DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................... 23
  4. 4. BAB I PENDAHULUAN1. Latar Belakang Masalah Makhluk hidup terbagi menjadi tiga, yaitu manusia, hewan, dan tumbuhan. Tumbuhan merupakan organisme yang selalu berada pada urutan rantai makanan karena sifatnya yang autotrof atau dapat membuat makanan bagi dirinya sendiri. Salah satu ciri tumbuhan adalah mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan merupakan proses pertambahan ukuran sel atau organisme yang sifatnya kuantitatif atau terukur. Sedangkan perkembangan dapat didefinisikan sebagai proses mendewasanya suatu organisme yang berlangsung secara kualitatif (http://kambing.ui.ac.id/bebas/ v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/ 0054%20Bio%202-3a.htm, diunduh pada 31 Juli 2012). Untuk mendukung tumbuh kembang tumbuhan, terdapat dua faktor yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Beberapa faktor eksternal antara lain nutrisi, air, cahaya, kelembaban, suhu, mikroorganisme, gulma, dan lainnya. Sedangkan faktor internal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman adalah faktor genetik dan hormon yang bekerja (http://yulisubakti.blogspot.com /2012/05/faktor- faktor-yang-mempengaruhi.html, diunduh pada 31 Juli 2012). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan air dan tanah sebagai variabel bebas yang nantinya akan memperngaruhi pertumbuhan tanaman. Air memiliki bermacam – macam jenis, seperti air kolam, air teh, air gula, air garam, air beras, dan air berelektrolit. Air berfungsi sebagai pelaksana fungsi dalam proses difusi, osmosis, dan reaksi biokimia lainnya. Sehingga untuk melangsungkan fotosintesis, air sangat diperlukan. Sama halnya dengan air, tanah juga bermacam – macam, mulai dari jenis, massa, hingga tekstur tanah. Massa tanah diketahui dapat menggambarkan tekstur, struktur, lapisan pada tanah, dan pengaruh sifat fisik tanah tersebut terhadap pertumbuhan tanaman (http://zulkifli-2405.blogspot.com/2012/01 /laporan-bulk- density.html, diunduh pada 31 Juli 2012).
  5. 5. Penjabaran latar belakang singkat di atas mendasari keputusan peneliti untuk mengadakan penelitian faktor eksternal dengan variabel bebas jenis air yang digunakan yaitu air beras, air teh, dan air berelektrolit (Pocari Sweat) dan massa tanah yang diaplikasikan pada objek yaitu kacang panjang. Oleh karena itu, peneliti mengangkat judul “Pengaruh Faktor Eksternal Jenis Air dan Massa Tanah terhadap Pertumbuhan Kacang Panjang”. Hal ini bertujuan membahas lebih lanjut pengaruh faktor eksternal berupa jenis air dan massa tanah yang digunakan terhadap pertumbuhan kacang panjang.2. Tujuan Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh faktor – faktor eksternal berupa jenis air dan massa tanah terhadap pertumbuhan kacang panjang.3. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut “Bagaimana pengaruh faktor eksternal jenis air dan massa tanah terhadap pertumbuhan kacang panjang?”
