PERTEMPURAN MEDAN AREA
Anggota:
Annisa Amalia P (03)
Arief Hidayat A (05)
Aulia Nurul S (06)
Farhan Vito R (10)
Rahmania Rukma (22)
Reny Anggreini (23)
Revita Ayu A (25)
LATAR BELAKANG
Pertempuran Medan Area merupakan salah
satu dari rangkaian pertempuran di Indonesia
yang terjadi setelah Indonesia merdeka. Pada
tanggal 9 November 1945, Pasukan Sekutu
memasuki Kota Medan dibawah pimpinan
Brigadir Jenderal Ted Kelly diikuti pasukan NICA,
menyatakan kepada pemerintah RI akan
melaksanakan tugas kemanusiaan, mengevakuasi
tawanan dari beberapa kamp di luar Kota Medan.
Dengan dalih menjaga keamanan, para bekas
tawanan diaktifkan kembali dan dipersenjatai.
SEBAB
1. Bekas tawanan yang menjadi arogan dan
sewenang-wenang.
2. Ulah seorang penghuni hotel yang merampas
dan menginjak-injak lencana merah putih.
3. Pemberian batas daerah Medan secara sepihak
oleh Sekutu dengan memasang papan pembatas
yang bertuliskan “Fixed Boundaries Medan Area
(Batas Resmi Medan Area)” di sudut-sudut
pinggiran Kota Medan.
Pada tanggal 18 Oktober 1945 Sekutu
mengeluarkan ultimatum yang isinya :
1. Melarang rakyat membawa senjata
2. Semua senjata harus diserahkan kepada
pasukan Sekutu
Karena ultimatumnya tidak dihiraukan oleh
rakyat Medan, Pasukan Sekutu mengerahkan
kekuatannya untuk menggempur kota Medan
dan sekitarnya. Serangan Sekutu ini dihadapi
dengan gagah berani oleh pejuang RI
dibawah koordinasi kolonel Ahmad Tahir
PROSES
Pada tanggal 24 Agustus 1945, antara
pemerintah Kerajaan Inggris dan Kerajaan
Belanda tercapai suatu persetujuan yang terkenal
dengan nama civil Affairs Agreement yang
menyatakan bahwa panglima tentara
pendudukan Inggris di Indonesia akan memegang
kekuasaan atas nama pemerintah Belanda. Yang
dislenggarakan oleh NICA dan dibawah komando
Inggris. Dan kekuasaan tersebut kelak
dikembalikan pada Belanda.
Pada tanggal 27 Agustus 1945 rakyat
Medan baru mendengar berita proklamasi
yang dibawa oleh Mr. Teuku Moh. Hassan
sebagai Gubernur Sumatera. Menanggapi
berita proklamasi para pemuda dibawah
pimpinan Achmad Tahir membentuk barisan
Pemuda Indonesia. Pada tanggal 9 Oktober
1945 rencana dalam Civil Affairs Agreement
benar-benar dilaksanakan.
Tentara NICA yang telah dipersiapkan
untuk mengambil alih pemerintahan ikut
membonceng pasukan Inggris dan pasuukan
Inggris bertugas untuk membebaskan tentara
Belanda yang ditawan Jepang. Para tawanan
dari daerah Rantau Prapat, Pematang Siantar,
dan Brastagi dikirim ke Medan atas
persetujuan Gubernur Moh. Hasan. Ternyata
kelompok tawanan itu dibentuk menjadi
“Medan Batalyon KNIL”, dan bersikap congkak.
Para pemuda dipelopori oleh Achmad Tahir,
membentuk Barisan Pemuda Indonesia. Kemudian
pada tanggal 10 Oktober 1945 dibentuklah TKR
(Tentara Keamanan Rakyat) Sumatera Timur.
Pada tanggal 13 Oktober 1945 terjadi insiden di
sebuah hotel di Jalan Bali, Medan. Seorang anggota
NICA menginjak-injak bendera merah putih yang
dirampas dari seorang pemuda. Pemuda-pemuda
Indonesia marah. Hotel tersebut dikepung dan diserang
oleh para pemuda dan TRI (Tentara Republik
Indonesia). Terjadilah pertempuran.
Pada tanggal 1 Desember 1945, pihak Sekutu
memasang papan-papan yang bertuliskan Fixed
Boundaries Medan Area di berbagai sudut kota
Medan. Dengan cara itu, Inggris menetapkan secara
sepihak batas-batas kekuasaan mereka. Hal ini
menimbulkan reaksi para pemuda dan TKR untuk
melawan kekuatan asing yang mencoba berkuasa
kembali. Pada tanggal 10 Agustus 1946 di Tebingtinggi
diadakan pertemuan antara komandan-komandan
pasukan yang berjuang di Medan Area. Pertemuan
tersebut memutuskan dibentuknya satu komando yang
bernama Komando Resimen Laskar Rakyat Medan
Area.
