BAPPENAS




 Penyusunan Indikator Kinerja
       Pembangunan

            Drs. H. Dadang Solihin, MA
          Direktur Sistem dan Pelaporan Evaluasi Kinerja
                     Pembangunan-Bappenas

Bimbingan Teknis Perencanaan Pembangunan Nasional dan Daerah
                    Sanur-Bali, 26 April 2008
Dadang Solihin’s Profile
                Dadang Solihin currently is Director for System and Reporting of
                Development Performance Evaluation at Indonesian National
                Development Planning Agency (Bappenas). He holds MA degree
                (Economics), University of Colorado, USA. His previous post is Head,
                Center for Research Data and Information at DPD Secretariat General
                as well as Deputy Director for Information of Spatial Planning and Land
                Use Management at Bappenas.
 Beside working as Assistant Professor at Graduate School of Asia-
  Pacific Studies, Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as
  Associate Professor at University of Darma Persada Jakarta Indonesia
                                                 Persada, Jakarta, Indonesia.
 He got various training around the globe, included Public Officials Capacity
  Building Training Program for Government Innovation, Seoul –Korea (2007),
  Advanced International Training Programme of Information Technology
                                                     f f
  Management, at Karlstad City, Sweden (2005); the Training Seminar on Land
  Use and Management, Taiwan (
                  g      ,         (2004); Developing Multimedia Applications
                                        );           p g             pp
  for Managers, Kuala Lumpur, Malaysia (2003); Applied Policy Development
  Training, Vancouver, Canada (2002); Local Government Administration
  Training Course Hiroshima Japan (2001); and Regional Development and
           Course, Hiroshima,
  Planning Training Course, Sapporo, Japan (1999). He published more than
  five books regarding local autonomous.
 Y can reach D d
  You           h Dadang S lihi b email at d d
                           Solihin by      il t dadangsol@yahoo.com or b hi
                                                          l@ h              by his
  mobile at +62812 932 2202dadang-solihin.blogspot.com                        2
dadang-solihin.blogspot.com   3
Materi
•   Pengertian Indikator Kinerja
•   Pengembangan Indikator Kinerja
        g        g                  j
•   Fungsi Indikator Kinerja
•   Kedudukan Indikator Kinerja
•   Jenis Indikator Kinerja
•   Persyaratan Indikator Kinerja: SMART
•   Sumber Pembuktian (Means of Verification)
•   Target Kinerja
•   Realisasi/Capaian Kinerja
•   Langkah-Langkah Menyusun Indikator Kinerja
•   Penjabaran Indikator Kinerja Pembangunan dari RPJMN 2004-2009
•   Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah

                        dadang-solihin.blogspot.com             4
Pengertian Indikator Kinerja
• Indikator adalah variabel yang membantu kita dalam
  mengukur perubahan-perubahan yang t j di b ik
         k        b h          b h         terjadi baik
  secara langsung maupun tidak langsung (WHO, 1981).
• Indikator adalah suatu ukuran tidak langsung dan suatu
  kejadian atau kondisi. Misalnya berat badan bayi
  berdasarkan umur adalah indikator bagi status gizi bayi
  tersebut (Wilson & S
  t     b t (Wil      Sapanuchart, 1993)
                                h t 1993).
• Indikator adalah statistik dan hal normatif yang menjadi
  perhatian kita yang dapat membantu kita dalam
  membuat penilaian ringkas, komprehensif, dan
  berimbang terhadap kondisi-kondisi atau aspek-aspek
  penting d suatu masyarakat (D
      ti dan       t           k t (Departemen Kesehatan,
                                         t       K     h t
  Pendidikan dan Kesejahteraan Amerika Serikat, 1969).
• Indikator adalah variabel-variabel yang mengindikasi
  atau memberi petunjuk kepada kita tentang suatu
  keadaan tertentu, sehingga dapat digunakan untuk
  mengukur perubahan (G
         k        b h (Green, 1992)
                                  1992).
                     dadang-solihin.blogspot.com             5
Pengertian Ringkas
• Indikator Kinerja adalah uraian ringkas dengan
  menggunakan ukuran kuantitatif atau kualitatif yang
  mengindikasikan pencapaian suatu sasaran atau tujuan
  y g
  yang telah disepakati dan ditetapkan
                 p                p

KEGUNAAN
• dasar penilaian kinerja, baik dalam tahap perencanaan
  (ex ante),
  (ex-ante), pelaksanaan (on-going), maupun setelahnya
                           (on going),
  (ex-post)
• petunjuk kemajuan dalam rangka mencapai tujuan atau
  p    j         j               g         p    j
  sasaran

                    dadang-solihin.blogspot.com           6
Pengertian Kinerja
• Adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian
  pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijaksanaan dalam
  mewujudkan sasaran, tujuan misi, dan visi organisasi (LAN
                sasaran tujuan, misi                    (LAN,
  1999:3)
• Kane dan Johnson (1995); outcome hasil kerja keras
  organisasi dalam mewujudkan tujuan stratejik yang
  ditetapkan organisasi kepuasan pelanggan serta
              organisasi,
  kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi masyarakat
• Bates dan Holton (1995); perilaku berkarya penampilan
                                     berkarya,
  atau hasil karya. Oleh karena itu kinerja merupakan bentuk
  bangunan yang multi dimensional, sehingga cara
                        dimensional
  mengukurnya sangat bervariasi tergantung pada banyak
  faktor
                     dadang-solihin.blogspot.com         7
Pengembangan Indikator Kinerja
• Tidak cukup hanya dengan memfokuskan pada
  penghitungan biaya keluaran ( fi i
        hit       bi     k l       (efisiensi). T j
                                            i) Tujuan
  kebijakan dan pendekatan program – juga harus
  dianalisa
• Indikator bisa diterapkan untuk: (a) Masukan; (b)
  Efisiensi – Keluaran; (c) Efektivitas – Hasil; (d)
  Kualitas; dan (e) Kepuasan Pelanggan. Bi dikaitkan
  K lit     d ( )K             P l         Bisa dik itk
  dengan kesepakatan kinerja antara Menteri dan Kepala
  Lembaga dan para pejabat di bawahnya
• Indikator memerlukan definisi dan penafsiran yang
  hati-hati – seringkali diformulasikan,
  diimplementasikan d dit f i k d
  dii l       t ik dan ditafsirkan dengan b k  buruk
• Harus dikembangkan untuk masing-masing
  program/kegiatan – ada yang sulit misalnya
  pertahanan – beberapa lebih mudah misalnya
  penyelenggara jasa.
                    dadang-solihin.blogspot.com           8
Fungsi Indikator Kinerja
• memperjelas tentang; what, how, who,
  and when suatu kegiatan dilaksanakan
• menciptakan konsensus yang dibangun
        i t k k                dib
  oleh stakeholders
• membangun dasar pengukuran,
  analisis,
  analisis dan
• evaluasi kinerja program pembangunan
Kedudukan Indikator Kinerja
                                                  Pemantauan
 Perencanaan          Pelaksanaan
                                                  dan Evaluasi


                         Indikator
                          Kinerja

    Kualitatif                                  Kuantitatif



                 Sasaran dan Tujuan

                  dadang-solihin.blogspot.com                    10
Jenis Indikator Kinerja
Input       Proses               Output       Outcomes



                 Indikator Kinerja             Benefit




                                               Impact




                dadang-solihin.blogspot.com              11
Terminologi Setiap Tingkatan

                       Pengaruh yang ditimbulkan dari manfaat yang
DAMPAK                  diperoleh dari hasil kegiatan
                       Menggambarkan aspek makro tujuan proyek
                        secara sektoral, regional maupun nasional


MANFAAT                  Tujuan/manfaat yang diperoleh dengan
                          berfungsinya keluaran secara optimal


 HASIL                    Segala sesuatu yang mencerminkan
                             berfungsinya suatu keluaran



OUTPUT
O                           Sesuatu yang langsung diperoleh/
                            dicapai dari pelaksanaan kegiatan


                           Kegiatan dan sumberdaya/dana yg
 INPUT                      dibutuhkan agar keluaran sesuai
                                     yg diharapkan
                 dadang-solihin.blogspot.com                          12
INDIKATOR KINERJA INPUT
• Indikator ini mengukur jumlah sumberdaya seperti
  anggaran (dana), SDM, peralatan, material, dan
  masukan lainnya yang dipergunakan untuk
  melaksanakan kegiatan.
• Dengan meninjau distribusi sumberdaya dapat dianalisis
  apakah alokasi sumberdaya yang dimiliki telah sesuai
  dengan rencana stratejik yang ditetapkan
Contoh:
• J l hd
  Jumlah dana yang dib t hk
                     dibutuhkan
• Tenaga yang terlibat
• Peralatan yang digunakan
• Jumlah Bahan yang digunakan
                  y g g
                    dadang-solihin.blogspot.com        13
INDIKATOR KINERJA OUTPUT
•   Dengan membandingkan keluaran dapat dianalisis apakah kegiatan yang
    terlaksana sesuai dengan rencana. Indikator Keluaran dijadikan landasan
    untuk menilai kemajuan suatu kegiatan apabila tolok ukur dikaitkan dengan
    sasaran kegiatan yang terdefinisi dengan baik dan terukur.
•   Oleh karena itu indikator ini harus sesuai dengan lingkup dan sifat kegiatan
    instansi.

