BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sistem Informasi Produksi adalah suatu sistem berbasis komputer yang bekerja dalam
hub...
BAB II
PEMBAHASAN
1.1 Pengertian Sistem Informasi Produksi
a. Menurut Bonar dan Hopwood
Sistem informasi produksi adalah s...
aktifitas mencakup produksi yang baik dan pelayanan (sevices) yang dibutuhkan oleh
konsumen.
Tujuan dari sistem informasi ...
subsistem kualitas menyediakan bagaimana manajemen informasi yang
mengungkapkan seberapa jauh produk perusahaan mencapai s...
MRP memungkinkan perusahaan mengelola materialnya secara baik sehingga dapat
menghindari kehabisan persediaan yang disebab...
• Sistem yang membantu perusahaan dalam mengetahui bahan yang tidak tersedia di
gudang pada saat ada order, untuk dibuatka...
• Hitung total biaya bahan ketika proses produksi dari sebuah order akan dikerjakan.
• Hitung total biaya tenaga kerja dan...
a. Implemensi Database
Database diimplementasikan dalam bentuk tabel-tabel. Tabel yang akan dijelaskan
berikut dikhususkan...
Proses diawali dengan menginputkan data bahan yang digunakan untuk perhitungan HPP
dan penjadwalan pengadaan bahan. Kemudi...
Setelah itu dapat dilihat jadwal produksi yang akan dilakukan apabila bahan yang
diperlukan telah tersedia. Jumlah pemakai...
· Laporan Jadwal Pengadaan Bahan Per Tanggal Pengadaan.
· Laporan Pemakaian Mesin Per Order dan Laporan Pemakaian Tenaga K...
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Produksi adalah bidang yang terus berkembang selaras dengan perkembangan
teknologi ,dimana p...
DAFTAR PUSTAKA
- http://duniaerwin.wordpress.com/2009/12/09/sistem-informasi-manajemen-produksi-dan-
maintenancepemelihara...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Makalah "Sistem Informasi Produk"

3,223

Published on

Published in: Education
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
3,223
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
93
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Makalah "Sistem Informasi Produk""

  1. 1. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sistem Informasi Produksi adalah suatu sistem berbasis komputer yang bekerja dalam hubungannya dengan sistem informasi fungsional lainnya untuk mendukung menajemen perusahaan dalam pemecahan masalah yang berhubungan dengan kegiatan produksi suatu perusahaan yang pada dasarnya tetap bertumpu pada input,proses dan output.Sistem informasi manajemen produksi mendukung fungsi produksi /oprasi yang meliputi semua aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan dan pengendalian proses menghasilkan barang atau jasa .sistem ini mendapatkan dan memproses data mengenai semua aktivitas mencakup produksi yang baik dan pelayanan (service) yang dibutuhkan oleh konsumen. B. Rumusan Masalah 1. Sistem Informasi Produksi. 2. Komponen Output Produksi. 3. Komponen Model Produksi. 4. Komponen Basis Data Produksi. 1
  2. 2. BAB II PEMBAHASAN 1.1 Pengertian Sistem Informasi Produksi a. Menurut Bonar dan Hopwood Sistem informasi produksi adalah sistem informasi manajemen yang menyediakan informasi untuk digunakan oleh fungsi produksi. b. Menurut Guswana Sistem Informasi produksi adalah pendukung kegiatan oprasional yang tergantung kepada beberapa aspek meliputi organisasi,teknologi,sumberdaya manuasi,penjualan produk pesanan pasar. c. Menurut Mukhammad Huda Sistem Informasi produksi merupaka sistem yanh digunakan untuk mendukung fungsi produksi yang mencakup seluruh kegiatan yang terkait dengan perencanaan dan pengendalian proses untuk memproduksi barang atau jasa. Jadi sistem informasi produksi merupakan sistem informasi manajemen ya ng menyediakan informasi yang mengenai kegiatan