VIRUS
KELOMPOK 1
• Sejarah penemuan virus :
1. aldoft meyer
2. Dimitri invanosky
3. martinus beijerinck
4. wendell maredith stanley
• Ciri ciri virus
• Bentuk virus
• Struktur virus
1. kepala
2. kapsid
3. asam nukleat
4. leher
5. ekor
• Cara hidup virus
• Perkembangbiakan virus
1. daur litik
2. daur lisogenik
• Klasifikasi virus ;
1. Klasifikasi virus berdasarkan ada tidaknya selubung pada nukleokapsid
2. Klasifikasi virus berdasarkan jumlah kapsomernya
3. Klasifikasi virus berdasarkan jenis sel inangnya
4. Klasifikasi virus berdasarkan tipe genom dan metode replikasinya
5. Klasifikasi virus berdasarkan jenis asam nukleatnya
6. Klasifikasi virus berdasarkan bentuk dasarnya
• manfaaat virus
• Penyakit yang Disebabkan oleh Virus
Daftar isi
Sejarah Virus
1. Adolf Meyer
Sejarah penemuan virus dimulai pada tahun 1883, setelah seorang ilmuwan
asal Jerman, Adolf Meyer, menemukan adanya bintik-bintik kuning pada
daun tembakau. Mengetahui hal itu, Meyer mencoba mengekstraksi getah
tembakau tersebut lalu menyemprotkannya pada tembakau yang masih
sehat. Ternyata, tembakau yang sehat tersebut juga mengalami bintik-bintik
kuning. Lalu, Meyer meneliti getah tembakau tersebut menggunakan
mikroskop, ternyata tidak ditemukan adanya bakteri, sehingga ia
berkesimpulan bahwa makhluk yang menyerang tembakau tersebut
berukuran lebih kecil dari bakteri.
Sejarah Virus
2. Dmitri Ivanovsky
Pada tahun 1892, ilmuwan asal Rusia, Dmitri Ivanovsky melakukan
penelitian yang sama dengan Meyer, yaitu menyaring getah
tembakau yang sakit. Perbedaannya, Dmitri menyaring getah
tersebut dengan saringan bakteri. Lalu hasil saringan tersebut
disemprotkan pada tembakau yang sehat, ternyata tembakau juga
menjadi sakit.
.
Sejarah Virus
3. Martinus Beijerinck
Beijerinck merupakan ilmuwan asal Belanda yang melakukan penelitian sama dengan dua peneliti
sebelumnya, bedanya Beijerinck mencoba untuk menonaktifkan makhluk penyebab penyakit
tersebut menggunakan alkohol. Hasilnya alkohol tidak bisa menonaktifkan makhluk tersebut.
Beijerinck menyebutnya sebagai virus lolos saring.
4. Wendell Meredith Stanley
Seorang ilmuwan asal Amerika Serikat, Stanley, berhasil mengristalkan makhluk penyebab
penyakit pada tembakau pada tahun 1935. Kemudian, penyakit tersebut diberi nama Tobacco
Mosaic Virus (TMV).
.
CIRI-CIRI VIRUS
1. Hanya memiliki satu jenis asam nukleat yang diselubungi oleh kapsid atau
selubung protein. Asam nukleat ini yaitu DNA atau RNA.
2. Ukurannya sangat kecil yaitu antara 25 – 300 nm. Untuk 1 nm sama dengan
10-9 m.
3. Tubuh virus tidak berbentuk sel. Sehingga virustidak memiliki inti sel, membran
plasma, dan sitoplasma.
4. Hanya dapat hidup dan berkembang biak pada sel hidup atau dikenal juga
sebagai parasit intraseluler obligat.
5. Merupakan suatu makhluk metaorganisme. Makhluk metaorganisme
merupakan suatu bentuk peralihan antara benda mati atau memiliki sifat yang
dapat dikristalkan dan makhluk hidup atau dapat berkembang biak.
6. Memiliki beberapa bentuk tubuh. Bentuk tubuh virus yaitu bulat, batang, bentuk
T, dan silindris.
