LOGO




Spanning Tree Protocol



              Muhammad Masykur
STP
Contents                       Muhammad Masykur




           1. Pengenalan STP


           2. Pentingnya STP


           3. Definisi IEEE 802.1d

           4. Cara Kerja STP
STP
Contents (2)                      Muhammad Masykur




               4. STP Bridge ID


               5. Pemilihan Root Switch


               3. EtherChannel

               4. Kesimpulan
STP
Hot Tip                                    Muhammad Masykur




   Saat desain LAN memerlukan beberapa switch, umumnya
   network enginer menyertakan segment LAN yang redundant
   diantara switch-switch tersebut. Tujuannya sederhana, switch-
   switch berkemungkinan mengalami kegagalan beroperasi, atau
   ada kemungkinan kabel terputus atau ter-unplug sehingga
   dengan adanya segment redundant ini, layanan network masih
   bisa berjalan walaupun ada kendala diatas.

   LAN dengan link yang redundant memungkinkan frame
   mengalami looping didalam network tanpa henti. Frame yang
   looping ini menyebabkan gangguan performansi pada network.
   Oleh karena itu, LAN memanfaatkan Spanning Tree Protocol
   (STP), yang memungkinkan LAN tetap bisa menggunakan link
   redundant tanpa harus menanggung resiko adanya frame yang
   looping dalam network
STP
Hot Tip                               Muhammad Masykur




   Tanpa adanya Spanning Tree Protocol (STP), LAN
   dengan link yang redundant mengakibatkan adanya
   frame yang looping tanpa henti didalam network.
   Dengan STP, beberapa switch akan mem-block
   interface/port-nya agar port tersebut tidak bisa lagi
   mem-forward frames keluar. STP akan menentukan
   port mana yang harus di block sehingga hanya 1 link
   saja yang aktif dalam satu segment LAN. Hasilnya,
   frame tetap bisa ditransfer antar-komputer tanpa
   menyebabkan gangguan akibat adanya frame yang
   looping tanpa henti di dalam network
Spanning Tree Protocol         STP
                               Muhammad Masykur
(IEEE 802.1d)


  Problem utama yang bisa dihindari dengan
  adanya STP adalah broadcast storms.
  Broadcast storms menyebabkan frame
  broadcasts (atau multicast atau unicast yang
  destination addressnya belum diketahui oleh
  switch) terus berputar-putar (looping) dalam
  network tanpa henti.
Spanning Tree Protocol       STP
                             Muhammad Masykur
(IEEE 802.1d)


  Gambar berikut adalah contoh sederhana
  LAN dengan link yang redundant.
Definisi IEEE 802.1d               STP
                                    Muhammad Masykur
Spanning Tree Does


 STP mencegah terjadinya looping dengan
  menempatkan setiap port switch pada salah satu
  status : Forwarding atau Blocking. Interface dengan
  status forwarding bertingkah normal, mem-forward
  dan menerima frame, sedangkan interface dengan
  status blocking tidak memproses frame apapun
  kecuali pesan-pesan STP. Semua port yang berada
  dalam status forwarding disebut berada pada jalur
  spanning tree(topology STP), sekumpulan port-port
  forwarding membentuk jalur tunggal dimana frame
  ditransfer antar-segment.
Spanning Tree Protocol     STP
                            Muhammad Masykur
(IEEE 802.1d)


  Gambar berikut adalah LAN dengan link
  redundant yang sudah memanfaatkan STP.
Definisi IEEE 802.1d               STP
                                   Muhammad Masykur
Spanning Tree Does


 Dengan begini, saat Bob mengirimkan frame
  broadcast, frame tidak mengalami looping. Bob
  mengirimkan frame ke SW3 (step 1), kemudian SW3
  mem-forward frame hanya ke SW1(step 2), karena
  port Gi0/2 dari SW3 berada pada status blocking.
  Kemudian, SW1 mem-flood frame keluar melalui
  Fa0/11 dan Gi0/1 (step 3) . SW2 mem-flood frame
  keluar melalui Fa0/12 dan Gi0/1 (step4). Namun, SW3
  akan mengabaikan frame yang dikirmkan oleh SW2,
  karena frame tersebut masuk melalui port Gi0/2 dari
  switch SW3 yang berada pada status blocking.
Definisi IEEE 802.1d                STP
                                    Muhammad Masykur
Spanning Tree Does