terkaiat dengan perencanaan dan pengendalian proses untuk memproduksi barang atau jasa. 1.2 Sistem Informasi Produksi Sistem produksi terdiri dari 2 macam yaitu: 1. Sistem produksi fisik atau sistem pengendalian produksi adalah berbagai kegiatan dan metode yang di gunakan oleh manajemen perusahaan untuk mengolah, mengatur, mengkoordinir, dan mengarahkan proses produksi (peralatan, bahan baku, tenaga kerja) kedalam suatu arus aliran tang memberikan hasil dengan jumlah biaya yang seminimal mungkin dan waktu yang secepat mungkin. Pengendalian produksi yang di laksanakan pada perusahaan yang satu dengan perusahaan lain akan berbeda-beda tergantung pada sistem kebijakan perusahaan. Pengendalian produksi dapat di lakukan dengan: a. Order Control: Perusahaan yang beroperasi berdasarkan pesanan dari konsumen sehingga kegiatan operasionalnya juga tergantung pada pesanan tersebut. b. Follow Control: Perusahaan yang beroperasi untuk menghasilkan produk standar sehingga sebagian produk merupakan produk untuk persediaan dalam jumlah besar. 2. Sistem informasi produksi mendukung fungsi produksi / oprasi yang meliputi semua aktifitas yang berkaitan dengan perencanaan dan pengendalian proses menghasilkan barang atau jasa. Sistem ini mendapatkan dan memproses data mengenai semua 2
  3. 3. aktifitas mencakup produksi yang baik dan pelayanan (sevices) yang dibutuhkan oleh konsumen. Tujuan dari sistem informasi produksi yaitu : 1. Digunakan dalam merencanakan,monitoring dan mengontrol proses produksi yang terjadi sehingga lebih efisien. 2. Menghasilkan efisiensi proses produksi,kontrol kualitas yang tetap serta menghasilkan produk yang lebih bagus. 3. Mengurangi biaya dari penggunaan berbagai inventarisasi dengan mendapatkan kontrol material yang baik. 4. Produksi yang dihasilkan tepat 1.3 Kompenen Output Produksi Informasi yang dihasilakan dari hasil pengelahan data yang dapat dibagi menjadi 4 yaitu : a. Sub sistem Produksi adalah segala hal yang bersangkutan dengan proses yang terjadi disetiap devisi kerja ataupun departemen yang mengukur produksi dalam hal waktu,menelusuri arus kerja dari satu langkah ke langkah berikutnya. b. Sub Sistem Persediaan , tingkat persediaan perusahaan sangat penting karena menggambarkan investasi yang besar.tingkat persediaan suatu barang dipengaruhi oleh jumlah unit yang dipesan dari pemasok setiap kalinya,dan tingkat persediaan rata – rata dapat diperkirakan dari separuh kuantitas pesanan ditambah safety stock. Subsistem persediaan memeberikan jumlah stock , biaya holding,safety stock, dan lain- lain berdasarkan hasil pengolahan data dari input. Subsistem persediaan biasanya memiliki proses pembelian (purchasing) dan penyimpanan (inventory).dan fungsi dari subsistem persediaan adalah mengukur volume aktivitas produksi saat persediaan diubah dari bahan mentah menjadi bahan jadi . c. Subsistem Kualitas adalah semua hal yang berhubungan dengan kualitas ,baik waktu,biaya,performakerja,maupun pemilihan suplier.fungsi dari subsistem kualitas adalah mengukur kualitas material saat material diubah.banyak hal yang bukan unsur mutlak kualiatas namun perlu masuk dalam unsur kualitas seperti proses(proces control) , perawatan (maintenance) dan spesifikasi (spesifikation)baik produk jadi maupun material. Subsistem kualitas mempunyai pendekatan khusus untuk meningkatkan kualitas produksinya dengan menggunakan total quality management (TQM) yaitu manajemen keseluruhan perusahaan sehingga perusahaan unggul dalam semua dimensi produk dan jasa yang penting bagi semua pelanggan.TQM menyediakan kerangka kerja bagi semua aktivitas perusahaan yang berhubungan denga kualitas.dalam kerangka ini 3
