METODOLOGI PENELITIAN 
NOVA MARGARETH PURBA
Cara Memperoleh Pengetahuan 
 Pengalaman 
 Logika 
 Intuisi 
 Ex post facto 
 Otoritas (tergantung pendapat penguasa) 
 Wahyu
PENDEKATAN ILMIAH ------ PROSES BERPIKIR ILMIAH 
- MERUMUSKAN MASALAH 
- MERUMUSKAN HIPOTESIS 
- MENGUMPULKAN DATA 
- ANALISIS DATA 
- PEMBUKTIAN HIPOTESIS 
BERPIKIR ILMIAH -------MENCARI KEBENARAN ILMIAH: 
A. KEBENARAN KOHERENSI -------------------- DEDUKTIF 
B. KEBENARAN KORESPONDENSI ------------ INDUKTIF 
C. KEBENARAN PRAGMATIS --------------NILAI PRAKTIS/ 
KEGUNAAN
Metode Ilmiah 
Rumusan Masalah 
Koherensi 
Ilmu Pengetahuan Kerangka Berpikir 
Deduktif 
Hipotesis 
Korespondensi 
Induktif 
Diterima Ditolak 
Pembuktian 
Hipotesis 
Pragmatis
Karakteristik Penelitian 
 Dapat diulang kembali (hasil sama) 
 Terdapat sistem yang “Selfsealing” 
yang menghindarkan peneliti dari 
pengambilan keputusan yang salah 
 Proses berdasarkan logika, empirik dan 
deduktif, serta objektif.
Sikap Peneliti 
 Skeptik (tidak begitu saja percaya 
sebelum diverifikasi) 
 Objektif dan tidak memihak manapun 
 Selalu berdasarkan fakta, bukan nilai 
(value) 
 Selalu berusaha untuk bekerja secara 
sistematik, teori adalah tentatif.
 DALAM PENELITIAN, DIKENAL VARIABEL 
 DATA ---------------- KARAKTERISTIK TERTENTU 
 VARIABEL --------- KARAKTERISTIK YANG DAPAT DINYATAKAN 
DENGAN NILAI YANG BERBEDA-BEDA 
 CONTOH: SEKELOMPOK KARYAWAN DAPAT BERBEDA DALAM: 
JENIS KELAMIN, TINGGI BADAN, KECERDASAN, SIKAP, PRESTASI 
KERJA, SEMANGAT KERJA, KEPUASAN, KEMAMPUAN, KOMITMEN, 
KINERJA, MOTIVASI, DLL. 
 KONSTANTA -------- SUATU KARAKTERISTIK YANG DIMILIKI SAMA 
OLEH SETIAP KELOMPOK 
 CONTOH: 
SEMUA MAHASISWA MP YANG DUDUK DI KELAS A 
KELAS A --------- KONSTANTA
Variabel adalah konsep yg mempunyai variasi 
nilai 
Secara konsep variabel dibagi atas variabel 
faktual dan variabel konseptual 
Variabel dapat dibagi atas variabel kontinum 
dan variabel diskontinum 
Berdasarkan skala pengukurannya, variabel 
dapat dibedakan atas : 
- Nominal 
- Ordinal 
- Interval/rasio
 VARIABEL DAPAT DIBEDAKAN DALAM DUA KATEGORI: 
A. VARIABEL KONTINU 
B. VARIABEL DISKRIT 
 DALAM PENELITIAN, DIKENAL ISTILAH VARIABEL BEBAS DAN 
VARIABEL TERIKAT 
 VARIABEL BEBAS,DIKONTROL OLEH PENELITI DAN DIMANIPU-LASI 
SESUAI DENGAN TUJUAN PENELITIAN 
CONTOH: PENGARUH KEPEMIMPINAN, PENGAMBILAN 
KEPUTUSAN TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI 
VARIABEL BEBAS, ADA YANG HANYA SEKEDAR DIKLASIFIKASI-KAN 
CONTOH: METODA MENGAJAR (NON MP) 
 VARIABEL TERIKAT --------- MERUPAKAN ATAU DIANGGAP 
SEBAGAI PRESUMED KONSEKUENSI DARI VARIABEL BEBAS 
VARIABEL INILAH YANG (DIANGGAP) DIPENGARUHI OLEH 
VARIABEL BEBAS
PENGGOLONGAN JENIS PENELITIAN 
Berdasarkan paradigma/pendekatan : 
- Penelitian kuantitatif 
- Penelitian kualitatif 
Berdasarkan fungsi dan tujuan : 
- Penelitian dasar 
- Penelitian terapan 
- Penelitian evaluasi 
- Penelitian pengembangan 
Berdasarkan jenis metode : 
- Survei korelasional 
- Survei komparatif 
- Eksperimen 
- Action research 
- Grounded research
PERBEDAAN KUANTITATIF & KUALITATIF 
Kuantitatif Kualitatif 
Inferensial Kasus 
Variabel Fokus Masalah 
Eksplanatif Eksploratif 
Mengukur data Mengungkap fakta 
Inst. Baku Peneliti sbg Instrumen 
Analisis Data Pemaknaan Data/Informasi 
Tema Umum Tema Khas
Penelitian menurut Pendekatan 
1. Penelitian Survey 
Kerlinger, penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun 
kecil, data diambil dari sampel untuk generalisasi. 
2. Penelitian Ex Post Facto 
Untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut 
ke belakang melalui data tsb. untuk menemukan faktor-faktor yang 
mendahului atau menentukan sebab-sebab atas peristiwa yang 
diteliti. 
3. Penelitian Eksperiment 
Penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu 
terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara 
ketat. Metode eksperiment yaitu, pre experimental, true 
experimental, factorial, dan quasi experimental (Tuckman). Pada 
umumnya dilakukan di laboratorium.
4. Penelitian Naturalistik 
Metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi 
obyek yang alami. Teknik pengumpulan data dilakukan secara 
triangulasi (gabungan), data yang dihasilkan bersifat deskriptif 
dan analisis data dilakukan secara induktif. Penelitian ini 
menekankan makna (kualitatif). 
5. Policy Research (Penelitian kebijakan) 
Dilakukan terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar 
sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat 
keputusan untuk bertindak secara praktis dalam menyelesaikan 
masalah. Tepat untuk perencana dan perencanaan. 
6. Action Research 
Tujuan utama penelitian ini untuk mengubah situasi, perilaku, 
organisasi termasuk struktur mekanisme kerja, iklim kerja dan 
pranata.
7. Penelitian Evaluasi 
Evaluasi sebagai penelitian berarti berfungsi untuk 
menjelaskan fenomena. Penelitian evaluasi formatif 
menekankan pada proses untuk meningkatkan program atau 
produk, dan evaluasi sumatif menekankan pada efektivitas 
pencapaian program yang berupa produk tertentu. (Kidder) 
8. Penelitian Sejarah 
Berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian 
yang telah berlangsung di masa lalu. Penelitian 
sejarah terutama digunakan untuk menjawab pertanyaan 
tentang kapan kejadian berlangsung, siapa pelakunya dan 
bagaimana prosesnya. 
Menurut Tingkat Eksplanasi: 
Deskriptif, komparatif, dan Asosiatif. 
Menurut jenis data: 
Kuantitatif dan kualitatif.
PENELITIAN DESKRIPTIF 
Jenis penelitian yang memberi gambaran atau uraian 
atas suatu keadaan sejernih mungkin, tanpa ada 
perlakuan terhadap obyek yang diteliti 
Ciri-ciri Penelitian deskriptif: 
• Berhubungan dengan keadaan yang terjadi saat itu 
• Menguraikan satu variabel, jika ada beberapa variabel, maka 
dilakukan satu persatu 
• Variabel yang diteliti tidak dimanipulasi atau tidak ada perlakuan 
(treatment) 
Metode: Survey 
1. Cross-sectional survey 
2. Longitudinal survey
PENELITIAN MEMBANDINGKAN (EKSPERIMENT) 
Jenis penelitian yang memberikan penjelasan tentang “alasan 
mengapa”. Hubungan sebab akibat dapat diketahui karena 
peneliti dimungkinkan untuk melakukan perlakuan (treatment) 
terhadap obyek penelitian. 
Tiga jenis variabel pada eksperiment: 
1. Variabel independen (bebas) yang memberikan perlakuan 
2. Variabel dependent yang dipengaruhi variabel independent 
3. Variabel confounding (Variabel yang tidak diharapkan 
mempengaruhi variabel dependen tetapi dapat 
mempengaruhi variabel dependen. Variabel ini perlu 
dikendalikan. 
Dua macam variabel confounding: 
* Variabel intervening (yang tidak dapat diukur secara 
langsung, misal: kegugupan, kelelahan, motivasi, dll) 
* Variabel ekstraneous (yang dapat diukur secara langsung, 
seperti umur, tingkat pendidikan, dll)
PENELITIAN KORELASI 
Jenis penelitian mencoba melihat hubungan antara 
beberapa variabel sebagaimana adanya tanpa ada 
perlakuan. Melihat apakah mungkin perubahan satu 
variabel berhubungan dengan perubahan vaiabel 
lainnya. 
Dua macam variabel: 
• Varibel Prediksi. Variabel yang digunakan untuk memprediksi 
perubahan pada variabel yang satu 
• Variabel Kriteria. Variabel yang berubah sesuai dengan 
perubahan pada variabel prediksi. Setiap ada perubahan pada 
variabel prediksi, variabel kriteria juga diharapkan berubah. 
Kelemahan: Tidak bisa menjawab “mengapa demikian”. Dengan 
kata lain,tidak bisa menunjukkan hubungan sebab akibat.
MASALAH PENELITIAN 
 MASALAH ----------- diperoleh dari kehidupan sehari-hari karena 
menjumpai hal-hal yang aneh atau didorong oleh keinginan 
meningkatkan hasil kerja 
 SUMBER MASALAH: 
1. Diri sendiri 
2. Membaca buku (deduksi teori) 
3. “Diberi” oleh orang lain 
4. Sumber non kependidikan 
 KESULITAN DALAM MENGHADAPI MASALAH: 
1. Cara memecahkan masalah metodologik 
2. Kekurangan fakta-fakta material
Contoh Rumusan Masalah Kuantitatif 
(Korelasional/Hubungan) 
Contoh Penelitian Korelasional 2 Variabel Bebas 
dengan 1 Variabel Terikat 
HUBUNGAN ANTARA IMBALAN DAN LINGKUNGAN KERJA 
DENGAN KINERJA PADA KEPALA SMP SWASTA KOTA 
DEPOK. 
1. Apakah terdapat hubungan antara imbalan dengan kinerja? 
2. Apakah terdapat hubungan antara lingkungan kerja dengan 
kinerja? 
3. Apakah terdapat hubungan antara imbalan dan lingkungan kerja 
secara bersama-sama dengan kinerja?
X1 
X2 
Y 
Konstelasi Masalah Hubungan 
1. Hubungan antara X1 dengan Y 
2. Hubungan antara X2 dengan Y 
3. Hubungan bersama-sama antara X1 dan X2 dengan Y
Pengaruh 
Dengan 3 Variabel ------- X1, X2, dan X3 
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KEPUASAN KERJA 
TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI 
1. Apakah terdapat pengaruh langsung kepemimpinan 
terhadap kepuasan kerja? 
2. Apakah terdapat pengaruh langsung kepuasan kerja 
terhadap komitmen organisasi? 
3. Apakah terdapat pengaruh tidak langsung 
kepemimpinan terhadap komitmen organisasi 
melalui kepuasan kerja?
Model Hipotetik (Pengaruh) 
X1 
1 
X2 
XX33 
3/4 
3 
2 
X1 = Kepemimpinan 
X2 = Kepuasan Kerja 
X3 = Komitmen Organisasi 
Pengaruh Langsung 
Pengaruh tidak langsung
Model Hipotetik (Pengaruh) 
1 
X1 X2 X3 
3 
X1 = Kepemimpinan 
X2 = Kepuasan Kerja 
X3 = Komitmen Organisasi 
2 
Pengaruh Langsung 
dan tak langsung
TUGAS KELOMPOK: 
1. Tentukan 2 variabel bebas (X 
1 
dan X 
) 
2 
dan 1 variabel terikat (Y) atau X 
3 
2. Buat kajian teorinya lengkap dengan 
sintesisnya. 
3. Buat Definisi Konseptual dan Definisi 
Operasionalnya 
4. Buat Kisi-kisi instrumennya. 
5. Susun instrumen penelitiannya.
Contoh Rumusan Masalah Kualitatif 
Contoh berikut yaitu penelitian M. Junus Melalatoa yang berjudul 
“Meneliti Pembangunan Masyarakat Desa Gayo di Aceh Tengah” 
dalam Kuntjaraningrat dan Donald K. Emmerson, ed., (1985: 22-23). 
Masalah Penelitian: 
Mulai akhir triwulan pertama tahun 1974 saya diberi kesempatan oleh 
Universitas Indonesia untuk melakukan penelitian di daerah pedesaan Gayo, 
Aceh tengah, selama masa satu tahun. Adapun yang menjadi masalah pokok 
dalam penelitian ini adalah, meneliti bagaimana faktor-faktor sosial-budaya 
mempengaruhi kemakmuran masyarakat desa di daerah ini. Di Samping itu 
saya harus berusaha menghimpun sebanyak mungkin data-data etnografis 
yang memang sejak deskripsi-etnografis dari C.Snouck Hurgronye Het 
Gayoland en Zijn Bewoners (1903) yang sangat kurang lengkap itu, 
sepanjang pengetahuan saya belum pernah dilukiskan secara menyeluruh. 
Masalah pokok penelitian sudah tentu terlebih dahulu memerlukan 
perumusan dari konsep “kemakmuran”, yang sebenarnya bersifat sangat 
relatif. Konsep kemakmuran untuk keperluan penelitian ini, saya dasarkan 
atas pendirian bahwa orang bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan primer 
dalam hal meningkatkan mutu hidupnya.
Kebutuhan primer dalam kehidupan sehari-hari dari orang 
pedesaan Gayo saya ukur dengan metode penelitian anggaran 
rumah tangga dari dua sampel rumah tangga petani, dari dua 
buah desa yang diperkirakan berbeda kemakmurannya. 
Anggaran rumah tangga mengandung unsur-unsur anggaran 
penerimaan dan pengeluaran rumah tangga di desa-desa 
yang diteliti itu pada khususnya atau di daerah Gayo pada 
umumnya, diperlukan adanya unsur-unsur berupa hasil 
pertanian ialah hasil sawah, hasil ladang empus seperti kopi, 
tembakau, buah-buahan, palawija, kayu api dan lain-lain. 
Penerimaan dari pekerjaan sebagai buruh ialah upah, uang 
lembur dan lain-lain, atau sebagai pegawai, misalnya gaji, 
uang lembur, rumah instansi, kendaraan dinas, memburuh 
(tung-upah), guru pengajian, mendukun (guru kampung). 
