PENGAMATAN PENGARUH SUHU
TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI KACANG HIJAU
LAPORAN EKSPERIMEN
NITA DEWI MARDIANA
XII IPA 7 / 23
SMA NEGERI 2 SIDOARJO
TAHUN AJARAN 2012 – 2013
Page 2
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya
saya dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini tentang materi PENGARUH SUHU
TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI KACANG HIJAU untuk SMA kelas XII.
Karya tulis ilmiah ini diperuntukkan bagi siswa dan guru pada sekolah menengah atas
dan sederajatnya dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Oleh karena itu, guru dan
semua siswa kelas XII dapat menggunakan karya tulis ilmiah ini sebagai bahan untuk
mempelajari tentang PENGARUH SUHU TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI
KACANG HIJAU dalam mengembangkan ilmu BIOLOGI.
Dengan cakupan informasi yang telah saya dapatkan, saya berusaha untuk menyajikan
bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti sehingga mempermudah dalam
pembelajarannya.
Saya mengucapkan banyak terimakasih karena makalah ini mau diperhatikan. Oleh
karena itu, saya menerima kritik dan saran positif serta membangun untuk tugas makalah
berikutnya. Semoga makalah ini bermanfaat untuk kita semua. Amin.
Sidoarjo, 3 September 2013
Penulis
Page 3
DAFTAR ISI
Kata Pengantar……………………...…………………………………………………… 2
Daftar Isi………………………………………………………………………………… 3
BAB I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang……………………………………………………………………... 4
1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………………………. 5
1.3 Batasan Masalah…………………………………………………………………… 5
1.4 Tujuan Penelitian…………………………………………………………………... 5
1.5 Manfaat…………………………………………………………………………..... 5
BAB II Tinjauan Pustaka
2.1 Kacang Hijau
2.1.1 Sistematika Kacang Hijau ………………………………………………………... 6
2.1.2 Habitat atau Daerah Hidup ………………………………………………………. 7
2.1.3 Sejarah …………………………………………………………………………… 7
2.2 Perkecambahan
2.2.1 Definisi ………………………………………………………………………….. 8
2.2.2 Proses ……………………………………………………………………………. 9
2.3 Pengaruh Suhu
2.3.1 Transprasi Pada Sel ……………………………………………………………... 10
2.3.2 Beberapa proses fisiologis penting …………………………………………….... 10
BAB III Metode Penelitian
3.1 Hipotesis ….…………………………………………………………………………. 11
3.2 Variabel-Variabel ...…………………………………………………………………. ` 11
3.3 Perlakuan Eksperimen
3.3.1 Suhu …………………………………………………………………..………….. 11
3.3.2 Pertumbuhan dan Perkembangan Biji Kacang Hijau ………………….………… 11
3.4 Prosedur Eksperimen ……………………………………………………………….. 12
BAB IV Hasil Pengamatan
4.1 Data Hasil Pengamatan …………………………………………………………….. 13
4.2 Diskusi atau Analisis ………………………………………………………………. 15
BAB V Kesimpulan dan Saran
5.1 Kesimpulan ………………………………………………………………………… 17
5.2 Saran ……………………………………………………………………………….. 17
Daftar Pustaka …………………………………………………………………………. 18
Lampiran ………………………………………………………………………………. 19
Page 4
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Semua makhluk hidup dalam hidupnya mengalami proses perubahan biologis seperti
perubahan bentuk, ukur an, maupun volumenya. Perubahan tersebut terjadi disebabkan
semua organisme tersebut mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Tumbuhan
adalah makhluk hidup yang mempunyai ciri sebagaimana makhluk hidup lainnya. Salah
satu ciri tumbuhan adalah mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan
adalah pertambahan jumlah sel pada suatu organisme. Pertumbuhan bersifat tidak dapat
kembali (irreversible). Proses pertumbuhan biasanya diikuti dengan pertambahan berat
tubuh. Pertumbuhan diikuti dengan perkembangan yang merupakan proses saling terkait.
Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan diawali dengan pertumbuhan bakal biji dan
bakal buah .
Tahap berikutnya yaitu perkecambahan. tumbuhan yang telah mengalami
perkecambahan kemudian akan mengalami pertumbuhan sampai akhirnya menjadi
tumbuhan dewasa yang dapat menghasilkan biji kembali. Pertumbuhan pada tanaman
dapat dilihat dari makin besarnya suatu tanaman yang disebabkan oleh jumlah sel yang
bertambah banyak dan bertambah besar. Suatu kecambah akan tumbuh menjadi tanaman
yang utuh. Selain tumbuh, tanaman juga mengalami perkembangan, yaitu proses menuju
kedewasaan secara seksual di mana tanaman sudah siap untuk menghasilkan keturunan.
Faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan salah satunya
adalah suhu atau temperature. Suhu berpengaruh terhadap fisiologi tumbuhan, antara lain
mempengaruhi kerja enzim Oleh karena itu, suhu mempengaruhi proses pertumbuhan
tumbuhan. Berdasarkan hal tersebut kami memilih suhu untuk diamati pengaruhnya
terhadap pertumbuhan kacang hijau.
Suhu mempengaruhi semua kegiatan tumbuhan, seperti absorbs air, fotosintesis,
transpirasi, dan respirasi. Masing-masing spesies tumbuhan memiliki suhu optimal untuk
pertumbuhan atau suhu maksimal yang masih dapat ditoleransi.
Suhu optimum dibutuhkan oleh mengaktifkan enzim yang berperan dalam proses
metabolism. Suhu optimum adalah suhu yang paling baik untuk pertumbuhna tumbuhan.
Suhu yang paling baik untuk pertumbuhan yaitu sekitar 10°C-38°C.
Suhu yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menghambat enzim yang harus
diaktifkan untuk pertumbuhan tumbuhan. Oleh karena itu, saya memilih masalah ini
untuk membuktikan teori yang sudah ada benar bahwa suhu sebagai faktor terpenting
dalam pertumbuhan biji kacang hijau.
Page 5
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengaruh suhu terhadap pertumbuhan biji kacang hijau?
2. Perbedaan apa yang dialami pertumbuhan biji kacang hijau dalam suhu optimum
dibandingkan dengan pertumbuhan biji kacang hijau dalam suhu rendah?
1.3 Batasan Masalah
Pengamatan cukupnya suhu dalam pertumbuhan biji kacang hijau selama tujuh hari.
1.4 Tujuan Penelitian
1. Mengetahui pengaruh suhu terhadap pertumbuhan biji kacang hijau.
2. Mengetahui perbedaan yang dialami pertumbuhan biji kacang hijau dalam suhu
optimum dibandingkan dengan pertumbuhan biji kacang hijau dalam suhu rendah.
1.5 Manfaat
Dapat mengetahui suhu yang baik untuk pertumbuhan tanaman kacang hijau.
Page 6
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kacang Hijau
2.1.1 Sistematika Kacang hijau
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Family : Fabaceae
Genus : Vigna
Species : Vigna radiata (L)
Perakaran tanaman kancang hijau bercabang banyak dan membentuk bintik akar
(nodula). Semakin banyak nodula akar, maka semakin tinggi kandungan nitrogen
sehingga menyuburkan tanah.
