Argentometri

7,150 views

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
7,150
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
208
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Argentometri

  1. 1. BAB VII ARGENTOMETRI Salah satu jenis titrasi pengendapan adalah titrasiArgentometri. Argentometri merupakan titrasi yang melibatkan reaksiantara ion halida (Cl-, Br-, I-) atau anion lainnya (CN-, CNS -) denganion Ag+ (Argentum) dari perak nitrat (AgNO 3) dan membentukendapan perak halida (Ag X). Ag+ + X- AgXKonstanta kesetimbangan reaksi pengendapan untuk reaksi tersebutadalah ; Ksp AgX = [Ag + ] [X-] Iodida Ksp AgCl = 1,8 x 10-1 0 Bromida AgBr = 5,0 x 10-13 pAg = Klorida AgI = 6,3 x 10- 17 - log [Ag +] Volume AgNO3 (penitrasi) Gambar 7.1. Kurva titrasi ArgentometriMETODE MOHR :Prinsip : AgNO 3 akan bereaksi dengan NaCl membentuk endapanAgCl yang berwarna putih. Bila semua Cl- sudah habis bereaksidengan Ag + dari AgNO 3, maka kelebihan sedikit Ag + akan bereaksi 52
  2. 2. dengan CrO42- dari indikator K2CrO4 yang ditambahkan, ini berartititik akhir titrasi telah dicapai, yaitu bila terbentuk warna merah batadari endapan Ag 2CrO4.Reaksinya : Ag + + Cl- - AgCl ( putih) Ag+ + CrO42- - Ag2CrO4 (merah bata)Tingkat keasaman (pH) larutan yang mengandung NaClberpengaruh pada titrasi. Titrasi dengan metode Mohr dilakukanpada pH 8. Jika pH terlalu asam (pH < 6), sebagian indikator K2CrO4akan berbentuk HCrO4-, sehingga larutan AgNO 3 lebih banyak yangdibutuhkan untuk membentuk endapan Ag2CrO4. Pada pH basa (pH> 8), sebagian Ag + akan diendapkan menjadi perak karbonat atauperak hidroksida, sehingga larutan AgNO 3 sebagai penitrasi lebihbanyak yang dibutuhkan.1. STANDARDISASI LARUTAN AgNO 3 DENGAN LARUTAN STANDARD NaCl (MENGGUNAKAN METODE MOHR). Cara Kerja : - Siapkan larutan NaCl 0,1000 N sebanyak 1000 mL dengan cara melarutkan 5,80 gram NaCl p.a (telah dikeringkan dalam oven 110oC selama 1 jam) dengan aquades di dalam labu ukur 1000 ml. - Siapkan larutan AgNO 3 0,1000 N sebanyak 500 mL dengan cara melarutkan 9,00 gram AgNO 3 dengan aquades di labu ukur 500 mL. - Ambil 25,00 mL NaCl dengan pipet volume, tuangkan kedalam erlenmeyer 250 ml, tambah 1,0 mL larutan K2CrO4 2% sebagai indikator. - Titrasi dengan larutan AgNO 3 yang telah disiapkan sampai pertama kali terbentuk warna merah bata. 53
  3. 3. - Percobaan diulang 3 kali - Hitung normalitas AgNO 3 dengan persamaan : VNaCl x NNaCl NAgNO3 = _____________ VAgNO32. PENENTUAN KADAR NaCl DALAM GARAM DAPUR Tujuan : Menetapkan kadar NaCl dalam garam dapur dengan cara menstandardisasi larutan garam dapur dengan larutan standar AgNO 3 menggunakan metode Mohr (Garam dapur telah dikeringkan di dalam oven selama 1 jam dengan suhu 110 0C) Cara Kerja : - Larutkan 1,00 gram garam dapur dengan aquades di dalam labu ukur 250 mL. - Ambil 25,00 mL larutan garam dapur tersebut, tuangkan ke dalam erlenmeyer 250 mL, tambahkan 1,0 mL larutan K2CrO4 2% sebagai indikator. - Titrasi dengan larutan standar AgNO 3 sampai terbentuk warna merah bata. - Percobaan diulang 3 kali - Hitung kadar NaCl dalam garam dapur. VAgNO3 x NAgNO3 x BE NaCl x FP x 100% Kadar NaCl (%) = _________________________________ Masa sampel (mg) FP = faktor pengenceran, dalam prosedur ini 250/253. PENENTUAN KADAR KLORIDA DALAM AIR LAUT Tujuan : Menentukan kadar ion klorida dalam air laut dengan cara menstandardisasi larutan air laut dengan larutan standar AgNO 3. Cara Kerja : 54