  6. 6. BAB II KAJIAN PUSTAKA1. Kajian Teori 1. Pertumbuhan Pertumbuhan merupakan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel organ maupun individu dan bersifat kualitatif. Sifat kualitatif dari pertumbuhan dapat ditandai dengan dapat diukurnya berat, panjang, umur, dan keseimbangan metabolisme. Untuk mengukur pertumbuhan tanaman, dapat digunkan auksanometer (Soetjiningsih dikutip http://creasoft.files.wordpress.com/ 2008/04/kep_tumbang.pdf, diunduh pada 1 Agustus 2012). Pertumbuhan tanaman dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan primer merupan pertumbuhan di mana tanaman akan memanjang di ujung akar maupun di ujung batangnya. Menurut http://fandy-irfan99.blogspot.com/2012/06/pengertian-pertumbuhan-dan- perkembangan.html (diunduh pada 1 Agustus 2012) terdapat tiga macam pertumbuhan primer berdasarkan letaknya 1. daerah pembelahan sel, terdapat pada bagian ujung akar dan aktif membelah karena bersifat meristematik, 2. daerah perpanjangan sel, terdapat di belakang daerah pembelahan dan sel – selnya berkemampuan untuk membesar dan memanjang, 3. daerah diferensiasi sel, terdapat sel – sel yang mampu berdiferensiasi untuk mencapai fungsi dan struktur khusus. Selain pertumbuhan primer, juga terdaoa pertumbuhan sekunder yang merupakan pertumbuhan akitivitas sel meristem sekunder seperti kambium. Adanya aktivitas kambium ini mengakibatkan menambahnya diameter batang. Terdapat dua macam kambium, yaitu kambium vaskuler dan kambium gabus. Kambium vaskuler terletak di antara xylem dan floem sehingga sel kambium akan membelah ke arah dalam membentuk xylem sekunder dan ke arah luar membentuk dloem sekunder. Sedangkan kambium gabus merupakan sel meristem yang terletak di bawah epidermis
  7. 7. dekat kolenkima (http://jadibrilian.blogspot.com/2012/04/pertumbuhan-sekunder.html,diunduh pada 1 Agustus 2012).2. Faktor Eksternal pada Tumbuhan Faktor eksternal pada tumbuhan sangat berkaitan erat dengan tumbuh kembangsuatu tanaman. Terdapat beberapa macam faktor eksternal, antara lain suhu, cahayamatahari, air, pH, dan nutrisi makro maupun mikro. Air campuran (larutan) seperti airgaram, air gula, air kolam, air teh, dan air elektrolit juga berkemungkinan untukmempengaruhi pertumbuhan tanaman. Menurut http://daunmudha.blogspot.com/2010/02/peranan-air-bagi-tanaman.html (diunduh pada 1 Agustus 2012) bagitanaman air memiliki banyak fungsi seperti 1. penyusun utama tubuh tanaman, 2. pengaktif enzim, 3. pereaksi dalam system hidrolisis pada tanaman, 4. sumber hydrogen dalam fotosintesis, 5. penghasil oksigen dalam fotosintesis, 6. pengatur keluar masuknya zat terlarut dari dan ke sel, dan 7. pendukung tegaknya tanaman, dan pemertahan suhu tanaman. Tiga dari bermacam jenis air yang digunakan dalam penelitian ini adalah airteh, air garam, dan air berelektrolit (Pocari Sweat). Air teh memiliki kandungan kalori,lemak, air, protein, vitamin A, vitamin B, vitamin C, fosfor, besi, tembaga, karbonorganik, magnesium, kalium, kalsium, polyphenol, methylxanthines, asam amino,tannin acid, mangan, dan kafein. Bagi tanaman, air teh dengan kandungan nutrisiseperti di atas dapat memperbaiki kesuburan tanah dan merangsang pertumbuhan akar,batang, dan daun serta bersifat toksik serangga (http://anisa-anggraeni.blogspot.com/2011/08/kandungan-air-teh-basi.html, diuduh pada 1 Agustus2012). Sehingga dapat disimpulkan air teh baik bagi pertumbuhan tanaman. Yayu Siti Nurhasanah dikutip http://kampus.okezone.com/read/2011/10/18/372/517127/air-cucian-beras-bisa-suburkan-tanaman (diunduh pada 1 Agustus2012) mengatakan bahwa air cucian beras dapat dijadikan media alternatif pembawabakteri Pseudomonas fluorescens. Pseudomonas fluorescens merupakan mikroba
