INTERPERSONAL
DECEPTION
(Penipuan Antar Pribadi)
By : Jeswita Erina
2010110130020
Dosen pengampu:
DR. Antar Venus, M.A.Comm.
Meria Oktavianti, S.Sos, M.Si
Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Padjadjaran
Semua orang pasti pernah berbohong
S
E
B
A
B
• Manusia merupakan makhluk sosial
• Manusia memiliki keinginan untuk
berhubungan dengan satu sama lain
Dalam ilmu komunikasi
berbohong memiliki teori
tersendiri yang
membahasnya, yaitu
“Interpersonal Deception
Theory”, atau teori
penipuan antar individu.
Teori ini sendiri
dikemukakan dengan
berbagai alasan, biasanya
teori ini digunakan untuk
menjelaskan bagaimana
orang menghindari
tindakan menyakiti orang
lain dengan cara
berbohong,
atau menjelaskan bagaimana
seorang individu menyerang
individu lain dengan cara
berbohong. Intinya, teori ini
ada karena adanya proses
memanipulasi pesan dengan
kebohongan.
SIAPA PENCETUS
TEORI PENIPUAN
ANTAR INDIVIDU
INI?
DavidBuller & Judee Burgoon
Judee telah menjadi kontributor terbesar terhadap
pemahaman kita tentang komunikasi. Setelah
mendapatkan gelar sarjana, ia mulai bekerja dan
berusaha mendapatkan gelar master di Ilinois State
University dan akhirnya mendapatkan gelar PhD
dari universitas Virginia Barat.
Judee telah membuktikan dirinya dengan
merumuskan beberapa teori komunikasi
Interpersonal Adaptasi, Teori Pelanggaran Harapan,
dan teori Penipuan Antar Individu.
David B Buller lahir pada November 22, 1959 di
Los Angeles County, California.
David dan judee telah melakukan banyak
eksperimen dimana mereka meminta peserta
untuk menipu orang lain. Hasilnya membuktikan
banyak orang disituasi tertentu terpaksa
berbohong untuk berbagai alasan.
Definisi Teori
David Bulller & Judee Burgon
mendefinisikan konsep kebohongan
sebagai suatu pesan yang dengan sadar
disampaikan oleh pengirim untuk
menimbulkan kepercayaan atas
kesimpulan palsu bagi penerima pesan
Teori ini digunakan untuk menjelaskan kebohongan-
kebohongan komunikasi seseorang dengan cara
memancing komunikan dengan informasi yang tidak benar
sehingga terbongkarlah kenyataan bohongnya.
1. Asumsi Ontologis
sejauh sifat realitas, teori
kebohongan bersifat humanistik
karena memandang berbagai
kenyataan saling bergantung
pada berbagai faktor situasional
pada individu yang terlibat
2. Asumsi Epistemologis
dalam hal pengetahuan
teori ini juga bersifat
humanistik. Apa yang
ditemukan dari penelitian
sepenuhnya bergantung
pada siapa yang
mempunyai pengetahuan
tentang apa yang
dibicarakan
3. Asumsi Aksiologis
teori ini bersifat humanistik dari segi nilai. Nilai
dari individu disimpulkan dari nilai dan
pengalaman mereka sendiri
Asumsi Metateoretis
PERSPEKTIF TEORITIS
Komunikasi Dyadic : komunikasi
antara dua orang. Sekelompok
terdiri dari dua orang dmana
pesan dikirim dan diterima.
Komunikasi Relational :
mengacu pada komunikasi
dimana makna yang dibentuk
oleh dua orang saling mengisi
peran, baik pengirim maupun
penerima.
Aktivitas Dialogic : bahasa
komunikatif dari pengirim dan
penerima, masing-masing
mengandalkan satu sama lain
dalam pertukaran pesan.
Ciri-ciri Pesan yang Mengandung
Kebohongan :
 Pesan tidak mengandung kepastian
 Dalam penyamaian pesannya
komunikator tidak segera menjawab
 Pesan yang disampakan tidak relevan
dengan topik
Dalam berprilaku saat berkomunikasi
pengirim berupaya untuk menjaga
hubungan dan juga citranya.
Ada 5 Bentuk Utama dari Penipuan
1. Kebohongan : membuat padangan informasi atau memberikan
informasi yang berlawanan atau sangat berbeda dari kebenaran.
2. Equivocations : membuat pernyataan langsung yang ambigu, atau
bertentangan.
3. Concealments : menghilangkan informasi yang penting atau
relevan dengan konteks tertentu, atau terlibat dalam perilaku yang
membantu menyembunyikan informasi yang relevan.
4. Membesar-besarkan : berlebihan atau peregangan kebenaran
kepada gelar.
