1
Human Anatomy,
First Edition
McKinley & O'Loughlin
SISTEM ENDOKRIN
Dr. ANNISA SITI ROHIMA
20-2
Sistem Endokrin
 Merupakan sistem kontrol utama
 Bekerja bersama sistem saraf
 Fungsi: menjaga homeostasis
 Keduanya bermanfaat untuk:
 Metode komunikasi spesifik
 Memiliki target organ spesifik
 Metode dan efek sistem saraf dan
endokrin berbeda.
3
20-4
Glandula Endokrin & Hormon
 Glandula eksokrin memiliki saluran ductus
 Sekresi dikeluarkan melalui ductus
 Ductus terbuka ke permukaan epitel
 Glandula endokrin tidak memiliki ductus
 Produk akan disekresikan ke dalam aliran darah
 Semua sel endokrin terletak pada organ yang
kaya vaskularisasi
 Sehingga produk hormonnya akan mudah
memasuki aliran darah.
20-5
Overview Hormon
 Molekul yang memiliki efek pada organ
spesifik
 Disebut organ target
 Hanya sel yang memiliki reseptor hormon
yang akan berespon terhadap hormon
 Disebut sel target
 Organs, tissues, or cells lacking the specific
receptor do not respond to its stimulating
effects.
20-6
Klasifikasi hormon
 Hormon peptida (Hydrophilic: polar)
 Dibentuk dari rantai asam amino
 Sebagian besar hormon adalah hormon peptida
 Rantai yang lebioh panjang disebut hormon protein
 Contoh: hormon pertumbuhan
 Hormon steroid (Hydrophobic: nonpolar)
 sejenis lipid turunan dari kolesterol
 contoh: testosterone
 Biogenic amine (Hydrophobic: nonpolar)
 Molekul-molekul kecil yang dihasilkan dengan mengubah
struktur khusus asam amino
 Contoh: hormon tiroid
20-7
Negative Feedback Loop
 Mekanisme utama dalam kerja hormon
 Mekanisme:
 Merupakan stimulus dalam memulai
sebuah proses
 Proses ini menyebabkan hormon dilepas
 Hormon yang telah dilepas dan produk
efek hormon akan memberikan stimulus
menurun atau berhenti.
 Contoh: regulasi glukosa darah pada
tubuh
8
20-9
Positive Feedback Loop
 Disebut positif karena mempercepat proses
sebelumnya
 can ensure that the pathway continues to run
 can speed up its activities.
 Contoh:
 Pelepasan ASI dari glandula mammae
10
20-11
Kontrol hipothalamus dalam
sistem endokrin
 Pusat kontrol utama dari sistem endokrin
 Hipothalamus mengawasi hampir semua
aktivitas endokrin:
 Sel-sel tertentu pada hipothalamus akan
mensekresikan hormon yang akan
mempengaruhi aktivitas sekretorik glandula
pituitari anterior
 disebut regulatory hormones
 releasing hormones (RH)
 inhibiting hormones (IH)
 Hipothalamus memiliki mekanisme kontrol
secara tidak langsung pada organ-organ
endokrin.
12
20-13
Kontrol hipothalamus pada
sistem endokrin
 Hipothalamus memproduksi 2 hormon yang
ditransport ke dan disimpan di pituitary posterior .
 oxytocin (nucleus paraventicular)
 antidiuretic hormone (ADH) (nucleus supraoptic)
 Hipothalamus mengatur secara langsung sekresi
hormon pada medulla adrenal.
 Merupakan struktur endokrin yang mensekresikan
hormonnya sebagai respons stimulasi sistem saraf
simpatis.
 Beberapa sel endokrin tidak di bawah kontrol
hypothalamus.
14
20-15
Glandula Pituitari (Hipofisis)
 Terletak sebelah inferior dari hypothalamus.
 Kecil, bentuk agak oval yang terletak di fossa
hipofisialis pada os sphenoidalis.
 Terhubung dengan hypothalamus oleh
tangkai pendek infundibulum.
 Terbagi secara struktural dan fungsional
menjadi pituitary anterior dan pituitary
posterior .
 (disebut lobus anterior dan lobus posterior)
16
20-17
Kontrol sekresi glandula
pituitari anterior
 Glandula pituitari anterior dikontrol oleh
hormon regulasi dari hipothalamus.
