Teori Pertukaran Sosial
(Social Exchange Theory)
Riva Azmi
210110130101
Mankom A
Dosen Pengampu:
DR. Antar Venus, M.A.Comm.
Meria Octavianti, S.Sos, M.Si.
Fakultas Ilmu Komunikasi
Jurusan Manajemen Komunikasi
Universitas Padjajaran
Tahun Ajaran 2013/2014
Sumber: dikutip dari link http://atpsikologi.blogspot.com/2009/11/makalah-social-exchange.htm
diakses pada tgl 28 Feb 2014, pukul 14:45 WIB
Teori Pertukaran Sosial secara umum
menganggap bahwa bentuk dasar dari
hubungan sosial adalah sebagai suatu
transaksi dagang, dimana orang
berhubungan dengan orang lain karena
mengharapkan sesuatu untuk memenuhi
kebutuhannya.
Harold Kelley
lahir di Boise, Idaho tgl 16 Februari
1921. Harold kelley seorang profesor
emeritus Psikologi di Ucla dan ia pun
seorang pelopor pembeda dan
kontributor untuk psikologi sosial.
Kelley menerima gelar B.A dan M.A,
lulusan psikologi di tahun 1942-1943
dari Universitas Clifornia, Berkeley.
Harold Kelley dan John Thibaut
mempertimbangkan model kolaborasi
ilmiah.
John Thibaut
John Thibaut adalah seorang sosial
psikolog, salah satu mahasiswa lulusan
terakhir dari Kurt Lewin. Ia
menghabiskan satu tahun menjadi
Profesor di Universitas North Carolina di
Chapel Hill, dan editor pertama dari
Journal of Experimental Social
Psychology. Dia dikenal sebagai “A Social
Psychology of Groups”, yang ditulis ulang
oleh teman kolaborasi lamanya Harold
Kelley.
Definisi Teori Pertukaran
Sosial
Sumber: dikutip dari link http://ekaevriza.blogspot.com/2013/02/teori-pertukaran-sosial-berdasarkan.htm
diakses pada tgl 28 Feb 2014, pukul 14:45 WIB
Teori pertukaran sosial adalah
teori dalam ilmu sosial yang
menyatakan bahwa dalam
hubungan sosial terdapat unsur
ganjaran, pengorbanan, dan
keuntungan yang saling
mempengaruhi.
Asumsi Teori
Dalam teori Pertukaran Sosial Thibaut dan Kelley mendasarkan teori
mereka pada dua konseptualisasi yaitu :
2. Asumsi mengenai sifat dasar
manusia dari suatu hubungan
• Hubungan memiliki sifat
ketergantungan
• Kehidupan berhubungan adalah
sebuah proses.
1. Asumsi mengenai sifat dasar
manusia
• Manusia mencari penghargaan
dan menghindari hukuman.
• Manusia adalah makhluk
rasional.
• Standar yang digunakan
manusia untuk mengevaluasi
pengorbanan dan
penghargaan bervariasi seiring
berjalannya waktu dan dari
satu orang ke orang lainnya.
Konsep teori pertukaran sosial
• Teori Pertukaran Sosial (Social Exchange Theory-SET)
Didasarkan pada ide bahwa orang memandang hubungan mereka dalam
konteks ekonomi dan mereka menghitung pengorbanan dan
membandingkan dengan penghargaan yang didapatkan dengan
meneruskan hubungan itu.
• Pengorbanan (cost)
merupakan elemen dari sebuah hubungan yang memiliki nilai negatif bagi
seseorang.
• Penghargaan (rewards)
merupakan elemen dalam sebuah hubungan yang memiliki nilai positif.
Sumber: dikutip dari link http://ekaevriza.blogspot.com/2013/02/teori-pertukaran-sosial-berdasarkan.html
diakses pada tgl 28 Feb 2014, pukul 14:45 WIB
Terdapat empat konsep pokok dalam teori ini, yaitu:
Ganjaran
B
i
a
y
a
Tingkat
Perbandingan
Hasil
atau
Laba
Sumber: dikutip dari link http://ekaevriza.blogspot.com/2013/02/teori-pertukaran-sosial-berdasarkan.html
diakses pada tgl 28 Feb 2014, pukul 14:45 WIB
Thibault dan Kelley menyimpulkan model pertukaran sosial bahwa
“setiap individu secara sukarela memasuki dan tinggal dalam hubungan
sosial hanya selama hubungan tersebut cukup memuaskan ditinjau dari
segi ganjaran dan biaya.”
