SISTEM PERNAPASAN
BIOLOGI CLASS
Pada MAKHLUK HIDUP
SISTEM PERNAPASAN
Pernapasan (Respirasi) adalah pertukaran gas antara organisme
dengan lingkungannya. Meskipun sel – sel tubuh organisme membutuhkan
oksigen untuk menghasilkan energi, tetapi cara respirasi organisme tidak
sama.
Alat – alat pernapasan
• Rongga hidung
• Faring
• Laring
• Trakea
• Bronkus
• Bronkiolus
• Alveolus
• Paru - paru
Mekanisme Pernapasan Macamnya
 Mekanisme inspirasi: yaitu
pembesaran rongga torax yang
di ikuti mengembangnya paru-
paru sehingga tekanan dalam
paru-paru lebih rendah dari
tekanan udara luar, akibatnya
udara akan mengalir masuk ke
dalam paru-paru.
 Mekanisme ekspirasi: yaitu
pengecilan dari rongga thorax
dan paru-paru yang diikuti oleh
pengeluaran udara dari paru-
paru.
 Pernapasan dada
Inspirasi terjadi di otot antar tulang rusuk berkontraksi
sehingga tulang-tulang rusuk terangkat ke atas,
demikian pula tulang dada ikut terangkat ke atas.
Akibatnya rongga dada membesar. Membesarnya
rongga dada menyebabkan paru-paru ikut membesar,
akibatnya tekanan udara dalam paru-paru berkurang
sehingga udara luar masuk. Ekspirasi terjadi jika otot-
otot antar tulang rusuk relaksasi, yaitu tulang rusuk
dan tulang dada turun kembali pada kedudukan
semula sehingga rongga dada mengecil. Oleh karena
itu volume paru-paru berkurang maka tekanan udara
dalam paru-paru bertambah, akibatnya udara keluar.
 Pernapasan perut
Inspirasi terjadi jika otot diafragma berkontraksi
sehingga letaknya agak mendatar, rongga dada
membesar, maka paru-paru ikut membesar. Akibatnya
tekanan udara dalam paru-paru berkurang sehingga
udara dari luar akan masuk. Ekspirasi terjadi jika otot
diafragma mengendur, rongga dada mengecil dan paru-
paru pun ikut mengecil, volume paru-paru berkurang,
tekanan udara dalam paru-paru bertambah akibatnya
udara keluar.
Pernapasan Manusia
Rongga hidung faring laring
trakeabronkusbronkiolus
alveolus Paru-paru
Pernapasan Hewan Mamalia
O2 Lubang hidung
FaringLaring
Trakea Bronkus
Paru-paru
Pernapasan Burung (Aves)
Alur pernapasan (UMUM)
(O2) Lubang hidung trakea
bronkus
Paru-paruPundi hawa belakang
Paru-paru
Pundi hawa depan(CO2)
Alur pernapasan (saat terbang):
a) Inspirasi
b) Ekspirasi
Udara masuk pundi hawa abdominal
Sayap terangkat pundi hawa korakoid
mengembang
Paru-paru (sebagian) dan pundi hawa (sebagian).
Sayap ke bawah pundi hawa korakoid terjepit
pundi hawa toraks mengembang
Udara terdorong keluar (pergantian O2 dan CO2)
Pernapasan Reptil
a) Otot tulang rusuk berkontraksi
paru-paru mengembang
O2 masuk melalui lubang hidung
rongga dada membesar
rongga mulut
anak tekak
O2 diangkut darah menuju seluruh tubuh.
trakea yang panjang
bronkiolus dalam paru-paru
b) Otot tulang rusuk berelaksasi
rongga dada mengecilparu-paru mengecil
CO2 dari jaringan tubuh menuju jantung melalui darah
paru-parubronkiolus
trakea yang panjang anak tekak
rongga mulutlubang hidung
Pernapasan Katak (Amfibi)
1. Inspirasi
Otot sternohioideus berkontraksi  rongga mulut membesar
 O2 masuk melalui koane (celah hidung)  koane menutup
 otot submandibularis dan otot geniohioideus berkontraksi
 rongga mulut mengecil  O2 terdorong ke paru-paru
melalui celah-celah  terjadi pertukaran gas di paru-paru (O2
diikat oleh darah di kapiler dinding paru-paru, CO2 dilepaskan
ke lingkungan).
