1
TEORI PERTUKARAN SOSIAL
A. Pengenalan Konsep
Teori pertukaran social adalah teori yang berkaitan dengan tindakan sosial yang saling
memberi atau menukar objek-objek yang mengandung nilai antar individu berdasarkan tatanan
social tertentu. Adapun objek yang dipertukarkan itu bukanlah sebuah benda nyata, melainkan hal-
hal yang tidak nyata. Ide tentang pertukaran itu juga menyangkut perasaan sakit, beban hidup,
harapan, pencapaian sesuatudan pernyataan-pernyataan antar idividu.
Dalam teori exchange yang dikemukakan oleh George Homans merupakan reaksi terhadap
paradigma fakta social, terutama ide yang dikemukakan oleh Durkheim, dimana dalam reaksi
tersebut terbagi dalam tiga hal. Pertama adalah pandangan tentang emergence. Kedua, pandangan
tentang psikologi, dan ketiga adalah pandangan tentang metode penjelasan.
B. Pertukaran sebagai teori klasik
Ide tentang pertukaran dalam ilmu social telah berlangsung sejak abad ke -18. Pada
pertengahan abad tersebut para pemikir social telah berupaya untuk menemukan bagaimana
caranya memperhitungkan tatanan social disekeliling mereka. Dalam upayanya itu tentunya
menghasilkan teori yang memuaskan, namun banyak pula yang kurang puas.
Thomas Hobbes, Jean Jaques Rouseau dan john Locke mengemukakan bahwa, para
individu dalam suatu masyarakat mempunyai susunan kolektif dengan kekuatan penguasa (George
G. Sabine, 1973). Kekuatan penguasa memiliki otoritas tak terbatas begitu ia menduduki
kekuasaannya. Proposisi ini menurut Homans mengandung kelemahan. Karena tidak benar, setiap
orang dalam suatu masyarakat mempunyai tatanan dengan penguasaannya. Rakyat atau para petani
dibawah kekuasaan raja yang terkenal sring kali bahkan tidak tau akan identitas kerjaannya, dan
mereka mempunyai kontrak dengan raja sebagai penguasa.
C. Teori Pertukaran Social Modern
Teori ini sangat dipengaruhi oleh psikologi experimental. Hal ini berarti mengandung
kesamaan dengan teori social mikro. Dalam tinjauan mikro lebih menekankan pada pertimbangan
motivasi. Dalam kaitannya dengan itu, motif pribadi kadang kala dimanipulasikan secara
experimental. Psikologi experimental adalah bidang learning teory, yang secara umum
2
mengemukakan tindakan-tindakan manusia itu dapat dipertajam, dikontrol, dan diprediksikan oleh
perubahan lingkungan (Skidmore, 1975:77).
Psikologi experimental membuat asumsi dengan postulat bahwa kita selalu dapat
mengharapkan orang antara stimulant dan tindakan atas dasar ganjaran yang diperoleh. Tujuan
teori pertukaran dalam sosiologi adalah mendapatkan suatu perangkat prinsip dasar yang bisa
ditarik dari alur pemikiran yang konsisten dan saling melengkapi antar individualisme, ekonomi,
psikologi experimental dan filsafat hedonisma. Selain itu, tujuan teori pertukaran adalah membina
suatu penjelasan umum yang koheren tentang tatanan social.
D. Prinsip-Prinsip Teori Pertukaran.
Prinsip teori pertukaran merupakan suatu deskripsi umum tentang unsur-unsur teori ini
yaitu:
1. Satuan analisis
Satuan analisis dalam tatanan social adalah sesuatu yang diamati dalam penelitian dan
memainkan peran penting dalam menjelaskan tatanan social dan individu.
2. Motif pertukaran
Motif dalam teori pertukaran mengasumsikan bahwa setiap orang mempunyai keinginan
sendiri. Teori ini memandang bahwa motivasi sebagai suatu hal yang pribadi dan individual,
namun motivasi nantinya akan mengacu pada budaya pribadinya. Motivasi itu mengacu pada
saat memperoleh barang yang diinginkan, kesenangan, kepuasan, dan hal lainnya yang bersifat
emosional.
