Perencanaan, PengelolaanPemantaun LH Bidang SDMFurqaan HamsyaniPS. Manjemen LingkunganPoliteknik Pertanian Negeri Samarind...
Tujuan Pembelajaran1. Menjelaskan latar belakang, tujuan, & sasaran2. Menjelaskan tujuan Permasalahan & Ruang Lingkup3. Me...
Kerangka Perkuliahan1. Kenapa kita mempelajari perencanaan, pengelolaan, danpemantauan lingkungan2. Pertanyaan dalam peren...
Latar Belakang, Tujuan, & SasaranLatar Belakang• Perubahan pengelolaan lembaga-lembaga pemerintah dan pelayananpublik seba...
Permasalahan & Ruang LingkupRuang Lingkup1. Mengkaji arah atau tren fenomenapermasalahan lingkungan hidup diIndonesia samp...
KERANGKA BERPIKIR (1)Ciri-cirinya adalah :1. Sebagai katalis2. Milik masyarakat3. Kompetitif4. Berorientasi pada misi, has...
KERANGKA BERPIKIR (2)Strategic Direction SettingSupply, demand, discrepanciesDevelop Action PlanImplementation Action Plan...
Kerangka Berpikir (3)Tujuan/Sasaran SDMPerencanaan AnggaranSDMPrakiraankebutuhanaktifitas SDMProgramKegiatan SDMUmpan bali...
Pergeseran Paradigma Pembangunan• Dalam proses pengambilan keputusan :TOP DOWN BOTTOM UP• Peran pemerintah :DOMINAN FASILI...
Kelembagaan LH di Daerah• Psl 112 ayat (1) UU No.22/1999• PP No 8/2003• SKB Men PAN & Mendagri No 01/SKB/M.PAN/4/2003 dan ...
Pembagian tugas & kewenanganTugasPropinsiKab./KotaKebijakan, Pemberian Ijin,Pelayanan Umum, danPembinaanKebijakan, Pemberi...
Gambar 3.1 StrukturPemerintahan danPengelolaanLingkunganKECAMATANDESA/KELURAHANPRESIDENDepartemenSektoralDEPDAGRIBANGDAMEN...
Profil Umum Indonesia dalam sistem duniaAtribut Sumberdaya alamdan lingkungan hidup1. “Mega diverse dunia”2. Negara tropis...
Posisi Indonesiadalam beberapa isu lingkungan internasionalKelompok 77 ProdusenMinyak BumiKoalisi“Mega Diverse”Isu keaneka...
Kecenderungan Pengelolaan SDA dan LHdi IndonesiaGreenEconomyShallowenvironmentmanagementConventionalEconomyDeepEcologyIndo...
Tantangan Pengelolaan LH di Indonesia• Permasalahan lingkungan hidup di Indonesia lebih dipandangsebagai permasalahan tekn...
Driving force keguncangan LH• Pertama, laju perkembangan ilmu pengetahuan danteknologi (iptek) yang tinggi yang berhasil d...
Menuju sustainable development....• Dibentuknya instansi pemerintah yang menanganimasalah lingkungan• Munculnya berbagai k...
Pembangunan Berkelanjutan.......Kesepakatan Nasional & Rencana TindakKesepakatan Nasional1. Membangun masyarakat adil & ma...
Program Pembangunan (RKP 2005 –Bappenas) Bid SDA dan LH1. Perlindungan dan konservasi SDA2. Rehabilitasi dan pemulihan cad...
‘Satu’ atau ‘Beberapa’ Masa Depan?Saat ini Masa depan“One official future” (?)Scenario 1Scenario 2Scenario 3Scenario 4Kita...
Mengapa Kita Memandang‘Beberapa’ Masa Depan?Tak ada yang bisa memastikan 1 masa depanAda beragam ketidakpastian, persepsi ...
Keunggulan Scenario Planning Mempertimbangkan kepastian dan ketidakpastian Membuka mata akan struktur fenomena dan peril...
KetidakpastianPre-determined(bisa diduga)Interpretasi 1Interpretasi 2Interpretasi 3Scenario 1Scenario 2Scenario 3Implikasi...
Analisis StrukturAnalisis struktur terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan (drivingforces) akan menunjukkan pe...
Skenario SDA & LH 2025Skenario pesimis :1. Konsumerisme tak terkendali2. Fragmentasi kepentingan3. Apatis thd penegakkan h...
Nilai, visi,tujuan danstrategiorganisasiPeran SDM dalamkeputusan stratejikPengembanganPergantianKulturdansuasanaKomunikasi...
Apa yangdibutuhkanorganisasiBagaimanasituasimempengaruhiSDMApa kendalaantara yangdiperlukandan yangdimilikiApa yang telahd...
PerumusanStrategiHasil analisa kondisi makrodan mikro; diarahkan olehadanya visi, misi,keyakinan dasar, nilaidasar, tujuan...
Skenario Kelembagaan LH(by area authority – role – strategic sequence)By Role:• Role I : Institusi LH sebagaikatalisator d...
Tipologi SkenarioKelembagaan 3 Kelembagaan 2 Kelembagaan 1PesimisP3(Skenario 1) P2 P1OptimisO3 O2O1(Skenario 3)Skenario Ke...
Orientasi kebijakan publik, Strategi/Master Plan danGaris Besar Program Pengembangan SDMSkenario 1 Skenario 2 Skenario 3Ke...
Skenario 1(Business as Usual/ BAU)Skenario 2(LH: sektor proritas)Skenario 3(Deep ecology)• LH tetap dipandang dandiperlaku...
BerdirinyaKLH2nd curve(peremajaan)MulaiberkembangTahappengembangantumbuhmatangKapasitaslembaga & SDMUkuran relatifkapasita...