  4. 4. - Larutkan 5,00 mL sampel air laut dengan aquades ± 25 mL di dalam erlenmeyer 250 mL - Tambahkan 1,0 mL larutan K2CrO4 2% sebagai indikator - Titrasi dengan larutan standar AgNO 3 sampai pertama kali terbentuk warna merah bata. - Percobaan diulang 3 kali - Hitung molaritas (M) ion khlorida dalam air laut. VAgNO3 x MAgNO3 MCl- = _______________ V air lautMETODE VOLHARDPrinsip : Pada metode ini, sejumlah volume larutan standar AgNO 3ditambahkan secara berlebih ke dalam larutan yang mengandungion halida (X-). Sisa larutan standar AgNO 3 yang tidak bereaksidengan Cl- dititrasi dengan larutan standar tiosianat ( KSCN atauNH4SCN ) menggunakan indikator besi (III) (Fe3+). Reaksinyasebagai berikut ; Ag + + X- AgX + sisa Ag + (berlebih) Ag + + SCN- AgSCN (sisa) SCN- + Fe3+ Fe (SCN) 2+ (merah)1. STANDARDISASI LARUTAN AMONIUM TIOSIANAT (NH4SCN) DENGAN LARUTAN STANDAR AgNO 3 Tujuan : Menstandardisasi larutan AgNO 3 dengan larutan standar NH4SCN menggunakan metode Volhard. Cara kerja : 55
  5. 5. - Siapkan larutan AgNO 3 dengan cara melarutkan 9,00 gram AgNO 3 kedalam 1000 mL. - Siapkan larutan NH4SCN 0,1 N dengan cara melarutkan 7,60 gram NH4SCN. - Ambil 25,00 mL larutan standar AgNO 3 0,1000 N dengan pipet volume, tuangkan ke dalam erlenmeyer 250 mL, tambahkan 5 mL larutan Fe(NH4)2SO4 1 N sebagai indikator - Titrasi dengan larutan NH4SCN (yang sudah disiapkan) sampai pertama kali terbentuk warna merah kecoklatan. - Percobaan dilakukan 3 kali - Hitung normalitas (N) NH4SCN dengan cara : V AgNO3 x N AgNO3 N NH4SCN = _________________ V NH4SCN2. PENENTUAN KADAR NaCl DALAM GARAM DAPUR Tujuan : Menetapkan kadar NaCl dalam garam dapur dengan cara menstandardisasi larutan garam dapur menggunakan Argentometri metode Volhard. Cara Kerja : - Larutkan 1,00 gram sampel garam dapur (telah dikeringkan dalam oven selama 1 jam, suhu 110o C) dengan aquades di dalam labu ukur 250 mL. - Ambil 25,00 mL larutan tersebut dengan pipet volume tuangkan ke dalam labu erlenmeyer 250 ml. - Tambahkan 1 mL asam nitrat 4 M dan 5 mL larutan Fe(NH4)SO4 1N. - Tambahkan larutan standar AgNO 3 (dalam keadaan berlebih tetapi harus diketahui volumenya dengan pasti) ke dalam larutan yang ada dalam erlenmeyer. 56
