VARIABEL OPERASIONAL
Variabel berasal dari kata “vary” dan
“able” yang berarti “berubah” dan
“dapat”. Jadi, secara harfiah variabel
berarti dapat berubah, sehingga setiap
variabel dapat diberi nilai dan nilai itu   VARIABEL
berubah-ubah. Nilai tersebut bisa
kuntitatif (terukur dan atau terhitung,
dapat dinyatakan dengan angka) juga
bisa kualitatif (jumlah dan derajat
atributnya yang dinyatakan dengan nilai
mutu).
variable diartikan sebagai segala sesuatu yang
akan menjadi objek pengamatan penelitian.
Secara teoritis variabel dapat didefiisikan
sebagai atribut seseorang, atau objek yang
mempunyai “Variasi” antara satu orang dengan
yang lain atau satu objek dengan objek yang lain
(Hatch dan Farhady,1981). Dinamakan variabel
karena ada variasinya.
Direktorat Pendidikan Tinggi Depdikbud
menjelaskan bahwa yang dimaksud variabel
penelitian adalah segala sesuatu yang akan
menjadi objek pengamatan penelitian.
VARIABEL

 VARIABLE pada dasarnya adalah segala sesuatu yang
 berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk
 dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal
 tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya (KUMPULAN
 KONSEP YANG AKAN DI TELITI).
Variabel merupakan element penting dalam masalah
penelitian. Dalam statistik, variabel didefinisikan
sebagai konsep, kualitas, karakteristik, atribut, atau
sifat-sifat dari suatu objek (orang, benda, tempat, dll)
yang nilainya berbeda-beda antara satu objek dengan
objek lainnya dan sudah ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan ditarik kesimpulannya.
Contoh:
Apabila Anda sedang mempelajari sekelompok anak-
anak, anak-anak di sana baru sebuah konsep, bukan
variabel. Untuk kepentingan penelitian, sebuah konsep
bisa diubah menjadi satu atau beberapa variabel.
Misalnya saja tentang konsep anak-anak tadi, di antara
sekian karakteristik yang bisa diukur, Anda lebih tertarik
untuk menimbang beratnya, maka:
Konsep: adalah properti/karakteristik dari Anak-anak
Karakteristik: karakteristik yang sedang Anda amati
adalah berat anak.
Variabel: karena berat setiap anak bisa bervariasi, maka
berat merupakan variabel.
Satuan pengamatan: satuan pengamatannya adalah
masing-masing Anak (setiap individu), dan
Nilai (variate/data): berat yang terukur dari setiap anak
dinamakan variate (nilai).
DEFINISI OPERASIONAL
 Definisi operasional adalah aspek penelitian yang
  memberikan informasi atau petunjuk kepada kita
  tentang bagaimana caranya mengukur suatu
  variabel. Informasi ilmiah yang dijelaskan dalam
  definisi operasional sangat membantu peneliti lain
  yang     ingin   melakukan     penelitian  dengan
  menggunakan      variabel   yang   sama,   karena
  berdasarkan informasi itu, ia akan mengetahui
  bagaimana caranya melakukan pengukuran terhadap
  variabel yang dibangun berdasarkan konsep yang
  sama. Dengan demikian, ia dapat menentukan
  apakah tetap menggunakan prosedur pengukuran
  yang sama atau diperlukan pengukuran yang baru.
DEFINISI OPERASIONAL
Definisi operasional adalah penjelasan definisi dari
variabel yang telah dipilih oleh peneliti. Logikanya,
boleh jadi, antara peneliti yang satu dengan yang
lain bisa beda definisi operasional dalam 1 judul
skripsi yang sama. DO (Definisi Operasional) boleh
merujuk pada kepustakaan. Misalnya :
   Variabel                 Definisi operasional
Umur          Umur responden yang dihitung sejak tanggal lahir
              sampai dengan waktu penelitian yang dinyatakan
              dalam tahun
Stres         Respon dari kondisi yang terjadi ketika individu
              merasa tertekan karena ketidakmampuannya
              menyesuaikan diri dengan tuntutan yang diberikan
              kepadanya (Mahbubah, 2008)
Variable       operasional   adalah
pengertian variabel (yang diungkap
dalam definisi konsep) tersebut,
secara operasional, secara praktik,
secara riil, secara nyata dalam
lingkup obyek penelitian/obyek
yang diteliti.
DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL

Definisi Konseptual           Definisi Operasional
      Variabel                      Variabel
                      adalah penarikan batasan yang
adalah penarikan
                      lebih menjelaskan ciri-ciri spesifik
batasan yang
                      yang lebih substantive dari suatu
menjelaskan suatu
                      konsep. Tujuannya: agar peneliti
konsep secara
singkat, jelas, dan   dapat mencapai suatu alat ukur
                      yang yang sesuai dengan hakikat
tegas.
                      variabel yang sudah di definisikan
                      konsepnya, maka peneliti harus
                      memasukkan         proses       atau
                      operasionalnya alat ukur yang akan
                      digunakan untuk kuantifikasi gejala
                      atau variabel yang ditelitinya.
Variabel Operasional
Kalau variabel penelitiannya adalah tinggi
badan atau berat badan maka sifat kedua
variabel tersebut relatif konkret. Namun
jika   variabel    penelitiannya   bersifat
abstrak, misalnya motivasi atau kepuasan
kerja , maka peneliti perlu menetapkan
cara pengukuran variabel tersebut agar
dapat memperoleh nilai yang tepat bagi
kedua     variabel     tersebut.    Proses
penentuan      ukuran     suatu   variabel
tersebut     dikenal      dengan     nama
operasionalisasi variabel.
   Langkah pertama yang harus dilakukan adalah
    mengembalikan variabel penelitian ke bentuk
    awal, yaitu konsep penelitian. Peneliti harus
    mendefinisikan konsep penelitian sesuai dengan
    definisi-definisi yang telah diberikan oleh para
    akhli yang relevan dengan konsep penelitiannya.
    Beberapa penulis menamakan langkah pertama ini
    dengan nama definisi konseptual
   Langkah berikutnya adalah menemukan cara
    mengetahui besaran (ukuran) dari variabel
    penelitian berdasarkan definisi konseptual, atau
    dengan kata lain mulai mengoperasionali -sasikan
    variabel penelitian
contoh penelitian tentang motivasi yang
    menggunakan konsep Victor Vroom seperti di bawah
    ini:
                                                                         Definisi Operasional
Variabel       Definisi Konseptual                      Dimensi                      Skor Motivasi                  Skala
                                                                                                                  Pengkuran
                                                                                     a.Ekspektancy dan
Motivasi    “Motivation is a product of       1.Expectancy:                            Instrumentality             Interval
            the individual’s expectancy       Keyakinan seseorang bahwa        Keyakinan sangat tinggi, skor 1
           that a certain effort will lead    dia mampu mengerjakan tugas        Keyakinan tinggi skor 0,75
           to the intended performance,       yang dibebankan kepadanya         Keyakinan cukup, skor 0.50
             the instrumentality of this      2.Instrumentality:                   Keyakinan rendah 0,25
            performance to achieving a        Keyakinan seseorang bahwa        Keyakinan sangat rendah skor
               certain result, and the        jika dia berhasil mengerjakan                  0.00
            desirability of this result for   tugas maka dia akan                         b. Valence
              the individual, known as        memperoleh imbalan              Nilai imbalan sangat tinggi, skor
                      valence”.               3.Valence                                        1
                      M=ExIxV                 Nilai imbalan bagi seseorang     Nilai imbalan tinggi, skor 0,75
                    Victor Vroom              ketika imbalan tersebut          Nilai imbalan cukup, skor 0,50
                                              diperoleh                        Nilai imbalan rendah, skor 0,25
                                                                              Nilai imbalan sangat rendah, skor
                                                                                             0,00
Contoh berikutnya: Variabel penelitiannya adalah “kepuasan kerja”. Contoh
berikutnya: Variabel penelitiannya adalah “kepuasan kerja”. Definisi
konseptual kepuasan kerja adalah berdasarkan konsep JDI (Job Descriptive
Index) adalah“sikap pekerja terhadap dimensi-demensi pekerjaan
(gaji, pekerjaan itu sendiri, rekan kerja, atasan dan promosi}.”