Skenario 1:Business as Usual• Kurangi penangananmasalah lingkungan denganpendekatan ad-Hoc karenaduplikatif dan inefisien•...
2ndcurve(peremajaan)Orientasi pada Skenario 1:cenderung pesimis (BAU) dan butuhwaktu lama untuk recovery?Orientasi pada Sk...
Implikasi Program 1 (jabaran skenario 1):• Menetapkan kembali prioritas pemb. LH•Merumuskan dan menetapkan kembali fungsi ...
Implikasi Program 2 (jabaran skenario 2):• Sejalan dengan semakin sensitif dan pentingnya masalah LH bagi keberlangsunganp...
Implikasi Program 3 (jabaran skenario 3):• Pelaksanaan program strategi aliansi yang lebih intensif dengan seluruh stakeho...
“Tidak ada negara terbelakang (underdeveloped country) yang ada adalah negara yang tidakdikelaola dengan baik (undermanage...
Tanggapan Utama• misi, tujuan pembangunan LH tidak terdefinisi dengan baik sehingga adakesulitan untuk dapat memberikan ar...
Apakah Kelembagaan LH kuat?Berperan sebagai katalisator & integratorpembangunan berkelanjutanBagaimanakah kondisiLH & SDAS...
Orientasipenyelesaian akar masalahSkenario 1(multisectoral)Skenario 2(sectoral)Skenario 3(deep sectoral)Skenario pesimisSk...
Orientasi pengembangan SDMSkenario 1(multisectoral)Skenario 2(sectoral)Skenario 3(deep sectoral)SkenariopesimisLeverage,Pr...
Daftar PustakaAnonim, 2005, Master Plan Sumberdaya Manusia Bidang PengelolaanLingkungan Hidup, Kementrian Lingkungan Hidup...
Mp sdm lh furqaan
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Mp sdm lh furqaan

265 views
166 views

Published on

sumber kemen LH indonesia

Published in: Education, Business
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
265
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
2
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Mp sdm lh furqaan

  1. 1. Perencanaan, PengelolaanPemantaun LH Bidang SDMFurqaan HamsyaniPS. Manjemen LingkunganPoliteknik Pertanian Negeri Samarinda&PS. Teknik Lingkungan F. Teknik Universitas Mulawarman
  2. 2. Tujuan Pembelajaran1. Menjelaskan latar belakang, tujuan, & sasaran2. Menjelaskan tujuan Permasalahan & Ruang Lingkup3. Menjelaskan Kerangka Berpikir Perencanaan, Pengelolaan,Pemantauan Lingkungan4. Memberikan penjelasan Pergeseran Paradigma Pembangunandan Kelembagaan LH di Daerah5. Memberikan Penjelasan Master plan SDM dan SDA
  3. 3. Kerangka Perkuliahan1. Kenapa kita mempelajari perencanaan, pengelolaan, danpemantauan lingkungan2. Pertanyaan dalam perencanaan, pengelolaan, dan pemantauanlingkungan : latar belakang, tujuan, & sasaran; tujuan Permasalahan & Ruang Lingkup; Kerangka Berpikir Perencanaan, Pengelolaan, PemantauanLingkungan;3. Peranan Pergeseran Paradigma Pembangunan danKelembagaan LH di Daerah4. Master plan SDM dan SDA
  4. 4. Latar Belakang, Tujuan, & SasaranLatar Belakang• Perubahan pengelolaan lembaga-lembaga pemerintah dan pelayananpublik sebagai akibat dari reformasibirokrasi dan otda• Tuntutan pembangunan yang mengacupada kebutuhan masyarakat• Meningkatnya persoalan lingkunganhidup di Indonesia yang semakinkompleks yang memerlukan penangananyang bersifat antisipatif• Pentingya peran pemerintah sebagaiparenting organization• Perlunya skenario pengembangan SDMyang memperhatikan dinamika internaldan eksternal organisasi pemerintahTujuan :Menyusun perencanaan SDM LH yangdapat meningkatkan kualitas SDMpengelola lingkungan hidup gunamendukung pembanguan berwawasanlingkungan dalam kerangka otonomidaerahSasaran :Tersusunnya Master PlanPengembangan SDM bidangPengelolaan Lingkungan Hiduptahun 2005-2010
  5. 5. Permasalahan & Ruang LingkupRuang Lingkup1. Mengkaji arah atau tren fenomenapermasalahan lingkungan hidup diIndonesia sampai dengan 20102. Mengkaji arah atau tren peranpemerintah di antara stakeholderpengelola lingkungan hidup di indonesia3. Mengkaji permasalahan instansipemerintah pengelola LH4. Mengkaji tuntutan kinerja instansipemerintah pengelola LH sampai dengantahun 20105. Mengkaji kelayakan struktur manejemeninstansi pemerintah pengelola LH sesuaidengan tuntutan kinerja6. Merumuskan kebutuhan dan kualifikasiSDM pada instansi pemerintah pengelolaLH7. Melakukan critical review terhadapMaster Plan SDM LH 2005-2010sebelumnya8. Merancang garis besar startegi (MasterPlan) pengembangan SDM pada instansipemerintah pengelola LH berdasarkanpendekatan skenarioPermasalahan :1. Bagaimana pemahaman kebutuhanpelaksanaan pembangunan berwawasanlingkungan hidup di Indonesia? Apaperan strategis instansi pemerintahpengelola lingkungan hidup?2. Apakah struktur organisasi danmanajemen yang ada saat ini telahselaras dengan tujuan pembangunanberwawasan lingkungan? Apakah telahsejalan dengan rencana strategis yangtelah disusun?3. Bagaimana kinerja SDM pengelola LHpada instansi pemerintah saat ini baik dipusat maupun daerah?4. Apakah kendala pokok dalammanajemen SDM pengelola LH?5. Bagaimana strategi mengatasi kendalatersebut?6. Apakah rencana aksi dan tahapanprogram bagi pengembangan SDMpengelola LH
  6. 6. KERANGKA BERPIKIR (1)Ciri-cirinya adalah :1. Sebagai katalis2. Milik masyarakat3. Kompetitif4. Berorientasi pada misi, hasil, dankebutuhan publik5. Antisipatif6. TerdesentralisasiGood Governance1. Transparansi2. Akuntabilitas3. Partisipatif4. Responsivitas5. Efektif & efesien6. Kemitraan7. Komitmen pada LH8. Supremasi hukum9. Demokratis10. VisionerPendekatan Birokrasi yang berorientasi pada wirausaha.
