SISTEM
REPRODUKSI
Dr. Kamelia
Mahluk hidup bereproduksi bertujuan ------ >
mempertahankan keberadaan jenisnya.
Proses reproduksi diatur oleh sistem repr...
Perbedaan antara laki – laki dan wanita tergantung pada
 satu kromosom ( kromosom Y )
 sepasang organ endokrin yaitu
- t...
Testis mensekresikan testosteron -------> merupakan
androgen yang terbanyak, juga sekresi estrogen.
Ovarium mensekresikan
...
KROMOSOM SEX
Kromosom sex ada 2 jenis yaitu
- Kromosom X
- Kromosom Y
Kromosom Y mengandung gene untuk pembentukan testis
...
Kromosom Y lebih kecil dari kromosom X sehingga
kromosom Y lebih ringan dan berenang lebih cepat
digenitalia wanita sehing...
PUBERTAS
----------> masa pematangan sistem reproduksi.
Usia laki - laki 14 tahun dan wanita 12 tahun.
Pada permulaan pube...
Pubertas prekoks --------> pubertas terjadi sebelum
waktunya yang dapat disebabkan kelainan hormonal,
pertumbuhan maupun k...
HORMON GONADOTROPIN HIPOFISE
FSH
 Laki-laki : membantu mempertahankan epitel
spermatogenik dengan merangsang sel Sertoli
...
Prolaktin :
- Menyebabkan sekresi susu manusia
- Menghambat gonadotropin
- Sekresi meningkat pada kerja, perangsangan puti...
REPRODUKSI PRIA
Sistem reproduksi laki-laki berhubungan erat
dengan sistem ekskresi urinaria
Testis menghasilkan jutaan sperma setiap hari...
ALAT REPRODUKSI PADA LAKI - LAKI
Alat reproduksi laki-laki
- Sepasang testis
- Saluran-saluran
kelamin
- Kelenjar-kelenjar...
SISTEM REPRODUKSI PRIA
T e s t i s
- dibentuk dari lengkungan tubuli seminiferus (
tempat pembentukan spermatogenesis ), k...
• Tiap sperma dapat bergerak berkelok-kelok, kaya DNA
dengan kepala dibentuk dari bahan kromosom.
• Didalam tubulus semini...
 Semen --------> merupakan carian yang keluar pada
saat orgasmus , mengandung sperma, sekret vesikula
seminalis, prostat,...
Eyakulasi ada 2 macam
 emisi ---> pergerakan sperma kedalam uretra
 eyakulasi ------> pendorongan sperma keluar uretra p...
 Aferen melalui reseptor sentuh di glans penis
- Ereksi diawali dilatasi arteriole penis ------> terisi
darah, vena menga...
PEMBENTUKAN SEL KELAMIN
 Pembentukan Sperma
(spermatogenesis)
Terjadi di dalam testis.
Spermatogonium bersifat diploid da...
Sifat sekunder sex pada laki – laki
- Penis bertambah panjang dan scrotum mengkerut
- Vesica seminalis membesar dan bersek...
 Pemberian testosteron terus menerus ------- >
menyebabkan pengurangan jumlah sperma.
Hal ini merupakan cara kontrasepsi ...
- Testis berkembang dalam rongga abdomen dan
dalam keadaan normal berpindah ke scrotum
- Cryptorchismus ------ > tidak tur...
REPRODUKSI WANITA
REPRODUKSI WANITA
- Sepasang
ovarium
- Oviduk/tuba
fallopii)
- Uterus
- Vagina
- Organ kelamin
bagian luar
PEMBENTUKAN SEL KELAMIN
 Pembentukan Ovum (oogenesis)
Terjadi di dalam ovarium.
Oogonium bersifat diploid.
Oogonium membe...
Siklus menstruasi
Siklus menstruasi ------- > dimana terjadi perdarahan
periodik vagina yang terjadi dengan pelepasan muko...
Dalam siklus menstruasi ini dikenal ada 3
siklus :
- siklus ovarium
- siklus uteri
- siklus vagina
Siklus ovarium
 Pada saat kelahiran terdapat premordial folikel dibawah
capsule ovarium yang mengandung ovum belum
matang...