  8. 8. pengendali patogen penyebab penyakit karat serta pemicu pertumbuhan tanaman.Selain itu, Yayu juga mengatakan, “Air cucian beras memiliki kandungan nutrisi yangmelimpah di antaranya karbohidrat berupa pati sebesar 85 – 90 persen, protein glutein,selulosa, hemiselulosa, gula, dan vitamin yang tinggi,”. Dengan adanya mikroba dankandungan nutrisi baik dalam air beras, maka dapat disimpulkan bahwa air berasberkemungkinan menjadi salah satu faktor eksternal yang baik bagi pertumbuhantanaman. Selain air teh dan air beras, air berelektrolit seperti Pocari Sweat juga memilikikandungan baik seperti natrium, kalsium, kalium, magnesium, klorida, ion HCO3-, ionHPO42-, sitrat3-, dan laktat-. Bagi tubuh manusia, cairan elektrolit ini berfungsi sebagaipentransport sari makanan dan oksigen ke seluruh tubuh, pengatur suhu tubuh, danpenjaga kelembaban kulit (http://bugiscamp. wordpress.com/2008/05/16/pocari-sweat-pengganti-ion-tubuh/, diunduh pada 1 Agustus 2012). Berdasarkan teori di atas,peneliti ingin mengaplikasikannya pada tanaman yang berkemungkinan dapatmeningkatkan laju pertumbuhan tanaman. Faktor eksternal kedua pada penelitian ini adalah massa tanah yang digunakan.Tanah secara kimiawi mengandung berbagai macam unsur esensial seperti potassium,kalium, kalsium, magnesium, sulfur, tembaga, seng, besi, mangan, dan klorida.Sedangkan secara biologi, tanah mengandung zat aditif pemacu tumbuh tanaman(http://www.anakunhas.com/2011/02/defenisi-profil-dan-fungsi-tanah.html, diunduhpada 1 Agustus 2012). Terdapat dua macam kandungan yang dimiliki oleh tanah, yaitu unsur makrodan unsur mikro. Unsur makro tanah merupakan unsur yang diambil dari tanamandengan jumlah yang relative besar. Menurut http://abdulsyahid-forum.blogspot.com/2009/ 03/mineral-yang-dibutuhkan-tanaman.html (diunduh 24Agustus 2012), berikut penjabarannya 1. Karbon (C), Hidrogen (H), dan Oksigen (O), sebagai penyusun komponen organik tanaman dan diambil dalam bentuk CO2, H+ dan OH-, dan O2. 2. Nitrogen (N), merupakan unsur yang diperlukan untuk sintesis asam amino, enzim, vitamin. Unsur ini diambil dari alam melalui proses fiksasi
  9. 9. bakteri oleh akar dan bila kekurangan, dapat menyebabkan terhambatnya pembungaan. 3. Fosfor (P), unsur yang paling banyak terdapat pada jaringan meristematik dan buah tanaman. Unsur ini sangat penting dalam reaksi metabolism tumbuhan dan menyusun 0,2 hingga 0,8 persen total massa tanaman. Fosfor diambil dari alam dalam bentuk H2PO4- dan HPO42-. 4. Sulfur (S), merupakan unsur yang diperlukan sebagai bahan produksi sekunder. Biasanya diambil dari alam dalam bentuk SO42-. 5. Kalsium (Ca), diserap tanaman dari tanah dalam bentuk ion Ca2+. Unsur ini berperan sebagai elemen penyusun dinding sel dan pengatur aliran ion di akar. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan akar tanaman cepat rusak. 6. Kalium (K), merupakan aktivator beberapa ensim dan digunakan dalam proses fotosintesis (pembuka dan penutup stomata). 7. Magnesium (Mg), dalam tanah terbentuk dalam larutan silikat dan karbonat. Magnesium berperan penting dalam pengaturan metabolism karbohidrat dan lipid, pengaktivator beberapa enzim, dan sebagai penyusun klorofil. Selain unsur makro, tanah juga mengandung unsur mikro yang tak kalah pentingperannya. Berikut penjabarannya menurut http://abdulsyahid-forum.blogspot.com/2009/ 03/mineral-yang-dibutuhkan-tanaman.html (diunduh 24Agustus 2012) 1. Besi (Fe), terdapat dalam tanah dalam bentuk oksida. Besi diperlukan untuk sintesis klorofil dan sebagai pengaktivator enzim nitrat reduktase. 2. Mangan (Mn), berperan sebagai aktivator enzim respirasi dan digunakan dalam sintesis klorofil. Biasanya diserap tanaman dalam bentuk Mn2+. 3. Tembaga (Cu), merupakan unsur yang akan meracuni tanaman bila terkandung dalam konsentrasi tinggi. Berperan dalam transpor elektron pada reaksi fotosintesis. Biasanya terdapat dalam tanah dalam bentuk Cu2+ dan Cu3+.
