Buku Pegangan ;
Teknik ini dapat digunakan untuk menyelesaikan beberapa problema optimasi
Solusi didapat dengan bekerja mundur dari titik AKHIR menuju AWAL
Two Puzzle p.1003
Misalkan ada 30 batang korek api diatas sebuah meja. Saya mulai
mengambil 1, 2, atau 3 batang dan musuh saya juga harus mengambil
1, 2, atau 3 batang (bergantian). Keadaan ini diteruskan sampai batang
yang terakhir diambil. Siapa yang mengambil terakhir adalah KALAH.
Bagaimana saya dapat yakin untuk memenangkan game ini ?
Harus kerja mundur
Saya harus membuat sedemikian rupa bahwa jumlah batang korek api
dimeja harus sebagai berikut :
1 5 9 13 17 21 25 29
Keadaan
akhir
Keadaan
awal
Cup’s Problem p. 1004
Saya memiliki sebuah gelas ukuran 9 oz dan sebuah gelas ukuran 4 oz.
Ibu saya memerintahkan saya untuk membawa ke rumah susu
sebanyak 6 oz. Bagaimana saya dapat memenuhi ini ?
Jumlah oz pd Jumlah oz pd
Gelas 9 oz gelas 4 oz
6 0
6 4
9 1
0 1
1 0
1 4
5 0
5 4
9 0
0 0
Keadaan
Awal
Keadaan
Akhir
Problem Jaringan p.1005
Joe Cougar tinggal di New York, dia berencana berkendaraan ke Los
Angeles. Keuangan Joe terbatas, jadi dia memutuskan untuk bermalam
dalam perjalanannya di rumah teman2nya. Teman2nya tinggal di Columbus,
Nashville, Louisville, Kansas City, Omaha, Dallas, San Antonio, dan Denver.
Joe mengetahui bahwa setelah satu hari perjalanan dia dapat mencapai
Columbus, Nashville, atau Louisville. Setelah 2 hari perjalanan dia dapat
mencapai Kansas City, Omaha, atau Dallas. Setelah 3 hari perjalanan dia
dapat mencapai San Antonio atau Denver. Akhirnya setelah 4 hari perja
lanan ia dapat mencapai Loa Angeles. Untuk meminimumkan jarak yang
ditempuh, dimanakah Joe harus menginap ?
Jarak setiap kota adalah sbb :
New York
1
Louisville
4
Nashville
3
Columbus
2
Los Angeles
10
San Antonio
9
Denver
8
Dallas
7
Omaha
6
Kansas City
5
Stage 1
Stage 2 Stage 3
Stage 4
Stage 5
550
900
770
680
580
790
1050
760
660
510 700
830
610
790
540
940
790
270
1390
1030
Jarak terpendek dari New York – Los Angeles
(Kita akan kerja mundur)
1, 2, . . . . 10 adalah label dari 10 kota
Cij : jarak antara kota i dan kota j
C35 = 580 (jarak Nashville dan Kansas City)
ft(i) : Jarak terpendek dari kota i ke L.A.
Diketahui kota i pada stage t
Stage 4 :
f4 (8) = 1030
f4 (9) = 1390
Stage 3 :
Jalur 1 : Pergi dari kota 5 ke kota 8, kemudian ambil jarak terpendek dari kota 8
ke L.A.
Jalur 2 : Pergi dari kota 5 ke kota 9, kemudian ambil jarak terpendek dari kota 9
ke L.A
C58 + f4 (8) = 610 + 1030 = 1640*
f3 (5) : Min
C59 + f4 (9) = 790 + 1390 = 2180
f3 (5) = 1640
C68 + f4 (8) = 1570*
f3 (6) = Min
C69 + f4 (9) = 2330
C78 + f4 (8) = 1820
f3 (7) = Min
C79 + f4 (9) = 1660*
f3(7) = 1660
f3 (6) = 1570
Stage 2
C25 + f3 (5) = 2320*
f2 (2) = Min C26 + f3 (6) = 2360
C27 + f3 (7) = 2710
f2 (2) = 2320
C35 + f3 (5) = 2220*
f2 (3) = Min C36 + f3 (6) = 2330
C37 + f3 (7) = 2320
f2 (3) = 2220
C45 + f3 (5) = 2150*
f2 (4) = Min C46 + f3 (6) = 2270
C47 + f3 (7) = 2490
f2 (4) = 2150
Stage 1 :
C12 + f2 (2) = 2870*
f1(1) = Min C13 + f2 (3) = 3120
C14 + f2 (4) = 2920
f1 (1) = 2870
f1 (1) = 2870 f2 (2) = 2320 f3 (5) = 1640 f4 (8) = 1030
NY Columbus Kansas City Denver L.A
Efisiensi perhitungan dari DP
Lihat gambar 2, halaman 1009
Metoda Enumarasi Explisit akan mempertimbangkan seluruh Jalur.
Ada 56
jalur yang mungkin dari node 1 ke node 27
Bagaimana DP melakukan hal ini ?
1. Mulai dengan mendapatkan f6(22) . . . . . f6(26)
Kemudian f5(21), . . . . . . f5(17)
Contoh : f5(17) = Min (c 17,J + f6(J))
J = 22 . . . . . . 26
f4(12) . . . . . . . f4(16)
Contoh : f4(12) = Min (C 12,J + f5(J))
J = 17 . . . . . 21
Dst.
KARACTERISTIK DARI PROGRAMA DINAMIS
Problema dibagi kedalam STAGE dengan keputusan yg diingini
Setiap stage memiliki sejumlah STATE
Keputusan yang dipilih menjelaskan bagaimana state pada stage sekarang
ditransformasikan ke state pada stage selanjutnya
Diketahui T stage, maka harus ada sebuah REKURSI yang menghubungkan
biaya2 atau keuntungan yang didapatkan pada stage t, t+1
. . . . T terhadap biaya2 atau keuntungan yg didapatkan pada stage t+1, t+2
. . . . .T.
Contoh :
ft(i) = Min (Cij + ft+1(j))
j
Problem : group A no. 1 p.1011
Problema Inventori
Karakteristik :
1. Waktu di-pilah2 kedalam perioda, perioda sekarang adalah perioda 1,
perioda selanjutnya adalah perioda 2, dan akhir perioda T.
2. Pada awal setiap perioda, perusahaan harus menentukan berapa unit harus
dibuat. Kapasitas produksi terbatas.
3. Permintaan setiap perioda harus dipenuhi tepat pd waktunya oleh inventori
atau produksi saat itu. Timbul biaya produksi dan biaya variabel lainnya.
4. Kapasitas inventori terbatas. Kondisi ini dapat dilihat dengan terbatasnya
inventori pada setiap akhir perioda. Terdapat biaya simpan per unit pada
setiap akhir perioda.
5. TUJUAN perusahaan adalah meminimumkan biaya total untuk memenuhi
permintaan tepat pd waktunya utk perioda 1, 2, 3 . . . . T
Contoh 4, halaman 1013
Analisa problema :
Diketahui Permintaan Sebuah produk untuk 4 bulan :
Bulan 1 : 1 unit
Bulan 2 : 3 unit
Bulan 3 : 2 unit
Bulan 4 : 4 unit
Biaya set-up mesin : $3
Biaya variabel : $1/unit
Biaya simpan : 50 cents/unit
Kapasitas produksi : 5 unit untuk setiap bulan
Kapasitas simpan (inventori) = 4 unit
Asumsi : 0 unit yang ada di inventori pada awal bulan ke 1
TENTUKANLAH : Jadwal produksi yang akan memenuhi setiap permintaan
tepat pada waktunya dengan biaya yang minimum.
SOLUSI :
Identifikasi STATE, STAGE, dan KEPUTUSAN
Jika kita pada awal bulan ke 4, Perusahaan harus memenuhi permintaan
pada biaya minimum dgn cara :
(Produksi bulan ke 4) + (Akhir inventori bulan ke 3) = Permintaan bulan ke 4
Misal bulan (waktu) mereprentasikan STAGE
Pada setiap STAGE perusahaan harus memutuskan
berapa yang harus diproduksi
Awal inventori adalah STATE pada setiap STAGE
Definisi :
ft(i) : Biaya minimum utk memenuhi permintaan untuk bulan t, t+1, . . . 4,
jika i unit ada pada inventori (on-hand) pd awal bulan t
C(x) : Biaya produksi utk memproduksi x unit selama sebuah perioda
: 3 + x
(ingat : untuk x = 0, C(x) = 0)
Disebabkan terbatasnya kapasitas penyimpanan, dan seluruh permintaan
harus dipenuhi tepat waktu, maka STATE yang mungkin selama setiap
perioda adalah 0, 1, 2, 3, dan 4.
Perhitungan biaya bulan ke 4 :
Product. Level
f4 (0) = Biaya memproduksi (4 – 0) unit = C(4) = 3 + 4 = $7 X4 (0) = 4
f4 (1) = Biaya memproduksi (4 – 1)unit = C (3) = 3 + 3 = $6 X4 (1) = 3
f4 (2) = Biaya memproduksi (4 – 2)unit = C (2) = 2 + 3 = $5 X4 (2) = 2
f4 (3) = Biaya memproduksi (4 – 3)unit = C (1) = 1 + 3 = $4 X4 (3) = 1
f4 (4) = Biaya memproduksi (4 – 4)unit = C (0) = 0 X4 (0) = 0
Month 3 computation :
f3 (i) = Min
x
( ) ( ) ( )






−+++−+ 2xifxC2xi
2
1
4
x harus memenuhi : 4 ≥ i + x -2 ≥ 0
Jadi permintaan harus memenuhi i + x – 2 ≥ 0
Akhir inventori tidak boleh melebihi kapasitas, atau i + x -2 ≥ 4
Lihat tabel 3 halaman 1014
1,0
1,1
1,2
1,3
1,4
2,0
2,1
2,2
2,3
2,4
3,0
3,1
3,2
3,3
3,4
4,0
4,1
4,2
4,3
4,4
5,0
Bulan 1 bulan 2 bulan 3 bulan 4
Bulan 5
Representasi Jaringan utk. Problema Inventori
Mencari solusi problem ini identik dengan mencari jarak terpendek dari
node (1,0) ke (5,0).
Misal kita ada di node (2,3) : awal bulan ke 2 dan inventori pada awal bulan
kedua tersebut adalah 3
Arti panah (1,0) ke (2,2)
Awal bulan ke 1 inventori = 0
Awal bulan ke 2 inventori = 2
Dan permintaan bulan ke 1 adalah 1
Ini berarti bahwa kita harus memproduksi 3
Panah ini = biaya = (3)(2) + 0,5(2) = 7
Tidak ada panah dari (1,2) ke (2,0) karena :
Awal bulan ke 1 inventori = 2
Permintaan bulan ke 1 adalah 1
Jadi awal inventori bulan ke 2 harus 1 (bukan 2)
Problema Alokasi Sumber
(Resource Allocation Problems)
Sumber yang terbatas harus dialokasikan kebeberapa aktifitas
Asumsi 1: Jumlah sumber yang dialokasikan ke sebuah aktifitas boleh nilai berapa
saja dan tidak negatif
Asumsi 2: Keuntungan yang diperoleh dari setiap aktifitas sebanding dgn jumlah
sumber yang diberikan pd aktifitas tsb.
Asumsi 3: Keuntungan yang didapatkan dari lebih dari satu aktifitas adalah penjum
lahan keuntungan yang diperoleh dari setiap aktifitas.
Contoh : (hal. 1018)
Finco memiliki uang $6000 untuk investasi, dimana ada 3 investasi yang tersedia. Jika dj dollar (dalam
ribuan) diinvestasikan pada investasi j, maka NPV (dalam ribuan) rj(dj) diperoleh, dimana rj(dj) adalah sbb
r1(d1) = 7d1 + 2 d1 > 0
r2(d2) = 3d2 + 7 d2 > 0
r3(d3) = 4d3 + 5 d3 > 0
Jumlah uang yang dialokasikan pd setiap investasi merupakan perkalian 1000. Untuk memaksimumkan
NPV, bagaimana Finco mengalokasikan $6000 ?
Mana Stage dan mana State
STAGE : Investasi yang ke t, t+1, . . . 3
Berapa jumlah uang yg akan diinvestasikan pada setiap STAGE
STATE : Jumlah uang yang TERSEDIA (dalam ribuan) untuk melakukan
investasi pada stage t, t+1, . . . 3
Karena uang yang tersedia adalah $6000, maka STATE yang mungkin pada
setiap STAGE adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6
Definisikan : ft(dt) : Nilai NPV maksimum yg dpt diperoleh dengan menginves
tasikan dt ribuan dollar pd investasi t, t+1, . . .3
xt(dt) : Jumlah yg diinvestasikan utk mencapai ft(dt)
Perhitungan STAGE 3, halaman 1019
Perhitungan STAGE 2 :
f2(d2) = Maks (r2(x2) + f3(d2 – x2)
x2
Tabel 6, halaman 1020
Perhitungan STAGE 1 ;
f1(6) = Maks (r1(x1) + f2(6-x1)
x1
Tabel 7, halaman 1021
2,6
2,5
2,4
2,3
2,2
1,6
2,0
2,1
4,0
Representasi Jaringan utk. Contoh Resource Allocation Problems
3,6
3,5
3,4
3,3
3,2
3,0
3,1
Stage 1
Stage 2 Stage 3
Stage 4
1. Jarak terjauh dari (1,6) ke
(4,0).
2. (t,d) ; Situasi dimana d ribu
dollar tersedia untuk investasi
di t, t+1, . . . .3
3. Garis (t,d) ke (t+1, d-x)
memiliki panjang rt(x) sesuai
dgn NPV yg didpt dgn
investasi x di t.
Solusi Problema Knapsack menggunakan DP
Misalkan sebuah 10 lb knapsack akan didisi dengan item sbb :
Item ke Berat Keuntungan
1 4 lb 11
2 3 lb 7
3 5 lb 12
Untuk memaksimumkan total keuntungan, bagaimana knapsack harus diisi ?
Solusi :
Kita memiliki r1(x1) = 11x1, r2(x2) = 7x2; r3(x3) = 12x3
g1(x1) = 4x1, g2(x2) = 3x2, g3(x3) = 5x3
Definisikan ft(d) = keuntungan maksimum yg dpt diperoleh dari sebuah d pound
knapsack yg diisi dengan tipe item t, t+1, . . . 3
STAGE 3
f3(d) = maks (12 X3)
x3
Lihat hasil halaman 1023
STAGE 2
f2(d) = maks {7X2 + f3(d – 3X2)}
x2
Lihat hasil halaman 1024
STAGE 1
f1(10) = (lihat hasil halaman 1025)
10,1
9,1
8,1
7,1
6,1
5,1
4 ,1
3,1
2,1
1,1
0,1
10,2
9,2
8,2
7,2
6,2
5,2
4,2
3,2
2,2
1,2
0,2
10,3
9,3
8,3
7,3
6,3
5,3
4,3
3,3
2,3
1,3
0,3
4,4
3,4
2,4
1,4
0,4
Network Knapsack Problem
1. Jarak terpanjang dari (10,1) ke stage 4 node
2. Untuk t ≤ 3, (d,t) adalah situasi dimana d pound
space dapat dialokasikan pd item tipe t, t+1, . . 3
(d,4) : d pound space yg belum terpakai
3. Setiap arc dr sebuah state t node ke sebuah
stage t+1 node menyatakan sebuah keputusan
berapa tipe t item ditempatkan di knapsack.
contoh :
(10,1) ke (6,2) : Menempatkan item1 di knapsack
meninggalkan sisa space 6 untuk item 2 & 3, dan
arc ini panjangnya 11
Solusi adalah : (10,1)-(6,2)-(0,3)-(0,4)
Problema Pergantian Mesin
(Equipment Replacement Problem)
Sebuah bengkel selalu menginginkan bahwa mesin analisa selalu tersedia.
