Tugas Presentasi




                   Muhammad Nur Hadi
                          425 10 037
                           3A TKJ
Spanning Tree Protocol (STP) adalah suatu Layer
2 protokol yang berjalan pada bridge dan switch.
Spesifikasi untuk STP adalah 802.1d IEEE. Tujuan
utama dari STP adalah untuk memastikan bahwa
Anda tidak membuat loop bila Anda memiliki
jalan berlebihan di jaringan anda. Loop yang
mematikan ke jaringan.

Spanning Tree Protokol. Spanning Tree
merupakan sebuah protokol yang berada di
jaringan switch yang memungkinkan semua
perangkat untuk berkomunikasi antara satu sama
lain agar dapat mendeteksi dan mengelola
redundant link dalam jaringan.
“Keuntungan Menggunakan STP (Spanning Tree
  Protocol) yaitu perangkat dapat mengelola
  dirinya sendiri untuk mengumpulkan
  informasi. Seperti alamat media access
  control (MAC), switch dan port prioritas, port
  identifier, path cost, root switch
  identifier, root port identifier, designated
  port identifiers, dan path cost from the port
  to the root switch. Informasi ini dikirim
  keperangkat STP lain di dalam jaringan
  dengan menggunakan Bridge Protocol Data
  Units (BPDU).”
Fungsi bridge menentukan bagaimana bridge berfungsi
   dalam hubungannya dengan bridge lainnya, Beberapa
                      fungsi Bridge:

1. Root bridge
  Root bridge merupakan master bridge atau controlling
  bridge. Root bridge secara periodik mem-broadcast
  message konfigurasi. Message ini digunakan untuk
  memilih rute dan re-konfigure fungsi-2 dari bridge-2
  lainnya bila perlu. Hanya da satu root bridge per
  jaringan. Root bridge dipilih oleh administrator. Saat
  menentukan root bridge, pilih root bridge yang paling
  dekat dengan pusat jaringan secara fisik.
2. Designated bridge
  Suatu designated bridge adalah bridge-2 lain yang
  berpartisipasi dalam meneruskan paket melalui
  jaringan. Mereka dipilih secara automatis dengan
  cara saling tukar paket konfigurasi bridge. Untuk
  mencegah terjadinya bridging loop, hanya ada satu
  designated bridge per segment jaringan

3. Backup bridge
  Semua bridge redundansi dianggap sebagai backup
  bridge. Backup bridge mendengar traffic jaringan dan
  membangun database bridge. Akan tetapi mereka
  tidak meneruska paket. Backup bridge ini akan
  mengambil alih fungsi jika suatu root bridge atau
  designated bridge tidak berfungsi.
STP menggunakan 3 kriteria untuk meletakkan port pada status
  forwarding :

• STP memilih root switch. STP menempatkan semua port aktif
  pada root switch dalam status Forwarding.

• Semua switch non-root menentukan salah satu port-nya sebagai
  port yang memiliki ongkos (cost) paling kecil untuk mencapai root
  switch. Port tersebut yang kemudian
  disebut sebagai root port (RP) switch tersebut akan ditempatkan
  pada status forwarding oleh STP.

• Dalam satu segment Ethernet yang sama mungkin saja ter-attach
  lebih dari satu switch. Diantara switch-switch tersebut, switch
  dengan cost paling sedikit untuk mencapai root switch disebut
  designated bridge, port milik designated bridge yang terhubung
  dengan segment tadi dinamakan designated port (DP).
Suatu konfigurasi yang optimal menuntut pada
               aturan-aturan berikut ini:

   Setiap bridge sharusnya mempunyai backup
    (yaitu jalur redundansi antara setiap segmen)

   Packet-2 harus tidak boleh melewati lebih dari
    dua bridge antara segmen-segmen jaringan

   Packet-2 seharusnya tidak melewati lebih dari
    tiga bridge setelah terjadi perubahan topology.
BPDU adalah sebuah datagram digunakan oleh switch untuk
berkomunikasi dengan satu sama lain dan pertukaran
informasi.     Sebuah      datagram      adalah      self-
contained, independen data membawa informasi yang
akan disalurkan dari sumber ke computer tujuan. Informasi
yang dikumpulkan dari perangkat BPDU di jaringan akan
membantu dalam keputusan konfigurasi
a. Salah satu switch akan dipilih sebagai root switch.

b. Jarak terpendek dari switch ke root switch akan dihitung.

c. Sebuah switch yang ditunjuk akan dipilih yang paling dekat
   dengan root switch melalui frame dan akan diteruskan ke
   root.

d. Port yang dipilih untuk setiap switch akan menjadi port
   yang menyediakan jalan terbaik dari root beralih ke switch
   .

e. Ports yang termasuk dalam Spanning Tree Protokol akan
   dipilih.
   Blocking : Port yang tidak akan meneruskan frame, just listen to
    BPDU, tujuan : untuk mencegah penggunaan jalur yang mengakibatkan
    loop. SEMUA PORT BERADA PADA STATUS INI KETIKA SWITCH BARU NYALA !