  4. 4. subsistem kualitas menyediakan bagaimana manajemen informasi yang mengungkapkan seberapa jauh produk perusahaan mencapai sasaran kualitas. d. Subsistem Biaya ,kompenen biaya termasuk dalam semua subsistem yang ada.tujuan perusahaan manufaktur secara umum adalah mencapai keuntungan dari hasil penjualan prodaknya.oleh karena itu, sebuah sistem informasi tidak akan pernah terlepas unsur biaya yang terjadi didalamnya. Subsistem biaya berfungsi untuk mengukur biaya yang terjadi selama proses produksi terjadi. Unsur-unsur pengendalian biaya ada dua yaitu standar kerja yang dan sistem untuk melaporkan rincian kegiatan saat terjadinya proses produksi yang akurat. Sub sistem biaya di bagi menjadi dua yaitu: 1. Biaya pemeliharaan Biaya pemeliharaan atau biaya penyimpanan biasanya di nyatakan sebagai presentase biaya tahunan dari barang. Dan biaya tersebut mencakup fakto- faktor separti kerusakan, pencurian keusangan, pajak dan asuransi. 2. Biaya pembelian Biaya pembelian adalah yang mencakup biaya-biaya yang terjadi saat material di pesan, waktu pembelian, biaya telepon, biaya sekretaris, biaya formulir pemesanan pembelian dan sebagainya. 1.4 Komponen Model Produksi. Beberapa model digunakan di sistem informasi produksi: a. Titik Pemesanan Kembali (Re-Order Point / ROP) ROP (Re-Order Point) merupakan suatu strategi yang reaktif, maksudnya menunggu hingga saldo suatu jenis barang mencapai tingkat tertentu dan kemudian memicu pesanan pembelian. Beberapa istilah di dalam ROP : Stock-out : kehabisan persediaan. Lead time : waktu yang dibutuhkan pemasok untuk mengisi pesanan. Safety stock : persediaan aman. b.Pemesanan Kuantitas Ekonomis EOQ (Economic Order Quantity) di gunakan untuk menentukan kuantitas pesanan persediaan yang dapat meminimalkan biaya penyimpanan dan biaya pemesanan persediaan. EOQ adalah jumlah kuantitas barang yang dapat di peroleh dengan biaya yang minimal, atau sering di katakan sebagai jumlah pembelian yang optimal. c. Material Requirements Planning (MRP) MRP (Material Requirements Planning) adalah suatu strategi material proaktif yaitu mengidentifikasikan material, jumlah dan tanggal yang dibutuhkan. 4
  5. 5. MRP memungkinkan perusahaan mengelola materialnya secara baik sehingga dapat menghindari kehabisan persediaan yang disebabkan oleh pesanan yang tidak tersedia. MRP memiliki 4 ( empat ) komponen, yakni : A. Master production schedule system B. Material requirement planning system C. Capacity requrement planning system D. Order release system 1.5 Komponen Basis Data Produksi. 1) Database (tempat penyimpanan data) Database adalah suatu kumpulan data komputer yang terintegrasi, diatur dan disimpan menurut cara tertentu sehinnga mudah dalam hal pengambilan kembali. Beberapa data yang masuk ke dalam database adalah unik bagi fungsi produksi, tetapi banyak yang berbagi dengan area fungsional lain. Data yang masuk kedalam database berasl dari sub sistem input, yaitu: a. Sumber Internal, terdiri dari SIA, dan Sistem Industrial Engineering (IE). Data internal merupakan data intern sistem keseluruhan yang mendukung proses pengolahan data menjadi informasi yang berguna. Data ini meliputi sumber daya manusia (SDM), Material, mesin dan hal lainnya yang mendukung proses secra keseluruhan seperti taransportasi, spesifikasi kualitas material, frekuensi perawatan, dan lain-lain. b. Sumber Eksternal, terdiri dari Intelijen Manufaktur. Data eksternal perusahaan merupakan data yang berasal dari luar perusahaan (environment) yang mendukung proses pengolahan data menjadi informasi yang berguna. Contoh data eksternal adalah data pemasok, kebijakan pemerintah tentang UMR, listrik , dan lain-lain. Data-data ini biasanya berguna untuk perhitungan biaya dalam manufaktur mulai dari awal hingga akhir proses. 