Kacang hijau merupakan tumbuhan semusim yang tegak, percabangannya
bermula dari buku terbawah. Ketinggian kacang hijau bervariasi antara 30-60 cm.
cabangnya menyamping pada batang utama berbentuk bulat dan berbulu, berwarna
hijau d nada yang ungu.
Daun kacang hijau termasuk trifolat (dalam satu tangkai terdapat tiga helai daun),
letaknya berselingan dan berbentuk oval berwarna hijau muda sampai hijau tua.
Bungan kacang hijau termasuk bunga sempurna(hermaphrodite), dapat menyerbuk
sendiri, berbentuk kupu-kupu dan berwarna kuning. Biasanya berbunga 30-70 hari, dan
polongnya menjadi tua 60-120 hari setelah tanam. Sewaktu muda polong berwarna
hijau dan setelah tua berwarna hitam atau coklat. Setiap polong berisi 10-15 biji.
Biji kacang hijau berbentuk bulat kecil dengan berat tiap butir 0,5mg-0,8mg atau
berat per 1000 butir antara 36 -78 gram dan berwarna hijau.
Page 7
2.1.2 Habitat atau Daerah Hidup
Iklim : Daerah iklim hangat dan di daerah subtropik. Tumbuh dibawah suhu rata-rata
yang berkisar 20°C-40°C dengan suhu optimumnya 20°C-30°C.
Tanah : Jenis tanah liat berlempung atau tanah lempung yang banyak mengandung
bahan organic, sepert tanah podsolik merah kuning dan latosol, dan tunbuh
subur pada tanah liat berpasir yang cukup kering dengan pH 5,5-7,0.
2.1.3 Sejarah
Tanaman kacang hijau diduga berasal dari kawasan India dan telah lama dikenal
sebagai tumbuhan kacang dan ditanam oleh para petani di Indonesia. Kacang hijau
memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan tanaman kacang-kacangan
yang lain yaitu :
1. Lebih tahan terhadap kekeringan.
2. Hama dan penyakit relative sedikit.
3. Panen relative cepat, pada umur 55-60 hari.
4. Cara tanam dan pengelolaan dilapangannya serta perlakuan pasca panen relative
mudah.
5. Kegagalan panen total relatif kecil.
6. Harga jual tinggi dan stabil.
7. Dapat dikonsumsi langsung dengan pengolahan yang mudah.
Pengembangan kacang hijau pada lahan kering harus disesuaikan dengan pola
tanam setempat. Karakteristik kacang hijau pada lahan kering akan ditanam pada
musim kemarau sesudah komoditas utama, yaitu padi gogo atau jagung. Kacang hijau
ditanam sebagai tanaman ketiga untuk lahan kering beriklim basah dengan pola padi
gogo-jagung-kacang hijau, padi gogo-kedelai-kacang hijau, atau jagung-kedelai-
kacang hijau. Pada lahan kering beriklim kering ditanam dengan pola: jagung-kacang
hijau, dan/atau kacang tanah-kacang hijau.
Kacang Hijau (phaseolus radiatus Linn) dapat digunakan untuk mengobati
desentri. Daunnya berbentuk segitiga bersirip dan bunganya berbentuk kupu-kupu
dengan biji berkulit hijau ini memiliki kandungan amylum, besi, belerang, protein,
lemak nabati, kalsium, magnesium, mangaan, niasin, vitamin A, B1 dan B2. Untuk
mengobati desentri hanya dengan cara dibubur dan makan, diikuti dengan makan 2
butir telur ayam yang dipindang serta minum air hangat. lakukan 2-3 kali sehari secara
teratur. Selain itu kecubung juga dapat digunakan sebagai pereda pegal-pegal yang
diderita pada otot-otot tubuh kita, hanya dengan menumbuk daunnya dan dibalurkan
kedalam bagian otot yang terasa pegal. Beberapas aat kemudia rasa sakit itu akan
segera berkurang.Kecubung atau Daturametel adalah tanaman yang banyak
mengandung alkaloid atau zat racun yang terkombinasi dari hyosiamin (tiamin) dan
skopolanum. Zat ini terbanyak didapat pada biji dan akarnya.
Page 8
2.2 Perkecambahan
2.2.1 Definisi
Perkecambahan adalah peristiwa tumbuhnya embrio di dalam biji menjadi
tanaman baru. Biji akan berkecambah jika berada dalam lingkungan yang sesuai.
Proses perkecambahan ini memerlukan suhu yang cocok, banyaknya air yang
memadai, persediaan oksigen yang cukup, kelembapan, dan cahaya. Struktur biji yang
berbeda antara tumbuhan monokotil dan dikotil akan menghasilkan struktur kecambah
yang berbeda pula. Pada tumbuhan monokotil, struktur kecambah meliputi radikula,
akar primer, plumula, koleoptil, dan daun pertama. Sedangkan, pada kecambah
tumbuhan dikotil terdiri atas akar primer, hipokotil, kotiledon, epikotil, dan daun
pertama. Berdasarkan letak kotiledonnya, perkecambahan dapat dibedakan menjadi
dua, yaitu epigeal dan hipogeal.
a. Pada perkecambahan epigeal, kotiledon terdapat di permukaan tanah karena
terdorong oleh pertumbuhan hipokotil yang memanjang ke atas.
b. Pada perkecambahan hipogeal, kotiledon tetap berada di bawah tanah, sedangkan
plumula keluar dari permukaan tanah disebabkan pertumbuhan epikotil yang
memanjang ke arah atas.
Pada dikotil tidak muncul koleoptil. Dari dalam tanah, kotiledonnya akan muncul
ke atas permukaan tanah bersamaan dengan munculnya daun pertama. Kotiledon akan
memberi makan bakal daun dan bakal akar sampai keduanya dapat mengadakan
fotosintesis. Itulah sebabnya, lama-kelamaan kotiledon menjadi kecil dan kisut.
Perkecambahan yang kotiledonnya terangkat ke permukaan tanah dinamakan
perkecambahan epigeal.
Page 9
2.2.2 Proses
Perkecambahan diawali dengan penyerapan air dari lingkungan sekitar biji, baik
tanah, udara, maupun media lainnya. Perubahan yang teramati adalah membesarnya
ukuran biji yang disebut tahap imbibisi. Biji menyerap air dari lingkungan
sekelilingnya, baik dari tanah maupun udara dalam bentuk embun atau uap air. Efek
yang terjadi adalah membesarnya ukuran biji karena sel-sel embrio membesar dan biji
melunak. Proses ini murni fisik.
Kehadiran air di dalam sel mengaktifkan sejumlah enzim perkecambahan awal.
Fitohormon asam absisat menurut kadarnya, semntara giberelin meningkat. Perubahan
pengendalian ini merangsang pembelahan sel di bagian yang aktif melakukan mitosis,
seperti di bagian ujung radikula. Akibatnya ukuran radikula semakin besar dan kulit
atau cangkang biji terdesak dari dalam, yang pada akhirnya pecah. Pada tahap ini
diperlukan prasyarat bahwa cangkang biji cukup lunak bagi embrio untuk dipecah.