 Hormon mencapai pituitari anterior via
hypothalamo- hypophyseal portal system.
 essentially a “shunt”
 takes venous blood carrying regulatory
hormones from the hypothalamus directly to the
anterior pituitary
18
19
20-20
Glandula Thyroid
 Terletak inferior dari kartilago tiroid laring dan anterior dari
trakea.
 Berbentuk “kupu-kupu” akibat adanya lobus dextra dan sinistra,
yang dihubungkan oleh isthmus.
 Kedua lobus sangat vaskuler sehingga berwarna kemerahan.
 Regulasi hormon tiroid bergantung pada kompleks proses
feedback glandula thyroid–glandula pituitary.
20-21
 Sel folikularis:
 Produksi dan sekresi hormon tiroid
 Precursor disimpan dalam bentuk colloid
 Hormon Thyroid
 Meningkatkan kecepatan metabolik
 Penting dalam pertumbuhan dan perkembangan.
 Sel Parafollicularis
 Produksi dan sekresi calcitonin
 Calcitonin
 Disekresi sebagai respons peningkatan kadar kalsium
 Efeknya menurunkan kadar kalsium darah
 Beraksi pada osteoblasts.
Glandula Thyroid
22
23
24
20-25
Glandula Parathyroid
 Berukuran kecil dan berwarna coklat-kemerahan
 Terletak sebelah posterior permukaan glandula thyroid
 Biasanya berjumlah 4 nodul
 may have as few as two or as many as six.
 Dua tipe sel berbeda dalam glandula paratiroid:
 chief cells
 oxyphil cells
 Chief cells merupakan sumber hormon parathyroid (PTH).
 Menstimulasi osteoclast untuk meresorbsi tulang dan
melepas ion kalsium dari matrik tulang ke aliran darah
 Menstimulasi sintesis hormon calcitriol di ginjal
 Mempromosi absorpsi kalsium di usus halus
 Prevensi kehilangan ion kalsium dalam urin
 The function of oxyphil cells is not known.
26
27
28
20-29
Glandula Adrenal (suprarenalis)
 Jumlah sepasang, bentuk seperti
piramid dan melekat sebelah superior
pada permukaaan ginjal.
 Retroperitoneal dan terbenam di lemak
serta fascia ginjal untuk meminimalisasi
pergerakannya.
 Paling luar cortex adrenal dan sebelah
dalam disebut medulla adrenal.
 secrete different types of hormones
20-30
Adrenal Cortex
 Distinctive yellow color due to stored lipids in its cell.
 Mensintesis lebih dari 25 jenis hormon steroid yang disebut
kortikosteroid.
 corticosteroid synthesis is stimulated by the ACTH produced by the
anterior pituitary
 corticosteroids are vital to our survival; trauma to or removal of the
adrenal glands requires corticosteroid supplementation throughout
life
 Dibagi menjadi zona glomerulosa, zona fasciculata, dan zona
reticularis.
 Different functional categories of steroid hormones are
synthesized and secreted in the separate zones.
 Regulasi pengaturan garam, gula dan seksual
20-31
Adrenal Cortex
 Dibagi menjadi:
 zona glomerulosa
 Mineralocordicoids
 Aldosterone
 Regulates ratio of sodium and potassium
 zona fasciculata
 Glucocorticoids
 Cortisol and corticosterone
 Stimulate metabolism of lipids, proteins, glucose
 Resist stress, repair tissues
 zona reticularis.
 gonadocorticoids
 androgens
32
33
34
20-35
Adrenal Medulla
 Forms the inner core of each adrenal gland.
 Pronounced red-brown color due to its extensive
vascularization.
 Primarily consists of clusters of large, spherical cells called
chromaffin cells.
 When innervated by the sympathetic division of the ANS, one
population of cells secretes the hormone epinephrine
(adrenaline).
 The other population secretes the hormone norepinephrine
(noradrenaline).
 Hormones work with the sympathetic nervous system to
prepare the body for an emergency or fight-or-flight situation.
20-36
Pancreas
 Panjang, lunak dan organ nodular
 Terletak antara duodenum dan lien
 Posterior dari gaster.
 Bersifat eksokrin dan endokrin
 Disebut juga glandula heterokrin (campuran)
 Terdapat dalam jumlah banyak sel dalam acinus pankreas.
 Produksi cairan pankreas alkali yang membantu digesti
 Tersebar antara acinus pankreas sekelompok sel endokrin yang
disebut islet pankreas (islets of Langerhans) terdiri atas empat
tipe sel:
 Dua tipe utama (sel alfa dan beta)
 Dua tipe minor (sel delta dan F)
 Masing-masing tipe memproduksi hormon yang berbeda
20-37
Pancreas
 Sel Alpha sekresi glucagon ketika kadar glukosa turun.
