Dokumen ini menjelaskan keadaan ekonomi Indonesia pada masa kemerdekaan (1950-1957) yang sangat buruk akibat inflasi dan blokade ekonomi, serta berbagai upaya untuk mengatasinya seperti program pinjaman nasional dan diplomasi ekonomi. Masa demokrasi liberal (1950-1957) ditandai dengan penerapan prinsip ekonomi liberal yang memperburuk keadaan karena kelemahan pengusaha pribumi, sementara masa demokrasi terpimpin (1959-1967) berusaha menerapkan etatisme tetapi tidak berhasil memperbaiki kondisi ekonomi. Berbagai kebijakan dan program, meskipun diupayakan, belum mampu mendatangkan perbaikan signifikan bagi perekonomian Indonesia yang baru merdeka.