Contoh:
• Jumlah jasa/kegiatan yang direncanakan
   – Jumlah orang yang diimunisasi / vaksinasi
   – Jumlah permohonan yang diselesaikan
   – Jumlah pelatihan / peserta pelatihan
   – J l hj
      Jumlah jam l tih d l
                 latihan dalam sebulan
                                  b l
• Jumlah barang yang akan dibeli/dihasilkan
   – Jml pupuk/obat/bibit yang dibeli
   – Jumlah komputer yang dibeli
   – Jumlah gedung /jembatan yg dibangun
   – meter panjang jalanyang dibangun/rehab
           p j gj        y g        g
                             dadang-solihin.blogspot.com                       14
INDIKATOR KINERJA OUTCOME
• Pengukuran indikator Hasil seringkali rancu dengan
  p g
  pengukuran indikator Keluaran.
• Indikator outcome lebih utama daripada sekedar output.
  Walaupun produk telah berhasil dicapai dengan baikl,
  belum tentu secara outcome kegiatan telah tercapai.
• Outcome menggambarkan tingkat pencapaian atas hasil
  lebih tinggi yang mungkin menyangkut kepentingan
  banyak pihak.
• D
  Dengan i dik t outcome i t
            indikator t      instansi d
                                    i dapat mengetahui
                                          t      t h i
  apakah hasil yang telah diperoleh dalam bentuk output
  memang dapat dipergunakan sebagaimana mestinya
  dan memberikan kegunaan yang besar bagi masyarakat.

                    dadang-solihin.blogspot.com       15
Contoh:
     Ukuran Kinerja Indikator Outcome
• Jumlah/ % hasil langsung dari kegiatan
   – Tingkat Pemahaman peserta terhadap materi pelatihan
   – tingkat kepuasan dari pemohon/pasien (costumer)
   – kemenangan tim dlm setiap p
               g              p pertandingan
                                         g

• Peningkatan langsung hal-hal yg p
       g         g   g            positif
   – kenaikan prestasi kelulusan siswa
   – peningkatan daya tahan bangunan
   – Penambahan daya tampung siswa

• P
  Penurunan langsung h l h l yang negatif
            l        hal-hal          tif
   – Penurunan Tingkat Kemacetan
   – Penurunan Tingkat Pelanggaran Lalu lintas
                       dadang-solihin.blogspot.com         16
INDIKATOR KINERJA BENEFIT
•   Indikator kinerja ini menggambarkan manfaat yang diperoleh dari
    indikator hasil/outcome.
•   Manfaat tersebut baru tampak setelah beberapa waktu kemudian,
    khususnya dalam jangka menengah dan panjang.
•   Indikator manfaat menunjukkan hal yang diharapkan untuk dicapai
    bila keluaran dapat diselesaikan dan berfungsi dengan optimal (tepat
                     p                         g      g    p      ( p
    waktu, lokasi, dana dll)

Contoh:
• Peningkatan hal yg positif dlm jangka menengah dan jangka panjang
   – % Kenaikan Lapangan kerja
   – Peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat

•   Penurunan hal yang negatif dlm jangka panjang
     – Penurunan Tingkat Penyakit TBC
     – Penurunan Tingkat Kriminalitas
     – Penurunan Tingkat Kecelakaan lalulintas

                           dadang-solihin.blogspot.com                 17
INDIKATOR KINERJA DAMPAK
•   Indikator ini memperlihatkan pengaruh yang ditimbulkan dari manfaat
    yang diperoleh dari hasil kegiatan. Seperti halnya indikator manfaat,
    indikator dampak juga baru dapat diketahui dalam jangka waktu
                   p j g           p                    j g
    menengah dan panjang. Indikator dampak menunjukkan dasar
    pemikiran kenapa kegiatan dilaksanakan, menggambarkan aspek
    makro pelaksanaan kegiatan, tujuan kegiatan secara sektoral, regional
    dan nasional.
        nasional

Contoh:
• P i k t h l yg positif dlm jk panjang
  Peningkatan hal      itif dl      j
   – % Kenaikan Pendapatan perkapita masyarakat
   – Peningkatan cadangan pangan
   – Peningkatan PDRB sektor tertentu

•   Penurunan hal yang negatif dlm jk panjang
                  y g g            j p j g
     – Penurunan Tingkat kemiskinan
     – Penurunan Tingkat Kematian

                           dadang-solihin.blogspot.com                 18
Persyaratan Indikator Kinerja: SMART

• SPESIFIC-jelas, tidak mengundang multi interpretasi
• MEASUREABLE-dapat diukur (“What gets measured
  MEASUREABLE dapat              ( What
  gets managed”)
• ATTAINABLE-dapat dicapai (
                    p      p (reasonable cost using and
                                                   g
  appropriate collection method)
• RELEVANT (information needs of the p p who will
                (                       people
  use the data)
• TIMELY-tepat waktu (collected and reported at the right
  time to influence many manage decision)




                    dadang-solihin.blogspot.com         19
Sumber Pembuktian
             (Means of Verification)
• How should the information be collected, eg. sample
  survey
• What source is most appropriate?
• Who should do it?
• When and How often should the information be
  collected, analyzed & reported
• What formats are required to record the data being
  collected?



                    dadang-solihin.blogspot.com         20
Target Kinerja
               T    t Ki j
• Merupakan jumlah indikator kinerja yang direncanakan
  akan dicapai oleh kegiatan tertentu.
           p          g

• Target Kinerja Harus:
      g       j
   1. Berupa angka numerik
   2.
   2 Dapat diperbandingkan
   3. Cukup spesifik.




                    dadang-solihin.blogspot.com          21
Realisasi/Capaian Kinerja
• Merupakan informasi mengenai ukuran kinerja yang
  dicapai setelah dilaksanakannya suatu kegiatan/
  program tertentu.

• Realisasi/capaian Kinerja Harus:
   1. Berupa angka numerik
   1 B            k         ik
   2. berdasarkan fakta yang dapat dibuktikan
      kebenarannya




                    dadang-solihin.blogspot.com      22
Langkah-Langkah
               g         g
         Menyusun Indikator Kinerja
1. Susun dan tetapkan rencana strategis ;visi, misi,
   tujuan,sasaran dan cara mencapai tujuan/sasaran
     j                              p    j
   (kebijakan, program dan kegiatan)
2. Identifikasi data/informasi yang dapat dikembangkan
   menjadi indikator kinerja.
   – Dalam hal ini data hendaknya relevan, akurat,lengkap dan
     kemapuan pengetahuan tentang bidang yang akan dibahas
     akan banyak menolong untuk menyusun dan menetapkan
     indikator kinerja yang tepat dan relevan.
3. Pilih dan tetapkan indikator kinerja yang paling relevan
   dan berpengaruh besar terhadap keberhasilan
   pelaksanaan kebijaksanaan/program/kegiatan.
      l k        k bij k        /         /k i t


                       dadang-solihin.blogspot.com              23
Penjabaran Indikator Kinerja Pembangunan
                                                     dari RPJMN 2004-2009
                                                                 2004-

                                                                    VISI
                              perasional
                                                               STRATEGI




                                                                                                                     unan
                                                                                                               embangu
                       ecara op




                                                                    MISI
               asikan se




                                                                                            Fokus pada tujuan pe
                                                                AGENDA
        plementa




                                                               SASARAN

                                                 Indikator Kinerja Pencapaian Pembangunan




                                                                                                s
Dap diimp




                                                               PRIORITAS
  pat




                                                     PROGRAM DAN KEGIATAN
                                                        dadang-solihin.blogspot.com                                         24
Nomenklatur RPJMN 2005-2009
 Visi:    Terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara yang aman, bersatu, rukun dan damai.
          Terwujudnya masyarakat, bangsa, dan negara yang menjunjung tinggi hukum, kesetaraan, dan hak asasi manusia.
          Terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan penghidupan yang layak serta memberikan pondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan.

                                                                                                                                                             Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh dan Sumatera Utara
                                                                         Misi:                                                                               1. Sasaran dalam tahap tanggap darurat adalah penyelamatan
   Strategi:
                                                                         1. Mewujudkan Indonesia yang Aman dan Damai                                            korban.
   1. Strategi Penataan Kembali Indonesia
                                                                         2. Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Demokratis                                    2. Sasaran dalam tahap rekonstruksi adalah terbangunnya kembali
   2. Strategi Pembangunan Indonesia                                                                                                                            seluruh sistem sosial dan ekonomi.
                                                                         3. Mewujudkan Indonesia yang Sejahtera
                                                                                                                                                                 Bab 34 Penanganan dan Pengurangan Resiko Bencana
                                                         Agenda:      Agenda Mewujudkan Indonesia Yang Aman dan Damai (Agenda I)                             Kerangka Ekonomi Makro dan Pembiayaan Pembangunan
                                                                      Agenda Mewujudkan Indonesia Yang Adil dan Demokratis (Agenda II)                        Bab 35 Kerangka Ekonomi Makro dan Pembiayaan
                                                                      Agenda Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat (Agenda III)                                  e ba gu a
                                                                                                                                                                Pembangunan


              Agenda I                                                               Agenda II                                                                                  Agenda III

Sasaran Agenda I  3 Sasaran                                           Sasaran Agenda II  5 Sasaran                                                           Sasaran Agenda III  5 Sasaran