Sebuah mesin baru analisa harganya $1000. Biaya pemeliharaan mi dari mesin
selama tahun ke i adalah m1 = $60, m2 =$80, m3 =$120. Mesin dapat dipertahan
kan untuk 1, 2, 3 tahun, dan setelah i tahun penggunaan (i =1, 2, 3) mesin dapat
diganti dengan yang baru. Jika mesin diganti pada tahun yg ke i, nilai sisa mesin
Si diperoleh, dimana S1 = $800, S2 = $600, dan S3 = $500. Jika diketahui bahwa
saat ini mesin baru harus dibeli, bengkel ingin menentukan kebijakan pergantian
mesin yang akan meminimumkan biaya bersih selama 5 tahun.
Biaya bersih = (biaya pemeliharaan) + (biaya pergantian) – (nilai sisa)
Solusi :
Definisi g(t) = Minimum biaya bersih dari tahun t sampai tahun ke 5, diketahui
sebuah mesin baru telah dibeli pd tahun t.
Ctx = Biaya bersih dari pembelian mesin pd tahun t dan menggunakan
mesin tsb sampai tahun ke x
Maka rekursi yang digunakan sbb ;
g(t) = Min {Ctx + g(x)} (t = 0, 1, 2, 3, 4)
x
Dimana : t+1 ≤ x ≤ t+3 dan x ≤ 5
Tidak ada biaya yg timbul setelah tahun ke 5 (karena problema hanya 5 thn)
Sehingga g(5) = 0
Setelah sebuah mesin dibeli pada waktu t, kita harus menentukan kapan mengganti
mesin tsb. Misalkan x adalah waktu dimana pergantian terjadi. Pergantian harus
dilaksanakan setelah waktu t tetapi t ≤ 3, sehingga t+1 ≤ x ≤ t+3 dan x ≤ 5.
Jika kita mengganti mesin pd waktu x, biaya apa saja yg ada dari waktu t ke 5?
Jawab : Jumlah biaya yang timbul dari saat membeli mesin sampai mesin dijual pada
saat x (didefinisikan sbg : Ctx), dan biaya total yg timbul dari waktu x ke 5.
(diketahui bahwa mesin baru dibeli pada waktu x dgn biaya g(x))
Jadi jika mesin yang baru dibeli pd waktu t, digunakan sampai waktu x, maka dari
waktu t ke 5 timbul biaya : Ctx + g(x)
Ctx akan tergantung berapa lama mesin dipergunakan (nilai x-t)
Ctx = $1000 + m1 + . . . . + mx-t – St-x
Time Time Time Time Time Time
0 1 2 3 4 5
Year 1 Year 2 Year 3 Year 4 Year 5
Jadi :
C01 = C12 = C23 = C34 = C45 = 1000 + 60 -800 = 260
C02 = C13 = C24 = C35 = 1000 + 60 + 80 – 600 = 540
C03 = C14 = C25 = 1000 + 60 + 80 + 120 – 500 = 760
Kita mulai menghitung g(4) dan bekerja mundur sampai g(0).
g(4) = C45 + g(5) = 260 + 0 = 260
Jika mesin baru dibeli pd tahun ke 3;
C34 + g(4) = 260 +260 = 520* (diganti pd tahun ke 4)
g(3) = Minimum
C35 + g(5) = 540 + 0 = 540 (diganti pd tahun ke 5)
Jadi jika mesin baru dibeli pd tahun ke 3, maka ia akan diganti pd tahun ke 4.
Jika mesin baru dibeli pd tahun ke 2;
C23 + g(3) = 260 + 520 = 780 (diganti pd tahun ke 3)
g(2) = Minimum C24 + g(4) = 540 + 260 = 800 (diganti pd tahun ke 4)
C25 + g(5) = 760 + 0 = 760* (diganti pd tahun ke 5)
Jadi jika mesin baru dibeli pd tahun ke 2, maka ia akan diganti pd tahun ke 5.
Jika mesin baru dibeli pd tahun ke 1;
C12 + g(2) = 260 + 760 = 1020* (diganti pd tahun ke 2)
g(1) = Minimum C13 + g(3) = 540 + 520 = 1060 (diganti pd tahun ke 4)
C14 + g(4) = 760 + 260 = 1020* (diganti pd tahun ke 5)
Jadi jika mesin baru dibeli pd tahun ke 1, maka ia akan diganti pd tahun ke 2 atau 4.
Jika mesin baru dibeli pd tahun ke 0;
C01 + g(1) = 260 + 1020 = 1280* (diganti pd tahun ke 1)
g(0) = Minimum C02 + g(2) = 540 + 760 = 1300 (diganti pd tahun ke 2)
C03 + g(3) = 760 + 520 = 1280* (diganti pd tahun ke 3)
Jadi jika mesin baru dibeli pd tahun ke 0, maka ia akan diganti pd tahun ke 1 atau 3.
Jawaban 1 :
1
2
4
5
5
Jawaban 2:
0
0 3 4 5
Representasi jaringan dari pergantian mesin
- Gambar 9, halaman 1032
- Mencari jarak terpendek dari node 0 ke node 5.
ft(i) = min {(Biaya selama STAGE t) + ft+1 (STATE baru pd STAGE t+1)}
ft(i) = Biaya minimum yang timbul dari STAGE t ke STAGE akhir T, dimana saat
ini kita berada pada STAGE t dan STATE i
Persamaan merefleksikan kenyataan bahwa biaya minimum yg timbul
dari STAGE t ke akhir harus dicapai dengan memilih sebuah keputusan yang
Mungkin pada STAGE t yg meminimumkan jumlah biaya yg timbul selama STAGE
sekarang (STAGE t) ditambah biaya minimum yg dapat timbul dari STAGE t+1
ke akhir dari problema.
Persamaan rekursi yg benar memiliki 3 aspek dr problema :
1. Sebuah kumpulan keputusan yg diperbolehkan, layak untuk STATE dan
STAGE yang ada
Sering sekumpulan keputusan yg layak tergantung dari kedua t dan i
Contoh pada Problema inventori :
dt = Permintaan pada bulan t
it = inventori pd awal bulan t
Keputusan yang diperbolehkan pada bulan t (Misalkan xt : level produksi yg
diperbolehkan) terdiri dari anggota2 {0, 1, 2, 3, 4, 5} yang memenuhi :
0 ≤ (it + xt – dt ) ≤ 4
2. Kita harus merumuskan bagaimana biaya pd perioda waktu sekarang
(STAGE t) tergantung pd nilai t, STATE sekarang, dan keputusan yg dipilih
pd STAGE t
Contoh : Contoh problema inventori.
Misalkan xt adalah level produksi yg dipilih selama bulan t. Maka
biaya selama bulan t adalah : C(xt) + 0,5(it + xt – dt)
3. Kita harus merumuskan bagaimana STATE pada STAGE t+1 tergantung
pd nilai t, STATE pd STAGE t, dan keputusan yg dipilih pd STAGE t
Contoh pd problema inventori :
STATE pada bulan ke t+1 adalah : it + xt - dt
JIKA ANDA DAPAT MENGIDENTIFIKASI STATE, STAGE, DAN KEPUTUSAN
SECARA BENAR, MAKA 3 ASPEK DIATAS TIDAK SUSAH UTK DIHANDLE.
Contoh 8 (halaman 1034):
Seorang pemilik kolam harus menentukan berapa jumlah ikan yg boleh ditangkap dan dijual setiap tahun. Jika ia
menjual X ikan selama tahun t, maka pemasukan sebesar r(X) didapat. Biaya menangkap X ikan selama setahun
adalah C(X,b) dimana b adalah jumlah ikan pada awal tahun. Tentu saja ikan bereproduksi. Untuk memodelkan
ini diasumsikan bahwa jumlah ikan di kolam pada awal tahun adalah 20% lebih banyak dibandingkan dengan
jumlah ikan yang tinggal pada akhir tahun sebelumnya. Diasumsikan bahwa ada 10000 ikan di kolam pada awal
tahun pertama. Buatlah sebuah rekursi programa dinamis yang dapat digunakan untuk memaksimumkan
keuntungan selama T tahun horizon ?
Catatan :
1. Kita sering membuat trade-off antara keuntungan sekarang terhadap keuntungan akan datang.
Contoh : Kita dapat saja menangkap banyak ikan pada awal tahun, tetapi jumlah ikan akan sedikit pada akhir
tahun, atau kita tangkap sedikit ikan pada awal tahun (penjualan sedikit), tetapi kita dapat menjual banyak pada
akhir tahun.
2. STAGE adalah waktu T. Pada setiap stage, harus diputuskan berapa ikan yang harus ditangkap
Misal Xt : Jumlah ikan yang ditangkap selama tahun t
bt : Jumlah ikan di kolam pada awal tahun t. Jadi STATE mulai dari nilai bt.
Definisikan : ft(b(t) : Maksimum laba bersih yang didapat dari penangkapan ikan selama tahun t, t+1, ………. T,
dimana diketahui sebanyak bt ikan terdapat di kolam pada awal tahun t.
3. Lihat ketiga aspek pada halaman 1035
Pada stage T : Max {rT(XT) – C(XT,bT)}, dimana 0 ≤ XT ≤ bT
XT
Untuk stage t : ft(b(t) = max {r(Xt) – C(Xt,bt) + ft+1(1,2(bt – Xt))}
1. 0 ≤ Xt ≤ bt
2. bt dapat bertambah sampai 10000(1,2)T-1
3. Persamaan diatas digunakan sampai f1(10000)
4. Pada awal tahun kedua jumlah ikan dimulai dari 1,2(10000 – X1). Ini berarti bahwa X2 harus
dipilih untuk mendapat kan nilai maksimum f2(1,2(10000 – X1)).
5. Teruskan perhitungan ini sampai nilai-nilai optimal X3, X4, ……….XT diketahui.
Contoh 11, halaman 1038
Perusahaan Sunco oil butuh untuk membangun kapasitas refinery yg cukup untuk merefine 5000 barrel oil dan
10000 barel gasoline per hari. Sunco dapat membangun kapasitas refinery pada empat lokasi. Biaya
membangun sebuah refinery pada lokasi t dengan kapasitas merefine x barrel oil per hari dan y barrel gasoline
per hari adalah Ct(x,y). Gunakan Programa dinamis untuk menentukan berapa kapasitas yang harus
dialokasikan pada setiap lokasi ?
Jawab :
STAGE : Lokasi
Pada setiap STAGE, Sunco harus menentukan berapa kapasitas oil dan gasoline yg harus dibangun.
Definisikan ft(ot,gt) : biaya minimum untuk membangun ot barrel oil per hari dan gt barrel gasoline perhari pada
lokasi t, t+1, . . . 4
f4(o4,g4) : Sunco membangun refinery pada lokasi 4 dengan kapasitas o4 barrel oil dan g4 barrel gasoline
= c4(o4,g4)
Untuk t = 1, 2, 3
ft(ot,gt) = min{ct(ot,gt) + ft+1(ot-xt, gt-yt)
Keterangan :
1. Jika dibangun sebuah refinery pada lokasi t yang dapat merefine xt barrel oil dan yt barrel gasoline, maka
timbul biaya c(xt,yt), maka kita akan butuh membangun refinery dengan kapasitas ot-xt barrel oil dan gt-yt
barrel untuk gasoline untuk lokasi t+1, t+2, . . . 4, dan biaya untuk membangun ini adalah ft+1(ot-xt, gt-yt)
2. 0 ≤ xt ≤ ot, 0 ≤ yt ≤ gt
3. Pers. Terus dilakukan sampai f1(5000,10000)
Coba pikirkan apakah ini harus ct(xt,yt)
Lihat persamaan 17, halaman 1038
NONADDITIVE RECURSION
Disini ft(i) tidak merepresentasikan pertambahan biaya (atau reward)
Contoh 13, halaman 1042
Joe naik mobil dari kota 1 sampai kota 10. Dia tidak tertarik untuk mencari jarak terpendek, tetapi dia tertarik
untuk meminimumkan maksimum ketinggian (diatas permukaan laut) yang akan dia hadapi. Untuk naik mobil
dari kota 1 ke kota 10, dia harus mengikuti jalur sbb :
1
2
3
5 7
4
6 8 10
9
10
7
6
9
7
11
7
8
7
107
6
8 13
8
9
Stage1
Stage2 Stage3 Stage4
Stage5
Panjang Cij merepresentasikan ketinggian maksimum yg akan dihadapi antara kota I dan j. Gunakanlah
programa dinamis untuk menentukan jalur yang akan dijalani oleh Joe ?
1
2
3
5 7
4
6 8 10
9
10
7
6
9
7
11
7
8
7
107
6
8 13
8
9
Stage1
Stage2 Stage3 Stage4
Stage5
1. Definisi ft(i) : Ketinggian maksimum terkecil yang dapat dialami Joe pd perjalanan dari kota i
pada STAGE t ke kota 10
2. Sehingga didapat :
f4(i) = Ci,10
ft(i) = min {max(Cij, ft+1(j))} untuk t = 1, 2, 3
f4(7) = 13*
f4(8) = 8*
f4(9) =9*
max(C57, f4(7)) = 13
f3(5) = min max(C58, f4(8)) = 8*
max(C59, f4(9)) = 10
Dan seterusnya… lihat hal 1043
Contoh 14, halaman 1043
Glueco berencana untuk memperkenalkan sebuah produk baru pada 3 daerah. Pada saat ini diestimasikan
bahwa produk itu akan laku masing-masing di ketiga daerah dengan kemungkinan 0,6, 0,5, dan 0,3.
Perusahaan memiliki 2 salesman yang top yang dapat dikirimkan ke tiga daerah tersebut.
Kemungkinan bahwa product akan laku terjual jika 0, 1, dan 2 salesman dikirimkan ke tiga daerah
tersebut adalah :
Jumlah salesman Kemungkinan product terjual
yg dikirim daerah1 daerah2 daerah3
0 0,6 0,5 0,3
1 0,8 0,7 0,55
2 0,85 0,85 0,7
Jika perusahaan ingin memaksimumkan kemungkinan product terjual diseluruh tiga daerah,
dimanakah perusahaan harus menempatkan salesmannya ? (asumsi : penjualan di ketiga daerah
adalah independent).
Jawab:
Definisi : ft(s) : Kemungkinan bhw produk akan terjual di daerah t, t+1, . . . 3 jika s salesman secara optimal
ditempatkan didaerah2 tersebut.
f3(2) = 0,7 (tugaskan 2 salesman didaerah 3)
f3(1) = 0,55 (tugaskan 1 salesman didaerah 3)
f3(0) = 0,3 (tugaskan 0 salesman didaerah 3)
Untuk menentukan f2(.) dan f1(.), perlu didefinisikan :
ptx : Kemungkinan produk terjual pada daerah t jika x salesman ditugaskan didaerah t.
Contoh : p21 = 0,7. Sehingga dapat dituliskan :
ft(s) = max {ptx ft+1(s-x)}
x
Keterangan :
1. x harus anggota dari {0, 1, 2, . . . . . s}
2. Jadi jika s salesman tersedia untuk daerah t, t+1, . . . 3, dan x salesman ditugaskan
didaerah t, maka :
ptx : kemungkinan bahwa produk terjual di daerah t dimana x salesman ditugaskan
didaerah t tersebut.
ft+1(s-x) : kemungkinan bahwa produk terjual di daerah t+1, . . . 3 dengan jumlah
salesman (s-x) ditugaskan di daerah tsb.
f2(2) = (0,5)f3(2-0) = (0,5)(0,7) = 0,35 (Tugaskan 0 salesman pd daerah 2, & 2 salesman di derah 3 )
= (0,7)f3(2-1)=(0,7)(0,55)=0,385 (Tugaskan 1 salesman pd daerah 2, & 1 salesman di derah 3 )
= (0,85)f3(2-2)=(0,85)(0,3)=0,255 (Tugaskan 2 salesman pd daerah 2, & 0 salesman di derah 3 )
f2(2)MAKS= 0,385 f2(1), f2(0) dan f1(2) dapat dilihat dihalaman 1044
FORWARD RECURSION
1. Problema program dinamis sering juga diselesaikan dengan bekerja
maju. Diasumsikan bhw state terakhir yang diinginkan diketahui.