 Dengan topology STP seperti pada gambar diatas,
  switch-switch tidak mengaktifkan link antara SW2 dan
  SW3 untuk keperluan traffick dalam VLAN. Namun,
  jika link antara SW1 dan SW3 mengalami kegagalan
  dalam beroperasi, maka STP akan membuat port
  Gi0/2 pada SW3 menjadi forwarding sehingga link
  antara SW3 dan SW2 menjadi aktif dan frame tetap
  bisa ditransfer secara normal dalam VLAN.
STP
Cara Kerja Spanning Tree                         Muhammad Masykur




 STP menggunakan 3 kriteria untuk meletakkan port
  pada status forwarding :
    STP memilih root switch. STP menempatkan semua port aktif pada
     root switch dalam status Forwarding.
    Semua switch non-root menentukan salah satu port-nya sebagai port
     yang memiliki ongkos (cost) paling kecil untuk mencapai root
     switch. Port tersebut yang kemudian disebut sebagai root port (RP)
     switch tersebut akan ditempatkan pada status forwarding oleh STP.
    Dalam satu segment Ethernet yang sama mungkin saja ter-attach
     lebih dari satu switch. Diantara switch-switch tersebut, switch dengan
     cost paling sedikit untuk mencapai root switch disebut designated
     bridge, port milik designated bridge yang terhubung dengan
     segment tadi dinamakan designated port (DP). Designated port
     juga berada dalam status forwarding.
STP Bridge ID dan Hello             STP
                                    Muhammad Masykur
BPDU


 STP bridge ID (BID) adalah angka 8-byte yang unik
  untuk setiap switch. Bridge ID terdiri dari 2-byte
  priority dan 6-byte berikutnya adalah system ID,
  dimana system ID berdasarkan pada MAC address
  bawaan tiap switch. Karena menggunakan MAC
  address bawaan ini dapat dipastikan tiap switch akan
  memiliki Bridge ID yang unik.
 STP mendefinisikan pesan yang disebut bridge
  protocol data units (BPDU), yang digunakan oleh
  switch untuk bertukar informasi satu sama lain. Pesan
  paling utama adalah Hello BPDU, berisi Bridge ID dari
  switch pengirim.
STP
Pemilihan Root Switch                        Muhammad Masykur




 Switch-switch akan memilih root switch berdasarkan Bridge ID
  dalam BPDU. Root switch adalah switch dengan Bridge ID
  paling rendah. Kita ketahui bahwa 2-byte pertama dari switch
  digunakan untuk priority, karena itu switch dengan priority paling
  rendah akan terpilih menjadi root switch.
 Namun kadangkala, ada beberapa switch yang memiliki nilai
  priority yang sama, untuk hal ini maka pemilihan root switch akan
  ditentukan berdasarkan 6-byte System ID berikutnya yang
  berbasis pada MAC address, karena itu switch dengan bagian
  MAC address paling rendah akan terpilih sebagai root switch.
Menentukan Designated Port          STP
untuk setiap segment LAN            Muhammad Masykur




 Designated port untuk setiap segment dalam LAN
  adalah switch port yang mengirimkan paket Hello ke
  segment LAN dengan cost terkecil. Ketika switch non-
  root mengirimkan pesan Hello, maka switch non-root
  akan menyertakan nilai cost tersebut kedalam pesan.
  Hasilnya, switch dengan cost terkecil untuk mencapai
  root switch menjadi DP dalam segment tersebut.
Saat Terjadi Perubahan                               STP
                                                     Muhammad Masykur
dalam network

 Berikut adalah proses yang terjadi saat topology STP berjaln
  normal tanpa ada perubahan:

    Root switch membuat dan mengirimkan Hello BPDU dengan cost 0 keluar
     melalui semua port/interfacenya yang aktif.
    Switch non-root menerima Hello dari root port miliknya. Setelah mengubah isi
     dari Hello menjadi Bridge ID dari switch pengirim, switch mem-forward Hello
     ke designated port.
    Langkah 1 dan 2 berulang terus sampai terjadi perubahan pada topology
     STP.
Saat Terjadi Perubahan                         STP
                                               Muhammad Masykur
dalam network (2)

 Ketika ada interface atau switch yang gagal beroperasi, maka
  topology STP akan berubah; dengan kata lain terjadi STP
  convergence.

