PRESENTASI MUKA
KELOMPOK 7:
REFIS MENIDAR ZEBUA
RUPINA PASARIBU
SEMURNI ZEGA
SARI MITRA
EVIN SYANSYAH
PENGERTIAN PRESENTASI MUKA
Presentasi muka ialah keadaan
dimana kepala dalam kedudukan
defleksi maksimal (sikap janin
ekstensi maksimal), sehingga
oksiput tertekan pada punggung
dan muka merupakan bagian
terendah menghadap kebawah.
SIKAP JANIN
GAMBAR PRESENTASI MUKA
LANJUTAN
ETIOLOGI PRESENTASI MUKA
 Panggul sempit
 Janin besar
 Kematian intrauterine
 Multiparitas
 Lilitan tali pusat
LANJUTAN
 Presentasi muka dagu anterior
posisi muka fleksi
 Presentasi muka dagu
posterior posisi muka defleksi
max
DIAGNOSA PRESENTASI MUKA
1. Pada saat palpasi :
Teraba kepala sangat
menengadah, cekung punggung
kepala sangat menudik,dan
belakang kepala sangat menonjol.
lanjutan
2.Auskultasi(mendengar)
DJJ terdengar pada toraks
janin.
3.Pemeriksaan dalam:
teraba dagu,mulut,hidung, dan
lekuk mata.
KOMPLIKASI YANG AKAN TERJADI
PADA PRESNTASI MUKA
Persalinan Macet
Wajah tidak seperti vertex.Oleh karena itu, kontraksi
minor pelvis sudah dapat menyebabkan persalinan
macet.Pada posisi mentoposterior persisten, wajah
terjepit dan diperlukan tindakan seksio sesaria.
Prolaps Tali Pusat
Prolapse tali pusat lebih sering terjadi jika ketuban
pecah karena wajah merupakan bagian presentasi janin
yang tidak sesuai. Pemeriksaan vagina harus dilakukan
untuk mencegah terjadinya hal tersebut.
LANJUTAN
 Memar Pada Wajah
Wajah bayi selalu memar dan bengkak pada saat
lahir, dengan edema pada kelopak mata dan bibir.
Kepala memanjang dan bayi akan berbaring
dengan posisi kepala ekstensi. Edema akan hilang
dalam 1-2 hari dan memar biasanya akan sembuh
dalam seminggu.
LANJUTAN
 Perdarahan Serebral
pada tulang wajah dapat menyebabkan perdarahan
intracranial akibat kompresi berlebihan tengkorak wajah
atau kompresi ke arah belakang.
Trauma Maternal
Laserasi perineum yang luas dapat terjadi pada pelahiran
karena besarnya diameter submentovertikal dan biparietal
yang mendistensi vagina dan perineum.Terdapat
peningkatan insiden pelahiran dengan operasi, baik
dengan forcep maupun seksio sesaria dan keduanya
meningkatkan morbiditas maternal (Fraser, Diane M.,
2009).
PENANGANAN PRESNTASI MUKA
Dagu anterior
a) Bila pembukaan lengkap
 Lahirkan dengan persalinan spontan pervagina
 Bila kemajuan persalinan lambat lakukan disitoksin.
 Bila kurang lancar, lakukan forseps
Bila pembukaan belum lengkap
Tidak didapatkan tanda obtuksi, lakukan oksitosin.
Lakukan evaluasi persalinan sama dengan persalinan
normal.
DAGU POSTERIOR
Bila pembukaan lengkap maka SC
Bila pembukaan belum lengkap, lakukan penilaian
penurunan rotasi, dan kemajuan persalinan, jika
macet maka SC
Jika janin mati maka Kraniotomi
MEKANISME PERSALINAN
Presentasi muka jarang terjadi bila kepala masih diatas
Pintu Atas Panggul.
Umumnya keadaan diawali dengan presentasi dahi
yang kemudian pada proses desensus berubah
menjadi presentasi muka .
Mekanisme persalinan terdiri dari densensus – putar
paksi dalam – fleksi – ekstensi dan putar paksi
luar.
