Analisis asam basa
Cara interpretasi
dan contoh kasus

            S.P.Edijanto
           Patologi Klinik
     RSUD Dr.Soetomo/ FK Unair
             Surabaya
Brønsted

Asam   =     proton donor
Basa   =     proton acceptor

  proton =    H+
pH = - log [H+]
  [H+] = kadar ion H+ dalam satuan mol/l
          ( 1 nmol = 10-9 mol/l )
contoh :
1. larutan dengan ion H+ = 100 nmol/l (100 x 10-9 mol/l )
   pH = ̶ log (100 x 10-9 mol/l ) = ̶ ( log 100 + log 10-9 )
        = ̶ (2 ̶ 9) = 7
2. Larutan dengan ion H+ = 40 nmol/l ( 40 x 10-9 mol/l)
   pH = ̶ log (40x 10-9) = ̶ ( log 40 + log 10-9 )
         = ̶ (1, 6 – 9 ) = 7,4
pH CAIRAN TUBUH

pH darah arteri : normal            7,35 – 7,45
           pH terendah orang hidup = 6,80
           pH tertinggi orang hidup = 7,80

pH darah vena : normal 7,32 – 7,38

pH cairan intraseluler :

   bervariasi antara satu organ dengan organ lain.
   pada pH 7,4 (CES) , pH sel otot rata-rata 7, 06


                                                     5
PENGENDALIAN
     KESEIMBANGAN ASAM - BASA
Rentang pH darah arteri orang sehat : 7,35 - 7,45

       Dikendalikan oleh :

      1. Penyangga / buffer                    (segera)
      2. Pernafasan / respirasi             ( 12-24 jam)
      3. Ginjal                          (beberapa hari)




                                                           6
PENYANGGA

1. PENYANGGA BIKARBONAT         HCO3-
    ( EKSTRASELULER )           H2CO3

2. PENYANGGA FOSFAT             HPO42-
    ( INTRASELULER , URINE )    H2PO3-

3. PENYANGGA PROTEIN            PROTEIN-
     ( INTRASELULER , PLASMA)   PROTEIN

4. PENYANGGA HEMOGLOBIN         Hb-
       ( PLASMA )               HHb



                                           7
PERNAFASAN

         CO2      o2                   Frekuensi nafas :
                                       pria    16 x /mn
                                       wanita 20 x /mn




         HIPERVENTILASI

                         c.a
CO2 + H2O ↔ H2 CO3 ↔ H+ +      HCO3-

         HIPOVENTILASI
                                                      8
PUSAT NAFAS
                ( medula oblongata )




  kemoreseptor                         hiperventilasi
  pusat + perifer



tekanan CO2 ↑
tekanan O2 ↓
pH darah        ↓


                                                        9
PUSAT NAFAS
                ( medula oblongata )




  kemoreseptor                         hipoventilasi
  pusat + perifer



tekanan CO2 ↓
tekanan O2 ↑
pH darah    ↑


                                                       10
GINJAL


     REABSORPSI HCO3̅        H+
     SEKRESI          H+
          (equimolar)
H+


         di TUBULUS GINJAL

                                  11
HENDERSON - HASSELBALCH

                       [ Aˉ]
         pH = pK + log ———
                       [ H A]


UNTUK BIKARBONAT   :


                          [ HCO3̅ ]
         pH = 6,1 + log   —————
                          [ H2CO3 ]

                                      12
H2CO3 : kadarnya   sangat rendah ---> diabaikan ---> diganti


          H2CO3 = 0,03 X p CO2

0,03 =    Faktor kelarutan gas CO2 dalam plasma
p CO2 =   Tekanan gas CO2 dalam plasma


                            [ HCO3- ]
              pH = 6,1 + log ————
                            [ H2CO3 ]




                          [ HCO3- ]
          pH = 6,1 + log —————–
                        0,03 X pCO2
                                                               13
KOMPONEN
                         [ HCO3- ]                        NON- RESPIRATORIK
                                                            (METABOLIK)
pH = 6,1 + log —————–
              0,03 X pCO2
                                                          KOMPONEN
                                                          RESPIRATORIK




    Nilai pCO2   ditentukan oleh faktor respiratorik
                     Hiperventilasi ------------- pCO2↓
                     Hipoventilasi ----------- pCO2 ↑

    Nilai [ HCO3- ] ditentukan oleh faktor non-respiratorik
                    (metabolik) :

                      H+ dan GINJAL                                           14
[ HCO3- ]                  N0N RESPIRATORIK (METABOLIK)
           pH = 6,1 + log —————–
                          0,03 X pCO2                  RESPIRATORIK


normal :       [ HCO3- ] = 22 - 26 mmol/l
                 pCO2 = 35 - 45 mmHg



memasukkan      data normal           ke dalam rumus

                                                                      Ratio pembilang
                   24              24                                 ( HCO3- ) dan
 pH = 6,1 + log —————– = 6,1 + log —–                                 penyebut (pCO2)
                0,03 X 40          1,2                                menentukan nilai
                                                                            pH
                                     = 6,1 + log 20

                                     = 6,1 + 1,3

                                     = 7,4

                                                                                     15
KOMPENSASI
  Proses mengatasi gangguan asam-basa primer oleh
gangguan asam-basa sekunder, yang bertujuan membawa
             pH darah mendekati pH normal

  Kompensasi dilakukan oleh : penyangga, respirasi,
                              dan ginjal

          Kompensasi tidak pernah membawa
                pH ke rentang normal


                                                      16
PENYEBAB
GANGGUAN KESEIMBANGAN ASAM-BASA


    1. Gangguan fungsi pernafasan
    2. Gangguan fungsi ginjal
    3. Tambahan beban asam/basa dalam
        tubuh secara abnormal
    4. Kehilangan asam/basa dari dalam tubuh
        secara abnormal


                                               17
GANGGUAN KESEIMBANGAN ASAM-BASA
    ASIDOSIS
               asidosis respiratorik     pCO2 ↑
               asidosis metabolik        HCO3- ↓
   asidemia ------ pH <           7,35

   ALKALOSIS
           alkalosis respiratorik      pCO2 ↓
           alkalosis metabolik         HCO3- ↑
    alkalemia ------ pH > 7,45

                                                   18
EVALUASI GANGGUAN KESEIMBANGAN ASAM-BASA

  1. klinik
    Contoh : penderita muntah-muntah berat, diare, gagal ginjal, gagal
             jantung, COPD, keracunan alkohol,aspirin, sepsis, dsb.