 Hari ke 14 siklus ini ------- > folikel yang menggembung
pecah dan ovum didorong masuk ke dalam ronga
abdomen ---- > dis...
Bila terjadi kehamilan ------ > corpus luteum menetap
selama kehamilan dan siklus menstruasi tidak ada sampai
melahirkan
B...
Siklus uterus
 Pada akhir menstruasi lapisan endometrium kecuali
bagian dalam terkelupas.
Dibawah pengaruh estrogen tebal...
 Setelah ovulasi endometrium agak oedem dan secara aktif
kelenjar yang berkelok - kelok dan berlipat karena
pengaruh estr...
 Bila corpus luteum mengalami regresi, hormon yang
menyokong endometrium berkurang dengan cepat.
Arteri spiralis menyempi...
 Mukosa serviks tidak mengalami deskuamasi tetapi ada
perobahan pada mukous serviks
 Progesteron -------- > menyebabkan ...
Siklus vagina
 Estrogen ---------- > menyebabkan penandukan epitel
vagina.
 Progesteron menyebabkan mukuos kental dan ep...
 Bagian atas vagina sensitif terhadap regangan,
rangsangan raba pada labia minor dan clitoris
menambah rangsangan kepuasa...
OVULASI
Ovulasi adalah proses keluarnya ovum dari ovarium.
Ovum akan bergerak ke rahim, bersamaan dengan proses ini,
dindi...
Petunjuk ovulasi
 Biopsi endometrium ------- > terdapat gambaran sekresi
menunjukkan corpus luteum berfungsi
 Adanya ovu...
 Saat ovulasi bervariasi walaupun 1 siklus ke siklus yang
lainnya sama.
 Konsepsi jarang sekali sebelum hari ke 9 dan se...
FERTILISASI/PROSES PEMBUAHAN
Fertilisasi adalah proses peleburan antara satu sel sperma
dengan satu sel telur (ovum) yang ...
HORMON OVARIUM
HORMON OVARIUM
Estrogen
- Disekresi oleh sel teka interna folikel ovarium, corpus
luteum, placenta, cortex adrenal dan tes...
Estrogen -------- > hormon feminisasi
Pengaruh :
- Mempermudah pertumbuhan folikel ovarium
- Meningkatkan motilitas tuba u...
- Pigmentasi areolare mammae
- Menyebabkan retensi garam dan air
- Menyebabkan kelenjar sebacea lebih cair ------ >
anti k...
Progesteron
Adalah steroid C - 21 yang disekresi oleh corpus luteum
dan placenta
Peranan
- Perobahan progestational di end...
Relaksin ------- > sekresi corpus luteum
- Berfungsi untuk melemaskan simpisis pubis dan sendi
panggul dan dilatasi cervix...
 Amenorrhe primer dan sekunder, hipomenorrhe ( sedikit),
menorrhagie ( banyak), metrorhagie ( perdarahan antara
periode h...
TERAPI
SULIH HORMON
TERAPI SULIH HORMON
Menopause sesuatu yang tidak asing bagi wanita yang tidak
jarang menimbulkan perasaan tidak menentu, t...
Terapi sulih hormon adalah perawatan medis yang
menghilangkan gejala – gejala pada wanita selama dan
setelah menopause
Oba...
Resiko terapi masih kontroversi yaitu kanker
payudara, kanker rahim, tekanan darah tinggi.
Efek samping dapat berupa mual,...
TERIMA KASIH
SAMPAI JUMPA LAGI
Fisiologi reproduksi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Fisiologi reproduksi

663
-1

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
663
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
32
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Fisiologi reproduksi

  1. 1. SISTEM REPRODUKSI Dr. Kamelia
  2. 2. Mahluk hidup bereproduksi bertujuan ------ > mempertahankan keberadaan jenisnya. Proses reproduksi diatur oleh sistem reproduksi Manusia memiliki dua jenis, yaitu - laki-laki - perempuan. Keduanya memiliki sistem reproduksi yang berlainan dan saling membutuhkan
  3. 3. Perbedaan antara laki – laki dan wanita tergantung pada  satu kromosom ( kromosom Y )  sepasang organ endokrin yaitu - testis pada laki – laki - ovarium pada wanita Gonade mempunyai 2 fungsi - pembentuk sel germinativum ( spermatogenesis ) - sekresi hormon seks : - androgen --------> hormon sex steroid yang menyebabkan masculinisasi - estrogen -------- > hormon sex steroid yang menyebabkan feminisasi.