SEKIAN SEMOGA
BERMANFAAT

Presentasi muka

  • 1.
    PRESENTASI MUKA KELOMPOK 7: REFISMENIDAR ZEBUA RUPINA PASARIBU SEMURNI ZEGA SARI MITRA EVIN SYANSYAH
  • 2.
    PENGERTIAN PRESENTASI MUKA Presentasimuka ialah keadaan dimana kepala dalam kedudukan defleksi maksimal (sikap janin ekstensi maksimal), sehingga oksiput tertekan pada punggung dan muka merupakan bagian terendah menghadap kebawah.
  • 3.
  • 4.
  • 5.
  • 8.
    ETIOLOGI PRESENTASI MUKA Panggul sempit  Janin besar  Kematian intrauterine  Multiparitas  Lilitan tali pusat
  • 9.
    LANJUTAN  Presentasi mukadagu anterior posisi muka fleksi  Presentasi muka dagu posterior posisi muka defleksi max
  • 10.
    DIAGNOSA PRESENTASI MUKA 1.Pada saat palpasi : Teraba kepala sangat menengadah, cekung punggung kepala sangat menudik,dan belakang kepala sangat menonjol.
  • 11.
    lanjutan 2.Auskultasi(mendengar) DJJ terdengar padatoraks janin. 3.Pemeriksaan dalam: teraba dagu,mulut,hidung, dan lekuk mata.
  • 12.
    KOMPLIKASI YANG AKANTERJADI PADA PRESNTASI MUKA Persalinan Macet Wajah tidak seperti vertex.Oleh karena itu, kontraksi minor pelvis sudah dapat menyebabkan persalinan macet.Pada posisi mentoposterior persisten, wajah terjepit dan diperlukan tindakan seksio sesaria. Prolaps Tali Pusat Prolapse tali pusat lebih sering terjadi jika ketuban pecah karena wajah merupakan bagian presentasi janin yang tidak sesuai. Pemeriksaan vagina harus dilakukan untuk mencegah terjadinya hal tersebut.
  • 13.
    LANJUTAN  Memar PadaWajah Wajah bayi selalu memar dan bengkak pada saat lahir, dengan edema pada kelopak mata dan bibir. Kepala memanjang dan bayi akan berbaring dengan posisi kepala ekstensi. Edema akan hilang dalam 1-2 hari dan memar biasanya akan sembuh dalam seminggu.
  • 14.
    LANJUTAN  Perdarahan Serebral padatulang wajah dapat menyebabkan perdarahan intracranial akibat kompresi berlebihan tengkorak wajah atau kompresi ke arah belakang. Trauma Maternal Laserasi perineum yang luas dapat terjadi pada pelahiran karena besarnya diameter submentovertikal dan biparietal yang mendistensi vagina dan perineum.Terdapat peningkatan insiden pelahiran dengan operasi, baik dengan forcep maupun seksio sesaria dan keduanya meningkatkan morbiditas maternal (Fraser, Diane M., 2009).
  • 15.
    PENANGANAN PRESNTASI MUKA Daguanterior a) Bila pembukaan lengkap  Lahirkan dengan persalinan spontan pervagina  Bila kemajuan persalinan lambat lakukan disitoksin.  Bila kurang lancar, lakukan forseps Bila pembukaan belum lengkap Tidak didapatkan tanda obtuksi, lakukan oksitosin. Lakukan evaluasi persalinan sama dengan persalinan normal.
  • 17.
    DAGU POSTERIOR Bila pembukaanlengkap maka SC Bila pembukaan belum lengkap, lakukan penilaian penurunan rotasi, dan kemajuan persalinan, jika macet maka SC Jika janin mati maka Kraniotomi
  • 18.
    MEKANISME PERSALINAN Presentasi mukajarang terjadi bila kepala masih diatas Pintu Atas Panggul. Umumnya keadaan diawali dengan presentasi dahi yang kemudian pada proses desensus berubah menjadi presentasi muka . Mekanisme persalinan terdiri dari densensus – putar paksi dalam – fleksi – ekstensi dan putar paksi luar.
  • 19.