Perbedaan Sistem Linier dan
Non Linier
Disusun oleh :
Muhamad Aulia Rahman (1610501094)
Konsep Dasar Sistem Linier
 Sistem linier adalah sistem dengan sifat khusus berupa
linieritas. Artinya hubungan masukan dan keluarannya
bersifat linier. Jika digambar pada grafik hubungan itu
berupa garis lurus. Namun gambaran grafis berupa garis
lurus hanya berlaku pada saat sistem berada pada kondisi
mantap (steady) dan bukan pada kondisi transisi (transien)
Perbedaan Sistem Linier Dan Non Linier
 Sistem Linier
Sistem linear merupakan suatu sistem yang
sifatnya memiliki suatu “ketetapan” atau bisa
dibilang sebagai sistem yang fixed.
 Selain itu Sistem linier juga memenuhi hukum
superposisi. Prinsip superposisi adalah respons sistem
(keluaran) terhadap jumlah bobot sinyal akan sama
dengan jumlah bobot yang sesuai dari respon (keluaran)
sistem terhadap masing-masing sinyal masukan
individual.
 Dapat digambarkan sebagai berikut:
 Dalam bagan tersebut dapat diamati
bahwa setiap input dalam sebuah
proses tersebut memiliki output
masing-masing sesuai dengan
macam input yang ada dalam suatu
proses.
Contoh sistem linier :
 Mesin ATM
input user berupa command tombol berupa perintah dan
angka. Dalam outputnya pun tentu sudah pasti, jika user
ingin mengambil uang, mentransfer sejumlah sekian,
membayar tagihan, serta beragam hal lainnya. Berikut contoh
dari diagram alir cara kerja ATM.
 Sistem pernapasan manusia
Sistem pernapasan manusia merupakan suatu sistem yang
dapat dipaksakan menjadi bentuk sistem yang linear, laju napas
seseorang bergantung pada seberapa berat kerja yang dilakukan
seseorang tersebut
 Detak jantung
Detak jantung juga dapat digolongkan ke dalam sistem yang
linear, ritme detak jantung akan bergantung pula pada seberapa
berat kerja yang dilakukan seseorang
 Sistem Non Linier :
Merupakan suatu sistem yang sifatnya tidak tetap, mudah
berubah, sulit dikontrol, dan sulit diprediksi.
Sistem semacam ini memiliki tingkat ke-sensitivitas-an
yang sangat tinggi.
Sistem non-linear dapat dimodelkan dengan non-linear
programming, seperti jaringan saraf tiruan atau
kecerdasan buatan.
 Sistem non-linear ini dapat
digambarkan seperti bagan berikut ini :
bahwa input-input yang berlainan
dalam suatu proses dapat menghasilkan
output yang sama,
bahwa satu input yang ada dalam suatu
proses dapat memberikan output yang
sama.
 Beberapa kurva karakteristik
ketidak linieran diperlihatkan pada
gambar berikut ini :
a. Ketidaklinieran saturasi
b. Ketidaklinieran daerah mati
c. Ketidaklinieran hukum kuadrat
Contoh sistem non linier :
 Cuaca
Cuaca adalah contoh sistem nonlinier yang terkenal,
dimana perubahan sederhana dalam satu bagian sistem
menghasilkan akibat yang kompleks secara keseluruhan
 Sistem fisiologis di dalam tubuh manusia (Sistem
kekebalan tubuh manusia / imunitas )
Sistem kekebalan tubuh manusia (imunitas) merupakan
suatu bentuk sistem non-linear, gangguan-gangguan tertentu,
baik gangguan fisik, kimia, dan lain sebagainya dengan
kuantitas yang sama belum tentu dapat menyebabkan orang
tersebut jatuh sakit
Sistem linier dan non linier

Sistem linier dan non linier

  • 1.
    Perbedaan Sistem Linierdan Non Linier Disusun oleh : Muhamad Aulia Rahman (1610501094)
  • 2.
    Konsep Dasar SistemLinier  Sistem linier adalah sistem dengan sifat khusus berupa linieritas. Artinya hubungan masukan dan keluarannya bersifat linier. Jika digambar pada grafik hubungan itu berupa garis lurus. Namun gambaran grafis berupa garis lurus hanya berlaku pada saat sistem berada pada kondisi mantap (steady) dan bukan pada kondisi transisi (transien)
  • 3.
    Perbedaan Sistem LinierDan Non Linier  Sistem Linier Sistem linear merupakan suatu sistem yang sifatnya memiliki suatu “ketetapan” atau bisa dibilang sebagai sistem yang fixed.
  • 4.
     Selain ituSistem linier juga memenuhi hukum superposisi. Prinsip superposisi adalah respons sistem (keluaran) terhadap jumlah bobot sinyal akan sama dengan jumlah bobot yang sesuai dari respon (keluaran) sistem terhadap masing-masing sinyal masukan individual.
  • 5.
     Dapat digambarkansebagai berikut:  Dalam bagan tersebut dapat diamati bahwa setiap input dalam sebuah proses tersebut memiliki output masing-masing sesuai dengan macam input yang ada dalam suatu proses.
  • 6.
    Contoh sistem linier:  Mesin ATM input user berupa command tombol berupa perintah dan angka. Dalam outputnya pun tentu sudah pasti, jika user ingin mengambil uang, mentransfer sejumlah sekian, membayar tagihan, serta beragam hal lainnya. Berikut contoh dari diagram alir cara kerja ATM.
  • 7.
     Sistem pernapasanmanusia Sistem pernapasan manusia merupakan suatu sistem yang dapat dipaksakan menjadi bentuk sistem yang linear, laju napas seseorang bergantung pada seberapa berat kerja yang dilakukan seseorang tersebut  Detak jantung Detak jantung juga dapat digolongkan ke dalam sistem yang linear, ritme detak jantung akan bergantung pula pada seberapa berat kerja yang dilakukan seseorang
  • 8.
     Sistem NonLinier : Merupakan suatu sistem yang sifatnya tidak tetap, mudah berubah, sulit dikontrol, dan sulit diprediksi. Sistem semacam ini memiliki tingkat ke-sensitivitas-an yang sangat tinggi. Sistem non-linear dapat dimodelkan dengan non-linear programming, seperti jaringan saraf tiruan atau kecerdasan buatan.
  • 9.
     Sistem non-linearini dapat digambarkan seperti bagan berikut ini : bahwa input-input yang berlainan dalam suatu proses dapat menghasilkan output yang sama, bahwa satu input yang ada dalam suatu proses dapat memberikan output yang sama.
  • 10.
     Beberapa kurvakarakteristik ketidak linieran diperlihatkan pada gambar berikut ini : a. Ketidaklinieran saturasi b. Ketidaklinieran daerah mati c. Ketidaklinieran hukum kuadrat
  • 11.
    Contoh sistem nonlinier :  Cuaca Cuaca adalah contoh sistem nonlinier yang terkenal, dimana perubahan sederhana dalam satu bagian sistem menghasilkan akibat yang kompleks secara keseluruhan  Sistem fisiologis di dalam tubuh manusia (Sistem kekebalan tubuh manusia / imunitas ) Sistem kekebalan tubuh manusia (imunitas) merupakan suatu bentuk sistem non-linear, gangguan-gangguan tertentu, baik gangguan fisik, kimia, dan lain sebagainya dengan kuantitas yang sama belum tentu dapat menyebabkan orang tersebut jatuh sakit