Makalah analisis soal

23,193 views
22,997 views

Published on

1 Comment
8 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
23,193
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
20
Actions
Shares
0
Downloads
864
Comments
1
Likes
8
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah analisis soal

  1. 1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sebagai calon pendidik, keterampilan yang harus kita kuasai adalah sistem penilaian hasil belajar peserta didik. Dalam penilaian proses dan hasil belajar siswa di sekolah, aspek-aspek yang berkenaan dengan pemilihan alat penilaian, penyusunan soal, pengolahan dan interpretasi data hasil penilaian, analisis butir soal untuk memperoleh kualitas soal yang memadai, serta pemanfaatan data hasil penilaian sangat berpengaruh terhadap kualitas lulusan. Evaluasi (Penilaian) sangat berguna untuk mempertinggi hasil pelajaran. Oleh sebab itu evaluasi (Penilaian) tak dapat di pisahkan dari belajar mengajar. Dalam pelaksanaannya ada evaluasi yang baik, ada pula evaluasi yang yang kurang baik. Hal ini bergantung pada pendidik yang melaksanakannya. Jika kita ingin menghendaki hasil evaluasi yang baik, maka kita harus tahu tentang unsur-unsur penting dalam situasi belajar mengajar. Evaluasi yang baik harus membantu anak mencapai tujuan sebagai inti proses belajar mengajar. Untuk mendapat hasil evaluasi yang baik, maka alat evaluasi yang di gunakan juga harus baik. Baik buruknya suatu tes atau alat evaluasi dapat di tinjau dari beberapa segi, yaitu: 1. Validitas, suatu alat pengukur di katakan valid apabila alat pengukur tersebut dapat mengukur apa yang hendak di ukur. 2. Reliabilitas, suatu tes dapat di katakan reliabel apabila tes tersebut menunjukkan hasil-hasil yang mantab (konsisten). 3. Tingkat kesukaran, soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah atau tidak terlalu sulit. 4. Daya pembeda, suatu tes harus dapat membedakan antara murid yang pandai dengan murid yang kurang pandai1 Evaluasi Pembelajaran
  2. 2. Melihat begitu pentingnya evaluasi dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar, maka seorang guru sebagai bagian dari pelaksana proses belajar mengajar di tuntut kemampuannya dalam melaksanakan evaluasi yang baik, dan secara otomatis dituntut untuk membuat tes atau alat evaluasi yang baik pula. 1.2 Rumusan masalah 1. Apa pengertian analisis butir soal? 2. Bagaimana membuat soal yang baik? 3. Bagaimana teknik mengalisis soal (daya pembeda dan tingkat kesukaran ? 1.3 Tujuan 1. Untuk mengetahui analisis butir soal 2. Untuk mengdeskripsikan cara membuat soal yang baik 3. Untuk mengetahui teknik analisis soal yang di dalamnya menghitung daya pembeda dan tingkat kesukaran soal?2 Evaluasi Pembelajaran
  3. 3. BAB II ISI A. Pengertian Analisis Tes Soal Evaluasi adalah segala upaya sistematis dan cermat untuk memahami kemampuan dan kemajuan siswa baik sebelum,selama, maupun setelah proses pembelajaran, melalui pengumpulan data, serta membandingkannya dengan norma atau criteria tertentu. Analisis dapat diartikan sebagai penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dsb.) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab musabab, duduk perkaranya, dsb). Sedangkan soal adalah instrument (alat) penilaian yang di gunakan untuk mengukur keberhasilan proses belajar mengajar dan kualitas hasil belajar siswa. Tes adalah kegiatan atau proses sistematis mengukur kemampuan/kondisi seseorang. Kegiatan tes { testing ) selalu menggunakan alat yang juga disebut tes ( test ). Dalam tulisan ini pengertian tes lebih mengacu kepada “alat” dari pada “kegiatan”. Oleh sebab itu tes diartikan: sejumlah pertanyaan yang oleh subyek dijawab benar atau salah, atau sejumlah tugas yang yang oleh subyek dilaksanakan dengan berhasil atau gagal, sehingga kemampuan subyek dapat dinyatakan dengan skor atau dinilai berdasarkan skala tertentu. Ada 2 macam tes, THB dan psikotes THB (tes hasil belajar) digunakan untuk mengetahui sejauh mana siswa menguasai bahan / keterampilan yang telah dipelajari di waktu yang lalu. Psikotes (tes psikologis) digunakan untuk mengetahui potensi individu yang dapat dikembangkan/diwujudkan pada masa yang akan datang. Khusus pada THB, ada dua bentuk soal yakni: tes bentuk uraian dan tes bentuk pilihan ganda ( dulu lebih dikenal dengan nama tes obyektif3 Evaluasi Pembelajaran
  4. 4. . Penggunaan nama tes obyektif kini diganti dengan nama „Tes Pilihan Ganda‟ Tes sebagai alat seleksi maupun evaluasi diharapkan menghasilkan nilai atau skor yang obyektif dan akurat. Bila tes yang digunakan dosen/guru kurang baik, maka nilai yang diperoleh siswa tidak obyektif dan berarti siswa diperlakukan tidak adil. Oleh sebab itu perlu diusahakan agar tes yang diberikan kepada siswa cukup baik dan bermutu dilihat dari berbagai segi. Kualitas tes mempengaruhi proses pembelajaran dan motivasi siswa dalam belajar. Sejak awal tes hendaknya disusun sesuai dengan prosedur dan prinsip penyusunan tes. Dan pada akhirnya, setelah digunakan, perlu diketahui apakah tes itu cukup obyektif dan efektif atau tergolong buruk. Tes yang baik mungkin dapat digunakan berulang-ulang dengan sedikit perubahan, Sebaliknya tes yang buruk hendaknya dibuang, bahkan kalau terlalu buruk sebaiknya tidak digunakan untuk member nilai kepada siswa (dibatalkan). Analisis tes adalah salah satu kegiatan dalam rangka mengkonstruksi tes untuk mendapatkan gambaran tentang mutu tes, baik mutu keseluruhan tes maupun mutu tiap buutir soal/tugas. Analisis dilakukan setelah tes disusun dan dicobakan kepada sejumlah subyek dan hasilnya menjadi umpan balik untuk perbaikan/peningkatan mutu tes bersangkutan. Oleh karena itu kegiatan analisis tes merupakan keharusan dalam keseluruhan proses mengkonstruksi tes. Analisis item soal merupakan suatu prosedur yang sistematis, yang akan memberikan informasi-informasi yang sangat khusus terhadap butir tes yang akan kita susun. Analisis item soal pada dasarnya bertujuan untuk mengetahui apakah setiap item soal benar-benar baik, sehingga diperlukan analisis terhadapnya. B. Soal yang baik Sebagai pendidik , kita dihadapkan pada persoalan bagaimana kita mengajar, bagaimana kita menguji dan bagaimana kita4 Evaluasi Pembelajaran