3. Faedah atau keuntungan
Orang yang paling egois pun tidak berada dalam kehampaan hidup, karena ia memberikan
sesuatu kepada orang dan memperoleh kesenangan dari emosinya. Biaya yang dikeluarkan
seseorang akan memperoleh sesuatu “hadiah” (reward), terkadang tidak memperhitungkan
biaya yang dikeluarkan . karena itu suatu “cost” dapat didefinisikan sebagai upaya yang
diperlukan guna memperoleh suatu kepuasan.
4. Pengesahan social
Pengesahan social merupakan suatu pemuas dan merupakan motivator yang umum dalam
system pertukaran. Besarnya makna ganjaran tidaklah mudah untuk diberi Batasan, karena
sifatnya yang individual dan emosional sesuai dengan keanekaragaman orang.
3
E. Tatanan social menurut teori pertukaran
Dalam suatu kelompok yang memiliki hierarki, urutan tatanan ditandai dengan kepatuhan
pada siapa, siapa yang duduk “di meja utama” dan indikasi-indikasi lainnya. Runtutan posisi dalam
kelompok adalah unsur-unsur tatanan social umum yang ada dalam kelompok. Untuk menjelaskan
runtutan atau rangking menurut teori pertukaran, digunakanlah ide-ide tentang nilai dan
kelangkaan. “Nilai” disini mengandung pengertian langkah dan berharga.
F. Teori Pertukaran Deduktif: Proporsi George C. Homans
Homans memperkenalkan teori deduktif tentang tatanan social. Menurut Homans, kita
hanya dapat menjelaskan tentang aspek-aspek tatanan dan perubahannya dengan mengacu pada
beberapa jumlah kecil proposisi umum yang bisa dijelaskan. Hal itu merupakan bentuk spesifik
dan runtut terhadap ide-ide dalam suatu teori deduktif.
Salah satu hal yang menarik dalam perkembangan teori pertukaran ialah introduksi tentang
ide “keadilan yang terbagi”. Misalnya tiga anggota keluarga dari tiga generasi berkumpul, yang
tertua dipersilahkan makan terlebih dahulu. Dari tinjauan teori pertukaran dapat dijelaskan bahwa
si tua telah membuatbinvestasi yang berat dalam runtutan pertukaran yang Panjang dengan para
anggota keluarga dan sekarang ia berada pada posisi yang mengharapkan keadilan yang terbagi itu
berlaku, sebagai reward baginya.
Proporsi Homan yang pertama sampai keempat merupakan ide-ide dasar teoritisnya: satuan
aktivitas, frekwensi aktifitas, reward bagi aktivitas dan nilai aktifitas. Adapun proporsi kelima
menjelaskan tentang keadilan yang terbagi yang tampak lebih rumit dari proporsi lainnya.
G. Pertukaran Dan Psikologi Social Kelompok: Thibaut Dan Kelley
Dalam buku yang berjudul the social psychology of group; 1959, Thibau dan Kelley tidak
banyak membahas tentang individu dan relasi. Mereka lebih banyak membahas tentang relasi
sebagai suatu perangkat hasil yang dapat diperkirakan atau perhatian utamanya pada “dyad”,
kelompok dua orang.
Thibaut dan Kelley menggunakan ide tentang suatu matrix perilaku sebagai alat analisisnya
dalam menjelaskan ide pertukaran. Pada matriks tersebut suatu ruang dimensional ganda
mengemukakan perilaku dua orang dengan melakukan tabulasi silang kedua dimensi tersebut,
maka beberapa sel terbentuk. Pada setiap sel memungkinkan untuk membayangkan keinginan-
4
keinginan berperilaku dari setiap pasangan interaksi. Langkah ini dapat dilakukan dengan
memeriksa hasil-hasilnya yang tercantum pada sel itu. Interaksi lanjutan untuk mencapai standar
dapat diterima kedua individu berdasarkan pengalaman mereka dengan relasi lain.