  4. 4. Testis mensekresikan testosteron -------> merupakan androgen yang terbanyak, juga sekresi estrogen. Ovarium mensekresikan ---> estrogen dalam jumlah yang banyak dan sedikit androgen ----> sekresi progesteron yang berfungsi mempersiapkan uterus menerima kehamilan. Androgen dan estrogen juga disekresi di ------> adrenal cortex Waktu hamil ------> ovarium sekresi relaksin untuk melonggarkan ligamentum simpisis pubis, melunakkan cervix dan mempermudah proses persalinan Fungsi sekresi dan gametogenesis pada gonade tergantung pada gonadotropin hipofise yaitu FSH dan LH
  5. 5. KROMOSOM SEX Kromosom sex ada 2 jenis yaitu - Kromosom X - Kromosom Y Kromosom Y mengandung gene untuk pembentukan testis Pembuahan terjadi --------> bila sperma mengandung kromosom XY dan ovum mengandung kromosom X. Sperma dengan kromosom Y membuahi ovum -------> XY ( laki – laki ) Sperma X membuahi ovum --------> XX (wanita).
  6. 6. Kromosom Y lebih kecil dari kromosom X sehingga kromosom Y lebih ringan dan berenang lebih cepat digenitalia wanita sehingga mencapai ovum lebih cepat --------> XY ( laki – laki) Kelainan perkembangan seksual dapat disebabkan kelainan genetika, kelainan hormonal atau teratogenik non spesifik. Kelainan kromosom -------- > hermaprodit
  7. 7. PUBERTAS ----------> masa pematangan sistem reproduksi. Usia laki - laki 14 tahun dan wanita 12 tahun. Pada permulaan pubertas pengaruh syaraf yang bertanggung jawab. - Telarke -------> terbentuknya payudara - Pubarke -------> terbentuknya rambut pubes dan ketiak - Menarche -------> menstruasi pertama kali
  8. 8. Pubertas prekoks --------> pubertas terjadi sebelum waktunya yang dapat disebabkan kelainan hormonal, pertumbuhan maupun kelainan hipotalamus Menopause yaitu berhenti atau kehilangan siklus seksual pada wanita. Pada wanita biasanya menstruasi tidak teratur dan berhenti antara 45 – 55 tahun, sebelum menopause ada climacterium. Pada laki-laki tidak ada climacterium maupun menopause
  9. 9. HORMON GONADOTROPIN HIPOFISE FSH  Laki-laki : membantu mempertahankan epitel spermatogenik dengan merangsang sel Sertoli  Wanita : bertanggung jawab pada pertumbuhan awal folikel ovarium LH  Laki-laki : merangsang testis ( Leydig sel ) untuk mensekresikan testosteron.  Wanita : - untuk pematangan akhir folikel ovarium - ekresi estrogen dari folikel ovarium - untuk ovulasi pembentukan permulaan corpus luteum dan sekresi progesteron
  10. 10. Prolaktin : - Menyebabkan sekresi susu manusia - Menghambat gonadotropin - Sekresi meningkat pada kerja, perangsangan puting susu dan hamil. - Prolaktin mengakibatkan amenorrhoe dengan menghambat kerja gonadotropin pada ovarium
  11. 11. REPRODUKSI PRIA
  12. 12. Sistem reproduksi laki-laki berhubungan erat dengan sistem ekskresi urinaria Testis menghasilkan jutaan sperma setiap hari mulai dari masa pubertas sampai meninggal dunia. Jika tidak dikeluarkan, sel-sel sperma akan mati dan diserap kembali oleh tubuh
  13. 13. ALAT REPRODUKSI PADA LAKI - LAKI Alat reproduksi laki-laki - Sepasang testis - Saluran-saluran kelamin - Kelenjar-kelenjar tambahan - Penis - Testis: kelenjar kelamin penghasil sperma dan hormon testosteron
  14. 14. SISTEM REPRODUKSI PRIA T e s t i s - dibentuk dari lengkungan tubuli seminiferus ( tempat pembentukan spermatogenesis ), kedua ujung lengkungan bermuara ke epididimis -------> spermatozoa menuju vas deferens -----> ductus eyaculatorius kedalam uretra pada saat eyakulasi - Ada interstitial Leydig sel yang mensekresikan testosteron kedalam aliran darah Spermatogonia ( sel benih primitif ) -----> spermatosit primer ( mulai masa remaja ) ----–> spermatosit sekunder -----> spermatid ------> spermatozoa.