 Sel Beta sekresi insulin ketika kadar glukosa darah naik.
 Sel Delta terstimulasi oleh tingginya kadar zat nutrisi dalam darah.
 Sintesis somatostatin, yang merupakan growth hormone-inhibiting
hormone, atau GHIH, yang melambatkan pelepasan insulin dan
glucagon dan menurunkaan kecepatan masuknya nutrisi ke dalam
aliran darah
 Sel F distimulasi oleh proses pencernaan protein.
 Mensekresi polipeptida pankreatik untuk mensupresi dan
meregulasi somatostatin dari sel Delta
 Pancreatic hormones provide for orderly uptake and processing of
nutrients.
38
39
20-40
Gandula Pinealis
 Glandula Pinealis atau corpus pinealis, merupakan struktur yang
kecil, berbentuk konus dan terletak di posterior epithalamus.
 Mensekresi melatonin.
 Membantu regulasi irama circadian (24-hour body clock)
 Mempengaruhi sintesis hormon regulasi hipothalamus untuk
sintesis LH dan FSH
 Berperan juga dalam maturasi seksual meski mekanismenya
belum jelas
20-41
Thymus
 Merupakan organ bilobus terletak di mediastinum superior dari
jantung dan tepat sebelah posterior dari os sternum.
 Ukuran thymus bervariasi antar-individu.
 Biasanya berukuran besar pada bayi dan anak
 Sebagaimana glandula pinealis, thymus ukurannya mengecil
dan berkurang aktivitasnya, terutama setelah masa pubertas
 Fungsinya terutama dalam perkembangan sistem limfatik yang
berperan dalam regulasi dan menjaga imunitas tubuh.
 Memproduksi hormon komplementer thymopoietin dad
thymosins.
 Hormon ini berperan dalam menstimulasi diferensiasi,
pertumbuhan dan pematangan sel limfosit yaitu sel limfosit-
T (thymus-derived lymphocytes)
20-42
Endocrine Functions of the Kidneys,
Heart, GI Tract, and Gonads
 Organs of the urinary, cardiovascular, digestive, and
reproductive systems contain their own endocrine
cells, which secrete their own hormones.
 help regulate electrolyte levels in the blood
 red blood cell production, blood volume, and blood pressure
 digestive system activities
 sexual maturation and activity
20-43
Aging and the Endocrine
System
 Secretory activity of endocrine glands wanes,
especially secretion of growth hormone and sex
hormones.
 Reduction in GH levels leads to loss of weight and
body mass.
 Testosterone or estrogen levels decline
SISTEM IMUNITAS TUBUH
20-44
KOMPONEN SISTEM IMUN
20-45
20-46
MEKANISME KERJA SISTEM IMUN
20-47
DIFERENSIASI SEL B
 Merupakan sel pembentuk antibodi
 Akan menghasilkan sel memori yang berumur
panjang
Antigen & T-helper
cell
memory
antibodie
s
Cara Pembentukan Antibodi
 Antibodi dapat terbentuk melalui 2
mekanisme:
1. Infeksi langsung
2. Vaksinasi yang tertib
20-49
Macam-macam penyakit yang
mampu dicegah dengan
VAKSINASI…
20-50
Polio
Hepatitis B
Difteri
Faringitis Difteri
Difteri pada kaki
Miokarditis difteri
Tetanus
TUGAS ANATOMI
1. Sebutkan organ pernafasan dengan
lengkap
2. Gambarkan sistem organ saluran cerna
3. Jelaskan klasifikasi sendi berdasarkan
kemampuan geraknya! Berikan contoh
4. Sebutkan organ yang terlibat dalam
pembentukan urin
20-62
5. Sebutkan organ utama dan organ
tambahan pada:
A. Genitalia maskulina
B. Genitalia feminina
6. Sebutkan pembagian sistem saraf pada
manusia
7. Sebutkan pembagian ruang pada
jantung
8. Apakah manfaat ilmu anatomi bagi
petugas kesehatan?
20-63
TUGAS ANATOMI
9. Sebutkan 3 jenis penyakit yang bisa
dicegah dengan vaksinasi!