2. Untuk bekerja maju, definisikan ft(i) : biaya minimum yang timbul pada
STAGE 1, 2, . . . . t diketahui bahwa STATE i pd akhir STAGE t
3. Pertama, hitung f1(i) untuk semua i pd akhir stage 1.
4. Buat rekursi utk f2(i) sbg fungsi f1(i) dan hitung seluruh f2(i) yang
mungkin pd akhir stage 2.
5. Lakukan terus perhitungan ini sampai f T(i) (stage akhir yg diinginkan pd
state i)
Contoh problema inventori :
Definisi :
1. ft(it) : Biaya minimum yg timbul selama bulan 1, 2, . . . T, dimana
diketahui akhir inventori pd bulan t adalah it.
2. xt(it) : level produksi bulan t utk mencapai ft(it).
3. Kapasitas simpan adalah 0, 1, 2, 3, 4 unit pd akhir bulan 1, 2, dan 3.
4. Tentukan biaya total dimana pada bulan ke 4 inventori = 0.
CHAPTER 21
PROBABILISTIC DYNAMIC PROGRAMMING
1. Pada beberapa problema, dapat saja tidak diketahui dengan pasti walaupun state dan
keputusan sekarang diketahui.
2. Contoh pada problema inventori. Secara umum demand tidak diketahui.
When Current Stage Costs Are Uncertain
But the Next Period’s State is Certain
Disini state period selanjutnya diketahui dengan pasti, tetapi reward yg didapatkan selama
stage sekarang tidak diketahui dengan pasti (pada keputusan dan state sekarang)
Contoh :
Safeco membeli 6 gallon susu dengan harga $1 per gallon dari supplier susu dan menjualnya pada 3 toko dengan
harga $2 per gallon. Supllier harus membeli susu yang tidak laku setiap harinya dengan harga $0,5. Diketahui bahwa
demand susu pada setiap toko tidak pasti. Data masa lalu menunjukan bahwa demand susu pada setiap toko adalah
sbb:
Daily Demand Probability
Toko 1 1 0,60
2 0
3 0,40
Toko 2 1 0,50
2 0,10
3 0,40
Toko 3 1 0,40
2 0,30
3 0,30
Safeco ingin mendapatkan ekspektasi keuntungan bersih dengan menempatkan 6 gallon susu ini pada ke
tiga toko tersebut. Gunakan Programma dinamis untuk membantu bagaimana safeco harus mengalokasikan
6 gallon susu tsb pada ke tiga toko ?
Definisi :
1. rt(gt) : Ekspektasi pemasukan yang diperoleh dari gt gallon yang terjual pada toko t
2. ft(x) : Ekspektasi keuntungan maksimum yg diperoleh dari x gallon yg ditaruh pd toko t, t+1,. . 3.
3. Dapat dipastikan bahwa f3(x) = r3(x)
4. Untuk t = 1, 2
ft(x) = maks { rt(gt) + ft+1(x - gt}
dimana gt = 0, 1, ………….x
Sesuatu yang bodoh untuk
menaruh susu lebih dari 3
gallon pada setiap toko,
karena maksimum demand
untuk setiap toko adalah 3
r3(0) = 0
r3(1) = (0,3 + 0,3 + 0,4) 2 = 2
r3(2) = (0,3 + 0,3)4 + 0,4(2 + 0,5) = 2,4 + 1 = 3,4
r3(3) = (0,3)(6) + (0,3)(4 + 0,5) + (0,4)(2 + 1) = 4,35
r2(0) = 0
r2(1) = (0,4 + 0,1 + 0,5) 2 = 2
r2(2) = (0,4 + 0,1) 4 + 0,5(2 + 0,5) = 3,25
r2(3) = (0,4)(6) + 0,1(4 + 0,5) + 0,5(2 + 1) = 4,35
r1(0) = 0
r1(1) = (0,4 + 0 + (0,6) 2 = 2
r1(2) = (0,4 + 0) 4 + 0,6(2 + 0,5) = 3,1
r1(3) = (0,4)(6) + 0(4 + 0,5) + 0,6(2 + 1 ) = 4,20
f3(0) = r3(0) = 0 g3(0) = 0
f3(1) = r3(1) = 2 g3(1) =1
f3(2) = r3(2) = 3,4 g3(2) = 2
f3(3) = r3(3) = 4,35 g3(3) = 3
f2(0)
f2(1)
f2(2)
f2(3)
Untuk f2(4), f2(5), dan f2(6)
kita tidak perlu
mempertimbangkan
penempatan lebih dari 3
gallon di toko 2.
f2(4)
f2(5)
f2(6)
f1(6)
HASIL DAPAT DILIHAT DI
HALAMAN 1068
Contoh : Probabilistic Inventory Model
Diketahui problema inventori dengan waktu 3 perioda. Pada awal setiap perioda perusahaan harus
menentukan berapa unit yang harus dibuat selama perioda tersebut. Selama sebuah perioda dimana x unit
dibuat, biaya produksi c(x) timbul, dimana c(0) = 0, dan untuk x > 0, c(x) = 3 + 2x. Batas produksi untuk
setiap perioda adalah 4 unit. Demand pada setiap perioda adalah random, dimana demandnya adalah 1
dan 2 dengan dengan kemungkinan muncul yang sama. Setiap inventori yg terjadi pada setiap perioda
menimbulkan biaya simpan $1 per unit. Batas inventori adalah 3 unit. Setiap demand pada setiap perioda
harus dipenuhi pada perioda tersebut. Jumlah inventori yang ada pada akhir perioda 3 dapat dijual dengan
harga $2 per unit. Awal inventori pada perioda 1 adalah 1 unit. Gunakanlah DP untuk menentukan
kebijakan produksi yang meminimumkan ekspektasi biaya bersih selama 3 perioda.
Definisi ft(i) = Ekspektasi biaya bersih minimum untuk perioda t, t+1, …3
1. Ekspektasi biaya simpan pada STAGE 3 = 0,5(i + x -1) + 0,5 (i + x - 2) = i + x – 1,5
dimana i = jumlah unit pada awal inventori
2. Ekspektasi pemasukan pada STAGE 3 disebabkan penjualan unit yg sisa :
(0,5)(2)(i + x – 1) + (0,5)(2)(i + x – 2) = 2i + 2x – 3
3. Sehingga total biaya pada STAGE 3 :
f3(i) = min {c(x) + (i + x – 1,5) – (2i + 2x – 3)} (lihat tabel 3, halaman 1071)
x
4. Untuk STAGE t = 1 dan 2
ft(i) = min {c(x) + (0,5)(i+x-1)+(0,5)(i+x-2) + (0,5)ft+1(i+x-1) + (0,5)ft+1(i+x-2)}
x
Tabel 4 & 5
halaman 1072
PROBABILISTIC DYNAMIC PROGRAMMING FORMULATION






+= ∑ + (j)t)fa,i,p(ja)i,tSTAGEselamaReward(Ekspetasi
a
MAX
(i)f
j
1tt
1. ft(i) : Maksimum ekspetasi reward yg dpt diperoleh selama STAGE t, t+1, ………diketahui
bahwa STATE pada awal stage t adalah i.
2. Maksimum persamaan diatas diambil pada seluruh aksi a yg layak ketika state pada awal
stage t adalah i.
3. p(j|i, a, t) : Probabilitas bahwa state pada perioda selanjutnya adalah j, diketahui state
sekarang adalah i (pd stage t) dan aksi a dipilih.
4. Perjumlahan pada persamaan diatas adalah menyatakan ekspetasi reward dari stage t+1
keakhir dr problema.
5. Kita memilih a yang memaksimumkan ekspetasi reward yg diperoleh dari stage t ke akhir dari
problema.
Contoh 5, halaman 1080
Sunco oil memiliki D dollar untuk dialokasikan untuk pemboran pada lokasi 1, 2, ………..T. Jika x dollar
dialokasikan pada lokasi t, maka dgn probilitas qt(x) minyak akan diketemukan pada lokasi tsb. Jika pada
lokasi terdapat minyak, maka ia akan bernilai sebesar rt. Formulasikanlah sebuah rekursi yg dapat
digunakan sunco oil yg memaksimumkan nilai ekspetasi dari seluruh minyak yang diketemukan pada lokasi
1, 2, ……… T ?
Jawab :
Untuk Lokasi T :
Untuk t < T :
ft(d) : Nilai ekspetasi maksimum dari minyak yang diketemukan pada lokasi t, t+1, …………T jika d dollar
tersedia pada lokasi t, t+1, ………T
Kita akan bekerja mundur sampai ke f1(D).
(d)qr(d))0q(1(d)qr(d)f TTTTTT =−+=
x)(df(x)q{r
x
Max
(d)f 1tttt −+= +
Contoh 6, halaman 1081:
Pada setiap tahun, pemilik sebuah kolam harus menentukan berapa jumlah ikan yang ditangkap dan dijual.
Selama tahun t harga ikan per ekor adalah pt. Biaya penangkapan x ikan akan membutuhkan biaya ct(x|b),
dimana b adalah jumlah ikan pada awal tahun t. Antara waktu akhir t dan awal waktu t+1 ikan berreproduksi
dengan sebuah random faktor D, dimana P(D = d) = qd. Formulasikanlah sebuah rekursi programa dinamis yg
dpt digunakan untuk menentukan strategi penangkapan ikan yg akan memaksimumkan keuntungan selama 10
tahun. Pada saat ini kolam memiliki 10000 ikan.
Jawab :
1. Stage adalah tahun.
2. State adalah jumlah ikan di kolam pada awal tahun.
3. Keputusan yg akan dibuat : Berapa ikan yg akan ditangkap selama setiap tahun.
4. Definisi :
ft(b) = Ekspetasi keuntungan bersih maksimum yg dapat diperoleh selama tahun t, t+1, ….. 10,
jika kolam memiliki b ikan pd awal tahun t.
f10(b) = max {x p10 – c10(x|b)} dimana 0 ≤ x ≤ b
x
Untuk t < 10 : 0 ≤ x ≤ b
Selama tahun t keuntungan yg didapat (xpt – ct(x|b). Jadi dgn kemungkinan q(d), state pada tahun t+1 akan
menjadi d(b-x). Shg jika x ikan ditangkap selama tahun t, ekspetasi keuntungan bersih maksimum yg
diperoleh pd tahun t+1, t+2, ……. 10






∑ −+−= +
d
1tttt x))(d(bq(d)f)b(xcxp
x
Max
(b)f
∑ −+
d
1t x))(d(bq(d)f
Contoh 8, halaman 1082
Korvair store sedang mencoba untuk menentukan sebuah optimal cash management policy. Selama setiap hari,
permintaan untuk cash dapat dijelaskan dengan sebuah random variabel D, dimana p(D = d) = p(d). Pada awal
setiap hari, store mengirim seorang pekerja ke bank untuk mendeposit atau mengambil uang. Setiap transaksi
bank membutuhkan biaya sebesar K dollar. Jadi demand untuk cash dapat dipenuhi oleh uang yang tersisa dari
hari sebelumnya ditambah uang yang diambil dari bank. Pada akhir setiap hari, store menentukan cash balance
yg dimiliki. Jika cash balance negatif, terdapat biaya shortage s dollar per dollar. Jika cash balance positif,
terdapat biaya i dollar per dollar (disebabkan kehilangan interest jika uang tsb di deposit di bank). Pada awal hari
pertama, store memiliki cash $10000 dan $100000 di bank. Formulasikanlah sebuah model programa dinamis yg
dapat digunakan untuk meminimumkan ekspetasi biaya untuk mengisi cash yang dibutuhkan store selama 30 hari
selanjutnya.
Jawab :
1. Untuk menentukan berapa uang yang harus diambil atau dideposit, store harus mengetahui cash yg dimiliki
dan bank balance pd awal setiap hari.
2. Stage adalah waktu. Jadi pada setiap awal setiap stage, store harus menentukan berapa uang yg diambil
atau didiposit di bank.
3. Definisi :
ft(c,b) : Ekspetasi biaya minimum selama hari t, t+1, ………. 30, diketahui bhw pd awal hari t,
store memiliki c dollar cash dan b dollar di bank.






∑ ∑ −−+−++=
+≤ +≥xcd xcd
30 x)scp(d)(dd)ixp(d)(c(x))K
x
Min
b)(c,f δ
Balance positive Balance Negative
1. X : jumlah uang yang di transfer dari bank ke toko (jika x < 0, uang ditransfer dari toko ke bank). Karena
toko tidak dapat mengambil uang lebih dari b dan tdk dpt men deposit lebih dari c, maka b ≥ x ≥ -c.
2. δ(0) = 0, berarti tdk ada transaksi dengan bank
δ(x) = 1, berarti ada transaksi dengan bank, dengan biaya transaksi = K
3 d ≤ (c + x), berarti uang berlebihan krn demand ≤ dari jumlah uang yg ada
Timbul biaya (c + x – d)i dengan kemungkinan p(d).
Jadi ekspetasi biayanya p(d)(c + x –d)i
4 d ≥ (c + x), berarti terjadi short, karena demand ≥ jumlah uang yang ada.
Timbul biaya (d – c – x)s dengan kemungkinan p(d)
Jadi ekspetasi biayanya p(d)(d – c –x)s
5. Untuk t < 30
∑ ∑ ∑ −−++−−+−++=
+≤ +≥
+
xcd xcd d
1tt x)}bd,x(cp(d)fx)scp(d)(dd)ixp(d)(c(x){K
x
Min
b)(c,f δ
MARKOV CHAIN
SEBUAH TIPE PROSES STOCHASTIK
• Bagaimana random variabel (RV) berubah terhadap waktu
• Apakah proses stokastik ?
1. Misalkan kita mengamati sebuah karakteristik dari sebuah sistem pada waktu diskrit
(0, 1, 2, ……….)
2. Misalkan Xt adalah nilai karakteristik sistim pada waktu t.
3. Xt tidak diketahui dengan pasti sebelum waktu t dan dapat dipandang sebagai sebuah
random variabel.
4. Discrete-time stochastic process adalah penjelasan hubungan antara random variabel
X0, X2, X2, …………
Contoh
Sebuah kantong pada saat ini berisi 2 bola yang belum di cat. Pilih sebuah bola dan lempar sebuah koin.
Jika bola = belum dicat dan koin = head, maka cat bola tsb dengan warna MERAH
Jika bola = belum dicat dan koin = tail, maka cat bola tsb dengan warna HITAM
Jika bola sudah di cat, apakah koin head atau tail, ubah warna dari MERAH ke HITAM, atau HITAM ke MERAH
Terminologi Antrian
Harus ada proses input dan proses output. Sbg contoh ;
Situasi Proses input Proses output
Bank Pelanggan tiba di bank Teller melayani pelanggan
Pizza parlor Permintaan pengiriman pizza Pizza parlor mengirim mobil
diterima utk mengirim pizza
Naval Shipyard Kapal dilaut rusak & dikirim Kapal diperbaiki dan dikemba
ke shipyard utk diperbaiki likan ke laut
Proses Input atau Proses Kedatangan
-Kedatangan disebut Pelanggan (Customer)
- Asumsi : Tidak lebih dari 1 pelanggan yg dpt timbul pd suatu waktu sesaat.
Jika lebih dari satu diperbolehkan maka BULK ARRIVAL diperbolehkan.
- Proses kedatangan tidak dipengaruhi oleh jumlah pelanggan yg ada di sistem
- Dua situasi umum dimana proses kedatangan dapat tergantung pd jumlah
pelanggan yg ada :
1. Kedatangan berasal dari populasi yg kecil (finite source model).
Misal : hanya ada 4 kapal (spt contoh diatas). Jika seluruh kapal
sedang diperbaiki, maka tdk ada kapal yg dpt rusak pd masa akan
datang. Kebalikannya, jika semua kapal ada di laut, kerusakan kapal
akan memiliki kemungkinan yg relatip besar pd masa depan.
