Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Analisis Penerapan Sistem Informasi pada PT GO-JEK Indonesia
MAITSA ANGGRAINI HARIS
41814010077
Abstrak : Kebutuhan akan t...
utama. Selain itu, kebutuhan akan
teknologi yang terus meningkat pun
tidak bisa diabaikan begitu saja. Hal ini
lah yang ak...
1. Komponen Sistem
(Component)
2. Batasan Sistem (Boundary)
3. Lingkungan Luar Sistem
(Interface Environmente)
4. Penghubu...
2.6 Klasifiskasi Sistem Informasi
yang Digunakan
Sistem Informasi merupakan
kombinasi dari teknologi informasi
dan aktivit...
Sistem informasi
operasi secara rutin
membuat keputusan yang
mengendalikan proses
operasional, seperti
keputusan pengendal...
c. Executive Information
Systems
Executive
information systems
(EIS) adalah tipe
sistem informasi yang
sesuai untuk
kebutu...
• Jaringan komputer dan
komunikasi data: Sistem
penghubung yang
memungkinkan sumber
(resources) dipakai secara
bersama ata...
d. Memilih lokasi yang
akan dipakai.
e. Memilih pembayara,
dapat melalui
pembayaran tunai
maupun e-money.
4.1.2 Strategi S...
Dalam memberikan
layanan, GO-JEK
memanfaatkan teknologi
informasi, antara lain :
3. Teknologi End User
• Aplikasi Smartpho...
JEK sampai dilokasi
calon penumpang.
3. SMS & Call
Ketika driver
GO-JEK belum sampai
juga, calon penumpang
bisa memanfaatk...
2. Sales
Untuk
melakukan pemesanan
jasa GO-JEK
dilakukan melalui
aplikasi yang
terhubung melalui
internet. Pelanggan
memes...
penjualan jasa layanan,
memberikan layanan prima,
sekaligus memperkenalkan
tata cara transaksi yang
telah dibuat perusahaa...
JEK dan mitra yang
bersangkutan. Pembagian
keuntungan yang telah
masuk ke dalam perjanjian
kedua belah pihak akan
termasuk...
Sedangkan untuk
menciptakan
kenyamanan konsumen
sendiri, GO-JEK
memberikan informasi
mengenai driver atau
suksesor layanan...
kerjasama dengan
perusahaan lainnya,
serta menganalisa
kompetitor dan
membuat kebijakan
agar dapat bersaing.
5. KESIMPULAN...
3. Menambah fitur forum
untuk mempermudah
konsumen dalam
menyampaikan
keluhannya.
Daftar Pustaka
Anonim. "Sistem Informasi...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Analisis Penerapan Sistem Informasi pada PT GO-JEK Indonesia

44,321 views

Published on

Berisi tentang analisa penerapan sistem informasi pada PT GO-JEK Indonesia.

Published in: Education
  • Login to see the comments

Analisis Penerapan Sistem Informasi pada PT GO-JEK Indonesia

  1. 1. Analisis Penerapan Sistem Informasi pada PT GO-JEK Indonesia MAITSA ANGGRAINI HARIS 41814010077 Abstrak : Kebutuhan akan transportasi yang efisien dan teknologi yang terus berkembang membuat PT GO-JEK Indonesia lahir sebagai solusi. Menjadi perusahaan yang bergerak di bidang transportasi umum dan mengandalkan teknologi informasi sebagai dasar berjalannya perusahaan membuat PT Hasil penelitian ini membuktikan bahwa GO-JEK Indonesia menerapkan sistem informasi. GO-JEK memakai menerapkan begitu banyak sistem informasi, seperti hal yang paling sederhana yaitu dalam pemesanan layanan yang menggunakan aplikasi hingga dalam proses pengambilan keputusan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah PT GO-JEK Indonesia sudah sangat baik dalam menerapkan sistem informasi ada perusahaanya. Namun, masih kurangnya proteksi terhadap kecurangan yang seringkali terjadi antara driver dan penumpang menjadi kekurangan yang perlu diperbaiki ke depannya. Kata Kunci : Sistem Informasi, Jasa Transportasi 1. PENDAHULUAN Transportasi sudah menjadi hal penting dalam kehidupan sehari-hari, terlebih di kota besar seperti Jakarta. Kemacetan seakan sudah menjadi momok yang biasa setiap harinya. Problematika akan transportasi yang terus menerus timbul akhirnya memaksa pemerintah untuk berpikir lebih keras dalam menyelesaikannya. Transportasi umum seperti bus TransJakarta dan kereta MRT terus ditingkatkan demi menekan tingkat pengguna transportasi pribadi yang semakin hari kian bertambah. Perkembangan teknologi informasi pun membuat perusahaan akhirnya tergerak untuk menerapkan sistem informasi pada perusahaan mereka. Keuntungan yang ditawarkan seperti memperlancar kegiatan perusahaan menjadi salah satu faktor