1.
Bentuk virus
1. Berbentuk batang, contohnya TMV (Tobacco Mosaic Virus).
2. Berbentuk batang dan berujung oval seperti peluru, contohnya Rhabdovirus.
3. Berbentuk bulat, contohnya HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan Orthomyxovirus.
4. Berbentuk filamen atau benang, contohnya virus Ebola.
5. Berbentuk polihedral, contohnya Adenovirus.
6. Berbentuk seperti huruf T, contohnya bakteriofag, yaitu virus yang menyerang bakteri
Escherichia coli.
STRUKTUR VIRUS
nukleat ini terdiri dari DNA atau deoxyribo nucleid acid atau
RNA atau ribonucleid acid. Secara umum, struktur tubuh virus
terdiri atas 4 bagian utama, yaitu kepala, isi tubuh, ekor, dan
kapsid. Pada umumnya struktur tubuh yang dimiliki oleh virus
terdiri dari asam nukleat dan kapsid. Selain itu,
mikroorganisme ini juga memiliki struktur tambahan, seperti
asam
STRUKTUR KEPALA
Struktur Virus Kepala Virus memiliki
kepala berisi DNA atau RNA yang menjadi
bahan genetik kehidupannya. Isi kepala ini
dilindungi oleh kapsid, yaitu selubung
protein yang tersusun oleh protein. Bentuk
kapsid sangat bergantung pada jenis
virusnya. Kapsid bisa berbentuk bulat,
polihedral, heliks, atau bentuk lain yang
lebih kompleks. Kapsid tersusun atas
banyak kapsomer atau sub-unit protein.
STRUKTUR KAPSID
Kapsid adalah lapisan berupa rangkaian
kapsomer pada tubuh virus yang berfungsi
sebagai pembungkus DNA atau RNA. Fungsi
kapsid ini adalah sebagai pembentuk tubuh
dan pelindung bagi virus dari kondisi
lingkungan luar. Struktur virus kapsid
adalah struktur virus yang letaknya berada
di luar virus dan memiliki kandungan
subunit berupa protein yang cukup banyak.
Kandungan tersebut lebih dikenal dengan
sebutan kapsomer. Bentuk kapsid bisa
dibilang cukup beragam, sehinga bisa
memengaruhi bentuk virus itu sendiri.
STRUKTUR ISI TUBUH
Isi Tubuh virus atau biasa disebut virion adalah
bahan genetik yang berupa salah satu tipe asam
nukleat (DNA atau RNA). Tipe asam nukleat yang
dimiliki akan mempengaruhi bentuk tubuh virus. Isi
tubuh biasanya berupa RNA yang berbentuk
menyerupai kubus, bulat, atau polihedral,
contohnya pada virus-virus penyebab penyakit
polyomyelitis, influenza, dan radang mulut dan
kuku.
STRUKTUR EKOR
Ekor adalah bagian dalam struktur tubuh virus yang berfungsi sebagai alat
untuk menempelkan diri pada sel inang. Ekor yang melekat di kepala ini
umumnya terdiri atas beberapa tabung tersumbat yang berisi benang dan
serat halus.
CARA HIDUP VIRUS
Virus tergolong dalam parasit intraseluler obligat karena hanya dapat hidup di dalam sel yang hidup. Artinya, jika
sel tersebut mati, virus tidak akan mati melainkan mengristal. Sel hidup yang ditumpangi virus disebut sel inang.
Bagaimana cara virus mengenali inangnya? Yaitu menggunakan sistem lock key atau kesesuaian. Berdasarkan
jenisnya, sel inang dibagi menjadi dua, kisaran inang luas dan kisaran inang sempit. Virus dengan kisaran inang
luas bisa menginfeksi beberapa inang, contohnya virus flu burung bisa menginfeksi unggas, babi, dan manusia.
