TEKNIK WAWANCARA MIRA ARYUNI
184210569
KONSEP WAWANCARA
Wawancara merupakan proses interaksi dan komunikasi untuk memperoleh
informasi dengan cara bertanya langsung kepada responden
 Pertanyaan tentang fakta
 Pewawancara
 Responden
 Topik penelitian
 Situasi wawancara
n.b lihat diagram 1
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL
WAWANCARA
•Karakteristik sosial
•Keterampilan
mewawancarai
•Motivasi
•Rasa aman
•Peka untuk ditanyakan
•Sukar ditanyakan
•Tingkat minat
•Sumber kekhawatiran
•Karakteristik sosial
•Kemampuan
menangkap pertanyaan
•Kemampuan menjawab
pertanyaan
•Waktu
•Tempat
•Orang ketiga
•Sikap masyarakat
Situasi
wawanca
ra
Respon
den
Pewaw
ancara
Isi
kuesio
ner
SOURCE: WARMICK, DONALD P AND LUNINGER, CHARLES A, THE SAMPLE SURVEY: THEORY AND PRACTICE,
NEW YORK, MCGRAW HILL 1975"
SYARAT MENJADI PEWAWANCARA
YANG BAIK
 Keterampilan mewawancarai
 Motivasi yang tinggi
 Rasa aman (tidak ragu dan takut menyampaikan pertanyaan)
Keberhasilan pengumpulan data bergantung pada :
 Dapatkah pewawancara menciptakan hubungan baik dengan responden
sehingga wawancara berjalan lancar
 Dapatkah pewawancara menyampaikan semua pertanyaan dengan baik dan
tepat
 Dapatkah pewawancara mencatat semua jawaban lisan responden dengan
teliti dan jelas
 Dapatkah pewawancara menggali informasi dengan menyampaikan
pertanyaan secara tepat dan netral
PERANAN WAWANCARA
 Pewawancara dengan responden biasanya belum saling mengenal
 Pewawancara adalah pihak yang terus bertanya, responden pihak yang
selalu menjawab
 Urutan pertanyaan sudah ditentukan
 Pewawancara menciptakan suasana aman bagi responden sehingga
berkeinginan memberikan informasi yang sebenarnya
 Pewawancara bersikap netral, tidak bereaksi terhadap jawaban
responden namun menunjukkan perhatian yang perlu seperti
menganggukkan kepala atau ucapan “ O, ya”
 Pewawancara terus-menerus menarik perhatian responden selama
wawancara berlangsung.
PERBEDAAN WAWANCARA DENGAN PERCAKAPAN
SEHARI- HARI
PERSIAPAN WAWANCARA
Sebelum wawancara, peneliti sudah menentukan metode sampling, responden dan daftar
kuesioner yang akan digunakan sehingga hasil yang diharapkan dapat maksimal
Pewawancara juga menyiapkan diri dengan melakukan latihan wawancara. Latihan wawancara
bisa dilakukan di dalam maupun luar kelas. Hal-hal penting yang harus diberikan dalam masa
pelatihan yakni sebagai berikut :
 Penjelasan tujuan penelitian
 Penjelasan tujuan tugas pewawancara dan menekankan pentingnya peranan pewawancara
 Penjelasan tiap nomor pertanyaan dalam kuesioner agar pewawancara dapat
mengumpulkan informasi yang tepat dan jelas
 Penjelasan cara mencatat jawaban responden
 Penjelasan cara pengisian dan arti tanda pengisian kuesioner
 Pegertian mengenai pedoman wawancara meliputi etika, sikap, persiapan dan taktik
 Prosedur wawancara
 Orientasi masalah yang mungkin timbul dan cara mengatasi
 Latihan wawancara
 Diskusi
MENGGALI INFORMASI LEBIH
DALAM
Instruksi lapangan diberikan agar menjelaskan :
 Syarat – syarat respoden
 Cara memilih responden
 Maksimum kunjungan responden
 Aturan mengenai substitusi responden
 Prosedur mengenai tugas lapangan
 Solusi jika pewawancara menemui kesulitan
 Aturan penyerahan kuesioner
 Tugas anggota tim di lapangan
Apabila informasi kurang jelas, pewawancara dapat melakukan probing
yakni bertanya lebih lanjut tentang informasi yang disampaikan
responden. Kalimat yang disampaikan harus bersifat nertral dan ditulis
disamping jawaban responden.
