Your SlideShare is downloading. ×
  • Like
  • Save
Fisika Modern 12 nuclear physics
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Now you can save presentations on your phone or tablet

Available for both IPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Fisika Modern 12 nuclear physics

  • 1,664 views
Published

 

Published in Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
1,664
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
0
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Fisika Modern Pertemuan 12 Nuclear Physics Hadi Nasbey, M.Si
    • Jurusan Fisika
    • Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
    01/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 2. Outline
    • PERBEDAAN REAKSI KIMIA DAN REAKSI INTI
    • REAKSI PENEMBAKAN INTI
    • Energi Reaksi Nuklir
    • Macam-Macam Reaksi Nuklir
    • Reaksi Fisi
    • Reaksi Fusi
    • Reaksi Berantai
    • Fenomena Bom atom
    • Memisahkan isotop Uranium
    01/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 3. REAKSI NUKLIR 01/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 4. PERBEDAAN REAKSI KIMIA DAN REAKSI INTI
    • Reaksi kimia
    • Tidak terjadi perubahan pada susunan inti, hanya terjadi pengelompokan atom
    • Tidak terjadi perubahan massa atom
    • Melibatkan sejumlah makroskopis zat2 yang mengalami reaksi
    • Energi dinyatakan per mol atau per gram
    • Energi yang dibebaskan kecil
    • Reaksi Inti
    • Terjadi perubahan pada susunan inti atom, berarti terbentuk unsur baru
    • terjadi perubahan massa atom yang diubah menjadi energi
    • Melibatkan sejumlah proses2 tunggal
    • Energi dinyatakan per inti transformasi
    • Energi yang dibebaskan besar
    01/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 5. REAKSI PENEMBAKAN INTI
    • Reaksi penembakan inti merupakan suatu proses di mana suatu nuklida diubah menjadi nuklida lain dengan menggunakan penembak sebuah partikel atau photon.
    • Kebanyakan reaksi nuklir yang dikenal merupakan reaksi antara suatu nuklida dengan partikel ringan, seperti netron, proton, deteron, triton, ion helium, elektron, dan meson
    • Reaksi transformasi yang pertama: penembakan inti nitrogen dengan pertikel alfa tahun 1919 oleh Rutherford
    • 14 N + 4 He 17 O + 1 H
    • Notasi singkat: 14 N (  , p ) 17 O
    01/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 6. Manfaat reaksi nuklir
    • Membuat suatu nuklida dari nuklida yang lain (transmutasi)
    • Mengubah nuklida yang tak radioaktif menjadi bersifat radioaktif. (produksi radioaktif)
    • Membuat unsur transuranium ( unsur yang no. atom diatas 92)
    • Menentukan massa atom
    • Menghasilkan energi yang besar ( sumber energi)
    01/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 7. Energi Reaksi Nuklir
    • Reaksi nuklir seperti halnya reaksi kimia biasa selalu disertai dengan pengeluaran dan penyerapan energi (Q).
    • Nilai Q positif ( memerlukan energi) merupakan reaksi endoergik dan nilai Q negatif ( membebaskan energi) merupakan reaksi eksoergik.
    • Energi yang menyertai reaksi nuklir diberiken per inti yang mengalami transformasi
    01/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 8. Cara Menentukan Q reaksi nuklir
    • 1. Melalui pengukuran energi partikel penembak dan energi partikel atau photon yang dibebaskan.
    • Untuk reaksi : 7 Li + 1 H + Q 1 2 4 He + Q 2
    • Q reaksi = Q 2 – Q 1
    • 2. Melalui perhitungan massa dari produk dan reaktan (s.m.a). Di mana, Q reaksi = (massa reaktan-massa produk) x 931 MeV
    • Energi kinetik partikel merupakan energi yang harus disediakan partikel supaya reaksi nuklir berlangsung, disebut juga energi ambang reaksi (Ekp)
    • E kp = (1 + m/M)  Q  ,
    • m =massa partkl dan M=massa target
    • Jadi nilai E kp > Q
    01/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 9. Penampang Lintang
    • Merupakan kebolehjadian sebuah partikel penembak akan menghasilkan suatu reaksi nuklir
    • Satuan dari penampang lintang :barn (1 barn = 10 -24 cm 2 ).
    • Penampang lintang merupakan fungsi dari: inti target, macam dan energi penembak.