  2. laboratorium
      -   analisis pH dan gas darah ( pH , pCO2 ,HCO3- )
      -   pem. kadar elektrolit ( anion gap )

          parameter lain :
                             base excess
                             total CO2
                             standard bicarbonate
analisis pH dan gas darah
                                             alat ukur


            R   pH        pCO2      pO2
                                                         SPE

ELEKTRODA


                                                               - DARAH ARTERI
                                                               - ANAEROB
                                                               - HEPARIN
                     suhu konstan    370 C



                pH , pCO2 , pO2 = di ukur langsung

                HCO3-      = dihitung dengan rumus
                             Henderson-Hasselbalch


                                                                                20
Base excess ( BE )
Base excess = Buffer base pasien ̶ Buffer base normal
Buffer base = jumlah semua buffer ( bikarbonas, fosfat, protein, hemoglobin )
 * jumlah asam atau basa yang ditambahkan kedalam 1 liter
  darah/cairan ekstraseluler , agar pH kembali ke 7,4
  pada pCO2 40 mmHg , SO2 100% , suhu 370 C
  Nilai BE : + atau ̶           ( BE = ̶ -------- BD/base difisit )
  Nilai rujukan : ̶ 2 sampai + 2
 Standard Base Excess ----- BE CES menggunakan Hb 5 g/dl
Total CO2
  Jumlah HCO3- + H2CO3 + CO2 yang larut + senyawa karbamino
  dalam plasma/serum dalam satuan mmol/l
  Nilai rujukan : 23 - 30 mmol/l
 Standard bicarbonate
  Kadar bikarbonat plasma pada pCO2 40 mmHg , SO2 100% , suhu 370 C
  Nilai rujukan : 22 – 28 mmol/l
Cara mendapatkan nilai HCO3-
CO2 total , Base excess dengan
Nomogram Sigaard - Andersen




 contoh :

   pH   : 7,4
   pCO2 : 40 mmHg


   HCO3-       : 24 mmol/l
   BE darah : 0
   BE CES       : 0
   ( untuk semua kadar Hb )

            Data normal

                                 22
Cara mendapatkan nilai     HCO3- , CO2
total , Base excess dengan Nomogram
Sigaard - Andersen




contoh :

    pH       : 7,12
  pCO2       : 30 mmHg


HCO3-    : 9,2 mmol
BE darah : - 20 mmol/l (Hb 15g/dl)
BE CES   : -18,5 mmol/l (Hb 5g/dl)



            Pasien asidosis metabolik



                                         23
ANION GAP

            Kation (meq/l)                         Anion (meq/l)
  --------------------------------------------------------------------------------
            Na+              140                    Cl-                    104
            K+                  4                   HCO3-                   24
            Ca++                5
            Mg ++               2                 * HPO42-                    2
                                                  * SO42-                     1
                                                  * protein                 15
                                                  * anion organik             5
  ________________________________________________

          jumlah             151                   jumlah                  151

* ion yang tidak diperiksa
  anion organik : laktat, salisilat, asetat, keton,


                                                                                     24
Rumus menghitung Anion Gap



        AG = kadar Na+ ̶ ( kadar Cl- + kadar HCO3- )

                         normal : 8 - 16 mmol/l



Anion gap digunakan di klinik untuk mengetahui peningkatan (atau penurunan)
Ion-ion yang tidak diperiksa, seringkali digunakan untuk mengetahui
penyebab asidosis metabolik



                                                                         25
DELTA GAP DAN DELTA RATIO

Delta Gap = AG pasien ̶ AG normal

Delta Ratio = peningkatan AG / penurunan HCO3-


     < 0,4    asidosis metabolik AG normal, hiperkloremik
   0,4-0,8    asidosis metabolik AG normal/tinggi
              asidosis metabolik pada gagal ginjal
       1-2    biasa pada asidosis metabolik dgn AG tinggi
              asidosis asam laktat rata2 1,6
              DKA mendekati 1 (o.k. adanya ketonuria)
       >2     HCO3- meningkat
              alkalosis metabolik atau
              kompensasi asidosis respiratorik
jenis keseimbangan
           asam basa
1. Gangguan asam basa sederhana
  ( simple acid-base disorder)
  hanya disebabkan oleh satu gangguan primer


2. Gangguan asam basa campuran
  ( mixed acid-base disorders)
  disebabkan oleh lebih dari satu gangguan primer
INTERPRETASI tanpa ELEKTROLIT

  CONTOH HASIL PEMERIKSAAN :             pH = 7,22        ( N: 7,35-7,45 )
                                         pCO2 = 15 mmHg ( N: 35-45 mmHg )
                                         HCO3- = 6 mmol/l ( N: 22-26 mmol/l )


interpretasi
                pH ↓      ---------> ASIDOSIS /ASIDEMIA

                pCO↓      ---------> ALKALOSIS RESPIRATORIK ( sekunder )

                HCO3- ↓   ----------> ASIDOSIS METABOLIK (primer)


STATUS ASAM-BASA :

       ASIDOSIS METABOLIK DENGAN
    KOMPENSASI ALKALOSIS RESPIRATORIK

                                                                            28
INTERPRETASI tanpa ELEKTROLIT

  CONTOH HASIL PEMERIKSAAN :             pH = 7,50           ( N: 7,35-7,45 )
                                         pCO2 = 42 mmHg      ( N: 35-45 mmHg )
                                         HCO3- = 33 mmol/l   ( N: 22-26 mmol/l )


interpretasi
                 pH ↑        ---------> ALKALOSIS /ALKALEMIA

                 pCO2        ---------> NORMAL

                 HCO3-   ↑   ----------> ALKALOSIS METABOLIK ( primer )


STATUS ASAM-BASA :

 ALKALOSIS METABOLIK TANPA KOMPENSASI


                                                                                   29
INTERPRETASI tanpa ELEKTROLIT

  CONTOH HASIL PEMERIKSAAN :              pH    = 7,48        ( N: 7,35-7,45 )
                                          pCO2 = 32 mmHg      ( N: 35-45 mmHg )
                                          HCO3- = 21 mmol/l   ( N: 22-26 mmol/l )


interpretasi
               pH ↑        ---------> ALKALOSIS / ALKALEMIA

               pCO↓        ---------> ALKALOSIS RESPIRATORIK ( pimer )

               HCO3-   ↓   ----------> ASIDOSIS METABOLIK ( sekunder )


STATUS ASAM-BASA :

         ALKALOSIS RESPIRATORIK DENGAN
        KOMPENSASI ASIDOSIS METABOLIK

                                                                             30
INTERPRETASI tanpa ELEKTROLIT

  CONTOH HASIL PEMERIKSAAN :            pH = 7,49           ( N: 7,35-7,45 )
                                        pCO2 = 32 mmHg      ( N: 35-45 mmHg )
                                        HCO3- = 24 mmol/l   ( N: 22-26 mmol/l )


interpretasi
                pH ↑     ---------> ALKALOSIS / ALKALEMIA

                pCO↓     ---------> ALKALOSIS RESPIRATORIK ( primer )

                HCO3-    ----------> NORMAL


STATUS ASAM-BASA :

               ALKALOSIS RESPIRATORIK
                  TANPA KOMPENSASI

                                                                            31
INTERPRETASI tanpa ELEKTROLIT

  CONTOH HASIL PEMERIKSAAN :              pH = 7,41         ( N: 7,35-7,45 )
                                          pCO2 = 24 mmHg ( N: 35-45 mmHg )
                                          HCO3- = 14 mmol/l ( N: 22-26 mmol/l )


interpretasi
                pH        ---------> NORMAL

                pCO↓      ---------> ALKALOSIS RESPIRATORIK ( primer )

                HCO3- ↓   ----------> ASIDOSIS METABOLIK ( primer )


STATUS ASAM-BASA :

 ALKALOSIS RESPIRATORIK DAN ASIDOSIS
  METABOLIK ( GANGGUAN CAMPURAN)

                                                                             32
INTERPRETASI tanpa ELEKTROLIT

  CONTOH HASIL PEMERIKSAAN :            pH = 7,10           ( N: 7,35-7,45 )
                                        pCO2 = 48 mmHg      ( N: 35-45 mmHg )
                                        HCO3- = 16 mmol/l   ( N: 22-26 mmol/l )


interpretasi
                pH ↓      ---------> ASIDOSIS /ASIDEMIA

                pCO ↑     ---------> ASIDOSIS RESPIRATORIK ( primer )

                HCO3- ↓   ---------> ASIDOSIS METABOLIK ( primer )


STATUS ASAM-BASA :

 ASIDOSIS RESPIRATORIK DAN ASIDOSIS
 METABOLIK ( GANGGUAN CAMPURAN)