  5. 5. mengevaluasi/menilai kemampuan siswa. Namun ada satu hal lagi yang harus diingat, yaitu merenung. Dalam perenungan tersebut ada beberapa pertanyaan, misalnya:  Berapa banyak siswa yang lulus?  Soal nomor berapa yang semuanya dapat menjawab dengan benar?  Soal nomor berapa yang semuanya tidak dapat menjawab dengan benar?  Apakah dua hal diatas terjadi karena soal terlalu mudah atau soal terlalu sulit? Pertanyaan-pertanyaan tersebut berkaitan erat dengan aspek penilaian yang menjadi salah satu bagian penting dalam tugas keseharian seorang pengajar. Penilaian adalah memberikan nilai tentang kualitas sesuatu. Tidak hanya sekedar mencari jawaban terhadap pertanyaan tentang apa, tetapi lebih diarahkan pada menjawab pertanyaan tentang bagaimana atau seberapa jauh sesuatu proses atau hasil yang diperoleh seseorang atau suatu program. Dengan demikan penilaian juga diartikan sepadan dengan evaluasi. Penilaian hasil belajar baru dapat dilakukan dengan baik dan benar bia menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar yang menggunakan tes sebagai alat ukurnya. Tentu saja tes hanya merupakan salah satu alat yang dapat digunakan. Dapat saja informasi tentang hasil belajar itu diperoleh tanpa menggunakan tes sebagai instrumen ukurnya. Misalnya dapat digunakan alat ukur non tes, seperti observasi, skala rating, dan lain-lain. a. Perencanaan Tes Tes akan menjadi berarti apabila tes tersebut terdiri dari butir-butir soal yang menguji tujuan yang penting dan mewakili ranah pengetahuan, kemampuan, dan ketrampilan secara representatif. Oleh karenanya, perencanaan dalam pengujian memegang peranan yang penting. Tanpa perencanaan yang jelas dan dapat5 Evaluasi Pembelajaran
  6. 6. dipertanggungjawabkan tes tersebut dapat menjadi sia-sia, bahkan mungkin akan mengganggu proses pencapaian tujuan. Setidaknya ada 6 (enam) hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan tes: 1. Pengambilan sampel dan pemilihan butir soal Pemilihan butir soal dilakukan berdasarkan pentingnya konsep, generalisasi, dalil, atau teori yang diuji dalam hubungannya dengan perannya dalam bidang studi tersebut secara keseluruhan. Biasanya bidang studi dibagi menjadi beberapa pokok bahasan dan sub pokok bahasan. Tidak ada batasan jumlah butir soal untuk satu pokok bahasan/sub pokok bahasan, namun hendaknya jumlah butir soal sebanding dengan luas dan pentingnya pokok bahsan/sub pokok bahasan tersebut. 2. Tipe tes yang akan digunakan Ada 3 macam tes yang biasa digunakan, yaitu: (1) esei, (2) objektif, dan (3) problem matematik. Anggapan yang muncul terkait bahwa suatu tipe tes lebih baik daripada tipe tes lainnya dalam mengukur ranah kognitif tertentu adalah sutau kesalahpahaman. Soal esei yang baik akan dapat mengukur ranah kognitif yang manapun seperti yang dapat diukur oleh soal obyektif yang baik, demikian juga sebaliknya. Pemilihan tipe tes yang akan digunakan lebih banyak ditentukan oleh kemampuan dan waktu yang tersedia pada penyusun tes daripada kemampuan peserta tes atau aspek yang ingin diukur. 3. Aspek yang akan diuji Ada enam tingkatan kemampuan yang ingin diuji, yaitu pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi, atau yang lazim diberi simbol C1, C2, C3, C4, C5, dan C6. Mengingat bahwa hasil tes saat ini lebih berorientasi pada pengetahuan, pemahaman dan aplikasi, maka jumlah soal yang mewakili tiga level pertama diharapkan lebih banyak6 Evaluasi Pembelajaran
  7. 7. dibandingkan jumlah soal untuk tiga level berikutnya yang bersifat pengembangan lebih lanjut. 4. Format butir soal Ada berbagai format untuk tes objektif maupun esei. a. Tes objektif: (1) benar salah (true false), (2) menjodohkan (matching), dan (3) pilihan ganda (multiple choice) b. Tes esei: (1) pertanyaan uraian terbuka dan uraian tertutup, (2) jawaban singkat (short answer), dan (3) isian (completion/fill in) Perbedaan antara format butir soal tersebut tidak terletak pada efektivitasnya mengukur level kemampuan, tetapi lebih banyak pada aspek penerkaannya (dalam hal peserta tes kurang menguasai materi yang diteskan). 5. Jumlah butir soal Jumlah butir soal berhubungan dengan reliabilitas tes dan representasi isi bidang studi yang diteskan; semakin besar jumlah butir soal yang digunakan maka kemungkinan semakin tinggi reliabilitasnya. Dari segi jumlah, tes objektif memiliki kekuatan lebih dibanding tes esei karena waktu yang diperlukan untuk mengerjakan tes objektif lebih singkat sehingga memungkinkan jumlah butir soal yang lebih banyak. Jumlah butir soal harus direncanakan: (a) jumlah keseluruhan, (b) jumlah untuk setiap pokok bahasan/topik, (c) jumlah untuk setiap format, (d) jumlah untuk setiap kategori tingkat kesulitan, (e) jumlah untuk setiap aspek pada ranah kognitif. Pertimbangan lain dalam penetuan jumlah soal adalah waktu yang tersedia, biaya yang ada, kompleksitas yang dituntut dalam tes, serta waktu ujian diadakan. 6. Distribusi tingkat kesukaran butir soal Tes yang terbaik adalah tes yang mampu membedakan antara kelompok yang baik dan kelompok yang kurang belajar. Salah satunya diindikasikan dengan tingkat kesukaran di titik sekitar 0,50. Selain itu, tingkat kesukaran soal ditentukan oleh7 Evaluasi Pembelajaran
  8. 8. tujuan tes (untuk seleksi, diagnostik,formatif, sumatif). Perlu diperhatikan bahwa soal yang memiliki tingkat kesukaran rendah hendaknya diletakkan di awal tes, sedangkan soal dengan tingkat kesukaran tinggi pada akhir tes. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan notivasi agar peserta tes lebih terdorong untuk mengerjakan seluruh butir soal. b. Pengembangan Tes Objektif Soal objektif adalah butir soal yang telah mengandung kemungkinan jawaban yang harus dipilih atau dikerjakan oleh peserta tes. Peserta hanya tinggal memilih jawaban dari kemungkinan jawaban yang telah disediakan sehingga pemeriksaan dan penskoran jawaban dapat dilakukan secara objektif oleh pemeriksa. Pemeriksaan ini dapat dilakukan, baik oleh secara langsung oleh manusia maupun dengan memanfaatkan teknologi terbaru, yaitu mesin scanner. Secara umum, soal tes objektif dibedakan menjadi: 1. Tipe benar-salah (true false item) 2. Tipe menjodohkan (matching) 3. Tipe pilihan ganda (multiple choice)  Pilihan ganda biasa  Pilihan ganda analisis hubungan antar hal  Pilihan ganda analisis kasus  Pilihan ganda kompleks  Pilihan ganda yang menggunakan diagram, grafik, tabel dan gambar. c. Pengembangan Tes Pilihan Ganda (Multiple Choice Item) a) Pengertian Butir soal pilihan ganda adalah butir soal yang alternatif jawabannya lebih dari dua, biasanya berkisar antara 4 atau 5 alternatif jawaban. Ada dua bagian dalam tiap butir soal, yaitu bagian pernyataan/pertanyaan dan bagian pilihan/alternatif jawaban.8 Evaluasi Pembelajaran
  9. 9. b) Tes model ini cocok untuk : Level aplikasi, sintesis, analisis, dan evaluasi c) Jenis pertanyaan atau pernyataan :  Jawablah dengan benar  Lengkapilah kalimat  Pilihlah jawaban paling tepat d) Keunggulan  Dapat dikonstruksi dan digunakan untuk mengukur setiap level tujuan instruksional, mulai yang paling sederhana sampai paling kompleks.  Dapat menggunakan jumlah butir soal yang lebih banyak sehingga penarikan sampel pokok bahasan yang akan diujikan dapat lebih luas dan dapat mencakup hampir seluruh cakupan bidang studi.  Penskoran hasil kerja peserta tes dapat dilakukan secara objektif.  Tipe butir soal dapat dikonstruksi sehingga menuntut kemampuan peserta tes untuk membedakan berbagai tingkatan kebenaran secara sekaligus.  Jumlah opsi jawaban yang disediakan lebih dari dua (empat atau lima) sehingga mengurangi kesempatan bagi peserta tes untuk menebak.  Memungkinkan dilakukannya analisis butir soal secara baik dengan melakukan uji coba terlebih dahulu.  Tingkat kesukaran butir soal dapat dikendalikan dengan hanya mengubah tingkat homogenitas alternatif jawaban.9 Evaluasi Pembelajaran