  15. 15. • Tiap sperma dapat bergerak berkelok-kelok, kaya DNA dengan kepala dibentuk dari bahan kromosom. • Didalam tubulus seminiferus ada Sertoli sel, mengandung glikogen dimana sperma memperoleh makanan. • Sertoli sel mensekresikan estrogen dan dipengaruhi oleh FSH • Spermatogenesis memerlukan suhu yang lebih rendah dari suhu tubuh dimana suhu testis dipertahankan oleh scrotum
  16. 16.  Semen --------> merupakan carian yang keluar pada saat orgasmus , mengandung sperma, sekret vesikula seminalis, prostat, volume 2,5 – 3,5 cc bila dalam beberapa hari tidak dikeluarkan.  1 ml semen mengandung 100 juta sperma, lebih kecil dari 2 juta /ml -------> mandul  Kecepatan sperma 3 mm /menit pada saluran genitalia wanita, sperma mencapai tuba uterina 30 – 60 menit setelah senggama, kontraksi rahim mempercepat gerakan sperma
  17. 17. Eyakulasi ada 2 macam  emisi ---> pergerakan sperma kedalam uretra  eyakulasi ------> pendorongan sperma keluar uretra pada saat orgasmus Semen didorong keluar uretra oleh kontraksi m. bulbocavernosus  Eyakulasi ------> refleks penggerakan semen kedalam uretra -------> terdorongnya semen keluar uretra pada saat orgasmus
  18. 18.  Aferen melalui reseptor sentuh di glans penis - Ereksi diawali dilatasi arteriole penis ------> terisi darah, vena mengalami tekanan, aliran keluar terhambat sehingga turgor penis bertambah. - Dapat dirangsang oleh psikis erotik  Vasektomi -----> pengikatan bilateral vas deferens ( vasektomi ) ------ > kontrasepsi
  19. 19. PEMBENTUKAN SEL KELAMIN  Pembentukan Sperma (spermatogenesis) Terjadi di dalam testis. Spermatogonium bersifat diploid dan selalu membelah diri secara metosis sehingga berjumlah banyak. Sebagian spermatogonium membesar menjadi spermatosit primer. Spermatosit primer terus membelah diri secara meiosis membentuk spermatosis sekunder. Spermatosit sekunder membelah diri kembali secara meiosis menjadi spermatid. Spermatid berdiferensiasi menjadi sperma Tiap-tiap sperma memiliki jumlah kromosom setengah dari jumlah kromosom spermatogonium
  20. 20. Sifat sekunder sex pada laki – laki - Penis bertambah panjang dan scrotum mengkerut - Vesica seminalis membesar dan bersekresi - Suara bertambah dalam - Tumbuh rambut pada tempat tertentu - Mental lebih aktif, tertarik pada lawan jenisnya - Konformasi tubuh dan bahu lebih bidang dan otot membesar - Kulit kelenjar sebacea bertambah banyak ------> jerawat.
