LBM 4                                       Bercak Merah Dan BersisikSTEP 1         Central healing:            o Pola ben...
2. Mengapa muncul merah bersisik yang tepinya meninggi dan rasa gatal pada telapak kaki?           Salah satu dari penyaki...
7. Lesi berbentuk polisiklis yang eritematousa tepi aktif dan terdapat central healing,termasuk      ciri khas dari penyak...
Dermatofitosis ini biasanya menyerang anak-anak usia 3-7 tahun, kebanyakan pada anak laki-laki. Selain menimbulkan bercak ...
Jamur dermatofita yang sering ditemukan pada kasus tinea kruris adalah, E.Floccosum, T.Rubrum, dan T. Mentagrophytes.Pria ...
Mengobati atau menghilangkan sumber penularan merupakan hal penting untuk mencegahpenularan jamur kembali dan penyebaran l...
12. Apa itu mikosis?definisi,etiologi,klasifikasi,penyakit yang ditimbulkan?    Mikosis: penyakit karena jamur    Kelainan...
Klinis : Muncul bercak-bercak (makula) berwarna coklat kehitaman. Bercak tersebutterisi oleh hifa bercabang, bersepta, dan...
2. Tinea Korporis, Tinea Kurtis (Kurap) : Menyerang kulit tubuh yang tidak berambut,disebabkan oleh serangan jamur T. Rubr...
Treatment of DermatophytesMikosis SubkutanAdalah Infeksi oleh jamur yang mengenai kulit, mengenai lapisan bawah kulitmelip...
menahun, meskipun demikian dapat juga diberikan Kalium iodida secara oral selamabeberapa minggu.2. Kromoblastosis : infeks...
sembuh dengan sendirinya. Berbagai gejala umum akibat mikosis ini tidak dapatdibedakan dengan infeksi pernafasan bawah aku...
ZigomikosisZigomikosis merupakan infeksi jamur oportunis ketiga paling umum pada hostyang tertekan sistem kekebalannya, de...
Zigomikosis (Mukormikosis, Pikomikosis)Zigomikosis merupakan penyakit langka yang disebabkan oleh jamurzygomicetes seperti...
paling penting. Ketoasidosis dilaporkan mempertumpul aktivitas inhibitory               normal dari serum terhadap Rhizopu...
Infeksi pada ManusiaWaktu yang dibutuhkan sejak seseorang terpapar jamur sampai timbul gejala infeksi, atau masainkubasi, ...
Di samping pemberian obat, tindakan suportif juga diperlukan; antara lain menjaga kulit tetap bersihdan kering (hindari ke...
Beberapa spesies dapat menyebabkan infeksi pada binatang dan manusia setelah kontakdengan tanah. Spesies zoofilik terutama...
15. Apa faktor” yang mempengaruhi pertumbuhan jamur?               Suhu               Kelembaban               Pertumbuhan...
profunda   superfisialis                                    Reaksi imun +                                    patogenesis  ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Modul 7 lbm 4 ukkie...

2,277 views

Published on

Published in: Health & Medicine
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,277
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
15
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Modul 7 lbm 4 ukkie...

  1. 1. LBM 4 Bercak Merah Dan BersisikSTEP 1 Central healing: o Pola bentuk luka yang pada bagian tengahnya tenang/anti inflamasi (kering keputihan),tepinya aktif(basah kemerahan dan gatal) o Penyembuhan yang dimulai dari bagian tengah Lesi bentuk polisiklis: o Lesi pinggirnya saling bergabung,bentuk bervariasi o Lesi saling mengait membentuk pola lingkaran Eritematousa: o Kelainan kuli berwarna merah yang disebabkan karena vasodilatasiSTEP 2 1. Mengapa lesi berbentuk polisiklis dan erimatousa? 2. Mengapa muncul merah bersisik yang tepinya meninggi dan rasa gatal pada telapak kaki? 3. Apa yang menyebabkan bercak merah meluas ke punggung kaki? 4. Mengapa gatal semakin mengganggu saat berkeringat dan memakai sepatu? 5. Diagnosis dari skenario?mengapa? 6. Bagaimana patogenesis dari penyakit tersebut? 7. Lesi berbentul polisiklis yang eritematousa tepi aktif dan terdapat central healing,termasuk ciri khas dari penyakit apa? 8. Manifestasi klinis dari skenario? 9. Etiologi ? 10. Penatalaksanaan? 11. Klasifikasi dermatomikosis? 12. Apa itu mikosis?definisi,etiologi,klasifikasi,penyakit yang ditimbulkan? 13. Apa itu dermatofitosis? 14. Dermatomikosis menular atau tidak?perantaranya apa? 15. Apa faktor” yang mempengaruhi pertumbuhan jamur? 16. Mengapa penyembuhan dari tengah?STEP 3 1. Mengapa lesi berbentuk polisiklis dan erimatousa? Karena pola garukan Eritema karena vasodilatasi pembuluh darah Eritematousa karena proses peradangan
  2. 2. 2. Mengapa muncul merah bersisik yang tepinya meninggi dan rasa gatal pada telapak kaki? Salah satu dari penyakit karena jamur, bisa karena kontak langsung atau dari makanan Pada kaki (lembab), mudah terkena jamur Bersisik karena skuama Bersisik karena jamurnya tipe yang makan keratin 3. Apa yang menyebabkan bercak merah meluas ke punggung kaki? Spora jamur menyebar karena garukan 4. Mengapa gatal semakin mengganggu saat berkeringat dan memakai sepatu? Reflek gatal menimbulkan eritema, pori” melebar, keringat masuk ke pori”  perih 5. Diagnosis dari skenario?mengapa? Tinus pedis et manum  disebabkan oleh dermatophyte Tanda klinis: fissura yang dilingkari sisik, maserasi(kulitnya putih dan rapuh yang mengelupas) Eritematousa,papula dan vesikel.adanya central healing Tinea pedis  di sebabkan oleh dermatophyte (tricophiton rubrum) Tinea pedis  pada kaki Tinea manum  pada tangan dan interdigitalis tangan 6. Bagaimana patogenesis dari penyakit tersebut? Menyerang orang yang bekerja dengan kaki tertutup Jamur tumbuh karena ada sari makanan dalam tubuh yang dibutuhkan jamur ada 3 cara menginfeksi: o Molekul dermatophyte