2. Proses kedatangan tergantung pd jumlah pelanggan.
Misal : Jika kita melihat tempat parkir di sebuah bank penuh, kita
dpt saja pergi dan akan datang pd lain waktu.
- Jika seorang pelanggan gagal memasuki sistem, maka dikatakan pelanggan tsb
balked.
- Jika proses kedatangan tdk dipengaruhi oleh jumlah pelanggan yg ada, maka
biasanya kita dpt menjelaskannya dengan sebuah distribusi probabilitas yg
menjelaskan waktu antara kedatangan.
Proses output atau Pelayanan (Service)
Kita biasanya menspesifikasikan dengan sbh distribusi probabilitas – distribusi
waktu pelayanan. – yg menjelaskan waktu pelayanan pelanggan.
Biasanya diasumsikan bahwa distribusi waktu pelayanan adalah independen thdp
jumlah pelanggan yang ada, artinya pelayan tidak akan bekerja lebih cepat
ketika pelanggan lebih banyak berada di sistem.
Akan dipelajari 2 pengaturan dari pelayan :
1. Pelayan dalam bentuk paralel
Pelayan memberikan pelayanan yg sama dan seorang pelanggan hanya
melalui 1 pelayan saja.
2. Pelayanan dalam bentuk seri
Seorang pelanggan harus melalui beberapa pelayan sampai selesai.
Disiplin Antrian
Disiplin antrian menjelaskan metoda yg digunakan utk menentukan urutan
pelayanan thdp pelanggan.
FCFS : First Come First Service
Pelanggan dilayani dalam urutan kedatangan mereka.
LCFS : Last Come First Service
Kedatangan yg terbaru adalah pertama yg dilayani
SIRO : Service in Random Order
Pelanggan yg akan dilayani dipilih secara acak
PRIORITY QUEUING DISCIPLINE
Setiap kedatangan dikualifikasikan dlm beberapa katagori. Setiap
katagori kemudian diberikan level prioritas, dan setiap level prioritas
pelanggan dilayani dengan cara FCFS.
METODA YG DIGUNAKAN KEDATANGAN
UTK MASUK KE ANTRIAN
1. Pelanggan dpt bergabung pd sebuah garis antrian
2. Pelanggan dapat memilih garis antrian yg diingini (Jika ada beberapa garis
antrian, biasanya pelanggan memilih antrian yg terpendek)
3. Perlu juga utk diketahui apakah pelanggan diperbolehkan utk SWITCH atau
JOCKEY antar garis antrian
MODEL KEDATANGAN
dan
PROSES PELAYANAN
1. Paling banyak satu kedatangan yg muncul pd waktu sesaat.
2. Definisi ti : waktu dimana pelanggan i tiba.
3. Utk ti ≥ 1, Ti = ti+1 – ti : waktu antar kedatangan yg ke i.
t1 = 3 t2 = 8 t3 = 15
T1 = 8 – 3 T2 = 15 - 8
4. Asumsi : Tj adalah independent (T1 tidak berpengaruh terhadap T2, T3 atau Tj)
dan memiliki continuous random variable A yang sama (artinya distribusi keda
tangan adalah independen dr waktu pd hari atau hari pd minggu, ini disebut
proses stasioner.)
5. Asumsi A memiliki pdf a(t). Utk nilai Δt yg kecil P(t ≤ A ≤ t + Δt) = Δt a(t).
Sehingga dapat dituliskan :
∫ ∫
∞
=>=≤
c
c
dttacAPdttacAP
0
)()(dan)()(
6. Definisikan : rata-rata waktu antar kedatangan (jam/kedatangan), sehing
ga nilai ini (ingat statistik) adalah :
∫=
∞
0
)(
1
dttta
λ
λ
1
7. Sehingga λ : Laju kedatangan (Jumlah kedatangan/jam).
8. Distribusi eksponensial pada umumnya digunakan untuk rv A.
9. Distribusi eksponensial dengan parameter λ, memiliki densitas :
t
eta λ
λ −
=)(
t
e λ
λ −
λ
t
10. a(t) berkurang dgn sangat cepat untuk t yang kecil. Ini menunjukan bahwa
waktu antar kedatangan yang sangat panjang tidal lazim terjadi.
Harga rata-rata waktu antar kedatangan E(A) =
Variansinya : Var (A) =
λ
1
2
1
λ
Sifat No-memory dari distribusi eksponensial
Alasan mengapa distribusi eksponensial sering digunakan dalam memodel
waktu antar kedatangan dijelaskan oleh lemma berikut :
L e m m a :
Jika A memiliki distribusi eksponensial, maka utk nilai-nilai positif t dan h,
P(A> t+h | A≥t) = P(A > h), lihat bukti pd halaman 1107
-Ternyata tidak ada distribusi lain yg dpt memenuhi sifat ini.
- Sifat ini disebut no-memory property
- Artinya : Misalkan tidak ada kedatangan selama waktu t (ini disebut A≥t), dan
ditanyakan berapakah kemungkinan tidak akan ada kedatangan selama wak
tu h didepan (disebut A>t+h), persamaan diatas menjawab P(A>h).
Contoh: h = 4, utk t = 5, t = 3, t = 2, dan t = 0
P(A>9|A≥5) = P(A>7|A≥3) = P(A>6|A≥2) = P(A>4|A≥0) =
λ
λ 4−
e
Sehingga jika ingin mengatahui distribusi probabilitas dari waktu utk kedatangan
selanjutnya, maka tdk menjadi masalah sudah berapa lama tidak terjadi kedata
ngan sejak kedatangan terakhir. Contoh utk λ = 6. No-memory property mengata
kan tidak menjadi masalah sudah berapa lama tdk ada kedatangan sejak kedata
ngan terakir, distribusi probabilitas dari waktu utk kedatangan selanjutnya adalah:
t
e 6
6 −
HUBUNGAN ANTARA DISTRIBUSI POISON
DAN DISTRIBUSI EKSPONENSIAL
T e o r e m a 1 :
Waktu antar kedatangan adalah eksponensial dengan parameter λ jika dan hanya
jika jumlah kedatangan yg muncul pd interval t mengikuti distribusi poisson dengan
parameter λt.
Sebuah diskrit r.v. N mengikuti distribusi Poisson dengan parameter λ jika untuk
n =1, 2, 3, . . . . .
!
)(
n
e
nNP
n
λλ−
==
Dimana E(N) = Var (N) = λ
Jika Nt : Jumlah kedatangan yg muncul selama interval waktu t, teorema 1
menyatakan
.......2,1,0
!
)(
)( ===
−
n
n
te
nNP
nt
t untuk
λλ
Karena Nt adalah poisson dgn parameter λt, maka E(Nt) = Var(Nt) = λt
λt kedatangan yg timbul selama waktu t, maka λ dpt dikatakan sbg jumlah
rata-rata kedatangan per waktu (disebut laju kedatangan)
Asumsi :
1. Kedatangan adalah independen (sbg contoh: kedatangan2 antara waktu 1
dan 10 tidak memberikan informasi tentang jumlah kedatangan2 antara
waktu 30 dan 50)
2. Untuk Δt yg kecil, probabiliti munculnya satu kedatangan antara t dan t+Δt
adalah λΔt + o(Δt), dimana
0
)(
0
lim
=
∆
∆
→∆ t
to
t
T h e o r e m n 2
Jika asumsi 1 dan 2 terpenuhi, maka Nt mengikuti sbh distribusi
Poisson dgn parameter λt dan waktu antar kedatangan adalah eksponensial
dengan parameter λ, yaitu :
Juga, Probabiliti tidak ada kedatangan selama interval t dan t+Δt adalah
1 – (λΔt + o(Δt)), dan kemungkinan munculnya lebih dari satu kedatangan ada
lah : o(Δt)
a(t) =
t
e λ
λ −
Contoh 1:
Jumlah gelas bir yang dipesan per jam pd Dick’s Pub mengikuti sbh distribusi
Poisson dengan rata-rata 30 bir per jam yg dipesan.
1. Tentukan probabiliti bahwa 60 bir dipesan antara 10 p.m sampai jam 12
tengah malam ?
2. Tentukan harga rata2 dan standart deviasi dr jumlah bir yg dipesan antar
jam 9 p.m dan 1 a.m
3. Tentukan prababilti bahwa waktu antar 2 pemesanan yg berurutan adalah
antar 1 dan 3 menit.
(Jawaban pd halaman 1109)
DISTRIBUSI ERLANG
1. Jika waktu antar kedatangan bukan eksponensial, maka biasanya akan
dimodelkan dgn sbh distribusi Erlang.
2. Distribusi Erlang adalah rv kontinue (sebut saja T), dimana fungsi densitas
nya f(t) ditandai dgn 2 parameter : rate parameter R dan shape parameter k
(nilai k harus positif dan integer)
2
1
)()(
)!1(
)(
)(
R
k
TVar
R
k
TE
k
eRtR
tf
Rtk
==
−
=
−−
dandengan
3. Untuk k = 1, pdf Erlang kelihatannya sama dgn distribusi eksponensial.
Sebagaimana k bertambah distribusi Erlang mendekati distribusi Normal
MODEL PROSES PELAYANAN (SERVICE)
1. Asumsi waktu pelayanan utk pelanggan yg berbeda adalah rv yg independen,
dimana waktu pelayanan setiap pelanggan diwakili oleh rv S yg memiliki pdf s(t).
2. Misalkan 1/μ (waktu per pelanggan) adalah rata2 waktu pelayanan utk seorang
pelanggan, maka
∫=
∞
0
)(1 dttts
µ
3. Contoh, μ = 5 berarti jika pelanggan selalu ada, pelayan dapat melayani rata-rata
5 pelanggan setiap jam dan rata-rata waktu pelayanan (service time) utk setiap
pelanggan adalah 1/5 = 0,2 jam.
4. Waktu pelayanan dapat dimodelkan sbg random variabel eksponensial, sehingga
kita dapat menentukan distribusi sisa waktu pelayanan seorang pelanggan tanpa
perlu mengetahui berapa lama pelanggan sudah dilayani.
Contoh :
Misalkan ada 3 pelayan, dan semua sibuk (melayani pelanggan 1, 2, dan 3) dan seorang pelanggan (pe
langgan ke 4) sedang menunggu (lihat gambar 4 halaman 1111). Berapakah kemungkinan bhw pelang
gan yg menunggu ini akan menjadi pelanggan yg terakhir dilayani ?
Misalkan pelanggan ke 3 yg pertama selesai dilayani, maka pelanggan ke 4 masuk utk dilayani. Dengan
sifat no-memory, distribusi waktu pelayanan utk pelanggan 4 memiliki distribusi yg sama dengan sisa
waktu pelayanan pelanggan 1 dan 2. Jadi dari sifat simetris, Pelanggan 4, 1, dan 2 akan memiliki kemung
kinan yg sama utk menjadi pelanggan yg terakhir utk dilayani = 0,33.
Tanpa sifat no-memory, persoalan ini sangat susah utk diselesaikan.
5. Jika waktu pelayanan tdk konsisten dengan sifat no-memory, maka sering dpt
diasumsikan bahwa s(t) adalah sbh distribusi Erlang dengan parameter shape
dan parameter rate masing2 k dan kµ. Rata-rata waktu pelayanan tetap 1/μ.
6. Memodelkan waktu pelayanan dgn sbh distribusi Erlang (dgn parameter shape
= k) juga dpt berarti waktu pelayanan seorang pelanggan adalah melalui k phase
pelayanan, dimana waktu penyelesaian setiap phase memiliki sifat no-memory
dengan rata-rata 1/(kμ). Lihat gambar 5, halaman 1112.
Pada situasi tertentu, waktu antar kedatangan dan waktu pelayanan dimodelkan
memiliki variansi = 0. Ini disebut model deterministik. Dalam hal ini waktu antar
kedatangan = 1/λ dan waktu pelayanan = 1/µ
NOTASI KENDALL - LEE
Notasi digunakan untuk sistem antrian dimana seluruh kedatangan menunggu
pd sebuah garis menunggu sampai seorang pelayan dr s pelayanan (paralel)
bebas.
Pelanggan pergi ke
Pelayan yg pertama2
kosong
Pelayan 1
Pelayan 2
Pelayan 3
Pelanggan per
gi dr sistem
Menurut Kendall, setiap sistem antrian dijealskan oleh 6 karakteristik :
1/2/3/4/5/6
1: Keadaan proses kedatangan
M : Waktu antar kedatangan adalah r.v iid dgn distribusi eksponensial
D : Waktu antar kedatangan adalah iid dan deterministik
Ek : Waktu antar kedatangan adalah iid Erlang dgn parameter shape = k
GI : Waktu antar kedatangan adalah iid diwakili oleh beberapa distribusi
yg umum.
2 : Keadaan waktu pelayanan
M : Waktu pelayanan adalah iid dan eksponensial
D : Waktu pelayanan adalah iid dan deterministik
Ek : Waktu pelayanan adalah iid Erlang dgn parameter shape = k
G : Waktu pelayanan adalah iid diwakili oleh beberapa distribusi umum
3 : jumlah pelayan dalam formasi paralel.
4 : Menjelaskan disiplin antrian :
FCFS : First come, first service
LCFS : Last come, first service
SIRO : Service in random order
GD : General queue discipline
5 : Maksimum jumlah pelanggan yg diperbolehkan didalam sistem (termasuk
pelanggan yg sedang menunggu dan yg sedang dilayani)
6 : Besarnya populasi darimana pelanggan datang.
Pada umumnya 4/5/6 adalah GD/~/~, sehingga sering diabaikan.
Contoh : M/E2/8/FCFS/10/~
Bisa mewakili sebuah klinik kesehatan dgn 8 doktor, waktu antar kedata
ngan adalah eksponensial, waktu pelayanan adalah Erlang 2 phase, disi
plin antrian FCFS, dan kapasitas klinik adalah utk 10 orang
1/2/3/4/5/6
1. Sering digunakan utk menjawab pertanyaan2 tentang sistem antrian.
2. Definisi :
a. STATE : Jumlah orang yg berada pd sistem antrian pada waktu t
Jadi pd saat t = 0, state dr sistem sama dengan awal jumlah orang
yg ada didalam sistem.
b. Pij(t) : Probabiliti bahwa pd waktu t akan ada j orang di sistem diketahui pd
waktu t = 0, ada i orang di sistem.
Catatan : Pij(t) analog dgn n-step probabiliti transisi Pij(n) (Probabiliti bhw setelah
n transisi sbh rantai Markov akan berada pd state j, diketahui bhw rantai Markov dimu
lai dari state i). Pij(n) akan mendekati batas πj yg independen thdp state i.
Begitu juga Pij(t), untuk nilai t yg besar, akan mendekati πj yg independen thdp state
awal i. Kita sebut πj adalah steady state, atau equilibrium probability dr state j.
Pd kebanyakan sistem antrian, nilai Pij(t) untuk t yg kecil, sangat tergantung dr nilai i
(Jumlah awal pelanggan yg ada), sbg contoh P50,1(t) dan P1,1(t) akan sangat ber
beda utk nilai t yg kecil. Tetapi dlm keadaan steady state keduanya mendekati π1.
Berapa besar t agar tercapai keadaan steady state ? Pertanyaan ini sukar dijawab.
Keadaan sebelum tercapai steady state disebut transient behavior dan analisa
sistem antrian tidak akan dilakukan pada keadaan ini. Sehingga kita akan bekerja
dengan πj ketimbang dengan Pij(t).
Sebuah birth-death proses adalah sbh continuous-time stochastic process dimana
setiap state pd setiap saat adalah positif integer
LAWS OF MOTION FOR BIRTH-DEATH PROCESS
Law 1: Dgn prob. λjΔt +o(Δt), sebuah birth muncul antara waktu t dan t + Δt. Sebu
ah birth menambah state sistem dgn 1. λj disebut birth rate pd state j.
