virus
KELOMPOK 9 :
AGUSTIN DIAN KARTIKASARI - ASNI PURAEDAH - DEBI ANATIASARA
Bacteriofage
Kapsid
Protein
DNA Animal virus
Kapsid
Protein
DNA
DNA
Kapsid
Protein
RETROVIRUS
Morfologi Virus
 Bentuk tubuh beranekaragam : bersegi banyak
memanjang (flamen), bentuk T dan bentuk batang
(silindris) & virus bulat.
 Ukuran tubuhnya rata-rata : 0,02-0,3 mikron atau juga :
25-300 mikron (1 nanometer=1/1.000.000.000 m) Virus
yang berukuran paling kecil adalah Virus polio
(poliovirus).
 Struktur tubuh : DNA (deoxyribonucleic acid) / RNA
(ribonucleic acid) yang dikeliling lapisan : kapsid
(merupakan suatu selaput tersusun dari unit2 protein
disebut kapsomer.
 Bentuk tubuh beranekaragam : bersegi banyak
memanjang (flamen), bentuk T dan bentuk batang
(silindris) & virus bulat.
 Satuan Ukuran Virus
1. Dalam satuan massa : Dalton
1 Dalton = 1,67 x 10-24 g : untuk
menyatakan BM asam nukleat
Contoh : Picornavirus : BM = 2 x 106
Dalton, Poxvirus : BM = 2 x 108 Dalton
Untuk menentukan BM asam nukleat,
dilakukan pemisahan asam nukleat
dari virion dengan penambahan :
fenol, sodium deoksikholat, enzim
proteolitik
2. Dalam satuan panjang :
milimikron (mμ) atau nanometer (nm)
= 10-6 mm
Contoh : Rhabdovirus : panjang =
130 – 380 nm
lb = 60 – 95 nm
pj taji amplop = 5 – 10 nm
Kelas Asam
nukleat
Cara
reproduksi
Contoh
1. ADNug Replikasi Virus herpes,
Adenovirus
2. ADNut(+
)
Replikasi Virus MVM, M13
3. ARNug Replikasi Reovirus
4. ARN
ut(+)
Replikasi Virus polio, Virus
penyakit kuku
dan mulut ternak
5. ARN ut(-
)
Replikasi Virus rabies
6. ARN
ut(+)
Transkripsi
balik
Virus tetelo, virus
leukimia, virus
AIDS
Klasifikasi virus berdasarkan materi
genetik dan cara reproduksi
(Baltimore) :
Klasifikasi Virus
Virus berbeda dengan mikroorganisme lain
(protozoa, jamur, bakteri, ricketsia,
mikoplasma dan chlamidia) atas dasar :
 Mengandung satu jenis asam nukleat
sebagai genom (DNA atau RNA, beruntai
satu/single stranded atau beruntai
ganda/double stranded)
 Tidak mempunyai aktivitas metabolisme
 Tidak mempunyai ribosome
 Tidak dapat tumbuh berkembang biak
melalui pembelahan (melalui unsur genetis
pada asam nukleatnya dengan cara
biosintesis)
 Tidak peka terhadap antibiotika
 Sebagian besar virus peka terhadap
interferon
 Beberapa virus dapat menyebabkan
infeksi laten (pada kondisi ini tercapai
keseimbangan antara virus dan tuan
rumah)
 Virion (partikel virus infektif) terdiri atas
molekul asam nukleat pada inti pusat
yang dibungkus oleh selubung protein
(kapsid).
 Asam nukleat dengan selubung kapsid
disebut nukleokapsid
 Fungsi kapsid : melindungi struktur dalam
dari virus terhadap pengaruh luar.
 Kapsid tersusun oleh sub unit protein
pada permukaan partikel virus disebut
kapsomer.
 Beberapa virus mempunyai selubung
luar (amplop) yang mengandung lemak,
karbohidrat dan protein spesifik
Contoh : CCV (channel catfish virus),
herpesvirus VHSV (viral haemorrhagic
septicaemia), rhabdovirus
Klasifikasi Virus
 Berdasarkan Asam Nukleatnya :
1) Virus DNA
Ex : Poxvirus, Herpesviruses, Adenoviruses, Papovaviruses, Parvoviruses.