  10. 10. 4. Seng (Zn), berperan dalam metabolism karbohidrat. Apabila tinggi konsentrasinya, dapat menjadi racun bagi tanaman itu. Biasanya diserap dari tanah dalam bentuk Zn2+. 5. Molybdenum (Mo), merupakan aktivator enzim nitrit reduktase pada proses fiksasi nitrogen oleh akar tanaman. Selain itu juga digunakan dalam sintesis asam askorbat dan biasanya ditemukan dalam tanah dalam bentuk H2MoO4, HMoO42-, dan MoO42-. 6. Boron (B), berperan sebagai fasilitator translokasi gula dalam tanaman. Sehingga Boron digunakan dalam pembungaan, pembentukan buah, dan fotosintesis. Diserap dari tanah dalam bentuk HBO42-, H2BO3-, dan BO3-. 7. Klorin (Cl), diperlukan dalam fotolisis air dalam proses fotosintesis. Biasanya ditemukan dalam tanah dengan bentuk Cl-. Berdasarkan informasi tersebut, peneliti ingin mencoba menghubungkan massatanah dengan laju pertumbuhan tanaman.3. Kacang Panjang Tanaman bernama Latin Vigna sinensis ini memiliki banyak kandungan sehatdidalamnya. Terdapat protein yang menjadi sumber protein nabati, vitamin Bkompleks sebagai pemroduksi energi, dan berbagai mineral seperti magnesium,mangan, fosfor, besi, tembaga, potassium, seng, kalsium, kalium, selenium, dan seratyang membatu memetabolisme lemak (http://duniafitnes.com/ nutrition/kacang-panjang-si-hijau-panjang-yang-kaya-nutrisi.html, diunduh pada 1 Agustus 2012).Menurut http://dimasadityaperdana.blogspot.com/2009/04/budidaya-kacang-panjang.html (diunduh pada 1 Agustus 2012) Klasifikasi botani kacang panjang adalahsebagai berikut 1. Divisi : Spermathophyta 2. Sub Divisi : Agiospermae 3. Kelas : Dycotyledoneae 4. Ordo : Leguminales 5. Famili : Papiolinaceae 6. Genus : Vigna
  11. 11. 7. Spesies : Vigna sinensis Dalam penanamannya, kacang panjang idealnya di tanam di tempat terbuka sehingga mendapat sinar matahari penuh. Jenis tanah yang paling baik untuk menanam kacang panjang adalah tanah lempung berpasir, subur, dan gembur. Sedangkan ketinggian tanah yang paling baik untuk menanam tanaman ini adalah di datar rendah dengan ketinggian optimum kurang dari 800 meter dpl (http://dimasadityaperdana.blogspot.com/2009/04/budidaya-kacang-panjang.html, diunduh pada 1 Agustus 2012).2. Hipotesis Dari penelitian pengaruh faktor eksternal jenis air dan massa tanah terhadap pertumbuhan kacang panjang, diketahui bahwa pemakaian air beras dengan massa tanah 1 kg dapat mempercepat pertumbuhan kacang panjang.
  12. 12. BAB III METODELOGI PENELITIAN1. Objek, Populasi, dan Sampel Objek yang digunakan meliputi bibit kacang panjang dengan populasi yang meliputi meliputi 27 bibit kacang panjang. Penelitian ini bersampelkan 9 tanaman kacang panjang dengan variabel bebas yang berbeda (masing – masing variabel bebas dilakukan tiga kali).2. Lokasi Penelitian Penelitian diadakan di Jl. K. S. Tubun No. 1088 Palembang.3. Waktu Penelitian Tanggal : 02 Agustus 2012 hingga 16 Agustus 20124. Deskripsi Variabel Penelitian Pada penelitian tersebut digunakan dua macam variabel bebas yang meliputi jenis air dan massa tanah. Jenis air yang digunakan adalah air teh, air beras, dan air berelektrolit (Pocari Sweat) dengan masing – masing pot diberi 100 mL (khusus air berelektrolit, digunakan 100 mL air yang dicampur 7,5 mL ekstrak Pocari Sweat). Sedangkan massa tanah yang digunakan pada penelitian ini adalah 0,25 kg; 0,5 kg; dan 1 kg pada tiga pot yang berbeda. Tiap jenis variabelnya dilakukan sebanyak tiga kali sehingga mendapatkan populasi sebanyak 27 pot.5. Unit Perlakuan Dalam penelitian ini terdapat sembilan jenis unit perlakuan dengan tiga kali pengulangan pada tiap unitnya. Berikut penjabarannya 1. pemakaian air beras sebanyak 100 mL dengan massa tanah 0,25 kg; 0,5 kg; dan 1 kg,
  13. 13. 2. pemakaian air teh sebanyak 100 mL dengan massa tanah 0,25 kg; 0,5 kg; dan 1 kg, dan 3. pemakaian air berelektrolit sebanyak 107,5 mL (dengan pemakaian air 100 mL dan 7,5 mL ekstrak Pocari Sweat) dengan massa tanah 0,25 kg; 0,5 kg; dan 1 kg.6. Alat dan Bahan Alat: 1. Sekop kecil 2. Gelas pengukur 3. Penggaris 4. Alat tulis 5. Timbangan 6. Botol air minum kemasan 1,5 L Bahan: 1. Bibit kacang panjang 2. Tanah humus 3. Air beras 4. Air teh 5. Air berelektrolit (Pocari Sweat)7. Cara Kerja 1. Pertama – tama, pilih bibit kacang panjang yang berpenampilan kusam, tidak rusak atau cacat. 2. Kedua, potong botol bekas air minum kemasan bervolume 1,5 L pada leher botol. 3. Ketiga, timbang dan masukkan tanah humus hingga bermassa 0,25 kg untuk 9 pot, 0,5 kg untuk 9 pot, dan 1 kg untuk 9 pot. 4. Keempat, siram air sedikit pada tanah agar tanah tidak terlalu kering. 5. Kelima, lubangi tanah sedalam ibu jari pada tanah. Lalu tanam satu bibit kacang panjang didalamnya dan tutup kembali lubang tersebut.
