ANALISIS DEMOKRASI PADA
   MASA ORDE LAMA         START!!
TAK KENAL MAKA TAK SAYANG KAMI...




                                    ANHARI L. K.
                                    AQLIMA B. S.
                                      CINTA G.
                                    M. HEGEL M.
                                     SEKAR A. C.
Pada masa
            orde lama, ada
DEMOKRASI      2 macam       DEMOKRASI
 LIBERAL                     TERPIMPIN
              demokrasi
             yang sempat
             diberlakukan.
DEMOKRASI LIBERAL

Tanggal 14 November 1945, pemerintah RI mengeluarkan
maklumat yang berisi perubahan sistem pemerintahan
presidensial menjadi sistem parlementer dengan sistem
pemerintahan liberal. Demokrasi Liberal berarti kekuasaan
ditujukan untuk individu atau golongan. Sementara
Pemerintahan dengan sistem parlementer adalah sistem
pemerintahan yang menteri-menterinya bertanggung jawab
atas DPR. Segala kebijakan pemerintah harus sesuai dengan
keinginan DPR, dan bila tidak sesuai, kabinet akan dijatuhkan
oleh mosi tidak percaya yang bisa dilakukan DPR.
ANALISIS
KELEBIHAN                       KEKURANGAN
• Seharusnya, jika              • Karena seluruh kebijakan
  pemerintahan dijalankan         pemerintah keputusannya
  dengan baik, maka HAM           ada di DPR, DPR bertingkah
  rakyat Indonesia seharusnya     semena-mena.
  lebih terjamin.
• Karena DPR adalah             • Kritik masyarakat yang ingin
  perwakilan rakyat,              menperbaiki dan
  seharusnya keputusan yang       membangun pemerintah
  mereka sepakati dapat           tidak diterima oleh DPR dan
  mencakup seluruh                dianggap menjatuhkan.
  keinginan rakyat.             • Pemerintah tidak Stabil
PENYIMPANGAN
• Pada awal pengambilan keputusan sudah terjadi
  penyimpangan karena seharusnya pemerintah bersifat
  mementingkan kepentingan seluruh rakyat Indonesia
  (sesuai dengan Pancasila), bukan mementinkan
  kepentingan individu (demokrasi liberal)
• Pembatasan salah satu HAM yaitu Hak
  berpendapat, pada masa itu, rakyat tidak bisa
  mengeluarkan pendapat karena takut akan DPR yang
  pasti akan sewenang-wenang menghukum mereka
  apabila pendapat yang dilontarkan adalah pendapat
  yang bisa menjatuhkan kekuasaan DPR.
DEMOKRASI TERPIMPIN

Setelah demokrasi liberal gagal, sistem parlementer
berubah menjadi sistem presidensial kembali. Pada
saat itu, pemerintah memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1) Peran dominan pada presiden.
2) Terbatasnya parati politik.
3) Berkembangnya pengaruh komunis.
4) Meluasnya peranan ABRI sebagai unsur-unnsur
sosial politik.
ANALISIS
KELEBIHAN                      KEKURANGAN
• Pemerintah lebih stabil.     • Presiden menjalankan
• Pemerintah memiliki arahan     pemerintah secara Otoriter
  dalam bekerja yaitu arahan   • Pemerintahan tertutup.
  dari presiden                • Aspirasi masyarakat tidak
                                 dihiraukan.
                               • Bertentangan dengan
                                 prinsip demokrasi.
PENYIMPANGAN
• Tahun 1960, presiden membubarkan DPR hasil pemilu, padahal dalam
  penjelasan UUD 1945 saat itu ditentukan bahwa presiden tidak
  mempunyai wewenang untuk membubarkan DPR.
• Dengan ketetapan MPRS No. III/MPRS/1963 Ir. Soekarno diangkat menjadi
  presiden seumur hidup. Hal ini bertentangan dengan ketentuan UUD 1945
  yang menetapkan masa jabatan presiden lima tahun.
• DPRGR yang mengganti DPR hasil pemilu 1955 ditonjolkan peranannya
  sebagai pembantu pemerintah sedangkan funsi kontrol ditiadakan.
• Penyelewengan di bidang perundang-undangan seperti menetapkan
  penetapan presiden yang memakai dekrit presiden 1959 sebagai sumber
  hukum.
• Didirikan badan-badan ekstra konstitusional seperti Front Nasional yang
  ternyata dipakai oleh pihak komunis sebagai arena kegiatan, sesuai
  dengan taktik Komunis Internasional bahwa pembentukan Front Nasional
  sebagai persiapan ke arah terbentuknya demokrasi rakyat.
• Partai politik dan pers yang dianggap menyimpang dari rel revolusi tidak
  dibenarkan dan diberedel, sedangkan politik mercusuar di bidang
  hubungan luar negeri dan ekonomi dalam negeri telah menyebabkan
  keadaan ekonomi menjadi tambah suram.
SEKIAN PRESENTASI DARI
KAMI...
TERIMA KASIH ATAS
PERHATIANNYA.....