Penerimaan rumah tangga yang lain berasal dari 
pemeliharaan ternak, menangkap ikan, usaha dagang, hadiah 
atau pemberian, hasil kerajinan, memberi pertunjukan, 
menang lotre dan lain-lain.
CARA MEMECAHKAN MASALAH 
1. CARA BERPIKIR ANALITIK 
2. CARA BERPIKIR SINTETIK
MENGEMUKAKAN MASALAH: 
1. Menerangkan dengan jelas apa yang akan 
diterangkan/dipecahkan 
2. Membatasi ruang lingkup pada suatu per-soalan 
khusus
 Latar Belakang Masalah 
- Narasi tentang variabel Y (Deduktif)/Teori/ 
konsep 
- Narasi tentang variabel X 
- Narasi tentang kondisi/isu faktual/empiris 
dari X dan Y (sesuaikan dengan wilayah 
kajian penelitian) 
- Pentingnya penelitian dilakukan/ 
pernyataan.
TEORI 
Suatu himpunan pengertian yang saling berkaitan, serta 
proposisi yang menyajikan pandangan sistematis tentang 
gejala-gejala dengan jalan menetapkan hubungan yang ada 
diantara variabel-variabel, dengan tujuan: 
a. Menjelaskan 
b. Mengontrol/mengendalikan 
c. Meramalkan/memprediksi gejala-gejala tersebut. 
Misal: Teori motivasi dua faktor dari Herzberg 
Teori kepemimpinan dari Hersey dan Blanchard 
Teori job longevity dari Katz 
TEORI PETUNJUK HIPOTESIS (Bukan pengetahuan yang sudah 
pasti)
Dalam bidang Administrasi Pendidikan, Hoy dan Miskel 
(2001) mendefinisikan bahwa teori adalah 
seperangkat konsep, asumsi dan generalisasi yang 
dapat digunakan untuk mengungkapkan dan 
menjelaskan perilaku dalam berbagai organisasi. 
Sebagai konsep dalam administrasi adalah 
kepemimpinan, kepuasan, organisasi informal. 
Asumsi merupakan pernyataan diterima kebenarannya 
tanpa pembuktian. 
Contoh: 
Administrasi merupakan generalisasi tentang perilaku 
semua manusia dalam organisasi. 
Administrasi merupakan proses pengarahan dan 
pengendalian kehidupan dalam organisasi sosial.
Mengapa pendidikan di Indonesia belum 
menghasilkan Sumber Daya Manusia yang 
berkualitas, dapat dijelaskan melalui teori 
yang berfungsi menjelaskan. 
Setelah SDM tidak berkualitas, maka 
bagaimana akibatnya terhadap perekonomian 
dan iptek nasional, dijawab dengan teori yang 
berfungsi prediksi/meramalkan. 
Supaya pendidikan di Indonesia dapat 
menghasilkan SDM yang berkualitas, dijawab 
dengan teori yang berfungsi pengendalian 
(fungsi kontrol/mengendalikan)
MENULIS TEORI DI BAB II/TINJAUAN PUSTAKA 
1. Variabel Y 
Kajian secara narasi dari teori (minimal 5 texbook asing) dan 
beberapa pendapat dari literatur Indonesia dan Internet, 
kemudian diakhiri dengan sintesis. 
2. Variabel X1 
Kajian secara narasi dari teori (minimal 5 texbook asing) dan 
beberapa pendapat dari literatur Indonesia dan Internet, 
kemudian diakhiri dengan sintesis. 
3. Variabel X2 
Kajian secara narasi dari teori (minimal 5 texbook asing) dan 
beberapa pendapat dari literatur Indonesia dan Internet, 
kemudian diakhiri dengan sintesis.
BAB II 
TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA BERPIKIR, 
DAN HIPOTESIS PENELITIAN
HIPOTESIS 
DEFINISI HIPOTESIS: 
Jawaban sementara yang disarankan sebagai pemecahan 
masalah atau sebagai keterangan mengenai suatu 
peristiwa tertentu. 
FUNGSI HIPOTESIS 
1. Memberi keterangan tentatif 
2. Hipotesis menyatakan hubungan yang dapat diuji 
melalui penelitian. 
3. Hipotesis memberikan arah penelitian.
Contoh Hipotesis Penelitian 
Contoh Penelitian Hubungan 2 Variabel Bebas dengan 1 
Variabel Terikat 
Searah (positif) lawannya berlawanan arah (negatif): 
 Terdapat hubungan positif antara imbalan dengan kinerja. 
 Terdapat hubungan positif antara kepuasan kerja dengan 
kinerja. 
 Terdapat hubungan positif antara imbalan, dan kepuasan kerja 
secara bersama-sama dengan kinerja. 
Dua arah: 
 Terdapat hubungan antara motivasi dengan kinerja
Contoh Hipotesis Penelitian 
Contoh Penelitian Pengaruh 2 Variabel Bebas dengan 1 
Variabel Terikat 
 Kepemimpinan berpengaruh langsung positif terhadap 
komitmen organisasi. 
 Kepuasan kerja berpengaruh langsung positif terhadap 
komitmen organisasi. 
 Kepemimpinan berpengaruh langsung positif terhadap 
kepuasan kerja. 
 Kepemimpinan berpengaruh tidak langsung terhadap 
komitmen organisasi tetapi melalui kepuasan kerja.
BAB III 
METODOLOGI PENELITIAN 
1. Metode Penelitian 
2. Populasi dan Sampel 
3. Teknik Pengumpulan Data 
4. Waktu dan Tempat Penelitian 
5. Teknik Pengolahan Data 
6. Teknik Analisis Data 
7. Tempat dan Jadwal Penelitian
Metode Penelitian 
1. Studi Kasus 
(Tidak dapat digeneralisasikan hasilnya) 
2. Survey (Deskriptif, eksploratif) 
(Hasil penelitian dapat digeneralisasikan dengan 
cara pengambilan sampel). Sampel ------ Populasi 
3. Experimen (ada kelompok eksperimen dan 
kelompok kontrol)
DESAIN PENELITIAN: 
1. Desain Survey, digunakan pada penelitian deskriptif, eksploratif, 
dan eksperimen. 
Kualitas survey antara lain bergantung pada: 
a. Jumlah orang yang dijadikan sampel 
b. Taraf sampel representatif, dan 
c. Tingkat kepercayaan informasi yang diperoleh dari sampel 
2. Desain Studi Kasus 
Case Study dapat mengenai perkembangan sesuatu, dapat pula 
memberikan gambaran tentang keadaan yang ada. 
Bahan untuk case study, dapat diambil dari sumber-sumber 
seperti: 
a Laporan hasil pengamatan 
b Catatan pribadi 
c Kitab harian atau biografi orang yang diselidiki 
d Laporan atau keterangan dari seseorang yang mengetahui 
tentang objek/subjek yang sedang diteliti.
3. Desain Eksperimen 
Dalam desain eksperimen terdapat kelompok yang 
disebut kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 
Kelompok Eksperimen, yaitu kelompok yang sengaja 
dipengaruhi oleh variabel-variabel tertentu, misalnya 
diberi latihan. 
Kelompok Kontrol, yaitu kelompok yang tidak 
dipengaruhi oleh variabel-variabel tersebut, misalnya 
tidak diberi latihan.
POPULASI DAN SAMPEL 
 Populasi adalah keseluruhan unit yg akan 
diselidiki karakteristiknya 
 Populasi dapat dibagi atas populasi target dan 
populasi terjangkau 
 Populasi terjangkau terdiri dari keseluruhan 
unit yg benar-benar mendapat kesempatan 
untuk dipilih sbg sampel 
 Populasi target adalah populasi yg menjadi 
daerah generalisasi hasil penelitian
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. 
Populasi berhubungan dengan data, bukan manusianya. 
Jika setiap manusia memberikan satu data, maka 
banyaknya/ukuran populasi akan sama dengan 
banyaknya manusia. 
Ukuran populasi dapat terhingga dan tak terhingga. 
Populasi yang merupakan sasaran ideal dari generalisasi 
hasil penelitian disebut populasi sasaran (target 
population). 
Populasi yang merupakan sasaran realistik dari 
generalisasi hasil penelitian disebut populasi terjangkau 
(Available population) 
Sampel diambil dari populasi data yang homogen.
UKURAN SAMPEL 
 Salah satu faktor penentu kualitas hasil 
penelitian adalah ukuran sampel 
 Ada empat pertimbangan yg digunakan dalam 
menentukan ukuran sampel 
 Heterogenitas karakteristik populasi 
 Tingkat presisi yang dikehendaki 
 Persyaratan teknik statistik yang digunakan 
dalam analisis data 
 Ketersediaan sumber (tenaga, waktu & 
biaya)
TEKNIK DASAR PENGAMBLAN 
SAMPEL 
 Random 
 Sistematik 
 Stratified (berstrata) 
 Cluster (Gugus) 
 Multi stage
Sampel dan Teknik Sampling (Representatif) 
a. Sampel random atau sampel acak (setiap unsur 
dalam populasi memiliki probabilitas yang sama. 
b. Sampel berstrata (tingkatan). 
c. Sampel wilayah 
d. Sampel proporsi (digunakan bersamaan dengan 
teknik sampling strata) 
e. Sampel bertujuan (pertimbangan pakar di bidang 
tsb untuk menentukan ukuran sampel yang 
representatif) 
f. Sampel kuota (saat pengumpulan pendapat 
menurut pembatasan tertentu misalnya kelamin 
tertentu, umur tertentu, penghasilan tertentu) 
g. Sampel kelompok/gugus (Bila populasi sangat besar 
atau tersebar di wilayah yang luas)
Distribusi Sampling (James T. McClave) 
Apabila sampel acak yang besarnya n berulang-ulang 
diambil dari sebuah populasi normal, dengan rata-rata μ dan 
variansi σ², maka distribusi sampling dari rata-rata sampel 
akan normal dengan rata-rata μ dan σ²/n. 
Dalam kehidupan nyata tidak ada populasi normal secara 
sempurna. 
Ambil sampel acak dari populasi n. Dari setiap sampel ini 
diperoleh rata-rata sampel yang akan bervariasi dan 
membentuk kluster sekitar rata-rata populasi μ . Hasilnya 
adalah kurva normal. 
Selanjutnya simpangan baku dan distribusi normal rata-rata 
sampel menjadi σ/√n. Makin besar sampel yang dipilih, makin 
kecil simpangan baku pada distribusi sampling sehingga 
makin mengelompok rata-rata sampel.
Formula yang dapat digunakan (Simple Random 
Sampling): 
1. Tabel Bilangan Random (William G. Cochran) 
2. Tabel Krejcie Morgan (ditentukan jumlah 
populasi terjangkau, lalu ukuran sampelyang 
harus diambil) 
3. Slovin 
4. Distribusi sampling dengan distribusi normal 
rata-rata sampel.
Roscoe dalam Research Methods For Business 
menyarankan ukuran sampel sebagai berikut: 
1. Ukuran sampel yang layak dalam penelitian 
adalah 30 sampai dengan 500. 
2. Bila sampel dibagi dalam kategori (misalnya: pria-wanita, 
pegawai negeri-swasta), maka jumlah 
sampel setiap kategori minimal 30. 
3. Bila dalam penelitian melakukan analisis dengan 
multivariate (korelasi atau regresi ganda), maka 
jumlah sampel minimal 10 kali jumlah varibel 
yang diteliti. 
4. Untuk penelitian eksperimen yang sederhana, 
kelompok eksperimen dan kelompok kontrol 
masing-masing antara 10 s/d 20.
Metode Pengumpulan Data 
1. Wawancara 
a. Bebas 
b. Terpimpin 
c. Bebas terpimpin 
2. Observasi 
a. Non Sistematis 
b. Sistematis 
3. Kuesioner 
4. Dokumentasi 
5. Focus Group Discution
INSTRUMEN PENELITIAN 
 Tes 
- Tes tertulis 
- Tes lisan 
- Tes perbuatan 
 Kuesioner 
Skala Sikap 
Skala Penilaian 
 Format observasi
LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN 
INSTRUMEN 
 Mengkaji konsep 
 Konstruk 
- definisi konsep 
- definisi operasional 
 Mengembangkan dimensi & indikator 
 Membuat kisi-kisi 
 Menetapkan rentang parameter 
 Identifikasi ciri kutup 
 Menulis butir instrumen
LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN 
INSTRUMEN (lanjutan) 
 Proses validasi konsep 
- telaah/jastifikasi pakar 
- panel 
 Perbaikan/revisi 
 Proses validasi empiris 
- uji coba instrumen 
- analisis data hasil uji-coba (uji validitas) 
 Seleksi butir valid 
 Perakitan instrumen
Validitas dan Reliabilitas 
Validitas ---------apakah suatu alat mampu mengukur apa 
yang seharusnya diukur oleh alat tersebut. 
Validitas langsung (analisa rasional dan putusan profesi 
(Professional judgment). 
Validitas deriatif bergantung pada pembuktian statistik dan 
empiris. 
Kerlinger membagi validitas: 
a. Validitas isi tidak dapat dinyatakan dalam bentuk angka. 
Melalui butir-butir tes dapat diketahui wilayah isi yang 
sedang diukur (dengan test) 
b. Validitas konstruk---- validitas internal (analisis butir 
kuesioner) 
c. Validitas kriteria----prediktif (ada data prediktor dan data 
patokan misal nilai yang diperoleh seseorang dalam suatu 
mata kuliah)
Validitas konkuren 
ditentukan melalui analisis korelasi atau 
diskriminasi. Koefisien korelasi dihitung antara skor 
hasil instrumen yang baru dikembangkan dan skor 
hasil instrumen lain yang telah ada (dibuat) 
sebelumnya yang digunakan pada waktu yang 
bersamaan atau berbeda.
Reliabilitas 
Indeks yang menunjukkan apakah suatu alat ukur dapat 
dipercaya atau dapat diandalkan. 
Reliabilitas dapat dilakukan dengan reliabilitas eksternal yaitu 
dengan teknik paralel (dengan menyusun dua stel instrumen) 
dan teknik ulang. Masing-masing dihitung dengan korelasi. 
Sedangkan reliabilitas internal dilakukan dengan mengadakan 
pengetesan dengan menggunakan rumus belah dua, rumus 
K-R, rumus Alpha Cronbach, dsb. 
K-R, Validitas Biserial/point biserial 
Alpha Cronbach , Pearson 
Catatan: Indeks Reliabilitas tidak dikonsultasikan dengan r 
tabel (r kritis)
MENULIS INSTRUMEN DI BAB III 
1. Variabel X1 
a. Definisi Konseptual 
b. Definisi Operasional 
c. Kisi-kisi Instrumen 
d. Validasi Instrumen 
1) Uji Validitas 
2) Perhitungan Reliabilitas 
2. Variabel X2 
a. Definisi Konseptual 
b. Definisi Operasional 
c. Kisi-kisi Instrumen 
d. Validasi Instrumen 
1) Uji Validitas 
2) Perhitungan Reliabilitas
Variabel Y atau X3 
a. Definisi Konseptual 
b. Definisi Operasional 
c. Kisi-kisi Instrumen 
d. Validasi Instrumen 
1) Uji Validitas 
2) Perhitungan Reliabilitas
CONTOH DEFINISI KONSEPTUAL 
 Kepemimpinan adalah aktivitas 
mempengaruhi anggota organisasi dalam 
mencapai hasil kerja yang di harapkan. 