  14. 14. 6. Keenam, siram pot tiap hari saat pagi dan sore dengan menggunakan air beras, air teh, dan air berelektrolit (Pocari Sweat).7. Ketujuh, catat pertumbuhan yang dialami tanaman selama 14 hari pada tabel pengamatan.
  15. 15. BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN 1. Tabel Hasil Pengamatan Jenis Air Air Teh Air Beras Pocari Sweat No. Massa Tanah (cm) (cm) (cm) 1. 1 kg 1,7 1,2 1,8 0 2,9 0 0,2 0 0 2. 0,5 kg 0 2,8 3,7 3,6 0 3,1 0 0 2,1 3. 0,25 kg 2,7 1,8 0 4,1 2,8 0 0,6 1,9 0Tabel 1.1. Pengamatan pertumbuhan kacang panjang 3 Agustus 2012 Jenis Air Air Teh Air Beras Pocari Sweat No. Massa Tanah (cm) (cm) (cm) 1. 1 kg 3.2 2,2 3,4 0 5,2 0 0,8 0 0 2. 0,5 kg 0 4,1 6,3 5,1 0 6,4 0 0 3,8 3. 0,25 kg 4,8 3,1 0 8,9 5,3 0 1,1 4,2 0Tabel 1.2. Pengamatan pertumbuhan kacang panjang 4 Agustus 2012 Jenis Air Air Teh Air Beras Pocari Sweat No. Massa Tanah (cm) (cm) (cm) 1. 1 kg 5 2,8 4,5 0 7,5 0 1,2 0 0 2. 0,5 kg 0 5,8 7,9 7,8 0 9 0 0 5 3. 0,25 kg 6,1 5 0 11,7 7,8 0 1,7 6 0Tabel 1.3. Pengamatan pertumbuhan kacang panjang 5 Agustus 2012 Jenis Air Air Teh Air Beras Pocari Sweat No. Massa Tanah (cm) (cm) (cm) 1. 1 kg 7 3,5 6 1 10 0 1,5 0 0,5 2. 0,5 kg 0,5 7 9,5 11 1 12 0,5 0 6,5
  16. 16. 3. 0,25 kg 8 6,5 0 14 9,5 1 2 8 0Tabel 1.4. Pengamatan pertumbuhan kacang panjang 6 Agustus 2012 Jenis Air Air Teh Air Beras Pocari Sweat No. Massa Tanah (cm) (cm) (cm) 1. 1 kg 15 11 13,5 8,5 15 0 11 6 5 2. 0,5 kg 4 13 17 16 1 15,5 1 0 10,5 3. 0,25 kg 13 14 0,5 19 17 1 11 16 1Tabel 1.5. Pengamatan pertumbuhan kacang panjang 7 Agustus 2012 Jenis Air Air Teh Air Beras Pocari Sweat No. Massa Tanah (cm) (cm) (cm) 1. 1 kg 19 14 17 14,5 16,5 0 16 10 9 2. 0,5 kg 9,5 16 21 20 2 18 5 3 13 3. 0,25 kg 16,5 18 1 21,5 19 2 15 17 3Tabel 1.6. Pengamatan pertumbuhan kacang panjang 8 Agustus 2012 Jenis Air Air Teh Air Beras Pocari Sweat No. Massa Tanah (cm) (cm) (cm) 1. 1 kg 21 16 17,5 16 17 0 17 12 11,5 2. 0,5 kg 13 18 23 20 5,6 20 10 7 15 3. 0,25 kg 18 20 4 23 20 3 17 18 8Tabel 1.7. Pengamatan pertumbuhan kacang panjang 9 Agustus 2012 Jenis Air Air Teh Air Beras Pocari Sweat No. Massa Tanah (cm) (cm) (cm) 1. 1 kg 23 18 19 17,5 18,5 0 18,5 14 14,5 2. 0,5 kg 15 19 24 21,5 8 21 14 9 16 3. 0,25 kg 20 22 7 26 22 3 18 20 13Tabel 1.8. Pengamatan pertumbuhan kacang panjang 10 Agustus 2012
  17. 17. Jenis Air Air Teh Air Beras Pocari Sweat No. Massa Tanah (cm) (cm) (cm) 1. 1 kg 25 19 22 20 21 0 20 15 17 2. 0,5 kg 16 20 25 23 10 22 15 11 19 3. 0,25 kg 21 25 7 27 23 4 20 21 17Tabel 1.9. Pengamatan pertumbuhan kacang panjang 11 Agustus 2012 Jenis Air Air Teh Air Beras Pocari Sweat No. Massa Tanah (cm) (cm) (cm) 1. 1 kg 26 20 22 20 21 0 20 16 18 2. 0,5 kg 17 21 27 23 12 23 15 12 19 3. 