mengikat keratin untuk mengambil nutrisi o Penetrasi(masuknya) ke jaringan atau melalui dan di antara sel o Terbentuknya respon imun Jamur mengeluarkan enzim keratinase stratum korneum berskuama  invasi sel sekitarTinea pedis dan tinea manuum adalah infeksi jamur pada kaki dan tangan. Mungkin merupakaninfeksi jamur yang paling sering terjadi. T. Rubrum dapat menimbulkan bercak bersquama disertaieritema pada telapak kaki dan tangan. Yang sering kali terserang adalah kedua kaki dan hanya satutangan. T. Mentagrophytes menimbulkan peradangan erupsi pustular, berkusta pada kaki. tineapedis manum dan kruris dapat dipastikan melalui pemeriksaan mikroskopikk kerokan kulit denganKOH.Infeksi pada kuku atau onikomikosis, di tandai dengan kuku yang distrofilik. Pasien mengalamihiperkeratosis sub ungual dan pemisahan lempeng kuku dari bantalan kuku. Diagnosis dipastikandengan biakan jamur dan KOH. Tinea versikolor (panu) disebabkan oleh pityrosporum orbiculare.Bercaknya berbatas sangat jelas, bersquama, berwarna putih atau kecoklatan.PATOFISIOLOGI JILID 2
  3. 3. 7. Lesi berbentuk polisiklis yang eritematousa tepi aktif dan terdapat central healing,termasuk ciri khas dari penyakit apa?TineaDefinisiTinea adalah penyakit pada jaringan yang mengandung zat tanduk, misalnya lapisan terataspada kulit pada epidermis, rambut, dan kuku, yang disebabkan golongan jamur dermatofita(jamur yang menyerang kulit). Tinea kruris sendiri merupakan penyakit kulit yangdisebabkan oleh jamur pada daerah genitokrural (selangkangan), sekitar anus, bokong dankadang-kadang sampai perut bagian bawah.GejalaBiasanya lokasi pada daerah selangkangan atau sisi paha atas bagian dalam, dapat terjadi dikedua paha atau di salah satu paha saja. Keluhan utama adalah rasa gatal yang dapat hebat.Lesi berbatas tegas, tepi meninggi yang dapat berupa bintil-bintil kemerahan atau lenting-lenting kemerahan, atau kadang terlihat lenting-lenting yang berisi nanah. Bagian tengahmenyembuh berupa daerah coklat kehitaman bersisik. Garukan terus-menerus dapatmenimbulkan gambaran penebalan kulit. Buah zakar sangat jarang menunjukkan keluhan,meskipun pemeriksaan jamur dapat positif, hal yang berbeda dengan kandidiasis yang seringmenunjukkan keterlibatan pada buah zakar dan penis.PATOFISIOLOGI untuk Pemula – graha ilmuAnamnesis : gatal terutama saat berkeringatUKK : makula atau plak eritematosa berbatas tegas, skuama sedikit, tepimeninggi/aktifdengancentral healing, biasanya tidak simetrisPx. penunjang :KOH10% didapatkangambaranhifaIlmu penyakit dalam 8. Manifestasi klinis dari skenario? Khas : lesi polisiklis,central healing,gatal telapak tangan dan kaki Umum: vesikel,papul, etitem, skuama dan maserasiGejalaTinea cenderung membentuk ruam kemerahan atau kecoklatan yang berpola seperti cincin di sekeliling kulit normal. Infeksi inibiasanya tidak serius, tetapi dapat merusak penampilan dan membuat rasa gatal yang tidak nyaman. Jika seseorang memilikisistem kekebalan tubuh lemah karena kondisi medis seperti HIV atau kanker, infeksi jamur mungkin lebih parah.Gejala tinea tergantung pada daerah tubuh yang terkena:Tinea barbae (jenggot)Tinea barbae terbatas di wilayah janggut dan leher dan umumnya hanya menjangkiti pria remaja dan dewasa. Presentasi klinistinea barbae termasuk inflamasi, plak dalam dan bercak dangkal tanpa peradangan yang menyerupai tinea corporis.Tinea capitis (kepala)
  4. 4. Dermatofitosis ini biasanya menyerang anak-anak usia 3-7 tahun, kebanyakan pada anak laki-laki. Selain menimbulkan bercak merah di kepala dan rasa gatal, tinea capitis dapat menyebabkan pengelupasan kulit kepala yang merontokkan rambut. Ada tiga jenis tinea capitis, yaitu: Ectothrix yang merusak kutikula rambut. Rambut yang terinfeksi biasanya berpendar kuning cerah kehijauan di bawah sinar ultraviolet karena adanya fosfor. Endothrix yang mengisi batang rambut dengan cabang (hifa) dan sporanya. Jenis ini tidak merusak kutikula rambut. Favus yang menghasilkan kerak kuning dan kerontokan rambut. Tinea corporis (tubuh) Tinea corporis membentuk lesi kulit yang memiliki plak bersisik melingkar dengan tepi menonjol. Orang awam menyebutnya panu. Biasanya lesi menyebar pada kulit badan, lengan, dan kaki. Tinea cruris (pangkal paha/selangkangan) Tinea cruris membentuk ruam yang dimulai pada daerah selangkangan, terutama di lipatan antara bagian atas paha dan alat kelamin. Ruam ini gatal, memiliki perbatasan merah, dan bisa menyebar. Ruam seringkali menyebar ke bagian dalam kedua paha. Infeksi dapat menyebar ke kulit bagian lain dari tubuh (atau mungkin pertama kali dimulai pada daerah lain, seperti kaki). Tinea faciei (wajah) Tinea feciei hanya menyerang wajah. Gejala tinea faciei termasuk bercak bulat kemerahan yang gatal dan terlihat menonjol dan kasar, memiliki batas bersisik dan mungkin tampak lebih gelap dari kulit di sekitarnya. Tinea manuum (tangan) Tinea manuum biasanya bersamaan dengan tinea pedis dan hanya mempengaruhi satu tangan. Lesinya kemerahan dan menonjol. Tinea pedis (kaki) Disebut juga penyakit kaki atlet (athelete’s foot), tinea pedis memengaruhi sela-sela jari kaki sehingga terasa gatal, terbakar dan pecah-pecah. Tanpa perawatan, kaki atlet bisa memburuk dan menyebabkan kulit mengelupas. Tinea unguium (kuku) Infeksi jamur ini sering mempengaruhi kuku jempol kaki. Tinea unguium atau dermatofit onikomikosis dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis utama, yaitu yang non-invasif atau terbatas