                                                      Definisi Operasional
Variabel     Definisi
            Konseptual              Dimensi                     Skor Sikap         Skala
                                                                                Pengukuran



Kepuasan   Sikap pekerja   1. Upah/gaji                  Sangat Tidak Suka: 1    Interval
 Kerja       terhadap                                    Tidak Suka: 2
                           2. Pekerjaan itu sendiri
             dimensi-                                    Cukup: 3
              dimensi      3. Rekan kerja                Suka: 4
             pekerjaan     4. Atasan                     Sangat Suka: 5

                           5. Promosi

  Catatan: Peneliti boleh membagi sikap dalam beberapa jenjang. Umumnya
  variabel sikap dibagi menjadi tiga atau lima jenjang.
Contoh lain: Variabel penelitian adalah “Kepuasan Konsumen terhadap
 kualitas pelayanan”. Definisi kepuasan menurut Kottler , 1997 : “Kepuasan
 adalah perasaan suka atau kecewa yang dihasilkan dari proses
 perbandingan kinerja sesuatu hal dengan harapan seseorang”.

                                                             Definisi Operasional
     Variabel        Definisi Konseptual        Dimensi            Skor Kepuasan        Skala
                                                                                      Pengukura
                                                                                          n
                    Perasaan suka atau
Kepuasan Konsumen    kecewa konsumen        1. Reliability  Kinerja lebih buruk        Interval
  Terhadap Mutu      terhadap dimensi-                      daripada harapan skor 1
                                            2. Responsivene
    Pelayanan       dimensi peyananan                       (tidak Puas)
                                               ss
                         (Reliability,                      Kinerja sama dengan
                       Responsiveness,      3. Assurance    harapan skor 2 (puas)
                   Assurance , Empathy,     4. Empathy      Kinerja lebih baik
                     dan Tangible) yang                     daripada harapan skor 3
                   dihasilkan dari proses   5. Tangible     (sangat puas)
                   perbandingan kinerja
                  mutu pelayanan dengan
                          harapan”
Contoh lainnya: Variabel penelitian “ Motivasi Berprestasi” menurut konsep
 David McClelland. Definisi konseptualnya adalah: Achievement
 motivation is identified as the drive to excel (stand out beyond others),
 to achieve in relation to a set of standards, to strive (to try very hard) to
 succeed.
 Variabel     Definisi Konseptual                        Definisi Operasional
                                               Indikator           Skor Motivasi          Skala
                                                                    Berprestasi        Pengukuran

 Motivasi   “Motivasi berprestasi     1. Senantiasa tekun            Sangat Tinggi: 5 Interval
Berprestasi diindentifikasi sebagai      bekerja                     Tinggi 4
                dorongan untuk                                       Cukup 3
                                      2. Sulit untuk santai
             mengerjakan sesuatu                                     Rendah 2
              lebih baik daripada     3. Tidak sabar pada            Sangat Rendah 1
                orang lain, guna         ketidakefektifan
                  menggapai           4. Menyukai tantangan
             seperangkat standar,        tingkat menengah
               mencoba dengan
               sangat keras agar      5. Ingin segera
                   berhasil”             memperoleh umpan
                                         balik atas hasil kerjanya
Dalam beberapa kasus, peneliti sulit menemukan definisi
  konseptual yang “pas” dengan tujuan penelitiannya. Misalnya, judul
  penelitiannya “Hubungan antara tingkat pendidikan dengan
  kinerja”. Dengan demikian variabelnya ada dua yaitu “tingkat
  pendidikan” dan “kinerja”. Penyusunan definisi operasional
  variabel kedua variabel tersebut dapat dilakukan seperti tabel di
  bawah ini.
                                                                          Definisi Operasional
     Variabel         Definisi Konseptual         Tingkat Pendidikan         Peringkat Pendidikan   Skala Pengukuran
                                                         SD                        SD = 1
Tingkat Pendidikan Tingkat pendidian adalah             SLTP                      SLTP = 2              Ordinal
                   urutan pendidikan formal             SLTA                      SLTA = 3
                     mulai dari pendidikan               S1                        S1 = 4
                     dasar sampai dengan                 S2                        S2 = 5
                       pendidikan tinggi                 S3                        S3 = 6
                                                Dimensi/aspek penilaian
                                                        kinerja              Skor Kinerja Pegawai
                                                     Kehadiran
Kinerja Pegawai     Kinerja pegawai adalah            Loyalitas                Sangat Baik = 5          Interval
                   hasil penilaian organisasi       Kualitas Kerja                 Baik = 4
                    atas apa-apa yang telah        Kuantitas Kerja               Cukup = 3
                      dilakukan pegawai              Kerjasama                Kurang Baik = 2
                         selama bekerja                Inisiatif            Sangat Kurang Baik =
                                                    Kepempinan                        1
Jenis-Jenis Variabel Operasional
Kuantifikasi Data:          Berdasarkan Fungsi:
 (a). Variabel Nominal,     Variabel Tergantung
                             Variabel Bebas
 (b). Variabel Ordinal,
                             Variabel Intervening
 (c). Variabel Interval,
                             Variabel Moderator
 (d). Variabel Ratio        Variabel Kendali
                             Variabel Rambang
Sesungguhnya yang dikemukakan di dalam inti penelitian ilmiah adalah
mencari hubungan antara berbagai variabel. Hubungan yang paling dasar
adalah hubungan antara dua variabel bebas dan variabel terikat
( Independent variabel dengan dengan dependent variabel).