Ganjaran: setiap akibat yang dinilai positif yang diperoleh seseorang dari
suatu hubungan.
Biaya: akibat nilai negatif yang terjadi dalam suatu hubungan. Bisa
berupa waktu, konflik, usaha jadi dapat menimbulkan efek-efek yang
tidak menyenangkan.
Laba atau hasil: seorang individu merasa dalam suatu hubungan
interpersonal, bahwa ia tidak mendapat laba sama sekali, ia akan
mencari hubungan lain yang mendatangkan laba.
Tingkat Perbandingan: menunjukan ukuran baku yang dipakai sebagai
kriteria, dalam menilai hubungan individu pada waktu sekarang.
Ukuran baku disini bdapat berupa pengalaman masa lalu.
Sumber: dikutip dari link http://ekaevriza.blogspot.com/2013/02/teori-pertukaran-sosial-berdasarkan.html
diakses pada tgl 28 Feb 2014, pukul 14:45 WIB
Evaluasi sebuah
hubungan
• Thibaut dan Kelley mengklaim bahwa evaluasi ini didasarkan
pada dua tipe perbandingan, yaitu:
• Level Perbandingan
(Comparison Level-- CL)
Merupakan standar yang
mewakili perasaan orang
mengenai apa yang
mereka harus terima
dalam hal penghargaan
dan pengorbanan dari
sebuah hubungan.
• Level Perbandingan
untuk Alternatif
(Comparison Level for
Alternative—CLalt)
Merupakan standar
untuk megukur
bagaimana orang
mengevaluasi sebuah
hubungan
dibandingkan dengan
alternatif realistis dari
hubungan tersebut.
Terdapat dua jenis kekuasaan dalam teori Thibaut dan Kelley:
Pengendalian
Nasib (Fate
Control) yaitu
kemampuan
untuk
memengaruhi
hasil akhir
pasangan.
Pengendalian
Perilaku (Behavior
Control) yaitu
kekuatan untuk
menyebabkan
perubahan perilaku
orang lain dengan
mengubah perilaku
sendiri
Struktur Pertukaran
Pertukaran Langsung (Direct Exchange)
Dimana dua orang saling berbalas pengorbanan
dan penghargaan.
A B
Pertukaran dapat terjadi dalam beberapa bentuk dalam matriks
tersebut:
Pertukaran Tergeneralisasi (Generalize Exchange)
Pertukaran dimana timbal balik yang terjadi
melibatkan jaringan sosial dan tidak terbatas pada
dua individu. A
C
B
Pertukaran Produktif (Productive Exchange)
Pertukaran dimana kedua belah pihak mengalami
pengorbanan dan mendapatkan keuntungan
secara simultan.
A B
AB
Contoh kasus
Radit dan Jani sudah berpacaran lama selama 6 tahun. Mereka
berdua sudah saling mengenal, saling cinta, dan saling memahami
kebiasaan satu sama lain. Jani memahami kebiasaan Radit yang anak
brandalan yang suka merampok dan meminum menuman beralkohol,
dan Radit pun memahami bahwa Jani selalu menomor satukan
pendidikan karena Jani lahir di keluarga yang kaya dan berpendidikan.
Jani selalu memberi Radit mau berupa uang, barang atau apapun
yang bisa membuat Radit senang selagi ia masih bisa membantu
Radit. Begitu pula Radit yang selalu memberi kebahagian dan kasih
sayang kepada Jani walaupun tidak berupa materi, barang dan
sebagainya. Namun seiring dengan berjalannya waktu Radit sadar
bahwa dia tidak pantas dengan Jani karena ia tidak bisa memberi
kebahagiaan berupa materi karena ia tidak memiliki uang yang
banyak, lalu orang tua Jani pun mengetahui bahwa Radit anak yang
tidak benar dan menyuruh Jani untuk mengakhiri hubungannya
dengan Radit.