2. Ekspirasi
Terjadi pertukaran gas di paru-paru  otot submandibularis
berelaksasi  otot perut dan sternohioideus berkontraksi 
paru-paru mengecil  udara tertekan keluar dan masuk ke
rongga mulut  koane membuka  celah tekak menutup 
otot submandibularis dan geniohioideus berkontraksi  rongga
mulur mengecil  CO2 terdorong keluar melalui koane.
Pernapasan Ikan (Pisces)
Oksigen dalam air akan berdifusi ke dalam sel-sel
insang. Pembuluh-pembuluh darah yang sangat banyak
pada insang memungkinkan darah mengikat oksigen
dan membawanya beredar ke seluruh jaringan
tubuhnya. Dalam jaringan tubuh, oksigen dilepaskan
dan kemudian darah mengikat karbondioksida (CO2)
serta membawanya ke insang. Dari insang, karbon
dioksida keluar dari tubuh ke air secara difusi.
Insang ikan terdiri atas :
1. Tutup insang (operkulum) terdapat pada ikan
bertulang sejati, sedangkan pada ikan bertulang
rawan, insang tidak tertutup. Operkulum berfungsi
melindungi bagian kepala dan mengatur
mekanisme aliran air sewaktu bernafas.
2. Selaput tipis di pinggiran operkulum (membran
brankiostega), berfungsi sebagai klep/katup pada
waktu air masuk ke dalam rongga mulut.
3. Lengkung insang (arkus brankialis)
4. Lembaran (filamen) insang (holobrankialis),
berwarna kemerahan
5. Saringan insang (tapis insang), berfungsi untuk
menjaga agar tak ada benda-benda asing yang
masuk ke dalam rongga insang.
Pernapasan Serangga (Insecta)
Spirakel Trakea
Trakeolus
Oksigen berdifusi masuk
sel tubuh
Karbondioksida berdifusi keluar
Trakea
Pernapasan Cacing
Cacing bernapas melalui kulit
Kulit cacing
Kapiler
Kulit cacing
O2
CO2

Pernapasan

  • 1.
  • 2.
    SISTEM PERNAPASAN Pernapasan (Respirasi)adalah pertukaran gas antara organisme dengan lingkungannya. Meskipun sel – sel tubuh organisme membutuhkan oksigen untuk menghasilkan energi, tetapi cara respirasi organisme tidak sama. Alat – alat pernapasan • Rongga hidung • Faring • Laring • Trakea • Bronkus • Bronkiolus • Alveolus • Paru - paru
  • 3.
    Mekanisme Pernapasan Macamnya Mekanisme inspirasi: yaitu pembesaran rongga torax yang di ikuti mengembangnya paru- paru sehingga tekanan dalam paru-paru lebih rendah dari tekanan udara luar, akibatnya udara akan mengalir masuk ke dalam paru-paru.  Mekanisme ekspirasi: yaitu pengecilan dari rongga thorax dan paru-paru yang diikuti oleh pengeluaran udara dari paru- paru.  Pernapasan dada Inspirasi terjadi di otot antar tulang rusuk berkontraksi sehingga tulang-tulang rusuk terangkat ke atas, demikian pula tulang dada ikut terangkat ke atas. Akibatnya rongga dada membesar. Membesarnya rongga dada menyebabkan paru-paru ikut membesar, akibatnya tekanan udara dalam paru-paru berkurang sehingga udara luar masuk. Ekspirasi terjadi jika otot- otot antar tulang rusuk relaksasi, yaitu tulang rusuk dan tulang dada turun kembali pada kedudukan semula sehingga rongga dada mengecil. Oleh karena itu volume paru-paru berkurang maka tekanan udara dalam paru-paru bertambah, akibatnya udara keluar.  Pernapasan perut Inspirasi terjadi jika otot diafragma berkontraksi sehingga letaknya agak mendatar, rongga dada membesar, maka paru-paru ikut membesar. Akibatnya tekanan udara dalam paru-paru berkurang sehingga udara dari luar akan masuk. Ekspirasi terjadi jika otot diafragma mengendur, rongga dada mengecil dan paru- paru pun ikut mengecil, volume paru-paru berkurang, tekanan udara dalam paru-paru bertambah akibatnya udara keluar.