Page 10
2.3 Pengaruh Suhu
2.3.1 Transpirasi pada sel
Transpirasi dapat diartikan sebagai proses kehilangan air dalam bentuk uap dari
jaringan tumbuhan melalui stomata. Kemungkinan kehilangan air dari jaringan
tanaman melalui bagian tanaman yang lain dapat saja terjadi, tetapi porsi kehilangna
tersebut sangat kecil dibanding dengan yang hilang melalui stomata.
Merupakan faktor lingkungan yang terpenting yang mempengaruhi transpirasi daun
yang ada dalam keadaan turgor. Suhu daun di dalam naungan kurang lebih sama
dengan suhu udara, tetapi daun yang kena sinar matahari mempunyai suhu 10o -20o F
lebih tinggi daripada suhu udara
Pengaruh tempratur terhadap transpirasi daun dapat pula ditinjau dari sudut lain,
yaitu didalam hubungannya dengan tekanan uap air di dalam daun dan tekanan uap air
di luar daun. Kenaikan tempratur menambah tekanan uap di dalam daun. Kenaikan
temperatur itu sudah barang tentu juga menambah tekanan uap di luar daun, akan tetapi
berhubung udara di luar daun itu tidak di dalam ruang yang terbatas, maka tekanan uap
tiada akan setinggi tekanan uap yang terkurung didalam daun. Akibat dari pada
perbedaan tekanan ini, maka uap air akan mudah berdifusi dari dalam daun ke udara
bebas.
2.3.2 Beberapa proses fisiologis penting
Bukaan stomata, laju transpirasi, laju penyerapan air dan nutrisi, fotosintesis, dan
respirasi.
Peningkatan suhu sampai titik optimum akan diikuti oleh peningkatan proses di atas
Setelah melewati titik optimum, proses tersebut mulai dihambat: baik secara fisik
maupun kimia, menurunnya aktifitas enzim (enzim terdegradasi)
Page 11
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Hipotesis
Suhu berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau
(perkecambahan biji kacang hijau).
3.2 Variabel – Variabel
Variabel Independen atau Variabel Bebas :
Suhu
Variabel Dependen atau Variabel Terikat :
Pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau.
Variabel Kontrol :
Cahaya, air, kelembaban, nutrisi.
3.3 Perlakuan Eksperimen
3.3.1 Suhu
Di dalam percobaan ini saya tentukan besar suhu dalam pengukuran yaitu sebagai
berikut :
a. Perlakuan 1 biji ditempatkan di dalam suhu dingin (suhu lemari es)
b. Perlakuan 2 biji ditempatkan di dalam suhu kamar (suhu ruangan)
c. Perlakuan 3 biji ditempatkan di dalam suhu teduh (suhu di bawah pohon)
d. Perlakuan 4 biji ditempatkan di dalam suhu panas (sinar matahari)
3.3.2 Pertumbuhan dan Perkembangan Biji Kacang Hijau
a. Diukur dengan melihat penambahan panjang batang kecambah (dalam satuan cm).
b. Diukur dengan melihat warna, lebar (dalam cm), dan banyaknya daun.
c. Diukur dengan melihat panjang akar kecambah setelah dicabut pada hari terakhir
penelitian.
Page 12
3.4 Prosedur Eksperimen
 Alat
~Thermometer
~Penggaris
 Bahan
~Biji kacang hijau (40 biji)
~Tanah
~Gelas plastik bekas
~Air
 Cara Kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang di perlukan.
2. Pilihlah biji kacang hijau yang sehat kemudian rendam biji kacang hijau tersebut
selama beberapa jam.
3. Buatlah empat media dengan memasukkan tanah secukupnya ke dalam gelas
plastik bekas.
4. Kemudian tanamlah biji kacang hijau yang sudah di rendam tersebut pada media
yang sudah di buat dan masing-masing media di tanam 10 biji kacang hijau.
5. Berilah tanda pada setiap media yang sudah di Tanami kacang hijau tersebut
dengan bendera.
6. Letakkanlah setiap media yang telah di tanami tersebut pada tempat yang berbeda
seperti di bawah pohon, di tempat yang terkena sinar matahari, di kamar dan di
dalam kulkas.
7. Ukurlah suhu di setiap tempat tersebut serta siramlah masing-masing dengan air
secukupnya setiap dua hari sekali kemudian catatlah perubahannya.
8. Amati pertumbuhan dan perkembangan pada kacang hijau tersebut. Ukurlah
panjang batang dan daunnya setiap dua hari sekali dan catatlah perubahannya.
Sedangkan untuk akar di ukur saat hari terakhir percobaan.
Page 13
BAB IV
HASIL PENGAMATAN
4.1 Data Hasil Pengamatan
Tanggal Pelaksanaan Pengamatan : 24 s.d 30 Agustus 2013
TABEL PENGUKURAN SUHU
HARI TEMPAT SUHU
Kedua
25 Agustus
2013
Di dalam lemari es 120
C
Di dalam ruangan 260
C
Di bawah pohon 290
C
Di bawah sinar matahari 310
C
Keempat
27 Agustus
2013
Di dalam lemari es 120
C
Di dalam ruangan 240
C
Di bawah pohon 270
C
Di bawah sinar matahari 300
C
Keenam
29 Agustus
2013
Di dalam lemari es 0,70
C
Di dalam ruangan 250
C
Di bawah pohon 300
C
Di bawah sinar matahari 320
C
Tabel pengukuran kuantitatif dan kualitatif
1. Panjang batang (dalam cm)
Hari Gelas B di dalam ruangan
2 2 3 2,7 2,1 2,3 3,4 2,4 2 2,1 3,1
4 15 8 13 11 3 4 7 4 5 9
6 10 15 11 13 17 14 16 18 11 9
Hari Gelas C di bawah pohon
2 1 0,8 1,2 1,2 1,3 1,1 1,5 0,9 1,3 1,3
4 7 6,5 6 5 4,5 5 5,2 4 5 5
6 5,5 8 7 6 7 7,5 8 6 5,5 8
Hari Gelas D di bawah sinar matahari
2 0,7 0,8 0,5 0,9 0,8 0,7 1 0,9 0,7 0,8
4 1,5 2 1,7 1,5 2,5 2 1,5 2,1 2 2
6 3 2,5 3 3,5 4 4,5 3,5 2,3 3 2,5
Page 14
2. Panjang daun (dalam cm)
Gelas B di dalam ruangan
Hari Panjang daun
2 0,3 0,4 0,3 0,4 0,4 0,3 0,3 0,2 0 0
4 1 1,3 1,4 1,5 1 1,3 1,4 1,3 1,3 1
6 2 2 1,5 3 1,5 2 1,5 1,4 1,7 1,5
Gelas C di bawah pohon
Hari Panjang daun
2 0,5 0,7 0,5 0,7 0,4 0,5 0,5 0,5 0,5 0,4
4 1,5 1,8 1,3 1,3 1,5 1,5 1,7 1,4 1,5 1,8
6 2,5 2,1 2,1 2,3 2,8 2,6 2,1 2 2,3 2,6
Gelas D di bawah sinar matahari
Hari Panjang daun
2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
6 0,3 0,5 0,7 0,3 0,4 0,5 0,4 0,5 0,5 0,4
3. Panjang akar
Pada percobaan kali ini panjang akar diukur setelah tanaman dicabut atau pada hari
terakhir penelitian.
a. Gelas B 14,5-18 cm.
b. Gelas C panjang akar 3-8 cm
c. Gelas D panjang akar 3-6 cm
Catatan :
*Untuk gelas A yang diletakkan di dalam lemari es tidak dibuat tabelnya karena dari
penelitian tidak ada perubahan sama sekali, artinya tumbuhan kacang hijau yang diletakkan
di dalam lemari es tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan pada penelitian kali ini.