2) Virus RNA
Ex : Orthomyxoviruses, Paramyxoviruses, Rhabdoviruses, Picornaviruses,
Togaviruses, Reoviruses, Retroviruses.
 Berdasarkan ada-tidaknya selubung yang melapisi nukleokapsid :
1) Virus berselubung, mempunyai selubung yang tersusun atas lipoprotein
atau glikoprotein.
Ex : Poxvirus, Herpesviruses, Orthomyxoviruses, Paramyxoviruses,
Rhabdoviruses, Togaviruses, Retroviruses.
2) Virus telanjang, Nukleokapsid tidak diselubungi oleh lapisan yang lain
hanya memiliki kapsid (protein) dan asam nukleat (naked virus).
Ex : Adenoviruses, Papovaviruses, Parvoviruses, Picornaviruses,
Reoviruses.
Struktur Taksonomi
secara umum adalah
sebagai berikut :
Ordo : virales
Family : viridae
Subfamily : virinae
Genus : virus
Species : virus
 Berdasarkan Bentuk Dasarnya
1) Virus bentuk Ikosahedral, bentuk tata ruang yang
dibatasi oleh 20 segitiga sama sisi, dengan sumbu
rotasi ganda.
Contoh : virus polio dan adenovirus.
2) Virus bentuk Heliks, menyerupai batang panjang,
nukleokapsid merupakan suatu struktur yang
tidak kaku dalam selaput pembungkus
lipoprotein yang berumbai dan berbentuk heliks,
memiliki satu sumbu rotasi. Pada bagian atas
terlihat RNA virus dengan kapsomer.
Contoh : virus influenza dan TMV.
3) Virus bentuk Kompleks, struktur yang amat
kompleks dan pada umumnya lebih lengkap
dibanding dengan virus lainnya.
Contoh : virus pox (virus cacar) yang mempunyai
selubung yang menyelubungi asam nukleat.
Berdasarkan Punya
Tidaknya Selubung
Virus :
a. Virus yang memiliki
selubung atau sampul
(enveloped virus)
Virus ini memiliki
nukleokapsid yang
dibungkus oleh
membran
Ex: Herpesvirus,
Corronavirus, dan
Orthomuxovirus.
b. Virus yang tidak
memiliki selubung
Hanya memiliki capsid
(protein) dan asam
nukleat (naked virus).
Ex : Reovirus,
Papovirus, dan
Adenovirus.
 Virus di klasifikan menjadi 7 kelompok berdasarkan
alur fungsi genomnya. Klasifikasi ini disebut juga
klasifikasi Baltimore yaitu:
 Virus Tipe I = DNA Utas Ganda
 Virus Tipe II = DNA Utas Tunggal
 Virus Tipe III = RNA Utas Ganda
 Virus Tipe IV = RNA Utas Tunggal (+)
 Virus Tipe V = RNA Utas Tunggal (-)
 Virus Tipe VI = RNA Utas Tunggal (+) dengan
DNA perantara
 Virus Tipe VII = DNA Utas Ganda dengan
RNA perantara
Berdasarkan jumlah
kapsomernya :
o 252 kapsomer
Ex : adenovirus
o 162 kapsomer
Ex : herpesvirus
o 72 kapsomer
Ex : papovavirus
o 60 kapsomer
Ex : picornavirus
o 32 kapsomer
Ex : parvovirus
Berdasarkan tempat
hidupnya :
1) Virus Bakteri
(Bakteriofage)
2) Virus Tumbuhan
3) Virus Hewan
Berdasarkan se inangnya :
1) Virus yang menyerang manusia. Contohnya HIV.
2) Virus yang menyerang hewan. Contohnya rabies.
3) Virus yang menyerang tumbuhan. Contohnya TMV.
4) Virus yang menyerang bakteri. Contohnya T.