Orang tua Jani menjodohkan Jani dengan Ian orang yang
berpendidikan tinggi, dan bisa memberi Jani materi yang lebih. Namun
Jani tidak bahagia berhubungan dengan Ian karena Ian sering
berprilaku kasar terhadap Jani. Disitu Jani selalu membanding-
bandingkan Ian dengan Radit, ia lebih senang dan bahagia saat
berhubungan dengan Radit dari pada Ian karena Radit selalu memberi
kasih sayang dan tidak berperilaku kasar terhadapnya.
Menganalisis kasus diatas dari 4 konsep pokok dalam Teori Pertukaran Sosial:
Ganjaran : Dimana saat Radit memberi kasih sayang, cinta kepada Jani.
Biaya : Disaat Jani memberi Radit banyak materi selagi Jani masih
bisa membantunya.
Laba/hasil : Dalam kasus ini tidak ada laba, karena Jani selalu
memberi materi yang lebih kepada Radit tetapi Radit tidak bisa
memberi banyak materi kepada Jani karena Radit tidak mempunyai
uang banyak.
Tingkat Perbandingan : Terjadi disaat Jani berhubungan dengan Ian
yang selalu berperilaku kasar dengannya, disitu Jani membanding-
bandingkan saat berhubungan dengan Radit karena Radit selalu
memberikan kasih sayang dan tidak berperilaku kasar kepadanya.
Dosen Pengampu
DR. Antar Venus, M.A.Comm. lahir di Serang-Banten, 2 Juni 1968. Beliau
adalah Pakar Komunikasi yang terobsesi membumikan ilmu komunikasi.
Sebagai pengampu mata kuliah teori-teori komunikasi di Universitas
Padjadjaran, dosen ini menyebarkan motto “Learning communication
theories in practical way”.
Biografi Penulis
Riva Azmi lahir di Bogor, 4
April tahun 1995. Mahasiswi
S1 Jurusan Manajemen
Komunikasi, Fakultas Ilmu
Komunikasi Universitas
Padjajaran.
Setelah mempelajari teori ini, penulis
merasa bahwa setiap kita berhubungan
dengan orang lain, kita harus
mendapatkan feedback dari orang
tersebut, saling memberi keuntungan
bagi kita dan juga orang lain.
R
E
F
E
R
E
N
S
I
West, Richard & Lynn H. Tunner. 2008. Pengantar Teori
Komunikasi: Analisis dan Aplikasi. Jakarta: Salemba
Humanika.
Terima Kasih

Social Exchange Theory

  • 1.
    Teori Pertukaran Sosial (SocialExchange Theory) Riva Azmi 210110130101 Mankom A Dosen Pengampu: DR. Antar Venus, M.A.Comm. Meria Octavianti, S.Sos, M.Si. Fakultas Ilmu Komunikasi Jurusan Manajemen Komunikasi Universitas Padjajaran Tahun Ajaran 2013/2014
  • 2.
    Sumber: dikutip darilink http://atpsikologi.blogspot.com/2009/11/makalah-social-exchange.htm diakses pada tgl 28 Feb 2014, pukul 14:45 WIB Teori Pertukaran Sosial secara umum menganggap bahwa bentuk dasar dari hubungan sosial adalah sebagai suatu transaksi dagang, dimana orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya.
  • 4.
    Harold Kelley lahir diBoise, Idaho tgl 16 Februari 1921. Harold kelley seorang profesor emeritus Psikologi di Ucla dan ia pun seorang pelopor pembeda dan kontributor untuk psikologi sosial. Kelley menerima gelar B.A dan M.A, lulusan psikologi di tahun 1942-1943 dari Universitas Clifornia, Berkeley. Harold Kelley dan John Thibaut mempertimbangkan model kolaborasi ilmiah.
  • 5.
    John Thibaut John Thibautadalah seorang sosial psikolog, salah satu mahasiswa lulusan terakhir dari Kurt Lewin. Ia menghabiskan satu tahun menjadi Profesor di Universitas North Carolina di Chapel Hill, dan editor pertama dari Journal of Experimental Social Psychology. Dia dikenal sebagai “A Social Psychology of Groups”, yang ditulis ulang oleh teman kolaborasi lamanya Harold Kelley.
  • 7.