Diharapkan bahwa sel yang mewakili keinginan maksimal bagi kedua pelaku adalah
sesuatu yang diperkirakan dari setiap tipe perilaku. Dengan demikian, diperkirakan ada tipe relasi
dimana kedua orang itu terikat. Dalam memutuskan hasil keinginan seseorang diperlukan ide-
idenya sendiri tentang reward dan biaya. Variable determinan tersebut merupakan factor
“exogenous dan endogenous”. Factor exogenous ialah factor yang dibawa pada relasi oleh pelaku
dalam bentuk nilai-nilai, kebutuhan, keterampilan atau kualitas lainnya. Factor endogenous adalah
dari reward dan beban ialah factor yang hakiki terhadap relasi itu sendiri.
Demikianlah sumbangan pemikiran dari Thibaut dan Kelley mengenai teori pertukaran
yang jauh berbeda dengan Homans, dan memiliki konsep-konsep yang lebih kaya dibanding
dengan deduksi formal yang explisit.
H. Kekuasaan Dan Pertukaran Menurut Peter Blau
Peter blau menulis buku berjudul exchangeand power in social (Nx: Wily, 1964), dianggap
penting karena perhatiannya akan menambahkan lebih banyak prinsip teori ekonomi pada
pandangan pertukaran social. Konsentrasi karya Blau berkisar tentang struktur social yang tumbuh
diluar pertukaran dengan memperhitungkan tatanan (order), legitimasi, oposisi dan kuasa. Blau
serupa dengan Homans, Thibaut dan Kelly, bahwa hal yang tepat untuk melakukan pendekatan
struktur social adalah dari pandangan individualistic.
Secara umum, Peter Blau mengamati jenis serupa dari interaksi pertukaran perkara,
terutama dengan memberikan tekanan bahwa tipe reward dan beban atau ongkos termasuk
didalamnya. Ia memperkirakan bahwa orang yang melakukan pertukaran itu ingin memperoleh
reward maksimal dari beban maksimal, bagi orang yang kurang beruntung, beban yang
dikeluarkannya akan mendatangkan hasil kesenangan bagi orang yang kurang beruntung, beban
yang dikeluarkannya akan mendatangkan hasil kesenangan bagi orang lain yang mungkin tidak
diganti. Hakikat ketidakseimbangan blau merupakan ide kunci dalam memahami timbulnya
struktur kelompok social.
5
1. Pertukaran tidak seimbang dan konsekwensinya
Ketidakseimbangan dalam suatu pertukaran dapat terjadi manakala ia memberi reward
lebih kepada yang lain, dan sebaliknya yang menerima reward membalasnya. Dalam menghadapi
keadaan itu akan terdapat alternative asosiasi dan relasi yang terputus, namun tidak semua relasi
itu terputus. Blau dalam kenyataannya mengemukakan bahwa hakikat biasa dari pertukaran social
adalah ketidakseimbangan. Pihak terkecil dalam pertukaran yang tidak seimbangan itu dapat
memperoleh kompensasi dengan atau jenis penguatan umum yang disebut oleh homans social
approval, atau menurut Blau lebih suka menyebutnya sebagai kerelaan.
2. Mikrostruktur dan makrostrukur
Blau menunjukan bahwa proses relasi tatap muka merupakan tipe microstruktur . adapun
relasi adalah strukur dalam pengertian aturan-aturan, pemuas, control legitimasi dan pembagian
tugas
3. Nilai dan struktur social
Dalam studi pertukaran telah memperlihatkan bahwa reward bagi kepentingannya sendiri
akan mendorong seseorang bergabung dalam kelompok-kelompok. Walaupun demikian, nilai-
nilai yang berlawanan akan ditolak. Konsekwensi bagi solidaritas social, menurut Blau adalah
“Sharing group values will have two kinds of consequences…”(Blau, 1964: 233-34)
I. Penelitian Terkait Teori Pertukaran
Richard longabaugh dalam tulisannya “A Category system for leding interpersonal
behaviour as social exchange” dalam sociometry, Vol XXVI, no.3 (1963:319-344), mencoba
membuat suatu perangkat kategori standar sebagai panduan untuk melakukan observasi tentang
pertukaran. Sebagaimana diketahui, teori pertukaran itu kadang kala terlalu spesifik tentang asumsi
motivasi individual dan sering kali menekankan individu, sehingga menyebabkan kesukaran
tersendiri.