  21. 21.  Pemberian testosteron terus menerus ------- > menyebabkan pengurangan jumlah sperma. Hal ini merupakan cara kontrasepsi pada laki-laki.  Dosis yang dibutuhkan untuk menekan spermatogenesis dapat menyebabkan retensi natrium, air dan arteriosklerosis
  22. 22. - Testis berkembang dalam rongga abdomen dan dalam keadaan normal berpindah ke scrotum - Cryptorchismus ------ > tidak turunnya testis kedalam scrotum setelah bayi lahir - Penyebab defisiensi testis adalah kelainan hipotalamus, hipofise dan kromosom. - Kegagalan gametogenik ------- > sterilitas - Gangguan endokrine menyebabkan hilangnya sifat sekunder seks
  23. 23. REPRODUKSI WANITA
  24. 24. REPRODUKSI WANITA - Sepasang ovarium - Oviduk/tuba fallopii) - Uterus - Vagina - Organ kelamin bagian luar
  25. 25. PEMBENTUKAN SEL KELAMIN  Pembentukan Ovum (oogenesis) Terjadi di dalam ovarium. Oogonium bersifat diploid. Oogonium membelah diri secara mitosis sehingga berjumlah banyak. Oogonium berkembang menjadi oosit primer. Oosit primer membelah diri secara meiosis menjadi oosit sekunder dan badan kutub pertama Oosit sekunder mengandung kuning telur dan sitoplasma, badan kutub pertama merupakan inti sel yang kemudian membelah diri menjadi dua Oosit sekunder membelah diri secara meiosis menjadi otid dan badan kutub ke dua Otid berkembang menjadi ovum yang haploid Setiap oosit primer menghasilkan satu ovum.
  26. 26. Siklus menstruasi Siklus menstruasi ------- > dimana terjadi perdarahan periodik vagina yang terjadi dengan pelepasan mukosa uteri.  Siklus ini dianggap sebagai persiapan untuk fertilisasi dan kehamilan.  Lama siklus rata-rata 28 hari  Hari siklus dinyatakan dengan angka dengan hari ------ > hari pertama menstruasi
  27. 27. Dalam siklus menstruasi ini dikenal ada 3 siklus : - siklus ovarium - siklus uteri - siklus vagina
  28. 28. Siklus ovarium  Pada saat kelahiran terdapat premordial folikel dibawah capsule ovarium yang mengandung ovum belum matang. Permulaan siklus ------- > folikel membesar dan membentuk rongga sekitar ovum ( antrum folikel ). Salah satu folikel bertumbuh dengan cepat pada hari keenam dan lainnya mengalami regresi.  Sel teca interna folikel graf ( Graffian folikel ) sumber utama estrogen.
  29. 29.  Hari ke 14 siklus ini ------- > folikel yang menggembung pecah dan ovum didorong masuk ke dalam ronga abdomen ---- > disebut proses ovulasi. Ovum ditangkap oleh ujung fimbria tuba uterina dan dibawa ke uterus.  Bila tidak terjadi fertilisasi ----- > ovum akan dikeluarkan melalui vagina.  Folikel yang tidak mengalami ovulasi akan menjadi atretik folikel.  Folikel yang pecah saat ovulasi menjadi corpus hemorhagikum ------ > berproliferasi menjadi corpus luteum dimana selnya menghasilkan estrogen dan progesteron.