  10. 10.  Informasi yang diberikan lebih bervariasi terutama bila butir soal memiliki homogenitas yang tinggi.  Lebih fleksibel digunakan untuk menilai hasil belajar: kemampuan, aplikasi, analisis, síntesis, dan evaluasi.  Siswa minimum menulis. e) Keterbatasan  Sulit mengkonstruk item tes yang baik.  Terdapat kecenderungan butir soal hanya menguji/mengukur aspek ingatan.  Sulit membuat pengecoh atau alternative jawaban yang baik.  Waktu lebih banyak dibutuhkan apabila opsi semakin banyak  Membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membuat soal pilihan ganda  Opsi yang ditampilkan secara otomatis dapat mengurangi jumlah soal yang dapat dibuat.  Semakin terbiasa seseorang dengan tes tipe pilihan ganda semakin besar kemungkinan ia akan memperoleh skor yang lebih baik. f) Tips menulis tes pilihan ganda  Setiap item memiliki satu aspek kemampuan yang akan diukur  Inti permasalahan harus dicantumkan dalam rumusan pokok soal.  Hindari pengulangan kata-kata yang sama dalam pilihan.  Hindari rumusan kata yang berlebihan10 Evaluasi Pembelajaran
  11. 11.  Jika pokok soal merupakan pernyataan yang belum lengkap, maka kata atau kata-kata yang melengkapi harus diletakkan pada ujung pernyataan, bukan di tengah-tengah kalimat.  Susunan alternatif jawaban dibuat teratur dan sederhana.  Hindari penggunaan kata-kata teknis atau ilmiah atau istilah yang aneh atau berlebihan.  Semua pilihan jawaban harus homogen dan dimungkinkan sebagai jawaban yang benar. Usahakan jawaban yang benar dan pengecoh dibuat mirip baik dari sisi gramatikal maupun konsep teorinya.  Hindari keadaan dimana jawaban yang benar selalu ditulis lebih panjang dari jawaban yang salah.  Hindari adanya petunjuk/indikator pada jawaban yang benar.  Hindari menggunakan pilihan yang berbunyi ”semua yang benar di atas benar” atau ”tidak satupun yang di atas benar”  Gunakan tiga atau lebih alternatif pilihan.  Pokok soal diusahakan tidak menggunakan ungkapan atau kata-kata yang bermakna tidak tentu.  Pokok soal sedapat mungkin dalam pernyataan atau pertanyaan positif. Jika terpaksa menggunakan pernyataan negatif, maka kata negatif tersebut sebaiknya digarisbawahi/ditulis tebal.  Hindari menggunakan pernyataan atau pertanyaan double negatives. Misalnya “tidak tidak setuju”  Tempatkan pilihan jawaban benar secara random. (hindari jawaban A yang biasanya lebih sering daripada jawaban lain)11 Evaluasi Pembelajaran
  12. 12.  Usahakan setiap item tes tidak saling tergantung atau berhubungan dengan item tes lain.  Buatlah setiap alternatif jawaban pada baris berbeda, dengan spasi atau gunakan huruf atau angka untuk memilah setiap alternatif jawaban.  Konsultasikan dengan pakar bahasa dan ilmu yang terkait untuk meyakinkan bahwa bahasa yang digunakan, soal, dan jawaban benar-benar meyakinkan. C. Teknik analisis soal Kegiatan analisis tes meliputi empat hal yakni : 1. Analisis validitas tes 2. Analisis reliabilitas tes 3. Analisis butir soal yang meliputi : a. Analisis daya pembeda tiap butir soal, b. Analisis tingkat kesukaran tiap butir soal , c. Analisis pengecoh (distraktor) pada setiap butir soal, d. Analisis homogenitas tiap butir soal. 1. Analisis Validitas tes Validitas tes adalah tingkat keabsahan atau ketepatan suatu tes. Tes yang valid ( absah = sah ) adalah tes benar-benar mengukur apa yang hendak diukur. Tes matematika kelas dua SMP, hendaknya benar- benar mengukur hasil belajar matematika siswa SMP kelas dua ; bukan siswa SMP kelas tiga atau siswa SD kelas enam. Dan bukan mengukur hasil belajar dalam bidang studi lainnya. Tes yang disusun untuk mengukur hasil belajar mata pelajaran kimia pada kelas tertentu, hendaknya tidak menyimpang sehingga mengukur hasil belajar matematika atau bahasa, atau kimia untuk kelas lainny. Dengan kata lain, validitas tes menunjukkan tingkat ketepatan tes dalam mengukur sasaran yang hendak diukur.12 Evaluasi Pembelajaran
  13. 13. Ada empat macam validitas tes hasil belajar, yakni: 1. Validitas permukaan ( face validity ) Tingkat validitas permukaan diketahui dengan melakukan analisis atau telaah rasional ( semata-mata berdasarkan pertimbangan logis, bukan pada hitungan angka-angka empirik. Analisis permukaan meliputi berbagai aspek berikut ini: a. Apakah bahasa dan susunan kalimat (redaksi ) tiap butir soal cukup jelas dan sesuai dengan kemampuan siswa? b. Apakah isi jawaban yang diminta tidak membingungkan? c. Apakah cara menjawab sudah dipahami siswa? d. Jangan sampai siswa tahu isi jawabannya tetapi tidak tahu bagaimana cara menjawab soal bersangkutan. e. Apakah tes itu telah disusun berdasar kaidah/prinsip penulisan butir soal? Tes yang tidak mengikuti kaidah penulisan butir soal akan tampak semerawut sehingga membingungkan. Setiap tes paling sedikit harus diperiksa melalui analisis permukaan. Walaupun analisis ini tergolong paling lemah, namun lebih baik daripada tidak ada analisis sama sekali. Tentu saja akan lebih baik bila suatu tes dianalisis lebih lanjut. 2. Validitas isi ( content validity ) Tingkat validitas isi juga diketahui dengan analisis rasional. Pada prinsipnya dilakukan pemeriksaan terhadap tiap butir soal, apakah soal sudah sesuai dengan Tujuan Pembelajaran Khusus atau dengan kompetensi yang hendak diukur atau dengan indikator keberhasilan siswa. Cara yang lazim ialah mencocokkan tiap butir soal dengan kisi-kisi yang disusun berdasarkan GBPP ( Garis Besar Program Pengajaran ). Pengujian validitas isi dilakukan dengan menjawab pertanyaan berikut.13 Evaluasi Pembelajaran
  14. 14. a. Apakah keseluruhantes telah sesuai dengan kisi-kisi? Kisi-kisi adalah suatu bagian atau matrik yang menggambarkan penyebaran soal-soal sesuai dengan aspek atau pokok bahasan yang hendak diukur, tingkat kesukaran dan jenis soal. Kisi-kisi itu harus disusun sedemikian rupa sehingga mencakup seluruh bahan pelajaran yang akan diteskan. Tingkat kesesuaian seluruh butir soal dengan kisi- kisi ( dengan bahan yang akan diteskan ) menunjukkan tingkat validitas isi. b. Apakah terdapat butir soal yang menyimpang, atau menuntut jawaban di luar bahan pelajaran bersangkutan? Misalnya soal dalam mata pelajaran fisika menjurus/menyimpang ke hitungan matematika atau kemampuan di luar pokok bahasan yang diajarkan. Penyimpangan yang tidak kentara itu perlu dihilangkan. Semakin banyak soal yang menyimpang, semakin rendah tingkat validitas isi. Untuk melakukan analisis validitas isi diperlukan adanya kisi-kisi tes yang disusun sebelum soal- soal ditulis. 3. Validitas kriteria ( criterion validity ) Validitas ini diketahui dengan cara empirik, yakni menghitung koefisien korelasi antara tes bersangkutan dengan tes lain sebagai kriterianya. Yang dapat digunakan sebagai kriteria adalah tes yang sudah dianggap valid, atau nilai mata pelajaran yang sama yang dipandang cukup obyektif. Sebagai contoh, skor tes Bahasa Inggris buatan guru dikorelasikan dengan skor tes Bahasa Inggris yang telah dibakukan. Skor tes Matematika kelas I SMA dikorelasikan dengan nilai rata-rata Matematika. Dengan rumus korelasi Pearson‟s Product Moment dan menggunakan kalkulator, perhitungan validitas criteria tersebut tidak terlalu sulit, apalagi bila menggunakan computer.14 Evaluasi Pembelajaran
