PENELITIAN EX POST
     FACTO, DESKRIPTIF, DAN
            HISTORIS
             KELOMPOK 7:

1.   ADHITYA EKO H.
2.   HANUNG TEGAR P.
3.   SAYYIDA SARAH
4.   YOGI ARDIANI
                PG-PAUD / 5B
          UNIVERSITAS SEBELAS MARET
                  SURAKARTA
                     2012
A. PENELITIAN EX POST FACTO
                dalam bahasa latin : dari sudut fakta
                (penelitian      dilakukan   sesudah
                perbedaan perbedaan dalam variabel
                bebas terjadi karena perkembangan
 Pengertian     kejadian secara alami)
ex post facto

                penyelidiakan empiris yang sistematis di
                mana ilmuan tidak       mengendalikan
                variabel bebas secara langsung karena
                perwujudan variabel tersebut telah
                terjadi, atau karena variabel tersebut
                pada dasarnya tidak dapat dimanipulasi
1. Perbandingan Antara Pendekatan Ex Post
     Facto dengan Pendekatan Eksperimen

         Ex post facto                    Eksperimen
1. menunjukan bahwa              1. hubungan fungsional di
   perubahan dalam variabel         antara variabel yang jauh
   bebas itu telah terjadi.         lebih menjanjikan.
   Maka, dalam lebih sulit
   untuk menyimpulkan            2. Harus ada
   bahwa X benar ada                perlakuan, sehingga
   hubunganya dengan Y              peneliti mengadakan atau
                                    tindakan tertentu pada
2. Data yang sudah ada              objek penelitian
   kemudian
   diteliti, sehingga peneliti
   tidak memberikan
   perlakuan
2. Kondisi Yang Diperlukan untuk Menyimpulkan
              Adanya Hubungan Kausal
Karena adanya pengamanan dalam desain
eksperimen, maka eksperiemen dapat mamberikan
ketiga bukti berikut :
  1. Hubungan statistik antara X dan Y telah
     ditetapkan
  2. X terjadi lebih dahulu daripada Y
  3. Faktor lain tidak ikut menenetukan Y

• penelitian ex post facto dengan eksperimen
  dapat diambil kesimpulan, yakni X bukanlah
  penyebab bagi Y atau hubungan antara X dan Y
  itu tidak asli.
3. Kemungkinan Adanya Hasil yang Tak
  Sebenarnya dalam Penelitian Ex Post Facto
• Penyebab Umum: tidak mempertimbangkan
  kemungkinan bahwa variabel- terikatnya adalah dua
  akibat terpisah

• Hubungan Kausal yang Terbalik: Y menyebabkan X dan
  bukan X yang menyebabkan Y

• Kemungkinan Adanya Variabel Bebas yang Lain:
  adanya variabel bebas yang lain, selain variabel bebas
  yang sedang diselidiki yakni disamping varaiabel X1.
  mungkin adanya variabel lainnya, misal X2 dan X3
4. Pengendalian Parsial dalam Penelitian
              Ex Post Facto
• Skor Perubahan
  Peneliti harus memperhitungkan skor variabel
  Y dan bukan hanya menggunakan skor
  variabel Y pada waktu itu saja.
• Pemadanan (Matching)
  Pemadanan dilakukan atas dasar subjek
  dengan subjek sehingga terbentuklah
  pasangan yang sepadan
5. Peranan Penelitian Ex Post Facto

• Menyelidiki hubungan antara variabel atribut
  dengan variabel yang lain, yang tidak dapat
  diteliti secara eksperimental.
• Untuk menyelidiki masalah penelitian di
  bidang ilmu sosial dan pendidikan tidak
  mudah diselidiki secara eksperimen.
• Serta menyelidiki masalah penelitian di bidang
  psikologis dan sosiologis yang tidak dapat
  diketahui melalui pengamatan metodologis.
B. PENELITIAN DESKRIPTIF
   dirancang untuk memperoleh informasi tentang status
              gejala saat penelitian dilakukan


 diarahkan untuk menetapkan sifat suatu situasi pada waktu
                 penyelidikan itu dilakukan.



    tidak ada perlakuan yang diberikan atau dikendalikan
  seperti yang dapat ditemui dalam penelitian eksperimen.



