Pengajaran Kitab Suci
di Kota Wisata Cibubur
31 Oktober 2015
Albertus Purnomo, OFM
Ajaran Gereja
Mencari jejak dalam Kitab Suci
Surga dan Neraka
Purgatorium
Aplikasi dalam hidup sehari-hari
SESUDAH KEMATIAN
DALAM
SEBUAH MISTERI ILAHI
 misteri/mis·te·ri/ /mistéri/ n
 1 sesuatu yang masih belum jelas (masih
menjadi teka-teki; masih belum terbuka
rahasianya)
 2 kenyataan yang begitu luhur sehingga
secara mendasar melampaui daya tangkap
manusia; apa pun yang semakin dapat
dimengerti atau dihayati, tetapi tidak pernah
ditangkap seluruhnya sehingga tetap
merupakan rahasia menyangkut kehadiran
atau kegiatan Ilahi
 Katekismus Gereja Katolik (KGK) 1024
 Suatu kondisi kehidupan yang serba
sempurna.
 Persekutuan kehidupan abadi yang bahagia,
sempurna dan penuh cinta bersama Allah
Tritunggal Mahakudus, bersama Perawan
Maria, para malaikat dan orang kudus.
 Keadaan bahagia sempurna, tertinggi dan
definitif yang merupakan tujuan terakhir
menjadi kerinduan terdalam manusia
Visio Beatifica
Neraka adalah keadaan pengucilan diri
secara definitif dari persekutuan dengan
Allah dan dengan para kudus in (KGK
1033).
Penderitaan neraka yang paling buruk
adalah perpisahan abadi dengan Allah
(KGK 1035).
Penderitaan jiwa-jiwa di neraka akan
berlangsung selama-lamanya.
Tradisi Gereja, neraka merupakan tempat
atau keadaan di mana setan-setan dan
para pendosa yang tidak bertobat
menderita untuk selama-lamanya (DS
1002).
Paham saat ini : keterpisahan secara
definitif dari persekutuan dengan Allah,
yang berlangsung selama lamanya.
Mereka yang masuk neraka adalah orang
yang dengan sukarela memutuskan untuk
1) tidak mencintai Allah,
2) berdosa berat tanpa menyesalinya,
3) tidak mau menerima belaskasih Allah,
4) tidak mau mengasihi sesama lebih-lebih
kaum lemah,
5) mengingkari Tuhan dengan sukarela.
”Jiwa orang-orang yang mati dalam
keadaan dosa berat, masuk langsung
sesudah kematian ke dunia orang mati, di
mana mereka mengalami siksa neraka,
“api abadi”
(KGK 1035)
Bukan menakut-nakuti
Supaya orang menggunakan
kebebasannya dengan bertanggung jawab
Sebab akan ada momen
pertanggungjawab di hadapan Allah
Hidup dalam pertobatan terus menerus
Perkembangan gagasan
mengenai hidup sesudah mati
Dunia setelah kematian adalah dunia
rohani atau dunia spiritual
Kepercayaan orang Kristen
Kristus Bangkit dan hidup di dunia
rohani (alam baka)
Orang Kristen berharap untuk hidup
seperti Kristus ketika hidup berakhir
Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja
menaruh pengharapan pada Kristus, maka
kita adalah orang-orang yang paling
malang dari segala manusia. Tetapi yang
benar ialah, bahwa Kristus telah
dibangkitkan dari antara orang mati,
sebagai yang sulung dari orang-orang
yang telah meninggal.
(1Kor 15:19-20)
Gagasan tentang dunia setelah kematian
mengalami perkembangan
Alkitab berbicara tentang Sheol
“Turun ke dunia orang mati”
Tempat yang gelap, tanpa cahaya (Ayub
17:13)
Tidak hidup juga tidak mati. Orang seperti
bayang-bayang dan merasa di tinggalkan
Sebab di dalam maut tidaklah orang ingat
kepada-Mu; siapakah yang akan
bersyukur kepada-Mu di dalam dunia
orang mati?