0,25 kg 21 26 10 28 24 4 20 21 17Tabel 1.10. Pengamatan pertumbuhan kacang panjang 12 Agustus 2012 Jenis Air Air Teh Air Beras Pocari Sweat No. Massa Tanah (cm) (cm) (cm) 1. 1 kg 27 22 23 21.5 23 0 21 18 20 2. 0,5 kg 19 23 28 23 14 24 17 14 21 3. 0,25 kg 22 27 12 29 25 4 21 23 18Tabel 1.11. Pengamatan pertumbuhan kacang panjang 13 Agustus 2012 Jenis Air Air Teh Air Beras Pocari Sweat No. Massa Tanah (cm) (cm) (cm) 1. 1 kg 28 22 24 22 23 0 21 18 20 2. 0,5 kg 20 24 30 25 16 25 17 15 21 3. 0,25 kg 24 28 13 31 26 5 21 23 20Tabel 1.12. Pengamatan pertumbuhan kacang panjang 14 Agustus 2012
  18. 18. Jenis Air Air Teh Air Beras Pocari Sweat No. Massa Tanah (cm) (cm) (cm) 1. 1 kg 30 24 26 23 25 0 21 21 22 2. 0,5 kg 21 26 32 26 18 27 20 17 23 3. 0,25 kg 26 31 15 34 29 7 23 25 21Tabel 1.13. Pengamatan pertumbuhan kacang panjang 15 Agustus 2012 Jenis Air Air Teh Air Beras Pocari Sweat No. Massa Tanah (cm) (cm) (cm) 1. 1 kg 31 24,5 27 23,5 26 0 21,5 22 23 2. 0,5 kg 21 27 33 27 19 28 21 19 23,5 3. 0,25 kg 27 32 16 35 29,5 7 23 25,5 22Tabel 1.14. Pengamatan pertumbuhan kacang panjang 16 Agustus 2012 2. Grafik Hasil Pengamatan Pertumbuhan Kacang Panjang di Massa Tanah 1 kg Hari 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 30 29 28 14, 27.50 27 26 25 14, 24.75 24 23 22 14, 22.16 21 20 19 18 Panjang 17 16 15 14 13 12 11 10 9 8 7 Teh 6 5 4 Beras 3 2 Pocari Sweat 1 0
  19. 19. Pertumbuhan Kacang Panjang di Massa Tanah 0,5 kg Hari 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 30 29 28 27 14, 27.00 26 25 14, 24.67 24 23 22 21 14, 21.16 20 19 18Panjang 17 16 15 14 13 12 11 10 9 8 Teh 7 6 5 Beras 4 3 2 Pocari Sweat 1 0 Pertumbuhan Kacang Panjang di Massa Tanah 0.25 kg Hari 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 30 29 28 27 26 25 14, 25.00 24 14, 23.83 14, 23.50 23 22 21 20 19 18Panjang 17 16 15 14 13 12 11 10 9 8 7 Teh 6 5 4 Beras 3 2 Pocari Sweat 1 0
  20. 20. Pertumbuhan Kacang Panjang dengan Jenis Air Teh Hari 0 2 4 6 8 10 12 14 30 29 28 14, 27.50 27 14, 27.00 26 25 14, 25 24 23 22 21 20 19 18 17 16Hari 15 14 13 12 11 10 9 8 7 1 kg 6 5 4 0.5 kg 3 2 0.25 kg 1 0 Pertumbuhan Kacang Panjang dengan Jenis Air Beras Hari 0 2 4 6 8 10 12 14 30 29 28 27 26 25 14, 24.75 24.67 24 14, 23.83 23 22 21 20 19 18 17Hari 16 15 14 13 12 11 10 9 8 7 1 kg 6 5 4 0.5 kg 3 2 0.25 kg 1 0