                                            Sasaran pertama adalah meningkatnya k dil d penegakan h k
                                            S            t     d l h      i k t    keadilan dan         k hukum yang t     tercermin d i
                                                                                                                                  i dari    Sasaran pertama adalah menurunnya jumlah penduduk miskin menjadi 8,2
Sasaran pertama adalah                      terciptanya sistem hukum yang adil, konsekuen, dan tidak diskriminatif serta yang               persen pada tahun 2009 serta terciptanya lapangan kerja yang mampu
meningkatnya rasa aman dan damai            memberikan perlindungan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia; terjaminnya                mengurangi pengangguran terbuka menjadi 5,1 persen pada tahun 2009
tercermin dari menurunnya                   konsistensi seluruh peraturan perundang-undangan di tingkat pusat dan daerah sebagai            dengan didukung oleh stabilitas ekonomi yang tetap terjaga. Kemiskinan dan
ketegangan dan ancaman konflik              bagian dari upaya memulihkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap kepastian hukum.           pengangguran diatasi dengan strategi pembangunan ekonomi yang mendorong
antarkelompok maupun golongan               Prioritas penegakan hukum diberikan pada pemberantasan korupsi dengan menindak pelaku           pertumbuhan yang berkualitas dan berdimensi pemerataan melalui penciptaan
masyarakat; menurunnya angka                tindak pidana korupsi beserta pengembalian uang hasil korupsi kepada negara; pencegahan         lingkungan usaha yang sehat.
kriminalitas secara nyata di perkotaan      dan penanggulangan terorisme, serta pembasmian penyalahgunaan obat terlarang. Khusus
                                                                  terorisme                                           terlarang
dan pedesaan; serta menurunnya              dalam upaya pemberantasan korupsi, perhatian diberikan pada upaya untuk meningkatkan            Sasaran kedua adalah berkurangnya kesenjangan antar wilayah yang
secara nyata angka perampokan dan           pemberdayaan Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) dan Pengadilan Tindak             tercermin dari meningkatnya peran perdesaan sebagai basis pertumbuhan
kejahatan di lautan dan                     Pidana Korupsi (Pengadilan Tipikor) serta pemberdayaan Komisi Pengawas Kejaksaan                ekonomi agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan;
penyelundupan lintas batas.                 sebagai pengawasan eksternal dari masyarakat terhadap kinerja aparat kejaksaan.                 meningkatnya pembangunan pada daerah-daerah terbelakang dan tertinggal;
Sasaran kedua adalah semakin                                                                                                                meningkatnya pengembangan wilayah yang didorong oleh daya saing kawasan
kokohnya NKRI berdasarkan                                                                                                                   dan produk-produk unggulan daerah; serta meningkatnya keseimbangan
                                            Sasaran kedua adalah terjaminnya keadilan g
                                                                    j     y           gender bagi p
                                                                                               g peningkatan p
                                                                                                      g      peran p
                                                                                                                   perempuan
                                                                                                                        p                   p
                                                                                                                                            pertumbuhan p pembangunan antar kota-kota metropolitan, besar, menengah,
                                                                                                                                                                 g                         p      ,      ,      g ,
Pancasila, Undang-Undang
Pancasila Undang Undang Dasar
                                            dalam berbagai bidang pembangunan yang tercemin dalam berbagai perundangan, program             dan kecil dengan memperhatikan keserasian pemanfaatan ruang dan
1945, dan Bhinneka Tunggal Ika yang
                                            pembangunan, dan kebijakan publik; membaiknya angka GDI (Gender-related Development             penatagunaan tanah.
tercermin tertanganinya kegiatan-
                                            Index) dan angka GEM (Gender Empowerment Measurement); dan menurunnya tindak
kegiatan yang ingin memisahkan diri                                                                                                         Sasaran ketiga adalah meningkatnya kualitas manusia yang secara
                                            kekerasan terhadap perempuan dan anak; serta meningkatnya kesejahteraan dan
dari NKRI; meningkatnya daya cegah                                                                                                          menyeluruh tercermin dari membaiknya angka Indeks Pembangunan Manusia
                                            perlindungan anak.
dan tangkal negara terhadap                                                                                                                 (IPM) serta meningkatnya pemahaman dan pengamalan ajaran-ajaran agama.
ancaman bahaya terorisme bagi tetap         Sasaran ketiga adalah meningkatnya pelayanan kepada masyarakat dengan                           Secara lebih rinci, sasaran meliputi:
tegaknya kedaulatan Negara                  menyelenggarakan otonomi d
                                                   l        k    t     i daerah d k
                                                                              h dan kepemerintahan d
                                                                                            i t h daerah yang b ik serta t j i
                                                                                                          h      baik   t terjaminnya       •Meningkatnya akses masyarakat terhadap pendidikan dan meningkatnya mutu
Kesatuan Republik Indonesia baik            konsistensi seluruh peraturan pusat dan daerah, dan tidak bertentangan dengan peraturan         pendidikan yang antara lain ditandai oleh ....
dari ancaman dalam maupun luar              dan perundangan yang lebih tinggi dalam rangka meningkatkan keadilan bagi daerah-daerah         •Meningkatnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan masyarakat
negeri.                                     untuk membangun.                                                                                yang ditandai oleh ...
                                                                                                                                            •Meningkatnya perlindungan dan kesejahteraan sosial, yang ditandai ...
Sasaran ketiga adalah semakin               Sasaran keempat adalah meningkatnya pelayanan birokrasi kepada masyarakat yang                  •Terkendalinya pertumbuhan penduduk dan meningkatnya keluarga kecil
berperannya Indonesia dalam                 tercermin dari: (1) berkurangnya secara nyata praktek korupsi di birokrasi, dan dimulai dari    berkualitas yang ditandai ...
menciptakan perdamaian dunia.               tataran (jajaran) pejabat yang paling atas; (2) terciptanya sistem pemerintahan dan birokrasi   •Meningkatnya pemahaman penghayatan dan pengamalan ajaran agama
                                                                                                                                             Meningkatnya pemahaman, penghayatan,
Untuk itu, prioritas pembangunan            yang bersih, akuntabel, transparan, efisien dan berwibawa; (3) terhapusnya aturan, peraturan    dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara serta
diletakkan pada Pemantapan politik          dan praktek yang bersifat diskriminatif terhadap warga negara, kelompok, atau golongan          meningkatnya kepedulian dan kesadaran masyarakat dalam memenuhi
luar negeri dan peningkatan                 masyarakat; (4) meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik.         kewajibannya dalam rangka mengurangi kesenjangan pendapatan masyarakat.
kerjasama internasional dengan
kebijakan yang diarahkan untuk
meningkatkan kualitas diplomasi                                                                                                             Sasaran keempat adalah membaiknya mutu lingkungan hidup dan pengelolaan
                                            Sasaran kelima adalah terlaksananya pemilihan umum tahun 2009 secara demokratis, jujur,         sumber daya alam yang mengarah pada pengarusutamaan (mainstreaming)
Indonesia dalam rangkag
                                            dan dil dengan menjaga momentum k
                                            d adil d              j            t   konsolidasi d
                                                                                         lid i demokrasi yang sudah t b t k
                                                                                                     k i          d h terbentuk             prinsip pembangunan berkelanjutan di seluruh sektor dan bidang
memperjuangkan kepentingan
                                            berdasarkan hasil pemilihan umum secara langsung tahun 2004. Untuk mencapai sasaran             pembangunan.
nasional; melanjutkan komitmen
                                            tersebut, prioritas pembangunan diletakkan pada perwujudan lembaga demokrasi yang
Indonesia terhadap pembentukan
                                            makin kokoh dengan kebijakan yang diarahkan pada optimalisasi fungsi serta hubungan             Sasaran kelima adalah membaiknya infrastruktur yang ditunjukkan oleh
identitas dan pemantapan integrasi
regional khususnya di ASEAN; serta                                                       dadang-solihin.blogspot.com
                                            antar lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif; mendorong lebih lanjut upaya pemberdayaan
                                            masyarakat; meningkatkan kualitas partai-partai politik dan penyelenggaraan pemilu, sejalan
                                                                                                                                            meningkatnya kuantitas dan kualitas berbagai sarana penunjang
                                                                                                                                            pembangunan.
                                                                                                                                                                                                                25
melanjutkan komitmen Indonesia
                                            dengan amanat konstitusi.
terhadap upaya-upaya pemantapan
Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh dan Sumatera
                                                                                                                                                  Utara
                                                                                                                                               1. Sasaran dalam tahap tanggap darurat adalah
                                                                                                                                                  penyelamatan korban.
                                                                                                           Bab Khusus                          2. Sasaran dalam tahap rekonstruksi adalah terbangunnya
                Bab bab
                Bab-bab                                                                                                                           kembali seluruh sistem sosial dan ekonomi
                                                                                                                                                                                    ekonomi.
                                                                                                   Yang Tidak Termasuk Dalam
      dalam Buku RPJMN 2005-2009                                                                                                                   Bab 34 Penanganan dan Pengurangan Resiko
                                                                                                       salah satu Agenda
                                                                                                                                                  Bencana
                                                                                                                                               Kerangka Ekonomi Makro dan Pembiayaan Pembangunan
                                                                                                                                                Bab 35 Kerangka Ekonomi Makro dan Pembiayaan
                                                                                                                                                  Pembangunan




                      Agenda I                                                Agenda II                                                                 Agenda III


        Sasaran Agenda I
         3 Sasaran                                                 Sasaran Agenda II                                                     Sasaran Agenda III
         7 Prioritas = 7 Bab                                        5 Sasaran                                                            5 Sasaran
                                                                     7 Prioritas = 7 Bab                                                  18 Prioritas = 18 Bab