5. Understatements : minimisasi atau mengecilkan aspek kebenaran
Ada 3 Motivasi Seorang Individu Melakukan Penipuan
1. Motif mitra-terfokus : menggunakan muslihat untuk menghindari
menyakiti lawan bicara, untuk membantu mitra meningkatkan atau
mempertahankan harga diri , dan untuk menghindari kekhawatir pada
lawan bicara.
2. Motif berfokus pada diri sendiri : menggunakan tipu daya untuk
meningkatkan atau melindungi citra diri , ingin melindungi diri dari
kemarahan , malu , atau kritik.
3. Motif hubungan-terfokus : menggunakan tipuan untuk membatasi
membahayakan hubungan dengan menghindari konflik atau trauma
relasional.
Ada tiga cara yang biasa dilakukan oleh seorang
individu untuk menipu lawan bicaranya
Falsification
(Pemalsuan)
Concealment
(menyembunyikan
kebenaran)
Equivocation
(mengaburkan)
KEBOCORAN PESAN
Apabila kita melakukan kebohongan yang terlalu banyak maka akan terjadi
kebocoran/leakage, dan kebocoran ini akan tampak dari komunikasi nonverbal
kita. Kebocoran ini dapat dilihat dari segi :
PANDANGAN
GERAK TUBUH
EKPRESI WAJAH
Dimas sudah lama menyukai Citra, teman satu kantornya karena baru
saja kenal Dimas menjadi malu untuk mengungkakan perasaannya.
Tetapi ada saja alasan yang membuat Dimas selalu berkomunikasi
dengan Citra. Suatu ketika Dimas menemui Citra dan meminjam sebuah
novel, padahal kemarin Dimas baru sama membeli novel yang sama.
Esoknya, saat berjalan didekat meja kerja Dimas, Citra melihat novelnya
dan sebuah novel dengan judul yang sama dimeja Dimas. Saat itu Citra
merasa heran dan bertanya, “kok novelnya ada dua? Yang sau punya
kamu yah?” Dalam kondisi seperti ini tentu saja Dima tidak ingin
terlihat bahwa dia hanya mencari alasan saja agar bisa berbicara
dengan Citra sehingga membuat Dimas malu didepan Citra. Dimas bisa
saja berbohong melakukan “Falsification” atau pemalsuan dengan
mengatakan, “itu punya Anto, tadi dia kesini buat pamer punya novel
baru, eh taunya malah ketinggalan.”
Jika Dimas terus menerus melakukan hal yang sejenis, tentu saja Citra
akan curiga dan akan mulai memperhatikan detail yang dilakukan dan
yang diucapkan Dimas, sehingga dia dapat menyadari motif sebenarnya
dari tindakan Dimas.
CONTOH KASUS
KESIMPULAN
Pada dasarnya manusia hidup dengan cara bersosialisasi dan
dengan cara berkomunikasi dengan satu sama lain. Banyak
teori yang menjelaskan berbagai hal mengenai komunikasi,
salah satunya ialah Interpersonal Deception Theory. Teori ini
menjelaskan adanya isi-isi pesan yang tidak pasti atau adanya
uatu muslihat yang dilakukan oleh pengirim pesan kepada
penerima pesan yang didalamnya juga mengandung
kebohongan.
Teori ini bertujuan untuk menyelamatkan diri sendiri atau
untuk menjaga nama baik. Dan apabila kita melakukan
kebohongan yang terlalu banyak maka akan terjadi
kebocoran yang akan terlihat pada perilaku nonverbal kita.
ProfilDosen
DR. AntarVenus M.A.Comm.
Nama : Antar Venus
TTL : Serang-Banten,2 Juni
1968.
Beliau adalah Pakar
Komunikasi yang yang terobsesi
membumikan ilmu komunikasi.
Sebagai pembina mata kuliah
teori-teori Komunikasi di
Universitas Padjadjaran, Dosen ini
menyebarkan motto 'Learning
communication theories in
practical way”.
Penulis
Jeswita Erina
Saya adalah seorang
mahasiswa yang tengah
menempuh pendidikan
sarjana dengan
mengambil jurusan
Manajemen
Komunikasi di Fakultas
Ilmu Komunikasi
Universitas
Padjadjaran.
Setelah mempelajari teori ini, saya lebih
banyak mengetahui bahwa dalam
berkomunikasi, terutama antar individu,
kebohongan adalah sesuatu yang biasa.
Teori inimenjelaskan kenapa dan
bagaimana rang berbohong hingga cara
untuk mengetahui kebohongan
TERIMAKASIH
Referensi
Recommended resollrce: David B. Buller and Judee K.
Burgoon, "Interpersonal Deception Theory" Communication Theory,
Vol. 6, 1996, pp. 203-242.
Summary of research: Judee K. Burgoon and David B.