Dalam waktu 3 minggu Komando Medan Area
(KMA) mengadakan konsolidasi, disusun rencana
serangan baru terhadap Kota Medan. Hari "H"
ditentukan 15 Februari 1947 pukul 06.00 WIB. Untuk
masing-masing sektor telah ditentukan
Komandannya yakni pertempuran di front Medan
Barat dipimpin oleh Mayor Hasan Achmad dari
Resimen Istimewa Medan Area atau RIMA.
Pertempuran di front Medan Area Selatan dipimpin
oleh Mayor Martinus Lubis dan pertempuran di front
Koridor Medan Belawan berasal dari pasukan Yahya
Hasan dan Letnan Muda Amir Yahya dari Kompi II
Batalyion III RIMA.
Sayang karena kesalahan komunikasi
serangan ini tidak dilakukan secara serentak,
tapi walaupun demikian serangan umum ini
berhasil membuat Belanda kalang kabut
sepanjang malam. Menjelang Subuh, pasukan
kita mundur ke Mariendal. Serangan umum 15
Februari 1947 ini merupakan serangan besar
terakhir yang dilancarkan oleh pejuang-
pejuang di Medan Area.
Kesimpulan:
Pertempuran di Medan Area merupakan perlawanan
yang paling sengit dan panjang di Sumatera Timur, yang
berlangsung hampir 2 tahun. Peristiwa Medan Area bermula
dari kedatangan tentara Inggris (Sekutu) yang membonceng
NICA dengan tujuan meninjau tawanan perang Jepang,
namun kemudian beralih untuk membebaskan
tawanan. Selanjutnya tentara sekutu juga membangun
kekuatan untuk mengembalikan kekuasaannya yang pernah
dirampas oleh Jepang. Pihak Inggris yang seharusnya menjadi
penertib malah lebih berpihak kepada Belanda. Peristiwa ini
merupakan motivasi rakyat dan Pemuda Pejuang yang tidak
mau dijajah dengan disertai sikap ulet dan pantang menyerah.
Tapi walaupun demikian bagaimana pun kuatnya motivasi,
tanpa dilandasi kerjasama dan koordinasi yang baik, maka
setiap kegiatan dapat mengalami kegagalan. Sejarah telah
membuktikan betapa pahitnya keadaan ini.
TERIMA KASIH 

Pertempuran Medan Area

  • 1.
    PERTEMPURAN MEDAN AREA Anggota: AnnisaAmalia P (03) Arief Hidayat A (05) Aulia Nurul S (06) Farhan Vito R (10) Rahmania Rukma (22) Reny Anggreini (23) Revita Ayu A (25)
  • 2.
    LATAR BELAKANG Pertempuran MedanArea merupakan salah satu dari rangkaian pertempuran di Indonesia yang terjadi setelah Indonesia merdeka. Pada tanggal 9 November 1945, Pasukan Sekutu memasuki Kota Medan dibawah pimpinan Brigadir Jenderal Ted Kelly diikuti pasukan NICA, menyatakan kepada pemerintah RI akan melaksanakan tugas kemanusiaan, mengevakuasi tawanan dari beberapa kamp di luar Kota Medan. Dengan dalih menjaga keamanan, para bekas tawanan diaktifkan kembali dan dipersenjatai.
  • 3.
    SEBAB 1. Bekas tawananyang menjadi arogan dan sewenang-wenang. 2. Ulah seorang penghuni hotel yang merampas dan menginjak-injak lencana merah putih. 3. Pemberian batas daerah Medan secara sepihak oleh Sekutu dengan memasang papan pembatas yang bertuliskan “Fixed Boundaries Medan Area (Batas Resmi Medan Area)” di sudut-sudut pinggiran Kota Medan.
  • 4.
    Pada tanggal 18Oktober 1945 Sekutu mengeluarkan ultimatum yang isinya : 1. Melarang rakyat membawa senjata 2. Semua senjata harus diserahkan kepada pasukan Sekutu Karena ultimatumnya tidak dihiraukan oleh rakyat Medan, Pasukan Sekutu mengerahkan kekuatannya untuk menggempur kota Medan dan sekitarnya. Serangan Sekutu ini dihadapi dengan gagah berani oleh pejuang RI dibawah koordinasi kolonel Ahmad Tahir
  • 5.
    PROSES Pada tanggal 24Agustus 1945, antara pemerintah Kerajaan Inggris dan Kerajaan Belanda tercapai suatu persetujuan yang terkenal dengan nama civil Affairs Agreement yang menyatakan bahwa panglima tentara pendudukan Inggris di Indonesia akan memegang kekuasaan atas nama pemerintah Belanda. Yang dislenggarakan oleh NICA dan dibawah komando Inggris. Dan kekuasaan tersebut kelak dikembalikan pada Belanda.