pada retakan/lubang pada permukaan kuku dan yang invasif menyerang dari pinggir kuku sampai ke seluruh lempeng kuku, menyebabkan penebalan dan perubahan warna kuku menjadi kekuningan. Onkolisis atau pemisahan kuku dari kuku sering terjadi. Jamur kuku ini cenderung lebih umum pada orang yang memiliki kaki atlet untuk beberapa lama. Diagnosis Diagnosis tinea secara menyeluruh hanya dapat dilakukan oleh dokter kulit, yaitu dokter yang mengkhususkan diri dalam pengobatan kondisi medis, pembedahan, dan kosmetika rambut, kulit, dan kuku. Pada dermatofitosis di kulit, dokter mengambil sampel dengan mengikis lesi jamur menggunakan pisau tumpul, pinset, atau kuret tulang. Pada dermatofitosis kuku, kuku harus dikupas dan dikerik menggunakan pisau bedah tumpul sampai mendapatkan runtuhan keratin kuku. Pemeriksaan mikroskopis atas spesimen kulit dan kuku tersebut dapat mengungkapkan hifa dan spora jamur yang menyebabkan infeksi. http://majalahkesehatan.com/tinea-jamur-kulit-yang-paling-umum/ 9. Etiologi ? Terjadi karena jamur dermatophyte Tinea atau dermatofitosis adalah nama sekelompok penyakit kulit yang disebabkan oleh dermatofit, yaitu sekelompok jamur yang tumbuh di lapisan kulit mati (keratin). Dermatofit memiliki kemampuan memanfaatkan keratin sebagai sumber gizi karena memiliki kapasitas enzimatik yang unik (keratinase). Pertumbuhan tinea terbatas pada lapisan kulit mati, tetapi didukung oleh lingkungan setempat yang lembab dan hangat. Jamur ini telah berevolusi sehingga kelangsungan hidup dan penyebaran spesiesnya tergantung pada infeksi manusia atau hewan. Anda bisa mendapatkannya dengan menyentuh orang yang terinfeksi, dari permukaan lembab seperti lantai kamar mandi, atau bahkan dari binatang peliharaan. http://majalahkesehatan.com/tinea-jamur-kulit-yang-paling-umum/
  5. 5. Jamur dermatofita yang sering ditemukan pada kasus tinea kruris adalah, E.Floccosum, T.Rubrum, dan T. Mentagrophytes.Pria lebih sering terkena daripada wanita. Maserasi dan oklusi kulit lipat paha menyebabkanpeningkatan suhu dan kelembaban kulit yang akan memudahkan infeksi. Tinea krurisbiasanya timbul akibat penjalaran infeksi dari bagian tubuh lain. Penularan juga dapat terjadimelalui kontak langsung dengan individu yang terinfeksi atau tidak langsung melalui bendayang mengandung jamur, misalnya handuk, lantai kamar mandi, tempat tidur hotel dan lain-lain.Jamur dermatofita E.Floccosum, T. Rubrum, dan T. Mentagrophytes menyebabkan tineakruris. Biasanya mengenai daerah selangkangan atau sisi paha atas bagian dalam, dapatterjadi di kedua paha atau di salah satu paha saja. Keluhan utama adalah rasa gatal yang dapathebat, terlebih jika kondisi kulit berkeringat. Lesi berbatas tegas, tepi meninggi yang dapatberupa bintil-bintil kemerahan atau lenting-lenting kemerahan, atau kadang terlihat lenting-lenting yang berisi nanah. Bagian tengah menyembuh berupa daerah coklat kehitamanbersisik. Garukan terus-menerus dapat menimbulkan gambaran penebalan kulit.Mikologi Dasar Klinik – Graha ilmu 10. Penatalaksanaan? Obat topikal : mikonazol, bifonazol, ketokonazol, terbinafin Kelemahan: tidak bisa membunuh spora, bersifat mikostatik (sementara) Obat oral: terbinafin, griseofulfin, itraconazol Itraconazol dapat membunuh spora sampai tuntas tapi mahal Griseofulfin itu obat generikPenatalaksanaanMenghilangkan faktor penunjang sangat penting, misalnya mengusahakan daerah lesi selalukering dengan memakai baju yang menyerap keringat. Obat antijamur yang dioleskan adalahterapi pilihan untuk lesi yang terbatas dan dapat dijangkau. Berbagai macam obat imidazoldan alilamin tersedia dalam beberapa formulasi. Semuanya memberikan keberhasilan terapiyang tinggi (70-100%) dan jarang ditemukan efek samping. Obat ini digunakan pagi dan sorehari selama sekurang-kurangnya 2-4 minggu. Terapi dioleskan sampai 3 cm di luar batas lesidan diteruskan sekurang-kurangnya 2 minggu setelah lesi menyembuh.Pengobatan dengan obat yang diminum diperlukan jika lesi luas atau gagal denganpengobatan topikal. Obat oral yang dapat digunakan adalah. griseofulvin microsized 500-1000 mg/hari selam 2-6 minggu, meskipun beberapa laporan menunjukkan kemungkinan kasus kebal terhadap pengobatan ketokonazol 200 mg/hari selama kurang lebih 4 minggu itrakonazol 100 mg/hari selama 2 minggu atau 200 mg/hari selama 1 minggu terbinafin 250 mg/hari selama 1-2 minggu
  6. 6. Mengobati atau menghilangkan sumber penularan merupakan hal penting untuk mencegahpenularan jamur kembali dan penyebaran lebih lanjut kepada manusiaIlmu penyakit dalam 11. Klasifikasi dermatomikosis? Superficialis: dermatofitosis(jamur memakan keratin) dan non dermatofitosis (tidak makan keratin) Dermatomikosis superfisialis dapat disebabkan oleh jamur dermatofit (dermatofitosis), spesies candida biasanya C. Albicans (kandidosis), dan Malassezia furfur (pitiriasis versikolor).Dermatomikosis adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh kapang dan merupakan fungi patogenterbesar pada manusia. Dikenal tiga genera penyebab yaitu trichoplhyton, microsporum danepidermophyton. Fase aseksual pada kapang kapang tersebut menyebabkan mikrokondriaamerospora (hanya satu sel) yang tidak berpigmen, berbentuk seperti tetesan air mata danberdinding halus. Disamping itu juga dihasilkan makrokonida yang terbentuk pada bagian tepi ataupada ujung hifa, berbentuk silindris atau seperti cerutu atau seperti gelendong berdinding halus dantipisMikologi dasar dan terapan – Indrawati Gandjar (buku obor) Intermediate Profunda : jamur masuk ke organ Kutan Subkutan Endemik(primer, sistemik) OportunistikDermatomikosis (Dharmojono 2001) adalah kelainan kulit yang disebabkan oleh jamur.Dermatomikosis oleh jamur juga dikenal dengan nama dermatofitosis. Berdasarkan proliferasinya,mikosis dibagi menjadi 2 golongan sebagai berikut:1. Sistemik mikosis, yaitu infeksi oleh jamur (fungus) yang melibatkan salah satu atau beberapaorgan dalam seperti Histomonas sp., Crytococcosis sp., dll.2. Kutaneus mikosis, yaitu infeksi jamur yang hanya melibatkan jaringan kulit atau disebut dengandermatomikosis. Berdasarkan agen penyebabnya dermatomikosis terbagi menjadi:a.Dermatofitosis yang disebabkan oleh jamur seperti Microsporum sp., dan Trichophyton sp.b.Dermatofitosis yang disebabkan infeksi sejenis yeast (ragi) seperti Pitirosporum sp., Malassezia sp.dll.Dermatofitosis pada hewan menurut angka kejadian dan patogenitasnya disebabkan olehMicrosporum sp., dan Trichophyton sp. yang dikenal sebagai ringworm atau tineasis (infeksi olehTinea sp.). Sedangkan infeksi oleh bangsa yeast yang patogen sering disebabkan oleh Malassezia sp.dan Candida sp. (Pitirosporus). PARASITOLOGI - Dharmojono (2001)
  7. 7. 12. Apa itu mikosis?definisi,etiologi,klasifikasi,penyakit yang ditimbulkan? Mikosis: penyakit karena jamur Kelainan di kulit, kuku, dan rambut klasifikasi Superficialis: dermatofitosis(jamur memakan keratin) dan non dermatofitosis (tidak makan keratin) Intermediate Profunda : jamur masuk ke organ Kutan Subkutan Endemik(primer, sistemik) Oportunistik MIKOSIS Dari ribuan species ragi dan jamur, sekitar 100 species diantaranya diketahui dapat mengakibatkan mikosis (infeksi akibat jamur) pada hewan dan manusia. Mikosis dikelompokkan atas dasar tempat infeksinya pada tubuh manusia, yaitu mikosis superfisial, mikosis kutan, mikosis subkutan dan mikosis sistemik (profunda). Infeksi yang diakibatkan oleh jamur dapat terjadi secara kompleks dalam skala ringan atau berat. Pada kasus-kasus tertentu juga dijumpai adanya makanisme infeksi skunder akibat mikosis. Reaksi imun sangat berperan penting sebagai pertahanan dari mikosis, namun demikian pengobatan-pengobatan pada spesifikasi tertentu sangat menunjang proses penyembuhan. Mikosis Superfisial Adalah infeksi yang disebakan oleh jamur yang menyerang pada daerah superfisial, yaitu kulit, rambut, kuku. 1. Tinea versicolor : Merupakan infeksi ringan yang nampak dan terjadi akibat pertumbuhan Malassezia furfur yang tidak terkendali. Dalam bahasa lokal dikenal sebagai panu. Klinis : Muncul bercak putih kekuningan disertai rasa gatal pada kulit dada, punggung, axila leher dan perut bagian atas. Daerah yang terserang akan mengalami depigmentasi. Pencegahan: dengan menjaga kebersihan badan dan pakaian serta menghindari penularan. Pengobatan : 1 % selenium sulfida yang digunakan setiap dua hari selama 15 menit kemudian dicuci. Pada kasus yang berkaitan dengan kateter adalah dengan mengangkat kateter yang terpasang. 2. Tinea nigra : Infeksi pada lapisan kulit (stratum korneum) akibat serangan Exophiala weneckii.
  8. 8. Klinis : Muncul bercak-bercak (makula) berwarna coklat kehitaman. Bercak tersebutterisi oleh hifa bercabang, bersepta, dan sel-sel yang bertunas, akan tetapi tetapterlihat datar menempel pada kulit (tidak membentuk bagian yang menonjol, sepertisisik ataupun reaksi yang lain)Pencegahan : dengan menjaga kebersihan badan dan pakaian serta menghindaripenularan.Pengobatan : Pemberian asam undersilenat atau anti jamur azol.3. Piedra : Dapat dikelompokan menjadi 2 yaitu White Piedra disebabkan olehTrichosporon Beigelli dan Black Piedra diakibatkan oleh Piedraia hortae.Klinis terbentuknya nodul hitam keras di sekitar rambut kepala (Black piedra)terbentuk nodul yang lebih halus pada rambut ketiak, kemaluan, janggut.Pengobatan : Pemotongan rambut dan pemalkaian anti jamur tropikal.4. Tinea Flavosa : Infeksi pada kulit kepala, kulit badan yang tidak berambut danberkukudisebabkan oleh Trichopyton schoenleinii.Klinis : Gejala awal berupa bintik-bintik putih pada kuli kepala kemudian membesarmembentuk kerak yang berwarna kuning kotor, Kerak sangat lengket, bila diangkatakan meninggalkan luka basah. Dapat menyebabkan kebotakan yang menetap.5. Otomycosis : Infeksi pada telinga luar dan liang telinga disebabkan oleh seranganAspergillus, Penicillium, Mocor, Rhizpus, Candida.Klinis : muncu rasa gatal dan sakit pada lubang telinga dan kulit sekitar. Jika terjadiinfeksi skunder oleh bakteri, akan menjadi bernanah.Mikosis KutanAdalah infeksi yang disebakan oleh jamur yang menyerang pada daerah superfisialyang terkeratinisasi , yaitu kulit, rambut, kuku. Tidak ke jaringan yang lebih dalam.1. Tinea pedis (kaki atlet) : Infeksi menyerang jaringan antara jari-jari kaki danberkembang menjadi vesikel-vesikel kecil yang pecah dan mengeluarkan cairanencer, disebabkan oleh Trichophyton rubrum, T. Mentagrophytes,Epidemirmophyton floccosum.Klinis : Kulit antara jari kaki mengalami pengelupasan dan kulit pecah-pecah, dapatjuga terjadi infeksi skunder.Pencegahan : Jaga kebersihan badan dan lingkungan.Pengobatan : Fase akut : rendam dalam kalium permanganat 1 : 5000 sampaiperadangan mereda, kemudian berikan bahan kimia anti jamur (asam benzoat, asamsalisilat, krim asam undersilat, krim mikonazol).Pada fase menahun : Berikan bahan kimia krim antijamur pada waktu malam danbahan kimia bedak antijamur pada siang hari.