 a. Hubungan Simetris
 Variabel-variabel dikatakan mempunyai hubungan
    simetris apabila variabel yang satu tidak disebabkan atau
    dipengaruhi oleh variabel lainnya. Terdapat 4 kelompok
    hubungan simetris :
   1). Kedua variabel merupakan indikator sebuah konsep
    yang sama.
   2). Kedua variabel merupakan akibat daru suatu faktor
    yang sama.
   3). Kedua variabel saling berkaitan secara fungsional,
    dimana yang satu berada yang lainnya pun pasti disana.
   4). Hubungan yang bersifat kebetulan semata-mata.
 b.   Hubungan Timbal Balik
 Hubungan timbal balik adalah hubungan di mana
  suatu variabel dapat menjadi sebab dan akibat dari
  variabel lainnya. Perlu diketahui bahwa hubungan
  timbal balik bukanlah hubungan, dimana tidak dapat
  ditentukan variabel yang menjadi sebab dan
  variabel yang menjadi akibat.
 c.   Hubungan Asimetris (tidak simetri)
 Satu variabel atau lebih mempengaruhi variabel yang lainnya.
    Ada enam tipe hubungan tidak simetris, yakni :
   1). Hubungan antara stimulus dan respons. Hubungan yang
    demikian itulah merupakan salah satu hubungan kausal yang
    lazim dipergunakan oleh para ahli.
   2). Hubungan antara disposisi dan respons. Disposisi adalah
    kecenderungan untuk menunjukkkan respons tertentu dalam
    situasi tertentu. Bila “Stimulus” datangnya pengaruh dari luar
    dirinya, sedangkan “Disposisi” berada dalam diri seseorang.
   3). Hubungan antara diri indiviidu dan disposisi atau tingkah
    laku. Artinya ciri di sini adalah sifat individu yag relatif tidak
    berubah dan tidak dipengaruhi lingkungan.
   4). Hubungan antara prekondisi yang perlu dengan akibat
    tertentu.
   5). Hubungan Imanen antara dua variabel.
   6). Hubungan antara tujuan (ends) dan cara (means)
Terimakasih

Variabel Operasional

  • 1.
  • 2.
    Variabel berasal darikata “vary” dan “able” yang berarti “berubah” dan “dapat”. Jadi, secara harfiah variabel berarti dapat berubah, sehingga setiap variabel dapat diberi nilai dan nilai itu VARIABEL berubah-ubah. Nilai tersebut bisa kuntitatif (terukur dan atau terhitung, dapat dinyatakan dengan angka) juga bisa kualitatif (jumlah dan derajat atributnya yang dinyatakan dengan nilai mutu).
  • 3.
    variable diartikan sebagaisegala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian. Secara teoritis variabel dapat didefiisikan sebagai atribut seseorang, atau objek yang mempunyai “Variasi” antara satu orang dengan yang lain atau satu objek dengan objek yang lain (Hatch dan Farhady,1981). Dinamakan variabel karena ada variasinya. Direktorat Pendidikan Tinggi Depdikbud menjelaskan bahwa yang dimaksud variabel penelitian adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian.
  • 4.
    VARIABEL VARIABLE padadasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya (KUMPULAN KONSEP YANG AKAN DI TELITI). Variabel merupakan element penting dalam masalah penelitian. Dalam statistik, variabel didefinisikan sebagai konsep, kualitas, karakteristik, atribut, atau sifat-sifat dari suatu objek (orang, benda, tempat, dll) yang nilainya berbeda-beda antara satu objek dengan objek lainnya dan sudah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya.