  7. 7. KERANGKA BERPIKIR (2)Strategic Direction SettingSupply, demand, discrepanciesDevelop Action PlanImplementation Action PlanMonitor, evaluate, revise1. Perencanaan SDM harus berkaitan dengantujuan yang hendak dicapai2. Perencanaan untuk mencapai tujuan yang akandatang3. Perencanaan selalu meliputi keputusan tentangkegiatan atau tindakan yang akan dilakukan4. Perencanaan harus akurat, teruji, fleksible,dapat dipertanggungjawabkan, dan secaraperiodik dapat dievaluasi
  8. 8. Kerangka Berpikir (3)Tujuan/Sasaran SDMPerencanaan AnggaranSDMPrakiraankebutuhanaktifitas SDMProgramKegiatan SDMUmpan balikEmpat langkah pokok perencanaan SDM1. Untuk kebutuhan masa depan2. Untuk keseimbangan masa depan3. Untuk pengadaan, seleksi, dan pemberhentian pegawai4. Untuk pengembanganFokus Kajian
  9. 9. Pergeseran Paradigma Pembangunan• Dalam proses pengambilan keputusan :TOP DOWN BOTTOM UP• Peran pemerintah :DOMINAN FASILITATOR, REGULATOR, ENABLER.• Dari sisi pendekatan perencanaan :SEKTORAL REGIONAL (MULTISEKTORAL)• Dari sisi kepentingan masyarakat :KEPENTINGAN ELITE KEPENTINGAN AKAR RUMPUT• Dari pola pemanfaatan sumberdaya alam :KEPENTINGAN EKONOMI JANGKA PENDEK KEPENTINGANKESEIMBANGAN ALAM JANGKA PANJANG
  10. 10. Kelembagaan LH di Daerah• Psl 112 ayat (1) UU No.22/1999• PP No 8/2003• SKB Men PAN & Mendagri No 01/SKB/M.PAN/4/2003 dan No 17/2003• Surat edaran Mendagri kepada Gubernur dan Bupati/Walikota Nomor 660.1/1728/V/Bangda danNomor 660.1/102/V/BangdaPertimbangan :1. Yuridis2. Empiris3. AkomodatifKelembagaan LH di daerah adalah berupa DINAS DAERAH1. Perumusan kebijakan teknis LH2. Pemberian perijinan dan pelaksanaan pelayanan umum3. Pembinaan pelaksanaan tugas LHHarapan :Kapasitas penyelenggaraan tugas danfungsi LH menjadi : lebih luas, lebihkuat, dan lebih akomodatif
  11. 11. Pembagian tugas & kewenanganTugasPropinsiKab./KotaKebijakan, Pemberian Ijin,Pelayanan Umum, danPembinaanKebijakan, Pemberian Ijin,Pelayanan Umum, danPembinaanPemerintahpusatPemerintahan KedudukanDaerah OtonomDaerah Otonom &Wilayah AdministrasiKewenanganLintas Kab/Kota & segalakewenangan yang belummampu dilaksanakanoleh Kab/KotaOtonomi yang luas, utuh,dan bertanggung jawabBentuk LembagaDinas LHPropinsiDinas LHKab/KotaPembinaan danPengawasanDepartemen/KementerianFasilitasi, pedoman,arahan, bimbingan,pelatihan, supervisi,dan pengawasanrepresif
  12. 12. Gambar 3.1 StrukturPemerintahan danPengelolaanLingkunganKECAMATANDESA/KELURAHANPRESIDENDepartemenSektoralDEPDAGRIBANGDAMEN. LHKoordinasiGUBERNURPemda ProvinsiDINASLHINSTANSILAINBUPATI/WALIKOTAPemda Kabupaten/KotaDINASKabupatenINSTANSILAINMasalah LingkunganBimbingan danSupervisiInstruksiInstruksiKoordinasiKoordinasiInstruksiInstruksiInstruksiPotensi konflik1. Territorial conclict(konflik horisontal)2. Contiguity zoneconflict (konflikvertikal)
  13. 13. Profil Umum Indonesia dalam sistem duniaAtribut Sumberdaya alamdan lingkungan hidup1. “Mega diverse dunia”2. Negara tropis3. Negara kepulauan4. Lokasi strategis5. Kaya akan bahan tambangAtribut sosial ekonomi1. Negara berkembang2. Wilayah pasar3. Produsen bahan mentah4. Beban utang LN5. Impor teknologiAtribut hukum/peraturan1. Orientasi sektoral2. Dominasi pemerintah3. Paradigma “atur danawasi”„Aset internasional’1. Ketergantunganeksternal2. Eksploitasi SDA3. Konsumtif1. Konflik kepentingan2. Inkonsistensi kebijakan1. Posisi tawar rendah2. Tidak mampu berinisiatif dan berinovasi3. Reaktif dan defensifProfil Eksisting Indonesia
  14. 14. Posisi Indonesiadalam beberapa isu lingkungan internasionalKelompok 77 ProdusenMinyak BumiKoalisi“Mega Diverse”Isu keanekaragaman hayaitiIsu energiterbarukanIndonesiaIsu pendanaan &perdagangan
  15. 15. Kecenderungan Pengelolaan SDA dan LHdi IndonesiaGreenEconomyShallowenvironmentmanagementConventionalEconomyDeepEcologyIndonesia1. Konsumtif2. Hilangnya bentukkehidupan alamiah1. Eksploitasisumberdaya alam2. Standar kehidupanmaterial1. Non Konsumtif2. Harmonisasidengan alam1. Konservasisumberdaya alam2. Standar KehidupanEkologis
  16. 16. Tantangan Pengelolaan LH di Indonesia• Permasalahan lingkungan hidup di Indonesia lebih dipandangsebagai permasalahan teknis yang dianggap akan dapatdiselesaikan dengan penerapan teknologi dan penetapan standarbaku mutu.• Sumberdaya alam masih dipandang sebagai sumberdayaekonomis daripada sumberdaya ekologis. Dalam hal inisumberdaya alam merupakan sumber pendapatan negara, dayatarik investasi, dan sumber kehidupan penduduk miskin.• Berbagai ukuran yang digunakan dalam pembangunan lebihberorientasi pada standar kehidupan material daripada kualitaskehidupan yang lebih holistik.• Adanya kecenderungan untuk mereduksi bentuk-bentukkehidupan alamiah melalui kemajuan teknologi dan industrialisasi.
