Nama Kelompok :
Fiddia Mega Silviana [ 13 ]
Putri Shafira Setyowati [ 24 ]
Rizky Leonetta Hidayat [ 27 ]
Syifa Dzulaikha Azhari [ 31 ]
XI MIA 3
APBN adalah daftar sistematis yang memuat rencana
penerimaan dan pengeluaran negara dalam satu tahun.
Pengertian APBN
Penyusunan APBN ditujukan untuk mengatur penerimaan dan
pengeluaran negara agar pemanfaatan keuangan negara
dapat mencapai sasaran yaitu meningkatkan kesejahteraan
rakyat. APBN juga bertujuan memudahkan pengambilan
keputusan mengenai pengeluaran tahunan.
Tujuan APBN
Fungsi APBN
Fungsi alokasi, berarti bahwa anggaran negara harus diarahkan untuk
mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya serta
meningkatkan efesiensi dan efektivitas perekonomian.
Fungsi distribusi, berarti bahwa kebijakan anggaran negara harus
memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan
Fungsi stabilisasi, memiliki makna bahwa anggaran pemerintah menjadi
alat untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental
perekonomian.
Fungsi otorisasi, mengandung arti bahwa anggaran negara menjadi dasar
untuk melaksanakan pendapatan dan belanja pada tahun yang
bersangkutan, Dengan demikian, pembelanjaan atau pendapatan dapat
dipertanggungjawabkan kepada rakyat.
Fungsi perencanaan, mengandung arti bahwa anggaran negara dapat
menjadi pedoman bagi negara untuk merencanakan kegiatan pada tahun
tersebut.
Fungsi pengawasan, berarti anggaran negara harus menjadi pedoman
untuk menilai apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintah negara sesuai
dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
 Tabungan Selalu Meningkat
 Asas Berimbang dan Dinamis
 Peningkatan Pendapatan
 Peningkatan Pendapatan Pajak
 Prioritas pengeluaran rutin yang penting
 Pemanfaatan SDM dan SDA yang maksimal
Prinsip Penyusunan APBN
Asas APBN
Asas anggaran surplus: pemerintah memberlakukan anggaran
dengan pendapatan lebih besar dari belanja negara (I > E)
Asas anggaran defisit: pemerintah memberlakukan anggaran
dengan pendapatan lebih kecil dari belanja negara (I < E)
Asas anggaran berimbang: pemerintah memberlakukan
anggaran dengan pendapatan sama dengan belanja negara (I = E)
Asas anggaran Dinamis: Jumlah anggaran dari tahun ke tahun
semakin besar
Sumber Penerimaan APBN
1. Penerimaan Negara dari pajak
2. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
3. Hibah & Penerimaan luar negeri
A. Penerimaan Negara dari
Pajak
1. Pajak dalam negeri
a. Pajak Dalam Negeri
b. Pajak pertambahan
nilai Barang
Mewah (PPnBM)
c. Pajak bumi bangunan
(PBB)
d. Pajak pertambahan
nilai (PPN)
e. BPHTB
f. Pajak Cukai
g. Pajak lainnya
2. Pajak perdagangan
Internasional
a. Bea Masuk
b. Pajak pungutan
ekspor
B. Penerimaan Negara Bukan Pajak
1. Penerimaan sumber daya alam:
a. Migas
b. Non Migas
2. Bagian laba BUMN
3. PNBP lainnya
C. Hibah dan Penerimaan Luar
Negeri
• Hibah : Pendapatan yang berasal dari
luar negeri atau lembaga keuangan
asing lainnya dengan tidak harus
mengembalikan uang yang diberikan
• Penerimaan luar negeri berupa
pinjaman proyek,dsb
Pengeluaran Negara yang Berasal dari
APBN
1. Pengeluaran rutin
2. Pengeluaran pembangunan
3. Dana perimbangan
4. Dana otonomi khusus
1. Pengeluaran Rutin
 Belanja Pegawai
Belanja Barang
 Belanja Modal
 Pembayaran Modal dan bunga
utang
 Subsidi
 Belanja hibah
 Bantuan Sosial
 Belanja Lain-Lain
Tabungan Pemerintah = Penerimaan dalam negeri - pengeluaran rutin
4. Rumus Dana Otonomi Khusus dan Penyesuasian
2. Pengeluaran
Pembangunan
Pembiayaan Rupiah
Pembiayaan proyek
3. Dana Perimbangan
Dana bagi hasil
Dana Alokasi Umum
Dana Alokasi Khusus
Mekanisme Penyusunan APBN
menurut UUD 1945 Pasal 23 ayat 1,2, dan 3
• Kebijakan defisit cenderung mendorong terjadinya
kenaikan harga (inflasi)
• Kebijakan surplus cenderung mendorong terjadinya
penurunan harga (deflasi)
• Meningktakan pertumbuhan ekonomi masyrakat
• Menciptakan kestabilan keuangan dan moneter
• Menimbulkan investasi masyrakat
• Memperlancar distribusi pendapatan
• Memeperluas kesempatan kerja
Pengaruh APBN terhadap Perekonomian
APBD adalah daftar sistematis yang memuat rencana
penerimaan dan pengeluaran daerah dalam satu
tahun
Pengertian APBD
Tujuan dari disusunnya APBD adalah sebagai pedoman
penerimaan dan pengeluaran keuangan bagi pemerintah
daerah dalam melaksanakan proses pembangunan di
daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Tujuan APBD
Fungsi APBD
Fungsi alokasi, berarti bahwa anggaran negara harus
diarahkan untuk mengurangi pengangguran dan
pemborosan sumber daya serta meningkatkan
efesiensi dan efektivitas perekonomian.