Aktivitas tersebut dapat berupa: (1) 
pemberian tugas, (2) pendelegasian 
wewenang, (3) hubungan antar anggota, 
dan (4) pemberian penghargaan.
CONTOH DEFINISI OPERASIONAL 
 Kepemimpinan adalah penilaian guru 
terhadap aktivitas mempengaruhi kepala 
sekolah dalam mencapai hasil kerja yang 
di harapkan diperoleh dari skor jawaban 
responden yang mengukur tentang: (1) 
pemberian tugas, (2) pendelegasian 
wewenang, (3) hubungan antar anggota, 
dan (4) pemberian penghargaan.
KISI-KISI INSTRUMEN 
No. Variabel Indikator No. Item 
1. Kepemimpinan 1. Pemberian 
tugas 
2. Pendelegasian 
wewenang 
3. Hubungan antar 
anggota 
4. Pemberian 
penghargaan 
1-10 
11-15 
16-20 
21-30 
2. Budaya Organisasi
Instrumen (Kuantitatif) 
No. Pernyataan SS S R TS STS 
1. 
2. 
3. 
Dst.
CONTOH 
1. Kepala sekolah memberikan tugas kepada 
guru dengan memperhatikan kemampuan 
profesionalnya 
SSR SR JR PH TPH 
2. Kepala sekolah memberikan arahan pada 
setiap tugas yang diberikan 
SSR SR JR PH TPH
CONTOH DEFINISI KONSEPTUAL 
 Pengetahuan Kepemimpinan adalah 
kemampuan kognisi seseorang berupa 
aspek mengetahui, memahami, dan 
mengaplikasi untuk mempengaruhi 
anggota organisasi dalam mencapai hasil 
kerja yang di harapkan dengan indikator: 
(1) pemberian tugas, (2) pendelegasian 
wewenang, (3) hubungan antar anggota, 
dan (4) pemberian penghargaan.
CONTOH DEFINISI OPERASIONAL 
 Pengetahuan Kepemimpinan adalah 
penilaian terhadap kemampuan kognisi 
mengetahui, memahami, dan mengaplikasi 
yang dimiliki kepala sekolah dalam 
mempengaruhi guru dan staf administasi 
untuk mencapai hasil kerja yang di 
harapkan diukur dengan indikator: (1) 
pemberian tugas, (2) pendelegasian 
wewenang, (3) hubungan antar anggota, 
dan (4) pemberian penghargaan.
Aspek 
Indikator 
Mengetahui Memahami Mengaplikasi Jumlah 
1. Pemberian 
tugas 
2. Pendelega 
sian 
wewenang 
3. Hubungan 
antar 
anggota 
4. Pemberian 
pengharga 
an 
1,2,3 4,5,6 7, 8,9 9 
Dst.
Analisis Data 
Korelasional/Hubungan: 
a. Uji prasyarat 
1. Normalitas data (Liliefors Galat Taksiran) 
2. Homogenitas varians (Uji-F atau Uji Bartlett) 
b. Uji hipotesis (Uji korelasi sederhana + Uji 
signifikansi (uji-t), determinasi/kontribusi, regresi 
sederhana + uji keberartian regresi dengan uji-F, 
uji korelasi parsial + uji signifikansi) 
Uji Korelasi Ganda + uji signifikansi, 
determinasi/kontribusi, Uji Regresi Ganda + Uji 
Keberartian regresi, Rangkuman hasil uji 
hipotesis)
Analisis Data 
Analisis Jalur (Pengaruh): 
a. Uji prasyarat 
1. Normalitas data (Liliefors Galat Taksiran) 
2. Homogenitas varians (Uji-F atau Uji Bartlett) 
b. Uji hipotesis (Uji korelasi sederhana + Uji 
signifikansi (uji-t), uji jalur/model hipotetik, 
Rangkuman hasil uji hipotesis/model empiris)
HIPOTESIS STATISTIK 
1.Korelasional/Hubungan 
a. H0: ρy1 = 0 
H1: ρy1 > 0 
b. H0: ρy2 = 0 
H1: ρy2 > 0 
c. H0: ρy.12 = 0 
H1: ρy.12 > 0 
ρ = rho
HIPOTESIS STATISTIK 
2. Pengaruh/Kausal/Analisis Jalur: 
a. H0: p12 = 0 
H1: p12 > 0 
b. H0: p23 = 0 
H1: p23 > 0 
c. H0: p13.2 = 0 
H1: p13.2 > 0 
p = phi
B. PEMBAHASAN (Kuantitatif dan kualitatif) 
1. Temuan Hipotesis Pertama 
2. Temuan Hipotesis Kedua 
3. Temuan Hipotesis Ketiga 
Bahas temuan penelitian (model empirik) dengan 
model teoritik atau teori yang relevan dari Bab II 
+ hasil penelitian yang relevan (jika ada).
Metodologi Penelitian Kualitatif 
1. Metodologi Penelitian dan Positivisme 
2. Metodologi Penelitian dan Rasionalisme 
3. Metodologi Penelitian dan Postpositivisme 
Phenomenologi Interpretif 
Penelitian kualitatif lebih mengarah ke penelitian proses daripada 
produk dan membatasi pada satu kasus. 
Data dalam kualitatif disajikan dalam bentuk kata verbal . 
Olahan data kata verbal dimulai dengan menuliskan hasil obser-vasi, 
wawancara, atau rekaman, mengedit, mengklasifikasi, 
mereduksi, dan menyajikan. 
Pada penelitian kualitatif, pekerjaan pengumpulan data harus 
langsung diikuti dengan pekerjaan menuliskan, mengedit, meng-klasifikasi, 
mereduksi, dan menyajikan yang disebut sebagai 
analisis selama pengumpulan data (Miles dan Huberman, 1984).
Positivisme (Korespondensi) Paradigma 
kuantitatif 
Ontologi: 
Realitas dapat dipecah-pecah, dapat dipelajari independen, 
dieliminasikan dari obyek yang lain, dan dapat dikontrol. 
Kerangka teori dirumuskan spesifik dan menuntut pembuatan 
kerangka teori. 
Epistemologi: 
Menuntut pilahnya subyek peneliti dengan obyek penelitian. 
Tujuan penelitian adalah menyusun bangunan ilmu nomo-thetik 
(ilmu yang berupaya membuat hukum dari generali-sasi). 
Kebenaran dicari lewat hubungan kausal-linier, tiada 
akibat tanpa sebab, dan tiada sebab tanpa akibat. 
Teori kebenaran yang dibangun termasuk teori korespondensi 
(ada realita empirik sensual/indriawi) 
Aksiologi: 
Dituntut penelitian bebas nilai (Value free). Dapat ditampilkan 
prediksi atau hukum yang bebas waktu dan tempat.
Rasionalisme (Koherensi) 
Secara ontologi dan aksiologi terdapat perbedaan yang mendasar antara 
positivisme dengan rasionalisme. 
Positivisme secara ontologi lemah dalam membangun konsep teoritik (tidak 
jelas), tiada teori baru, kecuali pembenahan-pembenahan, dan tetap 
menampilkan kontroversi yang tak terselesaikan. 
Positivisme secara aksiologi, kebenaran empirik (sensual) hanya diukur 
dengan kebenaran indriawi, tanpa empirik logik dengan ketajaman 
pemikiran. 
Dalam rasionalisme proses berpikir tidak terbatas pada proses linier antara 
sebab dan akibat atau bukan dalam makna deduksi induksi saja, 
tetapi proses ada dalam tata pikir logik lainnya, misalnya konver-gensi- 
divergensi (pertemuan pada suatu titik – perbedaan/ 
penyimpangan), instrumental-substansial ( berkenaan dengan - 
berjumlah besar) sentral-perifer (terpusat – terendah) dan lain-lain. 
Persamaan positivisme dan rasionalisme yaitu berusaha memilahkan antara 
subyek peneliti dengan obyeknya. 
Dalam rasionalisme, ada dua tahap generalisasi yaitu generalisasi dari obyek 
spesifik atas hasil uji-makna-empirik, dan pemaknaan hasil uji 
reflektif kerangka teoritik dengan pemaknaan indikasi empirik.
Postpositivisme Phenomenologi 
Interpretatif 
Ontologi: 
Menuntut pendekatan holistik, mendudukkan obyeknya dalam 
suatu konstruksi ganda, melihat obyeknya dalam satu 
konteks natural bukan parsial. 
Epistemologi: 
Menolak penggunaan kerangka teori sebagai langkah persiap-an 
penelitian. Obyek dilihat dalam konteksnya dan mengguna-kan 
tata pikir logik. Subyek peneliti bersatu dengan subyek 
pendukung obyek peneliti. 
Aksiologi: 
Mengakui kebenaran etik (akal budi/moral), ada value bound 
(Egon G. Guba). 
Phenomenologi mengakui kebenaran sensual, empirik logik, 
empirik etik, dan empirik transendental (maha tinggi).
Paradigma Naturalistik 
 Egon G. Guba mengatakan ada 14 karakteristik dalam penelitian 
kualitatif naturalistik yang saling berkaitan jika digunakan. 
1. Konteks natural, yaitu suatu konteks kebulatan menyeluruh. 
Suatu phenomena hanya dapat dimaknai dalam keseluruhan dan 
merupakan hasil peran timbal balik. 
2. Instrumen human, yaitu hanya dapat dilakukan oleh peneliti itu 
sendiri sebagai instrumen. 
3. Pemanfaatan pengetahuan tak terkatakan yang memperkaya 
hal-hal yang diekspresikan. 
4. Metoda kualitatif 
5. Pengambilan sampel secara purposive, yaitu dipilih pada kasus- kasus 
ekstrim untuk dicari maknanya. Hasilnya bukan untuk generalisasi, 
Guba mengatakan satu kasus mungkin dapat transferabel pada kasus 
lain. Dengan konsep positivistik, hasil penelitian dapat 
digeneralisasikan pada parent population-nya, yaitu pada populasi 
yang memiliki ciri kasus tersebut. Konsep generalisasi pada positivistik 
diganti konsep transferabilitas.
6. Analisis data induktif. 
7. Grounded theory (penyusunan teori yang diangkat dari empiri). 
8. Desain sementara. 
9. Hasil yang disepakati, yaitu menyepakatkan makna dan tafsir 
atas data yang diperoleh dengan sumbernya. 
10. Modus laporan studi kasus. 
11. Penafsiran idiographik (keberlakuan khusus) 
12. Aplikasi tentatif (interaksi antara peneliti dengan responden 
itu bersifat khusus dan tak dapat dipublikasikan). 
13. Ikatan konteks terfokus. Dengan pengambilan fokus, ikatan 
keseluruhan tidak dihilangkan, tidak dilepaskan dari sistem 
nilai lokalnya. 
14. Kriteria kepercayaan. Guba mengistilahkan kredibilitas, trans-ferabilitas, 
dependabilitas, dan konfirmabilitas.
Paradigma naturalistik memperoses data secara induksi murni. 
Guba menunjuk cara kerja Glasser dan Strauss dalam men-deskripsikan 
tahap-tahap kerja metoda konstan komparatif yang 
sesuai dengan jiwa naturalistik. 
Tahap-tahap kerja tersebut adalah: 
1. Memperbandingkan kejadian yang cocok dengan kategorinya. 
2. Mengintegrasikan kategori dengan ciri-cirinya. 
3. Merumuskan teori. 
4. Menuliskan teori. 
Grounded Theory, yaitu teori berdasarkan data, seperti teori 
birokrasi dari Weber dan teori bunuh diri dari Durkheim. 
Pedoman untuk melahirkan suatu teori antara lain adalah: 
1. Digunakan logika yang konsisten 
2. Kejelasan masalah 
3. Efisiensi 
4. Integrasi 
5. Ruang lingkup, dll. yang prosesnya didasarkan data empirik 
bukan hasil berpikir deduktif.
Model Ethnographik 
 Ethnographik merupakan salah satu model penelitian yang 
banyak terkait dengan anthropologi, yang mempelajari peristiwa 
kultural, dan menyajikan pandangan hidup subyek yang menjadi 
obyek studi. 
 Ethnographik menyajikan deskripsi tentang cara mereka (obyek 
studi ilmu-ilmu sosial) berpikir, hidup, dan berperilaku. 
 Peneliti ethnographik dituntut memahami lebih dalam konteks 
yang diteliti tanpa membawa prakonsep atau praduga atau teori 
yang dimiliki. 
 Peneliti harus mengkonstruksi konsepnya berdasar proses 
induktif atas empiri, dikonstruksi sesuai dengan cara memandang 
atau pola perilaku masyarakat yang menjadi obyek penelitiannya. 
 Peneliti ethnographik berupaya memasuki kawasan yang tak di-kenalnya 
tanpa membuat generalisasi berdasarkan pengalaman-nya 
sendiri. 
 Peneliti mempelajari phenomena sebagai kejadian wajarnya.
 Contoh antropologi adalah “masyarakat petani”, “organisasi 
kekerabatan”, “masyarakat kota”, “kepercayaan rakyat”, atau 
“kolonialisme”. 
 Desain penelitian ethnographik memerlukan waktu partisipasi 
antara 6 bulan sampai 3 tahun. 
 Bogdan menyarankan: 
1. Jadilah praktisi (tidak terlalu luas/kompleks) 
2. Pilihlah tempat di mana anda agak asing. 
3. Jangan terlalu berpegang kaku pada rencana anda, sebaiknya 
lakukan penjajagan dahulu di lapangan. 
4. Sejumlah topik sulit untuk dijadikan penelitian, seperti “spesi-fikasi 
anggaran dan belanja instansi”, “kebijakan personalia”, 
dsb. yang diperkirakan sulit menembus tembok kerahasiaan. 
Dua macam desain ethnographik yaitu studi kasus/multi-case 
studies (lebih dari satu subyek) dan multiple site and subject 
studies (diarahkan pada pengembangan teori, dan memerlukan 
banyak lokasi dan subyek, pendekatannya adalah induksi analitik)
SPRADLEY (1980), mengemukakan 
langkah-langkah dalam penelitian: 
(merupakan siklus) 
a. Menentukan objek penelitian 
b. Menanyakan pertanyaan 
ethnographik 
c. Mengumpulkan data ethnographik 
d. Membuat catatan ethnographik 
e. Melakukan analisis data 
f. Menulis laporan.