  17. 17. Driving force keguncangan LH• Pertama, laju perkembangan ilmu pengetahuan danteknologi (iptek) yang tinggi yang berhasil diwujudkanoleh akal dan otak manusia;• Kedua, ledakan penduduk yang mengganggukeseimbangan SDA dan lingkungan;• Ketiga kurangnya etika dan perilaku yang berpihakpada kepentingan pelestarian lingkungan.
  18. 18. Menuju sustainable development....• Dibentuknya instansi pemerintah yang menanganimasalah lingkungan• Munculnya berbagai kegiatan dan ornop di bidanglingkungan hidup• Meningkatkan kesadaran masyarakat• Acuan perencanaan LH : Agenda 21 Indonesia, Agenda21 Sektoral, Agenda 21 Lokal, Konferensi NasionalPembangunan BerkelanjutanMainstreaming.....• Layak secara ekonomi• Diterima secara sosial• Ramah lingkungan• Memperkuat negara kesatuanParadigma....• Keberlanjutan• Keseimbangan• Efisiensi lingkungan• Harmonisasi dengan alam
  19. 19. Pembangunan Berkelanjutan.......Kesepakatan Nasional & Rencana TindakKesepakatan Nasional1. Membangun masyarakat adil & makmursesuai harkat kemanusiaan2. Mengintegrasikan prinsip pembangunanberkelanjutan ke dalam perencanaanpembangunan3. Melaksanakan pembangunan berkelanjutan4. Melanjutkan proses reformasi5. Menyelenggarakan rencana tindakpembangunan berkelanjutan6. Meningkatkan kemandirian nasional7. Menjamin kekayaan dan keanekaragamanbudaya sebagai perekat bangsa8. Menurunkan tingkat kemiskinan, mengubahpola konsumsi dan produksi, serta mengelolaSDA secara berkelanjutan9. Mewujudkan SDM terdidik, cerdas, danbermoral10. Mewujudkan komitmen dalam pencapaianpelaksaan pembanguna berkelanjutanRencana Tindak1. Penurunan tingkat kemiskinan2. Kepemerintahan yang baik & masyarakatmadani3. Pendidikan4. Tata ruang5. Sumberdaya air6. Energi dan SD mineral7. Kesehatan8. Pertanian9. Keanekaragaman hayati10. Perlindungan dan pengelolaan LH11. Pola produksi dan konsumsi12. Pendanaan dan kelembagaan
  20. 20. Program Pembangunan (RKP 2005 –Bappenas) Bid SDA dan LH1. Perlindungan dan konservasi SDA2. Rehabilitasi dan pemulihan cadangan SDA3. Pengembangan kapasitas pengelolaan SDA dan LH4. Pengendalian pencemaran lingkungan5. Peningkatan kualitas dan akses informasi SDA dan LH
  21. 21. ‘Satu’ atau ‘Beberapa’ Masa Depan?Saat ini Masa depan“One official future” (?)Scenario 1Scenario 2Scenario 3Scenario 4Kita terbiasa melihat hanya „satu‟ masa depan. Kitaperlu mengubah mindset untuk membuka mataterhadap „beberapa‟ masa depan.Sumber: Tony Suyantono, 2004
  22. 22. Mengapa Kita Memandang‘Beberapa’ Masa Depan?Tak ada yang bisa memastikan 1 masa depanAda beragam ketidakpastian, persepsi & judgmentYang dilakukan sekarang mempengaruhi masa depanSumber: Tony Suyantono, 2004
  23. 23. Keunggulan Scenario Planning Mempertimbangkan kepastian dan ketidakpastian Membuka mata akan struktur fenomena dan perilaku lingkungan Mengarahkan strategi yang tangguh untuk berbagai kemungkinanmasa depan Mendorong upaya menciptakan atau mempengaruhi masa depan yanglebih baik Think the unthinkable, menyadarkan hal yang tak terpikirkan tapimungkin terjadi Membentuk mindset yang antisipatif dan adaptif Wahana pembelajaran dan strategic conversation bagi perusahaanSumber: Tony Suyantono, 2004
  24. 24. KetidakpastianPre-determined(bisa diduga)Interpretasi 1Interpretasi 2Interpretasi 3Scenario 1Scenario 2Scenario 3Implikasi 1Implikasi 2Implikasi 3Kompetensi & strategi/ kebijakanyang dibangun saat iniModel Scenario Planning?Sumber: Tony Suyantono, 2004
  25. 25. Analisis StrukturAnalisis struktur terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan (drivingforces) akan menunjukkan perilaku dan kemungkinan perubahan lingkungan dimasa depan.Beberapa kemungkinan perubahan lingkungan ke depan akan ditangkapsebagai beberapa scenario.Perubahan lingkungan 1= scenario 1KinerjapemerintahPenegakanhukumAktivitasekonomiPenjualanproduk & jasaLingkunganglobalPendapatanmasyarakatStabilitaspolitikPerubahan lingkungan 2= scenario 2Perubahan lingkungan 3= scenario 3Sumber: Tony Suyantono, 2004
