Metode ilmiah

20,378 views

Published on

  • Be the first to comment

Metode ilmiah

  1. 1. METODE ILMIAH Kecambah kacang hijau Yang disusun oleh : Farida Ayuni Kelas X TKJ IISMK Wikrama 1 Garut
  2. 2. KATA PENGANTARBerkat rahmat Allah SWT. Penyusunan Metode Ilmiah mengenai ‘ Kecambah Toge ‘ dapatdiselesaikan dengan baik. Makalah ini merupakan hasil yang diperoleh oleh pelajar dalammengikuti pembelajaran Ilmu pengetahuan dan lingkungan hidup dan dapat juga dijadikanpanduan dalam mengikuti pembelajaran Ilmu pengetahuan .Penyusunan makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak yang telah memberikanmasukan sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik. Ucapan terimakasihdiucapkan penyusun kepada para teman - teman kelompok yang telah memberikan kontribusidemi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami dalammengikuti pembelajaran Ilmu pengetahuan dan lingkungan hidup .
  3. 3. DAFTAR ISIJudul..................................................................................................................Kata Pengantar..................................................................................................Daftar Isi............................................................................................................BAB I PENDAHULUAN.......................................................................... A. Latar Belakang................................................................................ B. Rumusan Masalah........................................................................... C. Tujuan Penelitian............................................................................ D. Manfaat Penelitian.......................................................................... E. Hipotesis.........................................................................................BAB II TINJAUAN PUSTAKA................................................................. A. Pengertian Pertumbuhan dan Perkecambahan................................. B. Macam-macam Perkecambahan.................................................. C. Proses Perkecambahan............................................................... D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi..............................................BAB IV METODE dan BAHAN PENELITIAN.................................. ...... A. Metode............................................................................................... B. Alat dan Bahan.................................................................................. C. Prosedur.............................................................................................BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN.................................... A. Hasil Penelitian.................................................................................... B. Pembahasan.........................................................................................BAB V SIMPULAN DAN SARAN............................................................. A. Simpulan............................................................................................... B. Saran.....................................................................................................BAB VI PENUTUP..........................................................................................
  4. 4. BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Salah satu ciri makhluk hidup adalah mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Begitu juga dengan pertumbuhan kecambah kacang hijau juga mengalami hal tersebut. Pertumbuhan adalah peningkatan ukuran yang bersifat permanen (tetap) dan tidak dapat dibalik, sedangkangkan perkembangan adalah proses perubahan menuju dewasa. Biji kacang hijau dikatakan mengalami pertumbuhan dan perkembangan jika sudah mulai berkecambah. Banyak orang membuat kecambah kacang hijau dengan cara konvensional, padahal pertumbuhan kecambah kacang hijau akan cepat mengalami perkembangan dan pertumbuhan dengan rangsangan yang berasal dari lingkungan seperti cahaya matahari yang dapat mempengaruhi pertumbuhan kecambah kacang hijau. Dalam ekosistem terdapat dua macam komponen yang saling ketergantungan, yaitu komponenbiotik dan komponen abiotik . Komponen biotik terdiri dari tumbuhan, hewan, dan manusia.Sedangkan komponen abiotik antara lain: udara, gas, angin, cahaya, matahari, dan sebagainya.Antara komponen biotik dan abiotik saling mempengaruhi, misalnya, tumbuhan memerlukancahaya matahari untuk melakukan fotosintesis. Oleh karena itu, kami mengadakan penelitian untuk mengetahui apakah benar ada pengaruh cahaya matahari terhadap perkecambahankacang hijau.
  5. 5. B. Rumusan Masalah1. Apakah tanaman pada saat perkecambahan memerlukan cahaya matahari untuk pertumbuhannya?2. Apakah intensitas cahaya berpengaruh pada pertumbuhan kecambah?
  6. 6. C. Tujuan Penelitian1. Untuk mengetahui pengaruh cahaya matahri terhadap kecepatan pertumbuhan kecambah kacang hijau.2. Untuk mengetahui bagaimana cahaya matahari dapat mempengaruhi pertumbuhan kacang hijau.