TEKNIK KALIBRASI KEABSAHAN DATA 
Kriteria: (Menurut Burgess, 1984) 
a. cukup waktu 
b. kredibilitas 
c. signifikan 
d. komprehensif 
Kredibilitas data (Lincon dan Guba, 1985): 
a. Perpanjangan waktu tinggal di lokasi penelitian 
b. Mengadakan observasi secara tekun/terus menerus terhadap 
subjek yang diteliti 
c. Menguji secara triangulasi (sumber,metode, peneliti, dan teori) Miles & 
Huberman, 1984 , Mathison, 1988; Patton, 1986; dan Lincon & Guba, 
1985. 
d. Mengadakan analisis kasus negatif 
e. Mengadakan pengecekan anggota dalam rangka memeriksa data yang 
telah dikumpulkan guna mencocokkan persepsi antara peneliti dengan 
anggota peneliti lainnya 
f. Mengadakan diskusi dengan teman sejawat
g. Mengadakan pengecekan kecukupan referensi. 
Triangulasi teori, penjelasan banding melalui pengecekan referensi 
(jika fakta tertentu tidak dapat diperiksa derajat kepercayaannya 
melalui cara lain). 
Triangulasi Sumber: 
Dilakukan dengan membandingkan: 
a. Data hasil wawancara dengan beberapa orang kunci (key informan) 
dengan data pengamatan 
b. Data tentang apa yang dikatakan subjek penelitian dengan 
situasi/waktu yang berbeda 
c. Membandingkan pendapat dan pandangan antara orang-orang 
kunci yang dengan yang lain 
d. Membandingkan data yang diterima dari orang-orang kunci dengan 
dokumen yang ada.
Triangulasi metode 
Dilakukan dengan menggunakan lebih dari satu strategi 
penelitian. 
Triangulasi peneliti 
Dilakukan dengan memanfaatkan orang-orang kunci maupun 
subjek sebagai penyelidik pembantu 
Kriteria Signifikan 
Dilakukan dengan menuliskan secara lengkap termasuk kutipan 
secara langsung hasil wawancara dengan partisipant, atau 
catatan tentang apa yang dilakukan peneliti, kejadian-kejadian 
yang berkaitan dengan pemberian makna, dan fenomena 
konkrit dalam bahasa partisipant (Burgess, 1984).
Kriteria Menyeluruh (Comprehensiveness) 
Dimaksudkan untuk mendapatkan sumber informasi alternatif. 
Konfirmasi merupakan suatu proses yang mengacu kepada 
hasil penelitian. 
Apabila data cukup koheren, maka temuan penelitian dianggap 
memenuhi syarat. Jika tidak, maka temuan dianggap gugur, 
dan peneliti ke lapangan kembali.
Langkah-langkah Penelitian: 
(Contoh di dalam pelaksanaannya) 
1. Mengadakan grand tour observation untuk mengetahui kondisi awal 
dari objek yang diteliti 
2. Menentukan fokus atau masalah penelitian melalui informasi dari 
beberapa orang kunci (key information)---- sifatnya sementara 
3. Menentukan lokasi penelitian setelah permasalahannya dapat dilihat 
secara jelas 
4. Pengumpulan data lapangan, misalnya dilakukan dengan tahapan-tahapan 
atau waktu 
5. Penetapan orang-orang kunci (key informan) sebagai pemberi data 
6. Mengumpulkan data dengan menggunakan instrumen: wawancara, 
observasi, dan menelaah dokumen-dokumen 
7. Menyusun format analisis data 
8. Menganalisis data pada waktu pengumpulan data dan setelah data 
terkumpul 
9. Menyusun hasil penelitian dan membahas hasil penelitian dengan 
membandingkannya dengan kepustakaan/referensi 
10. Memberikan makna terhadap hasil penelitian, dan pengambilan 
kesimpulan.
ANALISIS DATA (Kualitatif) 
1. Analisis Selama Pengumpulan Data 
Milles & Huberman, 1984, mengemukakan metode: 
a. Mengembangkan catatan lapangan mengkategorikan data 
dan memberi kode pada data 
b. Memasukkan data ke dalam format analisis 
c. Mengembangkan pertanyaan untuk mengumpulkan data 
selanjutnya. 
2. Analisis Setelah Data Terkumpul 
a. Mengumpulkan dan memberi nomor secara kronologis 
sesuai dengan waktu pengumpulan data 
b. Meneliti ulang data dan mengelompokkannya dalam satu 
format kategori dan klasifikasi data sesuai dengan kodenya 
c. Memaparkan data yang telah dianalisis dengan fokus 
masing-masing penelitian 
d. Penarikan beberapa kesimpulan.
Penelitian tindakan/Action Research 
Stephen Kemmis: 
 Refleksi diri yg dilakukan 
partisipan 
 Penelitian yg bersifat 
partisipatif dan kolaboratif 
 Metoda yg handal untuk 
menjembatani teori dan 
praktek
Pengertian: Riset Aksi/Action Research 
 Penelitian tentang, untuk, dan oleh kelompok sasaran bersama 
peneliti, dengan memanfaatkan interaksi, partisipasi, dan 
kolaborasi bersama dengan kelompok sasaran 
 Suatu strategi pemecahan masalah dengan memanfaatkan 
tindakan nyata untuk mendeteksi dan memecahkan masalah 
dalam rangka mengembangkan kemampuan kelompok sasaran 
 Dalam praktek, riset ini menggabungkan antara tindakan 
bermakna dengan prosedur penelitian, untuk memecahkan 
suatu masalah serta mencari dukungan ilmiahnya. Peneliti dan 
masyarakat sasaran secara sadar dan bersama-sama 
merumuskan suatu tindakan atau intervensi yang cermat 
untuk memperbaiki situasi yang diinginkan.
Prinsip-prinsip dalam Riset Aksi 
 Tindakan atau intervensi dan observasinya tidak boleh 
mengganggu kegiatan utama. 
 Metode dan tekniknya tidak boleh terlalu dipaksakan, baik dari 
segi kemampuan maupun waktunya 
 Metodologi yang digunakan harus direncanakan secara cermat, 
sehingga tindakan dapat dirumuskan dalam suatu hipotesis 
yang dapat diuji di lapangan 
 Permasalahan yang dipilih harus benar-benar nyata, menarik, 
mampu ditangani, berada dalam jangkauan kewenangan 
peneliti dan masyarakat untuk melakukan perubahan. 
 Peneliti harus tetap memegang etika dan tatakrama penelitian 
dan rambu-rambu yang berlaku umum. 
 Kegiatan riset aksi merupakan kegiatan berkelanjutan (on-going 
), jika perlu dilakukan untuk beberapa siklus, sampai 
tindakan perbaikan benar-benar dapat dilakukan.
Jenis Penelitian Tindakan 
Partisipatory Action Research 
 Biasanya dilakukan sebagai strategi 
transformasi sosial yang menekankan pada 
keterlibatan masyarakat, rasa ikut memiliki 
program, dan analisis problem sosial berbasis 
masyarakat. 
 Disini suatu rekayasa untuk perubahan sosial 
direncanakan, kemudian dilakukan, diamati 
dan dievaluasi/ dilakukan refleksi setelah 
berjalan selama jangka waktu tertentu.
Critical Action Research 
 Biasanya dilakukan oleh kelompok yang secara 
kolektif mengkritisi masalah praksis, dengan 
penekanan pada komitmen untuk bertindak 
menyempurnakan situasi, misal hal-hal yang 
terkait dengan ketimpangan jender atau ras. 
 Kelompok peneliti masuk dan bergabung 
dengan kelompok sasaran, untuk mengetahui 
lebih dalam berbagai hal yang menjadi fokus 
riset aksi, sambil melakukan tindakan yang 
telah direncanakan bersama kelompok 
sasaran.
Classroom Action Research 
 Biasanya dilakukan oleh guru di kelas atau 
sekolah tempat ia mengajar, dengan penekanan 
pada penyempurnaan atau peningkatan proses 
dan praksis pembelajaran. 
 Guru merencanakan perubahan yang akan 
dilakukan bersama dengan para siswa, 
bersama observer lainnya (jika ada) sambil 
melakukan observasi, dan proses belajar 
berlangsung sesuai dengan jadwal belajar 
seperti biasanya.
Institutional Action Research 
 Biasanya dilaksanakan oleh pihak manajemen 
atau orgnisasi untuk meningkatkan kinerja, 
proses dan produktivitas dalam suatu lembaga. 
Intinya juga tindakan yang berupaya 
memecahkan masalah-masalah organisasi atau 
manajemen melalui pertukaran pengalaman 
secara kritis. 
 Riset aksi dilakukan bersama konsultan yang 
memiliki keahlian di dalam melakukan 
tindakan perubahan dalam rangka 
meningkatkan kinerja organisasi atau 
manajemen
Karakteristik Riset Aksi 
 Riset aksi itu sifatnya situasional, terkait dengan 
pemecahan masalah dalam konteks tertentu, dan 
masalah yang dipecahkan terkait langsung dengan 
kehidupan sosial kelompok sasaran yang diteliti. 
 Riset aksi merupakan upaya kolaboratif antara 
peneliti dengan kelompok sosial yang menjadi 
obyek riset, untuk secara bersama memecahkan 
masalah yang ada di kelompok sasaran tersebut. 
 Riset aksi bersifat self-evaluatif, kegiatan 
modifikasi dari praksis secara kontinyu, dievaluasi 
dalam situasi yang terus berjalan, yang akhirnya 
dilakukan perbaikan dalam praktek nyata.
 Riset aksi bersifat luwes dan menyesuaikan, 
sehingga prosedurnya cocok untuk situasi sosial 
yang sedang berjalan, yang kadang memiliki 
masalah-masalah yang kompleks 
 Riset aksi terutama memanfaatkan data 
pengamatan dan perilaku empirik, untuk melihat 
ada kemajuan atau tidak, sementara prosesnya 
terus berjalan. 
 Keketatan ilmiah Riset aksi memang agak 
longgar, sebagai antitesis dari desain riset 
eksperimental yang ketat. Sifat sasarannya 
situasional-spesifik, untuk memecahkan masalah 
praksis. Temuan-temuannya tidak dapat 
digeneralisasi, namun pengumpulan data dan 
cara mengolahnya secermat mungkin dengan 
keteguhan ilmiah.
Planning 
Kurt Lewin: 
Acting 
Observing 
Reflecting
Disain Penelitian Tindakan Model 
Kemmis & Taggart
Prosedur Pelaksanaan Penelitian Tindakan 
 Penetapan Masalah Penelitian 
 Perencanaan Tindakan: 
a. Implementasi tindakan Hipotesis Tindakan 
b. Analisis Kelaikan Hipotesis Tindakan 
c. Persiapan Tindakan 
 Observasi/Pelaksanaan Tindakan: 
a. Pelaksanaan Tindakan 
b. Observasi dan Interpretasi 
c. Diskusi Balikan 
 Analisis dan Refleksi 
a. Analisis Data 
b. Refleksi 
 Perencanaan Tindak Lanjut
Monitoring dalam penelitian tindakan 
 Objek monitoring: 
Perubahan apa saja yang telah terjadi dalam proses? 
Perubahan apa saja yang telah terjadi dalam hasil belajar? 
 Teknik dan alat monitoring: 
Pedoman pengamatan 
Tes 
Catatan lapangan dan Anecdotal Records 
Analisis dokumen 
Kartu 
Portfolio 
Angket dan wawancara 
Perekaman suara/gambar 
Sosiometri 
Bukti dokumen 
Slide
Observasi dalam penelitian tindakan 
 Observasi Peer 
(Pengamatan sejawat) 
 Supervisi Klinis 
 Observasi terstruktur
Analisis dalam penelitian tindakan kelas 
A. Kerangka kerja analisis (Diuraikan 
1. Validasi hipotesis 
2. Interpretasi dengan acuan teori 
3. Tindakan untuk perbaikan 
B. Koleksi data 
C. Validasi hipotesis 
D. Interpretasi 
E. Tindakan/Implementasi (makna data, rencana 
strategi, monitoring/evaluasi)
Validasi Hipotesis 
 Dengan menggunakan teknik yang 
sesuai: 
a. Saturasi = apakah tidak ditemukan 
lagi data tambahan 
b. Triangulasi= informasi “segitiga”
PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN 
(R & D) 
Adalah metode penelitian yang digunakan untuk 
menghasilkan produk tertentu, dan menguji 
keefektifan produk tersebut. 
Penelitian ini bersifat longitudinal. 
Untuk dapat menghasilkan produk tertentu digunakan 
penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk 
menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat 
berfungsi di masyarakat luas, maka diperlukan 
penelitian untuk menguji keefektifan produk tersebut.
Langkah-langkah R & D 
Potensi dan 
Masalah 
Pengumpulan 
data 
Desain Produk Validasi Desain 
Ujicoba Produk Revisi Desain 
Revisi Produk 
Ujicoba Pemakaian 
Revisi Produk Produksi Masal
Penyusunan Proposal (Kuantitatif) 
A. PENDAHULUAN 
1. Latar Belakang Masalah 
2. Identifikasi Masalah 
3. Pembatasan Masalah 
4. Rumusan Masalah 
5. Manfaat Penelitian: 
a. Teoretis (keilmuan) 
b. Praktis (tempat, responden)
B. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA TEORETIK DAN HIPOTESIS 
PENELITIAN 
1. Kajian Teori/Konsep (Selalu dirumuskan sintesa teori dari 
masing-masing variabel) 
2. Kerangka Teoretik 
3. Hipotesis Penelitian (Hanya H1 atau Hipotesa Kerja) 
C. METODOLOGI PENELITIAN 
1. Tujuan Operasional Penelitian (sesuai rumusan masalah) 
2. Tempat dan Waktu Penelitian 
3 Metode Penelitian (Jelaskan alasannya) 
4. Populasi dan Sampel (Sertakan teknik sampling yang 
digunakan) 
5. Instrumen (Buat sesuai Variabel Penelitiannya, yaitu Y, X1, 
dan X2) terdiri dari: 
a. Definisi Konseptual 
b. Definisi Operasional + Indikator 
c. Kisi-kisi Instrumen Penelitian 
d. Pengujian Validitas dan Perhitungan Reliabilitas. 