   Listening : Mendengar, port mendengar BPDU-BPDU untuk memastikan
    dari BPDU-BPDU itu tidak ada loop yang terjadi di network SEBELUM
    mengirimkan frame2 data. dalam kondisi/state ini…port mempersiapkan
    diri untuk memforward frame TANPA mengisi tabel MAC address

   Learning : Mempelajari, mendengarkan BPDU dan mempelajari semua
    jalur2 / path di network switch. sebuah port dalam status learning
    MENGISI tabel MAC addressTANPA memforward frame2 data

   Forwarding : Forwarding port ditentukan dari cost yang paling rendah
    (terbaik) ke root bridge

   Disabled : Biasanya administratif alias kita yg memutuskan sebuah port
    “dibunuh” atau tidak biar itu port ga ikut2an dalam STP
Spanning tree algoritma sangat penting dalam
   implementasi bridge pada jaringan anda.
    Keuntungan nya adalah sebagai berikut:

- Mengeliminir bridging loops

- Memberikan jalur redundansi antara dua piranti

- Recovery secara automatis dari suatu
perubahan topology atau kegagalan bridge

- Mengidentifikasikan jalur optimal antara dua
piranti jaringan
switching adalah sebuah bentuk switch Ethernet yang melakukan
switching terhadap paket dengan melihat alamat fisiknya (MAC
address). Switch jenis ini bekerja pada lapisan data -link (atau
lapis an kedua) dalam OSI Reference Model.

Switch-switch tersebut juga dapat melakukan fungsi sebagai
bridge antara segmen-segmen jaringan LAN, karena mereka
meneruskan frame      Ethernet berdasarkan alamat tujuannya
tanpa mengetahui protokol jaringan apa yang digunakan. Pada
layer 2 switching terjadi perulangan jaringan ketika ada lalu
lintas broadcast antara subnet.

 Salah satu teknik untuk menghentikan perulangan dalam
jaringan dan menyediakan manajemen yang efektif redundant
link adalah Spanning Tree Protokol. Spanning Tree Protokol
merupakan sebuah protokol yang berada di jaringan switch yang
memungkinkan semua perangkat untuk berkomunikasi antara
satu sama lain agar dapat mendeteksi dan mengelola redundant
link dalam jaringan
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