                                                                            33
INTERPRETASI tanpa ELEKTROLIT

  CONTOH HASIL PEMERIKSAAN :                pH = 7,65        ( N: 7,35-7,45 )
                                            pCO2 = 31 mmHg ( N: 35-45 mmHg )
                                            HCO3- = 35 mmol/l ( N: 22-26 mmol/l )


interpretasi
               pH ↑      --------->    ALKALOSIS / ALKALEMIA

               pCO↓      --------->    ALKALOSIS RESPIRATORIK ( primer )

               HCO3- ↑    --------->   ALKALOSIS METABOLIK ( primer )


STATUS ASAM-BASA :

 ALKALOSIS RESPIRATORIK DAN ALKALOSIS
 METABOLIK ( GANGGUAN CAMPURAN)

                                                                              34
Gangguan asam basa campuran
( mixed acid base disorders)
Apabila lebih dari satu gangguan asam basa
primer terjadi bersama-sama.
Gangguan ini sering terjadi pada pasien yang
dirawat di rumah sakit, terutama dengan
keadaan yang kritis.
Gangguan asam basa campuran
Dapat terjadi antara semua gangguan

asam-basa :    asidosis metabolik
               alkalosis metabolik
               asidosis respiratorik
               alkalosis respiratorik
kecuali :
       antara asidosis respiratorik dan
              alkalosis respiratorik
Tanda-tanda adanya gangguan
       asam basa campuran
1. Respon kompensasi tidak terjadi
2. Bila ada kompensasi, maka kompensasi tidak adekwat atau
   berlebihan
4. pH dalam rentang normal, pCO2 dan HCO3 - abnormal
5. Pada asidosis metabolik , perubahan anion gap tidak
   sesuai dengan perubahan kadar bikarbonas
6. Respon kompensasi yang terjadi membawa pH ke rentang
   normal ( pada gangguan sederhana , respon kompensasi
   tidak pernah mencapai pH normal)
keadaan klinik
      dengan gangguan asam basa

Asidosis metabolik dengan AG normal
Peny. Ginjal : RTA --- renal tubular acidosis
               renal insuffiency ( kehilangan bikarbonas)
               hipoaldosteronisme/ diuritik spironolakton

Kehilangan alkali : diare, uterosigmoidostomi

Peroral : carbonic anhydrase inhibitor ( diamox )
Asidosis metabolik dengan AG tinggi
Ketosis : DKA
          alkoholik
          kelaparan
Asidosis laktat : hipoperfusi
Peroral : ASA, etilenglikol, metanol
Insufisiensi ginjal : gangguan ekskresi asam
Metabolik alkalosis
Muntah-muntah / gastric suction
Contraction alkalosis
Post hypercapnic alkalosis
Hiperreninisme
Hipokalemia
Sirosis dengan asites
Ekses kortikosteroid
Massive blood transfusion
Asidosis respiratorik
Penyakit paru obstruktif
Depresi pusat nafas ( obat2an, anestesi )
Pickwickian / sleep apnea syndrome
Kyphoscoliosis
End state restrictive polmonary disease
Alkalosis respiratorik
Ketegangan / nyeri
Aspirin
Panas badan
Sepsis
Hipoksemia
Kehamilan
Insufisiensi hepar
Ventilator
Diffuse interstitial fibrosis
gangguan primer dan respon kompensasi
                   pada gangguan asam basa sederhana
Gangg. primer      pH       HCO3     p CO2
                                                        kompensasi
Asidosis        < 7,35   menurun      menurun      p CO2 menurun 1,2 mm Hg
metabolik                primer      kompensasi   setiap HCO3 menurun 1 mmol/l
                                                  Atau :
                                                    p CO2 = (1,5 x HCO3 )+8( ± 2)
                                                       (formula Winter)

Alkalosis       > 7,45   meningkat   meningkat      p CO2 meningkat 0,6-0,75 mm Hg
metabolik                primer      kompensasi   setiap HCO3 meningkat 1 mmol/l
                                                  ( tidak akan meningkat > 55 mmHg)

Asidosis        < 7,35   meningkat meningkat      Akut: HCO3 meningkat 1-2 mmol/l
respiratorik             kompensasi primer        setiap p CO2 meningkat 10 mmHg
                                                  Kronis: HCO3 meningkat 3-4 mmol/l
                                                  setiap p CO2 meningkat 10 mmHg

Alkalosis       > 7,45   menurun    menurun       Akut: HCO3 menurun 1-2 mmol/l
respiratorik             kompensasi primer        setiap p CO2 menurun 10 mmHg
                                                  Kronis: HCO3 menurun 4-5mmol/l
                                                  setiap p CO menurun 10 mmHg
Contoh kasus 1 :
 Pasien peminum alkohol, datang dengan
 muntah-muntah, tampak sakit

Hasil lab : pH = 7,40 pCO2 = 41 mmHg
             HCO3ˉ = 22 mmol/l

    Na = 137 mmol/l
    K =   3,8 mmol/l
    Cl = 90 mmol/l

   Bagaimana gangguan asam-basa ?
Kesan: hasil analisis asam - basa tak menunjukkan kelainan

Anion gap :
 137 - (90+22) = 25 meningkat ( normal = 10)
membuktikan adanya asidosis metabolik.
Kompensasi pernafasan menurut formula Winter:
 pCO2 = (1,5 x 22) + 8 ± 2 = 41 ± 2
Hasilnya sama dengan hasil pengukuran, jadi
kompensasi pernafasan adekwat /cocok.
Delta gap dihitung (karena asidosis metabolik) :
    25 – 10 = 15
    22 + 15 = 37
Koreksi HCO3ˉ menunjukkan hasil diatas nilai normal
Membuktikan adanya alkalosis metabolik.
Jadi pasien menderita gangguan asam basa campuran
  asidosis metabolik dan alkalosis metabolik


Dari informasi klinik, memang pasien menderita
asidosis metabolik karena ketosis alkoholik ,
kombinasi dengan alkalosis metabolik
karena muntah-muntah
Contoh kasus 2 :
   Wanita 55th datang di IRD dengan keluhan muntah-muntah berat,
  sebelumnya merasa sehat. Pemeriksaan fisis : postural hipotensi,
  takikardia, turgor kulit menurun.
Data lab. :
             Na 140 K 3,4 Cl 77 Kreatinin 2,1
             pH 7,23 pCO2 22 HCO3 ̅ 9

                     bagaimana gangguan asam-basa ?

   1. Klinis : * asidosis metabolik, dengan peningkatan anion gap,
                o.k. peningkatan asam laktat yang disebabkan oleh
                hipovolemia ( dehidrasi) karena muntah-muntah

              * alkalosis metabolik karena muntah-muntah
2. Interpretasi asam-basa

  pH= 7,23  Asidosis
  pCO2 dan HCO3 - menurun searah ( keduanya turun)
  mengesankan kalau bukan gangguan campuran.
    HCO3 - = 9 mmol/l (rendah)  asidosis metabolik
    pCO2 = 22 mmHg (rendah)  kompensasi respiratorik
  formula Winter : pCO2 = 1,5 x HCO3 -+8±2 = 1,5x9+8±2=
                          19,5 – 23,5
   pCO2 22 mmHg -------- kompensasi pernafasan adekwat
3. Anion gap


  Anion gap : Na – ( Cl + HCO3) = 134 –(77+9) = 48
               lebih besar dari 16  meningkat
               jadi ada asidosis metabolik
4. Delta ratio :
            delta AG         AG – 12        36
            -------------- = ----------- = ------ = 2,6
             delta HCO3 24 - 9              14

           lebih besar dari 2 -------- alkalosis metabolik
Kesimpulan :

Gangguan asam basa campuran, antara
asidosis metabolik dengan peningkatan
anion gap karena peningkatan as. Laktat ,
disertai alkalosis metabolik karena muntah
Contoh kasus 3 :
Laki-laki 70 th dengan riwayat gagal jantung kongestif (CHF),
datang di RS dengan sesak nafas dan pembengkakan tungkai.