Sebuah birth sama dgn sebuah kedatangan.
Law 2: Dgn prob µjΔt + o(Δt), sebuah death muncul antara waktu t dan t + Δt. Sebu
ah death mengurangi state sistem dgn 1. μj disebut death rate pd state j.
Sebuah death sama dgn sebuah penyelesaian pelayanan.
Law 3: Birth dan death adalah independen
o(Δt) : Probabilti bahwa lebih dari 1 event (birth atau death) muncul antara
t dan t + Δt, tetapi ;
Proses Birth-death ditandai dgn birth rate λj dan death rate µj. Karena sbh state
negatif tdk diperbolehkan maka µ0 = 0.
0
)(
0
lim
=
∆
∆
→∆ t
to
t
HUBUNGAN DISTRIBUSI EKSPONENSIAL
DAN PROSES BIRTH-DEATH
Kebanyakan sistem antrian dgn waktu antar kedatangan aksponensial dan wak
tu pelayanan eksponensial dpt dimodelkan sbg proses birth-death.
Contoh : M/M/1/FCFS/~/~
Jika state (jumlah orang yg ada) pd waktu t adalah j, maka sifat no-memory dr
distribusi eksponensial mengatakan bahwa probabiliti sbh birth selama interval
[t, t+Δt] akan tidak tergantung sudah berapa lama sistem di state j. Jadi jika sbh
kedatangan baru muncul pd waktu t, maka kemungkinan sbh birth muncul pada
Interval [t, t+Δt] adalah :
∫ −=
∆
∆−−
t
tt
edte
0
1 λλ
λ
Dengan menggunakan deret Taylor ;
Sehingga
)(1 tote t
∆+∆−=∆−
λλ
)())(1(11
0
tottotedte
t
tt
∆+∆=∆+∆−−=∫ −=
∆
∆−−
λλλ λλ
Ini berarti bhw kemungkinan sebuah birth muncul selama [t, t+Δt] : λΔt + o(Δt)
Shg dpt disimpulkan bahwa birth rate pd state j adalah arrival rate λ
Jika pd waktu t state sistem = j, maka kita ketahui bhw 1 pelanggan yg sedang
dilayani (karena hanya ada satu pelayan). Sifat no memory dr distribusi ekspo
nensial mengatakan bhw kemungkinan seorang pelanggan akan selesai dilayani
antara t dan t + Δt adalah :
Jadi untuk j≥1, µj = μ
Jadi jika penyelesaian pelayanan dan kedatangan adalah independen, maka
sistem antrian M/M/1/FCFS/~/~ adalah proses birth-death
∫ ∆+∆=−=
∆
∆−−
t
tt
totedte
0
)(1 µµ µµ
LAJU DIAGRAM UTK SISTEM M/M/1/FCFS/~/~
0 1 2 J-1 J J+1
λ λ λ λ
µ μ μ μ
Berarti sebuah “birth” (kedatangan)
Berarti sebuah “death” (Penyelesaian pelayanan)
Sistem2 antrian yg lebih complicated dgn waktu antar kedatangan eksponensial
dan waktu pelayanan eksponensial sering dimodelkan sbg proses birth-death dgn
menambahkan laju pelayanan laju kedatangan.
Sbg contoh : M/M/3/FCFS/~/~ dengan λ = 4 dan μ = 5 adalah sbb;
0 1 2 3 4 5
4 4 4 4 4
. . . . .
5 10 15 15 15
λj = 4 untuk j = 0, 1, 2, 3, . . . .
µ0 = 0; µ1 = 5; µ2 = 10; µj = 15 untuk j = 3, 4, 5, . . . .
JIKA WAKTU ANTAR KEDATANGAN DAN WAKTU PELAYANAN BUKAN EKS
PONENSIAL, MAKA PROSES BIRTH-DEATH TDK DAPAT DIGUNAKAN
State
PENURUNAN PROBABILTI PROSES BIRTH-DEATH
PADA STEADY STATE
1. Bagaimana πj ditentukan dari proses birth-death.
2. Kuncinya adalah hubungan Pij(t+Δt) dengan Pij(t).
3. Ada 4 cara utk sebuah state pd waktu t+Δt akan di j, yaitu :
No. State pd State pd P Ket
waktu t waktu (t+Δt)
1 j-1 j Pi,j-1(t)(λj-1Δt+o(Δt))=I Birth
2 j+1 j Pi,j+1(t)(μj+1Δt+o(Δt))=II Death
3 j j Pi,j(t)(1-µjΔt-λjΔt-2o(Δt))=III No Birth
No Death
4 Dari state manapun j o(Δt)=IV More than
one birth
or one death
Jadi Pij(t+Δt) = I + II + III + IV
= Pij(t) + Δt(λj-1Pi,,j-1 + µj+1Pi,j+1(t) – Pij(t)µj – Pij(t)λj)
+ o(Δt)(Pi,j-1(t) + Pi,j+1(t) + 1 – 2Pij(t))
Didapat ;
Pij(t+Δt) – Pij(t) = Δt(λj-1 Pi,j-1(t) + µj+1 Pi,j+1(t) – Pij(t)µj – Pij(t)λj) + o(Δt)
Bagi kedua sisi dengan Δt dan dekati Δt dengan nol, maka didpt utk seluruh i dan
j ≥ 1 ;
P’ij(t) = λj-1 Pi,j-1(t) + µj+1 Pi,j+1(t) – Pij(t)µj – Pij(t)λj
Karena utk j=0, Pi,j-1(t)=0 dan μj=0, didapat utk j=0
P’i,0(t) = µ1 Pi,1(t) – λ0 Pi,0(t)
Seperti Rantai Markov, didefinisikan steady-state probabiliti πj sbb;
)(
lim
tP
t
ij
∞→
Jadi pd. Keadaan steady state (utk t yg besar)
1. Pij(t) tidak berubah banyak, bahkan dpt dikatakan konstan, shg:
a. Pij’(t) = 0
b. Pi,j-1 = πj-1, Pi,j+1 = πj+1, Pij = πj
2. Persamaan diatas menjadi :
λj-1πj-1 + µj+1πj+1 - µjπj – πjλj = 0
λj-1πj-1 + µj+1πj+1 = πj(λj + µj) (j = 1, 2, . . . )
For j = 0, μ1π1 = π0λ0
Sesuatu yg benar bahwa :
unit waktu
jstatekemasukrata2jumlah
unit waktu
jstatedariberangkatrata2Jumlah
=
)μ(λπ
unit waktu
jstatedariberangkatrata2Jumlah
jjj +=
111 ++− += jjj µπλπ 1-j
unit waktu
jstatekemasukrata2Jumlah
j
πj-1λj-1
πj+1μj+1
πjλj
πjμj
J=0
П1μ1
π0λ0
λj-1πj-1 + µj+1πj+1 = πj(λj + µj) (j = 1, 2, . . . )
μ1π1 = π0λ0
Flow balance
equation
(j = 0) . . . . . . . . π0λ0 = π1µ1
(j = 1) . . . . . . . . (λ1 + μ1)π1 = λ0π0 + μ2π2
(j = 2) . . . . . . . . (λ2 + μ2)π2 = λ1π1 + μ3π3
(Persamaan ke j) . . . . (λj + μj)πj = λj-1πj-1 + μj+1πj+1
Dari persamaan j = 0 :
Masuk ke pers. j = 1
1
00
µ
λπ
π =1
21
10
1
0
20
)(
)
µµ
λλπ
π
µ
λπµλ
πµπλ
0
2
011
20
(
=
+
=+
Seterusnya kita dapat menghitung π3 dgn menggunakan term π0.
Definisikan :
j
j
jc
µµµ
λλλ
............
............
2
11
1
0 −
=
Maka : πj = π0cj
Dalam keadaan steady state : (start dari j = 0)
Persamaan diatas menjadi :
Jika adalah finite, maka :
∑ =
∞
=0j
1jπ
∑ ∑ ∑ =+=+=
∞
=
∞
=
∞
=0j 1j 1j
jj00 1c(1c )00 ππππ jc
∑
∞
=1j
jc
∑+
= ∞
=1
1
1
j
jc
0π
Nilai ini dapat dipakai untuk menghitung π1, π2, π3, ………….
Jika adalah infinite, maka tidak ada keadaan steady state.∑
∞
=1j
jc
Contoh 2 haalaman 1121
Indiana Bell Customer services menerima telepon rata-rata 1700 telepon
per jamnya. Waktu antara telepon mengikuit distribusi eksponensial. Seorang
pelayan dapat menangani rata-rata 30 telepon per jamnya. Waktu yang dibutuh
kan untuk menangani telepon juga mengikuit distribusi eksponensial. Perusahaan
dapat meng on-hold 25 penelepon. Jika 25 orang penelepon dlm keadaan on
hold, maka jika ada 1 penelepon lagi ia akan hilang dalam sistem.
Perusahaan memiliki 75 orang pelayanan (operator).
A. Berapakah fraksi dari waktu bahwa seluruh operator sibuk ?
B. Berapakah fraksi bahwa seluruh telepon hilang dalam system ?
Jawaban :
1. Misalkan i : jumlah penelepon yang teleponnya sedang diproses atau on-hold.
Untuk i = 0, 1, 2, ………… 99, λi = 1700
Kenyataan bahwa telepon yg dapat diterima jika ada 75 + 25 penelepon di dalam sistem, sehingga λ100 = 0.
μ0 = 0
Untuk i = 1, 2, 3, ……..75, μi = 30i. Dan untuk i>75, µi = 30(75) = 2250
2. Lihat tabel halaman 1122 dalam menentukan prob utk keadaan steady state :
State yg mungkin dlm sistem : A4 ……… A104
Birth-rate : B4 ………. B104; Death rate : C4 ………. C104 (dgn rumus 30i)
3. Nilai cj ada dikolom D, dan kita harus menjumlahkan cj utk menghitung π0.
4. Nilai πj ada dikolom E
A. π75 + π76 + ………….+ π100 adalah untuk jawaban A
B. π100 jawaban B.
1. Waktu antar kedatangan mengikuti distribusi eksponensial dgn laju kedatangan λ.
2. Waktu pelayanan mengikuti distribusi eksponensial dengan laju pelayanan μ.
3. Pelayan hanya satu.
4. Jika sistem dimodelkan dgn proses birth-death didapat ;
λj = λ (j = 0, 1, 2, ……….)
µ0 = 0;
µj = µ (j = 1, 2, 3, ………)
5. Probabilitas bahwa ada j pelanggan didalam sistem (dlm keadaan steady-state)
dan dimisalkan ρ=λ/μ (disebut traffic intencity) didapat ;
6. Jumlah prob. dlm keadaan steady state = 1 didapat ;
π0 (1 + ρ + ρ2
+ …………) = 1
Asumsi : 0 ≤ ρ ≤ 1, dan dgn mengevaluasi S = 1 + ρ + ρ2
+ …………
ρS = ρ + ρ2
+ ρ3
+ ……….
Maka S – ρS = 1, dan : ρ-1
1
S =
0
0
0
20
0
0
,, πρ
µ
πλ
ππρ
µ
πλ
πρπ
µ
λπ
π j
j
======
j
j2
2
21 ................
Dengan mensubsitusikan ke π0 (1 + ρ + ρ2 + …………) = 1, didapat;
π0 =1 – ρ. Sehingga didapat :
ρ-1
1
S =
πj = ρj
(1 – ρ) (0 ≤ ρ ≤ 1)
Jika ρ ≥ 1 (berarti λ ≥ µ), maka perjumlahan yg infinite akan “blows up”, sehingga
tidak ada keadaan steady state.
(UTK SETERUSNYA DIASUMSIKAN ρ < 1)
L : Jumlah rata-rata pelanggan di sistem antrian (ingat statistik)
∑ ∑ =−==
∞
=
∞
=0j 0j
j
-
jjL
λµ
λ
ρρπ )1(j (Lihat penurunan hal.1125 – 1126)
Lq = Jumlah rata-rata pelanggan menunggu di line (atau pada antrian)
∑ ==
∞
=0j
2
q
)-(
1)-(jL
λµµ
λ
π j
Ls = Jumlah rata-rata pelanggan di service
= 0π0 + 1(π1 + π2 + …….) = 1 – π0 = 1 – (1 – ρ) = ρ
Lq = L – Ls =
ρ
ρ
−1
2
LITTLE’S QUEUING FORMULA
Definisi ; W : Rata-rata lamanya waktu seorang pelanggan di sistem antrian
(termsuk pada saat mengantri dan dilayani)
Wq: Rata-rata lamanya waktu seorang pelanggan di antrian
Ws: Rata-rata lamanya waktu seorang pelanggan di service.
L = λW; Lq = λWq; Ls = λWs
Jadi untuk M/M/1/GD/~/~
λµρλ
ρ
λ
ρ
ρ
-
1
)-(1
L
W
-1
L
===
=
)-(
L
W;
)(
L
q
qq
λµµ
λ
λλµµ
λ
==
−
=
2
Contoh 3, halaman 1128
Rata-rata 10 mobil per jam tiba pada sebuah single server drive in teller. Asumsi rata-rata waktu
pelayanan untuk setiap pelanggan adalah 4 menit. Waktu antar kedatangan dan waktu pelayanan
mengikuti distribusi eksponensial. Jawab pertanyaan berikut ini :
A. Berapa kemungkinan bahwa teller nganggur ?
B. Berapa jumlah rata-rata mobil menunggu di antrian ?
C. Berapa rata-rata waktu seorang pelanggan di bank parking lot (termasuk waktu di service) ?
D. Berapa rata-rata jumlah pelanggan per jam yang akan dilayani oleh teller ?
Contoh 4, halaman 1128
Misalkan seluruh pemilik mobil akan mengisi bensin ketika bensin mereka tinggal 0,5 tangki. Pada
saat ini rata-rata 7,5 pelanggan per jam yg datang pd sebuah pompa bensin. Dibutuhkan rata-rata 4
menit untuk melayani sebuah mobil. Asumsi waktu antar kedatangan dan waktu pelayanan mengikuti
distribusi eksponensial.
A. Hitunglah L, dan W
B. Misalkan terjadi kekurangan bensin, dan pembeli panik membeli bensin. Untuk menggambarkan
situasi ini, misalkan sekarang seluruh pemilik mobil membeli bensin ketika bensin mereka tinggal
0,75 tangki. Oleh karena ini diasumsikan bahwa rata-rata waktu pelayanan berkurang menjadi 3,33
menit, bagaimanakah pengaruh ini terhadap L dan W ?
Contoh 4 mengilustrasikan kenyataan bahwa sebagaimana ρ mendekati 1, nilai L dan W bertambah secara
Cepat. Lihat tabel 5 halaman 1129
Contoh 5, halaman 1129
Pekerja Mekanik yg bekerja pd sebuah tool-and-die plant harus mengambil alat2 dari sebuah pusat alat2.
Rata2 10 pekerja mekanik per jam yg datang mencari parts. Pada saat ini, di pusat alat, dipekerjakan
seorang clerk yg dibayar $6 per jam dan ia dapat menangani setiap 5 menit per permintaan alat. Karena
setiap mekanik menghasilkan nilai setara $10 produk per jam, maka setiap jam yg mekanik gunakan pada
pusat alat membutuhkan biaya $10. Perusahaan sedang mempertimbangkan apakah bernilai untuk
memperkerjakan seorang pembantu (utk 4$ perjam) untuk membentu clerk. Jika pembantu dipekerjakan,
clerk membutuhkan rata2 hanya 4 menit utk memproses permintaan alat. Dengan mengasumsikan bahwa
distribusi waktu pelayanan dan waktu antar kedatangan adalah eksponensial, haruskah pembantu dipeker
jakan ?