  2. 2. utama. Selain itu, kebutuhan akan teknologi yang terus meningkat pun tidak bisa diabaikan begitu saja. Hal ini lah yang akhirnya membuat Nadiem Makarim membangun sebuah perusahaan baru yang dikenal sebagai GO-JEK Indonesia. GO-JEK Indonesia adalah sebuah perusahaan pelayanan transportasi. Diawali dengan hanya terdapat layanan ojek penumpang berbasis daring, kini GO-JEK telah berkembang dengan berbagai layanan yang ditawarkan. Penggunaan sistem informasi telah diterapkan tepat ketika perusahaan ini dibangun. Hal ini dikarenakan sistem yang berjalan dalam perusahaan memang mengharuskan perusahaan tersebut memakai sistem informasi. Fenomena GO-JEK inilah yang membuat penulis tertarik untuk meneliti sejauh mana sistem informasi berperan dalam keberlangsungan PT GO-JEK Indonesia. Apakah sistem informasi yang berjalan telah berjalan dengan baik atau belum. Berkaitan dengan hal-hal tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penulisan dengan judul: “Analisis Penerapan Sistem Informasi pada PT GO-JEK Indonesia.” 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Sistem Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sistem adalah perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas. Menurut Azhar Susanto, sistem adalah kumpulan/grup dari sub sistem/bagian/komponen apapun baik fisik ataupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu (2013:22). Menurut Sutarman, sistem adalah kumpulan elemen yang saling berinteraksi dalam suatu kesatuan untuk menjalankan suatu proses pencapaian suatu tujuan utama (2009:5). Maka dapat disimpulkan bahwa sistem merupakan sebuah perangkat atau kumpulan elemen yang saling terkait dan berhubungan dalam suatu kesatuan sehingga membentuk suatu totalitas dalam mencapai tujuan tertentu. 2.2 Karakteristik Sistem Menurut Jogianto Hartono dalam bukunya yang berjudul Analisis dan Desain Sistem Informasi. Sistem memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut:
  3. 3. 1. Komponen Sistem (Component) 2. Batasan Sistem (Boundary) 3. Lingkungan Luar Sistem (Interface Environmente) 4. Penghubung Sistem (Interface) 5. Masukan Sistem (Input) 6. Keluaran Sistem (Output) 7. Pengolahan Sistem (Process) 8. Sasaran Sistem (Object) 2.3 Pengertian Customer Relationship Management Customer Relationship Management atau CRM adalah sebuah istilah industri TI untuk metodologi, strategi, perangkat lunak atau aplikasi berbasis web lainnya yang mampu membantu sebuah perusahaan (enterprise) untuk mengelola hubungannya dengan para pelanggan. 2.4 Pengertian Enterprise Resource Planning Enterprise Resource Planning atau ERP adalah aspek perencanaan yang terintegrasi dalam suatu perusahaan/organisasi, berisfat lintas fungsional terdiri atas berbagai fitur dengan tujuan agar dapat merencanakan dan mengelola sumber daya organisasi dengan lebih efisien dan dapat merespon kebutuhan pelanggan dengan baik. 2.5 Pengertian Supply Chain Management Supply Chain Management atau SCM merupakan sebuah proses di mana produk diciptakan dan disampaikan kepada konsumen. Berdasarkan perspektif struktural, sebuah Supply Chain Management merujuk pada suatu jaringan yang rumit dari hubungan dimana organisasi mempertahankan dengan partner bisnis untuk memperoleh bahan baku, produksi dan menyampaikannya kepada konsumen (Kalakota 2001). Dalam kasus ini, karena GO-JEK merupakan sebuah perusahaan jasa, maka Supply Chain Management yang dilakukan GO-JEK merupakan suatu konsep manajemen di mana perusahaan berusaha memanfaatkan teknologi internet untuk mengintegrasikan seluruh mitra kerja perusahaan, baik para driver (pekerja), konsumen, dan juga para stakeholder yang berhubungan dalam kegiatan transaksi.