  15. 15. Kesulitan utama dalam menentukan validitas criteria ialah mencari skor tes yang akan dijadikan kriteria. Bila kriterianya buruk atau tidak valid, maka validitas tes yang diperoleh akan percuma saja. 4. Validitas ramalan (predictive validity ) Validitas ini menunjukkan sejauh mana skor tes bersangkutan dapat digunakan meramal keberhasilan siswa dimasa mendatang dalam bidang tertentu. Cara menghitungnya sama seperti validitas kriteria, dalam hal ini skor tes dikorelasikan dengan keberhasilan siswa di masa dating. Misalnya antara nilai UAN ( Ujian Akhir Nasional ) di SMA, dengan prestasi belajar di perguruan tinggi dalam mata pelajaran yang sama. Suatu tes yang baik biasanya memiliki angka validitas 0,50 atau lebih; tentu saja angka itu makin tinggi makin baik. Suatu tes dengan angka validitas kurang dari 0,50 belum tentu buruk. Mungkin kriterianya yang buruk atau keliru menentukan kriteria. 2. Reliabilitas Reliabilitas diartikan dengan keajekan (konsistensi) bila mana tes tersebut diuji berkali-kali hasilnya relatif sama, artinya setelah hasil tes yang pertama dengan tes yang berikutnya dikorelasikan terdapa hasil korelasi yang signifikan. Ada juga yang mengartikan dengan keandalan (reliability) artinya ketetapan/ketelitian suatu alat evaluasi. Suatu tes/alat evaluasi dikatakan andal jika ia dapat dipercaya, konsisten, atau stabil dan produktif. Jadi yang dipentingakan disini adalah ketelitian sejauh mana tes/alat tersebut dapat dipercaya kebenarannya.Reliabilitas alat penilaian adalah ketetapan atau keajegan alat tersebut15 Evaluasi Pembelajaran
  16. 16. dalam menilai apa yang dinilainya. Artinya, kapanpun alat penilaian tersebut digunakan akan memberikan hasil yang relatif sama. Tes hasil belajar dikatakan ajeg apabila hasil pengukuran saat ini menunjukkan kesamaan hasil pada saat yang berlainan waktunya terhadap siswa yang sama. Misalnya siswa kelas V pada hari ini di tes kemampuan matematikanya. Minggu berikutnya siswa tersebut di tes kembali. Hasil dari ke dua tes relatif sama. Sungguhpun demikian, masih mungkin terjadi ada perbedaan hasil untuk hal-hal tertentu akibat faktor kebetulan, selang waktu, atau terjadinya perubahan pandangan siswa terhadap soal yang sama. Jika itu terjadi, kelamahan terletak pada tes itu, yang tidak memiliki kepastian jawaban atau meragukan siswa. Dengan kata lain, derajat reliabilitasnya masih rendah.. Ada tiga cara mengetahui reliabilitas tes: 1. Test-retest method (metoda tes ulang) Suatu tes (yakni tes yang akan dihitung reliabilitasnya), diteskan terhadap kelompok siswa tertentu dua kali dengan jangka waktu tertentu (misalnya satu semester atau satu caturwulan). skor hasil pengetesan pertama dikorelasikan dengan skor hasil pengetesan kedua. koefisien korelasi yang diperoleh menunjukkan koefisien reliabilitas tes tersebut. 2. Paralel test method (metoda tes paralel) cara ini mengharuskan adanya dua tes yang paralel, yakni dua tes yang disusun dengan tujuan yang sama (hanya sedikit perbedaan redaksi, isi, atau susunan kalimatnya). Dua tes tersebut diadministrasikan pada satu kelompok siswa dengan perbedaan waktu beberapa hari saja. Skor dari kedua macam16 Evaluasi Pembelajaran
  17. 17. tes tersebut dikorelasikan dengan teknik yang sama seperti pada metode test-retest. Koefisien korelasi yang diperoleh menunjukkan tingkat realibilitas tes. 3. Split-half method (metoda belah dua) Cara ini paling mudah dan seyogyanya diterapkan oleh para guru pada semua tes yang diberikan kepada siswanya. Tidak perlu mengulangi pelaksanaan tes atau menyusun tes yang paralel. cukup satu tes dan diadministrasikan satu kali kepada sekelompok siswa (minimal 30 siswa). Tingkat reliabilitas suatu instrumen atau tes dipengaruhi oleh banyak hal antara lain: 1) Jumlah butir soal, banyaknya soal pada suatu instrumen ikut mempengaruhi derajat reliabilitasnya, dengan semakin banyaknya soal-soal maka tes yang bersangkutan cenderung untuk menjadi semakin reliabel, sebagaimana yang dinyatakan dalam rumus spearmen-brown. 2) Homogenitas soal test, soal yang memiliki homogenitas yang tinggi cenderung mengarah kepada tingginya tingkat reliabilitas. Dua buah test yang sama butirnya akan tetapi berbeda isinya, misalnya yang satu mengukur pengetahuan kebahasaan dan yang lainya mengukur kemampuan fisika akan menghasilkan tingkat reliabilitas berbeda. Test fisika cederung menghasilka tingkat reliabilitas yang lebih tinggi daripada test kebahasaan karena dari segi isi kemampuan menyelesaikan soal fisika lebih homogen daripada pengetahuan kebahasaan. 3) Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan test, semakin terbatasnya waktu dalam pengejaan test maka akan mendorong test untuk cenderung memiliki reliabilitas yang tinggi, hl ini terutama apabila realiabilitas diperoleh dengan cara splithalf (belah dua).17 Evaluasi Pembelajaran
  18. 18. 4) Keseragaman kondisi pada saat test diberikan, kondisi pelaksanaan test yanhg semakin seragam akan memunculkan reliabilitas yang semakin tinggi. 5) Kecocokan tingkat kesukaran terhadap peserta test 6) Heteroginitas kelompok, bahwa semakin hiterogen suatu kelompok dalam pengerjaan suatu test maka test terebut semakin cenderung untuk menunjukan tingkat reliabilitas yang tinggi. 7) Variabel skors instrumen yang mengahasilkan rentangan skor yang lebih luas atau lebih tinggi variabilitasnya akan memiliki tingkat reliabilitas yang lebih tinggi daripada yang menghaslkan menghsilkan rentang skor yang lebih sempit. Seperti test bentuk pilihan ganda cenderung menghasilakan tingkat reliabilitas lebih tinggi dari pada test bentuk benar salah. 8) Motivasi individu. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keadaan suatu tes: 1. Luas tidaknya sampling yang diambil 2. Perbedaan bakat kemampuan murid yang dites. 3. Suasana atau kondisi testing 4. Kandalan tes 3. Analisis Butir Soal Baik buruknya tes tergantung pada butir-butir soal yang ada di dalamnya. Oleh sebab itu untuk mendapatkan tes yang baik perlu dipilih butir-butir yang baik.Butir yang buruk harus dibuang, yang kurang baik perlu direvisi. Untuk mengetahui kualitas tiap butir soal perlu analisis satu persatu. Analisis meliputi perhitungan daya pembeda, tingkat kesukaran, homogenitas tes serta analisis distraktor/pengecoh pada tes pilihan ganda. Butir soal akan dianalisis mutunya berdasarkan karakteristik butir soal yaitu :18 Evaluasi Pembelajaran