Lab.:   pH 7,24 pCO2 60 mmHg pO2 52 mmHg
        HCO3 ̅  27 mmol/l
               Bagaimana gangguan asam- basa ?

1. Klinis : asidosis respiratorik akut karena oedema paru akut
2. Analisis asam-basa : pH rendah  asidosis
   pCO2 dan HCO3 ̅ meningkat keduanya ( abnormal searah)
   Jadi tidak nampak adanya gangguan campuran, tapi masih harus
    dibuktikan.
Penurunan pH sesuai dengan peningkatan pCO2 ,
    dan peningkatan HCO3 ̅ adalah kompensasi.

3. Untuk melihat apakah asidosis respiratorik, akut atau kronis?
   Pada proses akut , hitungan kompensasi HCO3 ̅ adalah:
   setiap pCO2 meningkat 10 mmHg, HCO3 ̅ meningkat 1 mmol/l,
   disini : peningkatan pCO2 = 60-40 =20 mmHg
            penigkatan HCO3 ̅ = 20/10 x 1mmol/l = 2
   jadi peningkatan HCO3 ̅ seharusnya 24 + 2 = 26
   hasil pemeriksaan HCO3 ̅ 27 mmol/l ( ----- sesuai)

Kesimpulan : asidosis respiratorik akut karena oedema paru
Contoh kasus 4 :
Wanita 50 th, penderita IDDM, dibawa ke IRD o.k tidak sadarkan
diri ( semi comatouse ), dia telah sakit beberapa hari sebelumnya.
Obat-obat yang telah diminum adalah digoxin dan HCT untuk
gagal jantung kongestif yang diderita.

Lab.: Na 132 mmol/l K 2,7 mmol/l Cl 79 mmol/l Glukosa 815 mg/dl
              pH 7,41 pCO2 32 mmHg HCO3 ̅ 19 mmol/l
              pO2 82 mmHg
1. Klinis : asidosis metabolik karena peningkatan AG
            alkalosis metabolik karena HCT

2. Interpretasi asam basa :
        pH normal , seperti tidak ada gangguan asam basa
        tapi ingat pada gangguan campuran, pH mungkin
        berada dalam rentang normal

        pCO2 32 mmHg  rendah  alkalosis respiratorik
        HCO3 ̅ 19 mmol/l  rendah  asidosis metabolik
        Sulit membedakan mana yang primer?
        Karena pasien menderita DKA, maka mungkin AG
        meningkat  hitung AG
3. Anion Gap

    AG = Na – ( Cl + HCO3 ) = 132 – ( 79+ 19 ) = 34

   AG tinggi ---------- asidosis metabolik dengan AG tinggi
   mengapa pH normal ? Kemungkinan ada alkalosis?
   hitung Delta ratio
                    delta AG        AG – 12            34 – 12 22
4. Delta ratio = --------------- = ---------------- = ------------ = ----- = 4,4
                   delta HCO3 24 – HCO3                24 – 19         5

     Delta ratio > 2 ------------- ada alkalosis metabolik
     sangat mungkin o.k. HCT, kemungkinan lain adalah kompensasi
     dari asidosis respiratorik kronis ( alasan kurang kuat)
Kesimpulan :

Gangguan asam-basa campuran:
asidosis metabolik dengan peningkatan AG
karena DKA (ketoasidosis diabetika) dan
alkalosis metabolik karena Thiazide (HCT)
Contoh kasus 5 :
Laki-laki glandangan 60 th dibawa ke RS karena mual, muntah, dan
sudah dua hari tidak makan.Tiga hari sebelum ini , pasien dilaporkan
banyak minum alkohol

Labotatorium : Na 132 K 5,0 Cl 104 BUN 25 kreat. 1,3
               glukosa 75 Albumin 1,0
               pH 7,30 pCO2 29 HCO3 ̅ 16 pO2 92

        Bagaimana AG , gangguan asam basa ?
Analisis :

Klinis : bikarbonat dan pCO2 rendah mengesankan
          asidosis metabolik. Pasien menderita hiponatremia,
          ada riwayat mual , muntah, dan asupan makanan yang
          rendah. Dari pemikiran ini maka asidosis metabolik dapat
          disertai AG yang normal akibat dari muntah , dan/atau
          asidosis asam laktat , keto asidosis akibat kehilangan
          cairan serta kurang makan .

Anion Gap : Na – (Cl+ HCO3 ) = 132 – ( 104+16) = 12
         AG normal -------- > nampak bukan asidosis asam laktat,
         tetapi pasien menderita hipoalbuminemia ( Alb = 1 g/dl)
koreksi albumin :
  hipoalbuminemia menyebabkan AG rendah palsu
  setiap kadar albumin turun 1 g/dl  AG turun 2,5 ( formula )
  Pada pasien ini : Alb 1 , turun 3 dari normal 4 g/dl
  jadi seharusnya AG 12 + 3 x 2,5 = 19,5  tinggi


  Kesimpulannya :

     Pasien menderita asidosis metabolik dengan AG tinggi
     akibat peningkatan asam laktat dan/atau ketoasidosis
Contoh kasus 6 :
Laki-laki 72 th dengan riwayat penyakit paru kongestif menahun ( COPD ),
datang di RS karena ketoasidosis alkoholik

Laboratorium : Na 136 K 5,1 Cl 85 BUN 28 Kre. 1,4
               pH 7,20 pCO2 60 HCO3 ̅ 25 pO2 75
               ketonuria +2

Klinis :
Tampak seperti asidosis respiratorik akut, karena pCO2 tinggi
 sedangkan HCO3 ̅ meningkat sedikit.
Karena ada riwayat ketoasidosis alkoholik, tentu AG meningkat

Ini suatu asidosis metabolik dengan AG tinggi, yang seharusnya
berakibat pada HCO3 ̅ yang sangat rendah, tetapi kenyataanya tidak.
Hal ini mengesankan adanya alkalosis metabolik, atau HCO3 ̅
sebelumnya memang sudah tinggi sebelum terjadi asidosis metabolik.

Pasien tidak muntah-muntah atau minum diuritika, jadi tidak
ada alasan untuk mencurigai alkalosis metabolik karena ini .

COPD biasanya memang disertai asidosis repiratorik kronis, yang pada
pasien ini menyebabkan HCO3 ̅ nya sangat tinggi karena kompensasi
ginjal.
Oleh karena itu HCO3 ̅ yang tinggi pada pasien ini diduga karena
HCO3 ̅ memang tinggi sebelum terjadinya ketoasidosis alkoholik; dan
asidosis metabolik inilah yang akhirnya menyebabkan HCO3 ̅ turun
sampai level normal.

AG = Na - ( Cl + HCO3 ̅ ) = 136 – (85+25) = 26  AG yang
tinggi meyakinkan adanya asidosis metabolik dengan AG tinggi.