  9. 9. 2. Tinea Korporis, Tinea Kurtis (Kurap) : Menyerang kulit tubuh yang tidak berambut,disebabkan oleh serangan jamur T. Rubrum, T metagrophytes, E. floccosum. Hifatumbuh aktif ke arah pinggir cincin stratum korneum yan belum terserang.Klinis : Sering menimbulkan lesi-lesi anuler kurap, dengan bagian tengah bersisikdikelilingi oleh pingiran merah meninggi sering mengandung volikel. Waktu hifamenjadi tua dan memisahkan diri menjadi artrospora, sel-sel yang mengandungartrosphora mengelupas, sehinga pada beberapa kasus terdapat bagian tengah yangbersih pada lesi kurap.Pencegahan : Jaga kebersihan badan dan lingkungan.Pengobatan : Gunakan asam benzoat, asam salisilat, krim asam undersilat, krimmikonazol.3. Tinea kaptitis (kurap kulit kepala) : Infeksi microsporumterjadi pada masa kanak-kanak dan biasanya aka sembuh pada saat memasuki masapuberitas. Sedangkan jika infeksi disebabkan oleh Trichophyon yang tidak diobatiakan menetap sampai dewasa.Klinis : infeksi dimulai pada kulit kepala , selanjutnya ermofita tumbuh ke bawahmengikuti dinding keratin folikel rambut. Infeksi pada rambut terjadi di atas akarrambut. Rambut menjadi mudah patah dan meninglakna potongannya yang pendek.Pada bagian kulit kepala yang botak terlihat bentuk kemerahan, edema, bersisik danmembentuk vesikel, pada kasus yang lebih parah dapat menyebabkan peradangandan mengarah pada mikosis sistemik.Pencegahan : Jaga kebersihan badan dan lingkungan. Kasus-kasus sporadis biasanyadiperoleh dari anjing atau kucing. Mencegah penggunaan gunting dan alat cukuruntuk bersama. Hindari kontak dengan orang yang terinfeksi.Pengobatan : pada infeksi kuli kepala rambut dapat dicabut degan tangan, seringkeramas dan mengunakan krim antijamur mikonizol.
  10. 10. Treatment of DermatophytesMikosis SubkutanAdalah Infeksi oleh jamur yang mengenai kulit, mengenai lapisan bawah kulitmeliputi otot dan jaringan konektif (jaringan subkutis) dan tulang.1. Sporotrichosis : Akibat infeksi Sporothrix schenckii, yang merupakan jamur deganhabitat pada tumbuh-tumbuhan atau kayu. Invasi terjadi ke dalam kulit melaluitrauma, kemudian menyebar melalui aliran getah bening.Klinis : Terbentuk abses atau tukak pada lokasi yang terinfeksi, Getah bening menjaditebal, Hampir tidak dijumpai rasa sakit, terkadang penyebaran infeksi terjadi jugapada persendian dan paru-paru. Akibat secara histologi adalah terjadinya peradanganmenahun, dan nekrosis.Pengobatan : Pada kasus infeksi dapat sembuh dengan sendirinya walaupun
  11. 11. menahun, meskipun demikian dapat juga diberikan Kalium iodida secara oral selamabeberapa minggu.2. Kromoblastosis : infeksi kulit granulomatosa progresif lambat yang disebabkanoleh Fonsecaea pedrosoi, Fronsecaea compacta, Phialophora verrucosa,Cladosporium carrionii. Habitat jamur ini adalah di daerah tropik, terdapat di dalamtumbuhan atau tanah, di alam berada dalam keadaan saprofit.Klinis : Terbentuknya nodul verrucous atau plaque pada jaringan subkutan. Jamurmasuk melalui trauma ke dalam kulit biasanya pada tungkai atau kaki, terbentukpertumbuhan mirip kutil tersebar di aliran getah beningPencegahan : Pemakaian sepatu pada saat beraktifitas di lingkungan terbuka (lapangan tanah, sawah, kebun dll.)Pengobatan : Dilakukan pembedahan pada kasus lesi yang kecil, sedangkan untuk lesiyang lebih besar dilakukan kemoterapi dengan flusitosin atau itrakonazol.3. Mycetoma (madura foot) : Infeksi pada jaringan subkutan yang disebabkan olehjamur Eumycotic mycetoma dan atau kuman (mikroorganisme) mirip jamur yangdisebut Actinomycotic mycetoma.Klinis : ditandai dengan pembengkakan seperti tumor dan adanya sinus yangbernanah. Jamur masuk ke dalam jaringan subkutan melalui trauma, terbentuk absesyang dapat meluas sampai otot dan tulang. Jamur terlihat terlihat sebagai granulapadat dalam nanah. Jika tidak diobati maka lesi-lesi akan menetap dan meluas kedalam dan ke perifer sehingga berakibat pada derormitas.Pencegahan : Pemakaian sepatu pada saat beraktifitas di lingkungan terbuka (lapangan tanah, sawah, kebun dll.)Pengobatan : dengan kombinasi streptomisin, trimetropin-sulfametoksazol, dandapson pada fase dini sebelum terjadi demorfitas. Pembuatan drainase melauipembedahan dapat membantu penyembuhan.Mikosis SistemikAdalah infeksi jamur yang mengenai organ internal dan jaringan sebelah dalam.Seringkali tempat infeksi awal adalah paru-paru, kemudian menyebar melalui darah.Masing-masing jamur cenderung menyerang organ tertentu. Semua jamur bersifatdimorfik, artinya mempunyai daya adaptasi morfologik yang unik terhadappertumbuhan dalam jaringan atau pertumbuhan pada suhu 37 o C. Mikosis subkutanakut kerapkali juga berdampak pada terjadinya mikosis sistemik melalui terjadinyainfeksi skunder.1. Blastomikosis : infeksi yang terjadi melalui saluran pernafasan, menyerang padakulit, paru-paru, organ vicera tulang dan sistem syaraf yang diakibatkan oleh jamurBlastomycetes dermatitidis dan Blastomycetes brasieliensiKlinis : Kasusnya bervariasi dari ringan hinga berat, pada kasus ringan biasanya dapat