    Interface yang tetap berada dalam status yang sama, maka tidak
     perlu ada perubahan.
    Interface yang harus berubah dari forwarding menjadi blocking,
     maka switch akan langsung merubahnya menjadi blocking.
    Interface yang harus berubah dari blocking menjadi forwarding,
     maka switch pertama kali akan mengubahnya menjadi listening,
     kemudian menjadi learning.Setelah itu interface akan diletakkan
     pada status forwarding.
Saat Terjadi Perubahan                               STP
                                                      Muhammad Masykur
dalam network (3)

 Saat terjadi STP Convergence, switch akan menentukan
  interface-interface mana yang akan dirubah statusnya. Namun,
  perubahan status dari blocking menjadi forwarding tidak bisa
  langsung dilakukan begitu saja, karena dapat menyebabkan
  frame looping temporarer. Untuk mencegah terjadinya looping
  temporarer itu, STP harus merubah status port tersebut menjadi
  2 status transisi terlebih dahulu sebelum merubahnya menjadi
  forwarding:

    Listening: seperti halnya blocking, interface dalam keadaan listening tidak
     mem-forward frame. (15 detik)
    Learning: interface dalam status ini masih belum mem-forward frame, tapi
     switch sudah mulai melakukan pemeriksaan MAC address dari frame-frame
     yang diterima pada interface ini. (15 detik)
STP
EtherChannel                                  Muhammad Masykur




 EtherChannel mengkombinasikan beberapa segment parallel
  yang memiliki kecepatan yang sama menjadi satu. Switch
  memperlakukan EtherChannel sebagai interface tunggal
  berkenaan dengan proses memforward frame seperti halnya juga
  STP. Hasilnya, jika salah satu link gagal, tapi salah satu link lain
  dalam EtherChannel masih beroperasi, maka STP tidak akan
  terjadi.
STP
EtherChannel (2)                          Muhammad Masykur




 EtherChannel juga menyediakan bandwidth yang lebih banyak.
  Trunk-trunk pada EtherChannel berada pada status forwarding
  semua atau blocking semua, karena STP memperlakukan semua
  trunk pada EtherChannel sebagai 1 trunk. Saat EtherChannel
  berada pada status forwarding, maka switch akan melakukan
  load-balance (membagi rata) traffik pada semua trunk, sehingga
  bandwidth yang tersedia jadi lebih banyak.
STP
EtherChannel (3)                       Muhammad Masykur




 Berikut contoh gambar EtherChannel
STP
PortFast                                   Muhammad Masykur




 PortFast memungkinkan switch untuk menempatkan sebuah
  interface kedalam status forwarding secara langsung tanpa harus
  menunggu 50 detik. Tetapi, hanya port yang diketahui tidak akan
  dihubungkan dengan switch yang lain yang bisa dijalankan fitur
  PortFast.
STP
Kesimpulan                                    Muhammad Masykur




 switching adalah sebuah bentuk switch Ethernet yang melakukan
  switching terhadap paket dengan melihat alamat fisiknya (MAC
  address). Switch jenis ini bekerja pada lapisan data -link (atau
  lapis an kedua) dalam OSI Reference Model. Switch-switch
  tersebut juga dapat melakukan fungsi sebagai bridge antara
  segmen-segmen jaringan LAN, karena mereka meneruskan
  frame Ethernet berdasarkan alamat tujuannya tanpa mengetahui
  protokol jaringan apa yang digunakan. Pada layer 2 switching
  terjadi perulangan jaringan ketika ada lalu lintas broadcast antara
  subnet. Broadcast paket dari sumber ke beberapa port melalui
  single link yang akan mengembalikan broadcast ke sumber asli
  melalui redundant link jika lebih dari satu jalan yang terhubung ke
  dua subnet.
STP
Kesimpulan (2)                                Muhammad Masykur