1. Kapasitas sistem adalah c.
2. Jika ada c pelanggan di sistem, maka semua kedatangan akan pergi dan hilang.
3. Waktu pelayanan (dgn laju pelayanan = µ) dan antar kedatangan (dgn laju
kedatangan = λ) mengikuti distribusi eksponensial.
4. Sistem ini dpt dimodelkan sbg proses birth-death dengan :
λj = λ (j = 0, 1, 2, ……….c -1)
λc = 0
μ0 =0
μj = μ (j = 1, 2, 3, ………….c)
0 1 2 c-1 c
λ λ λ
µ μ μ
………………….....
Didapat (untuk ρ = λ/µ) ;
),.........2,10
),........3,2,1
1
1
0
1
++==
==
−
−
= +
ccj
cj
j
j
j
c
(
(
0
π
πρπ
ρ
ρ
π
Untuk λ = μ, Kemungkinan steady state menjadi : (j = 0, 1, 2, ……c)
2
1
1
c
c
j
L =
+
=π
Untuk , dapat dibuktikan untuk λ ≠ µ;∑
=
c
j
jj
0
π
( )[ ]
( )( )ρρ
ρρρ
−−
++−
= +
+
11
11
1
1
c
cc
cc
L
)1()1( c
q
q
c
L
W
L
W
πλπλ −
=
−
= dan
Steady state pd sitem antrian ini ada walaupun λ ≥ µ
Contoh 6, halaman 1135:
Seorang tukang cukur memiliki total 10 kursi. Waktu antar kedatangan pelanggan mengikuti distribusi
eksponensial dan rata-rata 20 pelanggan datang setiap jam. Pelanggan2 yg melihat toko cukur penuh
tidak akan masuk. Tukang cukur membutuhkan rata-rata 12 menit untuk mencukur rambut seorang
Pelanggan. Waktu mencukur ini juga mengikuti distribusi eksponensial.
A. Rata-rata berapa jumlah pelanggan per jam yg dipotong rambutnya ?
B. Rata-rata, berapa lama seorang pelanggan di toko cukur ini ?
Ls = 0π0 + 1(π1 + π2 + ………..) = 1 – π0
Lq = L – Ls
λπc = Jumlah pelanggan yg datang dan menemukan bahwa sistem terisi penuh
dan kemudian meninggalkan sistem, sehingga :
λ – λπc = Jumlah pelanggan yg sebenarnya memasuki sistem.
1. Asumsi : Waktu antar kedatangan mengikuti distribusi eksponensial dgn laju
kedatangan λ. Waktu pelayanan mengikuti distribusi eksponensial dgn laju
pelajanan μ.
2. Pelanggan antri pada satu garis menunggu untuk dilayani oleh s paralel pelayan.
3. Jika j ≤ s pelanggan ada, maka seluruh j pelanggan dilayani, tetapi jika j > s,
maka seluruh pelayan sibuk dan (j-s) pelanggan menunggu di garis antrian.
4. Bank dan kantor pos adalah contoh sistem antrian ini.
5. Dalam model birth-death : λj = λ untuk j = 0, 1, 2, ………
Jika j pelayan terisi (sedang melayani), maka penyelesaian pelayanan muncul
dengan laju sbg ;
μ + μ + μ + ………… = jμ
ada µ sejumlah j
6. Jika ada sejumlah j pelanggan, maka min(j,s) pelayan terisi, shg μj = min(j,s)μ.
7. Jadi dalam model birth-death, sistem ini dimodelkan dgn :
λj = λ untuk j = 0, 1, 2, ………….
µj = jµ untuk j = 0, 1, 2, ………… s
µj = sµ untuk j = s+1, s+2, ……….
Definisikan , dan untuk ρ < 1 didapat ;µ
λρ s
=
0 1 2 s s+1
λ λ λ
µ 2μ sμ
………………….....
( ) ( )
( )
( )
( )
( )
( ) ..........2,s1,ss,juntuk
.......s..........2,1,juntuk
j ++==
==
−≥
=
∑
−
+
=
−
−
=
sj
j
j
j
s
i
si
ss
s
j
s
s
sjPs
s
s
i
s
!
!
1)(!
1!!
1
0
0
21
0
0
πρ
π
πρ
π
ρ
ρ
ρ
ρρ
π
………..
Jika ρ ≥ 1, tidak ada keadaan steady state.
Kemungkinan bahwa seluruh pelayan sibuk :
Tabel 6 (hal.1140) adalah tabulasi P(j≥s).
Lamanya pelanggan di antrian Lq adalah :
Dgn kenyataan L = Ls +Lq, Ws = 1/μ, dan Ls = λ/μ, maka:
L = Lq + λ/μ
Jadi jika kita ingin menentukan L, Lq, W, atau Wq, maka kita harus melihat tabel 6
halaman 1140.
( )
( )ρ
πρ
−
=≥
1!
)( 0
s
s
sjP
s
λµλρ
ρ
−
≥
==
−
≥
=
s
sjPsjP )(
1
)( q
qq
L
WdanL
( )
µλµµµλλ
111
+
−
≥
=+=+==
s
sjP
WW q
qLL
Contoh 7, halaman 1139 :
Misalkan sebuah bank dengan 2 teller. Rata-rata 80 pelanggan per jam tiba di bank dan antri pd sebuah garis
antrian menunggu seorang teller menganggur. Rata-rata 1,2 menit per pelanggan dibutuhkan untuk melayani.
Asumsi waktu antar kedatangan dan waktu pelayanan mengikuti distr. Eksponensial.
A. Jumlah rata-rata (expected number) pelanggan ada di bank (L) ?
B. Rata-rata lamanya seorang pellanggan di bank (W) ?
C. Fraksi waktu dimana seorang teller menganggur ?
Pelajari contoh 8, halaman 1140
Sbg tambahan thdp expected waktu pelanggan di sistem, distribusi waktu menunggu pelanggan perlu
diketahui. Misalkan, seluruh pelanggan yang telah menunggu lebih dari 5 menit pd sebuah counter
supermarket, memutuskan utk pergi ke store lainnya. Maka probabilitas bhw seorang pelanggan pergi ke
store lainnya adalah P(W>5). Untuk menentukan kemungkinan ini, kita perlu mengetahui distribusi waktu
menunggu dari pelanggan. Untuk sistem M/M/s/FCFS/~/~, dpt ditunjukan bhw ;
( ) ( )[ ]
( ) ( ) ( )[ ]tssjPtWP
ss
sst
sjPetWP
q
t
ρµ
ρ
ρµµ
−−≥=>






−−
−−−−
≥+=> −
1exp
1
1exp1
1)(
1. Pada sistem antrian ini pelanggan tidak pernah menunggu utk dilayani.
2. Seluruh waktu pelanggan di sistem dianggap sbg waktu pelayanan.
3. Dapat dikatakan setiap pelanggan yg datang pasti tersedia pelayan.
4. Sistem disebut memiliki infinite server atau self-service.
5. Contoh pd tabel 7, halaman 1145
6. Waktu antar kedatangan dan waktu pelayanan mengikuti distribusi sembarang,
dan sistem ini ditulis sbg : GI/G/~/GD/~/~.
W = 1/μ
L = λ/µ (persamaan ini tdk. membutuhkan asumsi distr. eksponensial).
Didapat :
!j
e
j
j
µ
λ
µ
λ
π
−





=
Contoh 9, halaman 1146
Selama setiap tahun, rata-rata 3 toko ice cream dibuka di kota smalltown. Rata-rata lamanya sebuah
toko ice-cream tetap dlm bisnis adalah 10 tahun. Pd tgl 1 januari 2525, berapakah rata-rata jumlah toko
ice cream yg akan ada di smalltown ?
Jika distribusi waktu antara dibukanya toko ice cream adalah eksponensial, berapakah kemungkinan
bhw pd tgl 1januari 2525 akan ada 25 toko ice cream ?
1. Satu pelayan dengan waktu antar kedatangan mengikuti distribusi eksponen
sial, tetapi distribusi waktu pelayanan (S) bukan eksponensial.
2. Misalkan laju kedatangan adalah λ, dan E(S) = 1/μ dan σ2
= var s
3. Sistem antrian ini bukan proses birth-death (waktu pelayanan tidak memiliki
sifat no-memory), sehingga tidak dpt dituliskan bahwa kemungkinan sebuah
service completion antara t dan t+Δt tidak sama dgn µΔt.
4. Penentuan kemungkinan pd keadaan steady state sangat sukar ditentukan.
Pollaczek dan Khinchin mendapatkan hal berikut;
( )ρ
ρσλ
−
+
=
12
222
qL
Dimana ρ = λ/μ. Karena Ws = 1/µ, maka Ls=λ(1/μ) = ρ. Karena L = Ls + Lq maka
didapatkan :
L = Lq + ρ
ρπ
µλ
−=
+==
1
1
;
0
q
q
q WW
L
W
= Fraksi (probabilitas) pelayan nganggur. Hasil ini sama dengan yg
didapat utk M/M/1/GD/~/~
Kita akan bandingkan sistem antrian diatas dengan M/M/1/GD/~/~ dgn λ = 5 pe
langgan per jam dan µ = 8 pelanggan per jam
Utk M/M/1/GD/~/~
Pelanggan
24
25
8
5
3
5
-LL
Pelanggan
3
5
-
L
q
=−==
==
ρ
λµ
λ
Jam
L
Jam
L
q
24
5
5
24
25
3
1
5
3
5
===
===
λ
λ
qW
W
Diket : E(S) = 1/λ = 1/8, dan var(S) = 1/λ2
= 1/64. Sehinnga utk M/G/1/GD/~/~ :
( )
( ) ( )
( )
Jam
L
Jam
L
PelangganLL
PelangganL
q
q
q
3
1
5
3
5
24
5
5
24
25
3
5
8
5
24
25
24
25
8
512
8
5
64
5
12
22
222
===
===
=+=+=
=
−
+
=
−
+
=
λ
λ
ρ
ρ
ρσλ
W
Wq
Dapat dilihat efek variance waktu pelayanan thdp efisiensi sistem antrian.
Untuk M/D/1/GD/~/~, E(S) = 1/8 dan var(S) = 0.
( )
( )
( )
Jam
L
PelangganL
q
q
48
5
5
48
25
48
25
8
512
8
5
12
2
222
===
=
−
=
−
+
=
λ
ρ
ρσλ
qW
Pada sistem ini, hanya separuh waktu dibutuhkan seorang pelanggan berada di
antrian dibandingkan dengan M/M/1/GD/~/~,
Sudah diasumsikan bahwa laju kedatangan independent thdp state sistem (kecuali
untuk M/M/1/GD/c/~. Ada 2 situasi dimana asumsi ini tidak berlaku ;
- Jika pelanggan tidak mau lama pada antrian yg panjang.
- Jika kedatangan ke sistem berasal dari populasi yg kecil.
Model dimana kedatangan berasal dari populasi yg kecil disebut :
Finite Source Model
Sebuah contoh model ini adalah Machine Repair Model.
1. Model terdiri dr. K mesin dan R operator yg memperbaiki.
2. Pd waktu sesaat, kondisi mesin bisa baik atau jelek.
3. Lamanya mesin dlm keadaan baik mengikuti distribusi eksponensial dengan
laju = λ.
4. Ketika mesin rusak, mesin dikirim ke pusat perbaikan yg terdiri dari R operator.
5. Pusat perbaikan melayani mesin yg rusak sbg sistem M/M/R/GD/~/~.
6. Jika Jumlah mesin yg rusak J ≤ R, sebuah mesin yg baru saja rusak akan
langsung diperbaiki. Jika J > R, maka (J-R) mesin akan menunggu pd antrian,
menunggu seorang operator nganggur.
7. Waktu untuk memperbaiki (waktu pelayanan) mengikuti distribusi eksponensial
dengan laju = μ.
8. Sekali mesin diperbaiki, ia menjadi baik dan ada kemungkinan lagi jadi jelek.
9. Model ini dpt dimodelkan sbg proses birth-death, dimana state j adalah jumlah
mesin yg dalam keadaan jelek.
10. Model ini adalah M/M/R/GD/K/K.
11. Contoh untuk K=5 dan R=2
State Jumlah mesin Jumlah Jumlah operator
Yang rusak Dlm Antrian Yang sibuk
0 GGGGG 0 0
1 GGGG 0 1
2 GGG 0 2
3 GG B 2
4 G BB 2
5 BBB 2
12.Untuk menentukan birth rate, kita harus tahu bahwa sistem ada di state j.
Jika sistem ada di state j, maka (K-j) mesin yg dlm keadaan baik. Karena
setiap mesin memiliki laju kerusakan λ, maka total rate adalah :
λj = λ + λ + ………….λ = (K-j)λ
(K-j)λ
13. Death rate :
µj = jµ (j = 0, 1, 2, ……….R)
µj = Rµ (j = R+1, R+2, …………K)
1.............
),......2,1
!
!
)......,.........1,0
10
0
0
=+++
++=






=
=





=
−
K
Rj
j
j
j
KRRj
RR
j
j
K
Rj
j
K
πππ
πρ
πρπ
:bahwaingat
(
(
0 1 2 4 5
5λ 4λ 3λ 2λ λ
µ 2μ 2μ 2μ 2μ
3
L = Jumlah ekspektasi mesin yg rusak
Lq = Jumlah ekspektasi mesin yg menunggu utk diperbaiki
W = Rata-rata waktu sebuah mesin dalam keadaan rusak
Wq = Rata-rata waktu sebuah mesin menunggu utk diperbaiki.
( )
( ) ( )∑ ∑ −=−==
==
∑ −=
∑=
= =
=
=
K
j
K
j
jjj
q
K
Rj
j
K
j
j
LKjk
WW
Rj
j
0 0
0
;
λπλλπλ
λλ
π
π
Dimana
LL
L
L
q
q
Contoh 10, halaman 1151
Departemen polisi memiliki 5 mobil patroli. Sebuah mobil rusak dan membutuhkan perbaikan sekali dalam
30 hari. Departemen polisi memiki 2 operator yg memperbaiki mobil dimana setiap operator membutuhkan
rata-rata 3 hari utk memperbaiki sebuah mobil. Waktu rusak dan waktu perbaikan mengikuti distribusi
Eksponensial.
A. Tentukan rata-rata jumlah mobil polisi dalam keadaan baik ?
B. Hitung average down time utk sebuah mobil yg membutuhkan perbaikan?
C. Hitung fraksi dr waktu seorang operator menganggur?
Rumus : Kemungkinan bhw seorang server ngangur adalah sbb:
( ) ( )
RR
R
R
R R 121
0 ................
21 −
++
−
+
−
+
πππ
π
Pelayanan thdp pelanggan belum komplit sebelum dilayani oleh lebih dari satu
pelayan. Sistem disebut juga k-stage series (atau tandem)
Input rate
λ
Stage 1
Output 1 =
Input 2
Stage 2
Output 2 =
Input 3, ctc
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
…………
.
.
.
.
.
Sk server
Rate µk
S2 server
Rate µ2
S1 server
Rate µ1
output
Menurut Jackson (1957)
Theorem 4: Jika :
1. Waktu antar kedatangan utk sebuah sistem antrian yg seri adalah eksponensial
2. Waktu pelayanan utk setiap stage pelayanan adalah eksponensial
3. Setiap stage memiliki kapasitas ruang tunggu infinite
Maka waktu antar kedatangan utk kedatangan ke setiap stage dr sistem antrian
adalah eksponensial dengan laju λ.
Jadi setiap stage harus memiki kapasitas yg cukup untuk melayani sejumlah
kedatangan yg datang dgn laju λ, Jika tidak sistem akan “blow-up” pada stage
yg tidak cukup.
Ingat sistem M/M/s/GD/~/~
Dapat dilihat bahwa setiap stage akan memiliki kapasitas yg cukup utk meng
handle kedatangan dgn laju λ jika utk j = 1, 2, ……….k, λ < sj μj. Jika hal ini
dipenuhi, maka untuk stage j sistem pd gambar diatas dapat dianalisa sebgai
sebuah sistem M/M/sj/FCFS/~/~ dgn waktu antar kedatangan eksponensial dgn
laju λ dan waktu pelayanan rata-rata 1/µj.