1.6 Contoh Kasus PT. Vonita Garment bergerak dibidang garment atau konveksi untuk anak-anak. Setiap pakaian jadi memiliki tahapan produksi yang berbeda, tergantung dari desain masing-masing pakaian. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh PT. Vonita Garment maka sistem baru yang dibutuhkan adalah: • Sistem yang dapat membantu pencatatan pengaturan tahapan proses produksi mulai dari pembuatan pola pakaian sampai dengan menjadi pakaian jadi yang siap dikirim. Selain itu juga perusahaan dapat mengetahui pemakaian bahan baku yang dipakai pada bagian produksi, serta perhitungan biaya overhead pabrik dan biaya produksi lainnya yang berhubungan langsung dengan produksi tersebut 5
  6. 6. • Sistem yang membantu perusahaan dalam mengetahui bahan yang tidak tersedia di gudang pada saat ada order, untuk dibuatkan jadwal pengadaan bahan. • Sistem yang membantu melakukan perhitungan dan pembuatan laporan biaya-biaya produksi aktual. • Sistem yang dapat memberikan informasi yang berkaitan dengan perhitungan harga pokok produksi tiap model pakaian berdasarkan order, yang akan dipergunakan oleh pimpinan perusahaan sebagai salah satu faktor untuk menentukan biaya produksi dalam menentukan laba pada saat tutup buku tahunan. Desain Sistem PT. Vonita Garment dalam pengumpulan data biaya produksi dan dalam penentuan harga pokok produksi menggunakan metode Harga Pokok Proses dan metode FIFO dalam pengambilan data bahan. Biaya-biaya produksi untuk tenaga kerja dan bahan dihitung langsung setelah produk selesai dikerjakan. Sedangkan untuk biaya overhead dihitung setiap satu bulan sekali. Kemudian menentukan harga pokok produksi masing-masing order pakaian jadi. Langkah-langkah yang digunakan dalam menentukan harga pokok produksi pada PT. Vonita Garment adalah sebagai berikut: a. Identifikasi Unsur-Unsur Biaya Produksi Pada PT. Vonita Garment, biaya-biaya yang digolongkan ke dalam biaya produksi adalah sebagai berikut: • Biaya bahan baku : kain, benang, kancing, dan lain-lain. • Biaya tenaga kerja langsung, yaitu tenaga kerja dari tiap tahapan produksi. Antara lain: Penjahit, Pemotong Pakaian, Tukang Sablon, Tukang Bordir, dan lain-lain. • Biaya overhead pabrik, antara lain: biaya listrik, biaya perawatan mesin, biaya tenaga kerja tak langsung, dan biaya lain-lain yang berkaitan dengan produksi. b. Identifikasi Cost Driver Untuk biaya-biaya dari unsur produksi yang dipakai bersama-sama oleh tiap order pakaian, maka diperlukan cost driver untuk menentukan berapa besarnya biaya yang dibebankan pada tiap order pakaian. Dalam proses perhitungan harga pokok produksi, program ini menggunakan waktu pemakaian mesin dan tenaga kerja untuk tiap order pakaian yang diproduksi beserta jumlah pakaian yang dipesan/order sebagai cost driver- nya. c. Perhitungan HPP Tiap Pesanan/Order Perhitungan HPP untuk tiap order pakaian dengan langkah sebagai berikut : • Ambil data harga bahan yang diperlukan dalam proses produksi menggunakan metode FIFO (First In First Out). 6
  7. 7. • Hitung total biaya bahan ketika proses produksi dari sebuah order akan dikerjakan. • Hitung total biaya tenaga kerja dan mesin setelah proses produksi selesai dikerjakan. • Cost Driver-nya adalah waktu pemakaian mesin dan tenaga kerja dari awal proses produksi sampai akhir proses produksi beserta jumlah pakaian yang dipesan/order. • Perhitungan total biaya dari tiap unsur produksi dengan cost driver dengan ketentuan sebagai berikut: o Biaya Bahan dari sebuah proses yang dimiliki produk dikalikan dengan jumlah order pakaian o Biaya Gaji Pegawai dan mesin per jam dikalikan dengan waktu pemakaian