Kalau AG sebelumnya 12, kemudian berubah menjadi 26,
perubahannya 26-12 = 14
maka perubahan HCO3 ̅ juga harus 14, jadi HCO3 ̅ sebelumnya
diperkirakan 25 + 14 = 39 mmol/l
Your Best Partner For Critical Care Testing
                    The Most Advanced Analyzers Available

       Stat Profile Critical Care Xpress:                  Mid to High Test-Menu Needs

                                                                FO2Hb                        pH
                                                                CO-Hb                      pCO2
                                                                Met-Hb                      pO2
                                                                 HHb                         Hb
                                                                 O2Hb                        Hct
                                                                  tBil                     SO2%
                                                                                            Na+
• Up To Twenty Measured Tests                                                                K+
• Full Customizable Menu Configurations                                                     Ca++
• Automated, Onboard Quality Control                                                       Mg++
• Gasless Calibration                                                                        Cl-
• Integrated CO-Oximeter                                                                  Glucose
• Advanced Connectivity                                                                     BUN
• Simple Color Touch Screen User Interface                                               Creatinine
                                                                                          Lactate

                                            Confidential                                              B-229
Welcome
to nova biomedical




RSU. Dr. SOETOMO
    SURABAYA
Terima kasih

Ss14

  • 1.
    Analisis asam basa Carainterpretasi dan contoh kasus S.P.Edijanto Patologi Klinik RSUD Dr.Soetomo/ FK Unair Surabaya
  • 2.
    Brønsted Asam = proton donor Basa = proton acceptor proton = H+
  • 4.
    pH = -log [H+] [H+] = kadar ion H+ dalam satuan mol/l ( 1 nmol = 10-9 mol/l ) contoh : 1. larutan dengan ion H+ = 100 nmol/l (100 x 10-9 mol/l ) pH = ̶ log (100 x 10-9 mol/l ) = ̶ ( log 100 + log 10-9 ) = ̶ (2 ̶ 9) = 7 2. Larutan dengan ion H+ = 40 nmol/l ( 40 x 10-9 mol/l) pH = ̶ log (40x 10-9) = ̶ ( log 40 + log 10-9 ) = ̶ (1, 6 – 9 ) = 7,4
  • 5.
    pH CAIRAN TUBUH pHdarah arteri : normal 7,35 – 7,45 pH terendah orang hidup = 6,80 pH tertinggi orang hidup = 7,80 pH darah vena : normal 7,32 – 7,38 pH cairan intraseluler : bervariasi antara satu organ dengan organ lain. pada pH 7,4 (CES) , pH sel otot rata-rata 7, 06 5
  • 6.
    PENGENDALIAN KESEIMBANGAN ASAM - BASA Rentang pH darah arteri orang sehat : 7,35 - 7,45 Dikendalikan oleh : 1. Penyangga / buffer (segera) 2. Pernafasan / respirasi ( 12-24 jam) 3. Ginjal (beberapa hari) 6
  • 7.
    PENYANGGA 1. PENYANGGA BIKARBONAT HCO3- ( EKSTRASELULER ) H2CO3 2. PENYANGGA FOSFAT HPO42- ( INTRASELULER , URINE ) H2PO3- 3. PENYANGGA PROTEIN PROTEIN- ( INTRASELULER , PLASMA) PROTEIN 4. PENYANGGA HEMOGLOBIN Hb- ( PLASMA ) HHb 7
  • 8.
    PERNAFASAN CO2 o2 Frekuensi nafas : pria 16 x /mn wanita 20 x /mn HIPERVENTILASI c.a CO2 + H2O ↔ H2 CO3 ↔ H+ + HCO3- HIPOVENTILASI 8
  • 9.
    PUSAT NAFAS ( medula oblongata ) kemoreseptor hiperventilasi pusat + perifer tekanan CO2 ↑ tekanan O2 ↓ pH darah ↓ 9
  • 10.
    PUSAT NAFAS ( medula oblongata ) kemoreseptor hipoventilasi pusat + perifer tekanan CO2 ↓ tekanan O2 ↑ pH darah ↑ 10
  • 11.
    GINJAL REABSORPSI HCO3̅ H+ SEKRESI H+ (equimolar) H+ di TUBULUS GINJAL 11
  • 12.
    HENDERSON - HASSELBALCH [ Aˉ] pH = pK + log ——— [ H A] UNTUK BIKARBONAT : [ HCO3̅ ] pH = 6,1 + log ————— [ H2CO3 ] 12
  • 13.
    H2CO3 : kadarnya sangat rendah ---> diabaikan ---> diganti H2CO3 = 0,03 X p CO2 0,03 = Faktor kelarutan gas CO2 dalam plasma p CO2 = Tekanan gas CO2 dalam plasma [ HCO3- ] pH = 6,1 + log ———— [ H2CO3 ] [ HCO3- ] pH = 6,1 + log —————– 0,03 X pCO2 13
  • 14.
    KOMPONEN [ HCO3- ] NON- RESPIRATORIK (METABOLIK) pH = 6,1 + log —————– 0,03 X pCO2 KOMPONEN RESPIRATORIK Nilai pCO2 ditentukan oleh faktor respiratorik Hiperventilasi ------------- pCO2↓ Hipoventilasi ----------- pCO2 ↑ Nilai [ HCO3- ] ditentukan oleh faktor non-respiratorik (metabolik) : H+ dan GINJAL 14
  • 15.
    [ HCO3- ] N0N RESPIRATORIK (METABOLIK) pH = 6,1 + log —————– 0,03 X pCO2 RESPIRATORIK normal : [ HCO3- ] = 22 - 26 mmol/l pCO2 = 35 - 45 mmHg memasukkan data normal ke dalam rumus Ratio pembilang 24 24 ( HCO3- ) dan pH = 6,1 + log —————– = 6,1 + log —– penyebut (pCO2) 0,03 X 40 1,2 menentukan nilai pH = 6,1 + log 20 = 6,1 + 1,3 = 7,4 15
  • 16.
    KOMPENSASI Prosesmengatasi gangguan asam-basa primer oleh gangguan asam-basa sekunder, yang bertujuan membawa pH darah mendekati pH normal Kompensasi dilakukan oleh : penyangga, respirasi, dan ginjal Kompensasi tidak pernah membawa pH ke rentang normal 16
  • 17.
    PENYEBAB GANGGUAN KESEIMBANGAN ASAM-BASA 1. Gangguan fungsi pernafasan 2. Gangguan fungsi ginjal 3. Tambahan beban asam/basa dalam tubuh secara abnormal 4. Kehilangan asam/basa dari dalam tubuh secara abnormal 17
  • 18.
    GANGGUAN KESEIMBANGAN ASAM-BASA ASIDOSIS asidosis respiratorik pCO2 ↑ asidosis metabolik HCO3- ↓ asidemia ------ pH < 7,35 ALKALOSIS alkalosis respiratorik pCO2 ↓ alkalosis metabolik HCO3- ↑ alkalemia ------ pH > 7,45 18
