Bencana alam yang melanda Pulau Sumatera pada akhir November hingga Desember 2025—terutama di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—merupakan salah satu krisis kebencanaan terbesar dalam satu dekade terakhir.
Skala korban jiwa yang mendekati seribu orang, jutaan penduduk terdampak, kerusakan infrastruktur strategis, serta kerugian ekonomi puluhan triliun rupiah menunjukkan bahwa bencana ini telah melampaui kapasitas penanganan daerah.
Berdasarkan kajian konseptual serta penguatan bukti empiris dari media online nasional dan internasional, policy brief ini menyimpulkan bahwa penetapan Status Bencana Nasional bukan hanya relevan, tetapi strategis dan mendesak.
Status tersebut diperlukan untuk memperkuat komando nasional, mempercepat mobilisasi sumber daya, serta menjadi pintu masuk reformasi kebijakan mitigasi risiko bencana dan tata kelola sumber daya alam dalam rangka memperkokoh ketahanan nasional.