Sedangkan virus dengan kisaran inang sempit hanya bisa menginfeksi inang tertentu saja, contohnya virus flu
hanya menginfeksi sel-sel di saluran pernapasan dan virus bakteriofag hanya bisa menginfeksi
bakteri Escherichia coli. Penularan virus dari satu inang ke inang yang lain bisa melalui udara, lendir, air, darah,
atau melalui perantara seperti nyamuk.
PERKEMBANGBIAKAN VIRUS
Perkembangbiakan virus dikenal dengan istilah replikasi atau perbanyakan diri. Bagi virus, sel inang merupakan
sumber energi untuk sintesis protein. Perkembangbiakan virus dibagi menjadi dua, yaitu daur litik dan lisogenik.
PERKEMBANGBIAKAN VIRUS
1. Daur litik
Terjadinya daur litik disebabkan oleh ketahanan sel inang lebih lemah daripada
daya infeksi virus. Akibatnya sel inang akan pecah dan mati, serta akan
menghasilkan virion-virion baru. Adapun tahapan pada daur litik adalah adsorpsi,
penetrasi, sintesis dan replikasi, pematangan atau perakitan, dan lisis
PERKEMBANGBIAKAN VIRUS
2. Daur lisogenik
Daur lisogenik terjadi jika pertahanan tubuh inang lebih kuat daripada daya infeksi virus. Pada
daur ini sel inang masih bisa bereproduksi dengan normal dan tidak akan langsung pecah.
Akan tetapi, DNA virus bakteriofag akan berinteraksi dengan kromosom sel inang membentuk
profag. Saat sel inang yang mengandung profag tersebut membelah diri, barulah profag akan
diwariskan ke sel berikutnya. Adapun tahapan pada daur lisogenik adalah adsorpsi dan
infeksi, pemetrasi, penggabungan, pembelahan, sintesis
PERKEMBANGBIAKAN VIRUS
Tahap-tahap yang dilakukan:
• adsorpsi: (fase penempelan)
• injeksi: (fase memasukkan asam nukleat)
• sintesis:(fase pembukaan)
• perakitan dan lisis:(fase pemecahan sel inang)
PENGKLASIFIKASIAN VIRUS
1.Klasifikasi virus berdasarkan ada tidaknya selubung pada
nukleokapsid
2. Klasifikasi virus berdasarkan jumlah kapsomernya
1.Virus dengan 32 kapsomer, contohnya Parvovirus.
2.Virus dengan 60 kapsomer, contohnya Picornavirus.
3.Virus dengan 72 kapsomer, contohnya Papovirus.
4.Virus dengan 162 kapsomer, contohnya Herpesvirus.
5.Virus dengan 252 kapsomer, contohnya Adenovirus.
1. Virus berselubung yaitu virus yang selubungnya terdiri dari lipoprotein dan glikoprotein
contohnya Poxyvirus, Herpesvirus, Togavirus, Rhabdovirus, dan Paramyxovirus.rus
2. telanjang yaitu virus yang tidak memiliki selubung pada nukleokapsidnya,
contohnya Papovirus, Adenovirus, Picornavirus, dan Reovirus.
PENGKLASIFIKASIAN VIRUS
3.Klasifikasi virus berdasarkan jenis sel inangnya
4. Klasifikasi virus berdasarkan jenis asam nukleatnya
1.Virus DNA yaitu virus yang asam nukleatnya berupa DNA, contoh Parvovirus.
2.Virus RNA yaitu virus yang asam nukleatnya berupa RNA, contoh Picornavirus.
1.Virus penyerang bakteri, misalnya virus T.
2.Virus penyerang tanaman, misalnya TMV dan Tungro.
3.Virus penyerang hewan, misalnya virus rabies dan flu burung.
4.Virus penyerang manusia, misalnya polio, HIV, dan flu.