Page 15
4.2 Diskusi atau Analisis
Berdasarkan hasil penelitian yang telah saya lakukan diketahui bahwa pertumbuhan
dan perkembangan pada tanaman kacang hijau pada setiap tempat yang berbeda yaitu di
dalam ruangan, di dalam lemari es, di bawah pohon, dan di meja terkena sinar matahari
menunjukkan banyak perbedaan.
Tanaman kacang hijau yang ditempatkan di dalam kulkas sama sekali tidak
berkembang. Tanaman kacang hijau yang ditempatkan di dalam ruangan tumbuh paling
tinggi diantara yang lainnya namun tidak berwarna hijau subur karena kurangnya cahaya
matahari yang diperoleh. Tanaman kacang hijau yang ditempatkan di bawah pohon dengan
tempat sejuk dan cukup mendapat sinar matahari tumbuh baik dan berwarna hijau subur.
Tanaman kacang hijau yang ditempatkan di atas meja dengan terkena paling banyak sinar
matahari tumbuh kurang subur dan berwarna hijau karena banyak terkena cahaya matahari.
Perkecambahan tanaman kacang hijau yang ditempatkan di dalam ruangan lebih cepat
dibandingkan dengan perkecambahan tanaman kacang hijau yang ditempatkan di dalam
lemari es, di bawah pohon, ataupun di tempat terbuka yang terkena banyak sinar matahari.
Tumbuhan memiliki suhu optimum untuk dapat tumbuh dan berkembang. Suhu
optimum merupakan suhu yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman secara ideal. Selain
suhu optimum, tanaman juga mempunyai suhu maksimum dan minimum yang bisa diterima
olehnya. Suhu maksimum merupakan suhu tertinggi yang memungkinkan tumbuhan masih
dapat bertahan hidup. Suhu minimum merupakan suhu terendah yang memungkinkan
tumbuhan bertahan hidup.
Secara teori umumnya tumbuhan tidak tumbuh di bawah suhu 0°C dan di atas 40°C.
Suhu yang dikehendaki atau yang baik bagi pertumbuhan adalah 20°C – 37°C. Sedangkan
dalam percobaan yang telah saya lakukan jika di urutkan berdasarkan cepat dan lambatnya
pertumbuhan dan perkembangannya di ketahui bahwa rentang suhu yang cocok adalah 24° C
- 30° C (dalam ruangan), kemudian 27° C - 30° C (di bawah pohon), selanjutnya 30° C - 32°
C (tempat yang terkena sinar matahari) dan di atas 12°C (di dalam lemari es). Jadi, suhu yang
baik untuk pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau berkisar antara 24° C - 32° C.
Kenaikan temperatur menambah tekanan uap di dalam daun. Kenaikan tempratur itu
sudah barang tentu juga menambah tekanan uap di luar daun, akan tetapi berhubung udara di
luar daun itu tidak di dalam ruang yang terbatas, maka tekanan uap tiada akan setinggi
tekanan uap yang terkurung didalam daun. Akibat dari pada perbedaan tekanan ini, maka uap
air akan mudah berdifusi dari dalam daun ke udara bebas.
Suhu mempengaruhi beberapa proses fisiologis penting: bukaan stomata, laju
transpirasi, laju penyerapan air dan nutrisi, fotosintesis, dan respirasi. Peningkatan suhu
sampai titik optimum akan diikuti oleh peningkatan proses di atas. Setelah melewati titik
optimum, proses tersebut mulai dihambat: baik secara fisik maupun kimia, menurunnya
aktifitas enzim (enzim terdegradasi).
Jadi, suhu mempengaruhi proses pertumbuhan tumbuhan dengan mempengaruhi laju
proses transpirasi, translokasi, respirasi, hingga fotosintesis. Yang mana semakin optimum
Page 16
suhu yang mempengaruhi maka laju proses-proses tersebut akan optimum juga. Sehingga
proses pertumbuhan akan optimum pula.
Sebenarnya pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau selain di pengaruhi oleh
suhu (temperature) juga dipengaruhi oleh nutrisi, cahaya, air dan kelembaban. Pada
percobaan yang kami lakukan ini juga dapat di ketahui bahwa intensitas cahaya dapat
mempengaruhi tinggi rendahnya suhu. Selain itu, pemberian air setiap harinya juga
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.
Page 17
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dalam tanaman kacang hijau yang ditanam pada populasi satu tanaman dan
pemberian air setiap hari memberikan hasil yang paling baik dari pada populasi lima
tanaman dan pemberian air tiap hari.
Dengan perlakuan populasi satu tanaman dan pemberiaan air tiap hari memberikan
tinggi tanaman tertinggi yaitu 57 cm, jumlah daun terbanyak yaitu 3,2 helai, luas daun
terluas 226, 08 cm2 dan bobot kering 7,40 g. Sedangkan pada perlakuan poulasi lima
tanaman dan pemberian air tiap hari menghasilkan tinggi tanaman terpendek yaitu 37,22
cm, jumlah daun 2,12 helai daun. Dan luas daun paling sempit yaitu 58,81 cm2., bobot
kering paling ringan yaitu 2,02 g.
5.2 Saran
Dari karya ilmiah kami menyarankan :
1. Bahwa dalam penanaman kacang hijau perlu dilakukan pemeliharaan seperti penyiraman
secara teratur sesuai dengan kebutuhan tanaman kacanag hijau.
2. Jarak tanam perlu diatur dan populasi jangan terlalu padat pada areal yang sempit agar
tidak terjadi persaingan dalam memanfaatkan sumberdaya, seperti sinar matahari, air,
dan unsur hara.
3. Dalam pengambilan pengukuran data hendaknya satu orang tersebut saja yang
mengukurnya agar tidak terjadi kesalahan dalam penghitungan komponen pengamatan.
4. Dalam menyiram tanaman di polybag hendaknya tidak mengganggu kelompok lain yang
bukan jadwal penyiramannya. Hendaknya menyiram tanamannya dibawah yaitu di
lantai.
Page 18
Daftar Pustaka
http://rikihidayathidayat.blogspot.com/2012/01/makalah-budidaya-kacang-hijau.html#close
http://indrasatrio06.blogspot.com/2012/10/sejarah-kacang-hijau.html
http://www.proseanet.org/prohati4/printer.php?photoid=328
http://www.wikipedia.com/
Page 19
Lampiran
Alat dan bahan
Hari ke-2 tanggal 25 Agustus 2013
Page 20
Hari ke-4 tanggal 27 Agustus 2013
Hari ke-6 tanggal 29 Agustus 2013

Pengamatan pengaruh suhu

  • 1.