Ia mengemukan bahwa suatu reward itu begitu sempit, misalnya “senyum ibuku” dan bisa
begitu luas seperti informasi, reward harus ditarik dari yang benar-benar bernilai. Tidak ada cara
sistematik untuk hal itu tidak ada kategorisasi standar tentang nilai, karena itu observasi yang
distandarkan guna memungkinkan perbandingan antara tahapan pertukaran akan sukar dilakukan.
Namun pertukaran bukanlah apa yang diobservasi harus mengandung reward.
6
Selanjutnya bagaimana pertukaran itu berlangsung, Langabaugh berhasil mengemukakan
suatu perangkat kategori atau “modalities” yang bertumpu pada pengertian umum, yaitu seeking,
offering, accepting, can not accepting. Adapun alasan mengapa perangkatnya demikian ialah
karena proses pertukaran dapat dianggap sebagai suatu tuntutan dari keputusan dua pilihan, suatu
waktu orang mencari maka orang lain yang mengabaikan atau membuang apa yang dicari itu. Di
lain waktu, pencari makna dapat menerima makna itu.
Para peneliti sosiologi sering kali dihadapkan kepada masalah aplikasi empiris yang
dilakukan parallel dengan masalah-masalah teoritik pertukaran. Manakala konsep reward telah
dibenarkan secara teoritis serta ditarik dari prinsip-prinsip umum, masalah yang dipertukarkan
haruslah dihadapi secara empiris
Salah satu masalah umum dalam sosiologi ialah memahami pekerjaan-pekerjaan bagi para
individu, khususnya mengapa orang puas dan tertarik kepada pekerjaan mereka, dan mengapa pula
mereka tidak puas. Orang tidak tertarik dengan pekerjaan mungkin disebabkan karena pekerjaan
yang dikerjakan sukar, kurang menyenangkan atau berbagai factor seperti reward.

1. teori pertukaran sosial

  • 1.
    1 TEORI PERTUKARAN SOSIAL A.Pengenalan Konsep Teori pertukaran social adalah teori yang berkaitan dengan tindakan sosial yang saling memberi atau menukar objek-objek yang mengandung nilai antar individu berdasarkan tatanan social tertentu. Adapun objek yang dipertukarkan itu bukanlah sebuah benda nyata, melainkan hal- hal yang tidak nyata. Ide tentang pertukaran itu juga menyangkut perasaan sakit, beban hidup, harapan, pencapaian sesuatudan pernyataan-pernyataan antar idividu. Dalam teori exchange yang dikemukakan oleh George Homans merupakan reaksi terhadap paradigma fakta social, terutama ide yang dikemukakan oleh Durkheim, dimana dalam reaksi tersebut terbagi dalam tiga hal. Pertama adalah pandangan tentang emergence. Kedua, pandangan tentang psikologi, dan ketiga adalah pandangan tentang metode penjelasan. B. Pertukaran sebagai teori klasik Ide tentang pertukaran dalam ilmu social telah berlangsung sejak abad ke -18. Pada pertengahan abad tersebut para pemikir social telah berupaya untuk menemukan bagaimana caranya memperhitungkan tatanan social disekeliling mereka. Dalam upayanya itu tentunya menghasilkan teori yang memuaskan, namun banyak pula yang kurang puas. Thomas Hobbes, Jean Jaques Rouseau dan john Locke mengemukakan bahwa, para individu dalam suatu masyarakat mempunyai susunan kolektif dengan kekuatan penguasa (George G. Sabine, 1973). Kekuatan penguasa memiliki otoritas tak terbatas begitu ia menduduki kekuasaannya. Proposisi ini menurut Homans mengandung kelemahan. Karena tidak benar, setiap orang dalam suatu masyarakat mempunyai tatanan dengan penguasaannya. Rakyat atau para petani dibawah kekuasaan raja yang terkenal sring kali bahkan tidak tau akan identitas kerjaannya, dan mereka mempunyai kontrak dengan raja sebagai penguasa. C. Teori Pertukaran Social Modern Teori ini sangat dipengaruhi oleh psikologi experimental. Hal ini berarti mengandung kesamaan dengan teori social mikro. Dalam tinjauan mikro lebih menekankan pada pertimbangan motivasi. Dalam kaitannya dengan itu, motif pribadi kadang kala dimanipulasikan secara experimental. Psikologi experimental adalah bidang learning teory, yang secara umum
  • 2.
