SPANNING TREE PROTOCOL

     Nama : Efraim Novianto R.T

     Nim   : 425 10 046

     Kelas : 3B TKJ
SPANNING TREE PROTOCOL

Pada presentasi ini akan Dibahas mengenai
Spanning Tree Protocol (STP). Pengertian,
Peranan, Fungsi, Cara Kerja, Keuntungan,
Tugas, Kegunaan, Gambar dan Topologi,
Serta BPDU dan Penjelasannya.
APA ITU SPANNING TREE PROTOKOL

“Spanning Tree Protocol merupakan sebuah protokol yang
berada di jaringan switch yang memungkinkan semua
perangkat untuk berkomunikasi antara satu sama lain agar
dapat mendeteksi dan mengelola redundant link dalam
jaringan.”
PENGERTIAN SPANNING TREE PROTOCOL


“Spanning    tree   Protokol   adalah   protokol
manajemen link yang menyediakan redundansi
sementara mencegah perulangan yang tidak
diinginkan dalam jaringan.”
KEGUNAAN SPANNING TREE PROTOCOL


“Adapun Kegunaan STP (Spanning Tree Protocol)
dapat menyediakan redundansi jalan dengan
mendefinisikan sebuah tree yang membentang di
semua switch dalam jaringan yang diperpanjang.”
CARA KERJA SPANNING TREE PROTOCOL


“Cara kerja Spanning Tree Protokol adalah dengan cara
memaksa jalur data redundan ke standby state, sehingga jika
salah satu segmen jaringan di STP tidak bisa diakses (tidak bisa
dijangkau), atau jika terjadi perubahan biaya STP. Maka,
algoritma spanning tree akan mengkonfigurasi ulang spanning
tree   topologi   dan   membangun      kembali    link   dengan
mengaktifkan standby path.”
KEUNTUNGAN SPANNING TREE PROTOCOL



“Keuntungan Menggunakan STP (Spanning Tree Protocol) yaitu
perangkat dapat mengelola dirinya sendiri untuk mengumpulkan
informasi. Seperti alamat media access control (MAC), switch dan
port prioritas, port identifier, path cost, root switch identifier, root
port identifier, designated port identifiers, dan path cost from the
port to the root switch. Informasi ini dikirim keperangkat STP lain di
dalam jaringan dengan menggunakan Bridge Protocol Data Units
(BPDU).”
APA ITU BRIDGE PROTOKOL DATA UNIT (BPDU)




“BPDU adalah sebuah datagram yang digunakan oleh switch
untuk    berkomunikasi   dengan   satu   sama   lain   dan
mengadakan pertukaran informasi. Sebuah datagram adalah
self-contained, atau independen data pembawa informasi
yang akan disalurkan dari sumber ke computer tujuan.
Informasi yang dikumpulkan dari perangkat BPDU di jaringan
akan membantu keputusan dalam konfigurasi.”
HASIL PERTUKARAN BRIDGE PROTOCOL DATA UNIT (BPDU)


 Sebuah pertukaran BPDU akan menghasilkan beberapa hasil berikut
 ini:
        • Salah satu switch akan dipilih sebagai root switch (root switch
          adalah salah satu fungsi pertama dilakukan karena itu adalah awal
          STP logis dalam jaringan).
        • Jarak terpendek dari switch ke root switch akan dihitung.
        • Sebuah switch yang ditunjuk akan dipilih yang paling dekat dengan
          root switch melalui frame dan akan diteruskan ke root.
        • Port yang dipilih untuk setiap switch akan menjadi port yang
          menyediakan jalan terbaik dari root beralih ke switch.
        • Ports yang termasuk dalam Spanning Tree Protokol akan dipilih.
PERANAN SPANNING TREE PROTOCOL DALAM LAYER 2
                   SWITCHING