    PENGAMATAN PENGARUH SUHU TERHADAPPERKECAMBAHAN BIJI KACANG HIJAU LAPORAN EKSPERIMEN NITA DEWI MARDIANA XII IPA 7 / 23 SMA NEGERI 2 SIDOARJO TAHUN AJARAN 2012 – 2013
  • 2.
    Page 2 KATA PENGANTAR Pujidan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini tentang materi PENGARUH SUHU TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI KACANG HIJAU untuk SMA kelas XII. Karya tulis ilmiah ini diperuntukkan bagi siswa dan guru pada sekolah menengah atas dan sederajatnya dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Oleh karena itu, guru dan semua siswa kelas XII dapat menggunakan karya tulis ilmiah ini sebagai bahan untuk mempelajari tentang PENGARUH SUHU TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI KACANG HIJAU dalam mengembangkan ilmu BIOLOGI. Dengan cakupan informasi yang telah saya dapatkan, saya berusaha untuk menyajikan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti sehingga mempermudah dalam pembelajarannya. Saya mengucapkan banyak terimakasih karena makalah ini mau diperhatikan. Oleh karena itu, saya menerima kritik dan saran positif serta membangun untuk tugas makalah berikutnya. Semoga makalah ini bermanfaat untuk kita semua. Amin. Sidoarjo, 3 September 2013 Penulis
  • 3.
    Page 3 DAFTAR ISI KataPengantar……………………...…………………………………………………… 2 Daftar Isi………………………………………………………………………………… 3 BAB I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang……………………………………………………………………... 4 1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………………………. 5 1.3 Batasan Masalah…………………………………………………………………… 5 1.4 Tujuan Penelitian…………………………………………………………………... 5 1.5 Manfaat…………………………………………………………………………..... 5 BAB II Tinjauan Pustaka 2.1 Kacang Hijau 2.1.1 Sistematika Kacang Hijau ………………………………………………………... 6 2.1.2 Habitat atau Daerah Hidup ………………………………………………………. 7 2.1.3 Sejarah …………………………………………………………………………… 7 2.2 Perkecambahan 2.2.1 Definisi ………………………………………………………………………….. 8 2.2.2 Proses ……………………………………………………………………………. 9 2.3 Pengaruh Suhu 2.3.1 Transprasi Pada Sel ……………………………………………………………... 10 2.3.2 Beberapa proses fisiologis penting …………………………………………….... 10 BAB III Metode Penelitian 3.1 Hipotesis ….…………………………………………………………………………. 11 3.2 Variabel-Variabel ...…………………………………………………………………. ` 11 3.3 Perlakuan Eksperimen 3.3.1 Suhu …………………………………………………………………..………….. 11 3.3.2 Pertumbuhan dan Perkembangan Biji Kacang Hijau ………………….………… 11 3.4 Prosedur Eksperimen ……………………………………………………………….. 12 BAB IV Hasil Pengamatan 4.1 Data Hasil Pengamatan …………………………………………………………….. 13 4.2 Diskusi atau Analisis ………………………………………………………………. 15 BAB V Kesimpulan dan Saran 5.1 Kesimpulan ………………………………………………………………………… 17 5.2 Saran ……………………………………………………………………………….. 17 Daftar Pustaka …………………………………………………………………………. 18 Lampiran ………………………………………………………………………………. 19
  • 4.
    Page 4 BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang Semua makhluk hidup dalam hidupnya mengalami proses perubahan biologis seperti perubahan bentuk, ukur an, maupun volumenya. Perubahan tersebut terjadi disebabkan semua organisme tersebut mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Tumbuhan adalah makhluk hidup yang mempunyai ciri sebagaimana makhluk hidup lainnya. Salah satu ciri tumbuhan adalah mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan adalah pertambahan jumlah sel pada suatu organisme. Pertumbuhan bersifat tidak dapat kembali (irreversible). Proses pertumbuhan biasanya diikuti dengan pertambahan berat tubuh. Pertumbuhan diikuti dengan perkembangan yang merupakan proses saling terkait. Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan diawali dengan pertumbuhan bakal biji dan bakal buah . Tahap berikutnya yaitu perkecambahan. tumbuhan yang telah mengalami perkecambahan kemudian akan mengalami pertumbuhan sampai akhirnya menjadi tumbuhan dewasa yang dapat menghasilkan biji kembali. Pertumbuhan pada tanaman dapat dilihat dari makin besarnya suatu tanaman yang disebabkan oleh jumlah sel yang bertambah banyak dan bertambah besar. Suatu kecambah akan tumbuh menjadi tanaman yang utuh. Selain tumbuh, tanaman juga mengalami perkembangan, yaitu proses menuju kedewasaan secara seksual di mana tanaman sudah siap untuk menghasilkan keturunan. Faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan salah satunya adalah suhu atau temperature. Suhu berpengaruh terhadap fisiologi tumbuhan, antara lain mempengaruhi kerja enzim Oleh karena itu, suhu mempengaruhi proses pertumbuhan tumbuhan. Berdasarkan hal tersebut kami memilih suhu untuk diamati pengaruhnya terhadap pertumbuhan kacang hijau. Suhu mempengaruhi semua kegiatan tumbuhan, seperti absorbs air, fotosintesis, transpirasi, dan respirasi. Masing-masing spesies tumbuhan memiliki suhu optimal untuk pertumbuhan atau suhu maksimal yang masih dapat ditoleransi. Suhu optimum dibutuhkan oleh mengaktifkan enzim yang berperan dalam proses metabolism. Suhu optimum adalah suhu yang paling baik untuk pertumbuhna tumbuhan. Suhu yang paling baik untuk pertumbuhan yaitu sekitar 10°C-38°C. Suhu yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menghambat enzim yang harus diaktifkan untuk pertumbuhan tumbuhan. Oleh karena itu, saya memilih masalah ini untuk membuktikan teori yang sudah ada benar bahwa suhu sebagai faktor terpenting dalam pertumbuhan biji kacang hijau.
  • 5.
    Page 5 1.2 RumusanMasalah 1. Bagaimana pengaruh suhu terhadap pertumbuhan biji kacang hijau? 2. Perbedaan apa yang dialami pertumbuhan biji kacang hijau dalam suhu optimum dibandingkan dengan pertumbuhan biji kacang hijau dalam suhu rendah? 1.3 Batasan Masalah Pengamatan cukupnya suhu dalam pertumbuhan biji kacang hijau selama tujuh hari. 1.4 Tujuan Penelitian 1. Mengetahui pengaruh suhu terhadap pertumbuhan biji kacang hijau. 2. Mengetahui perbedaan yang dialami pertumbuhan biji kacang hijau dalam suhu optimum dibandingkan dengan pertumbuhan biji kacang hijau dalam suhu rendah. 1.5 Manfaat Dapat mengetahui suhu yang baik untuk pertumbuhan tanaman kacang hijau.
