Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pelatihan "BEHAVIORAL ANALYSIS INTERVIEW" ....Kanaidi, SE., M.Si: sebagai Pemateri

298 views

Published on

Kanaidi, SE., M.Si., cSAP
HP. +62 812 2353 284, +62 878 2298 4716 Telp/Fax : +62 22-4267749
WA. : 0812 2353 284
e-mail : kanaidi963@gmail.com atau kanaidi@yahoo.com

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Pelatihan "BEHAVIORAL ANALYSIS INTERVIEW" ....Kanaidi, SE., M.Si: sebagai Pemateri

  1. 1. How Do You Identify the Best People? Behavioral Interviewing Using Past Behavior to Predict Future Behavior
  2. 2. Ten Steps to Better Selections 2 3 1 Analyze the Position to be Filled to Identify Essential Qualities Determine What Additional Job Related Information is Needed Determine Sources of Information Develop Behavioral Questions for the Position Review Questions/Applications and Resumes 4 5
  3. 3. Determine Interview Format: Who & How Interview Candidates Interview Supervisors 6 7 8 Ten Steps to Better Selections Decide Which Candidate Best Meets the Established Criteria Select the Best Candidate 9 10
  4. 4. Wawancara • Wawancara adalah suatu percakapan langsung dengan tujuan-tujuan tertentu dengan menggunakan format tanya jawab yang terencana. • Wawancara memungkinkan calon/pelamar mendengar tujuan-tujuan, perasaan, pendapat dan prosedur-prosedur informal dalam wawancara dengan para pembuat keputusan organisasional.
  5. 5. Wawancara
  6. 6. • Menetapkan Tujuan. Tujuan berdasarkan latar belakang. • Memutuskan siapa yang diwawancarai. • Menyiapkan orang yang diwawancarai, mengatur waktu dgn menelpon mereka atau mengirim email. Biasanya wawancara dilakukan selama 45 menit atau 1 jam. Langkah Persiapan Wawancara • Menentukan Jenis dan Struktur Pertanyaan.
  7. 7. Jenis-jenis Pertanyaan • Pertanyaan Terbuka (Open-Ended) • Pertanyaan Tertutup (Close-Ended)
  8. 8. By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284 Bagaimana Membina Hubungan Dalam Wawancara Zone SMART Academy
  9. 9. Keberhasilan Wawancara Tergantung pada:
  10. 10. 1. Lakukanlah persiapan sebelum melakukan wawancara. 2. Taatilah peraturan dan norma-norma yang berlaku di tempat pelaksanaan wawancara tersebut. 3. Jangan mendebat nara sumber. 4. Hindarilah menanyakan sesuatu yang bersifat umum 5. Ungkapkanlah pertanyaan dengan kalimat yang sesingkat mungkin 6. Hindari pengajuan dua pertanyaan dalam satu kali bertanya 7. Pewawancara hendaknya pintar menyesuaikan diri terhadap berbagai karakter nara sumber 8. Bisa menjalin hubungan personal dengan nara sumber 9. Tidak memihak 10. Proses untuk menemui nara sumber Wawancara yang Baik
  11. 11. By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284 Menganalisa Bahasa Tubuh saat Wawancara Zone SMART Academy
  12. 12. • Ketepatan waktu kehadiran. • High power poses dan pengendalian stres. • Kesiapan mental menghadapi wawancara. • Kesan 15 detik pertama di awal pertemuan. • Posisi duduk saat wawancara. • Gestur (gerakan tangan) dan kontak mata. • Paralanguage (keakraban & kedekatan). • Penggunaan kata, istilah, dialek dan kalimat. “Body Language The Definitive Book” (by: Allan Pease & Vanessa Van Edwards)
  13. 13. Kesan 15 Detik Pertama di awal Pertemuan • Penyebutan nama pewawancara oleh peserta dalam 15 detik pertama. • Tidak banyak bicara dalam 30 detik di saat pertama.
  14. 14. Posisi Duduk saat Wawancara • Perhatikan posisi duduk peserta. Apakah posisi langsung berhadapan dengan pewawancara, atau adanya usaha peserta menggeser kursinya atau mengubah posisi duduknya sedikit agar membentuk sudut 45 derajat. • Duduk berhadapan langsung akan menciptakan suasana defensif dan adanya kesan posisi atasan dan bawahan.
  15. 15. Gestur (gerakan tangan) dan Kontak Mata Mirroring gestur kontak mata
  16. 16. Paralanguage (Keakraban & Kedekatan) Suatu penelitian justru menyatakan bahwa: • hanya 7% saja kata-kata yang dimaknai oleh lawan bicara kita, • 38% sisanya ada di suara kita, dan • 55% sisanya didominasi oleh bahasa tubuh teman bicara kita.
  17. 17. By : Kanaidi, SE., M.Si , cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284 Tehnik Bertanya dalam Wawancara Zone SMART Academy
  18. 18. Pertanyaan Pembuka • Mulai dengan pembicaraan ringan, pertanyaan terbuka. Simak untuk mendapatkan respon. Lihat perubahan yang terjadi. • Tanyakan pada diri Anda. Apa kegunaan dari wawancara, apakah Anda mencari informasi yang luas, pribadi dan profesional dari peserta?
  19. 19. Bertanya dalam Wawancara 1.Harus memakai kalimat tanya yang bisa membuahkan jawaban obyektif. 2.Pertanyaan diusahakan menggunakan kalimat pendek dan mudah dimengerti. 3. Tidak boleh segan-segan mengajukan pertanyaan ulang atas hal-hal yang belum jelas untuk dimengerti. 4. Tahu momentum yang tepat. Juga tahu apa yang layak dan tidak layak untuk ditanyakan, sekaligus cara bertanya yang pas.