“Pada layer 2 switching terjadi perulangan jaringan ketika ada lalu lintas broadcast
antara subnet. Broadcast paket dari sumber ke beberapa port melalui single link yang
akan mengembalikan broadcast ke sumber asli melalui redundant link jika lebih dari
satu jalan yang terhubung ke dua subnet. Hal ini dapat memicu proses untuk mengulang
dan menghasilkan perulangan logis aliran paket tanpa henti di seluruh jaringan fisik.
Salah satu teknik untuk menghentikan perulangan dalam jaringan dan menyediakan
manajemen yang efektif redundant link adalah Spanning Tree Protokol. Karena
Spanning Tree merupakan sebuah protokol yang berada di jaringan switch yang
memungkinkan semua perangkat untuk berkomunikasi antara satu sama lain agar dapat
mendeteksi dan mengelola redundant link dalam jaringan.
TUGAS UTAMA SPANNING TREE PROTOCOL


“Tugas utama STP adalah menghentikan terjadinya loop-loop network
pada network layer 2 (bridge atau switch). STP secara terus menerus
memonitor network untuk menemukan semua link, memastikan bahwa
tidak ada loop yang terjadi dengan cara mematikan semua link yang
redundant. STP menggunakan algoritma yang disebut spanning-tree
algorithm (STA) untuk menciptakan sebuah topologi database, kemudian
mencari dan menghancurkan link-link redundant. Dengan menjalankan
STP, frame frame hanya akan diteruskan pada link-link utama yang dipilih
oleh STP.”
GAMBAR DAN TOPOLOGI YANG ADA PADA
     SPANNING TREE PROTOCOL




                       Gambar : Spanning Tree
                        Protocol Port States
GAMBAR DAN TOPOLOGI YANG ADA PADA SPANNING
             TREE PROTOCOL




                           Gambar : Root Bridge dan
                           Proses Pertukaran Nilai
                           BPDU
GAMBAR DAN TOPOLOGI YANG ADA PADA
     SPANNING TREE PROTOCOL




                        Gambar : Bagaimana
                          Spanning Tree
                         Protocol Bekerja
CARA KERJA SPANNING TREE
               PROTOCOL
1. Menentukan root bridge. Root bridge dari spanning tree adalah bridge
dengan bridge ID terkecil (terendah). Tiap bridge mempunyai unique
identifier (ID) dan sebuah priority number yang bisa dikonfigurasi. Untuki
membandingkan dua bridge ID, priority number yang pertama kali
dibandingkan dengan yang kedua. Jika priority number antara kedua bridge
tersebut sama, maka yang akan dibandingkan selanjutnya adalah MAC
addressnya. Sebagai contoh, jika switch A (MAC=0000.0000.1111) dan switch
B (MAC=0000.0000.2222) memiliki priority number yang sama, misalnya 10,
maka switch A yanga akan dipilih menjadi root bridge. Jika admin jaringan
ingin switch B yang jadi root bridge, maka priority number switch B harus
lebih kecil dari 10.
CARA KERJA SPANNING TREE
            PROTOCOL

2. Menentukan least cost paths ke root bridge. Spanning tree yang sudah
dihitung mempunyai properti yaitu pesan dari semua alat yang terkoneksi
ke root bridge dengan pengunjungan (traverse) dengan cost jalur terendah,
yaitu path dari alat ke root memiliki cost terendah dari semua paths dari
alat ke root.Cost of traversing sebuah path adalah jumlah dari cost-cost
dari segmen yang ada dalam path. Beda teknologi mempunya default cost
yang berbeda untuk segmen-segmen jaringan. Administrator dapat
memodifikasi cost untuk pengunjungan segment jaringan yang dirasa
penting.
CARA KERJA SPANNING TREE
            PROTOCOL

3. Non-aktifkan root path lainnya. Karena pada langkah diatas kita
telah menentukan cost terendah untuk tiap path dari peralatan ke
root bride, maka port yang aktif yang bukan root port diset
menjadi blocked port. Kenapa di blok? Hal ini dilakukan untuk
antisipasi jika root port tidak bisa bekerja dengan baik, maka port
yang tadinya di blok akan di aktifkan dan kembali lagi untuk
menentukan path baru.
SEKIAN

TERIMA KASIH ATAS PERHATIAN DAN
        WAKTUNYA,….^^

SEMOGA DAPAT BERMANFAAT DAN
         BERGUNA,….^^

STP (Spanning Tree Protocol)