  • 6.
    Page 6 BAB II TINJAUANPUSTAKA 2.1 Kacang Hijau 2.1.1 Sistematika Kacang hijau Kingdom : Plantae Divisi : Magnoliophyta Class : Magnoliopsida Ordo : Fabales Family : Fabaceae Genus : Vigna Species : Vigna radiata (L) Perakaran tanaman kancang hijau bercabang banyak dan membentuk bintik akar (nodula). Semakin banyak nodula akar, maka semakin tinggi kandungan nitrogen sehingga menyuburkan tanah. Kacang hijau merupakan tumbuhan semusim yang tegak, percabangannya bermula dari buku terbawah. Ketinggian kacang hijau bervariasi antara 30-60 cm. cabangnya menyamping pada batang utama berbentuk bulat dan berbulu, berwarna hijau d nada yang ungu. Daun kacang hijau termasuk trifolat (dalam satu tangkai terdapat tiga helai daun), letaknya berselingan dan berbentuk oval berwarna hijau muda sampai hijau tua. Bungan kacang hijau termasuk bunga sempurna(hermaphrodite), dapat menyerbuk sendiri, berbentuk kupu-kupu dan berwarna kuning. Biasanya berbunga 30-70 hari, dan polongnya menjadi tua 60-120 hari setelah tanam. Sewaktu muda polong berwarna hijau dan setelah tua berwarna hitam atau coklat. Setiap polong berisi 10-15 biji. Biji kacang hijau berbentuk bulat kecil dengan berat tiap butir 0,5mg-0,8mg atau berat per 1000 butir antara 36 -78 gram dan berwarna hijau.
  • 7.
    Page 7 2.1.2 Habitatatau Daerah Hidup Iklim : Daerah iklim hangat dan di daerah subtropik. Tumbuh dibawah suhu rata-rata yang berkisar 20°C-40°C dengan suhu optimumnya 20°C-30°C. Tanah : Jenis tanah liat berlempung atau tanah lempung yang banyak mengandung bahan organic, sepert tanah podsolik merah kuning dan latosol, dan tunbuh subur pada tanah liat berpasir yang cukup kering dengan pH 5,5-7,0. 2.1.3 Sejarah Tanaman kacang hijau diduga berasal dari kawasan India dan telah lama dikenal sebagai tumbuhan kacang dan ditanam oleh para petani di Indonesia. Kacang hijau memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan tanaman kacang-kacangan yang lain yaitu : 1. Lebih tahan terhadap kekeringan. 2. Hama dan penyakit relative sedikit. 3. Panen relative cepat, pada umur 55-60 hari. 4. Cara tanam dan pengelolaan dilapangannya serta perlakuan pasca panen relative mudah. 5. Kegagalan panen total relatif kecil. 6. Harga jual tinggi dan stabil. 7. Dapat dikonsumsi langsung dengan pengolahan yang mudah. Pengembangan kacang hijau pada lahan kering harus disesuaikan dengan pola tanam setempat. Karakteristik kacang hijau pada lahan kering akan ditanam pada musim kemarau sesudah komoditas utama, yaitu padi gogo atau jagung. Kacang hijau ditanam sebagai tanaman ketiga untuk lahan kering beriklim basah dengan pola padi gogo-jagung-kacang hijau, padi gogo-kedelai-kacang hijau, atau jagung-kedelai- kacang hijau. Pada lahan kering beriklim kering ditanam dengan pola: jagung-kacang hijau, dan/atau kacang tanah-kacang hijau. Kacang Hijau (phaseolus radiatus Linn) dapat digunakan untuk mengobati desentri. Daunnya berbentuk segitiga bersirip dan bunganya berbentuk kupu-kupu dengan biji berkulit hijau ini memiliki kandungan amylum, besi, belerang, protein, lemak nabati, kalsium, magnesium, mangaan, niasin, vitamin A, B1 dan B2. Untuk mengobati desentri hanya dengan cara dibubur dan makan, diikuti dengan makan 2 butir telur ayam yang dipindang serta minum air hangat. lakukan 2-3 kali sehari secara teratur. Selain itu kecubung juga dapat digunakan sebagai pereda pegal-pegal yang diderita pada otot-otot tubuh kita, hanya dengan menumbuk daunnya dan dibalurkan kedalam bagian otot yang terasa pegal. Beberapas aat kemudia rasa sakit itu akan segera berkurang.Kecubung atau Daturametel adalah tanaman yang banyak mengandung alkaloid atau zat racun yang terkombinasi dari hyosiamin (tiamin) dan skopolanum. Zat ini terbanyak didapat pada biji dan akarnya.
  • 8.
    Page 8 2.2 Perkecambahan 2.2.1Definisi Perkecambahan adalah peristiwa tumbuhnya embrio di dalam biji menjadi tanaman baru. Biji akan berkecambah jika berada dalam lingkungan yang sesuai. Proses perkecambahan ini memerlukan suhu yang cocok, banyaknya air yang memadai, persediaan oksigen yang cukup, kelembapan, dan cahaya. Struktur biji yang berbeda antara tumbuhan monokotil dan dikotil akan menghasilkan struktur kecambah yang berbeda pula. Pada tumbuhan monokotil, struktur kecambah meliputi radikula, akar primer, plumula, koleoptil, dan daun pertama. Sedangkan, pada kecambah tumbuhan dikotil terdiri atas akar primer, hipokotil, kotiledon, epikotil, dan daun pertama. Berdasarkan letak kotiledonnya, perkecambahan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu epigeal dan hipogeal. a. Pada perkecambahan epigeal, kotiledon terdapat di permukaan tanah karena terdorong oleh pertumbuhan hipokotil yang memanjang ke atas. b. Pada perkecambahan hipogeal, kotiledon tetap berada di bawah tanah, sedangkan plumula keluar dari permukaan tanah disebabkan pertumbuhan epikotil yang memanjang ke arah atas. Pada dikotil tidak muncul koleoptil. Dari dalam tanah, kotiledonnya akan muncul ke atas permukaan tanah bersamaan dengan munculnya daun pertama. Kotiledon akan memberi makan bakal daun dan bakal akar sampai keduanya dapat mengadakan fotosintesis. Itulah sebabnya, lama-kelamaan kotiledon menjadi kecil dan kisut. Perkecambahan yang kotiledonnya terangkat ke permukaan tanah dinamakan perkecambahan epigeal.
  • 9.
    Page 9 2.2.2 Proses Perkecambahandiawali dengan penyerapan air dari lingkungan sekitar biji, baik tanah, udara, maupun media lainnya. Perubahan yang teramati adalah membesarnya ukuran biji yang disebut tahap imbibisi. Biji menyerap air dari lingkungan sekelilingnya, baik dari tanah maupun udara dalam bentuk embun atau uap air. Efek yang terjadi adalah membesarnya ukuran biji karena sel-sel embrio membesar dan biji melunak. Proses ini murni fisik. Kehadiran air di dalam sel mengaktifkan sejumlah enzim perkecambahan awal. Fitohormon asam absisat menurut kadarnya, semntara giberelin meningkat. Perubahan pengendalian ini merangsang pembelahan sel di bagian yang aktif melakukan mitosis, seperti di bagian ujung radikula. Akibatnya ukuran radikula semakin besar dan kulit atau cangkang biji terdesak dari dalam, yang pada akhirnya pecah. Pada tahap ini diperlukan prasyarat bahwa cangkang biji cukup lunak bagi embrio untuk dipecah.