Spanning tree protokol

  • 1.
    Tugas Presentasi Muhammad Nur Hadi 425 10 037 3A TKJ
  • 2.
    Spanning Tree Protocol(STP) adalah suatu Layer 2 protokol yang berjalan pada bridge dan switch. Spesifikasi untuk STP adalah 802.1d IEEE. Tujuan utama dari STP adalah untuk memastikan bahwa Anda tidak membuat loop bila Anda memiliki jalan berlebihan di jaringan anda. Loop yang mematikan ke jaringan. Spanning Tree Protokol. Spanning Tree merupakan sebuah protokol yang berada di jaringan switch yang memungkinkan semua perangkat untuk berkomunikasi antara satu sama lain agar dapat mendeteksi dan mengelola redundant link dalam jaringan.
  • 3.
    “Keuntungan Menggunakan STP(Spanning Tree Protocol) yaitu perangkat dapat mengelola dirinya sendiri untuk mengumpulkan informasi. Seperti alamat media access control (MAC), switch dan port prioritas, port identifier, path cost, root switch identifier, root port identifier, designated port identifiers, dan path cost from the port to the root switch. Informasi ini dikirim keperangkat STP lain di dalam jaringan dengan menggunakan Bridge Protocol Data Units (BPDU).”
  • 5.
    Fungsi bridge menentukanbagaimana bridge berfungsi dalam hubungannya dengan bridge lainnya, Beberapa fungsi Bridge: 1. Root bridge Root bridge merupakan master bridge atau controlling bridge. Root bridge secara periodik mem-broadcast message konfigurasi. Message ini digunakan untuk memilih rute dan re-konfigure fungsi-2 dari bridge-2 lainnya bila perlu. Hanya da satu root bridge per jaringan. Root bridge dipilih oleh administrator. Saat menentukan root bridge, pilih root bridge yang paling dekat dengan pusat jaringan secara fisik.
  • 6.
    2. Designated bridge Suatu designated bridge adalah bridge-2 lain yang berpartisipasi dalam meneruskan paket melalui jaringan. Mereka dipilih secara automatis dengan cara saling tukar paket konfigurasi bridge. Untuk mencegah terjadinya bridging loop, hanya ada satu designated bridge per segment jaringan 3. Backup bridge Semua bridge redundansi dianggap sebagai backup bridge. Backup bridge mendengar traffic jaringan dan membangun database bridge. Akan tetapi mereka tidak meneruska paket. Backup bridge ini akan mengambil alih fungsi jika suatu root bridge atau designated bridge tidak berfungsi.
  • 7.
    STP menggunakan 3kriteria untuk meletakkan port pada status forwarding : • STP memilih root switch. STP menempatkan semua port aktif pada root switch dalam status Forwarding. • Semua switch non-root menentukan salah satu port-nya sebagai port yang memiliki ongkos (cost) paling kecil untuk mencapai root switch. Port tersebut yang kemudian disebut sebagai root port (RP) switch tersebut akan ditempatkan pada status forwarding oleh STP. • Dalam satu segment Ethernet yang sama mungkin saja ter-attach lebih dari satu switch. Diantara switch-switch tersebut, switch dengan cost paling sedikit untuk mencapai root switch disebut designated bridge, port milik designated bridge yang terhubung dengan segment tadi dinamakan designated port (DP).
  • 8.
    Suatu konfigurasi yangoptimal menuntut pada aturan-aturan berikut ini:  Setiap bridge sharusnya mempunyai backup (yaitu jalur redundansi antara setiap segmen)  Packet-2 harus tidak boleh melewati lebih dari dua bridge antara segmen-segmen jaringan  Packet-2 seharusnya tidak melewati lebih dari tiga bridge setelah terjadi perubahan topology.
  • 9.
    BPDU adalah sebuahdatagram digunakan oleh switch untuk berkomunikasi dengan satu sama lain dan pertukaran informasi. Sebuah datagram adalah self- contained, independen data membawa informasi yang akan disalurkan dari sumber ke computer tujuan. Informasi yang dikumpulkan dari perangkat BPDU di jaringan akan membantu dalam keputusan konfigurasi
  • 10.
    a. Salah satuswitch akan dipilih sebagai root switch. b. Jarak terpendek dari switch ke root switch akan dihitung. c. Sebuah switch yang ditunjuk akan dipilih yang paling dekat dengan root switch melalui frame dan akan diteruskan ke root. d. Port yang dipilih untuk setiap switch akan menjadi port yang menyediakan jalan terbaik dari root beralih ke switch . e. Ports yang termasuk dalam Spanning Tree Protokol akan dipilih.
  • 11.
    Blocking : Port yang tidak akan meneruskan frame, just listen to BPDU, tujuan : untuk mencegah penggunaan jalur yang mengakibatkan loop. SEMUA PORT BERADA PADA STATUS INI KETIKA SWITCH BARU NYALA !  Listening : Mendengar, port mendengar BPDU-BPDU untuk memastikan dari BPDU-BPDU itu tidak ada loop yang terjadi di network SEBELUM mengirimkan frame2 data. dalam kondisi/state ini…port mempersiapkan diri untuk memforward frame TANPA mengisi tabel MAC address  Learning : Mempelajari, mendengarkan BPDU dan mempelajari semua jalur2 / path di network switch. sebuah port dalam status learning MENGISI tabel MAC addressTANPA memforward frame2 data  Forwarding : Forwarding port ditentukan dari cost yang paling rendah (terbaik) ke root bridge  Disabled : Biasanya administratif alias kita yg memutuskan sebuah port “dibunuh” atau tidak biar itu port ga ikut2an dalam STP
  • 12.
    Spanning tree algoritmasangat penting dalam implementasi bridge pada jaringan anda. Keuntungan nya adalah sebagai berikut: - Mengeliminir bridging loops - Memberikan jalur redundansi antara dua piranti - Recovery secara automatis dari suatu perubahan topology atau kegagalan bridge - Mengidentifikasikan jalur optimal antara dua piranti jaringan
  • 15.
    switching adalah sebuahbentuk switch Ethernet yang melakukan switching terhadap paket dengan melihat alamat fisiknya (MAC address). Switch jenis ini bekerja pada lapisan data -link (atau lapis an kedua) dalam OSI Reference Model. Switch-switch tersebut juga dapat melakukan fungsi sebagai bridge antara segmen-segmen jaringan LAN, karena mereka meneruskan frame Ethernet berdasarkan alamat tujuannya tanpa mengetahui protokol jaringan apa yang digunakan. Pada layer 2 switching terjadi perulangan jaringan ketika ada lalu lintas broadcast antara subnet. Salah satu teknik untuk menghentikan perulangan dalam jaringan dan menyediakan manajemen yang efektif redundant link adalah Spanning Tree Protokol. Spanning Tree Protokol merupakan sebuah protokol yang berada di jaringan switch yang memungkinkan semua perangkat untuk berkomunikasi antara satu sama lain agar dapat mendeteksi dan mengelola redundant link dalam jaringan
  • 16.