tenaga kerja dan mesin. o Biaya Overhead satu bulan akan di bagi dengan waktu produksi per-order. • HPP tiap order diperoleh dengan menjumlahkan ketiga hasil dari poin ke lima diatas. Penjadwalan pengadaan bahan akan dibuat setelah order masuk dan bahan yang diperlukan untuk proses produksi dari order tersebut tidak terdapat dalam gudang. Langkah-langkah yang digunakan dalam membuat jadwal pengadaan bahan PT. Vonita Garment adalah sebagai berikut: • Identifikasi Tiga Sumber Informasi Utama Dalam Pengadaan Bahan Pengadaan bahan yang dilakukan membutuhkan tiga sumber informasi utama, yaitu: - Master Production Schedule (MPS): berupa data produk yang telah dipesan/order oleh pelanggan. Masing-masing produk memiliki proses produksi yang berbeda. Produk tersebut dipesan dengan jumlah yang berbeda pula, tergantung jumlah order dari pelanggan. - Bill of Material (BOM): berupa daftar dan kuantitas dari semua bahan yang diperlukan masing-masing proses produksi pakaian anak untuk memproduksi satu unit pakaian jadi. - Item Master: berupa informasi status tentang bahan yang diperlukan yang menunjukkan kuantitas bahan yang ada di gudang. • Perhitungan Jadwal Pengadaan Bahan Penjadwalan Pengadaan Bahan untuk tiap bahan yang diperlukan untuk proses produksi namun tidak terdapat dalam gudang sebagai berikut: - Melihat proses produksi yang dimiliki produk yang di pesan oleh pelangan. - Menghitung semua bahan yang diperlukan untuk proses produksi tersebut. - Melihat jadwal proses produksi tersebut akan dikerjakan. - Mengecek bahan dalam gudang, jika stock tidak ada atau kurang, maka dibuatkan jadwal pengadaan. Implementasi 7
  8. 8. a. Implemensi Database Database diimplementasikan dalam bentuk tabel-tabel. Tabel yang akan dijelaskan berikut dikhususkan pada tabel yang digunakan dalam proses produksinya saja: • Tabel Tbpp: untuk menyimpan proses-proses dari produk. Dimana masing-masing produk memiliki proses yang berbeda dengan urutan yang berbeda pula. • Tabel Tbtkproses: untuk menyimpan data tenaga kerja yang dipakai dalam sebuah proses dari produk. Dimanamasing-masing proses memerlukan tenaga kerja yang berlainan. • Tabel Tbbahanproses: untuk menyimpan data bahan baku yang dipakai dalam sebuah proses dari produk. Dimanamasing-masing proses memerlukan bahan baku yang berlainan. • Tabel Tbmesinproses: untuk menyimpan data nama mesin yang dipakai dalam sebuah proses dari produk. Dimanamasing-masing proses memerlukan mesin yang berlainan. • Tabel Tbjadwalpengadaan: untuk menyimpan data bahan yang habis, ketika ada order yang memerlukan bahan tersebut. • Tabel tbjadwalprod: untuk menyimpan proses produksi dengan urutan teratas berdasarkan jenis produknya, dan yang sudah terpenuhi atribut-atributnya, sehingga siap untuk di proses. • Tabel Tbprosesprod: untuk menyimpan data proses produksi yang sudah dijalankan. • Tabel Tbppselesai: untuk menyimpan data proses produksi yang telah selesai dijalankan. • Tabel Tbpemakaiantk: untuk mencatat dan menyimpan data pemakaian tenaga kerja selama suatu proses produksi berlangsung. • Tabel Tbpemakaianmesin: untuk mencatat dan menyimpan data pemakaian mesin selama suatu proses produksi berlangsung. • Tabel Tbpemakaianbahan: untuk mencatat dan menyimpan data pemakaian bahan selama suatu proses produksi berlangsung. • Tabel Tbgudangbahan: untuk menyimpan data bahan yang pernah dimiliki maupun yang dimiliki oleh perusahaan. • Tabel Tboverhead: untuk menyimpan biaya-biaya overhead bulanan dari perusahaan. • Tabel Tbprosesberjalan: untuk mencatat dan menyimpan data proses yang sedang terjadi untuk suatu order. • Tabel Tbpemakaianoverhead: untuk menyimpan data pemakaian overhead sebuah order. b. Implementasi dan Pengujian Program 8