  19. 19.  Daya beda butir soal Daya pembeda menunjukkan sejauh mana tiap butir soal mampu membedakan siswa yang menguasai bahan dan siswa yang tidak menguasai bahan. Butir soal yang daya pembedanya rendah, tidak ada manfaatnya, malahan dapat merugikan siswa yang belajar sungguh-sungguh. Menghitung daya pembeda a. berdasarkan skor total, menyusun nama atau nomor peserta didik dari yang tertinggi hingga terendah. Kemudian ambil 27 % peserta didik yang skor totalnya tinggi (Kelompok Atas), dan 27 % peserta didik yang skor totalnya rendah (Kelompok Bawah). b. Buatlah tabel, khusus untuk peserta didik yang ada di Kelompok Atas dan Kelompok Bawah. Jumlah kolom dalam tabel minimal sama dengan jumlah butir soal, sehinggga memuat seluruh jawaban peserta didik. c. Tabel 1 artinya jawaban betul dan 0 artinya jawaban salah. d. Tabel ini digunakan untuk daya pembeda maupun tingkat kesukaran butir soal. e. Hitung jumlah jawaban yang benar (bertanda 1), baik pada Kelompok Atas maupun pada Kelompok Bawah. Daya pembeda dihitung dengan rumus : BA- ∑ BB) x 100% NA Keterangan : DP = Indeks Daya Pembeda butir soal tertentu (satu butir) BA = jumlah jawaban benar pada kelompok Atas BB = jumlah jawaban benar pada kelompok Bawah19 Evaluasi Pembelajaran
  20. 20. NA = jumlah siswa pada salah satu kelompok A atau B Kriteria Daya Pembeda Negatif - 9% = sangat buruk, dibuang 10% - 19 % = buruk, dibuang 20 % - 29 % = agak baik, direvisi 30 % - 49 % = baik 50 % - keatas = sangat baik  Tingkat kesukaran butir soal Tingkat kesukaran butir soal adalah tingkat kesukaran item (difficulty index), yaitu pengukuran seberapa besar derajat kesukaran suatu item atau tes. Tabel yang digunakan untuk menghitung tingkat kesukaran sama dengan tabel skor untuk menghitung daya pembeda. rumus yanga digunakan adalah sebagai berikut: TK = BA + BB x100% NA+ NB Keterangan : TK = Indeks tingkat kesukaran butir soal tertentu (satu butir) BA = jumlah siswa yang menjawab benar pada kelompok Atas BB = jumlah jawaban benar pada kelompok Bawah NA = jumlah siswa pada kelompok Atas NB = jumlah siswa pada kelompok Bawah Kriteria Tingkat Kesukaran Soal 0 % - 15 % = sangat sukar, sebaiknya dibuang 16 % - 30 % = sukar 31 % - 70 % = sedang 71 % - 85 % = mudah 86 % - 100 % = sangat mudah, sebaiknya dibuang20 Evaluasi Pembelajaran
  21. 21.  Berfungsi tidaknya pilihan Analisis distraktor ( pengecoh/penyesat/option ) diperlukan hanya pada tes bentuk pilihan ganda dimana siswa harus memilih satu dari beberapa alternative jawaban. Tiap pengecoh/distraktor hendaknya bermanfaat, yakni ada sejumlah siswa yang memilihnya. Pengecoh yang tidak dipilih sama sekali berarti tidak bermanfaat, sedang pengecoh yang dipilih oleh hamper semua siswa berarti terlalu mirip dengan jawaban yang benar. Pengecoh dianggap baik bila jumlah peserta didik yang memilih pengecoh itu sama atau mendekati jumlah ideal. Indeks pengecoh dihitung dengan rumus : Ipc = nPc x 100% (N-nB) / (Alt-1) Keterangan : Ipc = Indeks pengecoh/Distraktor nPc = Jumlah peserta didik yang memilih pengecoh itu N = Jumlah seluruh subyek yang ikut tes nB = Jumlah subyek yang menjawab benar pada butir soal itu Alt = Banyak alternatif jawaban/option (3,4, atau 5) Catatan : bila semua subyek menjawab benar pada butir soal tertentu (semua sesuai kunci), maka Ipc = 0 artinya buruk. Klasifikasi pengecoh berdasarkan Indeks Pengecoh sebagai berikut: Sangat baik : 76% - 125% (mendekati 100%) Baik : 51%- 75% atau 126% - 150% Kurang baik : 26% - 50% atau 151% - 175% Buruk : 0%-25% atau 176% - 200%21 Evaluasi Pembelajaran
  22. 22. Sangat buruk : lebih dari 200%22 Evaluasi Pembelajaran
  23. 23. BAB III HASIL PENGOLAHAN DATA A. Soal yang di buat secara Individu - Tabel 1 Jawaban Soal Pilihan Ganda Siswa dan Korelasi Split-Half Method - Tabel 2 Skor Jawaban Soal Pilihan Ganda Siswa dan Korelasi SPLIT- HALF METHOD - Tabel 3 Jawaban Soal Uraian Singkat dan Korelasi Split-Half Method - Tabel 4 Jawaban Soal Essay dan Korelasi Split-Half Method23 Evaluasi Pembelajaran
  24. 24. TABEL JAWABAN SOAL PILIHAN GANDA SDN NANGKA KELAS IV SD KABUPATEN KUNINGAN No. SoalNo Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 . Siswa b c b d c d a b c b c d d d d c a b c d a b c a a 1 Ahyatin a a a a d a d b a d a a d a b d d d d a a b d b 2 Aneu a c b b c a b a d d c d d c a c a d c d b b c d c 3 Asep d a b c c b a a b b a a d a a c c a b d a a c a c 4 Bayu a a b c b d d c b d a d d a d d d b d d c d c a d 5 Cindy b c a b c a b b b b d d d c a c b b c d b b b d b 6 Erik Tia b b a b c d c b c c d d d a a a b b b d c b b d c 7 Fajar A. b d d b d d d a d c c b d c a a d d c c d c a a c 8 Fariz d c c b b b b c c d d a d c c c a b c d b b d c c 9 Fitri Dwi d c a c b d a d b b c d d a d a d c c d b b b d c 10 Gia P. b c b c c d a b a b c d d d d c a b b d a b c a a 11 Gilang N. c a c a d b a a a c a a d d c a b d b a a b c a a 12 Helmi F. a c c d c a b a a a c a d a c a a a b d a b d d c 13 Hilda b b b a a d a b c d c d d d a d d a c d b b c c b 14 Imam S. b c b c c d a b c b c d d d a c a b c d a d c a a 15 Windi a c b b c a c a d d c d d b a a d c d b b c d c24 Evaluasi Pembelajaran
  25. 25. 16 Wira B. b b a c c b a c b d d d a a a b c a d b a b b c c 17 Yuda b d b c c a a d a a b d d a a b c a d d b b b c Tabel 1 Jawaban Soal Pilihan Ganda Siswa25 Evaluasi Pembelajaran
  26. 26. TABEL SKOR JAWABAN SOAL PILIHAN GANDA SISWA DAN KORELASI SPLIT-HALF METHOD No. Soal Korelasi Jumlah Genap Ganjil NamaNo. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Siswa b c b d c d a b c b c d d d d c a b c d a b c a a 1 Ahyatin 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 4 2 2 2 Aneu 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 12 7 5 3 Asep 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 1 1 0 10 6 4 4 Bayu 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 0 9 4 5 5 Cindy 1 1 0 0 1 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 12 4 8 6 Erik Tia 1 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 10 4 6 7 Fajar A. 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 6 4 2 0,737475098 8 Fariz 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 9 4 5 9 Fitri 0 1 0 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 11 5 6 10 Gia P. 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 22 11 11 11 Gilang 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 8 5 3 12 Helmi 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 1 0 0 0 9 5 4 13 Hilda 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 14 8 6 14 Imam 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 22 12 10 15 Windi 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 0 1 1 0 0 11 7 4 16 Wira 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 6 4 2 17 Yuda 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 8 5 3 Tabel 2 Skor Jawaban Soal Pilihan Ganda Siswa dan Korelasi SPLIT-HALF METHOD26 Evaluasi Pembelajaran