  • 19.
    EVALUASI GANGGUAN KESEIMBANGANASAM-BASA 1. klinik Contoh : penderita muntah-muntah berat, diare, gagal ginjal, gagal jantung, COPD, keracunan alkohol,aspirin, sepsis, dsb. 2. laboratorium - analisis pH dan gas darah ( pH , pCO2 ,HCO3- ) - pem. kadar elektrolit ( anion gap ) parameter lain : base excess total CO2 standard bicarbonate
  • 20.
    analisis pH dangas darah alat ukur R pH pCO2 pO2 SPE ELEKTRODA - DARAH ARTERI - ANAEROB - HEPARIN suhu konstan 370 C pH , pCO2 , pO2 = di ukur langsung HCO3- = dihitung dengan rumus Henderson-Hasselbalch 20
  • 21.
    Base excess (BE ) Base excess = Buffer base pasien ̶ Buffer base normal Buffer base = jumlah semua buffer ( bikarbonas, fosfat, protein, hemoglobin ) * jumlah asam atau basa yang ditambahkan kedalam 1 liter darah/cairan ekstraseluler , agar pH kembali ke 7,4 pada pCO2 40 mmHg , SO2 100% , suhu 370 C Nilai BE : + atau ̶ ( BE = ̶ -------- BD/base difisit ) Nilai rujukan : ̶ 2 sampai + 2 Standard Base Excess ----- BE CES menggunakan Hb 5 g/dl Total CO2 Jumlah HCO3- + H2CO3 + CO2 yang larut + senyawa karbamino dalam plasma/serum dalam satuan mmol/l Nilai rujukan : 23 - 30 mmol/l Standard bicarbonate Kadar bikarbonat plasma pada pCO2 40 mmHg , SO2 100% , suhu 370 C Nilai rujukan : 22 – 28 mmol/l
  • 22.
    Cara mendapatkan nilaiHCO3- CO2 total , Base excess dengan Nomogram Sigaard - Andersen contoh : pH : 7,4 pCO2 : 40 mmHg HCO3- : 24 mmol/l BE darah : 0 BE CES : 0 ( untuk semua kadar Hb ) Data normal 22
  • 23.
    Cara mendapatkan nilai HCO3- , CO2 total , Base excess dengan Nomogram Sigaard - Andersen contoh : pH : 7,12 pCO2 : 30 mmHg HCO3- : 9,2 mmol BE darah : - 20 mmol/l (Hb 15g/dl) BE CES : -18,5 mmol/l (Hb 5g/dl) Pasien asidosis metabolik 23
  • 24.
    ANION GAP Kation (meq/l) Anion (meq/l) -------------------------------------------------------------------------------- Na+ 140 Cl- 104 K+ 4 HCO3- 24 Ca++ 5 Mg ++ 2 * HPO42- 2 * SO42- 1 * protein 15 * anion organik 5 ________________________________________________ jumlah 151 jumlah 151 * ion yang tidak diperiksa anion organik : laktat, salisilat, asetat, keton, 24
  • 25.
    Rumus menghitung AnionGap AG = kadar Na+ ̶ ( kadar Cl- + kadar HCO3- ) normal : 8 - 16 mmol/l Anion gap digunakan di klinik untuk mengetahui peningkatan (atau penurunan) Ion-ion yang tidak diperiksa, seringkali digunakan untuk mengetahui penyebab asidosis metabolik 25
  • 26.
    DELTA GAP DANDELTA RATIO Delta Gap = AG pasien ̶ AG normal Delta Ratio = peningkatan AG / penurunan HCO3- < 0,4 asidosis metabolik AG normal, hiperkloremik 0,4-0,8 asidosis metabolik AG normal/tinggi asidosis metabolik pada gagal ginjal 1-2 biasa pada asidosis metabolik dgn AG tinggi asidosis asam laktat rata2 1,6 DKA mendekati 1 (o.k. adanya ketonuria) >2 HCO3- meningkat alkalosis metabolik atau kompensasi asidosis respiratorik
  • 27.
    jenis keseimbangan asam basa 1. Gangguan asam basa sederhana ( simple acid-base disorder) hanya disebabkan oleh satu gangguan primer 2. Gangguan asam basa campuran ( mixed acid-base disorders) disebabkan oleh lebih dari satu gangguan primer
  • 28.
    INTERPRETASI tanpa ELEKTROLIT CONTOH HASIL PEMERIKSAAN : pH = 7,22 ( N: 7,35-7,45 ) pCO2 = 15 mmHg ( N: 35-45 mmHg ) HCO3- = 6 mmol/l ( N: 22-26 mmol/l ) interpretasi pH ↓ ---------> ASIDOSIS /ASIDEMIA pCO↓ ---------> ALKALOSIS RESPIRATORIK ( sekunder ) HCO3- ↓ ----------> ASIDOSIS METABOLIK (primer) STATUS ASAM-BASA : ASIDOSIS METABOLIK DENGAN KOMPENSASI ALKALOSIS RESPIRATORIK 28
  • 29.
    INTERPRETASI tanpa ELEKTROLIT CONTOH HASIL PEMERIKSAAN : pH = 7,50 ( N: 7,35-7,45 ) pCO2 = 42 mmHg ( N: 35-45 mmHg ) HCO3- = 33 mmol/l ( N: 22-26 mmol/l ) interpretasi pH ↑ ---------> ALKALOSIS /ALKALEMIA pCO2 ---------> NORMAL HCO3- ↑ ----------> ALKALOSIS METABOLIK ( primer ) STATUS ASAM-BASA : ALKALOSIS METABOLIK TANPA KOMPENSASI 29
  • 30.
    INTERPRETASI tanpa ELEKTROLIT CONTOH HASIL PEMERIKSAAN : pH = 7,48 ( N: 7,35-7,45 ) pCO2 = 32 mmHg ( N: 35-45 mmHg ) HCO3- = 21 mmol/l ( N: 22-26 mmol/l ) interpretasi pH ↑ ---------> ALKALOSIS / ALKALEMIA pCO↓ ---------> ALKALOSIS RESPIRATORIK ( pimer ) HCO3- ↓ ----------> ASIDOSIS METABOLIK ( sekunder ) STATUS ASAM-BASA : ALKALOSIS RESPIRATORIK DENGAN KOMPENSASI ASIDOSIS METABOLIK 30
  • 31.
    INTERPRETASI tanpa ELEKTROLIT CONTOH HASIL PEMERIKSAAN : pH = 7,49 ( N: 7,35-7,45 ) pCO2 = 32 mmHg ( N: 35-45 mmHg ) HCO3- = 24 mmol/l ( N: 22-26 mmol/l ) interpretasi pH ↑ ---------> ALKALOSIS / ALKALEMIA pCO↓ ---------> ALKALOSIS RESPIRATORIK ( primer ) HCO3- ----------> NORMAL STATUS ASAM-BASA : ALKALOSIS RESPIRATORIK TANPA KOMPENSASI 31
  • 32.
    INTERPRETASI tanpa ELEKTROLIT CONTOH HASIL PEMERIKSAAN : pH = 7,41 ( N: 7,35-7,45 ) pCO2 = 24 mmHg ( N: 35-45 mmHg ) HCO3- = 14 mmol/l ( N: 22-26 mmol/l ) interpretasi pH ---------> NORMAL pCO↓ ---------> ALKALOSIS RESPIRATORIK ( primer ) HCO3- ↓ ----------> ASIDOSIS METABOLIK ( primer ) STATUS ASAM-BASA : ALKALOSIS RESPIRATORIK DAN ASIDOSIS METABOLIK ( GANGGUAN CAMPURAN) 32
  • 33.
    INTERPRETASI tanpa ELEKTROLIT CONTOH HASIL PEMERIKSAAN : pH = 7,10 ( N: 7,35-7,45 ) pCO2 = 48 mmHg ( N: 35-45 mmHg ) HCO3- = 16 mmol/l ( N: 22-26 mmol/l ) interpretasi pH ↓ ---------> ASIDOSIS /ASIDEMIA pCO ↑ ---------> ASIDOSIS RESPIRATORIK ( primer ) HCO3- ↓ ---------> ASIDOSIS METABOLIK ( primer ) STATUS ASAM-BASA : ASIDOSIS RESPIRATORIK DAN ASIDOSIS METABOLIK ( GANGGUAN CAMPURAN) 33
  • 34.