 Tujuan penelitian ini adalah untuk melukiskan variabel atau
         kondisi “apa yang ada” dalam suatu situasi.
a. Studi Kasus
b. Survei
c. Studi Perkembangan
d. Studi Tinjak Lanjut
e. Analisis Dokumenter
f. Analisis Kecenderungan
g. Studi Korelasi
a. Studi    • Contoh khas : suatu penyelidikan intensif tentang
 Kasus        seseorang individu bisa juga digunakan untuk
              menyelidiki unit sosial yang kecil, seperti
              keluarga, sekolah, atau “gang” anak remaja.
            • Keuntungan : melakukan penyelidikan secara
              mendalam, bukan hanya tindakan individu pada waktu
              kini saja yang dapat diselidiki, melainkan juga
              tindakannya di masa lalu, lingkungan, emosi, dan
              pikirannya.



B. Survei   •   dapat memberikan informasi tentang variabel
            •   bukan saja untuk melukiskan kondisi yang ada,
            •   melainkan juga untuk membandingkan kondisi-kondisi
                tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan
                sebelumnya atau untuk menilai keefektifan program.
            •   untuk menyelidiki hubungan atau untuk menguji
                hipotesis.
c. Studi    Penting bagi para pendidik untuk mendapatkan
Perkembangan   informasi yang dapat dipercaya tentang
               bagaimana sifat-sifat anak pada berbagai
               usia, bagaimana perbedaan mereka dalam
               tingkatan-tingkatan usia itu, serta bagaimana
               mereka tumbuh dan berkembang. Ada dua
               teknik pelengkap yang telah timbul untuk
               menyelidiki karakteristik anak-anak serta
               bagaimana karakteristik ini berubah bersama
               dengan pertumbuhan anak tersebut. Kedua
               teknik ini biasanya disebut metode longitudinal
               (menyelidiki sampel subjek yang sama dan
               dipelajari selama jangka waktu tertentu) dan
               metode cross-sectional (menyelidiki subyek
               dari berbagai tingkatan usia pada saat yang
               sama
Studi ini menyelidiki perkembangan subyek
d. Studi
                 sesudah diberikan perlakuan atau kondisi
Tindak Lanjut    tertentu. Penyelidikan tindak-lanjut sering
                 dilakukan untuk menilai keberhasilan program
                 tertentu.




e. Analisis
Dokumenter
                 Analisis dokumenter , yang sering disebut juga
                analisis isi (content analysis), tidak terbatas pada
                penghitungan sederhana saja, melainkan dapat
                juga digunakan untuk menyelidiki variabel
                sosiologis dan psikologis
f. Analisis          dapat digunakan untuk membuat rencana
  kecederungan          seefektif mungkin, dalam meramalkan
                        keadaaan di masa depan




g. Studi Korelasi • adalah penelitian deskriptif yang sering
                        digunakan untuk tujuan menetapkan
                        besarnya hubungan antara variabel-
                        variabel. Studi korelasi memungkinkan
                        peneliti memastikan perbedaan di salah
                        satu variabel dengan variabel yang lain.
                        Besarnya hubungan dipengaruhi oleh
                        koefisien korelasi (suatu angka desimal
                        yang menunjukkan tingkat hubungan
                        yang diamati di antara dua variabel)
Langkah-Langkah Penelitian Deskriptif
1. Pernyataan masalah. Peneliti harus memulai penyelidikan
   dengan pernyataan masalah yang jelas.
2. Identifikasi informasi yang diperlukan untuk memecahkan
   masalah, peneliti merinci informasi yang akan dikumpulkan.
3. Pemilihan atau pengembangan instrumen pengumpulan
   data, yang akan memberikan definisi kepada variabel
   penyelidikan.
4. Identifikasi populasi-sasaran dan penentuan prosedur
   pengambilan sampel yang diperlukan. Peneliti harus berusaha
   memilih sampel yang akan mewakili populasi induknya.
5. Rancangan prosedur pengumpulan data. Peneliti menguraikan
   jadwal praktis untuk memperoleh sampel dan menggunakan
   instrumen.
6. Pengumpulan data
7. Analisis data
8. Pembuatan laporan
C. PENELITIAN HISTORIS
Penelitian historis adalah usaha untuk menetapkan
  fakta dan mencapai kesimpulan mengenai hal-hal
  yang telah lalu