Buller, "Interpersonal Deception Theory," in Perspective on
Persl/asion, Social Influence, and Compliance Gaining,
John
http://justmaple.wordpress.com/tag/interpersonal-
deception/
http://zikafrihadi.blogspot.com/2012/03/teori-
komunikasi-interpersonal.html

Interpersonal deception

  • 1.
    INTERPERSONAL DECEPTION (Penipuan Antar Pribadi) By: Jeswita Erina 2010110130020 Dosen pengampu: DR. Antar Venus, M.A.Comm. Meria Oktavianti, S.Sos, M.Si Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran
  • 2.
    Semua orang pastipernah berbohong S E B A B • Manusia merupakan makhluk sosial • Manusia memiliki keinginan untuk berhubungan dengan satu sama lain
  • 3.
    Dalam ilmu komunikasi berbohongmemiliki teori tersendiri yang membahasnya, yaitu “Interpersonal Deception Theory”, atau teori penipuan antar individu. Teori ini sendiri dikemukakan dengan berbagai alasan, biasanya teori ini digunakan untuk menjelaskan bagaimana orang menghindari tindakan menyakiti orang lain dengan cara berbohong, atau menjelaskan bagaimana seorang individu menyerang individu lain dengan cara berbohong. Intinya, teori ini ada karena adanya proses memanipulasi pesan dengan kebohongan. SIAPA PENCETUS TEORI PENIPUAN ANTAR INDIVIDU INI?
  • 4.
    DavidBuller & JudeeBurgoon Judee telah menjadi kontributor terbesar terhadap pemahaman kita tentang komunikasi. Setelah mendapatkan gelar sarjana, ia mulai bekerja dan berusaha mendapatkan gelar master di Ilinois State University dan akhirnya mendapatkan gelar PhD dari universitas Virginia Barat. Judee telah membuktikan dirinya dengan merumuskan beberapa teori komunikasi Interpersonal Adaptasi, Teori Pelanggaran Harapan, dan teori Penipuan Antar Individu. David B Buller lahir pada November 22, 1959 di Los Angeles County, California. David dan judee telah melakukan banyak eksperimen dimana mereka meminta peserta untuk menipu orang lain. Hasilnya membuktikan banyak orang disituasi tertentu terpaksa berbohong untuk berbagai alasan.
  • 5.
    Definisi Teori David Bulller& Judee Burgon mendefinisikan konsep kebohongan sebagai suatu pesan yang dengan sadar disampaikan oleh pengirim untuk menimbulkan kepercayaan atas kesimpulan palsu bagi penerima pesan Teori ini digunakan untuk menjelaskan kebohongan- kebohongan komunikasi seseorang dengan cara memancing komunikan dengan informasi yang tidak benar sehingga terbongkarlah kenyataan bohongnya.
  • 6.
    1. Asumsi Ontologis sejauhsifat realitas, teori kebohongan bersifat humanistik karena memandang berbagai kenyataan saling bergantung pada berbagai faktor situasional pada individu yang terlibat 2. Asumsi Epistemologis dalam hal pengetahuan teori ini juga bersifat humanistik. Apa yang ditemukan dari penelitian sepenuhnya bergantung pada siapa yang mempunyai pengetahuan tentang apa yang dibicarakan 3. Asumsi Aksiologis teori ini bersifat humanistik dari segi nilai. Nilai dari individu disimpulkan dari nilai dan pengalaman mereka sendiri Asumsi Metateoretis
  • 7.
    PERSPEKTIF TEORITIS Komunikasi Dyadic: komunikasi antara dua orang. Sekelompok terdiri dari dua orang dmana pesan dikirim dan diterima. Komunikasi Relational : mengacu pada komunikasi dimana makna yang dibentuk oleh dua orang saling mengisi peran, baik pengirim maupun penerima. Aktivitas Dialogic : bahasa komunikatif dari pengirim dan penerima, masing-masing mengandalkan satu sama lain dalam pertukaran pesan.
  • 8.
    Ciri-ciri Pesan yangMengandung Kebohongan :  Pesan tidak mengandung kepastian  Dalam penyamaian pesannya komunikator tidak segera menjawab  Pesan yang disampakan tidak relevan dengan topik Dalam berprilaku saat berkomunikasi pengirim berupaya untuk menjaga hubungan dan juga citranya.
  • 9.
    Ada 5 BentukUtama dari Penipuan 1. Kebohongan : membuat padangan informasi atau memberikan informasi yang berlawanan atau sangat berbeda dari kebenaran. 2. Equivocations : membuat pernyataan langsung yang ambigu, atau bertentangan. 3. Concealments : menghilangkan informasi yang penting atau relevan dengan konteks tertentu, atau terlibat dalam perilaku yang membantu menyembunyikan informasi yang relevan. 4. Membesar-besarkan : berlebihan atau peregangan kebenaran kepada gelar. 5. Understatements : minimisasi atau mengecilkan aspek kebenaran
  • 10.