  • 5.
    Contoh: Apabila Anda sedangmempelajari sekelompok anak- anak, anak-anak di sana baru sebuah konsep, bukan variabel. Untuk kepentingan penelitian, sebuah konsep bisa diubah menjadi satu atau beberapa variabel. Misalnya saja tentang konsep anak-anak tadi, di antara sekian karakteristik yang bisa diukur, Anda lebih tertarik untuk menimbang beratnya, maka: Konsep: adalah properti/karakteristik dari Anak-anak Karakteristik: karakteristik yang sedang Anda amati adalah berat anak. Variabel: karena berat setiap anak bisa bervariasi, maka berat merupakan variabel. Satuan pengamatan: satuan pengamatannya adalah masing-masing Anak (setiap individu), dan Nilai (variate/data): berat yang terukur dari setiap anak dinamakan variate (nilai).
  • 6.
    DEFINISI OPERASIONAL  Definisioperasional adalah aspek penelitian yang memberikan informasi atau petunjuk kepada kita tentang bagaimana caranya mengukur suatu variabel. Informasi ilmiah yang dijelaskan dalam definisi operasional sangat membantu peneliti lain yang ingin melakukan penelitian dengan menggunakan variabel yang sama, karena berdasarkan informasi itu, ia akan mengetahui bagaimana caranya melakukan pengukuran terhadap variabel yang dibangun berdasarkan konsep yang sama. Dengan demikian, ia dapat menentukan apakah tetap menggunakan prosedur pengukuran yang sama atau diperlukan pengukuran yang baru.
  • 7.
    DEFINISI OPERASIONAL Definisi operasionaladalah penjelasan definisi dari variabel yang telah dipilih oleh peneliti. Logikanya, boleh jadi, antara peneliti yang satu dengan yang lain bisa beda definisi operasional dalam 1 judul skripsi yang sama. DO (Definisi Operasional) boleh merujuk pada kepustakaan. Misalnya : Variabel Definisi operasional Umur Umur responden yang dihitung sejak tanggal lahir sampai dengan waktu penelitian yang dinyatakan dalam tahun Stres Respon dari kondisi yang terjadi ketika individu merasa tertekan karena ketidakmampuannya menyesuaikan diri dengan tuntutan yang diberikan kepadanya (Mahbubah, 2008)
  • 8.
    Variable operasional adalah pengertian variabel (yang diungkap dalam definisi konsep) tersebut, secara operasional, secara praktik, secara riil, secara nyata dalam lingkup obyek penelitian/obyek yang diteliti.
  • 9.
    DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL DefinisiKonseptual Definisi Operasional Variabel Variabel adalah penarikan batasan yang adalah penarikan lebih menjelaskan ciri-ciri spesifik batasan yang yang lebih substantive dari suatu menjelaskan suatu konsep. Tujuannya: agar peneliti konsep secara singkat, jelas, dan dapat mencapai suatu alat ukur yang yang sesuai dengan hakikat tegas. variabel yang sudah di definisikan konsepnya, maka peneliti harus memasukkan proses atau operasionalnya alat ukur yang akan digunakan untuk kuantifikasi gejala atau variabel yang ditelitinya.
  • 10.
    Variabel Operasional Kalau variabelpenelitiannya adalah tinggi badan atau berat badan maka sifat kedua variabel tersebut relatif konkret. Namun jika variabel penelitiannya bersifat abstrak, misalnya motivasi atau kepuasan kerja , maka peneliti perlu menetapkan cara pengukuran variabel tersebut agar dapat memperoleh nilai yang tepat bagi kedua variabel tersebut. Proses penentuan ukuran suatu variabel tersebut dikenal dengan nama operasionalisasi variabel.
  • 11.
    Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengembalikan variabel penelitian ke bentuk awal, yaitu konsep penelitian. Peneliti harus mendefinisikan konsep penelitian sesuai dengan definisi-definisi yang telah diberikan oleh para akhli yang relevan dengan konsep penelitiannya. Beberapa penulis menamakan langkah pertama ini dengan nama definisi konseptual  Langkah berikutnya adalah menemukan cara mengetahui besaran (ukuran) dari variabel penelitian berdasarkan definisi konseptual, atau dengan kata lain mulai mengoperasionali -sasikan variabel penelitian
  • 12.
    contoh penelitian tentangmotivasi yang menggunakan konsep Victor Vroom seperti di bawah ini: Definisi Operasional Variabel Definisi Konseptual Dimensi Skor Motivasi Skala Pengkuran a.Ekspektancy dan Motivasi “Motivation is a product of 1.Expectancy: Instrumentality Interval the individual’s expectancy Keyakinan seseorang bahwa Keyakinan sangat tinggi, skor 1 that a certain effort will lead dia mampu mengerjakan tugas Keyakinan tinggi skor 0,75 to the intended performance, yang dibebankan kepadanya Keyakinan cukup, skor 0.50 the instrumentality of this 2.Instrumentality: Keyakinan rendah 0,25 performance to achieving a Keyakinan seseorang bahwa Keyakinan sangat rendah skor certain result, and the jika dia berhasil mengerjakan 0.00 desirability of this result for tugas maka dia akan b. Valence the individual, known as memperoleh imbalan Nilai imbalan sangat tinggi, skor valence”. 3.Valence 1 M=ExIxV Nilai imbalan bagi seseorang Nilai imbalan tinggi, skor 0,75 Victor Vroom ketika imbalan tersebut Nilai imbalan cukup, skor 0,50 diperoleh Nilai imbalan rendah, skor 0,25 Nilai imbalan sangat rendah, skor 0,00
  • 13.
    Contoh berikutnya: Variabelpenelitiannya adalah “kepuasan kerja”. Contoh berikutnya: Variabel penelitiannya adalah “kepuasan kerja”. Definisi konseptual kepuasan kerja adalah berdasarkan konsep JDI (Job Descriptive Index) adalah“sikap pekerja terhadap dimensi-demensi pekerjaan (gaji, pekerjaan itu sendiri, rekan kerja, atasan dan promosi}.” Definisi Operasional Variabel Definisi Konseptual Dimensi Skor Sikap Skala Pengukuran Kepuasan Sikap pekerja 1. Upah/gaji Sangat Tidak Suka: 1 Interval Kerja terhadap Tidak Suka: 2 2. Pekerjaan itu sendiri dimensi- Cukup: 3 dimensi 3. Rekan kerja Suka: 4 pekerjaan 4. Atasan Sangat Suka: 5 5. Promosi Catatan: Peneliti boleh membagi sikap dalam beberapa jenjang. Umumnya variabel sikap dibagi menjadi tiga atau lima jenjang.
  • 14.
    Contoh lain: Variabelpenelitian adalah “Kepuasan Konsumen terhadap kualitas pelayanan”. Definisi kepuasan menurut Kottler , 1997 : “Kepuasan adalah perasaan suka atau kecewa yang dihasilkan dari proses perbandingan kinerja sesuatu hal dengan harapan seseorang”. Definisi Operasional Variabel Definisi Konseptual Dimensi Skor Kepuasan Skala Pengukura n Perasaan suka atau Kepuasan Konsumen kecewa konsumen 1. Reliability Kinerja lebih buruk Interval Terhadap Mutu terhadap dimensi- daripada harapan skor 1 2. Responsivene Pelayanan dimensi peyananan (tidak Puas) ss (Reliability, Kinerja sama dengan Responsiveness, 3. Assurance harapan skor 2 (puas) Assurance , Empathy, 4. Empathy Kinerja lebih baik dan Tangible) yang daripada harapan skor 3 dihasilkan dari proses 5. Tangible (sangat puas) perbandingan kinerja mutu pelayanan dengan harapan”
  • 15.
    Contoh lainnya: Variabelpenelitian “ Motivasi Berprestasi” menurut konsep David McClelland. Definisi konseptualnya adalah: Achievement motivation is identified as the drive to excel (stand out beyond others), to achieve in relation to a set of standards, to strive (to try very hard) to succeed. Variabel Definisi Konseptual Definisi Operasional Indikator Skor Motivasi Skala Berprestasi Pengukuran Motivasi “Motivasi berprestasi 1. Senantiasa tekun Sangat Tinggi: 5 Interval Berprestasi diindentifikasi sebagai bekerja Tinggi 4 dorongan untuk Cukup 3 2. Sulit untuk santai mengerjakan sesuatu Rendah 2 lebih baik daripada 3. Tidak sabar pada Sangat Rendah 1 orang lain, guna ketidakefektifan menggapai 4. Menyukai tantangan seperangkat standar, tingkat menengah mencoba dengan sangat keras agar 5. Ingin segera berhasil” memperoleh umpan balik atas hasil kerjanya
  • 16.