    • Pada target tipis, maka R i =  I n x
      • R = Jumlah total dari proses-proses tertentu yang terjadi dalam
      • target per satuan waktu
      • I = Jumlah pertikel penembak per satuan waktu
      • n = Jumlah inti target per senti meter kubik
      • X = Tebal target dalam senti meter
      •  = Penampang lintang untuk proses tertentu dinyatakan dalam
      • senti meter kuadrat
    01/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 10. TAMPANG LINTANG
    • Tampang lintang (  ): Kebolehjadian berlangsungnya reaksi nuklir, dengan dimensi: cm 2
    • Suatu reaksi nuklir mempunyai fluks n per cm 2 per detik, mengandung c inti atom per cm 3 dan jangkauan (jarak tembus) dx cm, maka mengikuti persamaan diferensial:
    • -dn = n  c dx
    •  -dn/n =  c dx
    • ln (n x /n o )= -  c x
    • atau n x = n o exp (-  c x)
      • n x = intensitas radiasi nuklir setelah menembus sasaran
      • n o = intensitas radiasi nuklir sebelum menembus sasaran
      • c = jumlah inti per cm 3 materi
      •  = tampang lintang reaksi nuklir
      • x = tebal sasaran
    01/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 11.
    • Banyaknya radiasi nuklir yang berinteraksi dengan inti atom materi sasaran adalah:
      • n o - n x = n o (1- exp (-  c x))
    • Jari-jari inti nuklida berat = 10 -12 cm, maka luas tampang geometri inti berat = 10 -24 cm 2 (=1 barn)
    • Setiap reaksi nuklir mempunyai penampang lintang reaksi tersendiri yang tergantung pada: jenis partikel, jenis nuklida dan energi radiasi
    • Contoh:
      • reaksi pembentukan Au-198 dari Au-197 dengan penembakan netron berdasar reaksi (n,  ). Tampang lintang reaksi 99 barn, tebal sasaran 0,3 cm, luas 5 cm 2 dan fluks netron (  ) 10 7 cm -2 det -1 , massa atom Au-197 = 197,2 (massa jenis Au = 19,13 g cm -1 )
      • Ditanyakan: berapa inti Au-198 yang terjadi?
    01/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 12.
    • Jawab:
      • n o = 5 (cm 2 ) x10 7 (netron) cm -2 det -1 (n o =  x luas)
      • c = (19,13 g cm -3 /197,2 g mol -1 ) x 6,02 x 10 23 inti mol -1 = 5,89 x 10 22 inti Au-197 cm -3
      • x = 0,3 cm
      •  = 99 x 10 -24 cm 2
      • karena n o - n x = n o (1- exp (-  c x))
      • inti Au-198 yang terjadi = n o - n x
      • n o - n x = 5 x10 7 det -1 (1 - exp(- 99 x 10 -24 x 5,89 x 10 22 x 0,3 ))
      • n o - n x = 4,1x10 7 inti Au-198 per detik
      • reaksi pembentukan Au-198 dari Au-197 dengan penembakan netron berdasar reaksi (n,  ). Tampang lintang reaksi 99 barn, tebal sasaran 0,3 cm, luas 5 cm2 dan fluks netron (  ) 10 7 cm -2 det -1 , massa atom Au-197 = 197,2 (massa jenis Au = 19,13 g cm -1 )
    01/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 13. Macam-Macam Reaksi Nuklir
    • Beberapa tipe reaksi berdasarkan cara peluruhan:
      • Reaksi pembelahan, U (n,f) hasil-hasil fisi
      • Reaksi transuranium, U (n,  ) hasil
      • Reaksi produksi netron, X (proyektil,n)Y
      • Reaksi produksi karbon, N(d,p) C
    • Berdasarkan jenis partikel penembak
      • Reaksi dengan netron
      • Reaksi dengan proton
      • Reaksi dengan deteron
      • Reaksi dengan alfa atai ion energi tinggi
      • Reaksi dengan gamma
    01/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 14. Analisis aktivasi netron
    • Analisis aktivasi netron merupakan cara analisis yang banyak diterapkan dan mempunyai kepekaan yang sangat tinggi.
    • Analisis ini berdasar pada reaksi (n,  ).
    • Tujuan: untuk menentukan kadar unsur dalam jumlah kecil
    • Dalam teknik ini suatu cuplikan yang akan ditentukan dibuat aktif dengan penyinaran netron, dan terjadilah suatu isotop yang bersifat radioaktif yang dapat terdeteksi aktivitasnya dengan alat pencacah.