  30. 30. Bila terjadi kehamilan ------ > corpus luteum menetap selama kehamilan dan siklus menstruasi tidak ada sampai melahirkan Bila tidak ada kehamilan ------- > corpus luteum menjadi corpus albicans. Jumlah ovum pada saat pubertas 300.000, hanya satu dari ovum ini terangsang untuk menjadi matang, sedangkan sisanya mengalami degenerasi
  31. 31. Siklus uterus  Pada akhir menstruasi lapisan endometrium kecuali bagian dalam terkelupas. Dibawah pengaruh estrogen tebalnya endometrium berlangsung dengan cepat sejak hari ke 5 sampai ke 7 dari siklus menstruasi. Kelenjar terus bertambah panjang, tetapi tidak bersekresi  Fase yang terjadi ini adalah fase proliferasi  Fase ini adalah perbaikan epitel dari menstruasi sebelumnya
  32. 32.  Setelah ovulasi endometrium agak oedem dan secara aktif kelenjar yang berkelok - kelok dan berlipat karena pengaruh estrogen dan progesteron corpus luteum. Fase ini disebut fase sekresi  Fase ini adalah persiapan uterus untuk implantasi ovum yang telah mengalami fertilisasi. Bila fertilisasi tidak terjadi, maka endometrium dilepaskan dan siklus yang baru dimulai lagi
  33. 33.  Bila corpus luteum mengalami regresi, hormon yang menyokong endometrium berkurang dengan cepat. Arteri spiralis menyempit dan bagian endometrium yang diperdarahinya mengalami iskhemia. Arteri spiralis melebar pada saat dinding endometrium nekrotik -------> pecah dan akan menimbulkan perdarahan, pengelupasan dan mengalirnya menstruasi  Darah haid terdiri dari arteri dan vena, sisa jaringan fibrinolisin dan endometrium, tidak mengandung bekuan  Perdarahan berhenti bila arteri spiralis berkonstriksi. Endometrium yang baru mengalami regenerasi dari lapisan basalis  Lama haid 3 – 5 hari, jumlah 30 ml.
  34. 34.  Mukosa serviks tidak mengalami deskuamasi tetapi ada perobahan pada mukous serviks  Progesteron -------- > menyebabkan mukous menebal, kental dan selulare  Estrogen -------- > menyebabkan mukous serviks lebih encer dan lebih basa yang mempermudah kehidupan dan transpor sperma.  Mukuos paling encer pada saat ovulasi dan bila kering gambaran seperti pohon pakis pada goresan tipis pada kaca. Setelah ovulasi dan hamil menjadi kental
  35. 35. Siklus vagina  Estrogen ---------- > menyebabkan penandukan epitel vagina.  Progesteron menyebabkan mukuos kental dan epitel mengalami proliferasi infiltrasi leukosit.  Pada waktu hubungan kelamin dimana wanita dalam rangsangan seksual terjadi transudasi cairan membrana mukosa sehingga dinding vagina menjadi basah dan cairan disekresi kelenjar vestibularis.
  36. 36.  Bagian atas vagina sensitif terhadap regangan, rangsangan raba pada labia minor dan clitoris menambah rangsangan kepuasan seksual.  Rangsangan ini diperkuat oleh rangsang sentuh pada mamae.  Waktu orgasmus terjadi kontraksi ritmis secara otonom. Impulse yang melalui n.pudendus menimbulkan kontraksi m.bulbocavernosus dan m.ischiocavernosus.  Kontraksi vagina dapat membantu transport sperma
  37. 37. OVULASI Ovulasi adalah proses keluarnya ovum dari ovarium. Ovum akan bergerak ke rahim, bersamaan dengan proses ini, dinding rahim menjadi tebal seperti spon penuh dengan pembuluh darah yang siap menerima zigot
  38. 38. Petunjuk ovulasi  Biopsi endometrium ------- > terdapat gambaran sekresi menunjukkan corpus luteum berfungsi  Adanya ovulasi ditandai dengan peningkatan suhu tubuh, oleh karena progesteron yang bersifat termogenik  Ovulasi terjadi pada pertengahan siklus.  Ovum hidup selama 72 jam setelah keluar dari folikel dan hanya dapat dibuahi sekitar 36 jam.  Sperma dapat hidup dalam genitalia wanita selama 72 jam --------> masa subur 120 jam ------ > pengaturan metode kontrasepsi.