  12. 12. sembuh dengan sendirinya. Berbagai gejala umum akibat mikosis ini tidak dapatdibedakan dengan infeksi pernafasan bawah akut lain ( demam, batuk, berkeringatmalam). Jika terjadi penyebaran maka dapat mengakibatkan timbulnya lesi-lesi padakulit di permukaan terbuka (leher,muka, lengan dan kaki).Pengobatan : melalui pemberian ketokonazol dan intrakonazolselama 6 bulan akan bermanfaat.2. Kokodiodomikosis : disebabkan oleh Coccidiodes immitis yang hidup di tanah,mikosis ini menyerang paru-paru.Klinis : Infeksi dapat terjadi melalui inhalasi, gejala yang umum timbul adalah demam,batuk, sakit kepala, kompleks gejala tersebut dikenal sebagai demam valley ataudesert rheumatism, dan biasanya dapat sembuh dengan sendirinya.Pengobatan : setelah sembuh dari infeksi primer oleh Coccidiodes immitis biasanyatelah terbentuk imunitas terhadap infeksi serupa. Pada kasus penderita dengandifisiensi imun maka diberikan amfoterisin B dan diikuti dengan pemberian azol oraldalam beberapa bulan.3. Hitoplasmosis : Disebabkan oleh Hitoplasma capsulatum, jamur ini hidup padatanah dengan kandungan nitrogen tinggi (tanah yang terkontaminasi dengan kotoranunggas atau ternak)Klinis : Infeksi terjadi melalui proses pernafasan. Konidia yang terhirup diliputi olehmakrovag areolar akhir-nya berkembang menjadi sel-sel bertunas. Meskipun infeksidapat menyebar secara cepat namun 99% infeksi bersifat asimtomatik. Gejala yangtimbul berupa sindroma flu yang dapat sembuh dengan sendirinya. Pada kasuspenderita dengan defisiensi imun, hipoplasmosis dapat berakibat pada terjadinyapembengkakan limpa dan hati, demam tinggi , anemia. Juga dapat terjadi tukak-tukakpada hidung, mulut lidah, dan usus halus.Pengobatan : Setelah sembuh dari infeksi ini maka akan terbentuk imunitas dalamtingkat tertentu yang mencegah terjadinya infeksi serupa. Jika infeksi telahmenyerbar maka pemberian amfoterisin B sering kali dapat menyembuhkan. Akantetapi pada penderita AIDS diperlukan terapi khusus.4. Parakoksidiomikosis : Mikosis yang diakibatkan oleh jamur Paracoccidioidesbrasiliensis ( Blastomyces brasiliensis). Organisme infektif terhirup pada prosespernafasan.Klinis : Gejala yang terlihat antara lain adalah pembesaran kelenjar getah bening ataugang-guan gastrointestinal. Pada awal infeksi akan terbentuk lesi-lesi pada paru-paru,kemudian penyebarannya terjadi menuju limpa, hati, selaput mukosa dan kulit.Pengobatan: pemberian sulfoamida secara oral, terbukti efektif padaParakoksidiomikosis ringan, jika penaganan tersebut belum menunjukkan hasil yangberarti maka diberikan keto-konazol, sedangkan pada kasus yang lebih berat, makadigunakan Amfoterisin
  13. 13. ZigomikosisZigomikosis merupakan infeksi jamur oportunis ketiga paling umum pada hostyang tertekan sistem kekebalannya, dengan mewakili 5 hingga 15 persen darisemua infeksi jamur. Istilah zigomikosis digunakan untuk sekelompok infeksijamur yang disebabkan oleh Zygomycetes yang ditemukan dalam tanah danzat-zat yang meluruh. Infeksi pada manusia paling banyak disebabkan olehordo Mucorales (mucormycosis) dan mencakup genus Mucor, Rhizopus,Absidia, Mortierella, dan Cunninghamella. Istilah zigomikosis sekarang inilebih dipilih ketimbang mukormikosis karena istilah ini cakupannya lebih luasdan lebih relevan apabila organisme tidak dapat diidentifikasi secara pasti.Seperti halnya aspergillosis, zigomikosis jarang pada individu yang tidakmemiliki imunodefisiensi atau kondisi-kondisi predisposisi. Pertahanan hostbiasanya mencegah pertumbuhan spora selama inokulasi tidak terlalu besar,seperti pada luka trauma atau luka bedah. Kondisi-kondisi kronis yangmengenai fungsi makrofage, seperti diabetes atau imunosupresi yangditimbulkan kortikosteroid, berujung pada ketidakmampuan untukmenghambat pertumbuhan spora, dan pasien-pasien ini memiliki risiko infeksiyang meningkat. Faktor risiko tambahan selain imunosupresi mencakupoverload zat besi, luka bakar, penggunaan obat terlarang lewat intravena, dangizi tidak seimbang.Infeksi utama bisa terjadi melalui penghirupan, melalui inokulasi langsung kedalam kulit yang rusak, atau melalui pencernaan. Pasien yang mengalamineutropenia berkepanjangan paling sering menunjukkan penyakit paru dandiseminasi. Tingkat mortalitas pada individu-individu ini sangat tinggi. Pasiendiabetes yang mengalami hyperglikemia dan asidosis metabolik rentanterhadap rhinoserebral primer (66 persen) dan infeksi paru (16 persen).Malnutrisi dan penyakit gastrointestinal menyebabkan predisposisi pasienterhadap infeksi saluran gastrointestinal primer. Luka dan lecur (burn)menyebabkan predisposisi terhadap infeksi kutaneous primer. Masing-masingjenis infeksi primer bisa mengarah pada penyebaran hematogen dan infeksidiseminata dari berbagai organ (khususnya otak).Penanda kliniko-patologi dari zigomikosis kutan adalah invasi vaskular,infarksi ischemik, dan nekrosis, yang menghasilkan nodul eritematosa danplak-plak yang berulserasi dengan cepat dan membentuk jaringan parut palsu(eschar) berwarna hitam. Zigomikosis rhinoserebral biasanya dimulai denganedema facial dan eritema (Gbr. 29-4), keluar cairan darah di hidung, danulserasi septum palatal atau nasal. Dalam beberapa hari, lesi-lesi kulit nekrotik,sakit kepala, gangguan neurologis, eksofthalmos, dan pengaburan penglihatanterjadi dan bisa berlanjut menjadi seizure, stupor, koma, dan kematian.Manifestasi klinis dari penyakit kutan primer berkisar mulai dari papula-papulanekrotik sampai selulitis, nodula subkutan, bula, dan jaringan parut palsu(eschar). Diagnosis zigomikosis biasanya ditegakkan dengan adanya hifa tidakberseptum (dengan percabangan pada sudut-sudut kanan) dalam jaringan yangterinfeksi. Pengobatan yang dipilih untuk penyakit diseminata adalah preparasilipid dari amfoterisin B nitravena dan debridema bedah. Jika memungkinkan,penghilangan kondisi predisposisi bersangkutan harus diupayakan.