  27. 27. JAWABAN SOAL ISIAN DAN KORELASI SPLIT-HALF METHOD SDN NANGKA KABUPATEN KUNINGAN Korelasi Jumlah Genap Ganjil No.SoalNo. Nama Siswa 1 2 3 4 5 1 Ahyatin 1 1 0 1 0 3 1 2 2 Aneu 1 1 1 1 0 4 2 2 3 Asep Imam 1 0 1 0 1 3 3 0 4 Bayu Wira P. 1 1 0 1 0 3 1 2 5 Cindy 1 1 1 1 1 5 3 2 6 Erik Tia P. 0 1 0 1 0 2 0 2 7 Fajar A. 1 0 1 1 0 3 2 1 -0,226301513 8 Fariz Indra M. 0 1 0 0 1 2 1 1 9 Fitri Dwi D. 1 1 1 1 0 4 2 210 Gia Paharsah 1 1 1 1 1 5 3 211 Gilang N. 0 1 0 1 1 3 1 212 Helmi F. S. 1 0 1 1 0 3 2 113 Hilda 0 1 0 1 1 3 1 214 Imam S. P. 1 1 1 1 1 5 3 215 Windi 1 1 0 1 0 3 1 216 Wira Bakti K. 1 0 1 1 0 3 2 117 Yuda 1 1 0 0 0 2 1 1 Tabel 3 Jawaban Soal Uraian Singkat dan Korelasi Split-Half Method27 Evaluasi Pembelajaran
  28. 28. JAWABAN SOAL ESSAY DAN KORELASI SPLIT-HALF METHOD SDN NANGKA KABUPATEN KUNINGAN Korelasi Jumlah Genap Ganjil No.Soal No. Nama Siswa 1 2 3 4 5 1 Ahyatin 4 4 2 2 0 12 6 6 2 Aneu 6 2 2 4 2 16 10 6 3 Asep Imam 6 2 4 6 2 20 12 8 4 Bayu Wira P. 4 2 2 0 4 12 10 2 5 Cindy 4 8 10 4 6 32 20 12 6 Erik Tia P. 2 4 2 6 2 16 6 10 7 Fajar A. 4 2 2 4 0 12 6 6 0,563166487 8 Fariz Indra M. 2 4 2 6 8 22 12 10 9 Fitri Dwi D. 8 4 2 8 2 24 12 12 10 Gia Paharsah 8 10 8 6 8 40 24 16 11 Gilang N. 4 2 0 2 4 12 8 4 12 Helmi F. S. 6 4 2 0 2 14 10 4 13 Hilda 8 0 2 2 4 16 14 2 14 Imam S. P. 4 2 4 2 2 14 10 4 15 Windi 4 8 2 2 4 20 10 10 16 Wira Bakti K. 4 4 4 2 6 20 14 6 17 Yuda 2 4 6 2 2 16 10 6 Tabel 4 Jawaban Soal Essay dan Korelasi Split-Half Method28 Evaluasi Pembelajaran
  29. 29. B. Soal dari Sekolah - Tabel 1 Jawaban soal pilihan ganda soal dari sekolah - Tabel 2 Skor Jawaban soal pilihan ganda Siswa dan Korelasi Split- Half Method - Tabel 3 Homogenitas Soal Pilihan Ganda - Tabel 4 Reliabilitas Soal Pilihan ganda - Tabel 4 Kelompok Atas dan Kelompok Bawah Siswa - Tabel 5 Daya Pembeda dan Tingkat Kesukaran Soal - Tabel 6 Jawaban Soal Uraian singkat - Tabel 7 Analisis Distraktor - Tabel 8 Kualitas Pengecoh - Tabel 9 Jawaban Uraian Singkat dan Korelasi - Tabel 10 Homogenitas Soal Uraian Singkat - Tabel 11 Kelompok Atas dan Kelompok Bawah Siswa - Tabel 12 Daya Pembeda dan Tingkat Kesukaran Soal - Tabel 11 Reliabilitas Soal Uraian Singkat29 Evaluasi Pembelajaran
  30. 30. JAWABAN SOAL PILIHAN GANDA SDN 2 KADUGEDE KABUPATEN KUNINGANNo. Nama Siswa No. Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 b c c a d d c a c d b b b a d d c c a b c a b c d 1 Agi Afrian d c c a a d c c c d b d b d d d c c c c c a b c d 2 Agi M. b c c a d d c a c d b b b a d d d c a b c a b c d 3 Akbar b c c a d d c a c d b b b a d c d c a b a a b a d 4 Aldy M. b c c a d d c a c d b b b a d d c c a a c a b c d 5 Alifa c c c a d d c a c d b b b a d d c c a b c a b c d 6 Annisa D.C. b c c a d d c a c d b b b a d d c c a b c a b c d 7 Ara Azzahra b c c a d d c a c d b b b a d d c c a a c a b c d 8 Debi M b c c a d d c a c d b b b a d d c c a b c a b c d 9 Dina Yuliana b c c a d d c a c d b b b a d d c c a a c a b c d 10 Elis F. b c c a d d c a c d b b b a d d c c a b c a b c d 11 Faisal b c c a d d c a c d b b b a d d c c a b c a b c d 12 Fajar b c c a d d c a c d b b b a d d d c a b c a b c d 13 Ghammar b c c a d d c a c d b b b a d d d c a a c a b c d 14 Hendra d c c a a d c c c d a b b a d d d c c c a a b c d 15 Ikki Puji P. b c c a d d c a c d b b b a d d d c a a c a b c d 16 Imam M. K. b c c a d d c a c d b b b a d d d c a b c a b c d30 Evaluasi Pembelajaran
  31. 31. 17 Jita F.B. b c c a d d c a c d b b b a d d c c a b c a b c d 18 Leni Nuraeni b c c a d d c a c d b b b a d d d c a b c a b c d 19 Lilis L. b c c a d d c a c d b b b b a d d c a b c a b c d 20 M. Farhan b c c a d d c a c d b b b a d d a c a c c a b c d 21 M. Ibnu b c c a a d a a c a a c b d d a a c a b c b b c d 22 M. Kurnia b c c a d d c a c d b b b a d d d c a b c a b c d 23 Meiga b d c a a b c a c b a b a d d d a b c a a c d 24 Nova b c c a d d c a c d b b b b d c d c a b a a b c d 25 Nurlela b c c a d d c a c d b b b a d d c e a a c a b c d 26 Putri c c c a d d c a c d b b b a d d c c a a c a b c d 27 Reni F. b d c a d d c a c d b b b a d d a e a a c b b c d 28 Reni M. b c a a a c c a c d b b a d d d b d b a c b b d b 29 Ridho b c c a d d c a c d b b b b a d c c a a c a b c d 30 Rifansyah b c c a d d c a c d b b b a d d d c a b c a b a d 31 Sukmawati b c c a d d c a c d b b b a d d d c a b c a b c d 32 Syiffa b c c a d d c a c d b b b a d d c e a b c a b c d 33 Tiara b c c a d d c a c d b b b a d d d c a b c a b c d tabel 1 jawaban pilihan ganda soal dari sekolah31 Evaluasi Pembelajaran
  32. 32. TABEL SKOR JAWABAN SISWA DAN KORELASI SPLIT-HALF METHOD No. Soal Korelasi Genap Ganjil JMLNo. Nama Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 b c c a d d c a c d b b b a d d c c a b c a b c d 1 Agi Afrian 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 18 10 8 2 Agi M. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 24 12 12 3 Akbar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 1 21 12 11 4 Aldy M. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 24 13 11 5 Alifa 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 24 13 11 6 Annisa D.C. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 11 10 7 Ara Azzahra 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 24 12 12 0,707497248 8 Debi Maulani 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 13 11 9 Dina Yuliana 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 24 13 12 10 Elis Febriyanti 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 13 12 11 Faisal 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 12 11 12 Fajar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 24 12 12 13 Ghammar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 23 13 12 14 Hendra 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 17 13 12 15 Ikki Puji P. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 23 13 12 16 Imam M. K. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 24 12 12 17 Jita F.B. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 13 11 18 Leni Nuraeni 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 24 12 1132 Evaluasi Pembelajaran
  33. 33. 19 Lilis L. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 22 12 12 20 M. Farhan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 23 11 11 21 M. Ibnu 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 16 9 7 22 M. Kurnia 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 24 12 11 23 Meiga 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 17 7 10 24 Nova 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 21 12 12 25 Nurlela 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 23 13 10 26 Putri 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 23 12 12 27 Reni F. 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 20 11 10 28 Reni M. 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 13 10 7 29 Ridho 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 22 12 12 30 Rifansyah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 23 12 10 31 Sukmawati 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 24 7 6 32 Syiffa 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 24 12 8 33 Tiara 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 24 12 11 Tabel 2 Skor Jawaban Siswa dan Korelasi SPLIT-HALF METHOD33 Evaluasi Pembelajaran
