REAKSI ANORGANIK




   Fahimah Martak
Reaksi Anorganik :
      Redoks
      Asam Basa


Ini terkait :
      Termodinamika
        Struktur senyawa stabil
        kespontanan reaksi
        kalor reaksi
        Mekanisme Reaksi
Entalpi
     Kandungan kalor sistem pada tekanan tetap




Entropi:
Apakah keadaan dapat dicapai dengan spontan dari
keadaan lain
Entropi sistem terisolasi dalam proses
 spontan meningkat :

 Proses yang secara termodinamik ireversibel
 akan menghasilkan entropi :


k adalah tetapan Boltsman
W= jumlah susunan atom dan molekul

Energi Bebas Gibs:
Elektrokimia:
Soal:
Halogen mana yang memp kekuatan oksidasi
terbesar?
Redoks:



Diagram Latimer

Asam:
Basa:
Contoh:
  Untuk reaksi NO3- menjadi HNO2, berapa
  potensial sel reaksi tersebut?


Jika senyawa anorganik baru disintesis:
Pengukuran elektrokimia        Voltametri siklik

Teknik ini:
Pengukuran potensial
Jumlah elektron yang ditransfer
reversibel
ASAM BASA
 Arhenius: Asam? Basa?

 Brownsted Lowry:
      Asam: menghasilkan H+, dan menghasilkan
 ion oksonium
      Basa : yg menerima H+




Contoh:
Tuliskan rumus molekul asam nitrat, asam perklorat,
asam sulfat, asam fosfat sebagai asam okso lengkap
dengan bilangan oksidasi atom pusatnya
KEKUATAN ASAM
Untuk Kesetimbangan disosiasi:




Asam Kuat      pKa ?
Reaksi Redoks:
       Penentuan FeII dg titrasi HCrO4-
       Oksidasi C2O42- dg MnO4-

Reaksi Inner dan Outer:
Reaksi inner:
     Sphere koordinasi dua logam interpenetrasi
dalam keadaan transisi
Ligan jembatan terkoordinasi pada keduanya:
oksidator dan reduktor membentuk sphere
koordinasi
Kondisi untuk reaksi inner sphere:
      produk substitusi inert
     mempertahankan ligan jembatan
terkoordinasi pada reaktan lain
       Ini berarti oksidator dan reduktor harus
dipilih shg satu innert sementara yang lain labil
Reaksi Inner-Sphere

 Menggunakan fenomena terobosan, tetapi
  dalam hal ini ligan tunggal dibangun
Perkembangan Reaksi Dalam 3 t ahap

 Reaksi Substitusi: oksidator dan reduktor
  dihubungkan oleh ligan jembatan
 Transfer elektron (sering diikuti oleh transfer
  ligan)
 Pemisahan Produk
Reaksi [Cr(H2O)6]2+     [Cr(H2O)5Cl]2+
 Dipelajari dengan menggunakan radioaktif:
 51
    Cr sebagai tracer
 Kecepatan reaksi dapat ditentukan dengan
 jumlah radioaktif yang didapat dalam CrCl2+
 pada waktu berbeda selama reaksi

 Cr3+ : innert, konstanta kecepatan orde 2
  untuk anasi Cl- dari Cr3+ = 2,9.10-8 M-1s-1.
 Oleh karena itu CrCl2+ tidak timbul dari
  substitusi dg Cl- bebas ketika diperlukan
  untuk memisahkan produk
 Step transfer elektron: mengubah Cr2+ labil
  pada Cr3+ innert, yang mempertahankan ligan
  jembatan Cl- pada sphere koordinasi.
 Cr2+ : labil, k = 10 8 s-1, shg substitusi Cl- phere
  koordinasi bukan tahap penentu

  Kondisi reaksi innersphere:
    produk substitusi innert dan
   mempertahankan ligan jembatan
   terkoordinasi pada reaktan lain.
 Ini berarti berarti oksidator dan reduktor
 harus dipilih satu innert dan yang lain labil.
Reaksi Inner :
    [Co(NH3)5Cl]2+ + Cr2+              [Co(NH3)5ClCr]4+
 [Co(NH3)5ClCr]4+             CrCl2+ + [Co(NH3)5]2+
 [Co(NH3)5]2+ + 5H+       Co2+ + 5 NH4+