Contoh 11, halaman 1155
Dua pekerjaan yg harus dikerjakan sebelum sebuah mobil selesai dibuat adalah memasang mesin dan
ban. Rata-rata 54 mobil per jam datang membutuhkan dua pekerjaan ini. Seorang pekerja tersedia utk
memasang mesin dan dapat melayani rata-rata 60 mobil per jam. Setelah mesin dipasang, mobil akan
menuju stasiun ban dan menunggu ban utk dipasang. Ada 3 pekerja pd stasiun ban. Setiap saat orang
bekerja pada satu mobil saja dan dapat memasang ban pd sebuah mobil rata-rata 3 menit. Waktu antar
kedatangan dan waktu pelayanan adalah mengikuti distribusi eksponensial.
1. Tentukan rata-rata panjang antrian pd setiap stasiun kerja ?
2. Tentukan ekspektasi waktu total sebuah mobil menunggu utk dilayani ?
OPEN QUEUING NETWORK
1. Generalisasi sistem antrian seri
2. Asumsi : pada stasiun j terdiri dr sj pelayan (distr.eksponensial) dgn laju μj.
3. Pelanggan diasumsikan datang dari luar sistem antrian ke stasiun j dgn laju rj.
(waktu antar kedatangan diasumsikan berdistribusi eksponensial).
4. Setelah selesai dilayani pd stasiun i, pelanggan bergabung pd antrian stasiun j
dgn kemungkinan Pij, dan selesai dilayani dengan kemungkinan :
5. Definisikan λj : laju dimana pelanggan tiba di stasiun j (ini mencakup kedatangan
pelanggan dr luar sistem antrian dan dr stasiun lainnya)
∑−
=
k
j
ijP
1
1
7. λ1, λ2, ………….λk dapat dihitung dengan menyelesaikan persamaan linier berikut:
8. Sbh fraksi Pij dari λi datang ke stasiun i selanjutnya akan ke stasiun j.
9. Misalkan sjµj > λj berlaku utk seluruh stasiun, maka distribusi probabilitas jumlah
pelanggan yg ada di stasiun j dan jumlah rata-rata pelanggan yg ada di stasiun j
dapat dihitung dgn men “treat” stasiun j sbg : M/M/sj/GD/~/~, dengan laju
kedatangan λj dan laju pelayanan μj.
10 Jika untuk stasiun j, sjµj ≤ λj, maka tidak ada distribusi steady state.
11 L (jumlah rata-rata pelanggan didalam sistem antrian) adalah dengan menjum
lahkan jumlah rata-rata pelanggan yg ada pd setiap stasiun.
12. W = λL untuk seluruh sistem, dimana λ = r1 + r2 + ……+rk.
∑+=
=
k
i
iijjj Pr
1
λλ
Contoh 12, halaman 1157
Misalkan ada 2 pelayan. Rata-rata 8 pelanggan per jam datang dari luar pada pelayan1, dan rata-rata 17
pelanggan per jam datang dari luar pada pelayan2. Distribusi waktu antar kedatangan adalah eksponensial.
Pelayan1 dpt melayani pada laju eksponensial 20 pelanggan per jam, dan pelayan2 dapat melayani dgn laju
eksponensial 30 pelanggan per jam. Setelah dilayani pada pelayan1, 0,5 dr pelanggan meninggalkan sis
tem dan setengah lagi menuju pelayan2. Setelah dilayani pada pelayan2, 0,75 dr pelanggan selesai dilayani
dan 0,25 menuju pelayan1.
1. Berapa fraksi waktu bhw pelayan1 nganggur?
2. Berapa rata-rata pelanggan pada setiap pelayan
3. Berapa rata-rata waktu seorang pelanggan didalam sistem ?
4. Bagaimana perubahan jawaban (1) s/d (3) jika pelayan2 dpt melayani rata-rata 20 pelanggan per jam ?
1. Pada umum sistem antrian, sebuah kedatangan yang menemukan semua pela
yanan penuh akan hilang atau meninggalkan sistem. Sistem ini disebut Blocked
Customers Cleared (BCC)
2. Asumsi bahwa waktu antar kedatangan adalah eksponensial.
3. Disini Lq = Wq = 0. Jika waktu rata-rata pelayanan = 1/μ dan λ = laju kedatangan,
maka W + Wq = 1/μ.
4. Pd sistem BCC, perhatian utama difokuskan pada fraksi seluruh kedatangan
yang pergi dari sistem.
Karena kedatangan akan pergi jika ada s pelanggan di sistem, maka πs adalah
fraksi kedatangan yg pergi.
Jadi rata-rata λ πs kedatangan per satuan waktu yg hilang dr sistem, dan λ(1-πs)
yg masuk kedlm sistem. Sehingga :
µ
πλ )1( s−
== sLL
5. πs tergantung pd distribusi waktu pelayanan (yaitu 1/μ). Ini disebut Erlang Loss
Formula.
6. Jika didefinisikan ρ = λ/µ, maka untuk s tertentu nilai πs dapat dilihat pada gam
bar 21, halaman 1160. Sumbu x merepresentasikan ρ. Sumbu y adalah nilai πs
yang berhubungan dgn jumlah pelayan s.
Contoh 13, halaman 1159
Rata-rata ada 20 call per jam untuk ambulance pd sebuah rumah sakit. Sebuah ambulance rata-rata
membutuhkan waktu 20 menit untuk menjemput dan mengantar pasien ke rumah sakit. Setelah itu
ambulance dapat kembali digunakan untuk menjemput pasien. Berapakah ambulance yang harus dimiliki
rumah sakit untuk meyakinkan bahwa paling banyak 1% kemungkinan rumah sakit tidak dapat merespon
call ? Asumsi bahwa waktu antar kedatangan mengikuti distribusi eksponensial.
Cara untuk membuktikan bahwa waktu antar kedatangan atau waktu pelayanan me
ngikuti distribusi eksponensial adalah dengan GOODNESS OF FIT TEST atau CHI-
KUADRAT TEST.
APA YG DILAKUKAN JIKA WAKTU ANTAR KEDATANGAN DAN WAKTU
PELAYANAN BUKAN EKSPONENSIAL
1. Dapat didekati dengan distribusi Erlang.
2. Diketahui sebelumnya : Jika T adalah distribusi Erlang dgn laju parameter kμ
dan parameter shape k, maka :
2
k
1
(T)var
1
T)
µµ
== ;(E
3. Untuk k>1, dapat dilihat bahwa var T < E(T)2
. Jadi jika sampel data menunju
kan bahwa var T < E(T)2
, maka distribusi Erlang dpt digunakan utk mengamati
waktu antar kedatangan atau waktu pelayanan dgn prosedur berikut ;
Step 1: Jika waktu pelayanan t1, t2, ……..tn, telah diamati, maka estimasi E(T) :
n
ttt
t n+++
==
..........21
Step 2: Pilih µ sehingga E(T) = , dant
t
t
1
,
1
== µ
µ
atau
; var (T) = ( ) 



∑ −





−
=
=
n
i
i tt
n
s
1
22
1
1
Step 3; Dengan asumsi bahwa , carilah prameter shape k (positif integer)
yang membuat vat (T) mendekati s2
. Jadi distribusi Erlang dapat diguna
kan dgn laju parameter kμ dan parameter shape k
t
1=µ
Contoh 15, halaman 1167
Untuk sebuah sampel 100 pasien di rumah sakit, rata-rata pasien tinggal adalah 7 hari dengan variance 16
hari. Gunakan distribusi Erlang terhadap data ini.
Jika waktu antar kedatangan dan waktu pelayanan dr sistem antrian mengikuti
distribusi Erlang, maka perhitungan probabiltas dalam keadaan steady-state
sangat sukar dilakukan. Hillier dan Yu telah membuat tabel untuk probabilitas ini
untuk berbagai sistem antrian, seperti yang ditunjukan pada tabel 10, halaman
1167.
Contoh 16, halaman 1168
Misalkan sebuah klinik berjalan dengan 4 dokter dapat dimodelkan sbg sistem antrian M/E3/4/FCFS/~/~.
Rata-rata 12 pasien datang per jam. Seorang dokter dapat memeriksa rata-rata 4 pasien per
jamnya
A. Berapakah kemungkinan bahwa seorang pasien harus menunggu untuk diperiksa ?
B. Berapakah rata-rata waktu seorang pasien menunggu seorang dokter ?
C. Berapakah rata-rata jumlah pasien ada di klinik ?
1. Disiplin antrian bukan FCFS
2. Misalkan WFCFS, WSIRO, WLCFS : waktu menunggu seorang pelanggan pada
sistem antrian dengan masing2 disiplin FCFS, SIRO, dan LCFS. Dapat
dibuktikan bahwa :
E(WFCFS) = E(WSIRO) = E(WLCFS)
dan var WFCFS < var (WSIRO) < var (WLCFS).
3. Pada beberapa organisasi, urutan dimana pelanggan dilayani tergantung
pd tipe dari pelanggan. Contoh, ruang emergency pd rumah sakit
biasanya akan melayani pasien dengan penyakit lebih serius dahulu
kemudian ke pasien yang kurang serius.
Begitu juga pd sistem komputer, pekerjaan yg lebih panjang akan tidak
dahulu dilayani dibandingkan dengan pekerjaan yg lebih pendek.
Sistem antrian ini disebut priority queuing models.
4. Misalkan ada n tipe pelanggan (tipe1, tipe2,…………..,tipen). Waktu antar
kedatangan utk pelanggan tipe i mengikuti distribusi eksponensial dgn laju
λi.
5. Waktu pelayanan pelanggan tipe i diwakili oleh r.v S (tidak perlu
eksponensial). Diasumsikan bahwa angka tipe yg lebih kecil mempunyai
prioritas yang lebih besar
NONPREEMPTIVE PRIORITY MODEL
1. Pada model ini pelayanan terhadap pelanggan tidak dapat diinterupsi.
Setelah dilayani, pelanggan lainnya dipilih dengan prioritas yg lebih tinggi
(didalam setiap tipe pelanggan dilayani dgn cara FCFS)
2. Pd notasi Kendall, model ini ditandai dengan menuliskan NPRP pada lokasi
nomor 4.
Untuk menunjukan beberapa tipe pelanggan, kita menambahkan subcript
pada lokasi 1 dan 2 (Mi/Gi/…………)
Wqk : Ekspektasi steady-state waktu menunggu di antrian oleh pelanggan k
Wk : Ekspektasi steady-state waktu menunggu di sistem oleh pelanggan k
Lqk : Ekspektasi steady-sate jumlah pelanggan tipe k menunggu di antrian
Lk : Ekspektasi steady-sate jumlah pelanggan tipe k menunggu di sistem
Mi/Gi/1/NPRP/~/~
( )( )
kkk
k
qkk
qkkqk
kk
n
k
kk
qk
k
i
ik
i
i
W
WW
W
aa
SE
W
aa
λ
µ
λ
λ
µ
λ
ρ
µ
λ
ρ
=
+=
=
−−
∑
=
<∑
∑===
−
=
=
=
L
L
:makaAsumsikan
:nDefinisika
n
1i i
i
i
1
11
2/)(
,1
,0,
1
1
2
1
0
Sebuah fasilitas fotocopy memberikan prioritas thdp pekerjaan yg lebih pendek dibandingan pekerjaan
yg lebih panjang. Waktu antar kedatangan untuk setiap pekerjaan mengikuti distr. Eksponensial, dan
rata 12 pekerjaan pendek dan 6 pekerjaan panjang datang setiap jam. Misalkan pekerjaan tipe
1adalah pekerjaan pendek dan tipe 2 adalah pekerjaan panjang. Kemudian diketahui
E(S1) = 2 menit E(S1
2
) = 6 menit2
= 1/600 jam2
E(S2) = 4 menit E(S2
2
) = 18 menit2
= 1/200 jam2
Tentukan rata-rata lamanya waktu utk setiap pekerjaan pada fasilitas fotocopy ?
Mi/Gi/1/NPRP/~/~ WITH CUSTOMER-DEPENDENT WAITING COSTS
1. Biaya sebesar ck per satuan waktu dikenakan pelanggan tipe k di sistem.
2. Bagaimana mengurutkan prioritas tipe pelanggan sehingga didapat expected
biaya yang minimum (dalam keadaan steady state).
3. Misalkan n tipe pelanggan diberi nomor:
c1µ1 ≥ c2µ2 ≥ ……………≥ cnµn.
Ekspectasi biaya akan minimum dgn memberikan prioritas tertinggi pada
pelanggan tipe 1, prioritas kedua kepada pelanggan tipe 2, dan seterusnya
prioritas terendah untuk pelanggan tipe n.
Contoh : minimum L (jumlah rata-rata pekerjaan di sistem)
misalkan c1 = c2 = c3 =…………= cn = 1
(Biaya per satuan waktu = jumlah pelanggan di sistem,
sehingga ekspectasi biaya akan sama dgn L)
sehingga µ1 ≥ µ2 ≥ ……………≥ µn, atau
1/µ1 ≤ 1/µ2 ≤ ……………≤ 1/µn
Sehingga jumlah ekspectasi pekerjaan akan minimum jika prioritas tertinggi
diberikan kepada tipe pelanggan dgn waktu pelayanan terpendek. Disiplin
prioritas ini disebut SHORTEST PROCESSING TIME (SPT).
Kita harus mengasumsikan bahwa setiap tipe pelanggan harus memiliki distribusi
waktu pelayanan adalah eksponensial dgn rata = 1/µ, dan pelanggan tipe i
memiliki distribusi antar kedatangan eksponensial dgn laju λi.
( )( )
µ
λλλ
ρ
µ
λ
µ
s
sjPa
saas
sjP
W
n
k
i
i
kk
qk
+++
=
≥=
∑=
−−
≥
=
=−
..........
)(0
11
)(
2
0
11
1
;dengan1140,halaman6,tabeldarididapatdan
akdimana
Contoh 18, halaman 1172
Kota Gotham memiliki 5 mobil polisi. Departemen polisi menerima 2 tipe call ; emergency (tipe 1)
dan nonemergency (tipe 2). Waktu antar kedatangan utk setiap tipe mengikuti distribusi
eksponensial dengan rata-rata 10 emergency dan 20 nonemergency tiap jamnya. Setiap call
memilki waktu pelayanan eksponensial dgn rata-rata 8 menit. (asumsi : rata-rata 6 dari 8 menit
adalah waktu perjalanan dr stasiun polisi ke pemanggil (caller) dan kembali ke stasiun polisi).
Prioritas utama diberikan kepada emergency call. Rata-rata, berapa lama akan digunakan antara
adanya call nonemergency dan kedatangan sebuah mobil polisi ?
PREEMPTIVE PRIORITY MODEL
Pelanggan dengan prioritas lebih rendah dapat di BUMPED dari pelayanan oleh
pelanggan dengan prioritas yg lebih tinggi. Kemudian setelah pelanggan
prioritas tinggi ini selesai, maka pelanggan prioritas lebih rendah akan masuk
kembali ke sistem.
A. Preemtive Resume Priorities
Pelayanan thdp pelanggan dilanjutkan dari saat dia diinterup
B. Preemtive Repeat Priorities
Pelayanan thdp pelanggan selalu dari awal.
Ternyata jika waktu pelayanan adalah eksponensial, maka model resume dan
repeat adalah sama.