(Mazmur 6:5)
Sampai abad II SM, orang tidak percaya
kebangkitan, semua manusia entah baik
entah jahat, turun ke dunia orang mati
(bandingkan dengan kitab Pengkhotbah 9)
Abad II SM dan seterusnya orang mulai
percaya adanya kebangkitan meskipun
tidak semuanya (bdk. Yesus+Farisi versus
Saduki)
Banyak dari antara orang-orang yang
telah tidur di dalam debu tanah, akan
bangun, sebagian untuk mendapat
hidup yang kekal, sebagian untuk
mengalami kehinaan dan kengerian
yang kekal.
(Dan 12:2)
“Kuburan-kuburan terbuka dan banyak
orang kudus yang telah meninggal bangkit.
Dan sesudah kebangkitan Yesus,
merekapun keluar dari kubur, lalu masuk
ke kota kudus dan menampakkan diri
kepada banyak orang”
(Mat 27:52-53 ITB)
Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia
mengambil roti, mengucap berkat, lalu
memecah-mecahkannya dan
memberikannya kepada mereka.
Ketika itu terbukalah mata mereka dan
merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap
dari tengah-tengah mereka.
(Luk 24:30-31)
Yesus nampak dalam tubuh manusia yang
lengkap (bisa bergerak, makan roti, ikan,
dsb) tetapi tubuh kebangkitan yang
sesungguhnya bukan tubuh fisik dalam arti
umum.
Paulus ketika berjumpa dengan Kristus
yang bangkit, tidak melihat tubuh manusia,
tetapi cahaya yang menyilaukan (Kis 9:3)
 “Daging dan darah tidak mendapat bagian
dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa
tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak
binasa” (1Kor 15:50)
 “Yang dapat binasa ini harus mengenakan
yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati
ini harus mengenakan yang tidak dapat mati.”
(1Kor 15:53)
 KITA AKAN MEMILIKI TUBUH YANG BARU,
TIDAK DAPAT BINASA, DAN ROHANI
“Yang engkau taburkan bukanlah tubuh
tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji
yang tidak berkulit” (1Kor 15:37)
Tubuh duniawi kita adalah benih yang
nantinya tubuh rohani (spiritual) kita
tumbuh.
Seperti apa nantinya kita, adalah hasil
atau akibat dari apa yang kita buat
sekarang ini
Saudara-saudaraku yang kekasih,
sekarang kita adalah anak-anak Allah,
tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak;
akan tetapi kita tahu, bahwa apabila
Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan
menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan
melihat Dia dalam keadaan-Nya yang
sebenarnya (1Yoh 3:2)
Pemikiran tentang hidup setelah mati
dalam Perjanjian Baru lebih banyak
menggunakan kiasan atau metafor.
Metafor: cara menjelaskan suatu misteri
Intinya mau mengajarkan: kita nanti akan
seperti Kristus yang bangkit, akan
memandang Kristus dalam kemuliaan, dan
persahabatan sejati dengan Allah melalui
Dia.
Kisah orang kaya dan Lazarus (Lukas
16:19-31) = ada situasi yang
menyenangkan dan tidak sebelum hari
penghakiman
”Ia bukan Allah orang mati, melainkan
Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia
semua orang hidup” (Luk 20:36-38) = ada
kehidupan di hadapan Allah
Hari kebangkitan umum (bdk. Kata Marta
kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan
bangkit pada waktu orang-orang bangkit
pada akhir zaman." (Yoh 11:24)
Hari Penghakiman terakhir (Mat 25:32)
Naik ke surga (Elia dan Musa [dalam
tradisi Yahudi])
Kebangkitan Yesus = ada kehidupan
setelah kematian
Yesus dibangkitkan dalam tubuh spiritual
(tubuh rohani) dan bukan tubuh fisik (bdk.
Pemuda di Nain dan Lazarus)
Jika dibangkitkan dalam tubuh fisik, pasti
ia akan mati lagi.
Tubuh fisik Yesus mengalami perubahan
menjadi tubuh rohani. (bagaimana? Hanya
Allah yang tahu)
Standar penilaian: KASIH
Mereka yang hidup seperti Allah yang
mempraktekkan kasih, pengampunan dan
belas kasihan tanpa batas, akan
dibangkitkan dalam hidup kekal
Kejahatan membawa pada penghukuman
kekal.