PENGKLASIFIKASIAN VIRUS
5. klasifikasi virus berdasarkan tipe genom dan metode replikasinya
1. Virus tipe I memiliki DNA utas ganda dan reproduksinya dengan cara replikasi, contohnya Herpesvirus.
2. Virus tipe II memiliki DNA utas tunggal dan reproduksinya dengan cara replikasi, contohnya virus MVM.
3. Virus tipe III memiliki RNA utas ganda dan reproduksinya secara replikasi, contohnya Reovirus.
4. Virus tipe IV memiliki RNA utas tunggal (+) dan reproduksinya secara replikasi, contohnya virus polio.
5. Virus tipe V memiliki RNA utas tunggal (-) dan reproduksinya secara replikasi, contohnya virus rabies.
6. Virus tipe VI memiliki RNA utas tunggal (+) dengan DNA perantara dan reproduksinya secara transkriptasi balik, contohnya virus
AIDS.
7. Virus tipe VII memiliki RNA utas ganda dengan RNA perantara dan reproduksinya secara transkriptasi balik,
contohnya Heparnavirus.
PENGKLASIFIKASIAN VIRUS
6. Klasifikasi virus berdasarkan bentuk dasarnya
1. Virus bentuk iksohedral memiliki sumbu rotasi ganda dan tata ruangnya dibatasi oleh 20 segitiga sama sisi,
contohnya virus polio.
2.Virus helikal memiliki satu sumbu rotasi, bentuknya menyerupai batang panjang, nukleokapsid tidak kaku, dan
berbentuk heliks, contohnya virus flu.
3.Virus kompleks memiliki struktur lebih kompleks daripada jenis virus lainnya, contoh virus cacar.
MANFAAT VIRUS
1. Virus memiliki selubung yang tersusun dari subunit protein. Protein selubung dari virus ini bisa dimanfaatkan untuk
membuat vaksin protein agar terbentuk respon kekebalan tubuh untuk melawan penyakit.
2.Bisa digunakan untuk terapi gen melalui rekayasa genetika.
3. Pengobatan secara biologis, yaitu dengan melemahkan atau membunuh bakteri yang bersifat patogen.
4. Ilmuwan dari Inggris berhasil menginokulasi partikel virus dan mencampurnya dengan senyawa Fe atau besi untuk
membuat kapasitor.
5. Sebagai biopestisida, yaitu pestisida biologis di bidang pertanian yang tidak mencemari lingkungan.
6. Produksi interferon, yaitu senyawa yang mampu mencegah replikasi virus di dalam inang.
7. Pembuatan hormon insulin, dengan cara mencangkokkan virus ke dalam gen penghasil insulin dalam tubuh bakteri
agar dihasilkan insulin dalam jumlah besar.
PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH
VIRUS
1.Cacar variola disebabkan oleh virus jenis Orthopoxvirus.
2.Campak disebabkan oleh Morbilivirus.
3.AIDS disebabkan oleh HIV, yaitu Human Immunodeficiency Virus.
4.Flu disebabkan oleh virus influenza atau parainfluenza.
5.Flu burung disebabkan oleh HPAIV yaitu High Pathogenic Avian Influenza Virus.
6.Rabies disebabkan oleh Rhabdovirus.
7.Tetelo disebabkan oleh virus NCD.
8.Mosaik disebabkan oleh TMV atau Tobacco Mosaic Virus.
Berikut adalah beberapa tips mencegah
terkena penyakit
1.Jauhi penderita penyakit yang mudah menular
2.Cucilah tangan sebelum dan sesudah melakukan segala aktivitas
3.Pastikan anda sudah mendapatkan semua imunisasi yang
dibutuhkan
4.Menjaga kebersihan lingkungan sekitar
5.Memutus siklus hidup nyamuk demam berdarah
Nama kelompok:
1.Anindya Rahmadini S.(06)
2.Cintiya putri Hattari Rahayu (10)
3.Detran sema winata (11)
4.Dewa keylana A.P (12)
5.Widiawati yamanto putri (34)
6.Yulia Cahyani Permatasari (35)
ADA JENDELA
BERJUMLAH LIMA
WALAU TAK BERSUA
SEMOGA MATERI BISA TERIMA

virus2-1.pptx

  • 1.
  • 2.