Prioritas untuk Sasaran 1                            Prioritas untuk Sasaran 1                                     Prioritas untuk Sasaran 1
1. Peningkatan Rasa Saling Percaya dan Harmonisasi   1. Pembenahan Sistem Hukum Nasional dan Politik Hukum        1. Penanggulangan Kemiskinan  Bab 16
   Antarkelompok Masyarakat  Bab 2                     Bab 9                                                      2. Peningkatan Investasi dan Ekspor Non Migas  Bab 17
2. Pengembangan Kebudayaan yang Berlandaskan         2. Penghapusan diskriminasi dalam berbagai bentuk  Bab 10    3. Peningkatan Daya Saing Industri Manufaktur  Bab 18
   pada Nilai-nilai Luhur  Bab 3                    3. Penghormatan, Pemenuhan, dan Penegakan atas Hukum          4. Revitalisasi Pertanian  Bab 19
3. Peningkatan Keamanan, Ketertiban, dan                dan Pengakuan atas Hak Asasi Manusia  Bab 11              5. Pemberdayaan Koperasi dan UKM  Bab 20
   Penanggulangan Kriminalitas  Bab 4                                                                             6. Peningkatan Pengelolaan BUMN  Bab 21
                                                                                                                   7. Peningkatan Kemampuan IPTEK  Bab 22
                                                     Prioritas untuk Sasaran 2                                     8. Perbaikan Iklim Ketenagakerjaan  Bab 23
                                                     1. Peningkatan Kualitas Kehidupan dan Peran Perempuan         9. Pemantapan Stabilitas Ekonomi Makro  Bab 24
Prioritas untuk Sasaran 2
Pi i          kS                                        Serta Kesejahteraan dan Perlind ngan Anak  Bab 12
                                                                                Perlindungan
1. Pencegahan dan Penanggulangan Separatisme                                                                      Prioritas untuk Sasaran 2
   Bab 5                                                                                                           1. Pembangunan Perdesaan  Bab 25
2. Pencegahan dan Penanggulangan Gerakan                                                                           2. Pengurangan Ketimpangan Pembangunan Wilayah  Bab 26
   Terorisme  Bab 6                                 Prioritas untuk Sasaran 3
3. Peningkatan Kemampuan Pertahanan Negara          1. Revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah 
                                                        Bab 13                                                     Prioritas untuk Sasaran 3
   Bab 7                                                                                                           1. Peningkatan Akses Masyarakat Terhadap Pendidikan y g Berkualitas  Bab 27
                                                                                                                            g                y             p            yang
                                                                                                                   2. Peningkatan Akses Masyarakat terhadap Layanan Kesehatan yang lebih Berkualitas 
                                                     Prioritas untuk Sasaran 4                                        Bab 28
                                                     1. Penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa     3. Peningkatan Perlindungan dan Kesejahteraan Sosial  Bab 29
Prioritas untuk Sasaran 3                                Bab 14                                                   4. Pembangunan Kependudukan, & Keluarga Kecil Berkualitas serta Pemuda & Olahraga
1. Pemantapan politik luar negeri dan peningkatan                                                                      Bab 30
   kerjasama internasional --> Bab 8                                                                               5. Peningkatan Kualitas Kehidupan Beragama  Bab 31
                                                                                                                   Prioritas untuk Sasaran 4
                                                     Prioritas untuk Sasaran 5                                     1 Perbaikan pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian mutu lingkungan hidup  Bab
                                                                                                                   1.
                                                     1. Perwujudan lembaga demokrasi yang makin kokoh  Bab           32
                                                        15                                                         Prioritas untuk Sasaran 5
                                                                                                                   1. Percepatan pembangunan infrastruktur  Bab 33
                                                                                dadang-solihin.blogspot.com                                                                                26
Contoh Visualisasi Pencapaian Sasaran
                         RPJMN 2004-2009
                                 2004-
Agenda III. Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
       III
SASARAN 1. Menurunnya jumlah penduduk miskin menjadi 8,2 persen pada tahun 2009
serta terciptanya lapangan kerja yang mampu mengurangi pengangguran terbuka menjadi
5,1 persen pada tahun 2009 dengan didukung oleh stabilitas ekonomi yang tetap terjaga

No       Prioritas        Indikator                RKP 2005                             RKP 2006                         RKP 2007


                                        Kegiatan Pokok        Realisasi        RKP 2006         Realisasi        RKP 2007        Realisasi


1.   Penanggulangan   Menurunnya        Berkurangnya      Jumlah             Jumlah           Jumlah            Berkurangnya    Jumlah
     Kemiskinan       persentase        jumlah penduduk   penduduk di        penduduk         penduduk          penduduk        penduduk
                      penduduk yang     miskin            bawah garis        miskin           yang berada       miskin hingga   yang berada
                      berada dibawah                      kemiskinan         diharapkan       di bawah garis    mencapai        di bawah
                      garis k i ki
                         i kemiskinan                     sebanyak 35 1
                                                             b     k 35,1    turun menjadi
                                                                             t         j di   kemiskinan
                                                                                              k i ki            14,4
                                                                                                                14 4 persen     garis
                                                                                                                                    i
                      menjadi 8,2                         juta; atau 15,97   13,3 persen      sebanyak          pada akhir      kemiskinan
                      persen pada                         persen                              39,3 juta; atau   tahun 2007      sebanyak
                      tahun 2009                                                              17,75 persen                      37,17 juta;
                                                                                                                                atau 16 58
                                                                                                                                      16,58
                                                                                                                                persen




                                              dadang-solihin.blogspot.com                                                           27
Indikator Kinerja Utama di
Lingkungan Instansi Pemerintah
  (Permen PAN No. PER/09/M.PAN/5/2007)




           dadang-solihin.blogspot.com   28
Tujuan dan Ruang Lingkup



   Tujuan p
     j    penetapan indikator kinerja utama di lingkungan instansi
                p                  j              g   g
   pemerintah:

• Untuk memperoleh informasi kinerja yang penting dan diperlukan dalam
  menyelenggarakan manajemen kinerja secara baik;
• Untuk memperoleh ukuran keberhasilan dari pencapaian suatu tujuan dan
  sasaran strategis organisasi yang digunakan untuk perbaikan kinerja dan
  peningkatan akuntabilitas kinerja




 Setiap instansi pemerintah wajib menetapkan indikator kinerja utama
                    di lingkungan masing-masing

                           dadang-solihin.blogspot.com                  29
Pemilihan, Pengembangan, dan
                    Penetapan Indikator Kinerja Utama (1)

•   Menteri/Pimpinan Lembaga wajib menetapkan indikator kinerja utama
    untuk K/L dan unit organisasi setingkat Eselon I serta Unit Kerja Mandiri
    di b
       bawahnya
           h
•   Setjen Lembaga Tinggi Negara dan Lembaga Lain yang
    menjalankan f
        j l k fungsi pemerintahan wajib menetapkan i dik t ki j
                       i      i t h       jib      t k indikator kinerja
    utama untuk Lembaga Tinggi Negara, Lembaga Lain, dan unit
    organisasi setingkat Eselon I serta Unit Kerja Mandiri di bawahnya
•   Gubernur/Bupati/Walikota wajib menetapkan indikator kinerja utama
    untuk Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota dan SKPD serta Unit Kerja
    Mandiri di bawahnya
         Indikator kinerja utama instansi pemerintah harus selaras
                      antar tingkatan unit organisasi

                            dadang-solihin.blogspot.com                  30
Pemilihan, Pengembangan, dan
              Penetapan Indikator Kinerja Utama (2)

 Indikator kinerja utama pada tingkat K/L dan
  Pemprov/Pemkab/Pemkot minimal adalah indikator hasil
  (outcome) sesuai d
  ( t       )       i dengan k
                             kewenangan, t tugas, d
                                                  dan
  fungsi
 I dik t kinerja utama pada unit organisasi E l I
  Indikator ki j t           d   it      i   i Eselon
  adalah indikator hasil (outcome) dan atau keluaran
  (output) ya g set g at lebih t gg da keluaran (output)
           yang setingkat eb tinggi dari e ua a
  unit kerja di bawahnya
 Indikator kinerja utama pada unit organisasi Eselon
  II/SKPD/Unit Kerja Mandiri minimal adalah indikator
  keluaran (output)



                    dadang-solihin.blogspot.com         31
Pemilihan, Pengembangan, dan
                      Penetapan Indikator Kinerja Utama (3)
                                  Pertimbangan
                                           g                    Karakteristik yang harus
                                                                              y g
                                                                       dipenuhi
Pemilihan dan         a. Dokumen RPJMN/RPJMD, Renstra,         a.   Spesifik
penetapan indikator      Kebijakan Umum atau dokumen           b.   Dapat dicapai
kinerja utama            strategis lainnya yang relevan        c.   Relevan
                      b. Bidang kewenangan, tugas dan          d.       gg
                                                                    Menggambarkan
                         fungsi, serta peran lainnya
                         f     i     t       l i                    keberhasilan sesuatu
                      c. Kebutuhan informasi kinerja untuk          yang diukur
                         penyelenggaraan akuntabilitas         e.   Dapat dikuantifikasi
                                                                      p
                         kinerja
                         ki j                                       dan diukur
                      d. Kebutuhan data statistik pemerintah
                      e. Kelaziman pada bidang tertentu dan
                                       p         g
                         perkembangan IPTEK




        Prinsip dalam pengembangan dan penetapan indikator kinerja utama:
         “kehatian-hatian, kecermatan, keterbukaan, dan transparansi”
           kehatian hatian,                             transparansi
                                dadang-solihin.blogspot.com                         32
Penggunaan Indikator Kinerja Utama


          Indikator kinerja utama digunakan instansi pemerintah
          untuk:
  a.      Perencanaan jangka menengah;
          P               j    k           h
  b.      Perencanaan tahunan;
  c.
  c       Penyusunan dokumen penetapan kinerja;
  d.      Evaluasi kinerja instansi pemerintah; dan
  e.      Pemantauan dan pengendalian kinerja pelaksanaan program
          dan kegiatan




Instansi Pemerintah melaksanakan analisis dan evaluasi kinerja           Keberhasilan pencapaian
      secara berkala dan sederhana dengan meneliti fakta            sasaran strategis dinyatakan dengan
  y g
  yang ada baik kendala, hambatan, maupun informasi lainnya
                        ,         ,    p                  y                indikator kinerja utama

                                      dadang-solihin.blogspot.com                                         33
Pembinaan dan Koordinasi


• Pelaksanaan penetapan indikator kinerja utama di
  lingkungan instansi pemerintah dikoordinasikan oleh
  Kementerian N
  K      t i Negara PAN