Analisis demokrasi pada masa orde lama, demokrasi liberal, demokrasi terpimpin

  • 1.
    ANALISIS DEMOKRASI PADA MASA ORDE LAMA START!!
  • 2.
    TAK KENAL MAKATAK SAYANG KAMI... ANHARI L. K. AQLIMA B. S. CINTA G. M. HEGEL M. SEKAR A. C.
  • 3.
    Pada masa orde lama, ada DEMOKRASI 2 macam DEMOKRASI LIBERAL TERPIMPIN demokrasi yang sempat diberlakukan.
  • 4.
    DEMOKRASI LIBERAL Tanggal 14November 1945, pemerintah RI mengeluarkan maklumat yang berisi perubahan sistem pemerintahan presidensial menjadi sistem parlementer dengan sistem pemerintahan liberal. Demokrasi Liberal berarti kekuasaan ditujukan untuk individu atau golongan. Sementara Pemerintahan dengan sistem parlementer adalah sistem pemerintahan yang menteri-menterinya bertanggung jawab atas DPR. Segala kebijakan pemerintah harus sesuai dengan keinginan DPR, dan bila tidak sesuai, kabinet akan dijatuhkan oleh mosi tidak percaya yang bisa dilakukan DPR.
  • 5.
    ANALISIS KELEBIHAN KEKURANGAN • Seharusnya, jika • Karena seluruh kebijakan pemerintahan dijalankan pemerintah keputusannya dengan baik, maka HAM ada di DPR, DPR bertingkah rakyat Indonesia seharusnya semena-mena. lebih terjamin. • Karena DPR adalah • Kritik masyarakat yang ingin perwakilan rakyat, menperbaiki dan seharusnya keputusan yang membangun pemerintah mereka sepakati dapat tidak diterima oleh DPR dan mencakup seluruh dianggap menjatuhkan. keinginan rakyat. • Pemerintah tidak Stabil
  • 6.
    PENYIMPANGAN • Pada awalpengambilan keputusan sudah terjadi penyimpangan karena seharusnya pemerintah bersifat mementingkan kepentingan seluruh rakyat Indonesia (sesuai dengan Pancasila), bukan mementinkan kepentingan individu (demokrasi liberal) • Pembatasan salah satu HAM yaitu Hak berpendapat, pada masa itu, rakyat tidak bisa mengeluarkan pendapat karena takut akan DPR yang pasti akan sewenang-wenang menghukum mereka apabila pendapat yang dilontarkan adalah pendapat yang bisa menjatuhkan kekuasaan DPR.
  • 7.
    DEMOKRASI TERPIMPIN Setelah demokrasiliberal gagal, sistem parlementer berubah menjadi sistem presidensial kembali. Pada saat itu, pemerintah memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1) Peran dominan pada presiden. 2) Terbatasnya parati politik. 3) Berkembangnya pengaruh komunis. 4) Meluasnya peranan ABRI sebagai unsur-unnsur sosial politik.
  • 8.
    ANALISIS KELEBIHAN KEKURANGAN • Pemerintah lebih stabil. • Presiden menjalankan • Pemerintah memiliki arahan pemerintah secara Otoriter dalam bekerja yaitu arahan • Pemerintahan tertutup. dari presiden • Aspirasi masyarakat tidak dihiraukan. • Bertentangan dengan prinsip demokrasi.
  • 9.
    PENYIMPANGAN • Tahun 1960,presiden membubarkan DPR hasil pemilu, padahal dalam penjelasan UUD 1945 saat itu ditentukan bahwa presiden tidak mempunyai wewenang untuk membubarkan DPR. • Dengan ketetapan MPRS No. III/MPRS/1963 Ir. Soekarno diangkat menjadi presiden seumur hidup. Hal ini bertentangan dengan ketentuan UUD 1945 yang menetapkan masa jabatan presiden lima tahun. • DPRGR yang mengganti DPR hasil pemilu 1955 ditonjolkan peranannya sebagai pembantu pemerintah sedangkan funsi kontrol ditiadakan. • Penyelewengan di bidang perundang-undangan seperti menetapkan penetapan presiden yang memakai dekrit presiden 1959 sebagai sumber hukum. • Didirikan badan-badan ekstra konstitusional seperti Front Nasional yang ternyata dipakai oleh pihak komunis sebagai arena kegiatan, sesuai dengan taktik Komunis Internasional bahwa pembentukan Front Nasional sebagai persiapan ke arah terbentuknya demokrasi rakyat. • Partai politik dan pers yang dianggap menyimpang dari rel revolusi tidak dibenarkan dan diberedel, sedangkan politik mercusuar di bidang hubungan luar negeri dan ekonomi dalam negeri telah menyebabkan keadaan ekonomi menjadi tambah suram.
  • 10.
    SEKIAN PRESENTASI DARI KAMI... TERIMAKASIH ATAS PERHATIANNYA.....