    • Sejarah penemuanvirus : 1. aldoft meyer 2. Dimitri invanosky 3. martinus beijerinck 4. wendell maredith stanley • Ciri ciri virus • Bentuk virus • Struktur virus 1. kepala 2. kapsid 3. asam nukleat 4. leher 5. ekor • Cara hidup virus • Perkembangbiakan virus 1. daur litik 2. daur lisogenik • Klasifikasi virus ; 1. Klasifikasi virus berdasarkan ada tidaknya selubung pada nukleokapsid 2. Klasifikasi virus berdasarkan jumlah kapsomernya 3. Klasifikasi virus berdasarkan jenis sel inangnya 4. Klasifikasi virus berdasarkan tipe genom dan metode replikasinya 5. Klasifikasi virus berdasarkan jenis asam nukleatnya 6. Klasifikasi virus berdasarkan bentuk dasarnya • manfaaat virus • Penyakit yang Disebabkan oleh Virus Daftar isi
  • 3.
    Sejarah Virus 1. AdolfMeyer Sejarah penemuan virus dimulai pada tahun 1883, setelah seorang ilmuwan asal Jerman, Adolf Meyer, menemukan adanya bintik-bintik kuning pada daun tembakau. Mengetahui hal itu, Meyer mencoba mengekstraksi getah tembakau tersebut lalu menyemprotkannya pada tembakau yang masih sehat. Ternyata, tembakau yang sehat tersebut juga mengalami bintik-bintik kuning. Lalu, Meyer meneliti getah tembakau tersebut menggunakan mikroskop, ternyata tidak ditemukan adanya bakteri, sehingga ia berkesimpulan bahwa makhluk yang menyerang tembakau tersebut berukuran lebih kecil dari bakteri.
  • 4.
    Sejarah Virus 2. DmitriIvanovsky Pada tahun 1892, ilmuwan asal Rusia, Dmitri Ivanovsky melakukan penelitian yang sama dengan Meyer, yaitu menyaring getah tembakau yang sakit. Perbedaannya, Dmitri menyaring getah tersebut dengan saringan bakteri. Lalu hasil saringan tersebut disemprotkan pada tembakau yang sehat, ternyata tembakau juga menjadi sakit. .
  • 5.
    Sejarah Virus 3. MartinusBeijerinck Beijerinck merupakan ilmuwan asal Belanda yang melakukan penelitian sama dengan dua peneliti sebelumnya, bedanya Beijerinck mencoba untuk menonaktifkan makhluk penyebab penyakit tersebut menggunakan alkohol. Hasilnya alkohol tidak bisa menonaktifkan makhluk tersebut. Beijerinck menyebutnya sebagai virus lolos saring. 4. Wendell Meredith Stanley Seorang ilmuwan asal Amerika Serikat, Stanley, berhasil mengristalkan makhluk penyebab penyakit pada tembakau pada tahun 1935. Kemudian, penyakit tersebut diberi nama Tobacco Mosaic Virus (TMV). .
  • 6.
    CIRI-CIRI VIRUS 1. Hanyamemiliki satu jenis asam nukleat yang diselubungi oleh kapsid atau selubung protein. Asam nukleat ini yaitu DNA atau RNA. 2. Ukurannya sangat kecil yaitu antara 25 – 300 nm. Untuk 1 nm sama dengan 10-9 m. 3. Tubuh virus tidak berbentuk sel. Sehingga virustidak memiliki inti sel, membran plasma, dan sitoplasma. 4. Hanya dapat hidup dan berkembang biak pada sel hidup atau dikenal juga sebagai parasit intraseluler obligat. 5. Merupakan suatu makhluk metaorganisme. Makhluk metaorganisme merupakan suatu bentuk peralihan antara benda mati atau memiliki sifat yang dapat dikristalkan dan makhluk hidup atau dapat berkembang biak. 6. Memiliki beberapa bentuk tubuh. Bentuk tubuh virus yaitu bulat, batang, bentuk T, dan silindris. 1.
  • 7.