  7. 7. D. Manfaat Penelitian1. Meningkatkan pengetahuan tambahan tentang pencahayaan yang baik untuk pertumbuhan kecambah kacang hijau.2. Dapat mengetahui apakah keadaan gelap atau minim cahaya berpengaruh buruk pada tumbuhan, atau sebaliknya.
  8. 8. E. Hipotesis1. Menurut dugaan kami bahwa cahaya matahari dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan kacang hijau karena tumbuhan mempunyai klorofil untuk berfotosintesis.2. Tumbuhan kacang hijau yang ditanam tanpa cahaya matahari hasilnya berbeda dengan tumbuhan kacang hijau yang ditanam dengan menggunakan cahaya matahari.
  9. 9. BAB II KAJIAN TEORIA. Pengertian Pertumbuhan dan Perkecambahan Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume yang irreversibel (tidak dapat kembali) karena adanya pembelahan mitosis atau pembesaran sel. Tumbuhan bertambah tinggi dan besar disebabkan oleh dua hal berikut :1. Pertambahan jumlah sel sebagai hasil pembelahan mitosis pada meristem di titik tumbuh primer dan sekunder.2. Pertambahan komponen-komponen seluler dan adanya diferensiasi sel Perkecambahan adalah munculnya platula (tanaman kecil dari dalam biji).
  10. 10. B. Macam-macam Perkecambahan Perkecambahan biji dapat dibedakan menjadi 2, yaitu : Epigeal Perkecambahan epigeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga atau hipokotil sehingga mengakibatkan daun lembaga dan kotiledon terangkat ke atas tanah, misalnya pada kacang hijau (Phaseoulus radiatus). Hipogeal Perkecambahan hipogeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang teratas (epikotil) sehingga daun lembaga ikut tertarik ke atas tanah, tetapi kotiledon tetap di bawah tanah. Misalnya pada biji kacang kapri (Pisum sativum) (Pratiwi. 2006)
  11. 11. Proses Perkecambahan Perkecambahan diawali dengan penyerapan hijau dari lingkungan sekitar biji, baiktanah, udara, maupun media lainnya. Perubahan yang teramati adalah membesarnya ukuranbiji yang disebut tahap imbibisi (berarti "minum"). Biji menyerap air dari lingkungansekelilingnya, baik dari tanah maupun udara (dalam bentuk embun atau uap air. Efek yangterjadi adalah membesarnya ukuran biji karenasel-sel embrio membesar) dan biji melunak.Proses ini murni fisik. Kehadiran air di dalam sel mengaktifkan sejumlah enzim perkecambahanawal. Fitohormon asam absisat menurun kadarnya, sementara giberelin meningkat.Berdasarkan kajian ekspresi gen padatumbuhan model Arabidopsis thaliana diketahui bahwapada perkecambahan lokus-lokus yang mengatur pemasakan embrio, seperti ABSCISIC ACIDINSENSITIVE 3 (ABI3), FUSCA 3 (FUS3), danLEAFY COTYLEDON 1 (LEC1) menurunperannya (downregulated) dan sebaliknya lokus-lokus yang mendorong perkecambahanmeningkat perannya (upregulated), seperti GIBBERELIC ACID1(GA1), GA2, GA3, GAI, ERA1, PKL, SPY, dan SLY. Diketahui pula bahwa dalam prosesperkecambahan yang normal sekelompok faktor transkripsi yang mengatur auksin (disebutAuxin Response Factors, ARFs) diredam oleh miRNA Perubahan pengendalian ini merangsang pembelahan sel di bagian yang aktifmelakukan mitosis, seperti di bagian ujung radikula. Akibatnya ukuran radikula makin besardan kulit atau cangkang biji terdesak dari dalam, yang pada akhirnya pecah. Pada tahap inidiperlukan prasyarat bahwa cangkang biji cukup lunak bagi embrio untuk dipecah.