  21. 21. Pertumbuhan Kacang Panjang dengan Jenis Air Pocari Sweat Hari 0 2 4 6 8 10 12 14 30 29 28 27 26 25 24 14, 23.50 23 22 14, 22.16 21 14, 21.16 20 19 18 17Hari 16 15 14 13 12 11 10 9 8 7 1 kg 6 5 4 0.5 kg 3 2 0.25 kg 1 03. Pembahasan Dari data grafik di atas, maka dapat disimpulkan bahwa berdasarkan massa tanahnya, tanaman kacang panjang akan lebih cepat tumbuh di massa 1 kg tanah (mayoritas). Sedangkan berdasarkan jenis air yang digunakan, tanaman kacang panjang akan lebih cepat tumbuh bila disiram dengan air teh. Berdasarkan jumlah tanah yang digunakan, massa tanah 1 kg lebih cocok digunakan bersamaan dengan air teh dan air beras. Hal ini dikarenakan kandungan zat aditif pemacu tumbuh tanaman yang relatif besar ditambah dengan nutrisi yang dikandung air teh dan air beras akan menjadi satu kesatuan yang pas sebagai pemasok nutrisi pertumbuhan tanaman tersebut. Akibatnya, penggunaan 1 kg tanah dengan penyiraman air teh dan air beras akan mempercepat laju tumbuh tanaman kacang panjang. Hal ini dibuktikan dengan dicapainya angka 27,5 cm pada penggunaan air teh dan 24,75 cm pada penggunaan air beras. Namun berbeda halnya dengan kacang panjang yang ditanam di tanah bermassa 1 kg dan disiram dengan air berelektrolit. Kacang panjang yang disiram dengan air
  22. 22. berelektrolit akan lebih cepat tumbuh di massa tanah 0,25 kg. Hal ini disebabkan olehdibandingkan dengan massa tanah yang lebih besar, tanah bermassa 0,25 kg akan lebihcepat meresap dan memeratakan nutrisi yang didapatnya dari air berelektrolit. Denganmeratanya nutrisi yang dikandung air berelektrolit seperti Natrium, Kalsium, Kalium,Magnesium, Klorin, dan air, maka pertumbuhan kacang panjang akan lebih cepat.Dengan begitu, zat aditif pemacu tumbuh tanaman yang relatif sedikit pada massatanah 0,25 kg akan dilengkapi dengan jumlah pas oleh kandungan dari air berelektrolit.Hal ini dibuktikan dengan dicapainya angka 22,16 cm untuk 1 kg tanah, 21,16 untuk0,5 kg tanah, dan 23,59 untuk 0,25 kg tanah. Sedangkan berdasarkan penggunaan jenis air untuk penyiraman, tanaman kacangpanjang akan lebih cepat tumbuh dengan menggunakan air teh. Hal ini dikarenakanbanyak kandungan air teh yang diperlukan oleh tanaman. Kandungan tersebut meliputiair, Fosfor, Besi, Tembaga, Karbon, Magnesium, Kalium, Kalsium, dan Mangan.Kayanya kandungan penting dalam air teh dapat melengkapi kekurangan nutrisi padatanah, sehingga tanaman kacang panjang akan lebih cepat tumbuh di berbagai massatanaman yang meliputi 1 kg, 0,5 kg, dan 0,25 kg. Alhasil, dicapailah angka tertinggipada 27,5 cm untuk 1 kg tanah, 27 cm untuk 0,5 kg tanah, dan 25 cm untuk 0,25 kgtanah. Dari penelitian ini, juga tidak menutupi berbagai kesalahan yang dilakukanselama prosedur penanaman. Terdapat berbagai kemungkinan kesalahan yang dapatmempengaruhi seperti tidak sama ratanya kualitas bibit yang ditanam tiap potnya, tidakakuratnya penimbangan massa tanah tiap potnya, dan tidak ketelitian dalampengukuran laju tumbuh tanaman kacang panjang. Maka dari pembahasan di atas,dapat diketahui bahwa hasil penelitian ini adalah hipotesis HO diterima atau gagal.