    Bentuk virus 1. Berbentukbatang, contohnya TMV (Tobacco Mosaic Virus). 2. Berbentuk batang dan berujung oval seperti peluru, contohnya Rhabdovirus. 3. Berbentuk bulat, contohnya HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan Orthomyxovirus. 4. Berbentuk filamen atau benang, contohnya virus Ebola. 5. Berbentuk polihedral, contohnya Adenovirus. 6. Berbentuk seperti huruf T, contohnya bakteriofag, yaitu virus yang menyerang bakteri Escherichia coli.
  • 8.
    STRUKTUR VIRUS nukleat initerdiri dari DNA atau deoxyribo nucleid acid atau RNA atau ribonucleid acid. Secara umum, struktur tubuh virus terdiri atas 4 bagian utama, yaitu kepala, isi tubuh, ekor, dan kapsid. Pada umumnya struktur tubuh yang dimiliki oleh virus terdiri dari asam nukleat dan kapsid. Selain itu, mikroorganisme ini juga memiliki struktur tambahan, seperti asam
  • 9.
    STRUKTUR KEPALA Struktur VirusKepala Virus memiliki kepala berisi DNA atau RNA yang menjadi bahan genetik kehidupannya. Isi kepala ini dilindungi oleh kapsid, yaitu selubung protein yang tersusun oleh protein. Bentuk kapsid sangat bergantung pada jenis virusnya. Kapsid bisa berbentuk bulat, polihedral, heliks, atau bentuk lain yang lebih kompleks. Kapsid tersusun atas banyak kapsomer atau sub-unit protein.
  • 10.
    STRUKTUR KAPSID Kapsid adalahlapisan berupa rangkaian kapsomer pada tubuh virus yang berfungsi sebagai pembungkus DNA atau RNA. Fungsi kapsid ini adalah sebagai pembentuk tubuh dan pelindung bagi virus dari kondisi lingkungan luar. Struktur virus kapsid adalah struktur virus yang letaknya berada di luar virus dan memiliki kandungan subunit berupa protein yang cukup banyak. Kandungan tersebut lebih dikenal dengan sebutan kapsomer. Bentuk kapsid bisa dibilang cukup beragam, sehinga bisa memengaruhi bentuk virus itu sendiri.
  • 11.
    STRUKTUR ISI TUBUH IsiTubuh virus atau biasa disebut virion adalah bahan genetik yang berupa salah satu tipe asam nukleat (DNA atau RNA). Tipe asam nukleat yang dimiliki akan mempengaruhi bentuk tubuh virus. Isi tubuh biasanya berupa RNA yang berbentuk menyerupai kubus, bulat, atau polihedral, contohnya pada virus-virus penyebab penyakit polyomyelitis, influenza, dan radang mulut dan kuku.
  • 12.
    STRUKTUR EKOR Ekor adalahbagian dalam struktur tubuh virus yang berfungsi sebagai alat untuk menempelkan diri pada sel inang. Ekor yang melekat di kepala ini umumnya terdiri atas beberapa tabung tersumbat yang berisi benang dan serat halus.
  • 13.
    CARA HIDUP VIRUS Virustergolong dalam parasit intraseluler obligat karena hanya dapat hidup di dalam sel yang hidup. Artinya, jika sel tersebut mati, virus tidak akan mati melainkan mengristal. Sel hidup yang ditumpangi virus disebut sel inang. Bagaimana cara virus mengenali inangnya? Yaitu menggunakan sistem lock key atau kesesuaian. Berdasarkan jenisnya, sel inang dibagi menjadi dua, kisaran inang luas dan kisaran inang sempit. Virus dengan kisaran inang luas bisa menginfeksi beberapa inang, contohnya virus flu burung bisa menginfeksi unggas, babi, dan manusia. Sedangkan virus dengan kisaran inang sempit hanya bisa menginfeksi inang tertentu saja, contohnya virus flu hanya menginfeksi sel-sel di saluran pernapasan dan virus bakteriofag hanya bisa menginfeksi bakteri Escherichia coli. Penularan virus dari satu inang ke inang yang lain bisa melalui udara, lendir, air, darah, atau melalui perantara seperti nyamuk.