JAWABAN “TIDAK TAHU”
Jawaban ”tidak tahu” mengandung arti sebagai berikut :
 Responden tidak begitu mengerti pertanyaan wawancara sehingga
mengatakan “ tidak tahu” dibandingkan. “tidak mengerti”
 Responden sebenarnya tidak berfikir, namun tidak ingin membuat
pewawancara menunggu lama
 Responden ragu-ragu atau takut mengutarakan pendapatnya karena
diangap terlalu pribadi
 Responden benar-benar tidak tahu
 Berpakaian sederhana, rapi tanpa perhiasan
 Sikap rendah hati
 Sikap hormat terhadap responden
 Ramah dalam sikap dan ucapan
 Sikap penuh perhatian terhadap responden dan netral
 Bersikap seolah- olah responden selalu menarik dan ramah
 Menjadi pendengar yang baik
PEDOMAN MENCAPAI TUJUAN
WAWANCARA
 Utamakan kunjungan kepada responden yang bertempat tinggal berdekatan
 Pilih waktu tepat untuk berkunjung
 Jadwalkan kembali pertemuan ulan jika pertemuan pertama batal
 Bijaksana dalam membuat dan melaksanakan kunjungan
 Kunjungan sebaiknya dilakukan seorang diri
 Usahakan responden juga seorang diri
Keluhan asisten lapangan
 Alamat responden sukar ditemukan
 Kesulitan mencari responden
Responden kesulitan dalam memahami pertanyaan
PROSEDUR WAWANCARA
MASALAH LAPANGAN
 Responden kurang baik pendengarannya
 Responden marah karena pertanyaan tertentu yang dianggap peka
 Ada kehadiran orang lain selain responden
 Responden meminjam uang kepada pewawancara
 Anak-anak responden minta dibelikan sesuatu
Pewawancara ditolak respoden karena tingkah laku
 Pewawancara menyinggung hati responden dalam berkata-kata
 Pewawancara menyampaikan pertanyaan terlalu keras
 Pewawancara menggunakan accecories yang berlebihan
Kuesioner diisi dengan tulisan yang tidak jelas dan kalimat yang sulit
dimengerti. Ditambah lagi pertanyaan yang tidak berlaku tidak dicoret
atau jawaban yang belum terisi
Bertujuan untuk mengendalikan aktivitas selama tugas lapangan,
mengontrol tugas wawancara agar medapatkan hasil survai yang
memuaskan. Pengendalian mutu dicapai dengan jalan :
 Pengawas dan pewawancara bekerja sama dengan baik di lapangan
 Pengawas selalu memerikasa dengan teliti daftar pertanyaan yang
sudah terisi segera setelah diterima dari pewawancara
 Pengawas mengikuti dengan seksama hasil pekerjaan pewawancara
dan masalah mereka
 Pengawas mewawancarai responden untuk mengetahui kinerja
pewawancara
 Memotivasi pewawancara untuk menyampaikan permasalahan terkait
dilapangan
 Menyarankan pengunduran diri bagi asisten lapangan yang tidak
bekerja dengan baik
 Mengadakan diskusi antara tim petugas lapangan
PENGENDALIAN MUTU
Susunan tim terdiri dari staf peneliti, pengawas dan asisten lapangan.
Apabila survai besar maka diperlukan koordinator sebagai penghubung
antara pengawas lapangan dan staf peneliti, serta merupakan tangan
kanan peneliti untuk mengontrol situasi lapangan. Dalam penyusunan
organisasi dilapangan perlu diteapkan batasan dan mcam tugas masing-
masing bagian.