  • 1.
    SPANNING TREE PROTOCOL Nama : Efraim Novianto R.T Nim : 425 10 046 Kelas : 3B TKJ
  • 2.
    SPANNING TREE PROTOCOL Padapresentasi ini akan Dibahas mengenai Spanning Tree Protocol (STP). Pengertian, Peranan, Fungsi, Cara Kerja, Keuntungan, Tugas, Kegunaan, Gambar dan Topologi, Serta BPDU dan Penjelasannya.
  • 3.
    APA ITU SPANNINGTREE PROTOKOL “Spanning Tree Protocol merupakan sebuah protokol yang berada di jaringan switch yang memungkinkan semua perangkat untuk berkomunikasi antara satu sama lain agar dapat mendeteksi dan mengelola redundant link dalam jaringan.”
  • 4.
    PENGERTIAN SPANNING TREEPROTOCOL “Spanning tree Protokol adalah protokol manajemen link yang menyediakan redundansi sementara mencegah perulangan yang tidak diinginkan dalam jaringan.”
  • 5.
    KEGUNAAN SPANNING TREEPROTOCOL “Adapun Kegunaan STP (Spanning Tree Protocol) dapat menyediakan redundansi jalan dengan mendefinisikan sebuah tree yang membentang di semua switch dalam jaringan yang diperpanjang.”
  • 6.
    CARA KERJA SPANNINGTREE PROTOCOL “Cara kerja Spanning Tree Protokol adalah dengan cara memaksa jalur data redundan ke standby state, sehingga jika salah satu segmen jaringan di STP tidak bisa diakses (tidak bisa dijangkau), atau jika terjadi perubahan biaya STP. Maka, algoritma spanning tree akan mengkonfigurasi ulang spanning tree topologi dan membangun kembali link dengan mengaktifkan standby path.”
  • 7.
    KEUNTUNGAN SPANNING TREEPROTOCOL “Keuntungan Menggunakan STP (Spanning Tree Protocol) yaitu perangkat dapat mengelola dirinya sendiri untuk mengumpulkan informasi. Seperti alamat media access control (MAC), switch dan port prioritas, port identifier, path cost, root switch identifier, root port identifier, designated port identifiers, dan path cost from the port to the root switch. Informasi ini dikirim keperangkat STP lain di dalam jaringan dengan menggunakan Bridge Protocol Data Units (BPDU).”
  • 8.
    APA ITU BRIDGEPROTOKOL DATA UNIT (BPDU) “BPDU adalah sebuah datagram yang digunakan oleh switch untuk berkomunikasi dengan satu sama lain dan mengadakan pertukaran informasi. Sebuah datagram adalah self-contained, atau independen data pembawa informasi yang akan disalurkan dari sumber ke computer tujuan. Informasi yang dikumpulkan dari perangkat BPDU di jaringan akan membantu keputusan dalam konfigurasi.”
  • 9.
    HASIL PERTUKARAN BRIDGEPROTOCOL DATA UNIT (BPDU) Sebuah pertukaran BPDU akan menghasilkan beberapa hasil berikut ini: • Salah satu switch akan dipilih sebagai root switch (root switch adalah salah satu fungsi pertama dilakukan karena itu adalah awal STP logis dalam jaringan). • Jarak terpendek dari switch ke root switch akan dihitung. • Sebuah switch yang ditunjuk akan dipilih yang paling dekat dengan root switch melalui frame dan akan diteruskan ke root. • Port yang dipilih untuk setiap switch akan menjadi port yang menyediakan jalan terbaik dari root beralih ke switch. • Ports yang termasuk dalam Spanning Tree Protokol akan dipilih.
  • 10.