  • 14.
    PERKEMBANGBIAKAN VIRUS Perkembangbiakan virusdikenal dengan istilah replikasi atau perbanyakan diri. Bagi virus, sel inang merupakan sumber energi untuk sintesis protein. Perkembangbiakan virus dibagi menjadi dua, yaitu daur litik dan lisogenik.
  • 15.
    PERKEMBANGBIAKAN VIRUS 1. Daurlitik Terjadinya daur litik disebabkan oleh ketahanan sel inang lebih lemah daripada daya infeksi virus. Akibatnya sel inang akan pecah dan mati, serta akan menghasilkan virion-virion baru. Adapun tahapan pada daur litik adalah adsorpsi, penetrasi, sintesis dan replikasi, pematangan atau perakitan, dan lisis
  • 16.
    PERKEMBANGBIAKAN VIRUS 2. Daurlisogenik Daur lisogenik terjadi jika pertahanan tubuh inang lebih kuat daripada daya infeksi virus. Pada daur ini sel inang masih bisa bereproduksi dengan normal dan tidak akan langsung pecah. Akan tetapi, DNA virus bakteriofag akan berinteraksi dengan kromosom sel inang membentuk profag. Saat sel inang yang mengandung profag tersebut membelah diri, barulah profag akan diwariskan ke sel berikutnya. Adapun tahapan pada daur lisogenik adalah adsorpsi dan infeksi, pemetrasi, penggabungan, pembelahan, sintesis
  • 17.
    PERKEMBANGBIAKAN VIRUS Tahap-tahap yangdilakukan: • adsorpsi: (fase penempelan) • injeksi: (fase memasukkan asam nukleat) • sintesis:(fase pembukaan) • perakitan dan lisis:(fase pemecahan sel inang)
  • 18.
    PENGKLASIFIKASIAN VIRUS 1.Klasifikasi virusberdasarkan ada tidaknya selubung pada nukleokapsid 2. Klasifikasi virus berdasarkan jumlah kapsomernya 1.Virus dengan 32 kapsomer, contohnya Parvovirus. 2.Virus dengan 60 kapsomer, contohnya Picornavirus. 3.Virus dengan 72 kapsomer, contohnya Papovirus. 4.Virus dengan 162 kapsomer, contohnya Herpesvirus. 5.Virus dengan 252 kapsomer, contohnya Adenovirus. 1. Virus berselubung yaitu virus yang selubungnya terdiri dari lipoprotein dan glikoprotein contohnya Poxyvirus, Herpesvirus, Togavirus, Rhabdovirus, dan Paramyxovirus.rus 2. telanjang yaitu virus yang tidak memiliki selubung pada nukleokapsidnya, contohnya Papovirus, Adenovirus, Picornavirus, dan Reovirus.
  • 19.
    PENGKLASIFIKASIAN VIRUS 3.Klasifikasi virusberdasarkan jenis sel inangnya 4. Klasifikasi virus berdasarkan jenis asam nukleatnya 1.Virus DNA yaitu virus yang asam nukleatnya berupa DNA, contoh Parvovirus. 2.Virus RNA yaitu virus yang asam nukleatnya berupa RNA, contoh Picornavirus. 1.Virus penyerang bakteri, misalnya virus T. 2.Virus penyerang tanaman, misalnya TMV dan Tungro. 3.Virus penyerang hewan, misalnya virus rabies dan flu burung. 4.Virus penyerang manusia, misalnya polio, HIV, dan flu.
  • 20.