  9. 9. Proses diawali dengan menginputkan data bahan yang digunakan untuk perhitungan HPP dan penjadwalan pengadaan bahan. Kemudian dilanjutkan dengan data gaji pegawai, mesin dan overhead bulanan seperti pada Gambar 2 sampai 5. Gambar 2. Form Data Bahan Gambar 3. Form Data Gaji Pegawai Kemudian dilanjutkan dengan pengisian data produk yang akan dibuat lengkap dengan bahan, mesin dan tenaga kerja yang diperlukan seperti pada Gambar 6. Apabila terdapat order dari customer maka akan dilakukan proses pengadaan bahan yang dapat dilihat pada form pengadaan seperti pada Gambar 7. 9
  10. 10. Setelah itu dapat dilihat jadwal produksi yang akan dilakukan apabila bahan yang diperlukan telah tersedia. Jumlah pemakaian mesin dan tenaga kerja juga dapat diupdate. Dan hasil proses produksi dapat dilihat pada Gambar 9. Program aplikasi ini mengimplementasikan hasil perhitungan HPP dalam berbagai macam laporan-laporan (reports). Jenis-jenis laporan tersebut antara lain: · Laporan Proses Produksi Yang Sedang Berjalan dan Laporan Proses Produksi Yang Telah Selesai. · Laporan Harga Pokok Produksi Per Order dan Laporan Pemakaian Bahan Per Order. 10
  11. 11. · Laporan Jadwal Pengadaan Bahan Per Tanggal Pengadaan. · Laporan Pemakaian Mesin Per Order dan Laporan Pemakaian Tenaga Kerja Langsung Per Order 11
  12. 12. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Produksi adalah bidang yang terus berkembang selaras dengan perkembangan teknologi ,dimana produksi memiliki suatu jalinan hubungan timbal balik (dua arah) yang sangat kuat yang sangat erat dengan teknologi. Kebutuhan produksi untuk beroprasi dengan biaya yang lebih rendah , meningkatkan kualitas dan produktifitas , dan menciptakan produk baru menjadikan kekuatan yang mendorong teknologi untuk melakukan berbagai terobosan dan penemuan baru. produksi dalam sebuah organisasi pabrik merupakan inti yang paling dalam, spesifik serta berbeda dengan bidang fungsional lain seperti keuangan, personalia dan lain-lain. Sistem produksi merupakan kumpulan dari subsistem-subsistem yang saling berinteraksi dengan tujuan mentraformasi dari input produksi menjadi output produksi. Input produsi dapat berupa bahan baku,mesin, tenaga kerja, modal, dan informasi ,sedangkan output produksi merupak produk yang dihasilkan seperti limbah, informasi dan lain sebagainya. subsistem dari sistem produksi tersebut antara lain adalah sebagai berikut • Perencanaan dan pengendalian produksi • Pengendalian kualitas. • Perawatan fasilitas produksi • Penentuan standart oprasi • Penentuan fasilitas produksi dan • Penentuan harga pokok produksi B. Saran Dalam sebuah perusahaan diperlukan adanya sistem informasi produksi yang baik. Dengan adanya sistem informasi yang mengatur tentang produksi maka perusahaan akan lebih mudah dalam mengontrol proses produksi. Oleh sebab itu dengan pemaparan pembahasan yang ada dalam bab sebelumnya maka penulis menyarankan kepada perusahaan atau pembaca untuk menyusun sistem informasi produksi yang baik pada perusahaan yang sedang dijalankan sekarang atau kelak, sehingga dapat diharapkan akan memberikan kemudahan perusahaan dalam mengatur segala hal yang berkaitan dengan proses produksi. 12
  13. 13. DAFTAR PUSTAKA - http://duniaerwin.wordpress.com/2009/12/09/sistem-informasi-manajemen-produksi-dan- maintenancepemeliharaan/ - http://ft-st.blogspot.com/2012/12/sistem-informasi-manufaktur.html - http://cinndyrq.blogspot.com/2013/05/sistem-informasi-produksi.html - http://yudiagusta.files.wordpress.com/2009/11/290-295-snsi06-46-pembuatan-sistem- informasi-produksi-dan-pengendalian-persediaan-studi-kasus-pada-pt-vonita-garment.pdf 13

×