  6. 6. - Tambahkan 15 mL nitro benzena, kemudian labu erlenmeyer ditutup dan dikocok secara merata sehingga semua endapan AgCl dilapisi oleh nitro benzena. - Sisa AgNO 3 yang bereaksi dengan ion klorida (Cl-) dititrasi dengan larutan standar NH 4SCN menggunakan indikator larutan Fe(NH4)SO4 1 N sebanyak 5 mL. Titik akhir titrasi dicapai pada saat pertama kali terbentuk warna merah coklat. - Percobaan dilakukan 3 kali - Hitung kadar (%) NaCl dalam garam dapur dengan persamaan : { ( VAgNO3 x NAgNO3 ) - ( VNH4SCN x NNH4SCN ) } x BENaCl x 100% ___________________________________________________ 25 / 250 x 1,00 x 10003. PENENTUAN KONSENTRASI KLORIDA DALAM AIR LAUT Tujuan : Penentuan konsentrasi klorida (Cl-) dalam air laut dengan titrasi Argentometri metode Volhard. Cara kerja : - Ambil 5,00 mL sampel air laut dengan pipet volume, tuangkan kedalam erlenmeyer 250 ml. - Tambahkan 1 mL larutan HNO 3 4M dan 5 mL larutan FeNH 4(SO4)2 1N. - Tambahkan 30-40 larutan standar AgNO3 (berlebih tetapi harus diketahui volumenya dengan pasti) ke dalam larutan di atas. - Tambahkan 15 mL nitrobenzena, kemudian labu erlenmeyer ditutup dan dikocok secara merata sehingga semua endapan AgCl dilapisi oleh nitro- benzena. 57
  7. 7. - Sisa AgNO 3 yang tak bereaksi dengan ion klorida (Cl-) dititrasi dengan larutan standar NH 4SCN menggunakan indikator Fe(NH4)SO4 1N sebanyak 5 mL. Titik akhir titrasi dicapai pada saat pertama kali terbentuk warna merah coklat. - Percobaan diulang 3 kali - Hitung molaritas (M) ion khlorida dalam air laut. ( VAgNO3 x MAgNO3 ) – ( VNH4SCN x MNH4SCN ) M klorida = _____________________________________ V air laut (mL)METODE FAJANSPrinsip : Pada titrasi Argentometri dengan metode Fajans ada duatahap untuk menerangkan titik akhir titrasi dengan indikator absorpsi(fluorescein). Selama titrasi berlansung (sebelum TE) ion halida (X-) dalamkeadaan berlebih dan diabsorbsi pada permukaan endapan AgXsebagai permukaan primer. Ag+ + X- ? AgX : X- Na+ Setelah titik ekivalen tercapai dan pada saat pertama adakelebihan AgNO 3 yang ditambahkan Ag + akan berada padapermukaan primer yang bermuatan positif menggantikan kedudukanion halida (X-). Bila hal ini terjadi maka ion indikator (Ind-) yangbermuatan negatif akan diabsorpsi oleh Ag + (atau oleh permukaanabsorpsi). AgX : Ag+ + Ind- ? AgX : Ag+ Ind- (merah muda)Jadi titik akhir titrasi tercapai bila warna merah telah terbentuk. 58
  8. 8. 1. STANDARDISASI LARUTAN AgNO 3 DENGAN LARUTAN STANDAR NaCl. Tujuan : Menstandardisasi larutan AgNO 3 dengan larutan standar NaCl secara Argentometri metode Fajans. Cara Kerja : - Siapkan larutan standar NaCl 0,1N dengan cara melarutkan 5,8 gram NaCl (yang telah dikeringkan dengan oven selama 1 jam dengan suhu 110 0C) ke dalam 1000 mlL aquades didalam labu ukur. - Ambil 25,00 mL larutan NaCl tersebut dengan pipet volume, tuangkan ke dalam labu erlenmeyer 250 mL. - Tambahkan 0,4 mL indikator diklorofluoroscein dan 0,1 gram dekstrin. - Titrasi dengan larutan AgNO 3 0,1N yang telah disiapkan, sampai pertama kali terbentuk warna merah muda pada permukaan endapan AgCl yang terbentuk - Percobaan diulang 3 kali - Hitung normalitas larutan AgNO 3. VNaCl x NNaCl NAgNO3 = ______________ VAgNO32. PENENTUAN KADAR NaCl DALAM GARAM DAPUR Tujuan : Menentukan k adar NaCl dalam garam dapur dengan cara menstandarisasi larutan garam dapur dengan larutan standar AgNO 3 secara Argentometri metode Fajans. Cara kerja : 59