Reaksi Outer:

  [CoIII(NH3)5Cl]2+ + Cr2+         [CoII(NH3)5Cl]+ + Cr3+
   [Co(NH3)5Cl]2+ + 5 H+           Co4+ + 5NH4+ + Cl-

      Cr3+ + Cl-              CrCl2+
Reaksi Outer sphere 5 tahap:

 Reaktan-reaktan berdifusi membentuk
    kompleks outer sphere, kedua logam dalam
    sphere koordinasi tetap utuh
   Jarak ikatan tiap logam berubah
   Lingkungan pelarut kompleks reorganiser
   Elektron ditransfer
   Produk berdifusi; tahap ini cepat
 Reaksi outer sphere disebut self exchange:


[Fe (H2O)6]3++[Fe*(H2O)6]2+               [Fe*(H2O)6]3++[Fe (H2O)6]2+

  Konstanta kesetimbangan untuk reaksi : 1
  ∆ Go = 0 : ∆ G = ∆ G inner sphere + ∆ G outer sphere
  ∆ G inner sphere =perubahan panjang ikatan terjadi dalam
   sphere koordinasi tepisah sebelum transfer elektron
   terjadi.
  Sebelum elektron ditransfer, panjang ikatan Fe-O
   menyimpang, pjg ikt Fe3+ = ½ jarak Fe2+ dan Fe3+
  Transfer elektron lebih cepat daripada gerakan inti
 Profil reaksi self exchange (Gb. 11.15)
 Energi = energi total pasangan ion-ion dalam kompleks
    outer sphere
   Reaksi= perubahan panjang ikatan dan sudut dalam
    spher koordinasi.
   Sebelum elektron ditransfer, panjang ikatan Fe-O
    menyimpang, pjg ikt Fe3+ = ½ jarak Fe2+ dan Fe3+
   Transfer elektron lebih cepat daripada gerakan inti
   Kurva : simmetrik krn produk dan reaktan identik
   Transfer elektron terjadi ketika kurva energi produk
    berpotongan reaktan.
Reaksi Redoks Heteronuklir

 Melibatkan 2 logam berbeda

 ∆G inner sphere reaksi heteronuklir dihubungkan = ∆G inner sphere

    self exchange tiap reaktan

 Profil reaksi Gb. 11.15 b

 Tinggi aktifasi tergantung kurfa energi

    potensial reaktan dan produk
     k12 = k11 k 22 K 12 f12
(log K 12 ) 2
              log f 12   =
                                 k11 k12
                           4 log
                                  Z2
 Z = jumlah tumbukan perdetik dlm larutan (∼ 1011 M-1s-1)
 Tentukan k12 untuk reduksi [Co(bpy)3]3+ oleh [Co(terpy)2]2+
 [Co(bpy)3]2+ +[Co*(bpy)3]3+               [Co(bpy)3]3++[Co*(bpy)3]2+
 k11 = 9 M-1s-1 pada 0 oC.
[Co(terpy)2]2++[Co*(terpy)2]3+             [Co(terpy)2]3++[Co*(terpy)2]2+
 k22= 48 M-1s-1 pada 0 oC.
 Potensial reduksi [Co(terpy)2]3+= 0.31, [Co(bpy)3]3+=0.34V Oleh
  karena log k12 = 0.553 dan k12 = 3.57
(0.553) 2
lof12   =                = −3.95 × 10 −3
          4 log 9.0×48.0
                  10 22

   f 12 = 0.99
K3[Cr(oksalat)3] + MnCl2 + 3 C5H4NCOOH →
                       K2[Cr(oksalat)3Cl] + Mn(C5H4NCOO)3 + KCl



 III              II                           III        II

[Cr(oks)3]3- + [MnCl(pik)3]2-      [(oks)3Cr-Cl-Mn(pik)3]5-

                                                     II        III

   [(oks)3Cr-Cl-Mn(pik)3]5-           [(oks)3Cr-Cl-Mn(pik)3]5-


                                          II                         III

       [(oks)3Cr-Cl-Mn(pik)3]5-        [CrCl(oks)3]5- + [Mn(pik)3]