    PENGKLASIFIKASIAN VIRUS 5. klasifikasivirus berdasarkan tipe genom dan metode replikasinya 1. Virus tipe I memiliki DNA utas ganda dan reproduksinya dengan cara replikasi, contohnya Herpesvirus. 2. Virus tipe II memiliki DNA utas tunggal dan reproduksinya dengan cara replikasi, contohnya virus MVM. 3. Virus tipe III memiliki RNA utas ganda dan reproduksinya secara replikasi, contohnya Reovirus. 4. Virus tipe IV memiliki RNA utas tunggal (+) dan reproduksinya secara replikasi, contohnya virus polio. 5. Virus tipe V memiliki RNA utas tunggal (-) dan reproduksinya secara replikasi, contohnya virus rabies. 6. Virus tipe VI memiliki RNA utas tunggal (+) dengan DNA perantara dan reproduksinya secara transkriptasi balik, contohnya virus AIDS. 7. Virus tipe VII memiliki RNA utas ganda dengan RNA perantara dan reproduksinya secara transkriptasi balik, contohnya Heparnavirus.
  • 21.
    PENGKLASIFIKASIAN VIRUS 6. Klasifikasivirus berdasarkan bentuk dasarnya 1. Virus bentuk iksohedral memiliki sumbu rotasi ganda dan tata ruangnya dibatasi oleh 20 segitiga sama sisi, contohnya virus polio. 2.Virus helikal memiliki satu sumbu rotasi, bentuknya menyerupai batang panjang, nukleokapsid tidak kaku, dan berbentuk heliks, contohnya virus flu. 3.Virus kompleks memiliki struktur lebih kompleks daripada jenis virus lainnya, contoh virus cacar.
  • 22.
    MANFAAT VIRUS 1. Virusmemiliki selubung yang tersusun dari subunit protein. Protein selubung dari virus ini bisa dimanfaatkan untuk membuat vaksin protein agar terbentuk respon kekebalan tubuh untuk melawan penyakit. 2.Bisa digunakan untuk terapi gen melalui rekayasa genetika. 3. Pengobatan secara biologis, yaitu dengan melemahkan atau membunuh bakteri yang bersifat patogen. 4. Ilmuwan dari Inggris berhasil menginokulasi partikel virus dan mencampurnya dengan senyawa Fe atau besi untuk membuat kapasitor. 5. Sebagai biopestisida, yaitu pestisida biologis di bidang pertanian yang tidak mencemari lingkungan. 6. Produksi interferon, yaitu senyawa yang mampu mencegah replikasi virus di dalam inang. 7. Pembuatan hormon insulin, dengan cara mencangkokkan virus ke dalam gen penghasil insulin dalam tubuh bakteri agar dihasilkan insulin dalam jumlah besar.
  • 23.
    PENYAKIT YANG DISEBABKANOLEH VIRUS 1.Cacar variola disebabkan oleh virus jenis Orthopoxvirus. 2.Campak disebabkan oleh Morbilivirus. 3.AIDS disebabkan oleh HIV, yaitu Human Immunodeficiency Virus. 4.Flu disebabkan oleh virus influenza atau parainfluenza. 5.Flu burung disebabkan oleh HPAIV yaitu High Pathogenic Avian Influenza Virus. 6.Rabies disebabkan oleh Rhabdovirus. 7.Tetelo disebabkan oleh virus NCD. 8.Mosaik disebabkan oleh TMV atau Tobacco Mosaic Virus.
  • 24.
    Berikut adalah beberapatips mencegah terkena penyakit 1.Jauhi penderita penyakit yang mudah menular 2.Cucilah tangan sebelum dan sesudah melakukan segala aktivitas 3.Pastikan anda sudah mendapatkan semua imunisasi yang dibutuhkan 4.Menjaga kebersihan lingkungan sekitar 5.Memutus siklus hidup nyamuk demam berdarah
  • 25.
    Nama kelompok: 1.Anindya RahmadiniS.(06) 2.Cintiya putri Hattari Rahayu (10) 3.Detran sema winata (11) 4.Dewa keylana A.P (12) 5.Widiawati yamanto putri (34) 6.Yulia Cahyani Permatasari (35)
  • 26.
    ADA JENDELA BERJUMLAH LIMA WALAUTAK BERSUA SEMOGA MATERI BISA TERIMA