  34. 34. TABEL HOMOGENITAS BUTIR SOAL PILIHAN GANDA No. Soal NamaNo. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 JML Korelasi Kriteria Siswa b c c a d d c a c d b b b a d d c c a b c a b c d 1 Agi Afrian 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 18 0,236085 Signifikan 2 Agi M. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 24 0,334739 Signifikan Sangat 3 Akbar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 1 21 0,564606 Signifikan 4 Aldy M. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 24 #DIV/0! Nan Sangat 5 Alifa 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 24 0,888421 Signifikan Sangat 6 Annisa 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 0,637973 Signifikan 7 Ara A 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 24 0,383713 Signifikan 8 Debi M 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 0,421377 Signifikan 9 Dina Y 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 24 #DIV/0! Nan 10 Elis F 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 0,508016 Signifikan 11 Faisal 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 0,508016 Signifikan Sangat 12 Fajar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 24 0,578543 Signifikan Sangat 13 Ghammar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 23 0,564606 Signifikan Sangat 14 Hendra 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 17 0,59445 Signifikan 15 Ikki Puji 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 23 0,031505 Signifikan34 Evaluasi Pembelajaran
  35. 35. P. Imam M. 16 K. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 24 0,32686 Signifikan 17 Jita F.B. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 0,374549 Signifikan Leni 18 Nuraeni 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 24 0,427176 Signifikan Sangat 19 Lilis L. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 22 0,686406 Signifikan 20 M. Farhan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 23 0,290385 Signifikan 21 M. Ibnu 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 16 0,290906 Signifikan 22 M. Kurnia 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 24 0,650452 Signifikan 23 Meiga 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 17 0,323415 Signifikan 24 Nova 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 21 0,362815 Signifikan Sangat 25 Nurlela 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 23 0,564606 Signifikan 26 Putri 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 23 27 Reni F. 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 20 28 Reni M. 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 13 29 Ridho 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 22 30 Rifansyah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 23 31 Sukmawati 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 24 32 Syiffa 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 24 33 Tiara 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 24 Tabel 3 Tabel Homogenitas Butir Soal Pilihan Ganda35 Evaluasi Pembelajaran
  36. 36. TABEL PERHITUNGAN RELIABILITAS (METODA BELAH DUA) SOAL PILIHAN GANDA Skor Skor No. Nama Siswa Ganjil Genap x^2 y^2 x.y x y 1 Agi Afrian 10 8 100 64 80 2 Agi M. 13 11 169 121 143 3 Akbar 12 10 144 100 120 4 Aldy M. 13 11 169 121 143 5 Alifa 12 9 144 81 108 6 Annisa D.C. 12 11 144 121 132 7 Ara Azzahra 12 12 144 144 144 8 Debi Maulani 13 12 169 144 156 9 Dina Yuliana 13 11 169 121 143 10 Elis Febriyanti 11 9 121 81 99 11 Faisal 13 12 169 144 156 12 Fajar 12 12 144 144 144 13 Ghammar 12 11 144 121 132 14 Hendra 13 12 169 144 156 15 Ikki Puji P. 13 11 169 121 143 16 Imam M. K. 12 12 144 144 144 17 Jita F.B. 12 12 144 144 14436 Evaluasi Pembelajaran
  37. 37. 18 Leni Nuraeni 13 12 169 144 156 19 Lilis L. 12 11 144 121 132 20 M. Farhan 12 12 144 144 144 21 M. Ibnu 9 8 81 64 72 22 M. Kurnia 11 11 121 121 121 23 Meiga 13 12 169 144 156 24 Nova 12 11 144 121 132 25 Nurlela 13 10 169 100 130 26 Putri 7 7 49 49 49 27 Reni F. 12 12 144 144 144 28 Reni M. 7 9 49 81 63 29 Ridho 12 11 144 121 132 30 Rifansyah 12 12 144 144 144 31 Sukmawati 10 7 100 49 70 32 Syiffa 11 9 121 81 99 33 Tiara 12 12 144 144 144 Ʃ 386 352 4592 3832 4175 Tabel 4 Perhitungan Reliabilitas (METODA BELAH DUA) Soal Pilihan Ganda37 Evaluasi Pembelajaran
  38. 38. Diketahui : N = 33 ∑X = 386 ∑Y = 352 ∑XY = 4175 ∑X2 = 4592 ∑Y2 = 3832 Rumus Pearson’s Product Moment : rxy = N (∑XY) – (∑X) (∑Y) = 0,7438 Evaluasi Pembelajaran
  39. 39. TABEL KELOMPOK ATAS DAN KELOMPOK BAWAH No. Soal NamaNo. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Jumlah Siswa b c c a d d c a c d b b b A d d c c A B c a b c d 1 Annisa D 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 2 Debi M 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 3 Elis F 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 4 Faisal 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 5 Jita F.B. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 6 Agi M. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 24 7 Aldy M. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 24 8 Alifa 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 24 9 Ara A 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 24 10 Dina Y 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 24 11 Fajar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 24 12 Imam M. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 24 13 Leni N. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 24 14 M. Kurnia 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 24 15 Sukmawati 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 24 16 Syiffa 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 24 17 Tiara 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 24 18 Ghammar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 23 19 Ikki Puji P. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 2339 Evaluasi Pembelajaran
  40. 40. 20 M. Farhan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 23 21 Nurlela 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 23 22 Putri 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 23 23 Rifansyah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 23 24 Lilis L. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 22 25 Ridho 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 22 26 Akbar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 1 21 27 Nova 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 21 28 Reni F. 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 20 29 Agi Afrian 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 18 30 Hendra 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 17 31 Meiga 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 17 32 M. Ibnu 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 16 33 Reni M. 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1340 Evaluasi Pembelajaran