• Pimpinan instansi pemerintah melakukan fungsi:
   – pembinaan dalam pengembangan dan penetapan indikator
     kinerja utama di lingkungan masing-masing;
          j              g   g         g       g
   – koordinasi untuk pengintegrasian sistem pengukuran kinerja
     dengan sistem administrasi pemerintahan yang lainnya baik
     p
     perencanaan, p g gg
                 , penganggaran, p
                               , pelaksanaan, p
                                            , penatausahaan, dan
                                                           ,
     pertanggungjawaban




                       dadang-solihin.blogspot.com             34
Contoh Penetapan Indikator Kinerja Utama yang telah
            Dikembangkan di Lingkungan Meneg PAN*

1.      Nama Organisasi                   : Kementerian Negara PAN [diisi nama K/L atau SKPD]
2.      Tugas                             : Membantu Presiden dalam merumuskan kebijakan dan koordinasi di
                                            bidang pendayagunaan aparatur negara
3.      Fungsi                            : [diisi sesuai tupoksi K/L atau SKPD]

  No.                                       Uraian                                                        Alasan
  a.      Jumlah kebijakan di bidang p
                     j             g pendayagunaan aparatur negara
                                          y g       p         g                         Mengukur kinerja organisasi sesuai dengan
                                                                                            g           j g                   g
                                                                                        tugas, fungsi, dan peran organisasi
  b.      Jumlah instansi pemerintah yang melaksanakan penataan organisasi yang         Mengukur kinerja organisasi untuk
          proporsional dan rasional                                                     mewujudkan aparatur negara yang bersih,
                                                                                        efisien, efektif, produktif, dan sejahtera
  c.      Jumlah CPNS yang direkrut dan ditempatkan sesuai dengan formasi jabatan
          baik dari honorer maupun pelamar umum
  d.      Prosentase peningkatan renumerasi PNS
  e.      Jumlah instansi pemerintah yang dapat dijadikan best practices implementasi
          tata pemerintahan yang baik
  f.,
  f       Prosentase instansi pemerintah yang dinilai akuntabel
  g.      Penurunan jumlah temuan pemeriksaan oleh auditor eksternal
  h.      Peningkatan Indeks Persepsi Korupsi

                                           dadang-solihin.blogspot.com
* Sumber: Lampiran Permen PAN No. PER/11/M.PAN/08/2007 tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan 35
         Kementerian Negara PAN
Format Penetapan Indikator Kinerja Utama yang telah
            Dikembangkan di Lingkungan Meneg PAN*PAN
1.      Nama Organisasi                  : [diisi nama Sekretariat K/L atau SKPD]
2.      Tugas                            : [diisi sesuai tupoksi Sekretariat K/L atau SKPD]
3.      Fungsi                           : [diisi sesuai tupoksi Unit Kerja K/L atau SKPD]


  No.                           Uraian                                     Alasan                   Sumber Data




* Sumber: Lampiran Permen PAN No. PER/11/M.PAN/08/2007 tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan 36
                                           dadang-solihin.blogspot.com
         Kementerian Negara PAN
Terima Kasih
T i    K ih