  20. 20. 5. Jauhi pertanyaan yang bernada menggurui. 6. Hindari gaya interogasi (seperti polisi) 7. Tumbuhkan sifat empati dalam wawancara. 8.Hindari kalimat tanya yang bersifat mengadu domba. 9.Buat pertanyaan yang mampu menggugah daya nalar, ingatan, serta perspektif peserta.
  21. 21. By : Kanaidi, SE., M.Si, cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284 Zone SMART Academy Developing Active Listening
  22. 22. MENDENGARKAN SECARA AKTIF Bagaimana menanggapi keinginan seseorang berbicara? • Peran pewawancara adalah menyimak dengan cerdas dan menjaga percakapan agar tetap jernih dan terfokus pada pertanyaan-pertanyaan. • Menjadi pendengar yang baik atas informasi yang peserta berikan juga akan membantu menciptakan hubungan yang baik dengan peserta. • Kemudian manfaatkan peluang untuk mengorek lebih dalam informasi yang anda perlukan bila si peserta telah terlihat enjoy dengan ritme wawancara yang terjadi.
  23. 23. 26
  24. 24. 27
  25. 25. By : Kanaidi, SE., M.Si, cSAP kanaidi963@gmail.com ..08122353284 Wawancara Kerja & Pengertian Kompetensi Zone SMART Academy
  26. 26. “Jalan mengantarkan anda memasuki institusi” Wawancara kerja merupakan metode penting dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan. Saat wawancara kerja, maka anda telah memiliki kesempatan untuk lebih mengenal institusi dan sebaliknya perusahaan dapat mengenal potensi/kompetensi anda dengan lebih detail
  27. 27. Bagi perusahaan :  Cara menemukan dan menentukan kecocokan antara karakteristik pelamar dengan persyaratan jabatan.  Untuk mengetahui kepribadian pelamar  Mencari informasi relevan yang dituntut dalam persyaratan jabatan  Mendapatkan informasi tambahan yang diperlukan bagi jabatan dan perusahaan  Membantu perusahaan mengidentifikasi pelamar yang layak untuk diberikan penawaran kerja.
  28. 28. DUA ASUMSI 1. Apa yang dipikirkan, apa yang diinginkan, apa yang diimpikan seseorang akan mengarahkan perilaku seseorang tersebut. Oleh karenanya, perilaku seseorang di masa yang akan datang dapat diprediksi dari apa yang difikirkannya, yang diinginkannya, yang diimpikannya  pendekatan TRADISIONAL 2. Perilaku seseorang cenderung konsisten, sesuai kepribadiannya, sehingga perilaku seseorang di masa yang akan datang dapat diprediksi dari apa yang selama ini telah dilakukannya  pendekatan berbasis KOMPETENSI
  29. 29. • Kompetensi adalah sikap, ketrampilan, perilaku, motif dan atau karakteristik- karakteristik personal lainnya yang sangat diperlukan untuk dapat melakukan suatu pekerjaan, atau yang lebih penting, yang dapat membedakan antara seseorang yang super dengan yang tidak
  30. 30. KOMPETENSI UTAMA (contoh) • Adaptability: Personal willingness and ability to effectively work in, and adapt to change. • Client Focus: Understanding and meeting or exceeding client needs • Communication: Clearly conveying and receiving messages to meet the needs of all • Organizational Awareness: Understanding business plan goals • Problem Solving and Judgment: Ability to assess options and implications, in order to identify a solution. • Results Orientation: Knowing what results are important, focusing resources to achieve them • Teamwork: Working cooperatively and productively with others to achieve results
  31. 31. KOMPETENSI PERAN KHUSUS (contoh) • Developing Others: A desire to work to develop the long-term capability of others. • Impact and Influence: Persuading, convincing or influencing • Innovation: Taking risks, adapting quickly to change, leading the change process • Leadership: Positively influencing people and events • Relationship Building: Developing and maintaining win/win relationships and partnerships • Resource Management: Effectively managing internal/external resources to achieve organizational goals • Self-Management: Managing and continually improving own performance • Strategic Thinking: Taking a broad scale, long term view, assessing options and implications
  32. 32. Bagi Pelamar : Merupakan kesempatan menjelaskan secara langsung tentang pengetahuan, ketrampilan, pengalaman, strategi kerja, cara mengatasi masalah situasi kerja,
  33. 33. Wawancara kerja Mengungkap 4 Hal (STAR) : 1. Situation  Bagaimana kemampuan pelamar menggambarkan situasi kerja? 2. Task  Bagaimana pelamar menjelaskan tugas secara spesifik dan rinci? 3. Action  Bagaimana respon/tindakan pelamar terhadap situasi/tugas yang dihadapi? 4. Result Bagaimana pelamar menjelaskan hasil yang dicapai? dan apakah pelamar dapat mengambil pelajaran dari kejadian tersebut?
  34. 34. Contact Us : Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion Kanaidi, SE., M.Si (Trainer & Dosen, Penulis, Peneliti, dan PeBisnis) e-mail : kanaidi@yahoo.com atau kanaidi963@gmail.com Telp/ Fax : 022-4267749 HP. 0812 2353 284 Pin BBm : 27CBC148 087822984716 Facebook : Kanaidi Ken & Kanaidi Ken Part II www.ken-kanaidi.blogspot.com www.ken-sukses.blogspot.com www.pemimpin.unggul.com www.google.com “Pemateri Training” www.formulabisnis.com/?id=ken_kanaidi Zone SMART Academy

×