peneliti (ahli sejarah) mencari, megevaluasi, dan
  menafsirkan bukti-bukti yang dapat dipakai untuk
  memperlajari masa lalu. Berdasarkan bukti yang
  dikumpulkan,kemudian diambil kesimpulan guna
  memperkaya pengetahuan tentang bagaiman dan
  mengapa sesuatu terjadi d masa lalu serta
  bagaimana proses masa lalu menjadi masa kini
Perbedaan-perbedaan antara penelitian
   deskriptif dan penelitian ex post facto dengan
                 penelitian historis
 Penelitian ex post facto              Penelitian historis
       dan penelitian
          deskriptif          a. Pengukuran dapat dikendalikan
                                 dengan jalan menetapkan
a. Variabel bebas dan            ukuran-ukuran apa yang akan
                                 diambil sebagai variabel terikat.
   variabel perlakuan tidak      Peneliti mempunyai
   dikendalikan peneliti         pengendalian terbatas terhadap
                                 pertanyaan apa yang akan
b. Pengukuran dapat              diajukan dan diukur terhadap
                                 sumber-sumber.
   dikendalikan dengan
   menetapkan ukuran-         b. Pengendalian atas
   ukuran apa yang akan          perlakuan, pengukuran, dan
   diambil sebagai variabel      pengambilan sampel terbatas
   terikat                       serta tidak ada kesempatan bagi
                                 peneliti untuk melakukan
                                 replikasi
Sumber Pertama dan Sumber Kedua

Ahli sejarah mengelompokkan materi penyelidikannya menjadi
  dua, sumber pertama dan sumber kedua. Sumber pertama
  adalah dokumen relic, peninggalan atau artefak yang
  orisinil, yang merupakan hasil langsung dari kejadian atau
  catatan para saksi mata. Sumber kedua adalah pikiran orang
  lain yang bukan pengamat juga masuk di antara kejadian
  dengan pemakai catatan itu. Contoh umum dari sumber
  kedua adalah buku sejarah, artikel dalam ensiklopedi, dan
  kupasan hasil penelitian lain.
Kritik Eksternal dan Kritik Internal
• Dua hal yang telah terbukti berguna untuk mengevaluasi
  sumber sejarah adalah kritik eksternal dan kritik internal.
  Pada dasarnya, kritik eksternal mempertanyakan apakah bukti
  diselidiki itu asli dan tergantung pada sifat penyelidikan itu
  (memerlukan teknik-teknik pembuktian keaslian, misalnya
  dengan analisis kimiawi atau penetapan tahun artefak melalui
  zat karbon)
• Setelah keaslian bukti ditetapkan, kemudian mengarah ke
  kritik internal, yang mengevaluasi nilai bukti sejarah
  tersbut, misalnya apakah dokumen itu memberikan laporan
  sebenarnya tentang kejadian.
penelitian ex post facto, deskriptif, historis