    2 mengemukakan tindakan-tindakan manusiaitu dapat dipertajam, dikontrol, dan diprediksikan oleh perubahan lingkungan (Skidmore, 1975:77). Psikologi experimental membuat asumsi dengan postulat bahwa kita selalu dapat mengharapkan orang antara stimulant dan tindakan atas dasar ganjaran yang diperoleh. Tujuan teori pertukaran dalam sosiologi adalah mendapatkan suatu perangkat prinsip dasar yang bisa ditarik dari alur pemikiran yang konsisten dan saling melengkapi antar individualisme, ekonomi, psikologi experimental dan filsafat hedonisma. Selain itu, tujuan teori pertukaran adalah membina suatu penjelasan umum yang koheren tentang tatanan social. D. Prinsip-Prinsip Teori Pertukaran. Prinsip teori pertukaran merupakan suatu deskripsi umum tentang unsur-unsur teori ini yaitu: 1. Satuan analisis Satuan analisis dalam tatanan social adalah sesuatu yang diamati dalam penelitian dan memainkan peran penting dalam menjelaskan tatanan social dan individu. 2. Motif pertukaran Motif dalam teori pertukaran mengasumsikan bahwa setiap orang mempunyai keinginan sendiri. Teori ini memandang bahwa motivasi sebagai suatu hal yang pribadi dan individual, namun motivasi nantinya akan mengacu pada budaya pribadinya. Motivasi itu mengacu pada saat memperoleh barang yang diinginkan, kesenangan, kepuasan, dan hal lainnya yang bersifat emosional. 3. Faedah atau keuntungan Orang yang paling egois pun tidak berada dalam kehampaan hidup, karena ia memberikan sesuatu kepada orang dan memperoleh kesenangan dari emosinya. Biaya yang dikeluarkan seseorang akan memperoleh sesuatu “hadiah” (reward), terkadang tidak memperhitungkan biaya yang dikeluarkan . karena itu suatu “cost” dapat didefinisikan sebagai upaya yang diperlukan guna memperoleh suatu kepuasan. 4. Pengesahan social Pengesahan social merupakan suatu pemuas dan merupakan motivator yang umum dalam system pertukaran. Besarnya makna ganjaran tidaklah mudah untuk diberi Batasan, karena sifatnya yang individual dan emosional sesuai dengan keanekaragaman orang.
  • 3.