  26. 26. Skenario SDA & LH 2025Skenario pesimis :1. Konsumerisme tak terkendali2. Fragmentasi kepentingan3. Apatis thd penegakkan hukum4. Lemahnya peranan faktor lokal5. Kemajuan iptek demi eksploitasi6. Tekanan penduduk perkotaan dan pesisir7. Disorientasi otonomi daerah8. Paradigma : pertumbuhan & profitabilitasSkenario optimis :1. Menguatnya Green Consumerism2. Masyarakat madani yang mantap3. Good environmental governance4. Menguatnya peranan faktor lokal5. Kemajuan iptek mendorong standarisasiproduk yang ramah lingkungan6. Redistribusi penduduk7. Reorientasi otonomi daerah8. Paradigma : berkelanjutan & keseimbanganSDA dan LH sebagai “the last resort” bagisumber pembiayaan ekonomi pembangunanSDA dan LH sebagai komoditi ekologis yangberdimensi ekonomi, politik, dan sosial budayaTimbul 4 krisis utama : pangan, air, energi,dan ruangTotal recovery : lebih dari 20 tahunOptimasi pemanfaatan intangible resources,selektif thd SDA terbarukan & SDA tak terbarukanTotal recovery : kurang dari 20 tahun
  27. 27. Nilai, visi,tujuan danstrategiorganisasiPeran SDM dalamkeputusan stratejikPengembanganPergantianKulturdansuasanaKomunikasiStrukturRewardRekrutmenKompetensiKebijakan manajemen(bidang putih)Elemen administrativemanajemen SDM (bidang abu-abu muda)
  28. 28. Apa yangdibutuhkanorganisasiBagaimanasituasimempengaruhiSDMApa kendalaantara yangdiperlukandan yangdimilikiApa yang telahdilakukan untukmengatasimasalah iniApa yangtelah dimilikiorganisasiRevisi kebijakanmanajemen SDMRencanadanprogramMonitor dan evaluasi
  29. 29. PerumusanStrategiHasil analisa kondisi makrodan mikro; diarahkan olehadanya visi, misi,keyakinan dasar, nilaidasar, tujuan dan strategiPerencanaanStrategiRencana Strategic:a. Sasaran strategicb. Targetc. Inisiatif strategicPenyusunanprogramPenyusunanAnggaranImplementasiPemantauanProgram JangkaPanjangProgram jangka pendekPelaksanaan rencanaPelaksanaan rencana Umpan balikPhysicalCreationProcessMentalCreationProcessSistemManajemenStrategic
  30. 30. Skenario Kelembagaan LH(by area authority – role – strategic sequence)By Role:• Role I : Institusi LH sebagaikatalisator dan integratorpembangunan berkelanjutan(multisectoral oriented)• Role II : Institusi LH sebagaiperumus kebijakan di bidang LH(sectoral oriented)• Role III : Institusi LH sebagaipelaksana kebijakan di bidang LH(deep sectoral oriented)By area authority:• Nasional (pusat)• Propinsi (regional)• Kabupaten/kota (lokal)By areaauthorityNas.Prop.Kab./ Kota.Role 1 Role 2 Role 3By RoleBy Strategic sequence1. Strategic2. Tactic3. ProgramByStrategicseq.StrategicTacticProgramKelembagaan 3Kelembagaan 1: well set: mis. Nas.- multisectoral-strategicKelembagaan 2
  31. 31. Tipologi SkenarioKelembagaan 3 Kelembagaan 2 Kelembagaan 1PesimisP3(Skenario 1) P2 P1OptimisO3 O2O1(Skenario 3)Skenario Kelembagaan LHSkenarioSDA&LHKeterangan:Kelembagaan 1: kondisi apabila semua peran kelembagaan sesuai dan tepat (managed/ optimized –mature organization)Kelembagaan 2: kondisi apabila sudah sekitar 50% atau lebih peran ideal kelembagaan telah terpenuhi(defined organization)Kelembagaan 3: kondisi apabila baru sebagian kecil peran kelembagaan terpenuhi atau masih banyak yangtumpang tindih peran antar lembaga (vertikal dan horizontal) (Initial and RepeatableOrganization)Skenario1 (P3): apabila kelembagaan belum matang dan belum berhasil mengatasi masalahlingkungan hidupSkenario 2 (P2/O2): apabila kelembagaan sudah siap sistemnya dan kondis lingkungan mengarahmembaik sesuai dengan konvensi duniaSkenario 3 (O1): apabila kondis kelembangaan sudah matang dan kondisi lingkungan hidup diIndonesia sudah sesuai dengan konvensi internasionalSkenario2
  32. 32. Orientasi kebijakan publik, Strategi/Master Plan danGaris Besar Program Pengembangan SDMSkenario 1 Skenario 2 Skenario 3Kebijakan• Reinventing peranstrategis LH bagipembangunan• Restrukturisasi Organisasidan SDM• Kementerianditingkatkan menjadiDepartemen/ Menko•Akselerasi peranorganisasi dan SDM sertapenerapan GoodGovernance• Pemantapan/ optimalisasi peranorganisasi dan SDM secarakontinyu• Pemantapan Good Governance• Inovasi pengembanganStrategi• Reposisi peran KLH• Merumuskan Kepres/ PPkelembagaan LH (Interdep,Pusat-Daerah)• Rekayasa organisasi &kompetensi SDM• Peniingkatan kapasitasperan KLH sebagai“dinamisator/penggerak”• Penerapan best practiceGood Governance (GG)• Pemantapan posisi KLH sebagai„gatekeeper‟ aset SDA nasional ->fs. kendali• KLH sbg partner stakeholder• KLH sebagai inisiator kebijkan LHProgram• Identifikasi permasalahankapasitas org./lembagasesuai dengan perannya• Membentuk budayaorganisasi yang baru• Penilaian kompetensi SDM• Restruktur kelembagaan(right sizing) &replacement/ recruitmentSDM• Pelatihan intensif• Mendapatkanpengakuan internasional(semacam ISO 1400)• Peningkatan kompetensiSDM di setiap lini dantingkatan lembaga• Dibentuk unitCompliance untukmenjaga best practice GG• Aktualisasi dan memperkuatkapasitas kelembagaan dankompetensi SDM (melaluipelatihan intensif) secara kontinyu• Prog. Right sizing (adjustingsesuai kebutuhan masalah LH)• Best practice GG• Peningkatan kemampuanpartnership dengan mitra lokal danposisi tawar dengan pihakinternasionalSkenario Kelembagaan LHKebijakan,Strategi/MasterPlandanProgramSDM
  33. 33. Skenario 1(Business as Usual/ BAU)Skenario 2(LH: sektor proritas)Skenario 3(Deep ecology)• LH tetap dipandang dandiperlakukan sebagai salahsatu sektor pembangunansemata oleh „pusatkekuatan politik negara‟(eksekutif dan legislatifmaupun yudikatif)• Kontroversi dikotomikepentingan ekonomi vs LHwalau sama-sama berbasisuntuk kesejahteraanmasyarakat, terus berlanjut• Dinamika perkembangandan kebutuhan ekternalmasalah lingkungan tidakterantisipasi olehpengembangan kapasitaslembaga (internal)• LH telah menjadi prioritaspembangunan• Stakeholders telahbounding (mis. hasilpendekatan negativecampaign yang gencartentang unsustainabledevelopment dev. ->tercipta “histeria massallingkungan hidup” sehinggatimbul rasa senasib diantarastakeholder)• Kondisi kondusif untukupaya percepatanpeningkatan kapasitaskelembagaan LH -> SDMtertata sesuaikebutuhan/tuntutan standarkompetensi dan aplikasi GG• LH telah menjadi „wayof life” dan “way ofthinking” (a newparadigm)• Kesejahteraanmasyarakat mencapaiminimal standar dunia• Birokrasi telahberubah menjadiEnterpreneurGovernment yangberorientasi padakekuatan kemandirian,keberlangsungan danbest practice GG (untukkepentinganstakeholder)
  34. 34. BerdirinyaKLH2nd curve(peremajaan)MulaiberkembangTahappengembangantumbuhmatangKapasitaslembaga & SDMUkuran relatifkapasitaslembaga & SDMSkenario1Skenario2Skenario3? ???(Business AsUsual/BAU)(LH jadiprioritasPemb.)S1S2S3S1: beban internal & eksternal terlaluberat = kapasitas belum memadaiS2: beban internal < beban eksternalS3: beban eksternal mulai dptdikendalikan(Paradigma LH bgseluruh sektorPemb.; Organisasi& SDM optimal)Saat ini2004 2008 >=2010
  35. 35. Skenario 1:Business as Usual• Kurangi penangananmasalah lingkungan denganpendekatan ad-Hoc karenaduplikatif dan inefisien•Harus mulai ditetap sistemoperasi standarpembangunan yang didukungoleh kekuatan hukum (min.Keppres/ PP) yang integratif/komprehensif sesuai dengansifat sistemik keruangan LH• Dikembangkan sistemmanajemen yang bersifatorganik (bukan mekanistik)secara vertikal maupunhorizontal. Kegiatan Inti danpendukung jelas.• Segera lakukan audit total(SDM) seluruh lembaga LH(pemerintah)Skenario 2:LH: PrioritasPembangunan• Menetapkan LH menjadikoordinasi sektor kegiatanpembangunan(Dept/Menko?)•Fokus pada masalah kritisLH (priority setting) dankonvensi internaional•Merancang & menerapkanbest practice GoodGovernance (GG) dansistem kendali operasional(bisa gunakan pendekatanBalance Scored Card)• Rumuskan & internalisasiperan vertikal dan horizontalkelembagaan LH•Right-sizing kelembagaandan SDM, baik pusat,propinsi dan daerahSkenario 3:LH: a new paradigm• Pengakuan dari stakeholdermanfaat keberadaan lembagaLH (tercipta aliansikelembagaan LH seluruhIndonesia) sesuai perannya•Penerapan kontinyu bestpractice GG telah teruji untukseluruh lembaga pemerintahdibid. LH (pusat, propinsi dandaerah)•Penerapan cost effectivenessuntuk mengukur kinerjaoperasional dan terus mampuakomodatif bahkan antisipatifdinamika masyarakat dan LH.• Kontinyuitas pengembanganlembaga dan SDM sesuaituntuan dinamika fenomenaLH dan pemerintah Indonesia
  36. 36. 2ndcurve(peremajaan)Orientasi pada Skenario 1:cenderung pesimis (BAU) dan butuhwaktu lama untuk recovery?Orientasi pada Skenario 2:cenderung optimis dan dapatdiupayakan percepatan. Tergantungdari komitmen pemerintah pusat. Pola“Looping”.Orientasi pada Skenario 3:Optimis dan perlu kebijakan dantindakan revolusi jika ingin dimulai saatini. Namun dapat dicapai sebagaibagian tahapan dari skenario 1atau/dan skenario 2.