  14. 14. Zigomikosis (Mukormikosis, Pikomikosis)Zigomikosis merupakan penyakit langka yang disebabkan oleh jamurzygomicetes seperti Rhizomucor, Absidia, dan Rhizopus. Cuninghamellabertholletiae dan Saksenaea vasiformis merupakan penyebab yang kurangumum. Zygomycetes menyebabkan penyakit pada pasien diabetes, neutropenia,atau gagal ginjal yang tidak ditangani dengan baik. Invasi langsung oleh jamurmelalui luka sobekan telah dilaporkan terjadi setelah trauma akibat bencanaalam (seperti selama terjadinya banjir lumpur atau tsunami). Jamur ini bisamemasuki daerah-daerah luka bakar nekrotis atau melibatkan kulit wajahsetelah infeksi invasif pada sinus paranasal (Gbr. 190-19). Infeksi-infeksizygomycetes juga telah disebabkan oleh aposisi dekat dari kulit yang memilikimaterial penutup terkontaminasi pada kasus R. rhizopodiformis atau dengandepresor lidah dari kayu pada kasus R. microsporus. Jamur zygomycetesmemiliki kencederungan untuk menginvasi pembuluh darah, menyebabkaninfarksi yang luas. Infeksi bisa merespon terhadap amfoterisin intravena, danlaporan terbaru untuk formulasi amfoterisin B yang terkait lipid.Mykosis oportunis lainnyaJamur lain yang menyebabkan infeksi sistemik juga bisa menghasilkan lesikulit dalam proses penyebaran aliran darah. Yang paling terkenal adalahAspergillus, Scedosporium, Trichosporon, dan Fusarium. Infeksi kulitutamanya ditemukan pada pasien yang sangat terganggu sistem kekebalannyaseperti yang menderita neutropenia.Aspergillus bisa menghasilkan lesi-lesi nekrotik luas seperti gangrenosumechtyma, tetapi papula-papula yang lebih kecil dan abses juga bisa terjadi.Infeksi Fusarium bisa menghasilkan lesi-lesi mirip-target yang tersebar luasyang bisa mengalami nekrosis memusat, dan pada beberapa kasus, selulitisdigital dan onikomikosis superfisial. Pengobatan untuk semua infeksi inibiasanya adalah amfoterisin B.Temuan laboratorium. Pembuktian diagnosis dengan tes laboratorium sangatsulit utamanya karena banyak dari organisme ini yang juga hidupberdampingan pada bagian-bagian tubuh manusia; karena organisme initerdapat pada pasien yang sakit parah, maka kapasitas untuk menghasilkan titerantibodi diagnostik akan terganggu. Interpretasi data laboratorium dengandemikian sulit dan harus dikaitkan dengan status klinis dari pasien. Idealnya,diagnosis histologis harus ditegakkan, walaupun biopsi tidak memungkinkankarena risiko perdarahan. Pada banyak kasus, diagnosis mykosis sistemikhanya didasarkan pada dugaan, dan dengan demikian pengobatan diberikansecara empiris.Mukormikosis Rhinoserebral. Mukormikosis rhinoserebral disebabkan olehZygomycetes (Mucor dan Rhizopus sp.). Penyakit ini sering muncul disertaisakit kepala, demam, dan letargi, disamping penyumbatan hidung dan nyeriserta pembengkakan facial-okular. Temuan-temuan selanjutnya mencakupproptosis unilateral, ofthalmoplegia, dan nerosis palatal atau nasokutan.Sebanyak 75 hingga 80 persen dari semua kasus terjadi pada pasien yangmengalami diabetes, dan ketoasidosis diabetik merupakan faktor risiko yang
  15. 15. paling penting. Ketoasidosis dilaporkan mempertumpul aktivitas inhibitory normal dari serum terhadap Rhizopus. Amfoterisin B dan debridema bedah adalah pengobatan yang dipilih. Virokonazol, caspofungin, dan azol-azol lainnya tidak efektif terhadap Zygomycetes. Triazol, posakonazol, bisa efektif pada infeksi-infeksi ini. Tingkat mortalitas untuk mukormikosis dilaporkan mencapai 50%. Spesies Mucor juga telah diamati, sehingga semakin memperumit bisul-bisul kulit pada kaki dan tangan pasien diabetes melitus.http://www.scribd.com/doc/48401928/MIKOSIS 13. Apa itu dermatofitosis? Penyakit yang disebabkan oleh jamur dermatophyte (makan keratin) Ada 8 jenis berdasarkan etiologinyaDefinisiDermatofitosis (disebut juga tinea, dermatomikosis, ringworm) adalah penyakit kulit yangdisebabkan oleh jamur golongan dermatofit, yaitu jamur-jamur yang tergolong dalamgenera Microsporum, Trichophyton, danEpidermophyton. Jamur-jamur ini memiliki sifat sebagaipencerna zat tanduk (keratin) pada kulit, baik pada hewan maupun manusia.EpidemiologiPenyakit ini sering ditemukan di daerah yang beriklim tropis (hangat dan lembab). Penularan terjadidari penderita ke orang lain melalui kontak langsung (rambut atau kulit). ataupun kontak melaluimedium yang dipakai bersama seperti sisir, kolam renang, bak mandi, dan sebagainya.