    3 E. Tatanan socialmenurut teori pertukaran Dalam suatu kelompok yang memiliki hierarki, urutan tatanan ditandai dengan kepatuhan pada siapa, siapa yang duduk “di meja utama” dan indikasi-indikasi lainnya. Runtutan posisi dalam kelompok adalah unsur-unsur tatanan social umum yang ada dalam kelompok. Untuk menjelaskan runtutan atau rangking menurut teori pertukaran, digunakanlah ide-ide tentang nilai dan kelangkaan. “Nilai” disini mengandung pengertian langkah dan berharga. F. Teori Pertukaran Deduktif: Proporsi George C. Homans Homans memperkenalkan teori deduktif tentang tatanan social. Menurut Homans, kita hanya dapat menjelaskan tentang aspek-aspek tatanan dan perubahannya dengan mengacu pada beberapa jumlah kecil proposisi umum yang bisa dijelaskan. Hal itu merupakan bentuk spesifik dan runtut terhadap ide-ide dalam suatu teori deduktif. Salah satu hal yang menarik dalam perkembangan teori pertukaran ialah introduksi tentang ide “keadilan yang terbagi”. Misalnya tiga anggota keluarga dari tiga generasi berkumpul, yang tertua dipersilahkan makan terlebih dahulu. Dari tinjauan teori pertukaran dapat dijelaskan bahwa si tua telah membuatbinvestasi yang berat dalam runtutan pertukaran yang Panjang dengan para anggota keluarga dan sekarang ia berada pada posisi yang mengharapkan keadilan yang terbagi itu berlaku, sebagai reward baginya. Proporsi Homan yang pertama sampai keempat merupakan ide-ide dasar teoritisnya: satuan aktivitas, frekwensi aktifitas, reward bagi aktivitas dan nilai aktifitas. Adapun proporsi kelima menjelaskan tentang keadilan yang terbagi yang tampak lebih rumit dari proporsi lainnya. G. Pertukaran Dan Psikologi Social Kelompok: Thibaut Dan Kelley Dalam buku yang berjudul the social psychology of group; 1959, Thibau dan Kelley tidak banyak membahas tentang individu dan relasi. Mereka lebih banyak membahas tentang relasi sebagai suatu perangkat hasil yang dapat diperkirakan atau perhatian utamanya pada “dyad”, kelompok dua orang. Thibaut dan Kelley menggunakan ide tentang suatu matrix perilaku sebagai alat analisisnya dalam menjelaskan ide pertukaran. Pada matriks tersebut suatu ruang dimensional ganda mengemukakan perilaku dua orang dengan melakukan tabulasi silang kedua dimensi tersebut, maka beberapa sel terbentuk. Pada setiap sel memungkinkan untuk membayangkan keinginan-
  • 4.
    4 keinginan berperilaku darisetiap pasangan interaksi. Langkah ini dapat dilakukan dengan memeriksa hasil-hasilnya yang tercantum pada sel itu. Interaksi lanjutan untuk mencapai standar dapat diterima kedua individu berdasarkan pengalaman mereka dengan relasi lain. Diharapkan bahwa sel yang mewakili keinginan maksimal bagi kedua pelaku adalah sesuatu yang diperkirakan dari setiap tipe perilaku. Dengan demikian, diperkirakan ada tipe relasi dimana kedua orang itu terikat. Dalam memutuskan hasil keinginan seseorang diperlukan ide- idenya sendiri tentang reward dan biaya. Variable determinan tersebut merupakan factor “exogenous dan endogenous”. Factor exogenous ialah factor yang dibawa pada relasi oleh pelaku dalam bentuk nilai-nilai, kebutuhan, keterampilan atau kualitas lainnya. Factor endogenous adalah dari reward dan beban ialah factor yang hakiki terhadap relasi itu sendiri. Demikianlah sumbangan pemikiran dari Thibaut dan Kelley mengenai teori pertukaran yang jauh berbeda dengan Homans, dan memiliki konsep-konsep yang lebih kaya dibanding dengan deduksi formal yang explisit. H. Kekuasaan Dan Pertukaran Menurut Peter Blau Peter blau menulis buku berjudul exchangeand power in social (Nx: Wily, 1964), dianggap penting karena perhatiannya akan menambahkan lebih banyak prinsip teori ekonomi pada pandangan pertukaran social. Konsentrasi karya Blau berkisar tentang struktur social yang tumbuh diluar pertukaran dengan memperhitungkan tatanan (order), legitimasi, oposisi dan kuasa. Blau serupa dengan Homans, Thibaut dan Kelly, bahwa hal yang tepat untuk melakukan pendekatan struktur social adalah dari pandangan individualistic. Secara umum, Peter Blau mengamati jenis serupa dari interaksi pertukaran perkara, terutama dengan memberikan tekanan bahwa tipe reward dan beban atau ongkos termasuk didalamnya. Ia memperkirakan bahwa orang yang melakukan pertukaran itu ingin memperoleh reward maksimal dari beban maksimal, bagi orang yang kurang beruntung, beban yang dikeluarkannya akan mendatangkan hasil kesenangan bagi orang yang kurang beruntung, beban yang dikeluarkannya akan mendatangkan hasil kesenangan bagi orang lain yang mungkin tidak diganti. Hakikat ketidakseimbangan blau merupakan ide kunci dalam memahami timbulnya struktur kelompok social.