    Definisi Teori Pertukaran Sosial Sumber:dikutip dari link http://ekaevriza.blogspot.com/2013/02/teori-pertukaran-sosial-berdasarkan.htm diakses pada tgl 28 Feb 2014, pukul 14:45 WIB Teori pertukaran sosial adalah teori dalam ilmu sosial yang menyatakan bahwa dalam hubungan sosial terdapat unsur ganjaran, pengorbanan, dan keuntungan yang saling mempengaruhi.
  • 8.
    Asumsi Teori Dalam teoriPertukaran Sosial Thibaut dan Kelley mendasarkan teori mereka pada dua konseptualisasi yaitu : 2. Asumsi mengenai sifat dasar manusia dari suatu hubungan • Hubungan memiliki sifat ketergantungan • Kehidupan berhubungan adalah sebuah proses. 1. Asumsi mengenai sifat dasar manusia • Manusia mencari penghargaan dan menghindari hukuman. • Manusia adalah makhluk rasional. • Standar yang digunakan manusia untuk mengevaluasi pengorbanan dan penghargaan bervariasi seiring berjalannya waktu dan dari satu orang ke orang lainnya.
  • 9.
    Konsep teori pertukaransosial • Teori Pertukaran Sosial (Social Exchange Theory-SET) Didasarkan pada ide bahwa orang memandang hubungan mereka dalam konteks ekonomi dan mereka menghitung pengorbanan dan membandingkan dengan penghargaan yang didapatkan dengan meneruskan hubungan itu. • Pengorbanan (cost) merupakan elemen dari sebuah hubungan yang memiliki nilai negatif bagi seseorang. • Penghargaan (rewards) merupakan elemen dalam sebuah hubungan yang memiliki nilai positif. Sumber: dikutip dari link http://ekaevriza.blogspot.com/2013/02/teori-pertukaran-sosial-berdasarkan.html diakses pada tgl 28 Feb 2014, pukul 14:45 WIB
  • 10.
    Terdapat empat konseppokok dalam teori ini, yaitu: Ganjaran B i a y a Tingkat Perbandingan Hasil atau Laba Sumber: dikutip dari link http://ekaevriza.blogspot.com/2013/02/teori-pertukaran-sosial-berdasarkan.html diakses pada tgl 28 Feb 2014, pukul 14:45 WIB
  • 11.
    Thibault dan Kelleymenyimpulkan model pertukaran sosial bahwa “setiap individu secara sukarela memasuki dan tinggal dalam hubungan sosial hanya selama hubungan tersebut cukup memuaskan ditinjau dari segi ganjaran dan biaya.” Ganjaran: setiap akibat yang dinilai positif yang diperoleh seseorang dari suatu hubungan. Biaya: akibat nilai negatif yang terjadi dalam suatu hubungan. Bisa berupa waktu, konflik, usaha jadi dapat menimbulkan efek-efek yang tidak menyenangkan. Laba atau hasil: seorang individu merasa dalam suatu hubungan interpersonal, bahwa ia tidak mendapat laba sama sekali, ia akan mencari hubungan lain yang mendatangkan laba. Tingkat Perbandingan: menunjukan ukuran baku yang dipakai sebagai kriteria, dalam menilai hubungan individu pada waktu sekarang. Ukuran baku disini bdapat berupa pengalaman masa lalu. Sumber: dikutip dari link http://ekaevriza.blogspot.com/2013/02/teori-pertukaran-sosial-berdasarkan.html diakses pada tgl 28 Feb 2014, pukul 14:45 WIB
  • 12.
    Evaluasi sebuah hubungan • Thibautdan Kelley mengklaim bahwa evaluasi ini didasarkan pada dua tipe perbandingan, yaitu: • Level Perbandingan (Comparison Level-- CL) Merupakan standar yang mewakili perasaan orang mengenai apa yang mereka harus terima dalam hal penghargaan dan pengorbanan dari sebuah hubungan. • Level Perbandingan untuk Alternatif (Comparison Level for Alternative—CLalt) Merupakan standar untuk megukur bagaimana orang mengevaluasi sebuah hubungan dibandingkan dengan alternatif realistis dari hubungan tersebut.
  • 13.