Fungsi distribusi, berarti bahwa kebijakan anggaran
negara harus memperhatikan rasa keadilan dan
kepatutan
Fungsi stabilisasi, memiliki makna bahwa anggaran
pemerintah menjadi alat untuk memelihara dan
mengupayakan keseimbangan fundamental
perekonomian.
Penerimaan Daerah yang Berasal dari
APBD
1. Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang meliputi pajak
daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan
kekayaan daerah, dan penerimaan lain-lain.
2. Bagian dana perimbangan, yang meliputi Dana
Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana
Alokasi Khusus.
3. Lain-lain pendapatan yang sah seperti dana hibah
atau dana darurat.
Pengeluaran Rutin
 Belanja DPRD
 Belanja Kepala daerah
 Belanja Pegawai
 Belanja Barang
 Belanja Pemeliharaan
 Belanja Perjalanan Dinas
 Angsuran Pinjaman
 Subsidi
Pengeluaran Pembangunan
Proyek-proyek daerah
Biaya Operasional dan
pemeliharaan
Proyek Pembangunan
Pengeluaran APBD / Daerah
Mekanisme Penyusunan APBD
Pengaruh APBD Terhadap Perekonomian
a. APBD digunakan untuk memperbaiki dan menjaga kestabilan ekonomi
daerah.
b. APBD diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk
berinvestasi.
c. APBD mampu memberi pengaruh terhadap pertumbuhan
perekonomian daerah dengan mengikut sertakan secara aktif peran
masyarakat.
d. APBD dapat menimbulkan pemerintah percaya masyarakat terhadap
pemerintah daerah sehingga peran masyarakat dalam pertumbuhan
ekonomi akan semakin besar
e. Meningkatkan sektor ekonomi masyarakat, artinya masyarakat mampu
mengetahui GNP dari tahun ini dan seterusnya.
f. Memunculkan dan menimbulkan tingkat investasi masyarakat, ini terjadi
karna masyarakat dapat mengembangkan industri-industri yang berada
dalam negeri.
g. Memperluas kesempatan kerja masyarakat
TERIMA KASIH

APBN dan APBD

  • 1.
    Nama Kelompok : FiddiaMega Silviana [ 13 ] Putri Shafira Setyowati [ 24 ] Rizky Leonetta Hidayat [ 27 ] Syifa Dzulaikha Azhari [ 31 ] XI MIA 3
  • 2.
    APBN adalah daftarsistematis yang memuat rencana penerimaan dan pengeluaran negara dalam satu tahun. Pengertian APBN
  • 3.
    Penyusunan APBN ditujukanuntuk mengatur penerimaan dan pengeluaran negara agar pemanfaatan keuangan negara dapat mencapai sasaran yaitu meningkatkan kesejahteraan rakyat. APBN juga bertujuan memudahkan pengambilan keputusan mengenai pengeluaran tahunan. Tujuan APBN
  • 4.
    Fungsi APBN Fungsi alokasi,berarti bahwa anggaran negara harus diarahkan untuk mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya serta meningkatkan efesiensi dan efektivitas perekonomian. Fungsi distribusi, berarti bahwa kebijakan anggaran negara harus memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan Fungsi stabilisasi, memiliki makna bahwa anggaran pemerintah menjadi alat untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian. Fungsi otorisasi, mengandung arti bahwa anggaran negara menjadi dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja pada tahun yang bersangkutan, Dengan demikian, pembelanjaan atau pendapatan dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat. Fungsi perencanaan, mengandung arti bahwa anggaran negara dapat menjadi pedoman bagi negara untuk merencanakan kegiatan pada tahun tersebut. Fungsi pengawasan, berarti anggaran negara harus menjadi pedoman untuk menilai apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintah negara sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
  • 5.
     Tabungan SelaluMeningkat  Asas Berimbang dan Dinamis  Peningkatan Pendapatan  Peningkatan Pendapatan Pajak  Prioritas pengeluaran rutin yang penting  Pemanfaatan SDM dan SDA yang maksimal Prinsip Penyusunan APBN
  • 6.
    Asas APBN Asas anggaransurplus: pemerintah memberlakukan anggaran dengan pendapatan lebih besar dari belanja negara (I > E) Asas anggaran defisit: pemerintah memberlakukan anggaran dengan pendapatan lebih kecil dari belanja negara (I < E) Asas anggaran berimbang: pemerintah memberlakukan anggaran dengan pendapatan sama dengan belanja negara (I = E) Asas anggaran Dinamis: Jumlah anggaran dari tahun ke tahun semakin besar
  • 7.