  12. 12. Faktor-faktor yang Mempengaruhi1. Faktor Luar a. Air dan Mineral Þ berpengaruh pada pertumbuhan tajuk 2 akar. Diferensiasi salah satu unsur hara atau lebih akan menghambat atau menyebabkan pertumbuhan tak normal. b. Kelembaban. c. Suhu di antaranya mempengaruhi kerja enzim. Suhu ideal yang diperlukan untuk pertumbuhan yang paling baik adalah suhu optimum, yang berbeda untuk tiap jenis tumbuhan. d. Cahaya mempengaruhi fotosintesis. Secara umum merupakan faktor penghambat. Etiolasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat di tempat yang gelap Fotoperiodisme adalah respon tumbuhan terhadap intensitas cahaya dan panjang penyinaran. 2. Faktor Dalam A. Faktor hereditas. B. Hormon. a. Auksin adalah senyawa asam indol asetat (IAA) yang dihasilkan di ujung meristem apikal (ujung akar dan batang). F.W. Went (1928) pertama kali menemukan auksin pada ujung koleoptil kecambah gandum Avena sativa. - membantu perkecambahan - dominasi apical b. Giberelin Senyawa ini dihasilkan oleh jamur Giberella fujikuroi atau Fusarium moniliformae, ditemukan oleh F. Kurusawa. Fungsi giberelin : - pemanjangan tumbuhan - berperan dalam partenokarpi c. Sitokinin Pertama kali ditemukan pada tembakau. Hormon ini merangsang pembelahan sel. d. Gas etilen Banyak ditemukan pada buah yang sudah tua e. Asam absiat f. Florigen g. Kalin
  13. 13. Hormon pertumbuhan organ, terdiri dari : - Rhizokalin - Kaulokali - Filokalin - Antokalinh. Asam traumalin atau kambium luka Merangsang pembelahan sel di daerah luka sebagai mekanisme untuk menutupi luka
  14. 14. BAB III METODOLOGI PENELITIANB. Metode1. Metode Pengamatan (Observasi) Metode observasi adalah pengamatan secara langsung yang meliputi kegiatan pemuatan perhatianterhadap suatu objek dengan menggunkan seluruh alat indera.2. Metode Studi Pustaka Metode studi pustaka adalah metode yang menggunakan sumber-sumber pustaka, berupa buku, artikel yang lainnya yang berkatian dengan maslah yang dibahas.3. Metode Media Internet Penulis menggunakan dan memanfaatkan internet untuk membantu menyelesaikan laporan ini.
  15. 15. B. Alat dan Bahan 1. 2 buah pot yang diisi air dan kapas 2. Mistar dan alat tulis 3. Air 4. 10 biji kacang hijau C. Prosedur1. Tanamlah 5 biji kacang hijau dalam masing-masing pot. Berilah label pada ke dua pot tersebut, masing-masing pot diberi label pot 1-A dan pot 2-B2. Letakkan pot 1A di tempat terang dan pot 2B pada tempat gelap3. Jika biji telah tumbuh ukurlah panjang batang (tinggi kecambah) dari kedua tanaman di pot tersebut. Pengukuran dimulai dari permukaan kapas hingga ujung batang.4. Lakukan pengukuran tersebut setiap hari selama 7 hari.5. Tuliskan hasil pengamatan dalam tabel pengamatan.