Ada harga yang harus dibayar untuk
perbuatan jahat
ALLAH TETAP MENGHENDAKI
KESELAMATAN BAGI SEMUA ASALKAN
MEMBAYAR “HARGA”
Karena alasan itulah, ketika gereja
berbicara tentang neraka, hidup dalam
penyesalan tanpa akhir, kemarahan,
kebencian, dsb, Gereja memperkenalkan
pandangannya tentang Purgatorium, di
mana dosa dimurnikan dan akal budi
kembali pada kasih.

Sesudah kematian

  • 1.
    Pengajaran Kitab Suci diKota Wisata Cibubur 31 Oktober 2015 Albertus Purnomo, OFM
  • 2.
    Ajaran Gereja Mencari jejakdalam Kitab Suci Surga dan Neraka Purgatorium Aplikasi dalam hidup sehari-hari
  • 5.
  • 6.
     misteri/mis·te·ri/ /mistéri/n  1 sesuatu yang masih belum jelas (masih menjadi teka-teki; masih belum terbuka rahasianya)  2 kenyataan yang begitu luhur sehingga secara mendasar melampaui daya tangkap manusia; apa pun yang semakin dapat dimengerti atau dihayati, tetapi tidak pernah ditangkap seluruhnya sehingga tetap merupakan rahasia menyangkut kehadiran atau kegiatan Ilahi
  • 9.
     Katekismus GerejaKatolik (KGK) 1024  Suatu kondisi kehidupan yang serba sempurna.  Persekutuan kehidupan abadi yang bahagia, sempurna dan penuh cinta bersama Allah Tritunggal Mahakudus, bersama Perawan Maria, para malaikat dan orang kudus.  Keadaan bahagia sempurna, tertinggi dan definitif yang merupakan tujuan terakhir menjadi kerinduan terdalam manusia
  • 10.
  • 13.
    Neraka adalah keadaanpengucilan diri secara definitif dari persekutuan dengan Allah dan dengan para kudus in (KGK 1033). Penderitaan neraka yang paling buruk adalah perpisahan abadi dengan Allah (KGK 1035). Penderitaan jiwa-jiwa di neraka akan berlangsung selama-lamanya.
  • 14.
    Tradisi Gereja, nerakamerupakan tempat atau keadaan di mana setan-setan dan para pendosa yang tidak bertobat menderita untuk selama-lamanya (DS 1002). Paham saat ini : keterpisahan secara definitif dari persekutuan dengan Allah, yang berlangsung selama lamanya.
  • 15.
    Mereka yang masukneraka adalah orang yang dengan sukarela memutuskan untuk 1) tidak mencintai Allah, 2) berdosa berat tanpa menyesalinya, 3) tidak mau menerima belaskasih Allah, 4) tidak mau mengasihi sesama lebih-lebih kaum lemah, 5) mengingkari Tuhan dengan sukarela.
  • 16.
    ”Jiwa orang-orang yangmati dalam keadaan dosa berat, masuk langsung sesudah kematian ke dunia orang mati, di mana mereka mengalami siksa neraka, “api abadi” (KGK 1035)
  • 17.
    Bukan menakut-nakuti Supaya orangmenggunakan kebebasannya dengan bertanggung jawab Sebab akan ada momen pertanggungjawab di hadapan Allah Hidup dalam pertobatan terus menerus
  • 20.
  • 22.
    Dunia setelah kematianadalah dunia rohani atau dunia spiritual Kepercayaan orang Kristen Kristus Bangkit dan hidup di dunia rohani (alam baka) Orang Kristen berharap untuk hidup seperti Kristus ketika hidup berakhir
  • 23.
    Jikalau kita hanyadalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia. Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. (1Kor 15:19-20)
  • 24.
    Gagasan tentang duniasetelah kematian mengalami perkembangan Alkitab berbicara tentang Sheol “Turun ke dunia orang mati” Tempat yang gelap, tanpa cahaya (Ayub 17:13) Tidak hidup juga tidak mati. Orang seperti bayang-bayang dan merasa di tinggalkan
  • 25.