  4. 4. 2.6 Klasifiskasi Sistem Informasi yang Digunakan Sistem Informasi merupakan kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Klasifikasi sistem informasi adalah suatu bentuk kesatuan antara satu komponen dengan satu komponen lainnya, karena tujuan dari sistem tersebut memiliki akhir tujuan yang berbeda untuk setiap perkara atau kasus yang terjadi dalam setiap sistem tersebut. 1. Operations Support Systems a. Transaction processing systems (TPS) Transaction processing systems (TPS) berkembang dari sistem informasi manual untuk sistem proses data dengan bantuan mesin menjadi sistem proses data elektronik (electronic data processing systems). TPS mencatat dan memproses data hasil dari transaksi bisnis, seperti penjualan, pembelian, dan perubahan persediaan. TPS menghasilkan berbagai informasi produk untuk penggunaan internal maupun eksternal. Sebagai contoh, TPS membuat pernyataan konsumen, cek gaji karyawan, kuitansi penjualan, order pembelian, formulir pajak dan rekening keuangan. TPS juga memperbaharui database yang digunakan perusahaan untuk diproses lebih lanjut oleh SIM. b. Process Control Systems
  5. 5. Sistem informasi operasi secara rutin membuat keputusan yang mengendalikan proses operasional, seperti keputusan pengendalian produksi. Hal ini melibatkan process control systems (PCS) yang keputusannya mengatur proses produksi fisik yang secara otomatis dibuat oleh komputer. c. Enterprise Collaboration Systems Enterprise collaboration systems (ECS) adalah sistem informasi lintas fungsional untuk meningkatkan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi diantara anggota dari operasi bisnis. Sistem ini juga digunakan untuk keperluan koordinasi dan pertukaran informasi di internal perusahaan maupun dengan costumer. 2. Management Support Systems a. Management Information Systems Management information systems (MIS) menyediakan laporan informasi bagi pihak manajemen. MIS dihasilkan dari data yang dihimpun dari operasi bisnis. MIS menyajikan informasi yang detail dan rangkuman informasi pilihan. MIS berguna untuk efisiensi operasional b. Decision Support Systems Decision support systems (DSS) merupakan langkah selanjutnya dari MIS dan TPS. DSS adalah sistem informasi yang menggunakan model keputusan dan data khusus untuk membantu proses pengambilan keputusan bagi manajemen. Gunanya untuk mendukung pihak manajemen untuk memecahkan masalah tertentu dengan tepat.
  6. 6. c. Executive Information Systems Executive information systems (EIS) adalah tipe sistem informasi yang sesuai untuk kebutuhan informasi bagi manajemen eksekutif. Tujuannya menyediakan dengan akses yang mudah dan cepat, tentang informasi selektif faktor-faktor kunci dalam menjalankan tujuan strategis perusahaan bagi manajemen eksekutif. Kemudian memberikan kebijakan perusahaan secara umum atau kebijakan yang diperuntukan pada level di bawah, yang kemudian akan di terjemahkan lebih spesifik oleh level di bawahnya dalam sistem informasi. 2.7 Komponen Sistem Informasi • Perangkat keras (hardware): Mencakup peranti-peranti fisik seperti komputer dan printer. • Perangkat lunak (software) atau program: Sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras untuk dapat memproses data. • Prosedur: Sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehedaki. • Orang: Semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan, dan penggunaan keluaran sistem infor-masi. • Basis data (database): Sekumpulan tabel, hubungan, dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data.
  7. 7. • Jaringan komputer dan komunikasi data: Sistem penghubung yang memungkinkan sumber (resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai. 3. METODE PENELITIAN Metode penulisan merupakan langkah dari prosedur yang akan dilakukan dalam pengumpulan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. 3.1 Pendekatan Penulisan Penulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan maksud penulis dapat mendeskripsikan secara jelas dan rinci, serta mendapat data yang mendalam dari penulisan tentang peran sistem informasi terhadap perushaan PT GO-JEK Indonesia. 3.2 Objek/Subyek Penulisan Penulisan ini dilakukan pada PT GO-JEK Indonesia yang menerapkan sistem informasi dalam perusahaannya. Objek penulisan adalah sistem informasi, sedangkan subyeknya adalah PT GO-JEK Indonesia. 3.3 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang akan penulis ambil adalah : 1. Studi pustaka, dilakukan untuk mengumpulkan data dengan cara membaca referensi buku, artikel ataupun jurnal yang ditulis oleh para ahli untuk menunjang data-data yang dibutuhkan dalam pembuatan sistem. 2. Analisa kebutuhan, dilakukan dengan cara menganalisa hal-hal apa saja yang berperan dalam penerapan sistem informasi pada PT GO-JEK Indonesia. 4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Sistem Informasi Pemesanan Layanan Terdapat prosedur dalam kegiatan pemesanan layanan di PT GO-JEK Indonesia, antara lain sebagai berikut: a.Melakukan pendaftaran keanggotaan terlebih dahulu pada aplikasi. b. Melakukan log in agar dapat melakukan pemesanan layanan. c. Memilih layanan yang akan dipesan.