  37. 37. Implikasi Program 1 (jabaran skenario 1):• Menetapkan kembali prioritas pemb. LH•Merumuskan dan menetapkan kembali fungsi peran lembaga LH (KLH, propinsi dan daerah);khususnya ditinjau dari aspek kekuatan hukum dan kapasitas pelaksana (manajemen). KLHdapat dikembangkan sebagai parenting organization dari lembaga-lembaga LH lainnya•Audit total kinerja unit-unit kerja (terutama terkait dengan SDM)• Menata kembali sistem kelembagaan dan hukum perundang-undangannya (interdep- pusat-propinsi-daerah)• Menata kembali fs dan peran unit kerja berikut SDM yang ada , dilihat dari perannya:inti/core atau pendukung/supporting per wilayah kerja (nasional, propinsi, daerah)• Tetapkan sistem operasi yang mengacu pada best practice GG dan diukur denganpendekatan sistem kendali yang mengacu pada perspektif BSC (Balanced Score Card), costeffectiveness dan Activity Based Budget/ Costing• Beorientasi menjadi Learning Organization; fleksibel, knowledge base organization danterbuka serta driven by mission rather than by rule. Pelatihan intensif dan kontinyu menjadiagenda utama.• Kompetensi yang dipentingkan adalah kemampuan critical thinking, berfikir sistemik dansynthesis sehingga mampu untuk menterjemahkan hal yang kompleks menjadi lebihsederhana untuk kemudian dijadikan bahan dasar regulasi, kebijakan dan kampanye kepadamasyarakat. Dari sisi skill, diperlukan yang mampu menjalankannya instruksi secara secaracepat, tepat dan ada inisiatif.Dapat dikembangkan dan dilanjutkan dengan Skenario 2
  38. 38. Implikasi Program 2 (jabaran skenario 2):• Sejalan dengan semakin sensitif dan pentingnya masalah LH bagi keberlangsunganpembangunan maka KLH dapat mulai dipersiapkan menjadi Dept./Menko• Penerapan best practice GG, khususnya di KLH sehingga dapat dijadikan referensi bagilembaga LH lainnya. Sejalan dengan itu, sistem insentif ditingkatkan untuk meningkatkanmotivasi dan vitalitas kerja. Hal ini perlu untuk peningkatan kapasitas organisasi dan SDM• Dilakukan pemantauan dan evaluasi secara periodik dengan menggunakan pendekatanBalanced Score Card (BSC), cost effectiveness (CE) dan activity based costing (ABC)• Mengembangkan secara intensif dan tepat guna unit yang penting dan relevan dengantuntutan masa kini yaitu unit IT (guna pengembangan e-government) dan unit compliance(yang akan secara terus menerus menjaga, mengendalikan kegiatan secara teknis agar tetapsejalan dengan strategi pembangunan LH). KLH juga dapat dikembangkan sebagai pusatinformasi LH Indonesia (sebagai public domain). Unit kerja lain yang juga penting danstrategis untuk upaya reposisi KLH adalah dibentuknya semacam Corporate Communication.•Memperkuat aliansi strategis vertikal organisasi (pusat, propinsi dan daerah) dan horizontal(dengan stakeholder lainnya: LSM, tokoh informal, PT, swasta, dll) dan jika diperlukandibentuk badan semacam Board of Trustee untuk fungsi kendali dan konsultatif perumusankebijakan (tidak lagi dilakukan secara ad-Hoc)• Kompetensi yang perlu dikembangkan lebih lanjut adalah kemampuan sebagaiintrapreneurship dan PR (Public Relation) agar memperkuat orientasi sebagai lembagapelayanan pada masyarakat dan persiapan untuk menjadi MenkoDapat dikembangkan dan dilanjutkan dengan Skenario 3
  39. 39. Implikasi Program 3 (jabaran skenario 3):• Pelaksanaan program strategi aliansi yang lebih intensif dengan seluruh stakeholder.• Berinisiatif dan menunjang secara riel perumusan kebijakan pembangunan berkelanjutanberbasis kepentingan LH (tugas koordinasi interdep)• Memberikan pembinaan yang intensif akan pentingnya cara berpikir berbasis LH bagipembangunan berkelanjutan. Menciptakan berbagai model praktis sistem kebijakanpembangunan berkelanjutan lintas sektoral dan antar daerah.• Berperan sebagai advokasi bagi kepentingan pemulihan LH yang bermasalah,mempertahankan kualitas LH yang telah ada dan menjaga aset SDA.• Penyelarasan manajemen/organisasi Lembaga LH dan penguatan kualifikasi SDM untukkebutuhan peran di atas•Terus menerus (secara periodik) menilai performa lembaga-lembaga LH (termasuk SDM).Dengan demikian peningkatan standar sebagai lembaga LH dapat pada akhirnya mempunyaireputasi dan kredibilitas kelas dunia. Kualifikasi SDM semakin diarahkan untuk juga memenuhikualifikasi pribadi unggulan bukan semata-mata keahlian/ketrampilan keilmuan semata.•Upaya Right Sizing organisasi harus diawasi terus menerus agar proses pengambilankeputusan tetap dapat cepat dan tepat guna serta mencapai tingkatan tertinggi kepuasanmasyarakat.•Kompetensi yang perlu dikembangkan lebih lanjut adalah kemampuan leadership untuk semuapihak (pimpinan dan staf) dan juga isu/kasus/ilmu baru dari LH, Menciptakan sebanyak-banyakproyek percontohan atau prototyping kegiatan yang melibatkan stakeholder dan sekaligus bisamemenuhi aspek lingkungan dan ekonomi/bisnis. Hal ini diperlukan untuk terus menjaga kondisi(conditioning) yang kondusif.