6. Teknik Pengumpulan Data (Uraikan langkah-langkah 
penelitiannya)
7. Teknik Analisis Data 
a. Uji Prasyarat Analisis (Gunakan Uji 
Normalitas Populasi Galat Taksiran 
(Liliefors), Regresi Linear, dan Uji 
Homogenitas Varians) 
b. Uji Hipotesis (Sesuaikan dengan rumusan 
masalah, skala pengukuran, dan disain 
penelitian) 
1) Rumus Uji Hipotesis (Uji korelasi 
sederhana + uji parsial, Uji 
Keberartian regresi, dan Uji Signifikansi 
(uji-t) 
2) Hipotesis Statistik (H0 dan Ha) 
DAFTAR PUSTAKA
Penyusunan Proposal (Kualitatif) 
A. PENDAHULUAN 
1. Latar Belakang Masalah 
2. Fokus Penelitian 
3. Rumusan Masalah/Pertanyaan Penelitian 
4. Tujuan Penelitian 
5. Manfaat Penelitian: 
a. Teoretis (keilmuan) 
b. Praktis (tempat, responden)
B. TINJAUAN PUSTAKA 
Kajian Teori/Konsep sesuai fokus penelitiannya 
C. METODOLOGI PENELITIAN 
1. Setting Penelitian (kondisi lokasi/letak geografis, tempat 
penelitian, waktu, dan gambaran awal penelitian sebagai 
hasil studi penjajagan/grand tour observation diuraikan 
dengan jelas dan lengkap termasuk peta lokasi/gambaran 
tempat/foto-foto awal studi penjajagan) 
2. Metode Penelitian (Jelaskan alasannya) 
3. Sumber Data/Key Informan 
4. Instrumen Penelitian (Jelaskan instrumen penelitian yang 
digunakan dan bagaimana penggunaannya di lapangan) 
5. Langkah-langkah Penelitian (uraikan mulai peneliti menjadi 
partisipan/instrumen sampai proses pengolahan 
data/informasi) 
6. Teknik Pengolahan Data (Jelaskan prosedur pengolahannya) 
7. Kredibilitas Keabsahan Data 
DAFTAR PUSTAKA
CATATAN: 
BEBERAPA MODEL RISET TERBARU DAN SEGERA 
DISOSIALISASIKAN DI PPs. UNJ AKAN DISUSULKAN 
DALAM BENTUK PEDOMAN PENULISAN TESIS YANG 
HARUS DIMILIKI MAHASISWA. 
ANTARA LAIN: 
PENELITIAN EVALUASI PROGRAM/KEBIJAKAN 
PENELITIAN TINDAKAN 
PENELITIAN PENGEMBANGAN INSTRUMEN 
PENELITIAN PENGEMBANGAN MODEL 
PENELITIAN EKSPERIMENT
“Jika Anda tidak berusaha 
melakukan sesuatu melampaui 
apa yang telah Anda kuasai 
saat ini, Anda tidak pernah 
akan tumbuh” 
Ralph Waldo Emerson

Metodologi penelitian nova

  • 1.
  • 2.
    Cara Memperoleh Pengetahuan  Pengalaman  Logika  Intuisi  Ex post facto  Otoritas (tergantung pendapat penguasa)  Wahyu
  • 3.
    PENDEKATAN ILMIAH ------PROSES BERPIKIR ILMIAH - MERUMUSKAN MASALAH - MERUMUSKAN HIPOTESIS - MENGUMPULKAN DATA - ANALISIS DATA - PEMBUKTIAN HIPOTESIS BERPIKIR ILMIAH -------MENCARI KEBENARAN ILMIAH: A. KEBENARAN KOHERENSI -------------------- DEDUKTIF B. KEBENARAN KORESPONDENSI ------------ INDUKTIF C. KEBENARAN PRAGMATIS --------------NILAI PRAKTIS/ KEGUNAAN
  • 4.
    Metode Ilmiah RumusanMasalah Koherensi Ilmu Pengetahuan Kerangka Berpikir Deduktif Hipotesis Korespondensi Induktif Diterima Ditolak Pembuktian Hipotesis Pragmatis
  • 5.
    Karakteristik Penelitian Dapat diulang kembali (hasil sama)  Terdapat sistem yang “Selfsealing” yang menghindarkan peneliti dari pengambilan keputusan yang salah  Proses berdasarkan logika, empirik dan deduktif, serta objektif.
  • 6.
    Sikap Peneliti Skeptik (tidak begitu saja percaya sebelum diverifikasi)  Objektif dan tidak memihak manapun  Selalu berdasarkan fakta, bukan nilai (value)  Selalu berusaha untuk bekerja secara sistematik, teori adalah tentatif.
  • 7.
     DALAM PENELITIAN,DIKENAL VARIABEL  DATA ---------------- KARAKTERISTIK TERTENTU  VARIABEL --------- KARAKTERISTIK YANG DAPAT DINYATAKAN DENGAN NILAI YANG BERBEDA-BEDA  CONTOH: SEKELOMPOK KARYAWAN DAPAT BERBEDA DALAM: JENIS KELAMIN, TINGGI BADAN, KECERDASAN, SIKAP, PRESTASI KERJA, SEMANGAT KERJA, KEPUASAN, KEMAMPUAN, KOMITMEN, KINERJA, MOTIVASI, DLL.  KONSTANTA -------- SUATU KARAKTERISTIK YANG DIMILIKI SAMA OLEH SETIAP KELOMPOK  CONTOH: SEMUA MAHASISWA MP YANG DUDUK DI KELAS A KELAS A --------- KONSTANTA
  • 8.
    Variabel adalah konsepyg mempunyai variasi nilai Secara konsep variabel dibagi atas variabel faktual dan variabel konseptual Variabel dapat dibagi atas variabel kontinum dan variabel diskontinum Berdasarkan skala pengukurannya, variabel dapat dibedakan atas : - Nominal - Ordinal - Interval/rasio
  • 9.
     VARIABEL DAPATDIBEDAKAN DALAM DUA KATEGORI: A. VARIABEL KONTINU B. VARIABEL DISKRIT  DALAM PENELITIAN, DIKENAL ISTILAH VARIABEL BEBAS DAN VARIABEL TERIKAT  VARIABEL BEBAS,DIKONTROL OLEH PENELITI DAN DIMANIPU-LASI SESUAI DENGAN TUJUAN PENELITIAN CONTOH: PENGARUH KEPEMIMPINAN, PENGAMBILAN KEPUTUSAN TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI VARIABEL BEBAS, ADA YANG HANYA SEKEDAR DIKLASIFIKASI-KAN CONTOH: METODA MENGAJAR (NON MP)  VARIABEL TERIKAT --------- MERUPAKAN ATAU DIANGGAP SEBAGAI PRESUMED KONSEKUENSI DARI VARIABEL BEBAS VARIABEL INILAH YANG (DIANGGAP) DIPENGARUHI OLEH VARIABEL BEBAS
  • 10.
    PENGGOLONGAN JENIS PENELITIAN Berdasarkan paradigma/pendekatan : - Penelitian kuantitatif - Penelitian kualitatif Berdasarkan fungsi dan tujuan : - Penelitian dasar - Penelitian terapan - Penelitian evaluasi - Penelitian pengembangan Berdasarkan jenis metode : - Survei korelasional - Survei komparatif - Eksperimen - Action research - Grounded research
  • 11.
    PERBEDAAN KUANTITATIF &KUALITATIF Kuantitatif Kualitatif Inferensial Kasus Variabel Fokus Masalah Eksplanatif Eksploratif Mengukur data Mengungkap fakta Inst. Baku Peneliti sbg Instrumen Analisis Data Pemaknaan Data/Informasi Tema Umum Tema Khas
  • 12.
    Penelitian menurut Pendekatan 1. Penelitian Survey Kerlinger, penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, data diambil dari sampel untuk generalisasi. 2. Penelitian Ex Post Facto Untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut ke belakang melalui data tsb. untuk menemukan faktor-faktor yang mendahului atau menentukan sebab-sebab atas peristiwa yang diteliti. 3. Penelitian Eksperiment Penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Metode eksperiment yaitu, pre experimental, true experimental, factorial, dan quasi experimental (Tuckman). Pada umumnya dilakukan di laboratorium.
  • 13.
    4. Penelitian Naturalistik Metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alami. Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), data yang dihasilkan bersifat deskriptif dan analisis data dilakukan secara induktif. Penelitian ini menekankan makna (kualitatif). 5. Policy Research (Penelitian kebijakan) Dilakukan terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak secara praktis dalam menyelesaikan masalah. Tepat untuk perencana dan perencanaan. 6. Action Research Tujuan utama penelitian ini untuk mengubah situasi, perilaku, organisasi termasuk struktur mekanisme kerja, iklim kerja dan pranata.
  • 14.
    7. Penelitian Evaluasi Evaluasi sebagai penelitian berarti berfungsi untuk menjelaskan fenomena. Penelitian evaluasi formatif menekankan pada proses untuk meningkatkan program atau produk, dan evaluasi sumatif menekankan pada efektivitas pencapaian program yang berupa produk tertentu. (Kidder) 8. Penelitian Sejarah Berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian yang telah berlangsung di masa lalu. Penelitian sejarah terutama digunakan untuk menjawab pertanyaan tentang kapan kejadian berlangsung, siapa pelakunya dan bagaimana prosesnya. Menurut Tingkat Eksplanasi: Deskriptif, komparatif, dan Asosiatif. Menurut jenis data: Kuantitatif dan kualitatif.
  • 15.
    PENELITIAN DESKRIPTIF Jenispenelitian yang memberi gambaran atau uraian atas suatu keadaan sejernih mungkin, tanpa ada perlakuan terhadap obyek yang diteliti Ciri-ciri Penelitian deskriptif: • Berhubungan dengan keadaan yang terjadi saat itu • Menguraikan satu variabel, jika ada beberapa variabel, maka dilakukan satu persatu • Variabel yang diteliti tidak dimanipulasi atau tidak ada perlakuan (treatment) Metode: Survey 1. Cross-sectional survey 2. Longitudinal survey
  • 16.
    PENELITIAN MEMBANDINGKAN (EKSPERIMENT) Jenis penelitian yang memberikan penjelasan tentang “alasan mengapa”. Hubungan sebab akibat dapat diketahui karena peneliti dimungkinkan untuk melakukan perlakuan (treatment) terhadap obyek penelitian. Tiga jenis variabel pada eksperiment: 1. Variabel independen (bebas) yang memberikan perlakuan 2. Variabel dependent yang dipengaruhi variabel independent 3. Variabel confounding (Variabel yang tidak diharapkan mempengaruhi variabel dependen tetapi dapat mempengaruhi variabel dependen. Variabel ini perlu dikendalikan. Dua macam variabel confounding: * Variabel intervening (yang tidak dapat diukur secara langsung, misal: kegugupan, kelelahan, motivasi, dll) * Variabel ekstraneous (yang dapat diukur secara langsung, seperti umur, tingkat pendidikan, dll)
  • 17.
    PENELITIAN KORELASI Jenispenelitian mencoba melihat hubungan antara beberapa variabel sebagaimana adanya tanpa ada perlakuan. Melihat apakah mungkin perubahan satu variabel berhubungan dengan perubahan vaiabel lainnya. Dua macam variabel: • Varibel Prediksi. Variabel yang digunakan untuk memprediksi perubahan pada variabel yang satu • Variabel Kriteria. Variabel yang berubah sesuai dengan perubahan pada variabel prediksi. Setiap ada perubahan pada variabel prediksi, variabel kriteria juga diharapkan berubah. Kelemahan: Tidak bisa menjawab “mengapa demikian”. Dengan kata lain,tidak bisa menunjukkan hubungan sebab akibat.
  • 18.
    MASALAH PENELITIAN MASALAH ----------- diperoleh dari kehidupan sehari-hari karena menjumpai hal-hal yang aneh atau didorong oleh keinginan meningkatkan hasil kerja  SUMBER MASALAH: 1. Diri sendiri 2. Membaca buku (deduksi teori) 3. “Diberi” oleh orang lain 4. Sumber non kependidikan  KESULITAN DALAM MENGHADAPI MASALAH: 1. Cara memecahkan masalah metodologik 2. Kekurangan fakta-fakta material
  • 19.
    Contoh Rumusan MasalahKuantitatif (Korelasional/Hubungan) Contoh Penelitian Korelasional 2 Variabel Bebas dengan 1 Variabel Terikat HUBUNGAN ANTARA IMBALAN DAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN KINERJA PADA KEPALA SMP SWASTA KOTA DEPOK. 1. Apakah terdapat hubungan antara imbalan dengan kinerja? 2. Apakah terdapat hubungan antara lingkungan kerja dengan kinerja? 3. Apakah terdapat hubungan antara imbalan dan lingkungan kerja secara bersama-sama dengan kinerja?
  • 20.
    X1 X2 Y Konstelasi Masalah Hubungan 1. Hubungan antara X1 dengan Y 2. Hubungan antara X2 dengan Y 3. Hubungan bersama-sama antara X1 dan X2 dengan Y
  • 21.
    Pengaruh Dengan 3Variabel ------- X1, X2, dan X3 PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI 1. Apakah terdapat pengaruh langsung kepemimpinan terhadap kepuasan kerja? 2. Apakah terdapat pengaruh langsung kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi? 3. Apakah terdapat pengaruh tidak langsung kepemimpinan terhadap komitmen organisasi melalui kepuasan kerja?
  • 22.
    Model Hipotetik (Pengaruh) X1 1 X2 XX33 3/4 3 2 X1 = Kepemimpinan X2 = Kepuasan Kerja X3 = Komitmen Organisasi Pengaruh Langsung Pengaruh tidak langsung
  • 23.
    Model Hipotetik (Pengaruh) 1 X1 X2 X3 3 X1 = Kepemimpinan X2 = Kepuasan Kerja X3 = Komitmen Organisasi 2 Pengaruh Langsung dan tak langsung
  • 24.
    TUGAS KELOMPOK: 1.Tentukan 2 variabel bebas (X 1 dan X ) 2 dan 1 variabel terikat (Y) atau X 3 2. Buat kajian teorinya lengkap dengan sintesisnya. 3. Buat Definisi Konseptual dan Definisi Operasionalnya 4. Buat Kisi-kisi instrumennya. 5. Susun instrumen penelitiannya.
  • 25.
    Contoh Rumusan MasalahKualitatif Contoh berikut yaitu penelitian M. Junus Melalatoa yang berjudul “Meneliti Pembangunan Masyarakat Desa Gayo di Aceh Tengah” dalam Kuntjaraningrat dan Donald K. Emmerson, ed., (1985: 22-23). Masalah Penelitian: Mulai akhir triwulan pertama tahun 1974 saya diberi kesempatan oleh Universitas Indonesia untuk melakukan penelitian di daerah pedesaan Gayo, Aceh tengah, selama masa satu tahun. Adapun yang menjadi masalah pokok dalam penelitian ini adalah, meneliti bagaimana faktor-faktor sosial-budaya mempengaruhi kemakmuran masyarakat desa di daerah ini. Di Samping itu saya harus berusaha menghimpun sebanyak mungkin data-data etnografis yang memang sejak deskripsi-etnografis dari C.Snouck Hurgronye Het Gayoland en Zijn Bewoners (1903) yang sangat kurang lengkap itu, sepanjang pengetahuan saya belum pernah dilukiskan secara menyeluruh. Masalah pokok penelitian sudah tentu terlebih dahulu memerlukan perumusan dari konsep “kemakmuran”, yang sebenarnya bersifat sangat relatif. Konsep kemakmuran untuk keperluan penelitian ini, saya dasarkan atas pendirian bahwa orang bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan primer dalam hal meningkatkan mutu hidupnya.