Replikasi Virus
 Daur Lisogenik
Fage menginfeksi bakteri
Dalam tubuh bakteri, DNA fage akan
menempel pada DNA bakteri dan
menjadi gen asing. Gabungan antara
DNA fage dan DNA bakteri disebut
profage
Jika bakteri mengadakan pembelahan,
profage akan membelah
Pada setiap sel anak terdapat profag
Perkembangan virus yang terjadi jika
DNA fage menempel pada DNA
bakteri disebut siklus lisogenik. Pada
suatu saat, DNA
fage tidak sensitive lagi terhadap
hambatan bakteri. Sinar ultra violet,
misalnya, menghancurkan imunitas
bakteri terhadap DNA fage. Akibatnya,
fage akan mengalami siklus lisis.
Daur Litik:
Pertama-tama fage menempelkan dirinya pada
sel bakteri dengan memasukkan serabut ekor ke
dalam dinding sel bakteri. Enzim yang berasal
dari bagian ekor ke dalam dinding sel bakteri,
akibatnya dinding sel menjadi terbuka. Setelah
dinding sel terbuka, bagian ekor berkontraksi
dan DNA dari fage T4 masuk ke dalam tubuh
bakteri.
Dalam beberapa menit, DNA fage T4 berada
berdekatan dengan DNA bakteri. Dalam kondisi
normal, DNA bakteri berfungsi mengontrol
mekanisme pembentukan substansi bakteri.
Masuknya DNA fage mengakibatkan DNA fage
mengambil alih fungsi pengontrolan dengan
cara menghancurkan DNA bakteri. Pada saat ini
bakteri sudah menjadi mesin pembuat virus.
Dalam sekejap, di dalam sel bakteri terbentuk
fage T4 baru yang jumlahnya sekitar 300 buah
atau lebih
Sel bakteri pecah dan hancur. Fage T4 keluar
dari sel bakteri untuk mencari sel bakteri yang
baru. Seluruh siklus lisis tersebut berlangsung
selama 45 menit.
Patogenesis dan Patogenitas Virus
Patogenesis virus merupakan suatu
tahap akhir terjadinya penyakit
setelah infeksi virus. Patogenesis virus ini
berakibat timbulnya suatu penyakit
klinis atau subklinis (tidak bergejala)
yang merupakan hasil interaksi antara
beberapa faktor dengan virus dan
inang.
Tahapan dalam patogenesis
masuknya virus ke dalam tubuh inang
pembawa sering terjadi melalui
selaput lendir saluran napas dan
dapat pula terjadi melalui selaput
lendir pencernaan atau saluran kemih,
namun terkadang dapat pula akibat
suntikan langsung virus ke dalam aliran
darah melalui suntikan atau gigitan
serangga.
 Infeksi adalah proses
masuknya mikroorganisme
termasuk parasit ke dalam tuan rumah
sampai timbul gejala sakit
 Infeksi disebabkan oleh bakteri, jamur,
Protozoa, Virus, mikoplasma, riketsia,
parasit dan klamidia
 Infeksi dapat ditimbulkan oleh
mikroorganisme yang mampu untuk
menimbulkan terjadinya infeksi
 Kemampuan untuk menimbulkan
terjadinya infeksi disebut Virulensi
 Patogenitas adalah kemampuan jasad
renik untuk menimbulkan penyakit
Mutasi Virus
1. Antigenic drift
Pada tipe mutasi ini, virus AI
hanya mengalami perubahan
antigenik minor (H/N) yang
terjadi dalam satu subtipe.
Waktu yang diperlukan untuk
proses mutasi seperti ini
relatif singkat, sekitar + 1
tahun dan dapat menginfeksi
kembali setelah 1-5 tahun
kemudian.
2. Antigenic shift
Virus AI yang mengalami antigenic
shift akan terjadi perubahan
antigenik mayor oleh rekombinan
H dan N subtipe yang berbeda
sehingga dapat memicu timbulnya
pandemik (serangan kasus AI
yang terjadi secara luas, melewati
batas negara).
Mutasi jenis ini hanya terjadi pada
virus influenza A yang mampu
menghasilkan subtipe baru.
Proses mutasi ini membutuhkan
waktu yang relatif lama, sekitar 8-
10 tahun dengan efek yang
ditimbulkan sangat berbahaya.