  dadang-solihin.blogspot.com   37

Penyusunan Indikator Kinerja Pembangunan

  • 1.
    BAPPENAS Penyusunan IndikatorKinerja Pembangunan Drs. H. Dadang Solihin, MA Direktur Sistem dan Pelaporan Evaluasi Kinerja Pembangunan-Bappenas Bimbingan Teknis Perencanaan Pembangunan Nasional dan Daerah Sanur-Bali, 26 April 2008
  • 2.
    Dadang Solihin’s Profile Dadang Solihin currently is Director for System and Reporting of Development Performance Evaluation at Indonesian National Development Planning Agency (Bappenas). He holds MA degree (Economics), University of Colorado, USA. His previous post is Head, Center for Research Data and Information at DPD Secretariat General as well as Deputy Director for Information of Spatial Planning and Land Use Management at Bappenas.  Beside working as Assistant Professor at Graduate School of Asia- Pacific Studies, Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as Associate Professor at University of Darma Persada Jakarta Indonesia Persada, Jakarta, Indonesia.  He got various training around the globe, included Public Officials Capacity Building Training Program for Government Innovation, Seoul –Korea (2007), Advanced International Training Programme of Information Technology f f Management, at Karlstad City, Sweden (2005); the Training Seminar on Land Use and Management, Taiwan ( g , (2004); Developing Multimedia Applications ); p g pp for Managers, Kuala Lumpur, Malaysia (2003); Applied Policy Development Training, Vancouver, Canada (2002); Local Government Administration Training Course Hiroshima Japan (2001); and Regional Development and Course, Hiroshima, Planning Training Course, Sapporo, Japan (1999). He published more than five books regarding local autonomous.  Y can reach D d You h Dadang S lihi b email at d d Solihin by il t dadangsol@yahoo.com or b hi l@ h by his mobile at +62812 932 2202dadang-solihin.blogspot.com 2
  • 3.
  • 4.
    Materi • Pengertian Indikator Kinerja • Pengembangan Indikator Kinerja g g j • Fungsi Indikator Kinerja • Kedudukan Indikator Kinerja • Jenis Indikator Kinerja • Persyaratan Indikator Kinerja: SMART • Sumber Pembuktian (Means of Verification) • Target Kinerja • Realisasi/Capaian Kinerja • Langkah-Langkah Menyusun Indikator Kinerja • Penjabaran Indikator Kinerja Pembangunan dari RPJMN 2004-2009 • Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah dadang-solihin.blogspot.com 4
  • 5.
    Pengertian Indikator Kinerja •Indikator adalah variabel yang membantu kita dalam mengukur perubahan-perubahan yang t j di b ik k b h b h terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung (WHO, 1981). • Indikator adalah suatu ukuran tidak langsung dan suatu kejadian atau kondisi. Misalnya berat badan bayi berdasarkan umur adalah indikator bagi status gizi bayi tersebut (Wilson & S t b t (Wil Sapanuchart, 1993) h t 1993). • Indikator adalah statistik dan hal normatif yang menjadi perhatian kita yang dapat membantu kita dalam membuat penilaian ringkas, komprehensif, dan berimbang terhadap kondisi-kondisi atau aspek-aspek penting d suatu masyarakat (D ti dan t k t (Departemen Kesehatan, t K h t Pendidikan dan Kesejahteraan Amerika Serikat, 1969). • Indikator adalah variabel-variabel yang mengindikasi atau memberi petunjuk kepada kita tentang suatu keadaan tertentu, sehingga dapat digunakan untuk mengukur perubahan (G k b h (Green, 1992) 1992). dadang-solihin.blogspot.com 5
  • 6.
    Pengertian Ringkas • IndikatorKinerja adalah uraian ringkas dengan menggunakan ukuran kuantitatif atau kualitatif yang mengindikasikan pencapaian suatu sasaran atau tujuan y g yang telah disepakati dan ditetapkan p p KEGUNAAN • dasar penilaian kinerja, baik dalam tahap perencanaan (ex ante), (ex-ante), pelaksanaan (on-going), maupun setelahnya (on going), (ex-post) • petunjuk kemajuan dalam rangka mencapai tujuan atau p j j g p j sasaran dadang-solihin.blogspot.com 6
  • 7.
    Pengertian Kinerja • Adalahgambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan misi, dan visi organisasi (LAN sasaran tujuan, misi (LAN, 1999:3) • Kane dan Johnson (1995); outcome hasil kerja keras organisasi dalam mewujudkan tujuan stratejik yang ditetapkan organisasi kepuasan pelanggan serta organisasi, kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi masyarakat • Bates dan Holton (1995); perilaku berkarya penampilan berkarya, atau hasil karya. Oleh karena itu kinerja merupakan bentuk bangunan yang multi dimensional, sehingga cara dimensional mengukurnya sangat bervariasi tergantung pada banyak faktor dadang-solihin.blogspot.com 7
  • 8.
    Pengembangan Indikator Kinerja •Tidak cukup hanya dengan memfokuskan pada penghitungan biaya keluaran ( fi i hit bi k l (efisiensi). T j i) Tujuan kebijakan dan pendekatan program – juga harus dianalisa • Indikator bisa diterapkan untuk: (a) Masukan; (b) Efisiensi – Keluaran; (c) Efektivitas – Hasil; (d) Kualitas; dan (e) Kepuasan Pelanggan. Bi dikaitkan K lit d ( )K P l Bisa dik itk dengan kesepakatan kinerja antara Menteri dan Kepala Lembaga dan para pejabat di bawahnya • Indikator memerlukan definisi dan penafsiran yang hati-hati – seringkali diformulasikan, diimplementasikan d dit f i k d dii l t ik dan ditafsirkan dengan b k buruk • Harus dikembangkan untuk masing-masing program/kegiatan – ada yang sulit misalnya pertahanan – beberapa lebih mudah misalnya penyelenggara jasa. dadang-solihin.blogspot.com 8
  • 9.
    Fungsi Indikator Kinerja •memperjelas tentang; what, how, who, and when suatu kegiatan dilaksanakan • menciptakan konsensus yang dibangun i t k k dib oleh stakeholders • membangun dasar pengukuran, analisis, analisis dan • evaluasi kinerja program pembangunan
  • 10.
    Kedudukan Indikator Kinerja Pemantauan Perencanaan Pelaksanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Kualitatif Kuantitatif Sasaran dan Tujuan dadang-solihin.blogspot.com 10
  • 11.
    Jenis Indikator Kinerja Input Proses Output Outcomes Indikator Kinerja Benefit Impact dadang-solihin.blogspot.com 11
  • 12.
    Terminologi Setiap Tingkatan  Pengaruh yang ditimbulkan dari manfaat yang DAMPAK diperoleh dari hasil kegiatan  Menggambarkan aspek makro tujuan proyek secara sektoral, regional maupun nasional MANFAAT Tujuan/manfaat yang diperoleh dengan berfungsinya keluaran secara optimal HASIL Segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya suatu keluaran OUTPUT O Sesuatu yang langsung diperoleh/ dicapai dari pelaksanaan kegiatan Kegiatan dan sumberdaya/dana yg INPUT dibutuhkan agar keluaran sesuai yg diharapkan dadang-solihin.blogspot.com 12
  • 13.
    INDIKATOR KINERJA INPUT •Indikator ini mengukur jumlah sumberdaya seperti anggaran (dana), SDM, peralatan, material, dan masukan lainnya yang dipergunakan untuk melaksanakan kegiatan. • Dengan meninjau distribusi sumberdaya dapat dianalisis apakah alokasi sumberdaya yang dimiliki telah sesuai dengan rencana stratejik yang ditetapkan Contoh: • J l hd Jumlah dana yang dib t hk dibutuhkan • Tenaga yang terlibat • Peralatan yang digunakan • Jumlah Bahan yang digunakan y g g dadang-solihin.blogspot.com 13
  • 14.
    INDIKATOR KINERJA OUTPUT • Dengan membandingkan keluaran dapat dianalisis apakah kegiatan yang terlaksana sesuai dengan rencana. Indikator Keluaran dijadikan landasan untuk menilai kemajuan suatu kegiatan apabila tolok ukur dikaitkan dengan sasaran kegiatan yang terdefinisi dengan baik dan terukur. • Oleh karena itu indikator ini harus sesuai dengan lingkup dan sifat kegiatan instansi. Contoh: • Jumlah jasa/kegiatan yang direncanakan – Jumlah orang yang diimunisasi / vaksinasi – Jumlah permohonan yang diselesaikan – Jumlah pelatihan / peserta pelatihan – J l hj Jumlah jam l tih d l latihan dalam sebulan b l • Jumlah barang yang akan dibeli/dihasilkan – Jml pupuk/obat/bibit yang dibeli – Jumlah komputer yang dibeli – Jumlah gedung /jembatan yg dibangun – meter panjang jalanyang dibangun/rehab p j gj y g g dadang-solihin.blogspot.com 14
  • 15.
    INDIKATOR KINERJA OUTCOME •Pengukuran indikator Hasil seringkali rancu dengan p g pengukuran indikator Keluaran. • Indikator outcome lebih utama daripada sekedar output. Walaupun produk telah berhasil dicapai dengan baikl, belum tentu secara outcome kegiatan telah tercapai. • Outcome menggambarkan tingkat pencapaian atas hasil lebih tinggi yang mungkin menyangkut kepentingan banyak pihak. • D Dengan i dik t outcome i t indikator t instansi d i dapat mengetahui t t h i apakah hasil yang telah diperoleh dalam bentuk output memang dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan memberikan kegunaan yang besar bagi masyarakat. dadang-solihin.blogspot.com 15
  • 16.
    Contoh: Ukuran Kinerja Indikator Outcome • Jumlah/ % hasil langsung dari kegiatan – Tingkat Pemahaman peserta terhadap materi pelatihan – tingkat kepuasan dari pemohon/pasien (costumer) – kemenangan tim dlm setiap p g p pertandingan g • Peningkatan langsung hal-hal yg p g g g positif – kenaikan prestasi kelulusan siswa – peningkatan daya tahan bangunan – Penambahan daya tampung siswa • P Penurunan langsung h l h l yang negatif l hal-hal tif – Penurunan Tingkat Kemacetan – Penurunan Tingkat Pelanggaran Lalu lintas dadang-solihin.blogspot.com 16
  • 17.
    INDIKATOR KINERJA BENEFIT • Indikator kinerja ini menggambarkan manfaat yang diperoleh dari indikator hasil/outcome. • Manfaat tersebut baru tampak setelah beberapa waktu kemudian, khususnya dalam jangka menengah dan panjang. • Indikator manfaat menunjukkan hal yang diharapkan untuk dicapai bila keluaran dapat diselesaikan dan berfungsi dengan optimal (tepat p g g p ( p waktu, lokasi, dana dll) Contoh: • Peningkatan hal yg positif dlm jangka menengah dan jangka panjang – % Kenaikan Lapangan kerja – Peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat • Penurunan hal yang negatif dlm jangka panjang – Penurunan Tingkat Penyakit TBC – Penurunan Tingkat Kriminalitas – Penurunan Tingkat Kecelakaan lalulintas dadang-solihin.blogspot.com 17
  • 18.
    INDIKATOR KINERJA DAMPAK • Indikator ini memperlihatkan pengaruh yang ditimbulkan dari manfaat yang diperoleh dari hasil kegiatan. Seperti halnya indikator manfaat, indikator dampak juga baru dapat diketahui dalam jangka waktu p j g p j g menengah dan panjang. Indikator dampak menunjukkan dasar pemikiran kenapa kegiatan dilaksanakan, menggambarkan aspek makro pelaksanaan kegiatan, tujuan kegiatan secara sektoral, regional dan nasional. nasional Contoh: • P i k t h l yg positif dlm jk panjang Peningkatan hal itif dl j – % Kenaikan Pendapatan perkapita masyarakat – Peningkatan cadangan pangan – Peningkatan PDRB sektor tertentu • Penurunan hal yang negatif dlm jk panjang y g g j p j g – Penurunan Tingkat kemiskinan – Penurunan Tingkat Kematian dadang-solihin.blogspot.com 18