10. Apakah kesulitan dalam mempelajari
anatomi? Berikan saran dan kritik yang
membangun 
20-64

Anatomi sistem endokrin

  • 1.
    1 Human Anatomy, First Edition McKinley& O'Loughlin SISTEM ENDOKRIN Dr. ANNISA SITI ROHIMA
  • 2.
    20-2 Sistem Endokrin  Merupakansistem kontrol utama  Bekerja bersama sistem saraf  Fungsi: menjaga homeostasis  Keduanya bermanfaat untuk:  Metode komunikasi spesifik  Memiliki target organ spesifik  Metode dan efek sistem saraf dan endokrin berbeda.
  • 3.
  • 4.
    20-4 Glandula Endokrin &Hormon  Glandula eksokrin memiliki saluran ductus  Sekresi dikeluarkan melalui ductus  Ductus terbuka ke permukaan epitel  Glandula endokrin tidak memiliki ductus  Produk akan disekresikan ke dalam aliran darah  Semua sel endokrin terletak pada organ yang kaya vaskularisasi  Sehingga produk hormonnya akan mudah memasuki aliran darah.
  • 5.
    20-5 Overview Hormon  Molekulyang memiliki efek pada organ spesifik  Disebut organ target  Hanya sel yang memiliki reseptor hormon yang akan berespon terhadap hormon  Disebut sel target  Organs, tissues, or cells lacking the specific receptor do not respond to its stimulating effects.
  • 6.
    20-6 Klasifikasi hormon  Hormonpeptida (Hydrophilic: polar)  Dibentuk dari rantai asam amino  Sebagian besar hormon adalah hormon peptida  Rantai yang lebioh panjang disebut hormon protein  Contoh: hormon pertumbuhan  Hormon steroid (Hydrophobic: nonpolar)  sejenis lipid turunan dari kolesterol  contoh: testosterone  Biogenic amine (Hydrophobic: nonpolar)  Molekul-molekul kecil yang dihasilkan dengan mengubah struktur khusus asam amino  Contoh: hormon tiroid
  • 7.
    20-7 Negative Feedback Loop Mekanisme utama dalam kerja hormon  Mekanisme:  Merupakan stimulus dalam memulai sebuah proses  Proses ini menyebabkan hormon dilepas  Hormon yang telah dilepas dan produk efek hormon akan memberikan stimulus menurun atau berhenti.  Contoh: regulasi glukosa darah pada tubuh
  • 8.
  • 9.
    20-9 Positive Feedback Loop Disebut positif karena mempercepat proses sebelumnya  can ensure that the pathway continues to run  can speed up its activities.  Contoh:  Pelepasan ASI dari glandula mammae
  • 10.
  • 11.
    20-11 Kontrol hipothalamus dalam sistemendokrin  Pusat kontrol utama dari sistem endokrin  Hipothalamus mengawasi hampir semua aktivitas endokrin:  Sel-sel tertentu pada hipothalamus akan mensekresikan hormon yang akan mempengaruhi aktivitas sekretorik glandula pituitari anterior  disebut regulatory hormones  releasing hormones (RH)  inhibiting hormones (IH)  Hipothalamus memiliki mekanisme kontrol secara tidak langsung pada organ-organ endokrin.
  • 12.
  • 13.
    20-13 Kontrol hipothalamus pada sistemendokrin  Hipothalamus memproduksi 2 hormon yang ditransport ke dan disimpan di pituitary posterior .  oxytocin (nucleus paraventicular)  antidiuretic hormone (ADH) (nucleus supraoptic)  Hipothalamus mengatur secara langsung sekresi hormon pada medulla adrenal.  Merupakan struktur endokrin yang mensekresikan hormonnya sebagai respons stimulasi sistem saraf simpatis.  Beberapa sel endokrin tidak di bawah kontrol hypothalamus.
  • 14.
  • 15.
    20-15 Glandula Pituitari (Hipofisis) Terletak sebelah inferior dari hypothalamus.  Kecil, bentuk agak oval yang terletak di fossa hipofisialis pada os sphenoidalis.  Terhubung dengan hypothalamus oleh tangkai pendek infundibulum.  Terbagi secara struktural dan fungsional menjadi pituitary anterior dan pituitary posterior .  (disebut lobus anterior dan lobus posterior)
  • 16.
  • 17.
    20-17 Kontrol sekresi glandula pituitarianterior  Glandula pituitari anterior dikontrol oleh hormon regulasi dari hipothalamus.  Hormon mencapai pituitari anterior via hypothalamo- hypophyseal portal system.  essentially a “shunt”  takes venous blood carrying regulatory hormones from the hypothalamus directly to the anterior pituitary
  • 18.