ORGANISASI LAPANGAN

TEKNIK WAWANCARA

  • 1.
    TEKNIK WAWANCARA MIRAARYUNI 184210569
  • 2.
    KONSEP WAWANCARA Wawancara merupakanproses interaksi dan komunikasi untuk memperoleh informasi dengan cara bertanya langsung kepada responden  Pertanyaan tentang fakta  Pewawancara  Responden  Topik penelitian  Situasi wawancara n.b lihat diagram 1 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL WAWANCARA
  • 3.
    •Karakteristik sosial •Keterampilan mewawancarai •Motivasi •Rasa aman •Pekauntuk ditanyakan •Sukar ditanyakan •Tingkat minat •Sumber kekhawatiran •Karakteristik sosial •Kemampuan menangkap pertanyaan •Kemampuan menjawab pertanyaan •Waktu •Tempat •Orang ketiga •Sikap masyarakat Situasi wawanca ra Respon den Pewaw ancara Isi kuesio ner SOURCE: WARMICK, DONALD P AND LUNINGER, CHARLES A, THE SAMPLE SURVEY: THEORY AND PRACTICE, NEW YORK, MCGRAW HILL 1975"
  • 4.
    SYARAT MENJADI PEWAWANCARA YANGBAIK  Keterampilan mewawancarai  Motivasi yang tinggi  Rasa aman (tidak ragu dan takut menyampaikan pertanyaan) Keberhasilan pengumpulan data bergantung pada :  Dapatkah pewawancara menciptakan hubungan baik dengan responden sehingga wawancara berjalan lancar  Dapatkah pewawancara menyampaikan semua pertanyaan dengan baik dan tepat  Dapatkah pewawancara mencatat semua jawaban lisan responden dengan teliti dan jelas  Dapatkah pewawancara menggali informasi dengan menyampaikan pertanyaan secara tepat dan netral PERANAN WAWANCARA
  • 5.
     Pewawancara denganresponden biasanya belum saling mengenal  Pewawancara adalah pihak yang terus bertanya, responden pihak yang selalu menjawab  Urutan pertanyaan sudah ditentukan  Pewawancara menciptakan suasana aman bagi responden sehingga berkeinginan memberikan informasi yang sebenarnya  Pewawancara bersikap netral, tidak bereaksi terhadap jawaban responden namun menunjukkan perhatian yang perlu seperti menganggukkan kepala atau ucapan “ O, ya”  Pewawancara terus-menerus menarik perhatian responden selama wawancara berlangsung. PERBEDAAN WAWANCARA DENGAN PERCAKAPAN SEHARI- HARI
  • 6.
    PERSIAPAN WAWANCARA Sebelum wawancara,peneliti sudah menentukan metode sampling, responden dan daftar kuesioner yang akan digunakan sehingga hasil yang diharapkan dapat maksimal Pewawancara juga menyiapkan diri dengan melakukan latihan wawancara. Latihan wawancara bisa dilakukan di dalam maupun luar kelas. Hal-hal penting yang harus diberikan dalam masa pelatihan yakni sebagai berikut :  Penjelasan tujuan penelitian  Penjelasan tujuan tugas pewawancara dan menekankan pentingnya peranan pewawancara  Penjelasan tiap nomor pertanyaan dalam kuesioner agar pewawancara dapat mengumpulkan informasi yang tepat dan jelas  Penjelasan cara mencatat jawaban responden  Penjelasan cara pengisian dan arti tanda pengisian kuesioner  Pegertian mengenai pedoman wawancara meliputi etika, sikap, persiapan dan taktik  Prosedur wawancara  Orientasi masalah yang mungkin timbul dan cara mengatasi  Latihan wawancara  Diskusi
  • 7.