  40. 40. “Tidak ada negara terbelakang (underdeveloped country) yang ada adalah negara yang tidakdikelaola dengan baik (undermanaged country)”, (Peter F. Drucker)Wilayah Tugas & kewenangan Peran ProsesPerencanaan danPelaksanaanPengembangan SDMNasional/ Pusat(KLH)• Tugas: pembinaan danpengawasan• Kewenangan: Fasilitasi,pedoman, arahan,bimbingan, pelatihan,supervisi dan pengawasanVisi, misi, strateginasionalKompetensi (concept) :perumusan konsep kebijakan, strategicthinking, strategic management, hukum(publik dan lingkungan), ekonomi SDAdan LH, environment specialist ,evaluasi; integratorPropinsi(Dinas)•Tugas: Kebijakan, ijinkelayakan (lintas wilayah),layanan umum danpembinaan• Kewenangan: Koordinasilintas Kab/ Kota,kewenangan khusus ygbelum mampu dilaksanakanoleh Kab/Kota, pelatihanTaktik Pembangunandaerah:Perencanaan wilayah(Koordinasi Wilayah/Korwil)•Desentralisasi•DekonsentrasiKompetensi (planner):Perumusan perencanaan wilayah,kebijakan publik, monitoring-evaluasi,ekonomi SDA dan LH, sosbud,environmentalist/environmentspecialist , asset management,evaluasi; integratorKab./Kota(Dinas)•Tugas: Kebijakan, ijinoperasi, layanan umum danpembinaan• Kewenangan: Otonomi ygluas, utuh dan bertanggungjawab, pelatihanProgram danpelaksanaanpembangunan•DekonsentrasiKompetensi (designer & operator):Perumusan perencanaan daerah (s/dsite plan), ekonomi - bisnis SDA-LH,Hukum Lingkungan, finance/akuntan,sipil engineer, social engineer,monitoring-evaluasi (laboran),environmentalist , asset managementMasalah Lingkungan Hidup
  41. 41. Tanggapan Utama• misi, tujuan pembangunan LH tidak terdefinisi dengan baik sehingga adakesulitan untuk dapat memberikan arah bagi perumusan master plan danstrategi pengembangan SDM bagi pengelolaan LH• lebih dari itu cascading (atau operasionalisasi) sampai dengan tingkatprogram menjadi lemah, kurang konsisten dan kurang terstruktur denganbaik. Dapat dikaji dalam rumusan kebijakan antar pusat dan daerah atauantar sektoral• Dengan demikian ada kesulitan untuk menggunakan Master Plan 2001-2005 sebagai satu rangkaian Master Plan sampai tahun 2010.Tanggapan tambahan• program lebih terkesan empiris dan normatif berdasar laporan resmi yangada• rekomendasi menjadi kurang operasional untuk dapat dijadikan programpengembangan pengelolaan SDM yang terukur
  42. 42. Apakah Kelembagaan LH kuat?Berperan sebagai katalisator & integratorpembangunan berkelanjutanBagaimanakah kondisiLH & SDASkenario 1Apakah kebijakanpembangunan berorientasijangka panjangSkenario 2Skenario 3Skenario 4YaTidakYaTidakYaTidak
  43. 43. Orientasipenyelesaian akar masalahSkenario 1(multisectoral)Skenario 2(sectoral)Skenario 3(deep sectoral)Skenario pesimisSkenario optimisSkenario Kelembagaan LHSkenarioSDA&LH
  44. 44. Orientasi pengembangan SDMSkenario 1(multisectoral)Skenario 2(sectoral)Skenario 3(deep sectoral)SkenariopesimisLeverage,PropietryLeverage Comodity,LeverageSkenariooptimisLeverage,PropietryLeverage Comodity,LeverageSkenario Kelembagaan LHSkenarioSDA&LH1. Comodity : kemampuan yang mudah dilatih dan sifatnya hampir sama untuksetiap lembaga. Pekerjaan bersifat rutin, repetitif, dan terikat pada SOP. Mudahdiganti, sulit ditingkatkan. Strategi umum : otomatisasi2. Leverage : kemampuan yang cenderung spesifik. Pekerjaan bersifat non rutindan analitikal. Mudah digantikan, mudah ditingkatkan. Strategi umum :diferensiasi dan kapitalisasi3. Propietry : kemampuan yang sangat spesifik. Pekerjaan bersifat menyusunstrategi dengan mengkombinasikan “faktor-faktor”. Sulit digantikan, mudahditingkatkan. Strategi umum : kapitalisasi atau outsourcing
  45. 45. Daftar PustakaAnonim, 2005, Master Plan Sumberdaya Manusia Bidang PengelolaanLingkungan Hidup, Kementrian Lingkungan Hidup, Jakarta

×