Pembimbing:
dr. Samsul Huda, Sp.B
SMF Ilmu Penyakit Bedah
Fakultas Kedokteran Universitas Jember
RSD dr.Soebandi Jember
2014
• Kanalis analis berasal dari proktoderm yang merupakan
invaginasi ektoderm, sedangkan rektum berasal dari
endoderm.
• kelenjar rektum yang terdapat di kripta antar
kolumna rektum berfungsi sebagai barrier.
• Kelenjar ini mengeluarkan semacam lendir,
berguna sebagai pelicin/ lubrikasi
• Fistula perianal dapat disebut juga fistula ani atau fistula
para-anal. Fistula perianal merupakan suatu komunikasi
abnormal antara anus dan kulit perianal.
• Idiopatik
• Abses perianal
• Penyakit sekunder : penyakit Crohn. fisura ani,
karsinoma, terapi radiasi, aktinomikosis, tuberculosis,
trauma dan infeksi klamidia
1. Berdasarkan lokasi internal opening
• Fistula letak rendah
• Fistula letak tinggi
2. Berdasarkan review dari AGA ditentukan dua sistem
klasifikasi yang lebih bersifat klinis, yaitu:
• Fistula Simpel
• Fistula Kompleks
3. Klasifikasi park berdasarkan patokan sphiger interna dan
eksterna:
• Fistula intersphingteric
• Fistula transsphingteric
• Fistula suprasphingteric
• Fistula ekstrasphingteric
Arch Surg. 2011;146(9):1011-1016
1. Anamnesis
• Riwayat kambuhan dari abses perianal
• Nyeri saat bergerak, defekasi dan batuk
• Keluar cairan purulen
• Adanya benjolan
• Demam
• Kemerahan dan iritasi pada kulit sekitar anus
2. Pemeriksaan fisik
• Eksternal opening
• Internal opening
• Fistula tract
1. Pemeriksaan Laboratorium
2. Pemeriksaan Radiologi
a. Fistulografi
b. Ultrasound endoanal / endorektal
c. MRI
d. CT- Scan
e. Anal manometri
Tujuan tatalaksana dari fistula ani menurut Finlay et al :
● mengidentifikasi jalur fistula
● untuk eradikasi infeksi
● untuk eradikasi jalur fistula
● mencegah rekuren
● mempertahankan continence dan fungsi sfingter
1. Abses perianal
• Antibiotik
• Drainase
2. Fistula
a. Medika mentosa
• Antibiotik profilaksis
• Analgesik
• Antipiretik
b. Bedah
1. Fistulotomi
Dengan cara membuka fistula dari lubang asal
sampai ke lubang kulit.
Probe kuretase  di biarkan terbuka
2. Flap rektal
3. Penempatan seton
• Seton berasal sari bahasa latin “ seta” yang artinya bulu.
• Dipasang pada saluran fistula
Tujuan
• Identifikasi saluran fistula
• Drain
• Induksi fibrin
4. Bioprosthetic plug
Plug yang berbentuk kerucut untuk menutup
internal opening fistula sedangkan eksternal
opening fistula dibiarkan tetap terbuka.
• Anal fistula plug
5. Lem fibrin atau sumbat kolagen
• Lem fibrin terbuat dari protein plasma untuk menyumbat dan
menyembuhkan fistula
• Dengan cara membersihkan dahulu salurannya lalu menyuntikkan
lem lewat saluran eksterna lubang yang didalam tertutup.
1. Infeksi
2. Inkontinensia
3. Rekurensi
• Hidradenitis supurativa
• Fistula proktitis
• Sinus pilonidalis
• Fissura ani
• Fistula dapat kambuh bila lubang dalam tidak dibuka
atau dikeluarkan.
Perianal fistula

Perianal fistula

  • 1.
    Pembimbing: dr. Samsul Huda,Sp.B SMF Ilmu Penyakit Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Jember RSD dr.Soebandi Jember 2014
  • 2.
    • Kanalis analisberasal dari proktoderm yang merupakan invaginasi ektoderm, sedangkan rektum berasal dari endoderm.
  • 3.
    • kelenjar rektumyang terdapat di kripta antar kolumna rektum berfungsi sebagai barrier. • Kelenjar ini mengeluarkan semacam lendir, berguna sebagai pelicin/ lubrikasi
  • 4.
    • Fistula perianaldapat disebut juga fistula ani atau fistula para-anal. Fistula perianal merupakan suatu komunikasi abnormal antara anus dan kulit perianal.
  • 5.
    • Idiopatik • Absesperianal • Penyakit sekunder : penyakit Crohn. fisura ani, karsinoma, terapi radiasi, aktinomikosis, tuberculosis, trauma dan infeksi klamidia
  • 7.
    1. Berdasarkan lokasiinternal opening • Fistula letak rendah • Fistula letak tinggi 2. Berdasarkan review dari AGA ditentukan dua sistem klasifikasi yang lebih bersifat klinis, yaitu: • Fistula Simpel • Fistula Kompleks
  • 8.
    3. Klasifikasi parkberdasarkan patokan sphiger interna dan eksterna: • Fistula intersphingteric • Fistula transsphingteric • Fistula suprasphingteric • Fistula ekstrasphingteric
  • 10.
  • 11.
    1. Anamnesis • Riwayatkambuhan dari abses perianal • Nyeri saat bergerak, defekasi dan batuk • Keluar cairan purulen • Adanya benjolan • Demam • Kemerahan dan iritasi pada kulit sekitar anus
  • 12.
    2. Pemeriksaan fisik •Eksternal opening • Internal opening • Fistula tract
  • 14.
    1. Pemeriksaan Laboratorium 2.Pemeriksaan Radiologi a. Fistulografi b. Ultrasound endoanal / endorektal c. MRI d. CT- Scan e. Anal manometri
  • 15.
    Tujuan tatalaksana darifistula ani menurut Finlay et al : ● mengidentifikasi jalur fistula ● untuk eradikasi infeksi ● untuk eradikasi jalur fistula ● mencegah rekuren ● mempertahankan continence dan fungsi sfingter
  • 16.
    1. Abses perianal •Antibiotik • Drainase
  • 17.
    2. Fistula a. Medikamentosa • Antibiotik profilaksis • Analgesik • Antipiretik
  • 18.
    b. Bedah 1. Fistulotomi Dengancara membuka fistula dari lubang asal sampai ke lubang kulit. Probe kuretase  di biarkan terbuka
  • 19.
  • 21.
    3. Penempatan seton •Seton berasal sari bahasa latin “ seta” yang artinya bulu. • Dipasang pada saluran fistula Tujuan • Identifikasi saluran fistula • Drain • Induksi fibrin
  • 24.
    4. Bioprosthetic plug Plugyang berbentuk kerucut untuk menutup internal opening fistula sedangkan eksternal opening fistula dibiarkan tetap terbuka.
  • 25.
  • 27.
    5. Lem fibrinatau sumbat kolagen • Lem fibrin terbuat dari protein plasma untuk menyumbat dan menyembuhkan fistula • Dengan cara membersihkan dahulu salurannya lalu menyuntikkan lem lewat saluran eksterna lubang yang didalam tertutup.
  • 30.
  • 33.
    • Hidradenitis supurativa •Fistula proktitis • Sinus pilonidalis • Fissura ani
  • 34.
    • Fistula dapatkambuh bila lubang dalam tidak dibuka atau dikeluarkan.