  • 26.
    Kebutuhan primer dalamkehidupan sehari-hari dari orang pedesaan Gayo saya ukur dengan metode penelitian anggaran rumah tangga dari dua sampel rumah tangga petani, dari dua buah desa yang diperkirakan berbeda kemakmurannya. Anggaran rumah tangga mengandung unsur-unsur anggaran penerimaan dan pengeluaran rumah tangga di desa-desa yang diteliti itu pada khususnya atau di daerah Gayo pada umumnya, diperlukan adanya unsur-unsur berupa hasil pertanian ialah hasil sawah, hasil ladang empus seperti kopi, tembakau, buah-buahan, palawija, kayu api dan lain-lain. Penerimaan dari pekerjaan sebagai buruh ialah upah, uang lembur dan lain-lain, atau sebagai pegawai, misalnya gaji, uang lembur, rumah instansi, kendaraan dinas, memburuh (tung-upah), guru pengajian, mendukun (guru kampung). Penerimaan rumah tangga yang lain berasal dari pemeliharaan ternak, menangkap ikan, usaha dagang, hadiah atau pemberian, hasil kerajinan, memberi pertunjukan, menang lotre dan lain-lain.
  • 27.
    CARA MEMECAHKAN MASALAH 1. CARA BERPIKIR ANALITIK 2. CARA BERPIKIR SINTETIK
  • 28.
    MENGEMUKAKAN MASALAH: 1.Menerangkan dengan jelas apa yang akan diterangkan/dipecahkan 2. Membatasi ruang lingkup pada suatu per-soalan khusus
  • 29.
     Latar BelakangMasalah - Narasi tentang variabel Y (Deduktif)/Teori/ konsep - Narasi tentang variabel X - Narasi tentang kondisi/isu faktual/empiris dari X dan Y (sesuaikan dengan wilayah kajian penelitian) - Pentingnya penelitian dilakukan/ pernyataan.
  • 30.
    TEORI Suatu himpunanpengertian yang saling berkaitan, serta proposisi yang menyajikan pandangan sistematis tentang gejala-gejala dengan jalan menetapkan hubungan yang ada diantara variabel-variabel, dengan tujuan: a. Menjelaskan b. Mengontrol/mengendalikan c. Meramalkan/memprediksi gejala-gejala tersebut. Misal: Teori motivasi dua faktor dari Herzberg Teori kepemimpinan dari Hersey dan Blanchard Teori job longevity dari Katz TEORI PETUNJUK HIPOTESIS (Bukan pengetahuan yang sudah pasti)
  • 31.
    Dalam bidang AdministrasiPendidikan, Hoy dan Miskel (2001) mendefinisikan bahwa teori adalah seperangkat konsep, asumsi dan generalisasi yang dapat digunakan untuk mengungkapkan dan menjelaskan perilaku dalam berbagai organisasi. Sebagai konsep dalam administrasi adalah kepemimpinan, kepuasan, organisasi informal. Asumsi merupakan pernyataan diterima kebenarannya tanpa pembuktian. Contoh: Administrasi merupakan generalisasi tentang perilaku semua manusia dalam organisasi. Administrasi merupakan proses pengarahan dan pengendalian kehidupan dalam organisasi sosial.
  • 32.
    Mengapa pendidikan diIndonesia belum menghasilkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, dapat dijelaskan melalui teori yang berfungsi menjelaskan. Setelah SDM tidak berkualitas, maka bagaimana akibatnya terhadap perekonomian dan iptek nasional, dijawab dengan teori yang berfungsi prediksi/meramalkan. Supaya pendidikan di Indonesia dapat menghasilkan SDM yang berkualitas, dijawab dengan teori yang berfungsi pengendalian (fungsi kontrol/mengendalikan)
  • 33.
    MENULIS TEORI DIBAB II/TINJAUAN PUSTAKA 1. Variabel Y Kajian secara narasi dari teori (minimal 5 texbook asing) dan beberapa pendapat dari literatur Indonesia dan Internet, kemudian diakhiri dengan sintesis. 2. Variabel X1 Kajian secara narasi dari teori (minimal 5 texbook asing) dan beberapa pendapat dari literatur Indonesia dan Internet, kemudian diakhiri dengan sintesis. 3. Variabel X2 Kajian secara narasi dari teori (minimal 5 texbook asing) dan beberapa pendapat dari literatur Indonesia dan Internet, kemudian diakhiri dengan sintesis.
  • 34.
    BAB II TINJAUANPUSTAKA, KERANGKA BERPIKIR, DAN HIPOTESIS PENELITIAN
  • 35.
    HIPOTESIS DEFINISI HIPOTESIS: Jawaban sementara yang disarankan sebagai pemecahan masalah atau sebagai keterangan mengenai suatu peristiwa tertentu. FUNGSI HIPOTESIS 1. Memberi keterangan tentatif 2. Hipotesis menyatakan hubungan yang dapat diuji melalui penelitian. 3. Hipotesis memberikan arah penelitian.
  • 36.
    Contoh Hipotesis Penelitian Contoh Penelitian Hubungan 2 Variabel Bebas dengan 1 Variabel Terikat Searah (positif) lawannya berlawanan arah (negatif):  Terdapat hubungan positif antara imbalan dengan kinerja.  Terdapat hubungan positif antara kepuasan kerja dengan kinerja.  Terdapat hubungan positif antara imbalan, dan kepuasan kerja secara bersama-sama dengan kinerja. Dua arah:  Terdapat hubungan antara motivasi dengan kinerja
  • 37.
    Contoh Hipotesis Penelitian Contoh Penelitian Pengaruh 2 Variabel Bebas dengan 1 Variabel Terikat  Kepemimpinan berpengaruh langsung positif terhadap komitmen organisasi.  Kepuasan kerja berpengaruh langsung positif terhadap komitmen organisasi.  Kepemimpinan berpengaruh langsung positif terhadap kepuasan kerja.  Kepemimpinan berpengaruh tidak langsung terhadap komitmen organisasi tetapi melalui kepuasan kerja.
  • 38.
    BAB III METODOLOGIPENELITIAN 1. Metode Penelitian 2. Populasi dan Sampel 3. Teknik Pengumpulan Data 4. Waktu dan Tempat Penelitian 5. Teknik Pengolahan Data 6. Teknik Analisis Data 7. Tempat dan Jadwal Penelitian
  • 39.
    Metode Penelitian 1.Studi Kasus (Tidak dapat digeneralisasikan hasilnya) 2. Survey (Deskriptif, eksploratif) (Hasil penelitian dapat digeneralisasikan dengan cara pengambilan sampel). Sampel ------ Populasi 3. Experimen (ada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol)
  • 40.
    DESAIN PENELITIAN: 1.Desain Survey, digunakan pada penelitian deskriptif, eksploratif, dan eksperimen. Kualitas survey antara lain bergantung pada: a. Jumlah orang yang dijadikan sampel b. Taraf sampel representatif, dan c. Tingkat kepercayaan informasi yang diperoleh dari sampel 2. Desain Studi Kasus Case Study dapat mengenai perkembangan sesuatu, dapat pula memberikan gambaran tentang keadaan yang ada. Bahan untuk case study, dapat diambil dari sumber-sumber seperti: a Laporan hasil pengamatan b Catatan pribadi c Kitab harian atau biografi orang yang diselidiki d Laporan atau keterangan dari seseorang yang mengetahui tentang objek/subjek yang sedang diteliti.
  • 41.
    3. Desain Eksperimen Dalam desain eksperimen terdapat kelompok yang disebut kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok Eksperimen, yaitu kelompok yang sengaja dipengaruhi oleh variabel-variabel tertentu, misalnya diberi latihan. Kelompok Kontrol, yaitu kelompok yang tidak dipengaruhi oleh variabel-variabel tersebut, misalnya tidak diberi latihan.
  • 42.
    POPULASI DAN SAMPEL  Populasi adalah keseluruhan unit yg akan diselidiki karakteristiknya  Populasi dapat dibagi atas populasi target dan populasi terjangkau  Populasi terjangkau terdiri dari keseluruhan unit yg benar-benar mendapat kesempatan untuk dipilih sbg sampel  Populasi target adalah populasi yg menjadi daerah generalisasi hasil penelitian
  • 43.
    Populasi adalah keseluruhansubyek penelitian. Populasi berhubungan dengan data, bukan manusianya. Jika setiap manusia memberikan satu data, maka banyaknya/ukuran populasi akan sama dengan banyaknya manusia. Ukuran populasi dapat terhingga dan tak terhingga. Populasi yang merupakan sasaran ideal dari generalisasi hasil penelitian disebut populasi sasaran (target population). Populasi yang merupakan sasaran realistik dari generalisasi hasil penelitian disebut populasi terjangkau (Available population) Sampel diambil dari populasi data yang homogen.
  • 44.
    UKURAN SAMPEL Salah satu faktor penentu kualitas hasil penelitian adalah ukuran sampel  Ada empat pertimbangan yg digunakan dalam menentukan ukuran sampel  Heterogenitas karakteristik populasi  Tingkat presisi yang dikehendaki  Persyaratan teknik statistik yang digunakan dalam analisis data  Ketersediaan sumber (tenaga, waktu & biaya)
  • 45.
    TEKNIK DASAR PENGAMBLAN SAMPEL  Random  Sistematik  Stratified (berstrata)  Cluster (Gugus)  Multi stage
  • 46.
    Sampel dan TeknikSampling (Representatif) a. Sampel random atau sampel acak (setiap unsur dalam populasi memiliki probabilitas yang sama. b. Sampel berstrata (tingkatan). c. Sampel wilayah d. Sampel proporsi (digunakan bersamaan dengan teknik sampling strata) e. Sampel bertujuan (pertimbangan pakar di bidang tsb untuk menentukan ukuran sampel yang representatif) f. Sampel kuota (saat pengumpulan pendapat menurut pembatasan tertentu misalnya kelamin tertentu, umur tertentu, penghasilan tertentu) g. Sampel kelompok/gugus (Bila populasi sangat besar atau tersebar di wilayah yang luas)
  • 47.
    Distribusi Sampling (JamesT. McClave) Apabila sampel acak yang besarnya n berulang-ulang diambil dari sebuah populasi normal, dengan rata-rata μ dan variansi σ², maka distribusi sampling dari rata-rata sampel akan normal dengan rata-rata μ dan σ²/n. Dalam kehidupan nyata tidak ada populasi normal secara sempurna. Ambil sampel acak dari populasi n. Dari setiap sampel ini diperoleh rata-rata sampel yang akan bervariasi dan membentuk kluster sekitar rata-rata populasi μ . Hasilnya adalah kurva normal. Selanjutnya simpangan baku dan distribusi normal rata-rata sampel menjadi σ/√n. Makin besar sampel yang dipilih, makin kecil simpangan baku pada distribusi sampling sehingga makin mengelompok rata-rata sampel.
  • 48.
    Formula yang dapatdigunakan (Simple Random Sampling): 1. Tabel Bilangan Random (William G. Cochran) 2. Tabel Krejcie Morgan (ditentukan jumlah populasi terjangkau, lalu ukuran sampelyang harus diambil) 3. Slovin 4. Distribusi sampling dengan distribusi normal rata-rata sampel.
  • 49.
    Roscoe dalam ResearchMethods For Business menyarankan ukuran sampel sebagai berikut: 1. Ukuran sampel yang layak dalam penelitian adalah 30 sampai dengan 500. 2. Bila sampel dibagi dalam kategori (misalnya: pria-wanita, pegawai negeri-swasta), maka jumlah sampel setiap kategori minimal 30. 3. Bila dalam penelitian melakukan analisis dengan multivariate (korelasi atau regresi ganda), maka jumlah sampel minimal 10 kali jumlah varibel yang diteliti. 4. Untuk penelitian eksperimen yang sederhana, kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing antara 10 s/d 20.
  • 50.
    Metode Pengumpulan Data 1. Wawancara a. Bebas b. Terpimpin c. Bebas terpimpin 2. Observasi a. Non Sistematis b. Sistematis 3. Kuesioner 4. Dokumentasi 5. Focus Group Discution
  • 51.
    INSTRUMEN PENELITIAN Tes - Tes tertulis - Tes lisan - Tes perbuatan  Kuesioner Skala Sikap Skala Penilaian  Format observasi
  • 52.
    LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN INSTRUMEN  Mengkaji konsep  Konstruk - definisi konsep - definisi operasional  Mengembangkan dimensi & indikator  Membuat kisi-kisi  Menetapkan rentang parameter  Identifikasi ciri kutup  Menulis butir instrumen
  • 53.
    LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN INSTRUMEN(lanjutan)  Proses validasi konsep - telaah/jastifikasi pakar - panel  Perbaikan/revisi  Proses validasi empiris - uji coba instrumen - analisis data hasil uji-coba (uji validitas)  Seleksi butir valid  Perakitan instrumen
  • 54.
    Validitas dan Reliabilitas Validitas ---------apakah suatu alat mampu mengukur apa yang seharusnya diukur oleh alat tersebut. Validitas langsung (analisa rasional dan putusan profesi (Professional judgment). Validitas deriatif bergantung pada pembuktian statistik dan empiris. Kerlinger membagi validitas: a. Validitas isi tidak dapat dinyatakan dalam bentuk angka. Melalui butir-butir tes dapat diketahui wilayah isi yang sedang diukur (dengan test) b. Validitas konstruk---- validitas internal (analisis butir kuesioner) c. Validitas kriteria----prediktif (ada data prediktor dan data patokan misal nilai yang diperoleh seseorang dalam suatu mata kuliah)
  • 55.
    Validitas konkuren ditentukanmelalui analisis korelasi atau diskriminasi. Koefisien korelasi dihitung antara skor hasil instrumen yang baru dikembangkan dan skor hasil instrumen lain yang telah ada (dibuat) sebelumnya yang digunakan pada waktu yang bersamaan atau berbeda.
  • 56.
    Reliabilitas Indeks yangmenunjukkan apakah suatu alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Reliabilitas dapat dilakukan dengan reliabilitas eksternal yaitu dengan teknik paralel (dengan menyusun dua stel instrumen) dan teknik ulang. Masing-masing dihitung dengan korelasi. Sedangkan reliabilitas internal dilakukan dengan mengadakan pengetesan dengan menggunakan rumus belah dua, rumus K-R, rumus Alpha Cronbach, dsb. K-R, Validitas Biserial/point biserial Alpha Cronbach , Pearson Catatan: Indeks Reliabilitas tidak dikonsultasikan dengan r tabel (r kritis)
  • 57.
    MENULIS INSTRUMEN DIBAB III 1. Variabel X1 a. Definisi Konseptual b. Definisi Operasional c. Kisi-kisi Instrumen d. Validasi Instrumen 1) Uji Validitas 2) Perhitungan Reliabilitas 2. Variabel X2 a. Definisi Konseptual b. Definisi Operasional c. Kisi-kisi Instrumen d. Validasi Instrumen 1) Uji Validitas 2) Perhitungan Reliabilitas
  • 58.