  39. 39.  Saat ovulasi bervariasi walaupun 1 siklus ke siklus yang lainnya sama.  Konsepsi jarang sekali sebelum hari ke 9 dan setelah hari ke 20 dari siklus menstruasi.  Pada binatang yang tidak mempunyai siklus menstruasi pada waktu tertentu timbul perhatian seksual terhadap lawan jenisnya ( breading season )
  40. 40. FERTILISASI/PROSES PEMBUAHAN Fertilisasi adalah proses peleburan antara satu sel sperma dengan satu sel telur (ovum) yang sudah matang
  41. 41. HORMON OVARIUM
  42. 42. HORMON OVARIUM Estrogen - Disekresi oleh sel teka interna folikel ovarium, corpus luteum, placenta, cortex adrenal dan testis - 17 beta estradiol -------- > adalah estrogen utama yang disekresi, berada dalam keadaan keseimbangan dengan estrone dalam sirkulasi dimana estrone selanjutnya dimetabolisme menjadi estriol didalam hati. - Estradiol paling poten dan estriol paling lemah - Sebagian besar estrogen dalam sirkulasi terikat dengan protein - Puncak sekresi estrogen tepat pada sebelum ovulasi dan waktu pertengahan fase luteal
  43. 43. Estrogen -------- > hormon feminisasi Pengaruh : - Mempermudah pertumbuhan folikel ovarium - Meningkatkan motilitas tuba uterina - Meningkatkan aliran darah uterus - Memiliki pengaruh otot polos uterus - Menurunkan sekresi FSH - Meningkatkan sekresi angiotensinogen - Meningkatkan libido seksualis - Menyebabkan pertumbuhan ductus kelenjar mamae
  44. 44. - Pigmentasi areolare mammae - Menyebabkan retensi garam dan air - Menyebabkan kelenjar sebacea lebih cair ------ > anti komedo dan acne - Kemerahan pada telapak tangan ( spider navi ) - Menurunkan kolesterol plasma  Sifat sekunder pada wanita - Pembesaran mammae, uterus dan vagina - Bahu sempit dan panggul luas - Rambut pubis bentuk rata diatas dan axilla
  45. 45. Progesteron Adalah steroid C - 21 yang disekresi oleh corpus luteum dan placenta Peranan - Perobahan progestational di endometrium - Efek anti estrogenik - Menghambat sekresi LH - Mencegah ovulasi pada manusia bila disuntikkan - Menurunkan kemudahan otot uterus dirangsang - Menurunkan jumlah reseptor estrogen di endometrium - Merangsang pembentukan lobulus dan alveolaris payudara
  46. 46. Relaksin ------- > sekresi corpus luteum - Berfungsi untuk melemaskan simpisis pubis dan sendi panggul dan dilatasi cervix uteri selama kehamilan -------> mempermudah persalinan  Kontrasepsi : estrogen dan progesteron sebagai kontrasepsi Cara kerja : - servic mengental menghambat migrasi sperma ----- > mengganggu implantasi -
  47. 47.  Amenorrhe primer dan sekunder, hipomenorrhe ( sedikit), menorrhagie ( banyak), metrorhagie ( perdarahan antara periode haid), oligomenorrhoe ( frekwensi haid berkurang), dysmenorrhoe ( sakit selama haid ) oleh karena penimbunan prostaglandine dalam uterus
  48. 48. TERAPI SULIH HORMON
  49. 49. TERAPI SULIH HORMON Menopause sesuatu yang tidak asing bagi wanita yang tidak jarang menimbulkan perasaan tidak menentu, takut dan bingung. Gejala yang timbul dapat berupa perdarahan yang tidak biasa, berdebar – debar, rasa gerah, keringat malam ( hot flushes ), vaginitis atrofia, nyeri hubungan kelamin, osteoporosis, penyakit jantung dan kemungkinan Alzheimer Penyebab keadaan ini akibat penurunan “ hormon estrogen “ pada masa menopause
  50. 50. Terapi sulih hormon adalah perawatan medis yang menghilangkan gejala – gejala pada wanita selama dan setelah menopause Obat yang dapat diberikan adalah “ estrogen “ dalam bentuk pil, patch transdermal yang ditancapkan dikulit. Kombinasi estrogen dan progesterone sintetis ( progestin )
  51. 51. Resiko terapi masih kontroversi yaitu kanker payudara, kanker rahim, tekanan darah tinggi. Efek samping dapat berupa mual, payudara membesar dan lembut, kurang dorongan hubungan intim, depresi, perdarahan, sakit dada dan persendian Efek samping diatasi dengan menyesuaikan dosis
  52. 52. TERIMA KASIH SAMPAI JUMPA LAGI
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×