    Terdapat dua jeniskekuasaan dalam teori Thibaut dan Kelley: Pengendalian Nasib (Fate Control) yaitu kemampuan untuk memengaruhi hasil akhir pasangan. Pengendalian Perilaku (Behavior Control) yaitu kekuatan untuk menyebabkan perubahan perilaku orang lain dengan mengubah perilaku sendiri
  • 14.
    Struktur Pertukaran Pertukaran Langsung(Direct Exchange) Dimana dua orang saling berbalas pengorbanan dan penghargaan. A B Pertukaran dapat terjadi dalam beberapa bentuk dalam matriks tersebut: Pertukaran Tergeneralisasi (Generalize Exchange) Pertukaran dimana timbal balik yang terjadi melibatkan jaringan sosial dan tidak terbatas pada dua individu. A C B Pertukaran Produktif (Productive Exchange) Pertukaran dimana kedua belah pihak mengalami pengorbanan dan mendapatkan keuntungan secara simultan. A B AB
  • 15.
    Contoh kasus Radit danJani sudah berpacaran lama selama 6 tahun. Mereka berdua sudah saling mengenal, saling cinta, dan saling memahami kebiasaan satu sama lain. Jani memahami kebiasaan Radit yang anak brandalan yang suka merampok dan meminum menuman beralkohol, dan Radit pun memahami bahwa Jani selalu menomor satukan pendidikan karena Jani lahir di keluarga yang kaya dan berpendidikan. Jani selalu memberi Radit mau berupa uang, barang atau apapun yang bisa membuat Radit senang selagi ia masih bisa membantu Radit. Begitu pula Radit yang selalu memberi kebahagian dan kasih sayang kepada Jani walaupun tidak berupa materi, barang dan sebagainya. Namun seiring dengan berjalannya waktu Radit sadar bahwa dia tidak pantas dengan Jani karena ia tidak bisa memberi kebahagiaan berupa materi karena ia tidak memiliki uang yang banyak, lalu orang tua Jani pun mengetahui bahwa Radit anak yang tidak benar dan menyuruh Jani untuk mengakhiri hubungannya dengan Radit. Orang tua Jani menjodohkan Jani dengan Ian orang yang berpendidikan tinggi, dan bisa memberi Jani materi yang lebih. Namun Jani tidak bahagia berhubungan dengan Ian karena Ian sering berprilaku kasar terhadap Jani. Disitu Jani selalu membanding- bandingkan Ian dengan Radit, ia lebih senang dan bahagia saat berhubungan dengan Radit dari pada Ian karena Radit selalu memberi kasih sayang dan tidak berperilaku kasar terhadapnya.
  • 16.
    Menganalisis kasus diatasdari 4 konsep pokok dalam Teori Pertukaran Sosial: Ganjaran : Dimana saat Radit memberi kasih sayang, cinta kepada Jani. Biaya : Disaat Jani memberi Radit banyak materi selagi Jani masih bisa membantunya. Laba/hasil : Dalam kasus ini tidak ada laba, karena Jani selalu memberi materi yang lebih kepada Radit tetapi Radit tidak bisa memberi banyak materi kepada Jani karena Radit tidak mempunyai uang banyak. Tingkat Perbandingan : Terjadi disaat Jani berhubungan dengan Ian yang selalu berperilaku kasar dengannya, disitu Jani membanding- bandingkan saat berhubungan dengan Radit karena Radit selalu memberikan kasih sayang dan tidak berperilaku kasar kepadanya.
  • 17.
    Dosen Pengampu DR. AntarVenus, M.A.Comm. lahir di Serang-Banten, 2 Juni 1968. Beliau adalah Pakar Komunikasi yang terobsesi membumikan ilmu komunikasi. Sebagai pengampu mata kuliah teori-teori komunikasi di Universitas Padjadjaran, dosen ini menyebarkan motto “Learning communication theories in practical way”.
  • 18.
    Biografi Penulis Riva Azmilahir di Bogor, 4 April tahun 1995. Mahasiswi S1 Jurusan Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran. Setelah mempelajari teori ini, penulis merasa bahwa setiap kita berhubungan dengan orang lain, kita harus mendapatkan feedback dari orang tersebut, saling memberi keuntungan bagi kita dan juga orang lain.
  • 19.
    R E F E R E N S I West, Richard &Lynn H. Tunner. 2008. Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Humanika.
  • 20.