    Variabel Y atauX3 a. Definisi Konseptual b. Definisi Operasional c. Kisi-kisi Instrumen d. Validasi Instrumen 1) Uji Validitas 2) Perhitungan Reliabilitas
  • 59.
    CONTOH DEFINISI KONSEPTUAL  Kepemimpinan adalah aktivitas mempengaruhi anggota organisasi dalam mencapai hasil kerja yang di harapkan. Aktivitas tersebut dapat berupa: (1) pemberian tugas, (2) pendelegasian wewenang, (3) hubungan antar anggota, dan (4) pemberian penghargaan.
  • 60.
    CONTOH DEFINISI OPERASIONAL  Kepemimpinan adalah penilaian guru terhadap aktivitas mempengaruhi kepala sekolah dalam mencapai hasil kerja yang di harapkan diperoleh dari skor jawaban responden yang mengukur tentang: (1) pemberian tugas, (2) pendelegasian wewenang, (3) hubungan antar anggota, dan (4) pemberian penghargaan.
  • 61.
    KISI-KISI INSTRUMEN No.Variabel Indikator No. Item 1. Kepemimpinan 1. Pemberian tugas 2. Pendelegasian wewenang 3. Hubungan antar anggota 4. Pemberian penghargaan 1-10 11-15 16-20 21-30 2. Budaya Organisasi
  • 62.
    Instrumen (Kuantitatif) No.Pernyataan SS S R TS STS 1. 2. 3. Dst.
  • 63.
    CONTOH 1. Kepalasekolah memberikan tugas kepada guru dengan memperhatikan kemampuan profesionalnya SSR SR JR PH TPH 2. Kepala sekolah memberikan arahan pada setiap tugas yang diberikan SSR SR JR PH TPH
  • 64.
    CONTOH DEFINISI KONSEPTUAL  Pengetahuan Kepemimpinan adalah kemampuan kognisi seseorang berupa aspek mengetahui, memahami, dan mengaplikasi untuk mempengaruhi anggota organisasi dalam mencapai hasil kerja yang di harapkan dengan indikator: (1) pemberian tugas, (2) pendelegasian wewenang, (3) hubungan antar anggota, dan (4) pemberian penghargaan.
  • 65.
    CONTOH DEFINISI OPERASIONAL  Pengetahuan Kepemimpinan adalah penilaian terhadap kemampuan kognisi mengetahui, memahami, dan mengaplikasi yang dimiliki kepala sekolah dalam mempengaruhi guru dan staf administasi untuk mencapai hasil kerja yang di harapkan diukur dengan indikator: (1) pemberian tugas, (2) pendelegasian wewenang, (3) hubungan antar anggota, dan (4) pemberian penghargaan.
  • 66.
    Aspek Indikator MengetahuiMemahami Mengaplikasi Jumlah 1. Pemberian tugas 2. Pendelega sian wewenang 3. Hubungan antar anggota 4. Pemberian pengharga an 1,2,3 4,5,6 7, 8,9 9 Dst.
  • 67.
    Analisis Data Korelasional/Hubungan: a. Uji prasyarat 1. Normalitas data (Liliefors Galat Taksiran) 2. Homogenitas varians (Uji-F atau Uji Bartlett) b. Uji hipotesis (Uji korelasi sederhana + Uji signifikansi (uji-t), determinasi/kontribusi, regresi sederhana + uji keberartian regresi dengan uji-F, uji korelasi parsial + uji signifikansi) Uji Korelasi Ganda + uji signifikansi, determinasi/kontribusi, Uji Regresi Ganda + Uji Keberartian regresi, Rangkuman hasil uji hipotesis)
  • 68.
    Analisis Data AnalisisJalur (Pengaruh): a. Uji prasyarat 1. Normalitas data (Liliefors Galat Taksiran) 2. Homogenitas varians (Uji-F atau Uji Bartlett) b. Uji hipotesis (Uji korelasi sederhana + Uji signifikansi (uji-t), uji jalur/model hipotetik, Rangkuman hasil uji hipotesis/model empiris)
  • 69.
    HIPOTESIS STATISTIK 1.Korelasional/Hubungan a. H0: ρy1 = 0 H1: ρy1 > 0 b. H0: ρy2 = 0 H1: ρy2 > 0 c. H0: ρy.12 = 0 H1: ρy.12 > 0 ρ = rho
  • 70.
    HIPOTESIS STATISTIK 2.Pengaruh/Kausal/Analisis Jalur: a. H0: p12 = 0 H1: p12 > 0 b. H0: p23 = 0 H1: p23 > 0 c. H0: p13.2 = 0 H1: p13.2 > 0 p = phi
  • 71.
    B. PEMBAHASAN (Kuantitatifdan kualitatif) 1. Temuan Hipotesis Pertama 2. Temuan Hipotesis Kedua 3. Temuan Hipotesis Ketiga Bahas temuan penelitian (model empirik) dengan model teoritik atau teori yang relevan dari Bab II + hasil penelitian yang relevan (jika ada).
  • 72.
    Metodologi Penelitian Kualitatif 1. Metodologi Penelitian dan Positivisme 2. Metodologi Penelitian dan Rasionalisme 3. Metodologi Penelitian dan Postpositivisme Phenomenologi Interpretif Penelitian kualitatif lebih mengarah ke penelitian proses daripada produk dan membatasi pada satu kasus. Data dalam kualitatif disajikan dalam bentuk kata verbal . Olahan data kata verbal dimulai dengan menuliskan hasil obser-vasi, wawancara, atau rekaman, mengedit, mengklasifikasi, mereduksi, dan menyajikan. Pada penelitian kualitatif, pekerjaan pengumpulan data harus langsung diikuti dengan pekerjaan menuliskan, mengedit, meng-klasifikasi, mereduksi, dan menyajikan yang disebut sebagai analisis selama pengumpulan data (Miles dan Huberman, 1984).
  • 73.
    Positivisme (Korespondensi) Paradigma kuantitatif Ontologi: Realitas dapat dipecah-pecah, dapat dipelajari independen, dieliminasikan dari obyek yang lain, dan dapat dikontrol. Kerangka teori dirumuskan spesifik dan menuntut pembuatan kerangka teori. Epistemologi: Menuntut pilahnya subyek peneliti dengan obyek penelitian. Tujuan penelitian adalah menyusun bangunan ilmu nomo-thetik (ilmu yang berupaya membuat hukum dari generali-sasi). Kebenaran dicari lewat hubungan kausal-linier, tiada akibat tanpa sebab, dan tiada sebab tanpa akibat. Teori kebenaran yang dibangun termasuk teori korespondensi (ada realita empirik sensual/indriawi) Aksiologi: Dituntut penelitian bebas nilai (Value free). Dapat ditampilkan prediksi atau hukum yang bebas waktu dan tempat.
  • 74.
    Rasionalisme (Koherensi) Secaraontologi dan aksiologi terdapat perbedaan yang mendasar antara positivisme dengan rasionalisme. Positivisme secara ontologi lemah dalam membangun konsep teoritik (tidak jelas), tiada teori baru, kecuali pembenahan-pembenahan, dan tetap menampilkan kontroversi yang tak terselesaikan. Positivisme secara aksiologi, kebenaran empirik (sensual) hanya diukur dengan kebenaran indriawi, tanpa empirik logik dengan ketajaman pemikiran. Dalam rasionalisme proses berpikir tidak terbatas pada proses linier antara sebab dan akibat atau bukan dalam makna deduksi induksi saja, tetapi proses ada dalam tata pikir logik lainnya, misalnya konver-gensi- divergensi (pertemuan pada suatu titik – perbedaan/ penyimpangan), instrumental-substansial ( berkenaan dengan - berjumlah besar) sentral-perifer (terpusat – terendah) dan lain-lain. Persamaan positivisme dan rasionalisme yaitu berusaha memilahkan antara subyek peneliti dengan obyeknya. Dalam rasionalisme, ada dua tahap generalisasi yaitu generalisasi dari obyek spesifik atas hasil uji-makna-empirik, dan pemaknaan hasil uji reflektif kerangka teoritik dengan pemaknaan indikasi empirik.
  • 75.
    Postpositivisme Phenomenologi Interpretatif Ontologi: Menuntut pendekatan holistik, mendudukkan obyeknya dalam suatu konstruksi ganda, melihat obyeknya dalam satu konteks natural bukan parsial. Epistemologi: Menolak penggunaan kerangka teori sebagai langkah persiap-an penelitian. Obyek dilihat dalam konteksnya dan mengguna-kan tata pikir logik. Subyek peneliti bersatu dengan subyek pendukung obyek peneliti. Aksiologi: Mengakui kebenaran etik (akal budi/moral), ada value bound (Egon G. Guba). Phenomenologi mengakui kebenaran sensual, empirik logik, empirik etik, dan empirik transendental (maha tinggi).
  • 76.
    Paradigma Naturalistik Egon G. Guba mengatakan ada 14 karakteristik dalam penelitian kualitatif naturalistik yang saling berkaitan jika digunakan. 1. Konteks natural, yaitu suatu konteks kebulatan menyeluruh. Suatu phenomena hanya dapat dimaknai dalam keseluruhan dan merupakan hasil peran timbal balik. 2. Instrumen human, yaitu hanya dapat dilakukan oleh peneliti itu sendiri sebagai instrumen. 3. Pemanfaatan pengetahuan tak terkatakan yang memperkaya hal-hal yang diekspresikan. 4. Metoda kualitatif 5. Pengambilan sampel secara purposive, yaitu dipilih pada kasus- kasus ekstrim untuk dicari maknanya. Hasilnya bukan untuk generalisasi, Guba mengatakan satu kasus mungkin dapat transferabel pada kasus lain. Dengan konsep positivistik, hasil penelitian dapat digeneralisasikan pada parent population-nya, yaitu pada populasi yang memiliki ciri kasus tersebut. Konsep generalisasi pada positivistik diganti konsep transferabilitas.
  • 77.
    6. Analisis datainduktif. 7. Grounded theory (penyusunan teori yang diangkat dari empiri). 8. Desain sementara. 9. Hasil yang disepakati, yaitu menyepakatkan makna dan tafsir atas data yang diperoleh dengan sumbernya. 10. Modus laporan studi kasus. 11. Penafsiran idiographik (keberlakuan khusus) 12. Aplikasi tentatif (interaksi antara peneliti dengan responden itu bersifat khusus dan tak dapat dipublikasikan). 13. Ikatan konteks terfokus. Dengan pengambilan fokus, ikatan keseluruhan tidak dihilangkan, tidak dilepaskan dari sistem nilai lokalnya. 14. Kriteria kepercayaan. Guba mengistilahkan kredibilitas, trans-ferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas.
  • 78.
    Paradigma naturalistik memperosesdata secara induksi murni. Guba menunjuk cara kerja Glasser dan Strauss dalam men-deskripsikan tahap-tahap kerja metoda konstan komparatif yang sesuai dengan jiwa naturalistik. Tahap-tahap kerja tersebut adalah: 1. Memperbandingkan kejadian yang cocok dengan kategorinya. 2. Mengintegrasikan kategori dengan ciri-cirinya. 3. Merumuskan teori. 4. Menuliskan teori. Grounded Theory, yaitu teori berdasarkan data, seperti teori birokrasi dari Weber dan teori bunuh diri dari Durkheim. Pedoman untuk melahirkan suatu teori antara lain adalah: 1. Digunakan logika yang konsisten 2. Kejelasan masalah 3. Efisiensi 4. Integrasi 5. Ruang lingkup, dll. yang prosesnya didasarkan data empirik bukan hasil berpikir deduktif.
  • 79.
    Model Ethnographik Ethnographik merupakan salah satu model penelitian yang banyak terkait dengan anthropologi, yang mempelajari peristiwa kultural, dan menyajikan pandangan hidup subyek yang menjadi obyek studi.  Ethnographik menyajikan deskripsi tentang cara mereka (obyek studi ilmu-ilmu sosial) berpikir, hidup, dan berperilaku.  Peneliti ethnographik dituntut memahami lebih dalam konteks yang diteliti tanpa membawa prakonsep atau praduga atau teori yang dimiliki.  Peneliti harus mengkonstruksi konsepnya berdasar proses induktif atas empiri, dikonstruksi sesuai dengan cara memandang atau pola perilaku masyarakat yang menjadi obyek penelitiannya.  Peneliti ethnographik berupaya memasuki kawasan yang tak di-kenalnya tanpa membuat generalisasi berdasarkan pengalaman-nya sendiri.  Peneliti mempelajari phenomena sebagai kejadian wajarnya.
  • 80.
     Contoh antropologiadalah “masyarakat petani”, “organisasi kekerabatan”, “masyarakat kota”, “kepercayaan rakyat”, atau “kolonialisme”.  Desain penelitian ethnographik memerlukan waktu partisipasi antara 6 bulan sampai 3 tahun.  Bogdan menyarankan: 1. Jadilah praktisi (tidak terlalu luas/kompleks) 2. Pilihlah tempat di mana anda agak asing. 3. Jangan terlalu berpegang kaku pada rencana anda, sebaiknya lakukan penjajagan dahulu di lapangan. 4. Sejumlah topik sulit untuk dijadikan penelitian, seperti “spesi-fikasi anggaran dan belanja instansi”, “kebijakan personalia”, dsb. yang diperkirakan sulit menembus tembok kerahasiaan. Dua macam desain ethnographik yaitu studi kasus/multi-case studies (lebih dari satu subyek) dan multiple site and subject studies (diarahkan pada pengembangan teori, dan memerlukan banyak lokasi dan subyek, pendekatannya adalah induksi analitik)
  • 81.
    SPRADLEY (1980), mengemukakan langkah-langkah dalam penelitian: (merupakan siklus) a. Menentukan objek penelitian b. Menanyakan pertanyaan ethnographik c. Mengumpulkan data ethnographik d. Membuat catatan ethnographik e. Melakukan analisis data f. Menulis laporan.
  • 82.
    TEKNIK KALIBRASI KEABSAHANDATA Kriteria: (Menurut Burgess, 1984) a. cukup waktu b. kredibilitas c. signifikan d. komprehensif Kredibilitas data (Lincon dan Guba, 1985): a. Perpanjangan waktu tinggal di lokasi penelitian b. Mengadakan observasi secara tekun/terus menerus terhadap subjek yang diteliti c. Menguji secara triangulasi (sumber,metode, peneliti, dan teori) Miles & Huberman, 1984 , Mathison, 1988; Patton, 1986; dan Lincon & Guba, 1985. d. Mengadakan analisis kasus negatif e. Mengadakan pengecekan anggota dalam rangka memeriksa data yang telah dikumpulkan guna mencocokkan persepsi antara peneliti dengan anggota peneliti lainnya f. Mengadakan diskusi dengan teman sejawat
  • 83.
    g. Mengadakan pengecekankecukupan referensi. Triangulasi teori, penjelasan banding melalui pengecekan referensi (jika fakta tertentu tidak dapat diperiksa derajat kepercayaannya melalui cara lain). Triangulasi Sumber: Dilakukan dengan membandingkan: a. Data hasil wawancara dengan beberapa orang kunci (key informan) dengan data pengamatan b. Data tentang apa yang dikatakan subjek penelitian dengan situasi/waktu yang berbeda c. Membandingkan pendapat dan pandangan antara orang-orang kunci yang dengan yang lain d. Membandingkan data yang diterima dari orang-orang kunci dengan dokumen yang ada.