    MENGGALI INFORMASI LEBIH DALAM Instruksilapangan diberikan agar menjelaskan :  Syarat – syarat respoden  Cara memilih responden  Maksimum kunjungan responden  Aturan mengenai substitusi responden  Prosedur mengenai tugas lapangan  Solusi jika pewawancara menemui kesulitan  Aturan penyerahan kuesioner  Tugas anggota tim di lapangan Apabila informasi kurang jelas, pewawancara dapat melakukan probing yakni bertanya lebih lanjut tentang informasi yang disampaikan responden. Kalimat yang disampaikan harus bersifat nertral dan ditulis disamping jawaban responden.
  • 8.
    JAWABAN “TIDAK TAHU” Jawaban”tidak tahu” mengandung arti sebagai berikut :  Responden tidak begitu mengerti pertanyaan wawancara sehingga mengatakan “ tidak tahu” dibandingkan. “tidak mengerti”  Responden sebenarnya tidak berfikir, namun tidak ingin membuat pewawancara menunggu lama  Responden ragu-ragu atau takut mengutarakan pendapatnya karena diangap terlalu pribadi  Responden benar-benar tidak tahu
  • 9.
     Berpakaian sederhana,rapi tanpa perhiasan  Sikap rendah hati  Sikap hormat terhadap responden  Ramah dalam sikap dan ucapan  Sikap penuh perhatian terhadap responden dan netral  Bersikap seolah- olah responden selalu menarik dan ramah  Menjadi pendengar yang baik PEDOMAN MENCAPAI TUJUAN WAWANCARA
  • 10.
     Utamakan kunjungankepada responden yang bertempat tinggal berdekatan  Pilih waktu tepat untuk berkunjung  Jadwalkan kembali pertemuan ulan jika pertemuan pertama batal  Bijaksana dalam membuat dan melaksanakan kunjungan  Kunjungan sebaiknya dilakukan seorang diri  Usahakan responden juga seorang diri Keluhan asisten lapangan  Alamat responden sukar ditemukan  Kesulitan mencari responden Responden kesulitan dalam memahami pertanyaan PROSEDUR WAWANCARA MASALAH LAPANGAN
  • 11.
     Responden kurangbaik pendengarannya  Responden marah karena pertanyaan tertentu yang dianggap peka  Ada kehadiran orang lain selain responden  Responden meminjam uang kepada pewawancara  Anak-anak responden minta dibelikan sesuatu Pewawancara ditolak respoden karena tingkah laku  Pewawancara menyinggung hati responden dalam berkata-kata  Pewawancara menyampaikan pertanyaan terlalu keras  Pewawancara menggunakan accecories yang berlebihan Kuesioner diisi dengan tulisan yang tidak jelas dan kalimat yang sulit dimengerti. Ditambah lagi pertanyaan yang tidak berlaku tidak dicoret atau jawaban yang belum terisi
  • 12.
    Bertujuan untuk mengendalikanaktivitas selama tugas lapangan, mengontrol tugas wawancara agar medapatkan hasil survai yang memuaskan. Pengendalian mutu dicapai dengan jalan :  Pengawas dan pewawancara bekerja sama dengan baik di lapangan  Pengawas selalu memerikasa dengan teliti daftar pertanyaan yang sudah terisi segera setelah diterima dari pewawancara  Pengawas mengikuti dengan seksama hasil pekerjaan pewawancara dan masalah mereka  Pengawas mewawancarai responden untuk mengetahui kinerja pewawancara  Memotivasi pewawancara untuk menyampaikan permasalahan terkait dilapangan  Menyarankan pengunduran diri bagi asisten lapangan yang tidak bekerja dengan baik  Mengadakan diskusi antara tim petugas lapangan PENGENDALIAN MUTU
  • 13.
    Susunan tim terdiridari staf peneliti, pengawas dan asisten lapangan. Apabila survai besar maka diperlukan koordinator sebagai penghubung antara pengawas lapangan dan staf peneliti, serta merupakan tangan kanan peneliti untuk mengontrol situasi lapangan. Dalam penyusunan organisasi dilapangan perlu diteapkan batasan dan mcam tugas masing- masing bagian. ORGANISASI LAPANGAN