  • 4.
    Pernapasan Manusia Rongga hidungfaring laring trakeabronkusbronkiolus alveolus Paru-paru
  • 5.
    Pernapasan Hewan Mamalia O2Lubang hidung FaringLaring Trakea Bronkus Paru-paru
  • 6.
    Pernapasan Burung (Aves) Alurpernapasan (UMUM) (O2) Lubang hidung trakea bronkus Paru-paruPundi hawa belakang Paru-paru Pundi hawa depan(CO2) Alur pernapasan (saat terbang): a) Inspirasi b) Ekspirasi Udara masuk pundi hawa abdominal Sayap terangkat pundi hawa korakoid mengembang Paru-paru (sebagian) dan pundi hawa (sebagian). Sayap ke bawah pundi hawa korakoid terjepit pundi hawa toraks mengembang Udara terdorong keluar (pergantian O2 dan CO2)
  • 7.
    Pernapasan Reptil a) Otottulang rusuk berkontraksi paru-paru mengembang O2 masuk melalui lubang hidung rongga dada membesar rongga mulut anak tekak O2 diangkut darah menuju seluruh tubuh. trakea yang panjang bronkiolus dalam paru-paru b) Otot tulang rusuk berelaksasi rongga dada mengecilparu-paru mengecil CO2 dari jaringan tubuh menuju jantung melalui darah paru-parubronkiolus trakea yang panjang anak tekak rongga mulutlubang hidung
  • 8.
    Pernapasan Katak (Amfibi) 1.Inspirasi Otot sternohioideus berkontraksi  rongga mulut membesar  O2 masuk melalui koane (celah hidung)  koane menutup  otot submandibularis dan otot geniohioideus berkontraksi  rongga mulut mengecil  O2 terdorong ke paru-paru melalui celah-celah  terjadi pertukaran gas di paru-paru (O2 diikat oleh darah di kapiler dinding paru-paru, CO2 dilepaskan ke lingkungan). 2. Ekspirasi Terjadi pertukaran gas di paru-paru  otot submandibularis berelaksasi  otot perut dan sternohioideus berkontraksi  paru-paru mengecil  udara tertekan keluar dan masuk ke rongga mulut  koane membuka  celah tekak menutup  otot submandibularis dan geniohioideus berkontraksi  rongga mulur mengecil  CO2 terdorong keluar melalui koane.
  • 9.
    Pernapasan Ikan (Pisces) Oksigendalam air akan berdifusi ke dalam sel-sel insang. Pembuluh-pembuluh darah yang sangat banyak pada insang memungkinkan darah mengikat oksigen dan membawanya beredar ke seluruh jaringan tubuhnya. Dalam jaringan tubuh, oksigen dilepaskan dan kemudian darah mengikat karbondioksida (CO2) serta membawanya ke insang. Dari insang, karbon dioksida keluar dari tubuh ke air secara difusi. Insang ikan terdiri atas : 1. Tutup insang (operkulum) terdapat pada ikan bertulang sejati, sedangkan pada ikan bertulang rawan, insang tidak tertutup. Operkulum berfungsi melindungi bagian kepala dan mengatur mekanisme aliran air sewaktu bernafas. 2. Selaput tipis di pinggiran operkulum (membran brankiostega), berfungsi sebagai klep/katup pada waktu air masuk ke dalam rongga mulut. 3. Lengkung insang (arkus brankialis) 4. Lembaran (filamen) insang (holobrankialis), berwarna kemerahan 5. Saringan insang (tapis insang), berfungsi untuk menjaga agar tak ada benda-benda asing yang masuk ke dalam rongga insang.
  • 10.
    Pernapasan Serangga (Insecta) SpirakelTrakea Trakeolus Oksigen berdifusi masuk sel tubuh Karbondioksida berdifusi keluar Trakea
  • 11.
    Pernapasan Cacing Cacing bernapasmelalui kulit Kulit cacing Kapiler Kulit cacing O2 CO2