  • 84.
    Triangulasi metode Dilakukandengan menggunakan lebih dari satu strategi penelitian. Triangulasi peneliti Dilakukan dengan memanfaatkan orang-orang kunci maupun subjek sebagai penyelidik pembantu Kriteria Signifikan Dilakukan dengan menuliskan secara lengkap termasuk kutipan secara langsung hasil wawancara dengan partisipant, atau catatan tentang apa yang dilakukan peneliti, kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pemberian makna, dan fenomena konkrit dalam bahasa partisipant (Burgess, 1984).
  • 85.
    Kriteria Menyeluruh (Comprehensiveness) Dimaksudkan untuk mendapatkan sumber informasi alternatif. Konfirmasi merupakan suatu proses yang mengacu kepada hasil penelitian. Apabila data cukup koheren, maka temuan penelitian dianggap memenuhi syarat. Jika tidak, maka temuan dianggap gugur, dan peneliti ke lapangan kembali.
  • 86.
    Langkah-langkah Penelitian: (Contohdi dalam pelaksanaannya) 1. Mengadakan grand tour observation untuk mengetahui kondisi awal dari objek yang diteliti 2. Menentukan fokus atau masalah penelitian melalui informasi dari beberapa orang kunci (key information)---- sifatnya sementara 3. Menentukan lokasi penelitian setelah permasalahannya dapat dilihat secara jelas 4. Pengumpulan data lapangan, misalnya dilakukan dengan tahapan-tahapan atau waktu 5. Penetapan orang-orang kunci (key informan) sebagai pemberi data 6. Mengumpulkan data dengan menggunakan instrumen: wawancara, observasi, dan menelaah dokumen-dokumen 7. Menyusun format analisis data 8. Menganalisis data pada waktu pengumpulan data dan setelah data terkumpul 9. Menyusun hasil penelitian dan membahas hasil penelitian dengan membandingkannya dengan kepustakaan/referensi 10. Memberikan makna terhadap hasil penelitian, dan pengambilan kesimpulan.
  • 87.
    ANALISIS DATA (Kualitatif) 1. Analisis Selama Pengumpulan Data Milles & Huberman, 1984, mengemukakan metode: a. Mengembangkan catatan lapangan mengkategorikan data dan memberi kode pada data b. Memasukkan data ke dalam format analisis c. Mengembangkan pertanyaan untuk mengumpulkan data selanjutnya. 2. Analisis Setelah Data Terkumpul a. Mengumpulkan dan memberi nomor secara kronologis sesuai dengan waktu pengumpulan data b. Meneliti ulang data dan mengelompokkannya dalam satu format kategori dan klasifikasi data sesuai dengan kodenya c. Memaparkan data yang telah dianalisis dengan fokus masing-masing penelitian d. Penarikan beberapa kesimpulan.
  • 88.
    Penelitian tindakan/Action Research Stephen Kemmis:  Refleksi diri yg dilakukan partisipan  Penelitian yg bersifat partisipatif dan kolaboratif  Metoda yg handal untuk menjembatani teori dan praktek
  • 89.
    Pengertian: Riset Aksi/ActionResearch  Penelitian tentang, untuk, dan oleh kelompok sasaran bersama peneliti, dengan memanfaatkan interaksi, partisipasi, dan kolaborasi bersama dengan kelompok sasaran  Suatu strategi pemecahan masalah dengan memanfaatkan tindakan nyata untuk mendeteksi dan memecahkan masalah dalam rangka mengembangkan kemampuan kelompok sasaran  Dalam praktek, riset ini menggabungkan antara tindakan bermakna dengan prosedur penelitian, untuk memecahkan suatu masalah serta mencari dukungan ilmiahnya. Peneliti dan masyarakat sasaran secara sadar dan bersama-sama merumuskan suatu tindakan atau intervensi yang cermat untuk memperbaiki situasi yang diinginkan.
  • 90.
    Prinsip-prinsip dalam RisetAksi  Tindakan atau intervensi dan observasinya tidak boleh mengganggu kegiatan utama.  Metode dan tekniknya tidak boleh terlalu dipaksakan, baik dari segi kemampuan maupun waktunya  Metodologi yang digunakan harus direncanakan secara cermat, sehingga tindakan dapat dirumuskan dalam suatu hipotesis yang dapat diuji di lapangan  Permasalahan yang dipilih harus benar-benar nyata, menarik, mampu ditangani, berada dalam jangkauan kewenangan peneliti dan masyarakat untuk melakukan perubahan.  Peneliti harus tetap memegang etika dan tatakrama penelitian dan rambu-rambu yang berlaku umum.  Kegiatan riset aksi merupakan kegiatan berkelanjutan (on-going ), jika perlu dilakukan untuk beberapa siklus, sampai tindakan perbaikan benar-benar dapat dilakukan.
  • 91.
    Jenis Penelitian Tindakan Partisipatory Action Research  Biasanya dilakukan sebagai strategi transformasi sosial yang menekankan pada keterlibatan masyarakat, rasa ikut memiliki program, dan analisis problem sosial berbasis masyarakat.  Disini suatu rekayasa untuk perubahan sosial direncanakan, kemudian dilakukan, diamati dan dievaluasi/ dilakukan refleksi setelah berjalan selama jangka waktu tertentu.
  • 92.
    Critical Action Research  Biasanya dilakukan oleh kelompok yang secara kolektif mengkritisi masalah praksis, dengan penekanan pada komitmen untuk bertindak menyempurnakan situasi, misal hal-hal yang terkait dengan ketimpangan jender atau ras.  Kelompok peneliti masuk dan bergabung dengan kelompok sasaran, untuk mengetahui lebih dalam berbagai hal yang menjadi fokus riset aksi, sambil melakukan tindakan yang telah direncanakan bersama kelompok sasaran.
  • 93.
    Classroom Action Research  Biasanya dilakukan oleh guru di kelas atau sekolah tempat ia mengajar, dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praksis pembelajaran.  Guru merencanakan perubahan yang akan dilakukan bersama dengan para siswa, bersama observer lainnya (jika ada) sambil melakukan observasi, dan proses belajar berlangsung sesuai dengan jadwal belajar seperti biasanya.
  • 94.
    Institutional Action Research  Biasanya dilaksanakan oleh pihak manajemen atau orgnisasi untuk meningkatkan kinerja, proses dan produktivitas dalam suatu lembaga. Intinya juga tindakan yang berupaya memecahkan masalah-masalah organisasi atau manajemen melalui pertukaran pengalaman secara kritis.  Riset aksi dilakukan bersama konsultan yang memiliki keahlian di dalam melakukan tindakan perubahan dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi atau manajemen
  • 95.
    Karakteristik Riset Aksi  Riset aksi itu sifatnya situasional, terkait dengan pemecahan masalah dalam konteks tertentu, dan masalah yang dipecahkan terkait langsung dengan kehidupan sosial kelompok sasaran yang diteliti.  Riset aksi merupakan upaya kolaboratif antara peneliti dengan kelompok sosial yang menjadi obyek riset, untuk secara bersama memecahkan masalah yang ada di kelompok sasaran tersebut.  Riset aksi bersifat self-evaluatif, kegiatan modifikasi dari praksis secara kontinyu, dievaluasi dalam situasi yang terus berjalan, yang akhirnya dilakukan perbaikan dalam praktek nyata.
  • 96.
     Riset aksibersifat luwes dan menyesuaikan, sehingga prosedurnya cocok untuk situasi sosial yang sedang berjalan, yang kadang memiliki masalah-masalah yang kompleks  Riset aksi terutama memanfaatkan data pengamatan dan perilaku empirik, untuk melihat ada kemajuan atau tidak, sementara prosesnya terus berjalan.  Keketatan ilmiah Riset aksi memang agak longgar, sebagai antitesis dari desain riset eksperimental yang ketat. Sifat sasarannya situasional-spesifik, untuk memecahkan masalah praksis. Temuan-temuannya tidak dapat digeneralisasi, namun pengumpulan data dan cara mengolahnya secermat mungkin dengan keteguhan ilmiah.
  • 97.
    Planning Kurt Lewin: Acting Observing Reflecting
  • 98.
    Disain Penelitian TindakanModel Kemmis & Taggart
  • 99.
    Prosedur Pelaksanaan PenelitianTindakan  Penetapan Masalah Penelitian  Perencanaan Tindakan: a. Implementasi tindakan Hipotesis Tindakan b. Analisis Kelaikan Hipotesis Tindakan c. Persiapan Tindakan  Observasi/Pelaksanaan Tindakan: a. Pelaksanaan Tindakan b. Observasi dan Interpretasi c. Diskusi Balikan  Analisis dan Refleksi a. Analisis Data b. Refleksi  Perencanaan Tindak Lanjut
  • 100.
    Monitoring dalam penelitiantindakan  Objek monitoring: Perubahan apa saja yang telah terjadi dalam proses? Perubahan apa saja yang telah terjadi dalam hasil belajar?  Teknik dan alat monitoring: Pedoman pengamatan Tes Catatan lapangan dan Anecdotal Records Analisis dokumen Kartu Portfolio Angket dan wawancara Perekaman suara/gambar Sosiometri Bukti dokumen Slide
  • 101.
    Observasi dalam penelitiantindakan  Observasi Peer (Pengamatan sejawat)  Supervisi Klinis  Observasi terstruktur
  • 102.
    Analisis dalam penelitiantindakan kelas A. Kerangka kerja analisis (Diuraikan 1. Validasi hipotesis 2. Interpretasi dengan acuan teori 3. Tindakan untuk perbaikan B. Koleksi data C. Validasi hipotesis D. Interpretasi E. Tindakan/Implementasi (makna data, rencana strategi, monitoring/evaluasi)
  • 103.
    Validasi Hipotesis Dengan menggunakan teknik yang sesuai: a. Saturasi = apakah tidak ditemukan lagi data tambahan b. Triangulasi= informasi “segitiga”
  • 104.
    PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN (R & D) Adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Penelitian ini bersifat longitudinal. Untuk dapat menghasilkan produk tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat berfungsi di masyarakat luas, maka diperlukan penelitian untuk menguji keefektifan produk tersebut.
  • 105.
    Langkah-langkah R &D Potensi dan Masalah Pengumpulan data Desain Produk Validasi Desain Ujicoba Produk Revisi Desain Revisi Produk Ujicoba Pemakaian Revisi Produk Produksi Masal
  • 106.
    Penyusunan Proposal (Kuantitatif) A. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah 2. Identifikasi Masalah 3. Pembatasan Masalah 4. Rumusan Masalah 5. Manfaat Penelitian: a. Teoretis (keilmuan) b. Praktis (tempat, responden)
  • 107.
    B. TINJAUAN PUSTAKA,KERANGKA TEORETIK DAN HIPOTESIS PENELITIAN 1. Kajian Teori/Konsep (Selalu dirumuskan sintesa teori dari masing-masing variabel) 2. Kerangka Teoretik 3. Hipotesis Penelitian (Hanya H1 atau Hipotesa Kerja) C. METODOLOGI PENELITIAN 1. Tujuan Operasional Penelitian (sesuai rumusan masalah) 2. Tempat dan Waktu Penelitian 3 Metode Penelitian (Jelaskan alasannya) 4. Populasi dan Sampel (Sertakan teknik sampling yang digunakan) 5. Instrumen (Buat sesuai Variabel Penelitiannya, yaitu Y, X1, dan X2) terdiri dari: a. Definisi Konseptual b. Definisi Operasional + Indikator c. Kisi-kisi Instrumen Penelitian d. Pengujian Validitas dan Perhitungan Reliabilitas. 6. Teknik Pengumpulan Data (Uraikan langkah-langkah penelitiannya)
  • 108.
    7. Teknik AnalisisData a. Uji Prasyarat Analisis (Gunakan Uji Normalitas Populasi Galat Taksiran (Liliefors), Regresi Linear, dan Uji Homogenitas Varians) b. Uji Hipotesis (Sesuaikan dengan rumusan masalah, skala pengukuran, dan disain penelitian) 1) Rumus Uji Hipotesis (Uji korelasi sederhana + uji parsial, Uji Keberartian regresi, dan Uji Signifikansi (uji-t) 2) Hipotesis Statistik (H0 dan Ha) DAFTAR PUSTAKA
  • 109.
    Penyusunan Proposal (Kualitatif) A. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah 2. Fokus Penelitian 3. Rumusan Masalah/Pertanyaan Penelitian 4. Tujuan Penelitian 5. Manfaat Penelitian: a. Teoretis (keilmuan) b. Praktis (tempat, responden)
  • 110.
    B. TINJAUAN PUSTAKA Kajian Teori/Konsep sesuai fokus penelitiannya C. METODOLOGI PENELITIAN 1. Setting Penelitian (kondisi lokasi/letak geografis, tempat penelitian, waktu, dan gambaran awal penelitian sebagai hasil studi penjajagan/grand tour observation diuraikan dengan jelas dan lengkap termasuk peta lokasi/gambaran tempat/foto-foto awal studi penjajagan) 2. Metode Penelitian (Jelaskan alasannya) 3. Sumber Data/Key Informan 4. Instrumen Penelitian (Jelaskan instrumen penelitian yang digunakan dan bagaimana penggunaannya di lapangan) 5. Langkah-langkah Penelitian (uraikan mulai peneliti menjadi partisipan/instrumen sampai proses pengolahan data/informasi) 6. Teknik Pengolahan Data (Jelaskan prosedur pengolahannya) 7. Kredibilitas Keabsahan Data DAFTAR PUSTAKA
  • 111.
    CATATAN: BEBERAPA MODELRISET TERBARU DAN SEGERA DISOSIALISASIKAN DI PPs. UNJ AKAN DISUSULKAN DALAM BENTUK PEDOMAN PENULISAN TESIS YANG HARUS DIMILIKI MAHASISWA. ANTARA LAIN: PENELITIAN EVALUASI PROGRAM/KEBIJAKAN PENELITIAN TINDAKAN PENELITIAN PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENELITIAN PENGEMBANGAN MODEL PENELITIAN EKSPERIMENT
  • 112.
    “Jika Anda tidakberusaha melakukan sesuatu melampaui apa yang telah Anda kuasai saat ini, Anda tidak pernah akan tumbuh” Ralph Waldo Emerson