  • 19.
  • 20.
    20-20 Glandula Thyroid  Terletakinferior dari kartilago tiroid laring dan anterior dari trakea.  Berbentuk “kupu-kupu” akibat adanya lobus dextra dan sinistra, yang dihubungkan oleh isthmus.  Kedua lobus sangat vaskuler sehingga berwarna kemerahan.  Regulasi hormon tiroid bergantung pada kompleks proses feedback glandula thyroid–glandula pituitary.
  • 21.
    20-21  Sel folikularis: Produksi dan sekresi hormon tiroid  Precursor disimpan dalam bentuk colloid  Hormon Thyroid  Meningkatkan kecepatan metabolik  Penting dalam pertumbuhan dan perkembangan.  Sel Parafollicularis  Produksi dan sekresi calcitonin  Calcitonin  Disekresi sebagai respons peningkatan kadar kalsium  Efeknya menurunkan kadar kalsium darah  Beraksi pada osteoblasts. Glandula Thyroid
  • 22.
  • 23.
  • 24.
  • 25.
    20-25 Glandula Parathyroid  Berukurankecil dan berwarna coklat-kemerahan  Terletak sebelah posterior permukaan glandula thyroid  Biasanya berjumlah 4 nodul  may have as few as two or as many as six.  Dua tipe sel berbeda dalam glandula paratiroid:  chief cells  oxyphil cells  Chief cells merupakan sumber hormon parathyroid (PTH).  Menstimulasi osteoclast untuk meresorbsi tulang dan melepas ion kalsium dari matrik tulang ke aliran darah  Menstimulasi sintesis hormon calcitriol di ginjal  Mempromosi absorpsi kalsium di usus halus  Prevensi kehilangan ion kalsium dalam urin  The function of oxyphil cells is not known.
  • 26.
  • 27.
  • 28.
  • 29.
    20-29 Glandula Adrenal (suprarenalis) Jumlah sepasang, bentuk seperti piramid dan melekat sebelah superior pada permukaaan ginjal.  Retroperitoneal dan terbenam di lemak serta fascia ginjal untuk meminimalisasi pergerakannya.  Paling luar cortex adrenal dan sebelah dalam disebut medulla adrenal.  secrete different types of hormones
  • 30.
    20-30 Adrenal Cortex  Distinctiveyellow color due to stored lipids in its cell.  Mensintesis lebih dari 25 jenis hormon steroid yang disebut kortikosteroid.  corticosteroid synthesis is stimulated by the ACTH produced by the anterior pituitary  corticosteroids are vital to our survival; trauma to or removal of the adrenal glands requires corticosteroid supplementation throughout life  Dibagi menjadi zona glomerulosa, zona fasciculata, dan zona reticularis.  Different functional categories of steroid hormones are synthesized and secreted in the separate zones.  Regulasi pengaturan garam, gula dan seksual
  • 31.
    20-31 Adrenal Cortex  Dibagimenjadi:  zona glomerulosa  Mineralocordicoids  Aldosterone  Regulates ratio of sodium and potassium  zona fasciculata  Glucocorticoids  Cortisol and corticosterone  Stimulate metabolism of lipids, proteins, glucose  Resist stress, repair tissues  zona reticularis.  gonadocorticoids  androgens
  • 32.
  • 33.
  • 34.
  • 35.
    20-35 Adrenal Medulla  Formsthe inner core of each adrenal gland.  Pronounced red-brown color due to its extensive vascularization.  Primarily consists of clusters of large, spherical cells called chromaffin cells.  When innervated by the sympathetic division of the ANS, one population of cells secretes the hormone epinephrine (adrenaline).  The other population secretes the hormone norepinephrine (noradrenaline).  Hormones work with the sympathetic nervous system to prepare the body for an emergency or fight-or-flight situation.
  • 36.
    20-36 Pancreas  Panjang, lunakdan organ nodular  Terletak antara duodenum dan lien  Posterior dari gaster.  Bersifat eksokrin dan endokrin  Disebut juga glandula heterokrin (campuran)  Terdapat dalam jumlah banyak sel dalam acinus pankreas.  Produksi cairan pankreas alkali yang membantu digesti  Tersebar antara acinus pankreas sekelompok sel endokrin yang disebut islet pankreas (islets of Langerhans) terdiri atas empat tipe sel:  Dua tipe utama (sel alfa dan beta)  Dua tipe minor (sel delta dan F)  Masing-masing tipe memproduksi hormon yang berbeda
  • 37.