  • 10.
    Page 10 2.3 PengaruhSuhu 2.3.1 Transpirasi pada sel Transpirasi dapat diartikan sebagai proses kehilangan air dalam bentuk uap dari jaringan tumbuhan melalui stomata. Kemungkinan kehilangan air dari jaringan tanaman melalui bagian tanaman yang lain dapat saja terjadi, tetapi porsi kehilangna tersebut sangat kecil dibanding dengan yang hilang melalui stomata. Merupakan faktor lingkungan yang terpenting yang mempengaruhi transpirasi daun yang ada dalam keadaan turgor. Suhu daun di dalam naungan kurang lebih sama dengan suhu udara, tetapi daun yang kena sinar matahari mempunyai suhu 10o -20o F lebih tinggi daripada suhu udara Pengaruh tempratur terhadap transpirasi daun dapat pula ditinjau dari sudut lain, yaitu didalam hubungannya dengan tekanan uap air di dalam daun dan tekanan uap air di luar daun. Kenaikan tempratur menambah tekanan uap di dalam daun. Kenaikan temperatur itu sudah barang tentu juga menambah tekanan uap di luar daun, akan tetapi berhubung udara di luar daun itu tidak di dalam ruang yang terbatas, maka tekanan uap tiada akan setinggi tekanan uap yang terkurung didalam daun. Akibat dari pada perbedaan tekanan ini, maka uap air akan mudah berdifusi dari dalam daun ke udara bebas. 2.3.2 Beberapa proses fisiologis penting Bukaan stomata, laju transpirasi, laju penyerapan air dan nutrisi, fotosintesis, dan respirasi. Peningkatan suhu sampai titik optimum akan diikuti oleh peningkatan proses di atas Setelah melewati titik optimum, proses tersebut mulai dihambat: baik secara fisik maupun kimia, menurunnya aktifitas enzim (enzim terdegradasi)
  • 11.
    Page 11 BAB III METODEPENELITIAN 3.1 Hipotesis Suhu berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau (perkecambahan biji kacang hijau). 3.2 Variabel – Variabel Variabel Independen atau Variabel Bebas : Suhu Variabel Dependen atau Variabel Terikat : Pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau. Variabel Kontrol : Cahaya, air, kelembaban, nutrisi. 3.3 Perlakuan Eksperimen 3.3.1 Suhu Di dalam percobaan ini saya tentukan besar suhu dalam pengukuran yaitu sebagai berikut : a. Perlakuan 1 biji ditempatkan di dalam suhu dingin (suhu lemari es) b. Perlakuan 2 biji ditempatkan di dalam suhu kamar (suhu ruangan) c. Perlakuan 3 biji ditempatkan di dalam suhu teduh (suhu di bawah pohon) d. Perlakuan 4 biji ditempatkan di dalam suhu panas (sinar matahari) 3.3.2 Pertumbuhan dan Perkembangan Biji Kacang Hijau a. Diukur dengan melihat penambahan panjang batang kecambah (dalam satuan cm). b. Diukur dengan melihat warna, lebar (dalam cm), dan banyaknya daun. c. Diukur dengan melihat panjang akar kecambah setelah dicabut pada hari terakhir penelitian.
  • 12.
    Page 12 3.4 ProsedurEksperimen  Alat ~Thermometer ~Penggaris  Bahan ~Biji kacang hijau (40 biji) ~Tanah ~Gelas plastik bekas ~Air  Cara Kerja 1. Siapkan alat dan bahan yang di perlukan. 2. Pilihlah biji kacang hijau yang sehat kemudian rendam biji kacang hijau tersebut selama beberapa jam. 3. Buatlah empat media dengan memasukkan tanah secukupnya ke dalam gelas plastik bekas. 4. Kemudian tanamlah biji kacang hijau yang sudah di rendam tersebut pada media yang sudah di buat dan masing-masing media di tanam 10 biji kacang hijau. 5. Berilah tanda pada setiap media yang sudah di Tanami kacang hijau tersebut dengan bendera. 6. Letakkanlah setiap media yang telah di tanami tersebut pada tempat yang berbeda seperti di bawah pohon, di tempat yang terkena sinar matahari, di kamar dan di dalam kulkas. 7. Ukurlah suhu di setiap tempat tersebut serta siramlah masing-masing dengan air secukupnya setiap dua hari sekali kemudian catatlah perubahannya. 8. Amati pertumbuhan dan perkembangan pada kacang hijau tersebut. Ukurlah panjang batang dan daunnya setiap dua hari sekali dan catatlah perubahannya. Sedangkan untuk akar di ukur saat hari terakhir percobaan.
  • 13.
    Page 13 BAB IV HASILPENGAMATAN 4.1 Data Hasil Pengamatan Tanggal Pelaksanaan Pengamatan : 24 s.d 30 Agustus 2013 TABEL PENGUKURAN SUHU HARI TEMPAT SUHU Kedua 25 Agustus 2013 Di dalam lemari es 120 C Di dalam ruangan 260 C Di bawah pohon 290 C Di bawah sinar matahari 310 C Keempat 27 Agustus 2013 Di dalam lemari es 120 C Di dalam ruangan 240 C Di bawah pohon 270 C Di bawah sinar matahari 300 C Keenam 29 Agustus 2013 Di dalam lemari es 0,70 C Di dalam ruangan 250 C Di bawah pohon 300 C Di bawah sinar matahari 320 C Tabel pengukuran kuantitatif dan kualitatif 1. Panjang batang (dalam cm) Hari Gelas B di dalam ruangan 2 2 3 2,7 2,1 2,3 3,4 2,4 2 2,1 3,1 4 15 8 13 11 3 4 7 4 5 9 6 10 15 11 13 17 14 16 18 11 9 Hari Gelas C di bawah pohon 2 1 0,8 1,2 1,2 1,3 1,1 1,5 0,9 1,3 1,3 4 7 6,5 6 5 4,5 5 5,2 4 5 5 6 5,5 8 7 6 7 7,5 8 6 5,5 8 Hari Gelas D di bawah sinar matahari 2 0,7 0,8 0,5 0,9 0,8 0,7 1 0,9 0,7 0,8 4 1,5 2 1,7 1,5 2,5 2 1,5 2,1 2 2 6 3 2,5 3 3,5 4 4,5 3,5 2,3 3 2,5
  • 14.