 Hal ini dapat memicu proses untuk mengulang dan menghasilkan
  perulangan logis aliran paket tanpa henti di seluruh jaringan fisik.
  Salah satu teknik untuk menghentikan perulangan dalam jaringan
  dan menyediakan manajemen yang efektif redundant link adalah
  Spanning Tree Protokol. Spanning Tree Protokol merupakan
  sebuah protokol yang berada di jaringan switch yang
  memungkinkan semua perangkat untuk berkomunikasi antara
  satu sama lain agar dapat mendeteksi dan mengelola redundant
  link dalam jaringan
LOGO




       Muhammad Masykur

Spanning tree protocol

  • 1.
  • 2.
    STP Contents Muhammad Masykur 1. Pengenalan STP 2. Pentingnya STP 3. Definisi IEEE 802.1d 4. Cara Kerja STP
  • 3.
    STP Contents (2) Muhammad Masykur 4. STP Bridge ID 5. Pemilihan Root Switch 3. EtherChannel 4. Kesimpulan
  • 4.
    STP Hot Tip Muhammad Masykur Saat desain LAN memerlukan beberapa switch, umumnya network enginer menyertakan segment LAN yang redundant diantara switch-switch tersebut. Tujuannya sederhana, switch- switch berkemungkinan mengalami kegagalan beroperasi, atau ada kemungkinan kabel terputus atau ter-unplug sehingga dengan adanya segment redundant ini, layanan network masih bisa berjalan walaupun ada kendala diatas. LAN dengan link yang redundant memungkinkan frame mengalami looping didalam network tanpa henti. Frame yang looping ini menyebabkan gangguan performansi pada network. Oleh karena itu, LAN memanfaatkan Spanning Tree Protocol (STP), yang memungkinkan LAN tetap bisa menggunakan link redundant tanpa harus menanggung resiko adanya frame yang looping dalam network
  • 5.
    STP Hot Tip Muhammad Masykur Tanpa adanya Spanning Tree Protocol (STP), LAN dengan link yang redundant mengakibatkan adanya frame yang looping tanpa henti didalam network. Dengan STP, beberapa switch akan mem-block interface/port-nya agar port tersebut tidak bisa lagi mem-forward frames keluar. STP akan menentukan port mana yang harus di block sehingga hanya 1 link saja yang aktif dalam satu segment LAN. Hasilnya, frame tetap bisa ditransfer antar-komputer tanpa menyebabkan gangguan akibat adanya frame yang looping tanpa henti di dalam network
  • 6.
    Spanning Tree Protocol STP Muhammad Masykur (IEEE 802.1d) Problem utama yang bisa dihindari dengan adanya STP adalah broadcast storms. Broadcast storms menyebabkan frame broadcasts (atau multicast atau unicast yang destination addressnya belum diketahui oleh switch) terus berputar-putar (looping) dalam network tanpa henti.
  • 7.
    Spanning Tree Protocol STP Muhammad Masykur (IEEE 802.1d) Gambar berikut adalah contoh sederhana LAN dengan link yang redundant.
  • 8.
    Definisi IEEE 802.1d STP Muhammad Masykur Spanning Tree Does  STP mencegah terjadinya looping dengan menempatkan setiap port switch pada salah satu status : Forwarding atau Blocking. Interface dengan status forwarding bertingkah normal, mem-forward dan menerima frame, sedangkan interface dengan status blocking tidak memproses frame apapun kecuali pesan-pesan STP. Semua port yang berada dalam status forwarding disebut berada pada jalur spanning tree(topology STP), sekumpulan port-port forwarding membentuk jalur tunggal dimana frame ditransfer antar-segment.
  • 9.
    Spanning Tree Protocol STP Muhammad Masykur (IEEE 802.1d) Gambar berikut adalah LAN dengan link redundant yang sudah memanfaatkan STP.
  • 10.
    Definisi IEEE 802.1d STP Muhammad Masykur Spanning Tree Does  Dengan begini, saat Bob mengirimkan frame broadcast, frame tidak mengalami looping. Bob mengirimkan frame ke SW3 (step 1), kemudian SW3 mem-forward frame hanya ke SW1(step 2), karena port Gi0/2 dari SW3 berada pada status blocking. Kemudian, SW1 mem-flood frame keluar melalui Fa0/11 dan Gi0/1 (step 3) . SW2 mem-flood frame keluar melalui Fa0/12 dan Gi0/1 (step4). Namun, SW3 akan mengabaikan frame yang dikirmkan oleh SW2, karena frame tersebut masuk melalui port Gi0/2 dari switch SW3 yang berada pada status blocking.