  8. 8. d. Memilih lokasi yang akan dipakai. e. Memilih pembayara, dapat melalui pembayaran tunai maupun e-money. 4.1.2 Strategi Sistem Informasi GO-JEK menerapkan strategi sistem informasi marketing melalui tiga tahapan yang disebut customer life cycle. 1. Acquire, yaitu mendapatkan pelanggan menggunakan teknik direct marketing yaitu dengan melakukan promosi secara langsung di social media. 2. Enhance, yaitu menambah pelanggan menggunakan teknik cross sell and up sell yaitu bekerja sama dengan para mitra perusahaan yang mau menggunakan layanan GO-JEK sehingga hal tersebut dapat menambah jumlah pelanggan baru. 3. Retain, yaitu mempertahankan pelanggan atau loyal customer menggunakan teknik customer support di mana perusahaan menanggapi setiap keluhan dan keinginan konsumen sehingga perusahaan dapat menciptakan loyal customer. 4.1.3 Sistem Informasi pada Bisnis yang Berjalan GO-JEK menggunakan sistem berikut dalam menjalankan perusahaannya : 1. Transaction processing systems 2. Process Control Systems 3. Enterprise Collaboration System 4.1.4 Sistem Informasi Pengambilan Keputusan Manajemen Dalam pengambilan keputusan, GO-JEK menggunakan sistem berikut : 1. Management Information Systems 2. Decision Support Systems 3. Executive Information Systems 4.1.5 Teknologi Informasi yang Digunakan
  9. 9. Dalam memberikan layanan, GO-JEK memanfaatkan teknologi informasi, antara lain : 3. Teknologi End User • Aplikasi Smartphone Android • Aplikasi Smartphone IOS 4. Teknologi Database • Cloud Computing • Smartphone Storage 5. API (Application Programming Interface) • Google Maps • Google Place • Transjakarta API • Apotikantar API 6. Payment • GO-Pay (Online Credit) 7. Customer Service • Social Media • Website • Call Center 4.1.6 Fitur yang Terdapat dalam Menu Utama Layanan GO-JEK 1. Input Data Calon penumpang menentukan lokasi penjemputan dan lokasi tujuan kemudian GO- JEK akan mengkalkulasi pembayaran. Dan kemudian calon penumpang memilih cara pembayaran (cash atau memakai Credit GO-JEK). 2. Driver On The Way Setelah melakukan pemesanan, aplikasi akan merespon untuk mencari driver GO-JEK terdekat dengan lokasi calon penumpangnya. Pada fitur ini, calon penumpang akan melihat GPS mengenai keberadaan driver GO- JEK yang akan menjemputnya bahkan terdapat berapa lama estimasi yang dibutuhkan driver GO-
  10. 10. JEK sampai dilokasi calon penumpang. 3. SMS & Call Ketika driver GO-JEK belum sampai juga, calon penumpang bisa memanfaatkan fitur SMS & Call yang telah disediakan oleh GO- JEK Apps. 4. Driver Review Untuk fitur ini penumpang dapat memberikan rating dan komentar mengeni pelayanan yang dilakukan oleh driver GO-JEK, karena dari rating inilah driver GO- JEK akan mendapatkan bonus bulanan. 5. My Wallet Fitur ini memudahkan penumpang dalam pembayaran, karena tidak memerlukan uang cash. Untuk penumpang yang baru pertama kali ingin menggunakan, GO-JEK memberikan kode voucher senilai Rp. 50.000.untuk pengisian ulang penumpang dapat mentransfer uang melalui Bank yang sudah ditentukan. 4.1.7 CRM pada GO-JEK CRM pada perusahaan GO- JEK antara lain meliputi kegiatan sebagai berikut : 1. Contact and Account Management Manajemen kontak dan akun pada GO-JEK Indonesia menggunakan sistem database, website, email, facebook, instagram, twitter dan nomor telepon yang sudah tertera di website. Selain itu akun konsumen juga disimpan dalam database yang nantinya akan mempermudah pihak manajemen perusahaan dalam memberikan informasi terbaru yang biasanya diperbarui ke email para konsumen.
