Budi Utomo

  Angeline C.
   Belinda S.
   Dennis A.
    Imersto
   M. Faisal
  Prita M.D.
 Qayyum H.A.
   Yusuf S.A
Latar Belakang Berdirinya Budi Utomo
• Adanya gagasan dr. Wahidin Sudirohusodo
  tentang perlunya memperluas dan meningkatkan
  pendidikan bagi bangsa Indonesia, yang
  kemudian diperluas oleh para mahasiswa
  STOVIA.
• Pendiri: para mahasiswa STOVIA di Jakarta
• Tanggal berdiri: 20 Mei 1908
• Budi Utomo adalah organisasi modern Indonesia
  yang pertama, ketuanya Sutomo.
• Tujuan : Mencapai kemajuan dan meningkatkan
  derajat bangsa
Tujuan didirikannya
              Budi Utomo
• Memajukan pengajaran
• Memajukan pertanian, peternakan,
  perdagangan
• Memajukan teknik industri
• Menghidupkan kembali kebudayaan
Kongres I
• 3-5 Oktober 1908 di Jogjakarta
• Hasil:
1. Tidak melibatkan diri dalam politik.
2. Bergerak di bidang pendidikan
3. Jogjakarta sebagai pusat pergerakan
4. Wilayah pergerakan di jawa dan Madura
5. Terpilihnya R.T. Tirtokusumo yang seorang
   bupati sebagai ketua
Kegiatan Politik Budi Utomo
• Ikut duduk dalam komite Indie Weerbar
• Ikut mengusulkan dibentuknya Volksraad
• Merencanakan program politik untuk
  mewujudkan pemerintahan parlemen
  berdaasarkan kebangsaan.
• Ikut bergabung dalam PPPKI
• Bergabung dalam PBI yang kemudian menjadi
  Parindra
• Melancarkan isu pentingnya pertahanan sendiri
  dari serangan bangsa lain.
• Menyokong gagasan wajib militer pribumi.
Perkembangan Budi Utomo
• Dalam perkembangannya, di tubuh Budi
  Utomo muncul dua aliran berikut.
  1. Pihak kanan
  2. Pihak kiri
• Akibat adanya 2 aliran  Budi Utomo
  pecah  semakin lamban
Faktor Yang Menyebabkan
   Semakin Lambannya Budi Utomo

1. Budi     Utomo       cenderung memajukan
   pendidikan untuk kalangan priyayi daripada
   penduduk umumnya.
2. Lebih mementingkan pemerintah kolonial
   Belanda dari pada kepentingan rakyat
   Indonesia.
3. Menonjolnya kaum priyayi yang lebih
   mengutamakan jabatan menyebabkan kaum
   terpelajar tersisih.
Pro-Kontra Budi Utomo
• Kelahiran      organisasi Budi     Utomo
  menimbulkan bermacam reaksi dari kalangan
  orang-orang Belanda.
• Kontra: Kelompok priyayi dan bupati
  penganut status quo  membentuk
  perkumpulan Regent Bond. Tujuan: untuk
  mencegah cita-cita Budi Utomo yang
  dianggap mengganggu stabilitas kedudukan
  sosial mereka.
• Pro : Tirto Kusumo, merupakan kalangan
  muda yang berpikiran maju
Peleburan Budi Utomo
• Sejak tahun 1931 Budi Utomo membuka
  keanggotaannya untuk semua bangsa Indonesia.
  Dalam bidang politik, Budi Utomo memiliki cita-
  cita untuk mewujudkan Indonesia merdeka.
  Dengan demikian, Budi Utomo telah berkembang
  menjadi sebuah organisasi dengan sifat dan
  tujuan nasionalisme.

• Untuk mencapai tujuan tersebut, pada tahun
  1935 Budi Utomo menggabungkan diri dengan
  Partai Bangsa Indonesia (PBI) yang didirikan oleh
  Dr. Sutomo. Hasil peleburan Budi Utomo dan PBI
  adalah Partai Indonesia Raya (Parindra) yang
  diketuai oleh Dr. Sutomo.
Beberapa Peran Politik Budi Utomo
       (Ketika Perang Dunia I, 1914)
• Melancarkan isu pentingnya pertahanan
  sendiri dari serangan bangsa lain.
• Menyokong gagasan wajib militer pribumi.
• Mengirimkan komite Indie Weerbaar ke
  Belanda untuk pertahanan Hindia.
• Ikut duduk dalam Volksraad (Dewan Rakyat).
• Membentuk Komite Nasional untuk
  menghadapi pemilihan anggota volksraad.

Budi utomo

  • 1.
    Budi Utomo Angeline C. Belinda S. Dennis A. Imersto M. Faisal Prita M.D. Qayyum H.A. Yusuf S.A
  • 2.
    Latar Belakang BerdirinyaBudi Utomo • Adanya gagasan dr. Wahidin Sudirohusodo tentang perlunya memperluas dan meningkatkan pendidikan bagi bangsa Indonesia, yang kemudian diperluas oleh para mahasiswa STOVIA. • Pendiri: para mahasiswa STOVIA di Jakarta • Tanggal berdiri: 20 Mei 1908 • Budi Utomo adalah organisasi modern Indonesia yang pertama, ketuanya Sutomo. • Tujuan : Mencapai kemajuan dan meningkatkan derajat bangsa
  • 3.
    Tujuan didirikannya Budi Utomo • Memajukan pengajaran • Memajukan pertanian, peternakan, perdagangan • Memajukan teknik industri • Menghidupkan kembali kebudayaan
  • 4.
    Kongres I • 3-5Oktober 1908 di Jogjakarta • Hasil: 1. Tidak melibatkan diri dalam politik. 2. Bergerak di bidang pendidikan 3. Jogjakarta sebagai pusat pergerakan 4. Wilayah pergerakan di jawa dan Madura 5. Terpilihnya R.T. Tirtokusumo yang seorang bupati sebagai ketua
  • 5.
    Kegiatan Politik BudiUtomo • Ikut duduk dalam komite Indie Weerbar • Ikut mengusulkan dibentuknya Volksraad • Merencanakan program politik untuk mewujudkan pemerintahan parlemen berdaasarkan kebangsaan. • Ikut bergabung dalam PPPKI • Bergabung dalam PBI yang kemudian menjadi Parindra • Melancarkan isu pentingnya pertahanan sendiri dari serangan bangsa lain. • Menyokong gagasan wajib militer pribumi.
  • 6.
    Perkembangan Budi Utomo •Dalam perkembangannya, di tubuh Budi Utomo muncul dua aliran berikut. 1. Pihak kanan 2. Pihak kiri • Akibat adanya 2 aliran  Budi Utomo pecah  semakin lamban
  • 7.
    Faktor Yang Menyebabkan Semakin Lambannya Budi Utomo 1. Budi Utomo cenderung memajukan pendidikan untuk kalangan priyayi daripada penduduk umumnya. 2. Lebih mementingkan pemerintah kolonial Belanda dari pada kepentingan rakyat Indonesia. 3. Menonjolnya kaum priyayi yang lebih mengutamakan jabatan menyebabkan kaum terpelajar tersisih.
  • 8.
    Pro-Kontra Budi Utomo •Kelahiran organisasi Budi Utomo menimbulkan bermacam reaksi dari kalangan orang-orang Belanda. • Kontra: Kelompok priyayi dan bupati penganut status quo  membentuk perkumpulan Regent Bond. Tujuan: untuk mencegah cita-cita Budi Utomo yang dianggap mengganggu stabilitas kedudukan sosial mereka. • Pro : Tirto Kusumo, merupakan kalangan muda yang berpikiran maju
  • 9.
    Peleburan Budi Utomo •Sejak tahun 1931 Budi Utomo membuka keanggotaannya untuk semua bangsa Indonesia. Dalam bidang politik, Budi Utomo memiliki cita- cita untuk mewujudkan Indonesia merdeka. Dengan demikian, Budi Utomo telah berkembang menjadi sebuah organisasi dengan sifat dan tujuan nasionalisme. • Untuk mencapai tujuan tersebut, pada tahun 1935 Budi Utomo menggabungkan diri dengan Partai Bangsa Indonesia (PBI) yang didirikan oleh Dr. Sutomo. Hasil peleburan Budi Utomo dan PBI adalah Partai Indonesia Raya (Parindra) yang diketuai oleh Dr. Sutomo.
  • 10.
    Beberapa Peran PolitikBudi Utomo (Ketika Perang Dunia I, 1914) • Melancarkan isu pentingnya pertahanan sendiri dari serangan bangsa lain. • Menyokong gagasan wajib militer pribumi. • Mengirimkan komite Indie Weerbaar ke Belanda untuk pertahanan Hindia. • Ikut duduk dalam Volksraad (Dewan Rakyat). • Membentuk Komite Nasional untuk menghadapi pemilihan anggota volksraad.