  41. 41. Kelompok Atas No. SoalNo. Nama Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 JML 1 Annisa D.C. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 2 Debi Maulani 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 3 Elis Febriyanti 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 4 Faisal 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 5 Jita F.B. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 6 Agi M. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 24 7 Aldy M. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 24 8 Alifa 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 24 9 Ara Azzahra 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 24 Kelompok bawah 25 Ridho 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 22 26 Akbar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 1 21 27 Nova 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 21 28 Reni F. 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 20 29 Agi Afrian 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 18 30 Hendra 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 17 31 Meiga 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 17 32 M. Ibnu 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 16 33 Reni M. 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 13 Tabel 5 tabel Kelompok Atas dan Kelompok Bawah41 Evaluasi Pembelajaran
  42. 42. TABEL DAYA PEMBEDA DAN TINGAT KESUKARAN Daya Daya Pembeda Tingkat Tingkat Kesukaran No ƩBA ƩBB Pembeda dalam satuan Kriteria Kesukaran dalam satuan Kriteria Soal (persen) (persen) Sangat 1. 9 7 0,2222222 22,22222222 Agak baik 0,888888889 88,88888889 mudah Sangat 2. 9 7 0,2222222 22,22222222 Agak baik 0,888888889 88,88888889 mudah Sangat 3. 9 8 0,1111111 11,11111111 Buruk 0,944444444 94,44444444 mudah Sangat Sangat 4. 9 9 0 0 buruk 1 100 mudah Sangat 5. 9 4 0,5555556 55,55555556 baik 0,722222222 72,22222222 Mudah Sangat 6. 9 7 0,2222222 22,22222222 Agak baik 0,888888889 88,88888889 mudah Sangat 7. 9 8 0,1111111 11,11111111 Buruk 0,944444444 94,44444444 mudah Sangat 8. 9 7 0,2222222 22,22222222 Agak baik 0,888888889 88,88888889 mudah Sangat Sangat 9. 9 9 0 0 buruk 1 100 mudah Sangat 10. 9 7 0,2222222 22,22222222 Agak baik 0,888888889 88,88888889 mudah Sangat 11. 9 7 0,2222222 22,22222222 Agak baik 0,888888889 88,88888889 mudah42 Evaluasi Pembelajaran
  43. 43. 12. 9 6 0,3333333 33,33333333 Baik 0,833333333 83,33333333 Mudah Sangat 13. 9 8 0,1111111 11,11111111 Buruk 0,944444444 94,44444444 mudah 14. 8 4 0,4444444 44,44444444 Baik 0,666666667 66,66666667 Sedang Sangat Sangat 15. 8 8 0 0 buruk 0,888888889 88,88888889 mudah 16. 9 6 0,3333333 33,33333333 Baik 0,833333333 83,33333333 Mudah Sangat 17. 7 2 0,5555556 55,55555556 baik 0,5 50 Sedang 18. 9 6 0,3333333 33,33333333 Baik 0,833333333 83,33333333 Mudah 19. 9 6 0,3333333 33,33333333 Baik 0,833333333 83,33333333 Mudah 20. 6 4 0,2222222 22,22222222 Agak baik 0,555555556 55,55555556 Sedang 21. 9 6 0,3333333 33,33333333 Baik 0,833333333 83,33333333 Mudah 22. 9 6 0,3333333 33,33333333 Baik 0,833333333 83,33333333 Mudah Sangat 23. 9 8 0,1111111 11,11111111 Buruk 0,944444444 94,44444444 mudah Sangat 24. 9 7 0,2222222 22,22222222 Agak baik 0,888888889 88,88888889 mudah Sangat 25. 9 8 0,1111111 11,11111111 buruk 0,944444444 94,44444444 mudah Tabel 6 Tabel Daya Pembeda dAn Tingkat Kesukaran43 Evaluasi Pembelajaran
  44. 44. Tabel Analisis Distraktor No. Soal Analisis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Distraktor b c c a d d c a c d b b b a d d c c a b c a b c d a 0 0 1 33 5 0 1 31 0 1 2 1 1 27 2 1 3 0 30 10 3 30 1 2 0 b 29 0 0 0 0 1 0 0 0 0 31 30 32 3 0 0 1 0 1 20 0 3 32 0 1 c 2 31 32 0 0 1 32 2 33 0 0 1 0 0 0 2 14 28 2 3 30 0 0 30 0 d 2 2 0 0 28 31 0 0 0 31 0 1 0 3 31 30 14 2 0 0 0 0 0 1 32 Tabel 7 . Tabel Analisis Distraktor44 Evaluasi Pembelajaran
  45. 45. Soal no 1 Option a b c d Banyak pemilih 0 29 2 2 IPC 0 ** 16,6% 16,6% Kualitas Pengecoh -- ** -- -- Soal no 2 Option a b c d Banyak pemilih 0 0 31 2 IPC 0 0 ** 33,3% Kualitas Pengecoh -- -- ** - Soal no 3 Option a b c d Banyak pemilih 1 0 32 0 IPC 33,3% 0 ** 0 Kualitas Pengecoh - -- ** -- Soal no 4 Option a b c d Banyak pemilih 33 0 0 0 IPC ** 0 0 0 Kualitas Pengecoh ** -- -- -- Soal no 5 Option a b c d Banyak pemilih 5 0 0 28 IPC 33,3% o 0 ** Kualitas Pengecoh - -- -- ** Soal no 6 Option a b c d Banyak pemilih 0 1 1 31 IPC 0 16,6% 16,6% ** Kualitas Pengecoh -- -- -- ** Soal no 7 Option a b c d Banyak pemilih 1 0 32 0 IPC 33,3% 0 ** 0 Kualitas - -- ** --45 Evaluasi Pembelajaran
  46. 46. Pengecoh Soal no 8 Option a b c d Banyak pemilih 31 0 2 0 IPC ** 0 33% 0 Kualitas Pengecoh ** -- - -- Soal no 9 Option a b c d Banyak pemilih 0 0 33 0 IPC 0 0 ** 0 Kualitas Pengecoh -- -- ** -- Soal no 10 Option a b c d Banyak pemilih 1 0 0 31 IPC 16,6% 0 0 ** Kualitas Pengecoh -- -- -- ** Soal no 11 Option a b c d Banyak pemilih 2 31 0 0 IPC 33,3% ** 0 0 Kualitas Pengecoh - ** -- -- Soal no 12 Option a b c d Banyak pemilih 1 30 1 1 IPC 11,1% ** 11,1% 11,1% Kualitas Pengecoh -- ** -- -- Soal no 13 Option a b c d Banyak pemilih 1 32 0 0 IPC 33% ** 0 0 Kualitas Pengecoh - ** -- -- Soal no 14 Option a b C d Banyak pemilih 27 3 0 3 IPC ** 16,6% 0 16,6% Kualitas Pengecoh ** -- -- --46 Evaluasi Pembelajaran
  47. 47. Soal no 15 Option a b c d Banyak pemilih 2 0 0 31 IPC 33,3% 0 0 ** Kualitas Pengecoh - -- -- ** Soal no 16 Option a b c d Banyak pemilih 1 0 2 30 IPC 11,1% 0 22,2% ** Kualitas Pengecoh -- -- -- ** Soal no 17 Option a b c d Banyak pemilih 3 1 14 14 IPC 5,2% 1,7% ** 24,5% Kualitas Pengecoh -- -- ** - Soal no 18 Option a b c d Banyak pemilih 0 0 28 2 IPC 0 0 ** 13,3% Kualitas Pengecoh -- -- ** -- Soal no 19 Option a b c d Banyak pemilih 30 1 2 0 IPC ** 11,1% 22,2% 0 Kualitas Pengecoh ** -- -- -- Soal no 20 Option a b c d Banyak pemilih 10 20 3 0 IPC 25,6% ** 7,6% 0 Kualitas Pengecoh - ** -- -- Soal no 21 Option a b c d Banyak pemilih 3 0 30 0 IPC 33,3% 0 ** 0 Kualitas Pengecoh - -- ** -- Soal no 2247 Evaluasi Pembelajaran
  48. 48. Option a b c d Banyak pemilih 30 3 0 0 IPC ** 33,3% 0 0 Kualitas Pengecoh ** - -- -- Soal no 23 Option a b c d Banyak pemilih 1 32 0 0 IPC 33,3% ** 0 0 Kualitas Pengecoh - ** -- -- Soal no 24 Option a b c d Banyak pemilih 2 0 30 1 IPC 22,2% 0 ** 11,1% Kualitas Pengecoh -- -- ** -- Soal no 25 Option a b c d Banyak pemilih 0 1 0 32 IPC 0 33,3% 0 ** Kualitas Pengecoh -- - -- ** Tabel 8 Kualitas PengecohKualitas Pengecoh** = kunci jawaban++ = sangat baik+ = baik- = kurang baik-- = buruk--- = sangat buruk48 Evaluasi Pembelajaran

×