  • 11.
    Definisi IEEE 802.1d STP Muhammad Masykur Spanning Tree Does  Dengan topology STP seperti pada gambar diatas, switch-switch tidak mengaktifkan link antara SW2 dan SW3 untuk keperluan traffick dalam VLAN. Namun, jika link antara SW1 dan SW3 mengalami kegagalan dalam beroperasi, maka STP akan membuat port Gi0/2 pada SW3 menjadi forwarding sehingga link antara SW3 dan SW2 menjadi aktif dan frame tetap bisa ditransfer secara normal dalam VLAN.
  • 12.
    STP Cara Kerja SpanningTree Muhammad Masykur  STP menggunakan 3 kriteria untuk meletakkan port pada status forwarding :  STP memilih root switch. STP menempatkan semua port aktif pada root switch dalam status Forwarding.  Semua switch non-root menentukan salah satu port-nya sebagai port yang memiliki ongkos (cost) paling kecil untuk mencapai root switch. Port tersebut yang kemudian disebut sebagai root port (RP) switch tersebut akan ditempatkan pada status forwarding oleh STP.  Dalam satu segment Ethernet yang sama mungkin saja ter-attach lebih dari satu switch. Diantara switch-switch tersebut, switch dengan cost paling sedikit untuk mencapai root switch disebut designated bridge, port milik designated bridge yang terhubung dengan segment tadi dinamakan designated port (DP). Designated port juga berada dalam status forwarding.
  • 13.
    STP Bridge IDdan Hello STP Muhammad Masykur BPDU  STP bridge ID (BID) adalah angka 8-byte yang unik untuk setiap switch. Bridge ID terdiri dari 2-byte priority dan 6-byte berikutnya adalah system ID, dimana system ID berdasarkan pada MAC address bawaan tiap switch. Karena menggunakan MAC address bawaan ini dapat dipastikan tiap switch akan memiliki Bridge ID yang unik.  STP mendefinisikan pesan yang disebut bridge protocol data units (BPDU), yang digunakan oleh switch untuk bertukar informasi satu sama lain. Pesan paling utama adalah Hello BPDU, berisi Bridge ID dari switch pengirim.
  • 14.
    STP Pemilihan Root Switch Muhammad Masykur  Switch-switch akan memilih root switch berdasarkan Bridge ID dalam BPDU. Root switch adalah switch dengan Bridge ID paling rendah. Kita ketahui bahwa 2-byte pertama dari switch digunakan untuk priority, karena itu switch dengan priority paling rendah akan terpilih menjadi root switch.  Namun kadangkala, ada beberapa switch yang memiliki nilai priority yang sama, untuk hal ini maka pemilihan root switch akan ditentukan berdasarkan 6-byte System ID berikutnya yang berbasis pada MAC address, karena itu switch dengan bagian MAC address paling rendah akan terpilih sebagai root switch.
  • 15.
    Menentukan Designated Port STP untuk setiap segment LAN Muhammad Masykur  Designated port untuk setiap segment dalam LAN adalah switch port yang mengirimkan paket Hello ke segment LAN dengan cost terkecil. Ketika switch non- root mengirimkan pesan Hello, maka switch non-root akan menyertakan nilai cost tersebut kedalam pesan. Hasilnya, switch dengan cost terkecil untuk mencapai root switch menjadi DP dalam segment tersebut.
  • 16.
    Saat Terjadi Perubahan STP Muhammad Masykur dalam network  Berikut adalah proses yang terjadi saat topology STP berjaln normal tanpa ada perubahan:  Root switch membuat dan mengirimkan Hello BPDU dengan cost 0 keluar melalui semua port/interfacenya yang aktif.  Switch non-root menerima Hello dari root port miliknya. Setelah mengubah isi dari Hello menjadi Bridge ID dari switch pengirim, switch mem-forward Hello ke designated port.  Langkah 1 dan 2 berulang terus sampai terjadi perubahan pada topology STP.
  • 17.