  11. 11. 2. Sales Untuk melakukan pemesanan jasa GO-JEK dilakukan melalui aplikasi yang terhubung melalui internet. Pelanggan memesandengan menggunakan aplikasi yang dapat diunduh di smartphone android ataupun ios. 3. Marketing and fulfillment Pemasaran dan pemenuhan pemesanan jasa dapat dilakukan melalui aplikasi. Selain itu perusahaan juga melakukan promosi di media massa (koran, majalah) maupun elektronik (website, social media, telepon, email,) serta melalui jaringan kemitraan perusahaan. 4. Customer Service and Support Layanan dan dukungan untuk pelanggan saat ini baru disediakan call center saja. Seharusnya disediakan juga forum untuk diskusi antara konsumen dengan pihak manajemen perusahaan melalui website. 5. Retention and Loyalty Program Program retensi dan loyalitas yang diterapkan oleh GO- JEK adalah dengan memberikan frequent flyer yang berisi mengenai informasi- informasi terkini tentang perusahaan kepada para konsumen yang senantiasa loyal menggunakan jasa perusahaan. 4.2 Pembahasan 4.2.1 Penerapan CRM pada PT GO-JEK Indonesia Penerapan CRM pada PT GO-JEK adalah bagaimana mereka menggunakan aplikasi dan website untuk meningkatkan pendapatan perusahaan melalui
  12. 12. penjualan jasa layanan, memberikan layanan prima, sekaligus memperkenalkan tata cara transaksi yang telah dibuat perusahaan. Innformasi yang dimuat dalam aplikasi maupun website dimulai dari penyediaan informasi perusahaan, produk, forum diskusi antara pelanggan dengan pihak manajemen sampai pada proses pemesanan. Selain itu, untuk mendukung CRM, GO-JEK memberikan frequent-flyer dalam dua bahasa yang berisi tentang informasi-informasi terkini perusahaan kepada pelanggan yang loyal melalui e-mail. 4.2.2 Penerapan SCM pada GO-JEK Indonesia Supply Chain Management yang dilakukan GO-JEK adalah sebuah konsep manajemen di mana perusahaan berusaha memanfaatkan teknologi internet untuk mengintegrasikan seluruh mitra kerja perusahaan, baik para driver (pekerja), konsumen, dan juga para stakeholder yang berhubungan dalam kegiatan transaksi. Dari sisi sistem akuntansi, GO-JEK memberi fasilitas order processing yaitu fasilitas yang memungkinkan untuk konsumen melakukan pemesanan jasa, kemudian data yang telah diperoleh dari form yang tertera akan menentukan jumlah pembayaran. Jumlah pembayaran akan masuk ke dalam fasilitas billing yang kemudian akan dibukukan menjadi general ledger. Bukti dari pembayaran yang telah dilakukan oleh konsumen akan tertera pada cash receipt yang kemudian akan terakumulasikan pada general ledger. Pemesanan yang dilakukan oleh konsumen terhadap mitra dari GO- JEK akan masuk ke dalam sistem cash disbursement- account payable tergantung kepada jenis pembagian untung yang telah disepakati oleh pihak GO-
  13. 13. JEK dan mitra yang bersangkutan. Pembagian keuntungan yang telah masuk ke dalam perjanjian kedua belah pihak akan termasuk ke dalam sistem general ledger GO-JEK. 4.2.3 Analisa Sistem Informasi pada Bisnis PT GO-JEK Indonesia 1. Transaction processing systems Sistem pembayaran GO-JEK masuk ke dalam Transaction Processing System, di mana sistem informasi berfungsi sebagai pengatur alur keluar masuknya transaksi yang terjadi di GO-JEK. Transaksi disini termasuk dalam kalkulasi biaya perjalanan, penambahan GO-JEK kredit apa bila pelanggan menambah jumlah depositnya dan juga pengurangan jumlah kredit karena digunakan untuk membayar layanan GO- JEK. Book order juga termasuk TPS, didalamnya terdapat pengumpulan informasi dari user seperti penentuan lokasi awal dan tujun, dan form lainnya. 2. Process Control Systems Semua proses pemesanan merupakan bagian dari sistem informasi dimana langkah yang dilakukan bertahap sesuai dengan SOP yang telah ditentukan. Ini merupakan fungsi dari Process Control System. 3. Enterprise Collaboration System Untuk memudahkan koordinasi dan pertukaran informasi pada internal perusahaan, GO-JEK menghubungkan seluruh cabang di berbagai daerah kedalam suatu jaringan.