    Ada 3 MotivasiSeorang Individu Melakukan Penipuan 1. Motif mitra-terfokus : menggunakan muslihat untuk menghindari menyakiti lawan bicara, untuk membantu mitra meningkatkan atau mempertahankan harga diri , dan untuk menghindari kekhawatir pada lawan bicara. 2. Motif berfokus pada diri sendiri : menggunakan tipu daya untuk meningkatkan atau melindungi citra diri , ingin melindungi diri dari kemarahan , malu , atau kritik. 3. Motif hubungan-terfokus : menggunakan tipuan untuk membatasi membahayakan hubungan dengan menghindari konflik atau trauma relasional.
  • 11.
    Ada tiga carayang biasa dilakukan oleh seorang individu untuk menipu lawan bicaranya Falsification (Pemalsuan) Concealment (menyembunyikan kebenaran) Equivocation (mengaburkan)
  • 12.
    KEBOCORAN PESAN Apabila kitamelakukan kebohongan yang terlalu banyak maka akan terjadi kebocoran/leakage, dan kebocoran ini akan tampak dari komunikasi nonverbal kita. Kebocoran ini dapat dilihat dari segi : PANDANGAN GERAK TUBUH EKPRESI WAJAH
  • 13.
    Dimas sudah lamamenyukai Citra, teman satu kantornya karena baru saja kenal Dimas menjadi malu untuk mengungkakan perasaannya. Tetapi ada saja alasan yang membuat Dimas selalu berkomunikasi dengan Citra. Suatu ketika Dimas menemui Citra dan meminjam sebuah novel, padahal kemarin Dimas baru sama membeli novel yang sama. Esoknya, saat berjalan didekat meja kerja Dimas, Citra melihat novelnya dan sebuah novel dengan judul yang sama dimeja Dimas. Saat itu Citra merasa heran dan bertanya, “kok novelnya ada dua? Yang sau punya kamu yah?” Dalam kondisi seperti ini tentu saja Dima tidak ingin terlihat bahwa dia hanya mencari alasan saja agar bisa berbicara dengan Citra sehingga membuat Dimas malu didepan Citra. Dimas bisa saja berbohong melakukan “Falsification” atau pemalsuan dengan mengatakan, “itu punya Anto, tadi dia kesini buat pamer punya novel baru, eh taunya malah ketinggalan.” Jika Dimas terus menerus melakukan hal yang sejenis, tentu saja Citra akan curiga dan akan mulai memperhatikan detail yang dilakukan dan yang diucapkan Dimas, sehingga dia dapat menyadari motif sebenarnya dari tindakan Dimas. CONTOH KASUS
  • 14.
    KESIMPULAN Pada dasarnya manusiahidup dengan cara bersosialisasi dan dengan cara berkomunikasi dengan satu sama lain. Banyak teori yang menjelaskan berbagai hal mengenai komunikasi, salah satunya ialah Interpersonal Deception Theory. Teori ini menjelaskan adanya isi-isi pesan yang tidak pasti atau adanya uatu muslihat yang dilakukan oleh pengirim pesan kepada penerima pesan yang didalamnya juga mengandung kebohongan. Teori ini bertujuan untuk menyelamatkan diri sendiri atau untuk menjaga nama baik. Dan apabila kita melakukan kebohongan yang terlalu banyak maka akan terjadi kebocoran yang akan terlihat pada perilaku nonverbal kita.
  • 15.
    ProfilDosen DR. AntarVenus M.A.Comm. Nama: Antar Venus TTL : Serang-Banten,2 Juni 1968. Beliau adalah Pakar Komunikasi yang yang terobsesi membumikan ilmu komunikasi. Sebagai pembina mata kuliah teori-teori Komunikasi di Universitas Padjadjaran, Dosen ini menyebarkan motto 'Learning communication theories in practical way”.
  • 16.
    Penulis Jeswita Erina Saya adalahseorang mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan sarjana dengan mengambil jurusan Manajemen Komunikasi di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Setelah mempelajari teori ini, saya lebih banyak mengetahui bahwa dalam berkomunikasi, terutama antar individu, kebohongan adalah sesuatu yang biasa. Teori inimenjelaskan kenapa dan bagaimana rang berbohong hingga cara untuk mengetahui kebohongan
  • 17.
  • 18.
    Referensi Recommended resollrce: DavidB. Buller and Judee K. Burgoon, "Interpersonal Deception Theory" Communication Theory, Vol. 6, 1996, pp. 203-242. Summary of research: Judee K. Burgoon and David B. Buller, "Interpersonal Deception Theory," in Perspective on Persl/asion, Social Influence, and Compliance Gaining, John http://justmaple.wordpress.com/tag/interpersonal- deception/ http://zikafrihadi.blogspot.com/2012/03/teori- komunikasi-interpersonal.html