Peranan Virus : VAKSIN
Vaksin adalah
mikroorganisme
atau antigen
(benda asing)
yang dapat
memberikan
respon antibodi
atau kekebalan
pada tubuh
Bakteri E. coli
Kultur Bakteri E. Coli
Yang mengandung
Gen virus
Pemurnian
Secara
kromatografi
kolom
Proses
Pembuatan
Vaksin Murni
Vaksin
Plasmid

Virus

  • 1.
    virus KELOMPOK 9 : AGUSTINDIAN KARTIKASARI - ASNI PURAEDAH - DEBI ANATIASARA
  • 2.
  • 3.
    Morfologi Virus  Bentuktubuh beranekaragam : bersegi banyak memanjang (flamen), bentuk T dan bentuk batang (silindris) & virus bulat.  Ukuran tubuhnya rata-rata : 0,02-0,3 mikron atau juga : 25-300 mikron (1 nanometer=1/1.000.000.000 m) Virus yang berukuran paling kecil adalah Virus polio (poliovirus).  Struktur tubuh : DNA (deoxyribonucleic acid) / RNA (ribonucleic acid) yang dikeliling lapisan : kapsid (merupakan suatu selaput tersusun dari unit2 protein disebut kapsomer.  Bentuk tubuh beranekaragam : bersegi banyak memanjang (flamen), bentuk T dan bentuk batang (silindris) & virus bulat.
  • 4.
     Satuan UkuranVirus 1. Dalam satuan massa : Dalton 1 Dalton = 1,67 x 10-24 g : untuk menyatakan BM asam nukleat Contoh : Picornavirus : BM = 2 x 106 Dalton, Poxvirus : BM = 2 x 108 Dalton Untuk menentukan BM asam nukleat, dilakukan pemisahan asam nukleat dari virion dengan penambahan : fenol, sodium deoksikholat, enzim proteolitik 2. Dalam satuan panjang : milimikron (mμ) atau nanometer (nm) = 10-6 mm Contoh : Rhabdovirus : panjang = 130 – 380 nm lb = 60 – 95 nm pj taji amplop = 5 – 10 nm Kelas Asam nukleat Cara reproduksi Contoh 1. ADNug Replikasi Virus herpes, Adenovirus 2. ADNut(+ ) Replikasi Virus MVM, M13 3. ARNug Replikasi Reovirus 4. ARN ut(+) Replikasi Virus polio, Virus penyakit kuku dan mulut ternak 5. ARN ut(- ) Replikasi Virus rabies 6. ARN ut(+) Transkripsi balik Virus tetelo, virus leukimia, virus AIDS Klasifikasi virus berdasarkan materi genetik dan cara reproduksi (Baltimore) :
  • 5.
  • 6.
    Virus berbeda denganmikroorganisme lain (protozoa, jamur, bakteri, ricketsia, mikoplasma dan chlamidia) atas dasar :  Mengandung satu jenis asam nukleat sebagai genom (DNA atau RNA, beruntai satu/single stranded atau beruntai ganda/double stranded)  Tidak mempunyai aktivitas metabolisme  Tidak mempunyai ribosome  Tidak dapat tumbuh berkembang biak melalui pembelahan (melalui unsur genetis pada asam nukleatnya dengan cara biosintesis)  Tidak peka terhadap antibiotika  Sebagian besar virus peka terhadap interferon  Beberapa virus dapat menyebabkan infeksi laten (pada kondisi ini tercapai keseimbangan antara virus dan tuan rumah)  Virion (partikel virus infektif) terdiri atas molekul asam nukleat pada inti pusat yang dibungkus oleh selubung protein (kapsid).  Asam nukleat dengan selubung kapsid disebut nukleokapsid  Fungsi kapsid : melindungi struktur dalam dari virus terhadap pengaruh luar.  Kapsid tersusun oleh sub unit protein pada permukaan partikel virus disebut kapsomer.  Beberapa virus mempunyai selubung luar (amplop) yang mengandung lemak, karbohidrat dan protein spesifik Contoh : CCV (channel catfish virus), herpesvirus VHSV (viral haemorrhagic septicaemia), rhabdovirus
  • 7.