    Page 14 2. Panjangdaun (dalam cm) Gelas B di dalam ruangan Hari Panjang daun 2 0,3 0,4 0,3 0,4 0,4 0,3 0,3 0,2 0 0 4 1 1,3 1,4 1,5 1 1,3 1,4 1,3 1,3 1 6 2 2 1,5 3 1,5 2 1,5 1,4 1,7 1,5 Gelas C di bawah pohon Hari Panjang daun 2 0,5 0,7 0,5 0,7 0,4 0,5 0,5 0,5 0,5 0,4 4 1,5 1,8 1,3 1,3 1,5 1,5 1,7 1,4 1,5 1,8 6 2,5 2,1 2,1 2,3 2,8 2,6 2,1 2 2,3 2,6 Gelas D di bawah sinar matahari Hari Panjang daun 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 0,3 0,5 0,7 0,3 0,4 0,5 0,4 0,5 0,5 0,4 3. Panjang akar Pada percobaan kali ini panjang akar diukur setelah tanaman dicabut atau pada hari terakhir penelitian. a. Gelas B 14,5-18 cm. b. Gelas C panjang akar 3-8 cm c. Gelas D panjang akar 3-6 cm Catatan : *Untuk gelas A yang diletakkan di dalam lemari es tidak dibuat tabelnya karena dari penelitian tidak ada perubahan sama sekali, artinya tumbuhan kacang hijau yang diletakkan di dalam lemari es tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan pada penelitian kali ini.
  • 15.
    Page 15 4.2 Diskusiatau Analisis Berdasarkan hasil penelitian yang telah saya lakukan diketahui bahwa pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman kacang hijau pada setiap tempat yang berbeda yaitu di dalam ruangan, di dalam lemari es, di bawah pohon, dan di meja terkena sinar matahari menunjukkan banyak perbedaan. Tanaman kacang hijau yang ditempatkan di dalam kulkas sama sekali tidak berkembang. Tanaman kacang hijau yang ditempatkan di dalam ruangan tumbuh paling tinggi diantara yang lainnya namun tidak berwarna hijau subur karena kurangnya cahaya matahari yang diperoleh. Tanaman kacang hijau yang ditempatkan di bawah pohon dengan tempat sejuk dan cukup mendapat sinar matahari tumbuh baik dan berwarna hijau subur. Tanaman kacang hijau yang ditempatkan di atas meja dengan terkena paling banyak sinar matahari tumbuh kurang subur dan berwarna hijau karena banyak terkena cahaya matahari. Perkecambahan tanaman kacang hijau yang ditempatkan di dalam ruangan lebih cepat dibandingkan dengan perkecambahan tanaman kacang hijau yang ditempatkan di dalam lemari es, di bawah pohon, ataupun di tempat terbuka yang terkena banyak sinar matahari. Tumbuhan memiliki suhu optimum untuk dapat tumbuh dan berkembang. Suhu optimum merupakan suhu yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman secara ideal. Selain suhu optimum, tanaman juga mempunyai suhu maksimum dan minimum yang bisa diterima olehnya. Suhu maksimum merupakan suhu tertinggi yang memungkinkan tumbuhan masih dapat bertahan hidup. Suhu minimum merupakan suhu terendah yang memungkinkan tumbuhan bertahan hidup. Secara teori umumnya tumbuhan tidak tumbuh di bawah suhu 0°C dan di atas 40°C. Suhu yang dikehendaki atau yang baik bagi pertumbuhan adalah 20°C – 37°C. Sedangkan dalam percobaan yang telah saya lakukan jika di urutkan berdasarkan cepat dan lambatnya pertumbuhan dan perkembangannya di ketahui bahwa rentang suhu yang cocok adalah 24° C - 30° C (dalam ruangan), kemudian 27° C - 30° C (di bawah pohon), selanjutnya 30° C - 32° C (tempat yang terkena sinar matahari) dan di atas 12°C (di dalam lemari es). Jadi, suhu yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau berkisar antara 24° C - 32° C. Kenaikan temperatur menambah tekanan uap di dalam daun. Kenaikan tempratur itu sudah barang tentu juga menambah tekanan uap di luar daun, akan tetapi berhubung udara di luar daun itu tidak di dalam ruang yang terbatas, maka tekanan uap tiada akan setinggi tekanan uap yang terkurung didalam daun. Akibat dari pada perbedaan tekanan ini, maka uap air akan mudah berdifusi dari dalam daun ke udara bebas. Suhu mempengaruhi beberapa proses fisiologis penting: bukaan stomata, laju transpirasi, laju penyerapan air dan nutrisi, fotosintesis, dan respirasi. Peningkatan suhu sampai titik optimum akan diikuti oleh peningkatan proses di atas. Setelah melewati titik optimum, proses tersebut mulai dihambat: baik secara fisik maupun kimia, menurunnya aktifitas enzim (enzim terdegradasi). Jadi, suhu mempengaruhi proses pertumbuhan tumbuhan dengan mempengaruhi laju proses transpirasi, translokasi, respirasi, hingga fotosintesis. Yang mana semakin optimum
  • 16.
    Page 16 suhu yangmempengaruhi maka laju proses-proses tersebut akan optimum juga. Sehingga proses pertumbuhan akan optimum pula. Sebenarnya pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau selain di pengaruhi oleh suhu (temperature) juga dipengaruhi oleh nutrisi, cahaya, air dan kelembaban. Pada percobaan yang kami lakukan ini juga dapat di ketahui bahwa intensitas cahaya dapat mempengaruhi tinggi rendahnya suhu. Selain itu, pemberian air setiap harinya juga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.
  • 17.
    Page 17 BAB V KESIMPULANDAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dalam tanaman kacang hijau yang ditanam pada populasi satu tanaman dan pemberian air setiap hari memberikan hasil yang paling baik dari pada populasi lima tanaman dan pemberian air tiap hari. Dengan perlakuan populasi satu tanaman dan pemberiaan air tiap hari memberikan tinggi tanaman tertinggi yaitu 57 cm, jumlah daun terbanyak yaitu 3,2 helai, luas daun terluas 226, 08 cm2 dan bobot kering 7,40 g. Sedangkan pada perlakuan poulasi lima tanaman dan pemberian air tiap hari menghasilkan tinggi tanaman terpendek yaitu 37,22 cm, jumlah daun 2,12 helai daun. Dan luas daun paling sempit yaitu 58,81 cm2., bobot kering paling ringan yaitu 2,02 g. 5.2 Saran Dari karya ilmiah kami menyarankan : 1. Bahwa dalam penanaman kacang hijau perlu dilakukan pemeliharaan seperti penyiraman secara teratur sesuai dengan kebutuhan tanaman kacanag hijau. 2. Jarak tanam perlu diatur dan populasi jangan terlalu padat pada areal yang sempit agar tidak terjadi persaingan dalam memanfaatkan sumberdaya, seperti sinar matahari, air, dan unsur hara. 3. Dalam pengambilan pengukuran data hendaknya satu orang tersebut saja yang mengukurnya agar tidak terjadi kesalahan dalam penghitungan komponen pengamatan. 4. Dalam menyiram tanaman di polybag hendaknya tidak mengganggu kelompok lain yang bukan jadwal penyiramannya. Hendaknya menyiram tanamannya dibawah yaitu di lantai.
  • 18.
  • 19.
    Page 19 Lampiran Alat danbahan Hari ke-2 tanggal 25 Agustus 2013
  • 20.
    Page 20 Hari ke-4tanggal 27 Agustus 2013 Hari ke-6 tanggal 29 Agustus 2013