    Saat Terjadi Perubahan STP Muhammad Masykur dalam network (2)  Ketika ada interface atau switch yang gagal beroperasi, maka topology STP akan berubah; dengan kata lain terjadi STP convergence.  Interface yang tetap berada dalam status yang sama, maka tidak perlu ada perubahan.  Interface yang harus berubah dari forwarding menjadi blocking, maka switch akan langsung merubahnya menjadi blocking.  Interface yang harus berubah dari blocking menjadi forwarding, maka switch pertama kali akan mengubahnya menjadi listening, kemudian menjadi learning.Setelah itu interface akan diletakkan pada status forwarding.
  • 18.
    Saat Terjadi Perubahan STP Muhammad Masykur dalam network (3)  Saat terjadi STP Convergence, switch akan menentukan interface-interface mana yang akan dirubah statusnya. Namun, perubahan status dari blocking menjadi forwarding tidak bisa langsung dilakukan begitu saja, karena dapat menyebabkan frame looping temporarer. Untuk mencegah terjadinya looping temporarer itu, STP harus merubah status port tersebut menjadi 2 status transisi terlebih dahulu sebelum merubahnya menjadi forwarding:  Listening: seperti halnya blocking, interface dalam keadaan listening tidak mem-forward frame. (15 detik)  Learning: interface dalam status ini masih belum mem-forward frame, tapi switch sudah mulai melakukan pemeriksaan MAC address dari frame-frame yang diterima pada interface ini. (15 detik)
  • 19.
    STP EtherChannel Muhammad Masykur  EtherChannel mengkombinasikan beberapa segment parallel yang memiliki kecepatan yang sama menjadi satu. Switch memperlakukan EtherChannel sebagai interface tunggal berkenaan dengan proses memforward frame seperti halnya juga STP. Hasilnya, jika salah satu link gagal, tapi salah satu link lain dalam EtherChannel masih beroperasi, maka STP tidak akan terjadi.
  • 20.
    STP EtherChannel (2) Muhammad Masykur  EtherChannel juga menyediakan bandwidth yang lebih banyak. Trunk-trunk pada EtherChannel berada pada status forwarding semua atau blocking semua, karena STP memperlakukan semua trunk pada EtherChannel sebagai 1 trunk. Saat EtherChannel berada pada status forwarding, maka switch akan melakukan load-balance (membagi rata) traffik pada semua trunk, sehingga bandwidth yang tersedia jadi lebih banyak.
  • 21.
    STP EtherChannel (3) Muhammad Masykur  Berikut contoh gambar EtherChannel
  • 22.
    STP PortFast Muhammad Masykur  PortFast memungkinkan switch untuk menempatkan sebuah interface kedalam status forwarding secara langsung tanpa harus menunggu 50 detik. Tetapi, hanya port yang diketahui tidak akan dihubungkan dengan switch yang lain yang bisa dijalankan fitur PortFast.
  • 23.
    STP Kesimpulan Muhammad Masykur  switching adalah sebuah bentuk switch Ethernet yang melakukan switching terhadap paket dengan melihat alamat fisiknya (MAC address). Switch jenis ini bekerja pada lapisan data -link (atau lapis an kedua) dalam OSI Reference Model. Switch-switch tersebut juga dapat melakukan fungsi sebagai bridge antara segmen-segmen jaringan LAN, karena mereka meneruskan frame Ethernet berdasarkan alamat tujuannya tanpa mengetahui protokol jaringan apa yang digunakan. Pada layer 2 switching terjadi perulangan jaringan ketika ada lalu lintas broadcast antara subnet. Broadcast paket dari sumber ke beberapa port melalui single link yang akan mengembalikan broadcast ke sumber asli melalui redundant link jika lebih dari satu jalan yang terhubung ke dua subnet.
  • 24.
    STP Kesimpulan (2) Muhammad Masykur  Hal ini dapat memicu proses untuk mengulang dan menghasilkan perulangan logis aliran paket tanpa henti di seluruh jaringan fisik. Salah satu teknik untuk menghentikan perulangan dalam jaringan dan menyediakan manajemen yang efektif redundant link adalah Spanning Tree Protokol. Spanning Tree Protokol merupakan sebuah protokol yang berada di jaringan switch yang memungkinkan semua perangkat untuk berkomunikasi antara satu sama lain agar dapat mendeteksi dan mengelola redundant link dalam jaringan
  • 25.
    LOGO Muhammad Masykur