    • Syarat:
      • tampang lintang tinggi agar transmutasi banyak terjadi dalam waktu yang pendek dan fluks cukup
      • hasil penyinaran harus radioaktif, memancarkan radiasi yang dapat dicacah dan mempunyai waktu paruh cukup panjang untuk mencacah, tapi cukup pendek untuk memberikan aktivitas yang cukup tinggi dari radiasi yang dihasilkan
    01/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 15. Rumus
    • Analisis aktivasi netron menggunakan rumus:
          • A = N 
      •  = (1-exp(-  t))
      •  : faktor pertumbuhan tergantung pada  dan t
      • A: Aktivitas nuklida yang terbentuk (dps)
      • N: Jumlah atom dari unsur yang ditembak (ingin dicari)
      •  : Fluks netron (netron cm -2 det -1 )
      •  : tampang lintang (barn)
    • Biasanya pada praktek menggunakan zat standar yang sudah diketahui t 1/2 dan diperlakukan supaya  ,  sama dengan sampel
    • maka digunakan rumus: A 1 /A 2 = N 1 /N 2
    • A 1 , A 2 dan N 1 diketahui maka N 2 dapat dihitung
    01/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 16. Contoh
    • Berapa mCi dari Mn-56 yang terjadi pada iradiasi 2 gram MnO 2 selama 5,2 jam dalam reaktor nuklir dengan fluks 10 5 cm -2 det -1 dengan t 1/2 Mn-56 = 2,6 jam, tampang lintang 13,3 barn
    • Jawab:
      • Mn-55 = 55/87 x 2 gram = 1,265 gram
      • N dari Mn-55 = 6,02x10 23 x(1,265/55) = 1,385.10 22 inti
    • Maka:
      • A = N  (1-exp(-  t))
      • A = 1,385.10 22 inti x 10 5 cm -2 det -1 x 13,3x10 -24 cm 2
      • x(1-exp (-0,693/2,6)(5,2))
      • A = 1,38 x 10 4 dps (inti det -1 )
      • A = 1,38 x 10 4 / 3,7x10 7 = 3,73 x 10 -4 mCi
    01/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 17. Reaksi Fisi
    • Reaksi fisi merupakan reaksi pembelahan nuklida menjadi dua atau lebih nuklida yang baru.
    • Misalnya Untuk fisi uranium dituliskan sebagai: U (n,f) hasil-hasil fisi
    • dimana A 2 = 236 - A 1 - v dan Z 2 = 92 - Z 1
    • Untuk hasil fisi Te-137 dan Zr-97
    • Energi fisi berupa: energi kinetik netron dan hasil fisi, energi sinar gamma, dan berupa energi peluruhan beta
    01/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 18. Macam-macam netron
    • Netron termal Inetron lambat), E = 0,025 eV
    • netron intermediat, E=0,5-10 KeV
    • netron cepat, E = 10 - 20 KeV
    • netron relativitas, E = 20 MeV
    01/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 19. Reaksi Fusi
    • Reaksi fusi merupakan reaksi peleburan nuklida-nuklida ringan menjadi nuklida yang lebih berat.
    • Secara teori reaksi fusi lebih menguntungkan daripada reaksi fisi karena dari reaksi ini dihasilkan energi yang sangat besar, tapi pada pelaksanaanya hal itu sangat sulit dilakukan. Untuk inisialisasi reaksi dibutuhkan suhu yang sangat tinggi. Biasanya dilakukan dengan reaksi fisi sebagai pembangkit energi.
    • Reaksi fusi merupakan sumber energi matahari dan bintang-bintang.
    • Aplikasi: bom hidrogen
    • Masih dalam penelitian: Fusi dingin, so… bahan bakar bisa dari hidrogen yang melimpah…
    01/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 20. Reaksi Berantai
    • Setiap reaksi fisi menghasilkan 2-4 netron
    • Jika netron yang dihasilkan menembak inti lain mis U-235 akan terjadi fisi lagi dan seterusnya
    01/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 21. Fenomena Bom atom
    • Bom atom di hirosima 6/8 1945
      • U-235 dengan massa kritis 50 kg dg bobot 4,5 ton
      • Nama: Little boy
      • daya ledak 10 kilo ton yang setara dengan 10 juta kg bahan TNT
    • Bom atom Nagasaki 9/8 1945
      • Pu-239 dengan massa kritis 16 kg
      • Nama: Fat Man
      • daya ledak 10 kilo ton yang setara dengan 10 juta kg bahan TNT
    01/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 22. Memisahkan isotop Uranium
    • Uranium alam (0,7 % di batuan) terdiri dari
      • U-238 (sebagian besar=99,3 %)
      • U-235 hanya 0,7 %
    • U-235 bahan fisil dan membebaskan energi= 25,5 juta kkal/kg (1kg Carbon= 8 kkal)
    • U-238 tidak fisil tapi bisa dirubah menjadi U-239 dan mengalami transmutasi menjadi Pu-239 yang fisil
    • Pengayaan U-235 dengan cara memisahkan dengan U-238 dengan difusi gas
    • U-235 dan Pu-239 harus disimpan tidak melebihi massa kritisnya
    01/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 23. TERIMA KASIH 01/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |