Afrilia Fani Sembiring
Fitri Handayani
Rahmah
 Persistent Oksipito Posterior adalah suatu
keadaan dimana UUK janin tidak berputar
ke depan,tapi tetap berada di belakang
(Mochtar ,Rustam Jilid 1 2011).
 Letak belakang kepala ubun – ubun kecil
melintang karena kelemahan his dan kepala
janin bundar ( http://partus-kasep.pdf)
Persalinan dengan POA Persalinan dengan POP
Sebab-sebab terjadinya posisi oksipitalis posterior
persistens adalah :
 Bentuk panggul antropoid atau panggil android
 Multipara, dimana otot-otot dasar panggul yang
sudah lembek.
 Kepala Janin Bundar
 Kesempitan Panggul Tengah
 Ketuban Pecah Dini
 Kelemahan His pada Kala II
Diagnosis
Pada saat VT,teraba UUK berada di
Belakang
Komplikasi
Robekan Jalan Lahir yang Luas
Kematian Janin
 Sabar menunggu,
karena 90% kasus
rotasi terjadi secara
spontan.
 Ibu berbaring
miring ke arah
punggung janin
1.Syarat :
1. Janin aterm.
2. Janin dapat lahir pervaginam
(tidak ada disproporsi)
3. Pembukaan serviks sudah
lengkap (multi = 7 cm )
4. Kepala janin sudah engaged.
5. Selaput ketuban sudah pecah,
atau jika belum, dipecahkan
Catatan :
Bila syarat telah terpenuhi maka dapat
dilakukan ekstraksi forceps dan vakum
untuk menolong persalinan tetapi bila
terjadi CPD ( Cepalo Pelvik
Disporpotion ) dan gawat janin ( DJJ
<120 x/ menit >160 x /menit) maka
lakukan rujukan untuk SC

Pesrsistent oksipito posterior

  • 1.
  • 2.
     Persistent OksipitoPosterior adalah suatu keadaan dimana UUK janin tidak berputar ke depan,tapi tetap berada di belakang (Mochtar ,Rustam Jilid 1 2011).  Letak belakang kepala ubun – ubun kecil melintang karena kelemahan his dan kepala janin bundar ( http://partus-kasep.pdf)
  • 3.
    Persalinan dengan POAPersalinan dengan POP
  • 4.
    Sebab-sebab terjadinya posisioksipitalis posterior persistens adalah :  Bentuk panggul antropoid atau panggil android  Multipara, dimana otot-otot dasar panggul yang sudah lembek.  Kepala Janin Bundar  Kesempitan Panggul Tengah  Ketuban Pecah Dini  Kelemahan His pada Kala II
  • 5.
    Diagnosis Pada saat VT,terabaUUK berada di Belakang Komplikasi Robekan Jalan Lahir yang Luas Kematian Janin
  • 6.
     Sabar menunggu, karena90% kasus rotasi terjadi secara spontan.  Ibu berbaring miring ke arah punggung janin
  • 7.
    1.Syarat : 1. Janinaterm. 2. Janin dapat lahir pervaginam (tidak ada disproporsi) 3. Pembukaan serviks sudah lengkap (multi = 7 cm ) 4. Kepala janin sudah engaged. 5. Selaput ketuban sudah pecah, atau jika belum, dipecahkan
  • 8.
    Catatan : Bila syarattelah terpenuhi maka dapat dilakukan ekstraksi forceps dan vakum untuk menolong persalinan tetapi bila terjadi CPD ( Cepalo Pelvik Disporpotion ) dan gawat janin ( DJJ <120 x/ menit >160 x /menit) maka lakukan rujukan untuk SC