  16. 16. BAB IV HASIL PENGAMATAN KECAMBAH Hari Perlakuan Pertumbuhan Kecambah (cm) 1 2 3 4 5I Gelap - 1 1.5 2.5 5 Terang - 0.2 1 1.5 3II Gelap - 0.8 2 3 4 Terang - 1 1.5 3 4.3III Gelap - 1.5 3 3.9 4.3 Terang - 0.6 1.1 1.6 2.7IV Gelap - 1 2.5 3.7 4.1 Terang - 0.9 1.4 2 3.1V Gelap - 1.3 1.7 4 4.5 Terang - 1.3 2 2.9 4VI Gelap - 0.9 1.5 2 5 Terang - 2 2.5 2.7 3.1VII Gelap - 1.9 2.3 3 5.8 Terang - 1 3 3.9 5
  17. 17. B. Pembahasan Berdasarkan pengamatan yang dilakukan telah menunjukkan bahwa terdapat perbedaanperkecambahan di tempat yang memiliki intensitas cahaya yang terang dan gelap. Hal inimenunjukkan bahwa gelap atau terangnya suatu tempat dapat mempengaruhi perkecambahankacang hijau. Bedasarkan tabel diatas tentang perkembangan biji kacang hijau, tampak bahwaperkembangan peling cepat adalah perkembangan kacang hijau pada tempat yang gelap. Padahari pertama pengamatan, dimasing-masing tempat menunjukkan bahwa biji kacang hijaubelum menunjukkan perkembangan sama sekali. Selainitu, pengaruh zat auksin yang terdapatpada pada tumbuhan sangat mempengaruhi perkecambahan pada biji kacang hijau. Zat auksinpada tumbuhan berfungsi untuk pertumbuhan bagi tanaman dan menjadi penghambatpertumbuhan tanaman jika terkena cahaya matahari. Sehingga dapat dikatakan bahwapertumbuhan tanaman di tempat gelap lebih panjang daripada ditempat terang karenazat auksin pada tempat gelap tidak terganggu fungsinya. Atau dapat dikatakan bahwa zatauksin tidak dapat bekerja secara maksimal jika terkena cahaya matahari, dan sebaliknya zatauksin dapat bekerja secara maksimal jika berada pada tempat yang cenderung lebih gelap. Cahaya yang ditanam di tempat gelap akan tumbuh lebih cepat/tinggi daripada yangditempat terang. Hal ini disebabkan karena pengaruh auksin (hormon tumbuhan yangmengatur pertumbuha sel di meristem ujung ) yang terdapat pada pucuk akan terurai jikaterkena cahaya matahari. Namun, tumbuhan di tempat gelap akan tampak kuning, pucat,kurus, daunnya tidak berkembang, dan lama-lama akan mati setelah cadangan makanannyahabis. Ini karena cahaya juga merangsang pembentukkan klorofil, tumbuhan di tempatgelap tidak dapat membuat klorofil dan akhirnya tidak dapat membuat makanannya sendiri(fotosintesis ).
  18. 18. BAB V Kesimpulan dan SaranA. Simpulan Simpulan dari pengamatan adalah :1. Perbedaan yang sangat mencolok pada tumbuhan di tempat gelap, daunnya berwarna kuning dan lebih cepat tinggi daripada tumbuhan di tempat terang. Sedangkan pada tumbuhan tempat terang tetap berwarna hijau.2. Cahaya yang dibutuhkan tidak selalu sama pada setiap tumbuhan, umumnya cahaya meninggi karena cahaya dapat menguraikan auksin (suatu hormon pertumbuhan)B. Saran Sebaiknya para petani jika ingin menanam tumbuhan kacang hijau memperhatikan hal-hal yang membuat tumbuhan itu tumbuh lebih cepat dan baik. Dan juga sedaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut untuk selain tumbuhan kacang hijau.
  19. 19. BAB VI PENUTUP Segala puji bagi Allah pemilik mata air cinta yang tiada pernah kering karena denganaliran kasih sayangnya penulis bisa menyelesaikan penelitian dengan kesabaran dankebahagiaan. Semoga dengan hasil penelitian ini bisa memberikan gambaran yang jelas dangamblang tentang Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Kecambah Tanaman KacangHijau. Dalam penyusunan laporan penelitian ini, penulis menyadari masih banyak kesalahandan kekurangan. Maka dari itu saran dan kritik yang membangun dari pembaca merupakanmodal utama kami untuk meraih tangga kesuksesan.Akhirnya tiada kata yang paling indah kecuali puji syukur alhamdulillah pada Allah SWT.

×