    Sebab di dalammaut tidaklah orang ingat kepada-Mu; siapakah yang akan bersyukur kepada-Mu di dalam dunia orang mati? (Mazmur 6:5)
  • 27.
    Sampai abad IISM, orang tidak percaya kebangkitan, semua manusia entah baik entah jahat, turun ke dunia orang mati (bandingkan dengan kitab Pengkhotbah 9) Abad II SM dan seterusnya orang mulai percaya adanya kebangkitan meskipun tidak semuanya (bdk. Yesus+Farisi versus Saduki)
  • 28.
    Banyak dari antaraorang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal. (Dan 12:2)
  • 29.
    “Kuburan-kuburan terbuka danbanyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang” (Mat 27:52-53 ITB)
  • 30.
    Waktu Ia dudukmakan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. (Luk 24:30-31)
  • 31.
    Yesus nampak dalamtubuh manusia yang lengkap (bisa bergerak, makan roti, ikan, dsb) tetapi tubuh kebangkitan yang sesungguhnya bukan tubuh fisik dalam arti umum. Paulus ketika berjumpa dengan Kristus yang bangkit, tidak melihat tubuh manusia, tetapi cahaya yang menyilaukan (Kis 9:3)
  • 32.
     “Daging dandarah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa” (1Kor 15:50)  “Yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati.” (1Kor 15:53)  KITA AKAN MEMILIKI TUBUH YANG BARU, TIDAK DAPAT BINASA, DAN ROHANI
  • 33.
    “Yang engkau taburkanbukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak berkulit” (1Kor 15:37) Tubuh duniawi kita adalah benih yang nantinya tubuh rohani (spiritual) kita tumbuh. Seperti apa nantinya kita, adalah hasil atau akibat dari apa yang kita buat sekarang ini
  • 34.
    Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarangkita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya (1Yoh 3:2)
  • 35.
    Pemikiran tentang hidupsetelah mati dalam Perjanjian Baru lebih banyak menggunakan kiasan atau metafor. Metafor: cara menjelaskan suatu misteri Intinya mau mengajarkan: kita nanti akan seperti Kristus yang bangkit, akan memandang Kristus dalam kemuliaan, dan persahabatan sejati dengan Allah melalui Dia.
  • 36.
    Kisah orang kayadan Lazarus (Lukas 16:19-31) = ada situasi yang menyenangkan dan tidak sebelum hari penghakiman ”Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup” (Luk 20:36-38) = ada kehidupan di hadapan Allah
  • 37.
    Hari kebangkitan umum(bdk. Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman." (Yoh 11:24) Hari Penghakiman terakhir (Mat 25:32) Naik ke surga (Elia dan Musa [dalam tradisi Yahudi])
  • 38.
    Kebangkitan Yesus =ada kehidupan setelah kematian Yesus dibangkitkan dalam tubuh spiritual (tubuh rohani) dan bukan tubuh fisik (bdk. Pemuda di Nain dan Lazarus) Jika dibangkitkan dalam tubuh fisik, pasti ia akan mati lagi. Tubuh fisik Yesus mengalami perubahan menjadi tubuh rohani. (bagaimana? Hanya Allah yang tahu)
  • 39.
    Standar penilaian: KASIH Merekayang hidup seperti Allah yang mempraktekkan kasih, pengampunan dan belas kasihan tanpa batas, akan dibangkitkan dalam hidup kekal Kejahatan membawa pada penghukuman kekal. Ada harga yang harus dibayar untuk perbuatan jahat
  • 40.
    ALLAH TETAP MENGHENDAKI KESELAMATANBAGI SEMUA ASALKAN MEMBAYAR “HARGA”
  • 41.
    Karena alasan itulah,ketika gereja berbicara tentang neraka, hidup dalam penyesalan tanpa akhir, kemarahan, kebencian, dsb, Gereja memperkenalkan pandangannya tentang Purgatorium, di mana dosa dimurnikan dan akal budi kembali pada kasih.