    INTERPRETASI tanpa ELEKTROLIT CONTOH HASIL PEMERIKSAAN : pH = 7,65 ( N: 7,35-7,45 ) pCO2 = 31 mmHg ( N: 35-45 mmHg ) HCO3- = 35 mmol/l ( N: 22-26 mmol/l ) interpretasi pH ↑ ---------> ALKALOSIS / ALKALEMIA pCO↓ ---------> ALKALOSIS RESPIRATORIK ( primer ) HCO3- ↑ ---------> ALKALOSIS METABOLIK ( primer ) STATUS ASAM-BASA : ALKALOSIS RESPIRATORIK DAN ALKALOSIS METABOLIK ( GANGGUAN CAMPURAN) 34
  • 35.
    Gangguan asam basacampuran ( mixed acid base disorders) Apabila lebih dari satu gangguan asam basa primer terjadi bersama-sama. Gangguan ini sering terjadi pada pasien yang dirawat di rumah sakit, terutama dengan keadaan yang kritis.
  • 36.
    Gangguan asam basacampuran Dapat terjadi antara semua gangguan asam-basa : asidosis metabolik alkalosis metabolik asidosis respiratorik alkalosis respiratorik kecuali : antara asidosis respiratorik dan alkalosis respiratorik
  • 37.
    Tanda-tanda adanya gangguan asam basa campuran 1. Respon kompensasi tidak terjadi 2. Bila ada kompensasi, maka kompensasi tidak adekwat atau berlebihan 4. pH dalam rentang normal, pCO2 dan HCO3 - abnormal 5. Pada asidosis metabolik , perubahan anion gap tidak sesuai dengan perubahan kadar bikarbonas 6. Respon kompensasi yang terjadi membawa pH ke rentang normal ( pada gangguan sederhana , respon kompensasi tidak pernah mencapai pH normal)
  • 38.
    keadaan klinik dengan gangguan asam basa Asidosis metabolik dengan AG normal Peny. Ginjal : RTA --- renal tubular acidosis renal insuffiency ( kehilangan bikarbonas) hipoaldosteronisme/ diuritik spironolakton Kehilangan alkali : diare, uterosigmoidostomi Peroral : carbonic anhydrase inhibitor ( diamox )
  • 39.
    Asidosis metabolik denganAG tinggi Ketosis : DKA alkoholik kelaparan Asidosis laktat : hipoperfusi Peroral : ASA, etilenglikol, metanol Insufisiensi ginjal : gangguan ekskresi asam
  • 40.
    Metabolik alkalosis Muntah-muntah /gastric suction Contraction alkalosis Post hypercapnic alkalosis Hiperreninisme Hipokalemia Sirosis dengan asites Ekses kortikosteroid Massive blood transfusion
  • 41.
    Asidosis respiratorik Penyakit paruobstruktif Depresi pusat nafas ( obat2an, anestesi ) Pickwickian / sleep apnea syndrome Kyphoscoliosis End state restrictive polmonary disease
  • 42.
    Alkalosis respiratorik Ketegangan /nyeri Aspirin Panas badan Sepsis Hipoksemia Kehamilan Insufisiensi hepar Ventilator Diffuse interstitial fibrosis
  • 43.
    gangguan primer danrespon kompensasi pada gangguan asam basa sederhana Gangg. primer pH HCO3 p CO2 kompensasi Asidosis < 7,35 menurun menurun p CO2 menurun 1,2 mm Hg metabolik primer kompensasi setiap HCO3 menurun 1 mmol/l Atau : p CO2 = (1,5 x HCO3 )+8( ± 2) (formula Winter) Alkalosis > 7,45 meningkat meningkat p CO2 meningkat 0,6-0,75 mm Hg metabolik primer kompensasi setiap HCO3 meningkat 1 mmol/l ( tidak akan meningkat > 55 mmHg) Asidosis < 7,35 meningkat meningkat Akut: HCO3 meningkat 1-2 mmol/l respiratorik kompensasi primer setiap p CO2 meningkat 10 mmHg Kronis: HCO3 meningkat 3-4 mmol/l setiap p CO2 meningkat 10 mmHg Alkalosis > 7,45 menurun menurun Akut: HCO3 menurun 1-2 mmol/l respiratorik kompensasi primer setiap p CO2 menurun 10 mmHg Kronis: HCO3 menurun 4-5mmol/l setiap p CO menurun 10 mmHg
  • 44.
    Contoh kasus 1: Pasien peminum alkohol, datang dengan muntah-muntah, tampak sakit Hasil lab : pH = 7,40 pCO2 = 41 mmHg HCO3ˉ = 22 mmol/l Na = 137 mmol/l K = 3,8 mmol/l Cl = 90 mmol/l Bagaimana gangguan asam-basa ?
  • 45.
    Kesan: hasil analisisasam - basa tak menunjukkan kelainan Anion gap : 137 - (90+22) = 25 meningkat ( normal = 10) membuktikan adanya asidosis metabolik. Kompensasi pernafasan menurut formula Winter: pCO2 = (1,5 x 22) + 8 ± 2 = 41 ± 2 Hasilnya sama dengan hasil pengukuran, jadi kompensasi pernafasan adekwat /cocok. Delta gap dihitung (karena asidosis metabolik) : 25 – 10 = 15 22 + 15 = 37
  • 46.
    Koreksi HCO3ˉ menunjukkanhasil diatas nilai normal Membuktikan adanya alkalosis metabolik. Jadi pasien menderita gangguan asam basa campuran asidosis metabolik dan alkalosis metabolik Dari informasi klinik, memang pasien menderita asidosis metabolik karena ketosis alkoholik , kombinasi dengan alkalosis metabolik karena muntah-muntah
  • 47.
    Contoh kasus 2: Wanita 55th datang di IRD dengan keluhan muntah-muntah berat, sebelumnya merasa sehat. Pemeriksaan fisis : postural hipotensi, takikardia, turgor kulit menurun. Data lab. : Na 140 K 3,4 Cl 77 Kreatinin 2,1 pH 7,23 pCO2 22 HCO3 ̅ 9 bagaimana gangguan asam-basa ? 1. Klinis : * asidosis metabolik, dengan peningkatan anion gap, o.k. peningkatan asam laktat yang disebabkan oleh hipovolemia ( dehidrasi) karena muntah-muntah * alkalosis metabolik karena muntah-muntah
  • 48.
    2. Interpretasi asam-basa pH= 7,23  Asidosis pCO2 dan HCO3 - menurun searah ( keduanya turun) mengesankan kalau bukan gangguan campuran. HCO3 - = 9 mmol/l (rendah)  asidosis metabolik pCO2 = 22 mmHg (rendah)  kompensasi respiratorik formula Winter : pCO2 = 1,5 x HCO3 -+8±2 = 1,5x9+8±2= 19,5 – 23,5 pCO2 22 mmHg -------- kompensasi pernafasan adekwat
  • 49.
    3. Anion gap Anion gap : Na – ( Cl + HCO3) = 134 –(77+9) = 48 lebih besar dari 16  meningkat jadi ada asidosis metabolik 4. Delta ratio : delta AG AG – 12 36 -------------- = ----------- = ------ = 2,6 delta HCO3 24 - 9 14 lebih besar dari 2 -------- alkalosis metabolik
  • 50.
    Kesimpulan : Gangguan asambasa campuran, antara asidosis metabolik dengan peningkatan anion gap karena peningkatan as. Laktat , disertai alkalosis metabolik karena muntah
  • 51.