  • 6.
    Pada tanggal 27Agustus 1945 rakyat Medan baru mendengar berita proklamasi yang dibawa oleh Mr. Teuku Moh. Hassan sebagai Gubernur Sumatera. Menanggapi berita proklamasi para pemuda dibawah pimpinan Achmad Tahir membentuk barisan Pemuda Indonesia. Pada tanggal 9 Oktober 1945 rencana dalam Civil Affairs Agreement benar-benar dilaksanakan.
  • 7.
    Tentara NICA yangtelah dipersiapkan untuk mengambil alih pemerintahan ikut membonceng pasukan Inggris dan pasuukan Inggris bertugas untuk membebaskan tentara Belanda yang ditawan Jepang. Para tawanan dari daerah Rantau Prapat, Pematang Siantar, dan Brastagi dikirim ke Medan atas persetujuan Gubernur Moh. Hasan. Ternyata kelompok tawanan itu dibentuk menjadi “Medan Batalyon KNIL”, dan bersikap congkak.
  • 8.
    Para pemuda dipeloporioleh Achmad Tahir, membentuk Barisan Pemuda Indonesia. Kemudian pada tanggal 10 Oktober 1945 dibentuklah TKR (Tentara Keamanan Rakyat) Sumatera Timur. Pada tanggal 13 Oktober 1945 terjadi insiden di sebuah hotel di Jalan Bali, Medan. Seorang anggota NICA menginjak-injak bendera merah putih yang dirampas dari seorang pemuda. Pemuda-pemuda Indonesia marah. Hotel tersebut dikepung dan diserang oleh para pemuda dan TRI (Tentara Republik Indonesia). Terjadilah pertempuran.
  • 9.
    Pada tanggal 1Desember 1945, pihak Sekutu memasang papan-papan yang bertuliskan Fixed Boundaries Medan Area di berbagai sudut kota Medan. Dengan cara itu, Inggris menetapkan secara sepihak batas-batas kekuasaan mereka. Hal ini menimbulkan reaksi para pemuda dan TKR untuk melawan kekuatan asing yang mencoba berkuasa kembali. Pada tanggal 10 Agustus 1946 di Tebingtinggi diadakan pertemuan antara komandan-komandan pasukan yang berjuang di Medan Area. Pertemuan tersebut memutuskan dibentuknya satu komando yang bernama Komando Resimen Laskar Rakyat Medan Area.
  • 10.
    Dalam waktu 3minggu Komando Medan Area (KMA) mengadakan konsolidasi, disusun rencana serangan baru terhadap Kota Medan. Hari "H" ditentukan 15 Februari 1947 pukul 06.00 WIB. Untuk masing-masing sektor telah ditentukan Komandannya yakni pertempuran di front Medan Barat dipimpin oleh Mayor Hasan Achmad dari Resimen Istimewa Medan Area atau RIMA. Pertempuran di front Medan Area Selatan dipimpin oleh Mayor Martinus Lubis dan pertempuran di front Koridor Medan Belawan berasal dari pasukan Yahya Hasan dan Letnan Muda Amir Yahya dari Kompi II Batalyion III RIMA.
  • 11.
    Sayang karena kesalahankomunikasi serangan ini tidak dilakukan secara serentak, tapi walaupun demikian serangan umum ini berhasil membuat Belanda kalang kabut sepanjang malam. Menjelang Subuh, pasukan kita mundur ke Mariendal. Serangan umum 15 Februari 1947 ini merupakan serangan besar terakhir yang dilancarkan oleh pejuang- pejuang di Medan Area.
  • 12.
    Kesimpulan: Pertempuran di MedanArea merupakan perlawanan yang paling sengit dan panjang di Sumatera Timur, yang berlangsung hampir 2 tahun. Peristiwa Medan Area bermula dari kedatangan tentara Inggris (Sekutu) yang membonceng NICA dengan tujuan meninjau tawanan perang Jepang, namun kemudian beralih untuk membebaskan tawanan. Selanjutnya tentara sekutu juga membangun kekuatan untuk mengembalikan kekuasaannya yang pernah dirampas oleh Jepang. Pihak Inggris yang seharusnya menjadi penertib malah lebih berpihak kepada Belanda. Peristiwa ini merupakan motivasi rakyat dan Pemuda Pejuang yang tidak mau dijajah dengan disertai sikap ulet dan pantang menyerah. Tapi walaupun demikian bagaimana pun kuatnya motivasi, tanpa dilandasi kerjasama dan koordinasi yang baik, maka setiap kegiatan dapat mengalami kegagalan. Sejarah telah membuktikan betapa pahitnya keadaan ini.
  • 13.