  14. 14. Sedangkan untuk menciptakan kenyamanan konsumen sendiri, GO-JEK memberikan informasi mengenai driver atau suksesor layanan lainya, baik nama, foto, begitu pula sebaliknya, driver megetahui nama serta nomor ponsel konsumen, sehingga konsumen dan driver dapat berkomunikasi secara langsung. 4.2.4 Analisa Sistem Informasi untuk Pengambilan Keputusan pada PT GO- JEK Indonesia 1. Management Information Systems Laporan data, monitoring layanan dan customer relationship management, adalah bentuk sistem informasi pada GO-JEK yang memudahkan pihak manajemen mendapatkan data khusus. Contohnya statistik dan data pemesanan dan transaksi dari user, ataupun kinerja dari driver atau suksesor layanan lainnya. 2. Decision Support Systems Data khusus dalam sistem informasi yang didapat dari pengumpulan data sebelumnya menjadi acuan manajer GO-JEK sebagai bahan keputusan untuk memusatkan atau mengekspansi usaha, penentuan dan rekruitmen driver atau suksesor layanan baru, serta pengembangan layanan. 3. Executive Information Systems Dalam EIS, eksekutif GO-JEK memanfaatkan sistem informasi untuk menentukan kebijakan bagi peningkatan keseluruhan perusahaan, seperti Penawaran Saham Perdana atau IPO agar potensi pertumbuhan lebih cepat, menjalin
  15. 15. kerjasama dengan perusahaan lainnya, serta menganalisa kompetitor dan membuat kebijakan agar dapat bersaing. 5. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang terlah diperoleh, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa sistem informasi dalam PT GO-JEK Indonesia telah berjalan dengan baik. Namun, masih ada beberapa kelemahan, yaitu : 1. Kurangnya sistem untuk mendeteksi kecurangan. Dalam bisnis GO-JEK, tidak jarang adanya kecurangan. Salah satu yang rawan terjadi adalah adanya penumpang fiktif di mana driver GO-JEK berpura-berpura memesan layanan sekaligus berperan sebagai pengojek yang menerima order tersebut. Selain itu, penumpang juga dapat terus membuat email yang baru dengan nomor yang baru untuk didaftarkan agar mendapat promo. 2. Meskipun telah ada fitur SMS & Call, GO- JEK tidak memiliki fitur chat khusus untuk memudahkan transaksi antara driver dan konsumen. 3. Belum adanya forum resmi di dalam aplikasi yang dapat memudahkan konsumen untuk memberikan keluhan akan pelayanan GO- JEK. 5.2 Saran Saran yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Pemberian proteksi untuk menekan tingkat kecurangan yang ada. 2. Memulai pengembangan aplikasi dengan menambahkan fitur chat. Karena dengan fitur chat, driver tidak memerlukan pulsa tambahan lagi dalam melakukan transaksi dengan konsumen.
  16. 16. 3. Menambah fitur forum untuk mempermudah konsumen dalam menyampaikan keluhannya. Daftar Pustaka Anonim. "Sistem Informasi Manajemen Studi GO-JEK." [Online]. (Diakses dari https://milaminora.wordpress.com/2016/02/13 /sistem-informasi-manajemen-studi-kasus- GO-JEK-2/ pada tanggal 12 April 2017 pukul 13.07).Soemantadiredja, Adrian dkk. "Penerapan E-Bisnis pada GO-JEK." [Online]. (Diakses dari http://ifriloeb.blogspot.co.id/2015/10/penarap an-e-bisnis-pada-gojek.html pada tanggal 12 April 2017 pukul 13.18). Nufus, Riyadlatin. "Penerapan Sistem dan Teknologi Informasi pada GO-JEK." [Online]. (Diakses dari https://datinnufus.wordpress.com/2016/10/30/ penerapan-sistem-dan-teknologi-informasi- pada-GO-JEK/ pada tanggal 12 April 2017 pukul 13.24). Lulu. "Customer Relationship Management." [Online] (Diakses dari http://lulu.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/fi les/13906/Customer+Relationship+Managem ent.pdf pada tanggal 12 April 2017 pukul 13.33).

×