    Contoh kasus 3: Laki-laki 70 th dengan riwayat gagal jantung kongestif (CHF), datang di RS dengan sesak nafas dan pembengkakan tungkai. Lab.: pH 7,24 pCO2 60 mmHg pO2 52 mmHg HCO3 ̅ 27 mmol/l Bagaimana gangguan asam- basa ? 1. Klinis : asidosis respiratorik akut karena oedema paru akut 2. Analisis asam-basa : pH rendah  asidosis pCO2 dan HCO3 ̅ meningkat keduanya ( abnormal searah) Jadi tidak nampak adanya gangguan campuran, tapi masih harus dibuktikan.
  • 52.
    Penurunan pH sesuaidengan peningkatan pCO2 , dan peningkatan HCO3 ̅ adalah kompensasi. 3. Untuk melihat apakah asidosis respiratorik, akut atau kronis? Pada proses akut , hitungan kompensasi HCO3 ̅ adalah: setiap pCO2 meningkat 10 mmHg, HCO3 ̅ meningkat 1 mmol/l, disini : peningkatan pCO2 = 60-40 =20 mmHg penigkatan HCO3 ̅ = 20/10 x 1mmol/l = 2 jadi peningkatan HCO3 ̅ seharusnya 24 + 2 = 26 hasil pemeriksaan HCO3 ̅ 27 mmol/l ( ----- sesuai) Kesimpulan : asidosis respiratorik akut karena oedema paru
  • 53.
    Contoh kasus 4: Wanita 50 th, penderita IDDM, dibawa ke IRD o.k tidak sadarkan diri ( semi comatouse ), dia telah sakit beberapa hari sebelumnya. Obat-obat yang telah diminum adalah digoxin dan HCT untuk gagal jantung kongestif yang diderita. Lab.: Na 132 mmol/l K 2,7 mmol/l Cl 79 mmol/l Glukosa 815 mg/dl pH 7,41 pCO2 32 mmHg HCO3 ̅ 19 mmol/l pO2 82 mmHg
  • 54.
    1. Klinis :asidosis metabolik karena peningkatan AG alkalosis metabolik karena HCT 2. Interpretasi asam basa : pH normal , seperti tidak ada gangguan asam basa tapi ingat pada gangguan campuran, pH mungkin berada dalam rentang normal pCO2 32 mmHg  rendah  alkalosis respiratorik HCO3 ̅ 19 mmol/l  rendah  asidosis metabolik Sulit membedakan mana yang primer? Karena pasien menderita DKA, maka mungkin AG meningkat  hitung AG
  • 55.
    3. Anion Gap AG = Na – ( Cl + HCO3 ) = 132 – ( 79+ 19 ) = 34 AG tinggi ---------- asidosis metabolik dengan AG tinggi mengapa pH normal ? Kemungkinan ada alkalosis? hitung Delta ratio delta AG AG – 12 34 – 12 22 4. Delta ratio = --------------- = ---------------- = ------------ = ----- = 4,4 delta HCO3 24 – HCO3 24 – 19 5 Delta ratio > 2 ------------- ada alkalosis metabolik sangat mungkin o.k. HCT, kemungkinan lain adalah kompensasi dari asidosis respiratorik kronis ( alasan kurang kuat)
  • 56.
    Kesimpulan : Gangguan asam-basacampuran: asidosis metabolik dengan peningkatan AG karena DKA (ketoasidosis diabetika) dan alkalosis metabolik karena Thiazide (HCT)
  • 57.
    Contoh kasus 5: Laki-laki glandangan 60 th dibawa ke RS karena mual, muntah, dan sudah dua hari tidak makan.Tiga hari sebelum ini , pasien dilaporkan banyak minum alkohol Labotatorium : Na 132 K 5,0 Cl 104 BUN 25 kreat. 1,3 glukosa 75 Albumin 1,0 pH 7,30 pCO2 29 HCO3 ̅ 16 pO2 92 Bagaimana AG , gangguan asam basa ?
  • 58.
    Analisis : Klinis :bikarbonat dan pCO2 rendah mengesankan asidosis metabolik. Pasien menderita hiponatremia, ada riwayat mual , muntah, dan asupan makanan yang rendah. Dari pemikiran ini maka asidosis metabolik dapat disertai AG yang normal akibat dari muntah , dan/atau asidosis asam laktat , keto asidosis akibat kehilangan cairan serta kurang makan . Anion Gap : Na – (Cl+ HCO3 ) = 132 – ( 104+16) = 12 AG normal -------- > nampak bukan asidosis asam laktat, tetapi pasien menderita hipoalbuminemia ( Alb = 1 g/dl)
  • 59.
    koreksi albumin : hipoalbuminemia menyebabkan AG rendah palsu setiap kadar albumin turun 1 g/dl  AG turun 2,5 ( formula ) Pada pasien ini : Alb 1 , turun 3 dari normal 4 g/dl jadi seharusnya AG 12 + 3 x 2,5 = 19,5  tinggi Kesimpulannya : Pasien menderita asidosis metabolik dengan AG tinggi akibat peningkatan asam laktat dan/atau ketoasidosis
  • 60.
    Contoh kasus 6: Laki-laki 72 th dengan riwayat penyakit paru kongestif menahun ( COPD ), datang di RS karena ketoasidosis alkoholik Laboratorium : Na 136 K 5,1 Cl 85 BUN 28 Kre. 1,4 pH 7,20 pCO2 60 HCO3 ̅ 25 pO2 75 ketonuria +2 Klinis : Tampak seperti asidosis respiratorik akut, karena pCO2 tinggi sedangkan HCO3 ̅ meningkat sedikit.
  • 61.
    Karena ada riwayatketoasidosis alkoholik, tentu AG meningkat Ini suatu asidosis metabolik dengan AG tinggi, yang seharusnya berakibat pada HCO3 ̅ yang sangat rendah, tetapi kenyataanya tidak. Hal ini mengesankan adanya alkalosis metabolik, atau HCO3 ̅ sebelumnya memang sudah tinggi sebelum terjadi asidosis metabolik. Pasien tidak muntah-muntah atau minum diuritika, jadi tidak ada alasan untuk mencurigai alkalosis metabolik karena ini . COPD biasanya memang disertai asidosis repiratorik kronis, yang pada pasien ini menyebabkan HCO3 ̅ nya sangat tinggi karena kompensasi ginjal.
  • 62.
    Oleh karena ituHCO3 ̅ yang tinggi pada pasien ini diduga karena HCO3 ̅ memang tinggi sebelum terjadinya ketoasidosis alkoholik; dan asidosis metabolik inilah yang akhirnya menyebabkan HCO3 ̅ turun sampai level normal. AG = Na - ( Cl + HCO3 ̅ ) = 136 – (85+25) = 26  AG yang tinggi meyakinkan adanya asidosis metabolik dengan AG tinggi. Kalau AG sebelumnya 12, kemudian berubah menjadi 26, perubahannya 26-12 = 14 maka perubahan HCO3 ̅ juga harus 14, jadi HCO3 ̅ sebelumnya diperkirakan 25 + 14 = 39 mmol/l
  • 64.
    Your Best PartnerFor Critical Care Testing The Most Advanced Analyzers Available Stat Profile Critical Care Xpress: Mid to High Test-Menu Needs FO2Hb pH CO-Hb pCO2 Met-Hb pO2 HHb Hb O2Hb Hct tBil SO2% Na+ • Up To Twenty Measured Tests K+ • Full Customizable Menu Configurations Ca++ • Automated, Onboard Quality Control Mg++ • Gasless Calibration Cl- • Integrated CO-Oximeter Glucose • Advanced Connectivity BUN • Simple Color Touch Screen User Interface Creatinine Lactate Confidential B-229
  • 65.
    Welcome to nova biomedical RSU.Dr. SOETOMO SURABAYA
  • 66.