penelitian ex post facto, deskriptif, historis

  • 1.
    PENELITIAN EX POST FACTO, DESKRIPTIF, DAN HISTORIS KELOMPOK 7: 1. ADHITYA EKO H. 2. HANUNG TEGAR P. 3. SAYYIDA SARAH 4. YOGI ARDIANI PG-PAUD / 5B UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012
  • 2.
    A. PENELITIAN EXPOST FACTO dalam bahasa latin : dari sudut fakta (penelitian dilakukan sesudah perbedaan perbedaan dalam variabel bebas terjadi karena perkembangan Pengertian kejadian secara alami) ex post facto penyelidiakan empiris yang sistematis di mana ilmuan tidak mengendalikan variabel bebas secara langsung karena perwujudan variabel tersebut telah terjadi, atau karena variabel tersebut pada dasarnya tidak dapat dimanipulasi
  • 3.
    1. Perbandingan AntaraPendekatan Ex Post Facto dengan Pendekatan Eksperimen Ex post facto Eksperimen 1. menunjukan bahwa 1. hubungan fungsional di perubahan dalam variabel antara variabel yang jauh bebas itu telah terjadi. lebih menjanjikan. Maka, dalam lebih sulit untuk menyimpulkan 2. Harus ada bahwa X benar ada perlakuan, sehingga hubunganya dengan Y peneliti mengadakan atau tindakan tertentu pada 2. Data yang sudah ada objek penelitian kemudian diteliti, sehingga peneliti tidak memberikan perlakuan
  • 4.
    2. Kondisi YangDiperlukan untuk Menyimpulkan Adanya Hubungan Kausal Karena adanya pengamanan dalam desain eksperimen, maka eksperiemen dapat mamberikan ketiga bukti berikut : 1. Hubungan statistik antara X dan Y telah ditetapkan 2. X terjadi lebih dahulu daripada Y 3. Faktor lain tidak ikut menenetukan Y • penelitian ex post facto dengan eksperimen dapat diambil kesimpulan, yakni X bukanlah penyebab bagi Y atau hubungan antara X dan Y itu tidak asli.
  • 5.
    3. Kemungkinan AdanyaHasil yang Tak Sebenarnya dalam Penelitian Ex Post Facto • Penyebab Umum: tidak mempertimbangkan kemungkinan bahwa variabel- terikatnya adalah dua akibat terpisah • Hubungan Kausal yang Terbalik: Y menyebabkan X dan bukan X yang menyebabkan Y • Kemungkinan Adanya Variabel Bebas yang Lain: adanya variabel bebas yang lain, selain variabel bebas yang sedang diselidiki yakni disamping varaiabel X1. mungkin adanya variabel lainnya, misal X2 dan X3
  • 6.
    4. Pengendalian Parsialdalam Penelitian Ex Post Facto • Skor Perubahan Peneliti harus memperhitungkan skor variabel Y dan bukan hanya menggunakan skor variabel Y pada waktu itu saja. • Pemadanan (Matching) Pemadanan dilakukan atas dasar subjek dengan subjek sehingga terbentuklah pasangan yang sepadan
  • 7.
    5. Peranan PenelitianEx Post Facto • Menyelidiki hubungan antara variabel atribut dengan variabel yang lain, yang tidak dapat diteliti secara eksperimental. • Untuk menyelidiki masalah penelitian di bidang ilmu sosial dan pendidikan tidak mudah diselidiki secara eksperimen. • Serta menyelidiki masalah penelitian di bidang psikologis dan sosiologis yang tidak dapat diketahui melalui pengamatan metodologis.
  • 8.
    B. PENELITIAN DESKRIPTIF dirancang untuk memperoleh informasi tentang status gejala saat penelitian dilakukan diarahkan untuk menetapkan sifat suatu situasi pada waktu penyelidikan itu dilakukan. tidak ada perlakuan yang diberikan atau dikendalikan seperti yang dapat ditemui dalam penelitian eksperimen. Tujuan penelitian ini adalah untuk melukiskan variabel atau kondisi “apa yang ada” dalam suatu situasi.
  • 9.
    a. Studi Kasus b.Survei c. Studi Perkembangan d. Studi Tinjak Lanjut e. Analisis Dokumenter f. Analisis Kecenderungan g. Studi Korelasi
  • 10.
    a. Studi • Contoh khas : suatu penyelidikan intensif tentang Kasus seseorang individu bisa juga digunakan untuk menyelidiki unit sosial yang kecil, seperti keluarga, sekolah, atau “gang” anak remaja. • Keuntungan : melakukan penyelidikan secara mendalam, bukan hanya tindakan individu pada waktu kini saja yang dapat diselidiki, melainkan juga tindakannya di masa lalu, lingkungan, emosi, dan pikirannya. B. Survei • dapat memberikan informasi tentang variabel • bukan saja untuk melukiskan kondisi yang ada, • melainkan juga untuk membandingkan kondisi-kondisi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya atau untuk menilai keefektifan program. • untuk menyelidiki hubungan atau untuk menguji hipotesis.
  • 11.