  16. 16. Infeksi pada ManusiaWaktu yang dibutuhkan sejak seseorang terpapar jamur sampai timbul gejala infeksi, atau masainkubasi, biasanya berkisar antara 1-2 minggu. Jamur hanya tumbuh di daerah kulit yang memilikiselaput tanduk atau keratin; antara lain kulit kepala (tinea capitis), lipat paha (tinea cruris), badandan anggota gerak (tinea corporis). tangan (tinea manuum), kaki (tinea pedis), dan kuku (tineaunguium). Dermatofit tidak menyerang daerah bermukosa seperti mata, rongga mulut, dan organkemaluan bagian dalam. Dermatofitosis pada manusia umumnya tidak fatal. Namun apabila sudahterjadi infeksi bersama dengan bakteri (sering pada penderita diabetes), kerusakan kulit dapatterjadi cukup luas dan serius.Gejala dan TandaGejala utama yang paling sering dikeluhkan adalah gatal. Lesi kulit yang ditemukan berupa daerahdengan peradangan (kemerahan, kadang bersisik, atau ada lentingan) yang umumnya lebih berat dibagian tepi daripada tengahnya. Jika yang terserang adalah kulit kepala, dapat terjadi kerontokanrambut. Jika yang terserang adalah kaki, gejala utama adalah adanya sisik dan maserasi (basah) disela-sela jari kaki. Sedangkan jika yang kuku terserang, kuku akan mengalami penebalan danperubahan warna, lebih rapuh, bergelombang, dan pertumbuhannya terganggu.PemeriksaanDokter mendiagnosis seseorang menderita infeksi jamur dermatofit dengan menggunakan sinarWood atau pemeriksaan KOH. Pemeriksaan sinar Wood dilakukan di ruang gelap untuk melihatwarna fluoresensi dermatofit, yang bermanfaat untuk membantu memperkirakan jenis jamur yangmenyerang. Sedangkan pemeriksaan KOH membutuhkan kerokan dari kulit / kuku / rambut yangterinfeksi, kemudian pemeriksaan dilakukan dengan mikroskop.Tindak LanjutDermatofitosis biasanya diterapi dengan antijamur sistemik (ketokonazole), kecuali apabila infeksiditemukan hanya meliputi daerah yang tidak luas (contohnya tinea manuum). Pemberian obat jamurtopikal/oles (clotrimazol, miconazole) dan sampo khusus antijamur dapat membantu mengurangiatau membantu menghambat pertumbuhan jamur dan sporanya. Pemberian obat dapatberlangsung selama 4 minggu.
  17. 17. Di samping pemberian obat, tindakan suportif juga diperlukan; antara lain menjaga kulit tetap bersihdan kering (hindari kelembaban berlebihan), dan cuci pakaian dan alas tidur setiap hari selama sakit.Jika ada kecurigaan bahwa dermatofitosis didapat dari hewan, hewan penular juga sebaiknyaditerapi.Pencegahan InfeksiBerbagai upaya mencegah dermatofitosis yaitu:Menjaga kulit, termasuk telapak kaki dan tangan, tetap bersih dan kering.Keramas dengan sampo secara teratur, terutama sehabis pulang dari salon.Jangan tukar pakaian dengan orang lain, apabila pakaian tersebut belum dicuci. Hindari pulapemakaian sikat gigi, topi, dan alat cukur bersama dengan orang lain tanpa pencucian terlebihdahulu.Gunakan alas kaki di tempat-tempat umum yang lembab seperti kolam renang atau gym.Jamur-jamur dermatofit dapat dimusnahkan dengan disinfektan, antara lain benzalkonium kloridadan detergen. Klorheksidin tidak efektif untuk dekontaminasi jamur-jamur ini. Institute for International Cooperation in Animal Biologics / The Center for Food Security and PublicHealth Iowa State University. Dermatophytosis. Available from URL http://www.cfsph.iastate.edu(last updated in 2005; accessed August 23, 2011)DERMATOFITOSISDeskripsiDermatofitosis (tinea atau ringworm) dari kulit kepala, kulit yang tidak berambut, dankuku disebabkan oleh kelompok jamur yang dikenal sebagai dermatofita yang memilikikemampuan untuk menggunakan keratin sebagai sumber makanannya, karena merekamemiliki kapasitas enzim yang unik [keratinase].Proses penyakit dermatofitosis unik karena dua alasan: Pertama, tidak ada jaringan hidupyang diinvasi, stratum korneum yang dikeratinasi hanya dikolonisasi. Meskipundemikian, keberadaan jamur dan produk metabolitnya biasanya menimbulkan responalergi dan peradangan eksim pada hospes.Jenis dan beratnya respon hospes sering berhubungan dengan spesies dan strain daridermatofita yang menyebabkan infeksi. Kedua, dermatofita adalah satu-satunya jamuryang bergantung pada infeksi pada manusia atau binatang untuk bertahan danmenyebarkan spesies mereka.Manifestasi KlinisSpesies antropofilik terutama bersifat parasit pada manusia (Tabel 1). Mereka tidak dapatberkoloni pada binatang lain dan mereka tidak memiliki lingkungan yang lain. Dengankata lain, spesies geofilik secara normal tinggal di tanah dimana mereka diyakinimembusukkan debris yang bersifat keratin.
  18. 18. Beberapa spesies dapat menyebabkan infeksi pada binatang dan manusia setelah kontakdengan tanah. Spesies zoofilik terutama menjadi parasit pada binatang dan infeksinyadapat ditularkan kepada manusia setelah kontak dengan hospes binatang (Tabel 1).Infeksi zoofilik biasanya merangsang respon hospes yang kuat dan pada kulit dimanakontak dengan binatang infektif telah terjadi, misalnya pada tangan, tungkai bawah,tubuh atau muka.MIKOLOGI DASAR KLINIK – Graha ilmu 14. Dermatomikosis menular atau tidak?perantaranya apa? Menular Perantaranya: pakai spora, jamur sexual (spora) Penularan: atrofilik(antar manusia),zoofilik(hewan mencit,kucing,kuda),geofilik (dari tanah)
  19. 19. 15. Apa faktor” yang mempengaruhi pertumbuhan jamur? Suhu Kelembaban Pertumbuhan jamur(nutrisi) Penyinaran matahari Penggunaan obat steroid Imunitas  Udara panas, HS yg , sosek .  Kegemukan  Pemakaian obat yang lama (Antibiotika,  Pil Kontrasepsi & Kortikosteroid)  Penyakit kronis (TBC, Keganasan)  Penyakit hormonal: DMMikologi Dasar Klinik – Graha Ilmu 16. Mengapa penyembuhan dari tengah? Central healing adalah proses penyembuhan yang berada di bagian tengah lesi, sedangkan bagian tepi lesi masih aktif. Umumnya central healing terjadi pada penyakit yang disebabkan oleh jamur dikarenakan sifat jamur yang tumbuh secara radier dan adanya produksi enzim keratolisis. Potcket atlas of dermatolofy – Gled Klaus (THIEME)STEP 4 fungi langsung Tidak langsung manusia mikosis
  20. 20. profunda superfisialis Reaksi imun + patogenesis Tinea pedisSTEP 7

×