    20-37 Pancreas  Sel Alphasekresi glucagon ketika kadar glukosa turun.  Sel Beta sekresi insulin ketika kadar glukosa darah naik.  Sel Delta terstimulasi oleh tingginya kadar zat nutrisi dalam darah.  Sintesis somatostatin, yang merupakan growth hormone-inhibiting hormone, atau GHIH, yang melambatkan pelepasan insulin dan glucagon dan menurunkaan kecepatan masuknya nutrisi ke dalam aliran darah  Sel F distimulasi oleh proses pencernaan protein.  Mensekresi polipeptida pankreatik untuk mensupresi dan meregulasi somatostatin dari sel Delta  Pancreatic hormones provide for orderly uptake and processing of nutrients.
  • 38.
  • 39.
  • 40.
    20-40 Gandula Pinealis  GlandulaPinealis atau corpus pinealis, merupakan struktur yang kecil, berbentuk konus dan terletak di posterior epithalamus.  Mensekresi melatonin.  Membantu regulasi irama circadian (24-hour body clock)  Mempengaruhi sintesis hormon regulasi hipothalamus untuk sintesis LH dan FSH  Berperan juga dalam maturasi seksual meski mekanismenya belum jelas
  • 41.
    20-41 Thymus  Merupakan organbilobus terletak di mediastinum superior dari jantung dan tepat sebelah posterior dari os sternum.  Ukuran thymus bervariasi antar-individu.  Biasanya berukuran besar pada bayi dan anak  Sebagaimana glandula pinealis, thymus ukurannya mengecil dan berkurang aktivitasnya, terutama setelah masa pubertas  Fungsinya terutama dalam perkembangan sistem limfatik yang berperan dalam regulasi dan menjaga imunitas tubuh.  Memproduksi hormon komplementer thymopoietin dad thymosins.  Hormon ini berperan dalam menstimulasi diferensiasi, pertumbuhan dan pematangan sel limfosit yaitu sel limfosit- T (thymus-derived lymphocytes)
  • 42.
    20-42 Endocrine Functions ofthe Kidneys, Heart, GI Tract, and Gonads  Organs of the urinary, cardiovascular, digestive, and reproductive systems contain their own endocrine cells, which secrete their own hormones.  help regulate electrolyte levels in the blood  red blood cell production, blood volume, and blood pressure  digestive system activities  sexual maturation and activity
  • 43.
    20-43 Aging and theEndocrine System  Secretory activity of endocrine glands wanes, especially secretion of growth hormone and sex hormones.  Reduction in GH levels leads to loss of weight and body mass.  Testosterone or estrogen levels decline
  • 44.
  • 45.
  • 46.
  • 47.
  • 48.
    DIFERENSIASI SEL B Merupakan sel pembentuk antibodi  Akan menghasilkan sel memori yang berumur panjang Antigen & T-helper cell memory antibodie s
  • 49.
    Cara Pembentukan Antibodi Antibodi dapat terbentuk melalui 2 mekanisme: 1. Infeksi langsung 2. Vaksinasi yang tertib 20-49
  • 50.
    Macam-macam penyakit yang mampudicegah dengan VAKSINASI… 20-50
  • 51.
  • 53.
  • 54.
  • 55.
  • 56.
  • 57.
  • 58.
  • 62.
    TUGAS ANATOMI 1. Sebutkanorgan pernafasan dengan lengkap 2. Gambarkan sistem organ saluran cerna 3. Jelaskan klasifikasi sendi berdasarkan kemampuan geraknya! Berikan contoh 4. Sebutkan organ yang terlibat dalam pembentukan urin 20-62
  • 63.
    5. Sebutkan organutama dan organ tambahan pada: A. Genitalia maskulina B. Genitalia feminina 6. Sebutkan pembagian sistem saraf pada manusia 7. Sebutkan pembagian ruang pada jantung 8. Apakah manfaat ilmu anatomi bagi petugas kesehatan? 20-63
  • 64.
    TUGAS ANATOMI 9. Sebutkan3 jenis penyakit yang bisa dicegah dengan vaksinasi! 10. Apakah kesulitan dalam mempelajari anatomi? Berikan saran dan kritik yang membangun  20-64