    c. Studi Penting bagi para pendidik untuk mendapatkan Perkembangan informasi yang dapat dipercaya tentang bagaimana sifat-sifat anak pada berbagai usia, bagaimana perbedaan mereka dalam tingkatan-tingkatan usia itu, serta bagaimana mereka tumbuh dan berkembang. Ada dua teknik pelengkap yang telah timbul untuk menyelidiki karakteristik anak-anak serta bagaimana karakteristik ini berubah bersama dengan pertumbuhan anak tersebut. Kedua teknik ini biasanya disebut metode longitudinal (menyelidiki sampel subjek yang sama dan dipelajari selama jangka waktu tertentu) dan metode cross-sectional (menyelidiki subyek dari berbagai tingkatan usia pada saat yang sama
  • 12.
    Studi ini menyelidikiperkembangan subyek d. Studi sesudah diberikan perlakuan atau kondisi Tindak Lanjut tertentu. Penyelidikan tindak-lanjut sering dilakukan untuk menilai keberhasilan program tertentu. e. Analisis Dokumenter Analisis dokumenter , yang sering disebut juga analisis isi (content analysis), tidak terbatas pada penghitungan sederhana saja, melainkan dapat juga digunakan untuk menyelidiki variabel sosiologis dan psikologis
  • 13.
    f. Analisis dapat digunakan untuk membuat rencana kecederungan seefektif mungkin, dalam meramalkan keadaaan di masa depan g. Studi Korelasi • adalah penelitian deskriptif yang sering digunakan untuk tujuan menetapkan besarnya hubungan antara variabel- variabel. Studi korelasi memungkinkan peneliti memastikan perbedaan di salah satu variabel dengan variabel yang lain. Besarnya hubungan dipengaruhi oleh koefisien korelasi (suatu angka desimal yang menunjukkan tingkat hubungan yang diamati di antara dua variabel)
  • 14.
    Langkah-Langkah Penelitian Deskriptif 1.Pernyataan masalah. Peneliti harus memulai penyelidikan dengan pernyataan masalah yang jelas. 2. Identifikasi informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah, peneliti merinci informasi yang akan dikumpulkan. 3. Pemilihan atau pengembangan instrumen pengumpulan data, yang akan memberikan definisi kepada variabel penyelidikan. 4. Identifikasi populasi-sasaran dan penentuan prosedur pengambilan sampel yang diperlukan. Peneliti harus berusaha memilih sampel yang akan mewakili populasi induknya. 5. Rancangan prosedur pengumpulan data. Peneliti menguraikan jadwal praktis untuk memperoleh sampel dan menggunakan instrumen. 6. Pengumpulan data 7. Analisis data 8. Pembuatan laporan
  • 15.
    C. PENELITIAN HISTORIS Penelitianhistoris adalah usaha untuk menetapkan fakta dan mencapai kesimpulan mengenai hal-hal yang telah lalu peneliti (ahli sejarah) mencari, megevaluasi, dan menafsirkan bukti-bukti yang dapat dipakai untuk memperlajari masa lalu. Berdasarkan bukti yang dikumpulkan,kemudian diambil kesimpulan guna memperkaya pengetahuan tentang bagaiman dan mengapa sesuatu terjadi d masa lalu serta bagaimana proses masa lalu menjadi masa kini
  • 16.
    Perbedaan-perbedaan antara penelitian deskriptif dan penelitian ex post facto dengan penelitian historis Penelitian ex post facto Penelitian historis dan penelitian deskriptif a. Pengukuran dapat dikendalikan dengan jalan menetapkan a. Variabel bebas dan ukuran-ukuran apa yang akan diambil sebagai variabel terikat. variabel perlakuan tidak Peneliti mempunyai dikendalikan peneliti pengendalian terbatas terhadap pertanyaan apa yang akan b. Pengukuran dapat diajukan dan diukur terhadap sumber-sumber. dikendalikan dengan menetapkan ukuran- b. Pengendalian atas ukuran apa yang akan perlakuan, pengukuran, dan diambil sebagai variabel pengambilan sampel terbatas terikat serta tidak ada kesempatan bagi peneliti untuk melakukan replikasi
  • 17.
    Sumber Pertama danSumber Kedua Ahli sejarah mengelompokkan materi penyelidikannya menjadi dua, sumber pertama dan sumber kedua. Sumber pertama adalah dokumen relic, peninggalan atau artefak yang orisinil, yang merupakan hasil langsung dari kejadian atau catatan para saksi mata. Sumber kedua adalah pikiran orang lain yang bukan pengamat juga masuk di antara kejadian dengan pemakai catatan itu. Contoh umum dari sumber kedua adalah buku sejarah, artikel dalam ensiklopedi, dan kupasan hasil penelitian lain.
  • 18.
    Kritik Eksternal danKritik Internal • Dua hal yang telah terbukti berguna untuk mengevaluasi sumber sejarah adalah kritik eksternal dan kritik internal. Pada dasarnya, kritik eksternal mempertanyakan apakah bukti diselidiki itu asli dan tergantung pada sifat penyelidikan itu (memerlukan teknik-teknik pembuktian keaslian, misalnya dengan analisis kimiawi atau penetapan tahun artefak melalui zat karbon) • Setelah keaslian bukti ditetapkan, kemudian mengarah ke kritik internal, yang mengevaluasi nilai bukti sejarah tersbut, misalnya apakah dokumen itu memberikan laporan sebenarnya tentang kejadian.