  • 19.
    Persyaratan Indikator Kinerja:SMART • SPESIFIC-jelas, tidak mengundang multi interpretasi • MEASUREABLE-dapat diukur (“What gets measured MEASUREABLE dapat ( What gets managed”) • ATTAINABLE-dapat dicapai ( p p (reasonable cost using and g appropriate collection method) • RELEVANT (information needs of the p p who will ( people use the data) • TIMELY-tepat waktu (collected and reported at the right time to influence many manage decision) dadang-solihin.blogspot.com 19
  • 20.
    Sumber Pembuktian (Means of Verification) • How should the information be collected, eg. sample survey • What source is most appropriate? • Who should do it? • When and How often should the information be collected, analyzed & reported • What formats are required to record the data being collected? dadang-solihin.blogspot.com 20
  • 21.
    Target Kinerja T t Ki j • Merupakan jumlah indikator kinerja yang direncanakan akan dicapai oleh kegiatan tertentu. p g • Target Kinerja Harus: g j 1. Berupa angka numerik 2. 2 Dapat diperbandingkan 3. Cukup spesifik. dadang-solihin.blogspot.com 21
  • 22.
    Realisasi/Capaian Kinerja • Merupakaninformasi mengenai ukuran kinerja yang dicapai setelah dilaksanakannya suatu kegiatan/ program tertentu. • Realisasi/capaian Kinerja Harus: 1. Berupa angka numerik 1 B k ik 2. berdasarkan fakta yang dapat dibuktikan kebenarannya dadang-solihin.blogspot.com 22
  • 23.
    Langkah-Langkah g g Menyusun Indikator Kinerja 1. Susun dan tetapkan rencana strategis ;visi, misi, tujuan,sasaran dan cara mencapai tujuan/sasaran j p j (kebijakan, program dan kegiatan) 2. Identifikasi data/informasi yang dapat dikembangkan menjadi indikator kinerja. – Dalam hal ini data hendaknya relevan, akurat,lengkap dan kemapuan pengetahuan tentang bidang yang akan dibahas akan banyak menolong untuk menyusun dan menetapkan indikator kinerja yang tepat dan relevan. 3. Pilih dan tetapkan indikator kinerja yang paling relevan dan berpengaruh besar terhadap keberhasilan pelaksanaan kebijaksanaan/program/kegiatan. l k k bij k / /k i t dadang-solihin.blogspot.com 23
  • 24.
    Penjabaran Indikator KinerjaPembangunan dari RPJMN 2004-2009 2004- VISI perasional STRATEGI unan embangu ecara op MISI asikan se Fokus pada tujuan pe AGENDA plementa SASARAN Indikator Kinerja Pencapaian Pembangunan s Dap diimp PRIORITAS pat PROGRAM DAN KEGIATAN dadang-solihin.blogspot.com 24
  • 25.
    Nomenklatur RPJMN 2005-2009 Visi: Terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara yang aman, bersatu, rukun dan damai. Terwujudnya masyarakat, bangsa, dan negara yang menjunjung tinggi hukum, kesetaraan, dan hak asasi manusia. Terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan penghidupan yang layak serta memberikan pondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan. Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh dan Sumatera Utara Misi: 1. Sasaran dalam tahap tanggap darurat adalah penyelamatan Strategi: 1. Mewujudkan Indonesia yang Aman dan Damai korban. 1. Strategi Penataan Kembali Indonesia 2. Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Demokratis 2. Sasaran dalam tahap rekonstruksi adalah terbangunnya kembali 2. Strategi Pembangunan Indonesia seluruh sistem sosial dan ekonomi. 3. Mewujudkan Indonesia yang Sejahtera  Bab 34 Penanganan dan Pengurangan Resiko Bencana Agenda: Agenda Mewujudkan Indonesia Yang Aman dan Damai (Agenda I) Kerangka Ekonomi Makro dan Pembiayaan Pembangunan Agenda Mewujudkan Indonesia Yang Adil dan Demokratis (Agenda II)  Bab 35 Kerangka Ekonomi Makro dan Pembiayaan Agenda Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat (Agenda III) e ba gu a Pembangunan Agenda I Agenda II Agenda III Sasaran Agenda I  3 Sasaran Sasaran Agenda II  5 Sasaran Sasaran Agenda III  5 Sasaran Sasaran pertama adalah meningkatnya k dil d penegakan h k S t d l h i k t keadilan dan k hukum yang t tercermin d i i dari Sasaran pertama adalah menurunnya jumlah penduduk miskin menjadi 8,2 Sasaran pertama adalah terciptanya sistem hukum yang adil, konsekuen, dan tidak diskriminatif serta yang persen pada tahun 2009 serta terciptanya lapangan kerja yang mampu meningkatnya rasa aman dan damai memberikan perlindungan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia; terjaminnya mengurangi pengangguran terbuka menjadi 5,1 persen pada tahun 2009 tercermin dari menurunnya konsistensi seluruh peraturan perundang-undangan di tingkat pusat dan daerah sebagai dengan didukung oleh stabilitas ekonomi yang tetap terjaga. Kemiskinan dan ketegangan dan ancaman konflik bagian dari upaya memulihkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap kepastian hukum. pengangguran diatasi dengan strategi pembangunan ekonomi yang mendorong antarkelompok maupun golongan Prioritas penegakan hukum diberikan pada pemberantasan korupsi dengan menindak pelaku pertumbuhan yang berkualitas dan berdimensi pemerataan melalui penciptaan masyarakat; menurunnya angka tindak pidana korupsi beserta pengembalian uang hasil korupsi kepada negara; pencegahan lingkungan usaha yang sehat. kriminalitas secara nyata di perkotaan dan penanggulangan terorisme, serta pembasmian penyalahgunaan obat terlarang. Khusus terorisme terlarang dan pedesaan; serta menurunnya dalam upaya pemberantasan korupsi, perhatian diberikan pada upaya untuk meningkatkan Sasaran kedua adalah berkurangnya kesenjangan antar wilayah yang secara nyata angka perampokan dan pemberdayaan Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) dan Pengadilan Tindak tercermin dari meningkatnya peran perdesaan sebagai basis pertumbuhan kejahatan di lautan dan Pidana Korupsi (Pengadilan Tipikor) serta pemberdayaan Komisi Pengawas Kejaksaan ekonomi agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan; penyelundupan lintas batas. sebagai pengawasan eksternal dari masyarakat terhadap kinerja aparat kejaksaan. meningkatnya pembangunan pada daerah-daerah terbelakang dan tertinggal; Sasaran kedua adalah semakin meningkatnya pengembangan wilayah yang didorong oleh daya saing kawasan kokohnya NKRI berdasarkan dan produk-produk unggulan daerah; serta meningkatnya keseimbangan Sasaran kedua adalah terjaminnya keadilan g j y gender bagi p g peningkatan p g peran p perempuan p p pertumbuhan p pembangunan antar kota-kota metropolitan, besar, menengah, g p , , g , Pancasila, Undang-Undang Pancasila Undang Undang Dasar dalam berbagai bidang pembangunan yang tercemin dalam berbagai perundangan, program dan kecil dengan memperhatikan keserasian pemanfaatan ruang dan 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika yang pembangunan, dan kebijakan publik; membaiknya angka GDI (Gender-related Development penatagunaan tanah. tercermin tertanganinya kegiatan- Index) dan angka GEM (Gender Empowerment Measurement); dan menurunnya tindak kegiatan yang ingin memisahkan diri Sasaran ketiga adalah meningkatnya kualitas manusia yang secara kekerasan terhadap perempuan dan anak; serta meningkatnya kesejahteraan dan dari NKRI; meningkatnya daya cegah menyeluruh tercermin dari membaiknya angka Indeks Pembangunan Manusia perlindungan anak. dan tangkal negara terhadap (IPM) serta meningkatnya pemahaman dan pengamalan ajaran-ajaran agama. ancaman bahaya terorisme bagi tetap Sasaran ketiga adalah meningkatnya pelayanan kepada masyarakat dengan Secara lebih rinci, sasaran meliputi: tegaknya kedaulatan Negara menyelenggarakan otonomi d l k t i daerah d k h dan kepemerintahan d i t h daerah yang b ik serta t j i h baik t terjaminnya •Meningkatnya akses masyarakat terhadap pendidikan dan meningkatnya mutu Kesatuan Republik Indonesia baik konsistensi seluruh peraturan pusat dan daerah, dan tidak bertentangan dengan peraturan pendidikan yang antara lain ditandai oleh .... dari ancaman dalam maupun luar dan perundangan yang lebih tinggi dalam rangka meningkatkan keadilan bagi daerah-daerah •Meningkatnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan masyarakat negeri. untuk membangun. yang ditandai oleh ... •Meningkatnya perlindungan dan kesejahteraan sosial, yang ditandai ... Sasaran ketiga adalah semakin Sasaran keempat adalah meningkatnya pelayanan birokrasi kepada masyarakat yang •Terkendalinya pertumbuhan penduduk dan meningkatnya keluarga kecil berperannya Indonesia dalam tercermin dari: (1) berkurangnya secara nyata praktek korupsi di birokrasi, dan dimulai dari berkualitas yang ditandai ... menciptakan perdamaian dunia. tataran (jajaran) pejabat yang paling atas; (2) terciptanya sistem pemerintahan dan birokrasi •Meningkatnya pemahaman penghayatan dan pengamalan ajaran agama Meningkatnya pemahaman, penghayatan, Untuk itu, prioritas pembangunan yang bersih, akuntabel, transparan, efisien dan berwibawa; (3) terhapusnya aturan, peraturan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara serta diletakkan pada Pemantapan politik dan praktek yang bersifat diskriminatif terhadap warga negara, kelompok, atau golongan meningkatnya kepedulian dan kesadaran masyarakat dalam memenuhi luar negeri dan peningkatan masyarakat; (4) meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik. kewajibannya dalam rangka mengurangi kesenjangan pendapatan masyarakat. kerjasama internasional dengan kebijakan yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas diplomasi Sasaran keempat adalah membaiknya mutu lingkungan hidup dan pengelolaan Sasaran kelima adalah terlaksananya pemilihan umum tahun 2009 secara demokratis, jujur, sumber daya alam yang mengarah pada pengarusutamaan (mainstreaming) Indonesia dalam rangkag dan dil dengan menjaga momentum k d adil d j t konsolidasi d lid i demokrasi yang sudah t b t k k i d h terbentuk prinsip pembangunan berkelanjutan di seluruh sektor dan bidang memperjuangkan kepentingan berdasarkan hasil pemilihan umum secara langsung tahun 2004. Untuk mencapai sasaran pembangunan. nasional; melanjutkan komitmen tersebut, prioritas pembangunan diletakkan pada perwujudan lembaga demokrasi yang Indonesia terhadap pembentukan makin kokoh dengan kebijakan yang diarahkan pada optimalisasi fungsi serta hubungan Sasaran kelima adalah membaiknya infrastruktur yang ditunjukkan oleh identitas dan pemantapan integrasi regional khususnya di ASEAN; serta dadang-solihin.blogspot.com antar lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif; mendorong lebih lanjut upaya pemberdayaan masyarakat; meningkatkan kualitas partai-partai politik dan penyelenggaraan pemilu, sejalan meningkatnya kuantitas dan kualitas berbagai sarana penunjang pembangunan. 25 melanjutkan komitmen Indonesia dengan amanat konstitusi. terhadap upaya-upaya pemantapan