  9. 9. - Dilarutkan 1,00 gram garam dapur (yang telah dikeringkan dalam oven selama 1 jam dengan suhu 1100C) ke dalam aquades di dalam labu ukur 250 mL. - Diambil 25,00 mL larutan tersebut dengan pipet volume, dituangkan kedalam labu erlenmeyer 250 mL, ditambahkan 0,4 mL larutan dikhlorofluorescein dan 0,1 gram dekstrin. - Titrasi dengan larutan standar AgNO 3 sampai pertama kali terbentuk warna merah muda pada permukaan endapan AgCl, berarti titik akhir titrasi tercapai. - Percobaan diulang 3 kali - Hitung kadar (%) NaCl dalam garam dapur. VAgNO3 x NAgNO3 x BE NaCl x 100% Kadar NaCl (%) = _________________________________ 25 / 250 x 1,00 x 1000 -3. PENENTUAN KONSENTRASI ION KLORIDA (Cl ) DALAM AIR LAUT Tujuan : - Menentukan konsentrasi (Molaritas) ion klorida (Cl ) dalam air laut dengan cara menstandardisasi sampel air laut dengan larutan standar AgNO 3 secara Argentometri metode Fajans. Cara Kerja : - Ambil 5,00 mL sampel air laut dengan pipet volume, tuangkan ke dalam labu erlenmeyer 250 mL, tambah dengan 25 mL aquades. - Asamkan larutan tsb sampai pHnya menjadi ± 4, dengan larutan asam asetat ( asam asetat : H2O = 1 : 3 ), karena air laut mengandung karbonat - Tambahkan 0,4 ml larutan diklorofluororescein dan 0,1 gram dekstrin. 60
  10. 10. - Titrasi dengan larutan standar AgNO 3 sampai pertama kali terbentuk warna merah muda pada lapisan endapan putih AgCl yang telah terbentuk. - Percobaan diulang 3 kali - Hitung molaritas ion Cl- dalam air laut. VAgNO3 x MAgNO3 MCl- = ________________ V air laut4. PENENTUAN KADAR SULFAT Tujuan : Menentukan kadar sulfat secara titrasi pengendapan metode Fajans (indikator absorpsi). Prinsip : Titrasi dilakukan pada pH 3,5 di dalam campuran air : alkohol = 1 : 1. Sulfat diendapkan sebagai BaSO4 dengan penitrasi BaCl2 menggunakan indikator Alizarin Red. Indikator berwarna kuning di dalam larutan tetapi akan membentuk warna merah muda dengan kelebihan ion barium (II). Mekanisme reaksi untuk titik akhir titrasi penentuan sulfat ini adalah sebagai berikut : Selama titrasi (sebelum TE). Ba2 + + SO42- ? BaSO4 : SO42- Mn+ Sesudah TE : - BaSO4 : Ba 2+ + Ind - ? BaSO4 : Ba2 + Ind (merah muda) Cara kerja : - Ambil 10,00 mL larutan (NH4)2SO4 0,1M dengan pipet volume, tuangkan ke dalam labu Erlenmeyer 250 mL. - Tambah dengan aquades 25 mL dan metanol 25 mL. 61
  11. 11. - Tambah 2 tetes indikator alizarin red s dan larutan HCl encer (1:10) tetes demi tetes sampai larutan berwarna kuning.- Titrasi secara cepat dengan larutan BaCl2 0,05 M sampai mendekati titik ekivalen (sekitar 90%). Tambahkan 3 tetes lagi indikator.- Titrasi dilanjutkan sampai terbentuk warna merah muda yang hilang kembali (tidak permanen). Titik akhir titrasi tercapai jika telah terbentuk warna merah muda yang permanen.- Percobaan dilakukan 3 kali- Hitung molaritas (M) ion sulfat yang ada dalam sampel. VBaSO4 x MBaSO4 MSO42- = ________________ V (NH4)2SO4 62

×