    PERANAN SPANNING TREEPROTOCOL DALAM LAYER 2 SWITCHING “Pada layer 2 switching terjadi perulangan jaringan ketika ada lalu lintas broadcast antara subnet. Broadcast paket dari sumber ke beberapa port melalui single link yang akan mengembalikan broadcast ke sumber asli melalui redundant link jika lebih dari satu jalan yang terhubung ke dua subnet. Hal ini dapat memicu proses untuk mengulang dan menghasilkan perulangan logis aliran paket tanpa henti di seluruh jaringan fisik. Salah satu teknik untuk menghentikan perulangan dalam jaringan dan menyediakan manajemen yang efektif redundant link adalah Spanning Tree Protokol. Karena Spanning Tree merupakan sebuah protokol yang berada di jaringan switch yang memungkinkan semua perangkat untuk berkomunikasi antara satu sama lain agar dapat mendeteksi dan mengelola redundant link dalam jaringan.
  • 11.
    TUGAS UTAMA SPANNINGTREE PROTOCOL “Tugas utama STP adalah menghentikan terjadinya loop-loop network pada network layer 2 (bridge atau switch). STP secara terus menerus memonitor network untuk menemukan semua link, memastikan bahwa tidak ada loop yang terjadi dengan cara mematikan semua link yang redundant. STP menggunakan algoritma yang disebut spanning-tree algorithm (STA) untuk menciptakan sebuah topologi database, kemudian mencari dan menghancurkan link-link redundant. Dengan menjalankan STP, frame frame hanya akan diteruskan pada link-link utama yang dipilih oleh STP.”
  • 12.
    GAMBAR DAN TOPOLOGIYANG ADA PADA SPANNING TREE PROTOCOL Gambar : Spanning Tree Protocol Port States
  • 13.
    GAMBAR DAN TOPOLOGIYANG ADA PADA SPANNING TREE PROTOCOL Gambar : Root Bridge dan Proses Pertukaran Nilai BPDU
  • 14.
    GAMBAR DAN TOPOLOGIYANG ADA PADA SPANNING TREE PROTOCOL Gambar : Bagaimana Spanning Tree Protocol Bekerja
  • 15.
    CARA KERJA SPANNINGTREE PROTOCOL 1. Menentukan root bridge. Root bridge dari spanning tree adalah bridge dengan bridge ID terkecil (terendah). Tiap bridge mempunyai unique identifier (ID) dan sebuah priority number yang bisa dikonfigurasi. Untuki membandingkan dua bridge ID, priority number yang pertama kali dibandingkan dengan yang kedua. Jika priority number antara kedua bridge tersebut sama, maka yang akan dibandingkan selanjutnya adalah MAC addressnya. Sebagai contoh, jika switch A (MAC=0000.0000.1111) dan switch B (MAC=0000.0000.2222) memiliki priority number yang sama, misalnya 10, maka switch A yanga akan dipilih menjadi root bridge. Jika admin jaringan ingin switch B yang jadi root bridge, maka priority number switch B harus lebih kecil dari 10.
  • 16.
    CARA KERJA SPANNINGTREE PROTOCOL 2. Menentukan least cost paths ke root bridge. Spanning tree yang sudah dihitung mempunyai properti yaitu pesan dari semua alat yang terkoneksi ke root bridge dengan pengunjungan (traverse) dengan cost jalur terendah, yaitu path dari alat ke root memiliki cost terendah dari semua paths dari alat ke root.Cost of traversing sebuah path adalah jumlah dari cost-cost dari segmen yang ada dalam path. Beda teknologi mempunya default cost yang berbeda untuk segmen-segmen jaringan. Administrator dapat memodifikasi cost untuk pengunjungan segment jaringan yang dirasa penting.
  • 17.
    CARA KERJA SPANNINGTREE PROTOCOL 3. Non-aktifkan root path lainnya. Karena pada langkah diatas kita telah menentukan cost terendah untuk tiap path dari peralatan ke root bride, maka port yang aktif yang bukan root port diset menjadi blocked port. Kenapa di blok? Hal ini dilakukan untuk antisipasi jika root port tidak bisa bekerja dengan baik, maka port yang tadinya di blok akan di aktifkan dan kembali lagi untuk menentukan path baru.
  • 18.
    SEKIAN TERIMA KASIH ATASPERHATIAN DAN WAKTUNYA,….^^ SEMOGA DAPAT BERMANFAAT DAN BERGUNA,….^^