Industri farmasi di Indonesia diatur oleh peraturan menteri kesehatan dan mencakup pembuatan, pengendalian mutu, dan distribusi obat. Meskipun mengalami pertumbuhan yang cepat dengan pasar terbesar di ASEAN, industri ini menghadapi tantangan seperti ketergantungan pada impor bahan baku dan kapasitas produksi yang tidak optimal. Untuk meningkatkan kualitas, sektor farmasi nasional menerapkan standar internasional dan mendorong efisiensi produksi.