Rx anorg 1

  • 1.
    REAKSI ANORGANIK Fahimah Martak
  • 2.
    Reaksi Anorganik : Redoks Asam Basa Ini terkait : Termodinamika Struktur senyawa stabil kespontanan reaksi kalor reaksi Mekanisme Reaksi
  • 3.
    Entalpi Kandungan kalor sistem pada tekanan tetap Entropi: Apakah keadaan dapat dicapai dengan spontan dari keadaan lain
  • 4.
    Entropi sistem terisolasidalam proses spontan meningkat : Proses yang secara termodinamik ireversibel akan menghasilkan entropi : k adalah tetapan Boltsman W= jumlah susunan atom dan molekul Energi Bebas Gibs:
  • 5.
  • 7.
    Soal: Halogen mana yangmemp kekuatan oksidasi terbesar?
  • 8.
  • 9.
  • 10.
    Contoh: Untukreaksi NO3- menjadi HNO2, berapa potensial sel reaksi tersebut? Jika senyawa anorganik baru disintesis: Pengukuran elektrokimia Voltametri siklik Teknik ini: Pengukuran potensial Jumlah elektron yang ditransfer reversibel
  • 11.
    ASAM BASA Arhenius:Asam? Basa? Brownsted Lowry: Asam: menghasilkan H+, dan menghasilkan ion oksonium Basa : yg menerima H+ Contoh: Tuliskan rumus molekul asam nitrat, asam perklorat, asam sulfat, asam fosfat sebagai asam okso lengkap dengan bilangan oksidasi atom pusatnya
  • 12.
    KEKUATAN ASAM Untuk Kesetimbangandisosiasi: Asam Kuat pKa ?
  • 15.
    Reaksi Redoks: Penentuan FeII dg titrasi HCrO4- Oksidasi C2O42- dg MnO4- Reaksi Inner dan Outer: Reaksi inner: Sphere koordinasi dua logam interpenetrasi dalam keadaan transisi Ligan jembatan terkoordinasi pada keduanya: oksidator dan reduktor membentuk sphere koordinasi
  • 16.
    Kondisi untuk reaksiinner sphere: produk substitusi inert mempertahankan ligan jembatan terkoordinasi pada reaktan lain Ini berarti oksidator dan reduktor harus dipilih shg satu innert sementara yang lain labil Reaksi Inner-Sphere  Menggunakan fenomena terobosan, tetapi dalam hal ini ligan tunggal dibangun
  • 17.
    Perkembangan Reaksi Dalam3 t ahap  Reaksi Substitusi: oksidator dan reduktor dihubungkan oleh ligan jembatan  Transfer elektron (sering diikuti oleh transfer ligan)  Pemisahan Produk
  • 18.
    Reaksi [Cr(H2O)6]2+ [Cr(H2O)5Cl]2+ Dipelajari dengan menggunakan radioaktif: 51 Cr sebagai tracer  Kecepatan reaksi dapat ditentukan dengan jumlah radioaktif yang didapat dalam CrCl2+ pada waktu berbeda selama reaksi  Cr3+ : innert, konstanta kecepatan orde 2 untuk anasi Cl- dari Cr3+ = 2,9.10-8 M-1s-1.  Oleh karena itu CrCl2+ tidak timbul dari substitusi dg Cl- bebas ketika diperlukan untuk memisahkan produk
  • 19.
     Step transferelektron: mengubah Cr2+ labil pada Cr3+ innert, yang mempertahankan ligan jembatan Cl- pada sphere koordinasi.  Cr2+ : labil, k = 10 8 s-1, shg substitusi Cl- phere koordinasi bukan tahap penentu  Kondisi reaksi innersphere: produk substitusi innert dan mempertahankan ligan jembatan terkoordinasi pada reaktan lain.
  • 20.
     Ini berartiberarti oksidator dan reduktor harus dipilih satu innert dan yang lain labil.
  • 21.
    Reaksi Inner :  [Co(NH3)5Cl]2+ + Cr2+ [Co(NH3)5ClCr]4+ [Co(NH3)5ClCr]4+ CrCl2+ + [Co(NH3)5]2+ [Co(NH3)5]2+ + 5H+ Co2+ + 5 NH4+ Reaksi Outer:  [CoIII(NH3)5Cl]2+ + Cr2+ [CoII(NH3)5Cl]+ + Cr3+  [Co(NH3)5Cl]2+ + 5 H+ Co4+ + 5NH4+ + Cl-  Cr3+ + Cl- CrCl2+
  • 22.
    Reaksi Outer sphere5 tahap:  Reaktan-reaktan berdifusi membentuk kompleks outer sphere, kedua logam dalam sphere koordinasi tetap utuh  Jarak ikatan tiap logam berubah  Lingkungan pelarut kompleks reorganiser  Elektron ditransfer  Produk berdifusi; tahap ini cepat
  • 23.
     Reaksi outersphere disebut self exchange: [Fe (H2O)6]3++[Fe*(H2O)6]2+ [Fe*(H2O)6]3++[Fe (H2O)6]2+  Konstanta kesetimbangan untuk reaksi : 1  ∆ Go = 0 : ∆ G = ∆ G inner sphere + ∆ G outer sphere  ∆ G inner sphere =perubahan panjang ikatan terjadi dalam sphere koordinasi tepisah sebelum transfer elektron terjadi.  Sebelum elektron ditransfer, panjang ikatan Fe-O menyimpang, pjg ikt Fe3+ = ½ jarak Fe2+ dan Fe3+  Transfer elektron lebih cepat daripada gerakan inti
  • 24.
     Profil reaksiself exchange (Gb. 11.15)  Energi = energi total pasangan ion-ion dalam kompleks outer sphere  Reaksi= perubahan panjang ikatan dan sudut dalam spher koordinasi.  Sebelum elektron ditransfer, panjang ikatan Fe-O menyimpang, pjg ikt Fe3+ = ½ jarak Fe2+ dan Fe3+  Transfer elektron lebih cepat daripada gerakan inti  Kurva : simmetrik krn produk dan reaktan identik  Transfer elektron terjadi ketika kurva energi produk berpotongan reaktan.
  • 25.
    Reaksi Redoks Heteronuklir Melibatkan 2 logam berbeda  ∆G inner sphere reaksi heteronuklir dihubungkan = ∆G inner sphere self exchange tiap reaktan  Profil reaksi Gb. 11.15 b  Tinggi aktifasi tergantung kurfa energi potensial reaktan dan produk  k12 = k11 k 22 K 12 f12
  • 26.
    (log K 12) 2 log f 12 = k11 k12 4 log Z2  Z = jumlah tumbukan perdetik dlm larutan (∼ 1011 M-1s-1)  Tentukan k12 untuk reduksi [Co(bpy)3]3+ oleh [Co(terpy)2]2+  [Co(bpy)3]2+ +[Co*(bpy)3]3+ [Co(bpy)3]3++[Co*(bpy)3]2+  k11 = 9 M-1s-1 pada 0 oC. [Co(terpy)2]2++[Co*(terpy)2]3+ [Co(terpy)2]3++[Co*(terpy)2]2+  k22= 48 M-1s-1 pada 0 oC.  Potensial reduksi [Co(terpy)2]3+= 0.31, [Co(bpy)3]3+=0.34V Oleh karena log k12 = 0.553 dan k12 = 3.57
  • 27.
    (0.553) 2 lof12 = = −3.95 × 10 −3 4 log 9.0×48.0 10 22 f 12 = 0.99
  • 29.
    K3[Cr(oksalat)3] + MnCl2+ 3 C5H4NCOOH → K2[Cr(oksalat)3Cl] + Mn(C5H4NCOO)3 + KCl III II III II [Cr(oks)3]3- + [MnCl(pik)3]2- [(oks)3Cr-Cl-Mn(pik)3]5- II III [(oks)3Cr-Cl-Mn(pik)3]5- [(oks)3Cr-Cl-Mn(pik)3]5- II III [(oks)3Cr-Cl-Mn(pik)3]5- [CrCl(oks)3]5- + [Mn(pik)3]