    Klasifikasi Virus  BerdasarkanAsam Nukleatnya : 1) Virus DNA Ex : Poxvirus, Herpesviruses, Adenoviruses, Papovaviruses, Parvoviruses. 2) Virus RNA Ex : Orthomyxoviruses, Paramyxoviruses, Rhabdoviruses, Picornaviruses, Togaviruses, Reoviruses, Retroviruses.  Berdasarkan ada-tidaknya selubung yang melapisi nukleokapsid : 1) Virus berselubung, mempunyai selubung yang tersusun atas lipoprotein atau glikoprotein. Ex : Poxvirus, Herpesviruses, Orthomyxoviruses, Paramyxoviruses, Rhabdoviruses, Togaviruses, Retroviruses. 2) Virus telanjang, Nukleokapsid tidak diselubungi oleh lapisan yang lain hanya memiliki kapsid (protein) dan asam nukleat (naked virus). Ex : Adenoviruses, Papovaviruses, Parvoviruses, Picornaviruses, Reoviruses. Struktur Taksonomi secara umum adalah sebagai berikut : Ordo : virales Family : viridae Subfamily : virinae Genus : virus Species : virus
  • 8.
     Berdasarkan BentukDasarnya 1) Virus bentuk Ikosahedral, bentuk tata ruang yang dibatasi oleh 20 segitiga sama sisi, dengan sumbu rotasi ganda. Contoh : virus polio dan adenovirus. 2) Virus bentuk Heliks, menyerupai batang panjang, nukleokapsid merupakan suatu struktur yang tidak kaku dalam selaput pembungkus lipoprotein yang berumbai dan berbentuk heliks, memiliki satu sumbu rotasi. Pada bagian atas terlihat RNA virus dengan kapsomer. Contoh : virus influenza dan TMV. 3) Virus bentuk Kompleks, struktur yang amat kompleks dan pada umumnya lebih lengkap dibanding dengan virus lainnya. Contoh : virus pox (virus cacar) yang mempunyai selubung yang menyelubungi asam nukleat. Berdasarkan Punya Tidaknya Selubung Virus : a. Virus yang memiliki selubung atau sampul (enveloped virus) Virus ini memiliki nukleokapsid yang dibungkus oleh membran Ex: Herpesvirus, Corronavirus, dan Orthomuxovirus. b. Virus yang tidak memiliki selubung Hanya memiliki capsid (protein) dan asam nukleat (naked virus). Ex : Reovirus, Papovirus, dan Adenovirus.
  • 9.
     Virus diklasifikan menjadi 7 kelompok berdasarkan alur fungsi genomnya. Klasifikasi ini disebut juga klasifikasi Baltimore yaitu:  Virus Tipe I = DNA Utas Ganda  Virus Tipe II = DNA Utas Tunggal  Virus Tipe III = RNA Utas Ganda  Virus Tipe IV = RNA Utas Tunggal (+)  Virus Tipe V = RNA Utas Tunggal (-)  Virus Tipe VI = RNA Utas Tunggal (+) dengan DNA perantara  Virus Tipe VII = DNA Utas Ganda dengan RNA perantara Berdasarkan jumlah kapsomernya : o 252 kapsomer Ex : adenovirus o 162 kapsomer Ex : herpesvirus o 72 kapsomer Ex : papovavirus o 60 kapsomer Ex : picornavirus o 32 kapsomer Ex : parvovirus Berdasarkan tempat hidupnya : 1) Virus Bakteri (Bakteriofage) 2) Virus Tumbuhan 3) Virus Hewan Berdasarkan se inangnya : 1) Virus yang menyerang manusia. Contohnya HIV. 2) Virus yang menyerang hewan. Contohnya rabies. 3) Virus yang menyerang tumbuhan. Contohnya TMV. 4) Virus yang menyerang bakteri. Contohnya T.
  • 10.
  • 11.