  • 5.
    5 1. Pertukaran tidakseimbang dan konsekwensinya Ketidakseimbangan dalam suatu pertukaran dapat terjadi manakala ia memberi reward lebih kepada yang lain, dan sebaliknya yang menerima reward membalasnya. Dalam menghadapi keadaan itu akan terdapat alternative asosiasi dan relasi yang terputus, namun tidak semua relasi itu terputus. Blau dalam kenyataannya mengemukakan bahwa hakikat biasa dari pertukaran social adalah ketidakseimbangan. Pihak terkecil dalam pertukaran yang tidak seimbangan itu dapat memperoleh kompensasi dengan atau jenis penguatan umum yang disebut oleh homans social approval, atau menurut Blau lebih suka menyebutnya sebagai kerelaan. 2. Mikrostruktur dan makrostrukur Blau menunjukan bahwa proses relasi tatap muka merupakan tipe microstruktur . adapun relasi adalah strukur dalam pengertian aturan-aturan, pemuas, control legitimasi dan pembagian tugas 3. Nilai dan struktur social Dalam studi pertukaran telah memperlihatkan bahwa reward bagi kepentingannya sendiri akan mendorong seseorang bergabung dalam kelompok-kelompok. Walaupun demikian, nilai- nilai yang berlawanan akan ditolak. Konsekwensi bagi solidaritas social, menurut Blau adalah “Sharing group values will have two kinds of consequences…”(Blau, 1964: 233-34) I. Penelitian Terkait Teori Pertukaran Richard longabaugh dalam tulisannya “A Category system for leding interpersonal behaviour as social exchange” dalam sociometry, Vol XXVI, no.3 (1963:319-344), mencoba membuat suatu perangkat kategori standar sebagai panduan untuk melakukan observasi tentang pertukaran. Sebagaimana diketahui, teori pertukaran itu kadang kala terlalu spesifik tentang asumsi motivasi individual dan sering kali menekankan individu, sehingga menyebabkan kesukaran tersendiri. Ia mengemukan bahwa suatu reward itu begitu sempit, misalnya “senyum ibuku” dan bisa begitu luas seperti informasi, reward harus ditarik dari yang benar-benar bernilai. Tidak ada cara sistematik untuk hal itu tidak ada kategorisasi standar tentang nilai, karena itu observasi yang distandarkan guna memungkinkan perbandingan antara tahapan pertukaran akan sukar dilakukan. Namun pertukaran bukanlah apa yang diobservasi harus mengandung reward.
  • 6.
    6 Selanjutnya bagaimana pertukaranitu berlangsung, Langabaugh berhasil mengemukakan suatu perangkat kategori atau “modalities” yang bertumpu pada pengertian umum, yaitu seeking, offering, accepting, can not accepting. Adapun alasan mengapa perangkatnya demikian ialah karena proses pertukaran dapat dianggap sebagai suatu tuntutan dari keputusan dua pilihan, suatu waktu orang mencari maka orang lain yang mengabaikan atau membuang apa yang dicari itu. Di lain waktu, pencari makna dapat menerima makna itu. Para peneliti sosiologi sering kali dihadapkan kepada masalah aplikasi empiris yang dilakukan parallel dengan masalah-masalah teoritik pertukaran. Manakala konsep reward telah dibenarkan secara teoritis serta ditarik dari prinsip-prinsip umum, masalah yang dipertukarkan haruslah dihadapi secara empiris Salah satu masalah umum dalam sosiologi ialah memahami pekerjaan-pekerjaan bagi para individu, khususnya mengapa orang puas dan tertarik kepada pekerjaan mereka, dan mengapa pula mereka tidak puas. Orang tidak tertarik dengan pekerjaan mungkin disebabkan karena pekerjaan yang dikerjakan sukar, kurang menyenangkan atau berbagai factor seperti reward.