    Sumber Penerimaan APBN 1.Penerimaan Negara dari pajak 2. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 3. Hibah & Penerimaan luar negeri
  • 8.
    A. Penerimaan Negaradari Pajak 1. Pajak dalam negeri a. Pajak Dalam Negeri b. Pajak pertambahan nilai Barang Mewah (PPnBM) c. Pajak bumi bangunan (PBB) d. Pajak pertambahan nilai (PPN) e. BPHTB f. Pajak Cukai g. Pajak lainnya 2. Pajak perdagangan Internasional a. Bea Masuk b. Pajak pungutan ekspor B. Penerimaan Negara Bukan Pajak 1. Penerimaan sumber daya alam: a. Migas b. Non Migas 2. Bagian laba BUMN 3. PNBP lainnya C. Hibah dan Penerimaan Luar Negeri • Hibah : Pendapatan yang berasal dari luar negeri atau lembaga keuangan asing lainnya dengan tidak harus mengembalikan uang yang diberikan • Penerimaan luar negeri berupa pinjaman proyek,dsb
  • 10.
    Pengeluaran Negara yangBerasal dari APBN 1. Pengeluaran rutin 2. Pengeluaran pembangunan 3. Dana perimbangan 4. Dana otonomi khusus
  • 11.
    1. Pengeluaran Rutin Belanja Pegawai Belanja Barang  Belanja Modal  Pembayaran Modal dan bunga utang  Subsidi  Belanja hibah  Bantuan Sosial  Belanja Lain-Lain Tabungan Pemerintah = Penerimaan dalam negeri - pengeluaran rutin 4. Rumus Dana Otonomi Khusus dan Penyesuasian 2. Pengeluaran Pembangunan Pembiayaan Rupiah Pembiayaan proyek 3. Dana Perimbangan Dana bagi hasil Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus
  • 13.
    Mekanisme Penyusunan APBN menurutUUD 1945 Pasal 23 ayat 1,2, dan 3
  • 14.
    • Kebijakan defisitcenderung mendorong terjadinya kenaikan harga (inflasi) • Kebijakan surplus cenderung mendorong terjadinya penurunan harga (deflasi) • Meningktakan pertumbuhan ekonomi masyrakat • Menciptakan kestabilan keuangan dan moneter • Menimbulkan investasi masyrakat • Memperlancar distribusi pendapatan • Memeperluas kesempatan kerja Pengaruh APBN terhadap Perekonomian
  • 15.
    APBD adalah daftarsistematis yang memuat rencana penerimaan dan pengeluaran daerah dalam satu tahun Pengertian APBD
  • 16.
    Tujuan dari disusunnyaAPBD adalah sebagai pedoman penerimaan dan pengeluaran keuangan bagi pemerintah daerah dalam melaksanakan proses pembangunan di daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Tujuan APBD
  • 17.
    Fungsi APBD Fungsi alokasi,berarti bahwa anggaran negara harus diarahkan untuk mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya serta meningkatkan efesiensi dan efektivitas perekonomian. Fungsi distribusi, berarti bahwa kebijakan anggaran negara harus memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan Fungsi stabilisasi, memiliki makna bahwa anggaran pemerintah menjadi alat untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian.
  • 18.
    Penerimaan Daerah yangBerasal dari APBD 1. Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang meliputi pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah, dan penerimaan lain-lain. 2. Bagian dana perimbangan, yang meliputi Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus. 3. Lain-lain pendapatan yang sah seperti dana hibah atau dana darurat.
  • 19.
    Pengeluaran Rutin  BelanjaDPRD  Belanja Kepala daerah  Belanja Pegawai  Belanja Barang  Belanja Pemeliharaan  Belanja Perjalanan Dinas  Angsuran Pinjaman  Subsidi Pengeluaran Pembangunan Proyek-proyek daerah Biaya Operasional dan pemeliharaan Proyek Pembangunan Pengeluaran APBD / Daerah
  • 20.
  • 21.
    Pengaruh APBD TerhadapPerekonomian a. APBD digunakan untuk memperbaiki dan menjaga kestabilan ekonomi daerah. b. APBD diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berinvestasi. c. APBD mampu memberi pengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian daerah dengan mengikut sertakan secara aktif peran masyarakat. d. APBD dapat menimbulkan pemerintah percaya masyarakat terhadap pemerintah daerah sehingga peran masyarakat dalam pertumbuhan ekonomi akan semakin besar e. Meningkatkan sektor ekonomi masyarakat, artinya masyarakat mampu mengetahui GNP dari tahun ini dan seterusnya. f. Memunculkan dan menimbulkan tingkat investasi masyarakat, ini terjadi karna masyarakat dapat mengembangkan industri-industri yang berada dalam negeri. g. Memperluas kesempatan kerja masyarakat
  • 22.

Editor's Notes

  • #7 APBN SAMPE SINI YAUDAHLAHYA