     Daur Lisogenik Fagemenginfeksi bakteri Dalam tubuh bakteri, DNA fage akan menempel pada DNA bakteri dan menjadi gen asing. Gabungan antara DNA fage dan DNA bakteri disebut profage Jika bakteri mengadakan pembelahan, profage akan membelah Pada setiap sel anak terdapat profag Perkembangan virus yang terjadi jika DNA fage menempel pada DNA bakteri disebut siklus lisogenik. Pada suatu saat, DNA fage tidak sensitive lagi terhadap hambatan bakteri. Sinar ultra violet, misalnya, menghancurkan imunitas bakteri terhadap DNA fage. Akibatnya, fage akan mengalami siklus lisis. Daur Litik: Pertama-tama fage menempelkan dirinya pada sel bakteri dengan memasukkan serabut ekor ke dalam dinding sel bakteri. Enzim yang berasal dari bagian ekor ke dalam dinding sel bakteri, akibatnya dinding sel menjadi terbuka. Setelah dinding sel terbuka, bagian ekor berkontraksi dan DNA dari fage T4 masuk ke dalam tubuh bakteri. Dalam beberapa menit, DNA fage T4 berada berdekatan dengan DNA bakteri. Dalam kondisi normal, DNA bakteri berfungsi mengontrol mekanisme pembentukan substansi bakteri. Masuknya DNA fage mengakibatkan DNA fage mengambil alih fungsi pengontrolan dengan cara menghancurkan DNA bakteri. Pada saat ini bakteri sudah menjadi mesin pembuat virus. Dalam sekejap, di dalam sel bakteri terbentuk fage T4 baru yang jumlahnya sekitar 300 buah atau lebih Sel bakteri pecah dan hancur. Fage T4 keluar dari sel bakteri untuk mencari sel bakteri yang baru. Seluruh siklus lisis tersebut berlangsung selama 45 menit.
  • 12.
    Patogenesis dan PatogenitasVirus Patogenesis virus merupakan suatu tahap akhir terjadinya penyakit setelah infeksi virus. Patogenesis virus ini berakibat timbulnya suatu penyakit klinis atau subklinis (tidak bergejala) yang merupakan hasil interaksi antara beberapa faktor dengan virus dan inang. Tahapan dalam patogenesis masuknya virus ke dalam tubuh inang pembawa sering terjadi melalui selaput lendir saluran napas dan dapat pula terjadi melalui selaput lendir pencernaan atau saluran kemih, namun terkadang dapat pula akibat suntikan langsung virus ke dalam aliran darah melalui suntikan atau gigitan serangga.  Infeksi adalah proses masuknya mikroorganisme termasuk parasit ke dalam tuan rumah sampai timbul gejala sakit  Infeksi disebabkan oleh bakteri, jamur, Protozoa, Virus, mikoplasma, riketsia, parasit dan klamidia  Infeksi dapat ditimbulkan oleh mikroorganisme yang mampu untuk menimbulkan terjadinya infeksi  Kemampuan untuk menimbulkan terjadinya infeksi disebut Virulensi  Patogenitas adalah kemampuan jasad renik untuk menimbulkan penyakit
  • 13.
    Mutasi Virus 1. Antigenicdrift Pada tipe mutasi ini, virus AI hanya mengalami perubahan antigenik minor (H/N) yang terjadi dalam satu subtipe. Waktu yang diperlukan untuk proses mutasi seperti ini relatif singkat, sekitar + 1 tahun dan dapat menginfeksi kembali setelah 1-5 tahun kemudian.
  • 14.
    2. Antigenic shift VirusAI yang mengalami antigenic shift akan terjadi perubahan antigenik mayor oleh rekombinan H dan N subtipe yang berbeda sehingga dapat memicu timbulnya pandemik (serangan kasus AI yang terjadi secara luas, melewati batas negara). Mutasi jenis ini hanya terjadi pada virus influenza A yang mampu menghasilkan subtipe baru. Proses mutasi ini membutuhkan waktu yang relatif lama, sekitar 8- 10 tahun dengan efek yang ditimbulkan sangat berbahaya.
  • 15.
    Peranan Virus :VAKSIN Vaksin adalah mikroorganisme atau antigen (benda asing) yang dapat memberikan respon antibodi atau kekebalan pada tubuh Bakteri E. coli Kultur Bakteri E. Coli Yang mengandung Gen virus Pemurnian Secara kromatografi kolom Proses Pembuatan Vaksin Murni Vaksin Plasmid