  • 26.
    Rehabilitasi dan RekonstruksiAceh dan Sumatera Utara 1. Sasaran dalam tahap tanggap darurat adalah penyelamatan korban. Bab Khusus 2. Sasaran dalam tahap rekonstruksi adalah terbangunnya Bab bab Bab-bab kembali seluruh sistem sosial dan ekonomi ekonomi. Yang Tidak Termasuk Dalam dalam Buku RPJMN 2005-2009  Bab 34 Penanganan dan Pengurangan Resiko salah satu Agenda Bencana Kerangka Ekonomi Makro dan Pembiayaan Pembangunan  Bab 35 Kerangka Ekonomi Makro dan Pembiayaan Pembangunan Agenda I Agenda II Agenda III Sasaran Agenda I  3 Sasaran Sasaran Agenda II Sasaran Agenda III  7 Prioritas = 7 Bab  5 Sasaran  5 Sasaran  7 Prioritas = 7 Bab  18 Prioritas = 18 Bab Prioritas untuk Sasaran 1 Prioritas untuk Sasaran 1 Prioritas untuk Sasaran 1 1. Peningkatan Rasa Saling Percaya dan Harmonisasi 1. Pembenahan Sistem Hukum Nasional dan Politik Hukum  1. Penanggulangan Kemiskinan  Bab 16 Antarkelompok Masyarakat  Bab 2 Bab 9 2. Peningkatan Investasi dan Ekspor Non Migas  Bab 17 2. Pengembangan Kebudayaan yang Berlandaskan 2. Penghapusan diskriminasi dalam berbagai bentuk  Bab 10 3. Peningkatan Daya Saing Industri Manufaktur  Bab 18 pada Nilai-nilai Luhur  Bab 3 3. Penghormatan, Pemenuhan, dan Penegakan atas Hukum 4. Revitalisasi Pertanian  Bab 19 3. Peningkatan Keamanan, Ketertiban, dan dan Pengakuan atas Hak Asasi Manusia  Bab 11 5. Pemberdayaan Koperasi dan UKM  Bab 20 Penanggulangan Kriminalitas  Bab 4 6. Peningkatan Pengelolaan BUMN  Bab 21 7. Peningkatan Kemampuan IPTEK  Bab 22 Prioritas untuk Sasaran 2 8. Perbaikan Iklim Ketenagakerjaan  Bab 23 1. Peningkatan Kualitas Kehidupan dan Peran Perempuan 9. Pemantapan Stabilitas Ekonomi Makro  Bab 24 Prioritas untuk Sasaran 2 Pi i kS Serta Kesejahteraan dan Perlind ngan Anak  Bab 12 Perlindungan 1. Pencegahan dan Penanggulangan Separatisme  Prioritas untuk Sasaran 2 Bab 5 1. Pembangunan Perdesaan  Bab 25 2. Pencegahan dan Penanggulangan Gerakan 2. Pengurangan Ketimpangan Pembangunan Wilayah  Bab 26 Terorisme  Bab 6 Prioritas untuk Sasaran 3 3. Peningkatan Kemampuan Pertahanan Negara  1. Revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah  Bab 13 Prioritas untuk Sasaran 3 Bab 7 1. Peningkatan Akses Masyarakat Terhadap Pendidikan y g Berkualitas  Bab 27 g y p yang 2. Peningkatan Akses Masyarakat terhadap Layanan Kesehatan yang lebih Berkualitas  Prioritas untuk Sasaran 4 Bab 28 1. Penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa 3. Peningkatan Perlindungan dan Kesejahteraan Sosial  Bab 29 Prioritas untuk Sasaran 3  Bab 14 4. Pembangunan Kependudukan, & Keluarga Kecil Berkualitas serta Pemuda & Olahraga 1. Pemantapan politik luar negeri dan peningkatan  Bab 30 kerjasama internasional --> Bab 8 5. Peningkatan Kualitas Kehidupan Beragama  Bab 31 Prioritas untuk Sasaran 4 Prioritas untuk Sasaran 5 1 Perbaikan pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian mutu lingkungan hidup  Bab 1. 1. Perwujudan lembaga demokrasi yang makin kokoh  Bab 32 15 Prioritas untuk Sasaran 5 1. Percepatan pembangunan infrastruktur  Bab 33 dadang-solihin.blogspot.com 26
  • 27.
    Contoh Visualisasi PencapaianSasaran RPJMN 2004-2009 2004- Agenda III. Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat III SASARAN 1. Menurunnya jumlah penduduk miskin menjadi 8,2 persen pada tahun 2009 serta terciptanya lapangan kerja yang mampu mengurangi pengangguran terbuka menjadi 5,1 persen pada tahun 2009 dengan didukung oleh stabilitas ekonomi yang tetap terjaga No Prioritas Indikator RKP 2005 RKP 2006 RKP 2007 Kegiatan Pokok Realisasi RKP 2006 Realisasi RKP 2007 Realisasi 1. Penanggulangan Menurunnya Berkurangnya Jumlah Jumlah Jumlah Berkurangnya Jumlah Kemiskinan persentase jumlah penduduk penduduk di penduduk penduduk penduduk penduduk penduduk yang miskin bawah garis miskin yang berada miskin hingga yang berada berada dibawah kemiskinan diharapkan di bawah garis mencapai di bawah garis k i ki i kemiskinan sebanyak 35 1 b k 35,1 turun menjadi t j di kemiskinan k i ki 14,4 14 4 persen garis i menjadi 8,2 juta; atau 15,97 13,3 persen sebanyak pada akhir kemiskinan persen pada persen 39,3 juta; atau tahun 2007 sebanyak tahun 2009 17,75 persen 37,17 juta; atau 16 58 16,58 persen dadang-solihin.blogspot.com 27
  • 28.
    Indikator Kinerja Utamadi Lingkungan Instansi Pemerintah (Permen PAN No. PER/09/M.PAN/5/2007) dadang-solihin.blogspot.com 28
  • 29.
    Tujuan dan RuangLingkup Tujuan p j penetapan indikator kinerja utama di lingkungan instansi p j g g pemerintah: • Untuk memperoleh informasi kinerja yang penting dan diperlukan dalam menyelenggarakan manajemen kinerja secara baik; • Untuk memperoleh ukuran keberhasilan dari pencapaian suatu tujuan dan sasaran strategis organisasi yang digunakan untuk perbaikan kinerja dan peningkatan akuntabilitas kinerja Setiap instansi pemerintah wajib menetapkan indikator kinerja utama di lingkungan masing-masing dadang-solihin.blogspot.com 29
  • 30.
    Pemilihan, Pengembangan, dan Penetapan Indikator Kinerja Utama (1) • Menteri/Pimpinan Lembaga wajib menetapkan indikator kinerja utama untuk K/L dan unit organisasi setingkat Eselon I serta Unit Kerja Mandiri di b bawahnya h • Setjen Lembaga Tinggi Negara dan Lembaga Lain yang menjalankan f j l k fungsi pemerintahan wajib menetapkan i dik t ki j i i t h jib t k indikator kinerja utama untuk Lembaga Tinggi Negara, Lembaga Lain, dan unit organisasi setingkat Eselon I serta Unit Kerja Mandiri di bawahnya • Gubernur/Bupati/Walikota wajib menetapkan indikator kinerja utama untuk Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota dan SKPD serta Unit Kerja Mandiri di bawahnya Indikator kinerja utama instansi pemerintah harus selaras antar tingkatan unit organisasi dadang-solihin.blogspot.com 30
  • 31.
    Pemilihan, Pengembangan, dan Penetapan Indikator Kinerja Utama (2)  Indikator kinerja utama pada tingkat K/L dan Pemprov/Pemkab/Pemkot minimal adalah indikator hasil (outcome) sesuai d ( t ) i dengan k kewenangan, t tugas, d dan fungsi  I dik t kinerja utama pada unit organisasi E l I Indikator ki j t d it i i Eselon adalah indikator hasil (outcome) dan atau keluaran (output) ya g set g at lebih t gg da keluaran (output) yang setingkat eb tinggi dari e ua a unit kerja di bawahnya  Indikator kinerja utama pada unit organisasi Eselon II/SKPD/Unit Kerja Mandiri minimal adalah indikator keluaran (output) dadang-solihin.blogspot.com 31
  • 32.
    Pemilihan, Pengembangan, dan Penetapan Indikator Kinerja Utama (3) Pertimbangan g Karakteristik yang harus y g dipenuhi Pemilihan dan a. Dokumen RPJMN/RPJMD, Renstra, a. Spesifik penetapan indikator Kebijakan Umum atau dokumen b. Dapat dicapai kinerja utama strategis lainnya yang relevan c. Relevan b. Bidang kewenangan, tugas dan d. gg Menggambarkan fungsi, serta peran lainnya f i t l i keberhasilan sesuatu c. Kebutuhan informasi kinerja untuk yang diukur penyelenggaraan akuntabilitas e. Dapat dikuantifikasi p kinerja ki j dan diukur d. Kebutuhan data statistik pemerintah e. Kelaziman pada bidang tertentu dan p g perkembangan IPTEK Prinsip dalam pengembangan dan penetapan indikator kinerja utama: “kehatian-hatian, kecermatan, keterbukaan, dan transparansi” kehatian hatian, transparansi dadang-solihin.blogspot.com 32
  • 33.
    Penggunaan Indikator KinerjaUtama Indikator kinerja utama digunakan instansi pemerintah untuk: a. Perencanaan jangka menengah; P j k h b. Perencanaan tahunan; c. c Penyusunan dokumen penetapan kinerja; d. Evaluasi kinerja instansi pemerintah; dan e. Pemantauan dan pengendalian kinerja pelaksanaan program dan kegiatan Instansi Pemerintah melaksanakan analisis dan evaluasi kinerja Keberhasilan pencapaian secara berkala dan sederhana dengan meneliti fakta sasaran strategis dinyatakan dengan y g yang ada baik kendala, hambatan, maupun informasi lainnya , , p y indikator kinerja utama dadang-solihin.blogspot.com 33
  • 34.
    Pembinaan dan Koordinasi •Pelaksanaan penetapan indikator kinerja utama di lingkungan instansi pemerintah dikoordinasikan oleh Kementerian N K t i Negara PAN • Pimpinan instansi pemerintah melakukan fungsi: – pembinaan dalam pengembangan dan penetapan indikator kinerja utama di lingkungan masing-masing; j g g g g – koordinasi untuk pengintegrasian sistem pengukuran kinerja dengan sistem administrasi pemerintahan yang lainnya baik p perencanaan, p g gg , penganggaran, p , pelaksanaan, p , penatausahaan, dan , pertanggungjawaban dadang-solihin.blogspot.com 34
  • 35.
    Contoh Penetapan IndikatorKinerja Utama yang telah Dikembangkan di Lingkungan Meneg PAN* 1. Nama Organisasi : Kementerian Negara PAN [diisi nama K/L atau SKPD] 2. Tugas : Membantu Presiden dalam merumuskan kebijakan dan koordinasi di bidang pendayagunaan aparatur negara 3. Fungsi : [diisi sesuai tupoksi K/L atau SKPD] No. Uraian Alasan a. Jumlah kebijakan di bidang p j g pendayagunaan aparatur negara y g p g Mengukur kinerja organisasi sesuai dengan g j g g tugas, fungsi, dan peran organisasi b. Jumlah instansi pemerintah yang melaksanakan penataan organisasi yang Mengukur kinerja organisasi untuk proporsional dan rasional mewujudkan aparatur negara yang bersih, efisien, efektif, produktif, dan sejahtera c. Jumlah CPNS yang direkrut dan ditempatkan sesuai dengan formasi jabatan baik dari honorer maupun pelamar umum d. Prosentase peningkatan renumerasi PNS e. Jumlah instansi pemerintah yang dapat dijadikan best practices implementasi tata pemerintahan yang baik f., f Prosentase instansi pemerintah yang dinilai akuntabel g. Penurunan jumlah temuan pemeriksaan oleh auditor eksternal h. Peningkatan Indeks Persepsi Korupsi dadang-solihin.blogspot.com * Sumber: Lampiran Permen PAN No. PER/11/M.PAN/08/2007 tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan 35 Kementerian Negara PAN
  • 36.
    Format Penetapan IndikatorKinerja Utama yang telah Dikembangkan di Lingkungan Meneg PAN*PAN 1. Nama Organisasi : [diisi nama Sekretariat K/L atau SKPD] 2. Tugas : [diisi sesuai tupoksi Sekretariat K/L atau SKPD] 3. Fungsi : [diisi sesuai tupoksi Unit Kerja K/L atau SKPD] No. Uraian Alasan Sumber Data * Sumber: Lampiran Permen PAN No. PER/11/M.PAN/08/2007 tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan 36 dadang-solihin.blogspot.com Kementerian Negara PAN
  • 37.
    Terima Kasih T i K ih dadang-solihin.blogspot.com 37