  23. 23. BAB VI PENUTUP1. Simpulan Dari penelitian pengaruh faktor eksternal jenis air dan massa tanah terhadap petumbuhan kacang panjang, maka dapat disimpulkan bahwa jenis air terbaik untuk penyiraman ialah air teh dengan massa tanah paling menunjang pertumbuhan tanaman adalah 1 kg. dengan demikian, maka hasil penelitian ini adalah gagal atau HO diterima.2. Saran Peneliti menyarankan kepada para pembaca untuk lebih memperhatikan jenis air apa yang digunakan dalam penyiraman tanaman. Juga bagi peneliti lain yang tetarik, peneliti menyarankan untuk meneliti topik ini lebih mendetail dan menjaga keakuratan dalam penimbangan dan pengukuran.
  24. 24. DAFTAR PUSTAKAAnggraeni, Anisa. 2011. “Kandungan Air Teh”. http://anisa- anggraeni.blogspot.com/2011/08/kandungan-air-teh-basi.html, diunduh pada 1 Agustus 2012Fandi. 2008. “POCARI SWEAT Pengganti Ion Tubuh”. http://bugiscamp.wordpress.com/2008/05/16/pocari-sweat-pengganti-ion-tubuh/, diunduh pada 1 Agustus 2012Fandy. 2012. “Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan”. http://fandy-irfan99.blogspot.com/2012/06/pengertian-pertumbuhan-dan- perkembangan.html, diunduh pada 1 Agustus 2012Jozkcam, Cahaya. 2010. “Peranan Air Bagi Tanaman”. http://daunmudha.blogspot.com/2010/02/peranan-air-bagi-tanaman.html, diunduh pada 1 Agustus 2012Madjid, Abdul. 2011. “Definisi, Profil, dan Fungsi Tanah”. http://www.anakunhas.com/2011/02/defenisi-profil-dan-fungsi-tanah.html, diunduh pada 1 Agustus 2012Perdana, Dimas Aditya. 2009. “Budidaya Kacang Panjang (Vigna spp.)”. http://dimasadityaperdana.blogspot.com/2009/04/budidaya-kacang-panjang.html, diunduh pada 1 Agustus 2012Puspitarini, Margaret. 2011. “Air Cucian Beras Bisa Suburkan Tanaman”. http://kampus.okezone.com/read/2011/10/18/372/517127/air-cucian-beras-bisa- suburkan-tanaman, diunduh pada 1 Agustus 2012Rheztuw, Zhul Khaka’. 2012. “Laporan Bulk Density”. http://zulkifli2405.blogspot.com/2012/01/laporan-bulk-density.html, diunduh pada 31 Juli 2012Santoso, Denny. 2012. “Kacang Panjang: Si Hijau Panjang yang Kaya Nutrisi”. http://duniafitnes.com/%20nutrition/kacang-panjang-si-hijau-panjang-yang-kaya- nutrisi.html, diunduh 1 Agustus 2012Subakti, Yuli. 2012. “Faktor – faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman”. http://yulisubakti.blogspot.com/2012/05/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html, diunduh pada 31 Juli 2012Syahid, Abdul. 2009. “Mineral yang Dibutuhkan Tanaman”. http://abdulsyahid- forum.blogspot.com/2009/03/mineral-yang-dibutuhkan-tanaman.html, diunduh pada 24 Agustus 2012Zaelani, Abdul Koid. 2012. “Pertumbuhan Sekunder”. http://jadibrilian. blogspot.com/2012/04/pertumbuhan-sekunder.html, diunduh pada 1 Agustus 2012
  25. 25. 2000. “Pertumbuhan pada Tumbuhan”. http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/ Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0054%20Bio%202-3a.htm, diunduh pada 31 Juli 2012tt. “Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan”. http://creasoft. files.wordpress .com/2008/04/kep_tumbang.pdf, diunduh pada 1 Agustus 2012

×