    Dalam beberapa kasus,peneliti sulit menemukan definisi konseptual yang “pas” dengan tujuan penelitiannya. Misalnya, judul penelitiannya “Hubungan antara tingkat pendidikan dengan kinerja”. Dengan demikian variabelnya ada dua yaitu “tingkat pendidikan” dan “kinerja”. Penyusunan definisi operasional variabel kedua variabel tersebut dapat dilakukan seperti tabel di bawah ini. Definisi Operasional Variabel Definisi Konseptual Tingkat Pendidikan Peringkat Pendidikan Skala Pengukuran SD SD = 1 Tingkat Pendidikan Tingkat pendidian adalah SLTP SLTP = 2 Ordinal urutan pendidikan formal SLTA SLTA = 3 mulai dari pendidikan S1 S1 = 4 dasar sampai dengan S2 S2 = 5 pendidikan tinggi S3 S3 = 6 Dimensi/aspek penilaian kinerja Skor Kinerja Pegawai Kehadiran Kinerja Pegawai Kinerja pegawai adalah Loyalitas Sangat Baik = 5 Interval hasil penilaian organisasi Kualitas Kerja Baik = 4 atas apa-apa yang telah Kuantitas Kerja Cukup = 3 dilakukan pegawai Kerjasama Kurang Baik = 2 selama bekerja Inisiatif Sangat Kurang Baik = Kepempinan 1
  • 17.
    Jenis-Jenis Variabel Operasional KuantifikasiData: Berdasarkan Fungsi:  (a). Variabel Nominal,  Variabel Tergantung  Variabel Bebas  (b). Variabel Ordinal,  Variabel Intervening  (c). Variabel Interval,  Variabel Moderator  (d). Variabel Ratio  Variabel Kendali  Variabel Rambang
  • 18.
    Sesungguhnya yang dikemukakandi dalam inti penelitian ilmiah adalah mencari hubungan antara berbagai variabel. Hubungan yang paling dasar adalah hubungan antara dua variabel bebas dan variabel terikat ( Independent variabel dengan dengan dependent variabel).  a. Hubungan Simetris  Variabel-variabel dikatakan mempunyai hubungan simetris apabila variabel yang satu tidak disebabkan atau dipengaruhi oleh variabel lainnya. Terdapat 4 kelompok hubungan simetris :  1). Kedua variabel merupakan indikator sebuah konsep yang sama.  2). Kedua variabel merupakan akibat daru suatu faktor yang sama.  3). Kedua variabel saling berkaitan secara fungsional, dimana yang satu berada yang lainnya pun pasti disana.  4). Hubungan yang bersifat kebetulan semata-mata.
  • 19.
     b. Hubungan Timbal Balik  Hubungan timbal balik adalah hubungan di mana suatu variabel dapat menjadi sebab dan akibat dari variabel lainnya. Perlu diketahui bahwa hubungan timbal balik bukanlah hubungan, dimana tidak dapat ditentukan variabel yang menjadi sebab dan variabel yang menjadi akibat.
  • 20.
     c. Hubungan Asimetris (tidak simetri)  Satu variabel atau lebih mempengaruhi variabel yang lainnya. Ada enam tipe hubungan tidak simetris, yakni :  1). Hubungan antara stimulus dan respons. Hubungan yang demikian itulah merupakan salah satu hubungan kausal yang lazim dipergunakan oleh para ahli.  2). Hubungan antara disposisi dan respons. Disposisi adalah kecenderungan untuk menunjukkkan respons tertentu dalam situasi tertentu. Bila “Stimulus” datangnya pengaruh dari luar dirinya, sedangkan “Disposisi” berada dalam diri seseorang.  3). Hubungan antara diri indiviidu dan disposisi atau tingkah laku. Artinya ciri di sini adalah sifat individu yag relatif tidak berubah dan tidak dipengaruhi lingkungan.  4). Hubungan antara prekondisi yang perlu dengan akibat tertentu.  5). Hubungan Imanen antara dua variabel.  6). Hubungan antara tujuan (ends) dan cara (means)
  • 21.