C. Model ini adalah Mi/M/1/PRP/~/~ dengan waktu pelayanan utk setiap
pelanggan adalah eksponensial dgn rata-rata 1/µ dan waktu antar kedatangan
adalah eksponensial dengan laju λ. Maka ;
( )( )
∑==
−−
=
=−
k
i
i
k
kk
k aa
aa
W
1
0
1
0
11
1
µ
λµ
dandengan
Contoh 19, halaman 1173
Pada sistem komputer Podunk U, pekerjaan tipe 1 selalu preempt pekerjaan tipe 2. Lamanya setiap
tipe pekerjaan mengikuti distribusi eksponensial dgn rata-rata 30 detik. Setiap jam, rata-rata 10
pekerjaan tipe 1 dan 50 pekerjaan tipe 2 datang. Berapakah rata-rata lamanya pekerjaan tipe 2 yg
dibutuhkan sejak pekerjaan diberikan dan selesai ? (asumsi waktu antar kedatangan adalah mengikuti
distribusi eksponensial)
1. Definisi :
Sebuah GRAFIK (graph) atau JARINGAN (network) didefinisikan oleh 2
set simbol :
Nodes : Sebuah set (sebut saja V) titik2 (points) atau Vertices.
Arcs : terdiri dari pasangan urutan vertices yang merepresentasikan
sebuah arah yang mungkin dari pergerakan antar vertices.
2. Jika sebuah jaringan mengendung arc (j,k), maka gerakan yg
diperbolehkan adalah dr node j ke k.
3. Misalkan ada node 1, 2, 3, dan 4 sbb
Buku OR1
Halaman 394
1
2 3
4
V = {1,2,3,4}
A = {(1,2),(2,3),(3,4),(4,3),(4,1)}
DEFINISI :
CHAIN : Sebuah urutan arc sehingga setiap arc memiliki vertex yg sama dgn
arc yang sebelumnya.
PATH : Sebuah chain dimana terminal node sebuah arc sama dengan node
awal untuk arc selanjutnya.
(1,2)-(2,3)-(4,3) adalah sebuah chain tetapi bukan sebuah path.
(1,2)-(2,3)-(3,4) adalah sebuah chain dan sebuah path (yg merepresentasikan
perjalanan dari node 1 ke node 4.
1
2
3 5
4
6
3
2
2
2
3
3
4
Plant1
Kota1
Contoh 1, hal 395
Daya dikirim dari plant1
(node1) ke kota1 (node6). Ia
hrs melalui substasiun relay
(2-5). Gambar menunjukan
jarak antara node.
Perusahaan ingin mengirim
power dengan jarak yg
terpendek
Contoh 2, halaman 396
Saya baru saja (t = 0) membeli mobil baru dgn harga $12000. Biaya pemeliharaan mobil selama setahun
tergantung umurnya mobil pd awal tahun, spt pd tabel 1, hal 396. Untuk mencegah biaya pemeliharaan
yg tinggi, saya dapat menukar mobil dan membeli mobil baru. Harga yang saya terima utk penukaran
mobil juga tergantung dari umur mobil pd saat penukaran (lihat tabel 2, hal 396). Untuk
menyederhanakan perhitungan, diasumsikan harga mobil baru tetap $12000. Tujuan saya adalah
meminimumkan biaya (biaya beli + biaya pemeliharaan – uang yg diterima saat penukaran) yg timbul
selama lima tahun didepan. Formulasikanlah problem ini dengan shotest path method ?
A. Jaringan kita mempunyai 6 node (1, 2, 3, 4, 5, dan 6)
B. Arc(i,j) : Membeli mobil baru pd awal tahun i dan memilikinya sampai awal tahun j.
C. Panjang arc (i,j) (sebut saja Cij) adalah total biaya memiliki dan menggunakan mobil dr awak tahun
i sampai awal tahun j, yaitu dgn membeli mobil baru pd awal tahun i sampai ditukarkan pada awal
tahun j.
Cij = Biaya pemeliharaan yg timbul selama tahun i, i+1, ……………….j-1
+ Biaya membeli pd awal tahun i
- nilai pertukaran yg diterima pd awal tahun j
Hasil dapat dilihat pd hal 397
Jaringan di halaman 397
1. Dimulai dengan membuat label pd node 1 dgn permanent label
2. Kemudian buat label pada node i yang berhubungan dengan node 1
dengan sebuah temporary label yang nilainya sama dgn panjangnya arc
yg menghubungkan node 1 dgn node i tsb.
3. Node yg lainnya memiliki label temporary ~.
4. Pilihlah node dgn temporary label yg terkecil dan ubah label ini dgn
permanent label
5. Jika node i menjadi node yg ke (k+1) menjadi permanent label, maka i
adalah node yg ke k terdekat ke node 1.
6. Untuk setiap node j yg sekarang memiliki temporary label dan
dihubungkan dgn node i dgn sebuah arc, maka ubahlah label temporary
node j dgn label



+
=
j)(i,arcpanjanginodelabelPermanent
jnodeuntuklabelTemporary
Min
7. Kita menukar temporary label menjadi permanent label, dan ini node yg
ke (k+1) terdekat ke node 1
8. Proses ini dilanjutkan sampai seluruh node memiliki permanent label
9. Untuk menemukan the shortes-path dari node 1 ke node j, kita harus
kerja mundur dari node j dgn menemukan node2 yg memiliki perbedaan
label yg sama dengan panjangnya.
1
5
3
6
4
2 7
8
9
10
22
17
18
37
20
25
26
28
11
15
16
14
29
26
22
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
0 ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~0
0 22 17 18 ~ ~ ~ ~ ~ ~17
0 22 17 18 42 43 ~ ~ ~ ~18
1
5
3
6
4
2 7
8
9
10
22
17
18
37
20
25
26
28
11
15
16
14
29
26
22
0 22 17 18 42 43 ~ ~ ~ ~
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Min (46,43)
22
0 22 17 18 42 43 59 ~ ~ ~
Min (42,42)
42
0 22 17 18 42 43 53 57 58 ~
Min (59,53)
43
1
5
3
6
4
2 7
8
9
10
22
17
18
37
20
25
26
28
11
15
16
14
29
26
22
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
0 22 17 18 42 43 53 57 57 ~
Min (58,57)
53
0 22 17 18 42 43 53 57 57 8257
0 22 17 18 42 43 53 57 57 82
Min (82,83)
57
0 22 17 18 42 43 53 57 57 79
Min(82,79)
0 22 17 18 42 43 53 57 57 79
2214
15252617
1. Arc dapat diasumsikan sebagai sesuatu yg memiliki kapasitas yg membatasi
jumlah produk yg dapat ditransportasi (dikapalkan) melalui arc.
2. Maksimum jumlah dari flow(aliran) dari sumber (source) ke tujuan (sink)
3. Contoh 3, halaman 401
Analisis : 1. So : sumber Si : tujuan (sink)
2. Tambahkan arc a0 dari So ke Si
Definisikan Xij : Jumlah minyak per jam (milion barrel) yg dapat melalui pipa
arc (I,j). Nilai ini ditunjukan pd nilai yg didalam kurung (gambar 6).
XSo,1=2; X13=0; X12=2; X3,Si=0; X2,Si=2; XSi,So=2; XSo,2=0
Dapatkah Flow maksimum ini dapat diperbaiki ?
Catatan : Kondisi aliran pd saat ini a0 = 2 = XSi,So
4. Lihat LP halaman 402, dimana X0 : aliran melalui artificial arc.
5. Syarat flow yang layak adalah :
0 ≤ Aliran melalui setiap arc ≤ Kapasitas arc
Aliran menuju node i = Aliran keluar dari node i
METODA FORD-FULKERSON
1. Asumsi : aliran yg layak telah didapat
2. Pertanyaan :
A. Bagaimana mengetahui bahwa aliran sudah optimal
B. Jika aliran tidak optimal, bagaimanakah memodifikasi aliran sehingga
didapatkan aliran layak yg baru memiliki jumlah aliran yg lebih besar dari
sebelumnya.
3. Lihat gambar 9, halaman 406
(So,1) ada pada I (increase) dan R (reduce)
(So,2) ada di I
(1,Si) ada di R, dstnya)
Prosedur labelling Ford-Fulkerson memodifikasi (memperbaiki) sebuah aliran yg
layak, untuk menambah aliran dari So ke Si dgn cara :
1. So dilabel
2. Node dan arc dilabel (kecuali arc a0) dengan cara berikut ;
a. Jika node X dilabel, node Y belum dilabel dan arc(X,Y) adalah anggota I,
maka node Y dan arc(X,Y) dilabel. Dalam hal ini arc(X,Y) disebut orward arc.
b. Jika node Y belum dilabel, node X dilabel dan arc (Y,X) adalah anggota R,
maka node Y arc(Y,X) dilabel. Dalam hal ini (Y,X) disebut backward arc.
3. Lanjutkan proses ini sampai Si dilabel atau sampai tidak ada lagi vertices yg
akan dilabel.
Maka ada CHAIN C dari SO ke Si. Kita dapat menyesuaikan aliran didalam
C (dengan mempertahankan aliran yg layak), dan menambah aliran total
dari So ke Si. C harus mengandung salah satu berikut ini ;
Case 1:
- C seluruhnya terdiri dari forward arc.
- Misalkan i(X,Y) adalah jumlah dimana pada aliran pd arc (X,Y) dapat
ditambahkan tanpa melanggar batas kapasitas utk arc(X,Y)
Misalkan :
Y)i(X,
CY)(X,
Min
k
∈
=
-Untuk membuat sebuah aliran baru, tambahkan aliran melalui arc C dengan k
unit, shg aliran layak baru akan mentransport tambahan k unit dari So ke Si tanpa
melanggar batasan kapasitas.
- Lihat gambar 10, halaman 407.
Saat ini 2 unit sedang ditransportasikan dari So ke Si.
C = (So,1) – (1,2) – (2,Si). Setiap arc ini adalah anggota I.
i(So,1) = 5 - 2 = 3
i(1,2) = 3 - 2 = 1
i(2,Si) = 4 – 2 = 2
maka k = min(3,1,2) = 1
Aliran di C dapat ditambah dengan 1 unit (lihat gambar 11, halaman 408)
Case 2:
-C mengandung forward dan backward arc.
-Untuk backward arc di C, misalkan r(X,Y) adalah jumlah dimana aliran melalui
arc(X,Y) dapat dikurangi. Definisikan :
-Kurangi aliran pd backward arc pd C dengan min(k1,k2), dan tambahkan aliran
forward arc pd C dgn min(k1,k2)
Y)r(X,
RCY)(X,
Min
k1
∩∈
= Y)i(X,
ICY)(X,
Min
k2
∩∈
=
-Karena arc terakhir di C adalah sebuah forward arc, kita telah menemukan
sebuah aliran layak yg baru dan telah menambahkan total aliran ke Si dengan
nilai min(k1,k2).
-Sesuaikan aliran pd arc a0.
-Lihat gambar 12, halaman 408.
1
5
3
6
4
2 7
8
9
10
22
17
18
37
20
25
26
28
11
15
16
14
29
26
22
Contoh
a0
Semua arc anggota I
1
5
3
6
4
2 7
8
9
10
22
17
18
37
20
25
26
28
11
15
16
14
29
26
22
a0
1. k = min {(1,2), (2,7), (7,10)} = (22, 37, 29) = 22
a0 = 22
0
15
7
2. k = min {(1,3), (3,5), (5,8), (8,10)} = (17, 25, 15, 26) = 15
a0 = 22 + 15 = 37
2
10 0
11
1
5
3
6
4
2 7
8
9
10
18
20
26
28
11
16
14
22
a0
0
15
7
2
10 0
11
k = min{(1,3), (3,5), (5,7),(7,10)} = min {2, 10, 11, 7} = 2
a0= 37 + 2 = 39
0
8
9 5
K = min{(1,4), (4,6), (6,9), (9,10)} = min{18, 28, 14, 22} = 14
a0 = 39 +14 = 53
4
14
0
8
a0 = 53
Aliran optimal dapat juga diselesaikan dengan konsep CUT
Definisi : Pilihlah set node V’ yg mengandung Si, tetapi tidak di So. Maka set arc
(i,j) dengan i tidak di V’ dan j di V’ adalah sebuah CUT di jaringan.
Definisi : Kapasitas sebuah CUT adalah jumlah kapasitas arc pd CUT
Mudahnya : CUT : sebuah set dari arc yg dibuang dari jaringan sehingga
tidak memungkinkan adanya perjalanan dari So ke Si
Sebuah jaringan bisa memiliki beberapa CUT.
1
5
3
6
4
2 7
8
9
10
22
17
18
37
20
25
26
28
11
15
16
14
29
26
22
Contoh
CUT : arc{(1,2), (1,3), (1,4)}, dengan kapasitas = 57
Atau CUT : arc{(7,10), (8,10), (9,10)}, dengan kapasitas = 77
Atau CUT : arc{(1,2), (1,3), (6,9)}, dengan kapasitas = 53
KARENA 53 ADALAH CUT YG TERKECIL, MAKA KAPASITAS MAKSIMUM
ADALAH 53 (seperti hasil sebelumnya)
Pada beberapa situasi, kita ingin menentukan sebuah set dari arc pd jaringan
yg menghubungkan seluruh node dengan jumlah jarak yg minimum.
Grup arc tersebut harus tidak memiliki LOOP (lihat gambar 47)
Metoda MST :
1. Dimulai dari node i, hubungkan node i tsb dengan node j yg terdekat. Titik i
dan j membentuk set C = {i,j}
Node yg sisa (selain node didalam C) disebut node C’ (node yg belum
dihubungkan)
2. Pilihlah node pd C’ yg memiliki jarak terpendek ke C
3. Ulangi proses ini sampai didapatkan MST
4. Jika ada jarak yg sama, kita memilih salah satu.
1
5
3
6
4
2 7
8
9
10
22
17
18
37
20
25
26
28
11
15
16
14
29
26
22
Contoh
C
(1,3)
(1,4)
(1,2)
(2,5)
(5,7)
(5,8)
(5,9)
(9,6)
(9,10)
Total Jarak adalah : 17 + 18 + 22 + 20 + 11 + 16 + 14 + 22
Operational Research

Operational Research

  • 2.
  • 3.
    Teknik ini dapatdigunakan untuk menyelesaikan beberapa problema optimasi Solusi didapat dengan bekerja mundur dari titik AKHIR menuju AWAL
  • 4.
    Two Puzzle p.1003 Misalkanada 30 batang korek api diatas sebuah meja. Saya mulai mengambil 1, 2, atau 3 batang dan musuh saya juga harus mengambil 1, 2, atau 3 batang (bergantian). Keadaan ini diteruskan sampai batang yang terakhir diambil. Siapa yang mengambil terakhir adalah KALAH. Bagaimana saya dapat yakin untuk memenangkan game ini ? Harus kerja mundur Saya harus membuat sedemikian rupa bahwa jumlah batang korek api dimeja harus sebagai berikut : 1 5 9 13 17 21 25 29 Keadaan akhir Keadaan awal
  • 5.
    Cup’s Problem p.1004 Saya memiliki sebuah gelas ukuran 9 oz dan sebuah gelas ukuran 4 oz. Ibu saya memerintahkan saya untuk membawa ke rumah susu sebanyak 6 oz. Bagaimana saya dapat memenuhi ini ? Jumlah oz pd Jumlah oz pd Gelas 9 oz gelas 4 oz 6 0 6 4 9 1 0 1 1 0 1 4 5 0 5 4 9 0 0 0 Keadaan Awal Keadaan Akhir
  • 6.
    Problem Jaringan p.1005 JoeCougar tinggal di New York, dia berencana berkendaraan ke Los Angeles. Keuangan Joe terbatas, jadi dia memutuskan untuk bermalam dalam perjalanannya di rumah teman2nya. Teman2nya tinggal di Columbus, Nashville, Louisville, Kansas City, Omaha, Dallas, San Antonio, dan Denver. Joe mengetahui bahwa setelah satu hari perjalanan dia dapat mencapai Columbus, Nashville, atau Louisville. Setelah 2 hari perjalanan dia dapat mencapai Kansas City, Omaha, atau Dallas. Setelah 3 hari perjalanan dia dapat mencapai San Antonio atau Denver. Akhirnya setelah 4 hari perja lanan ia dapat mencapai Loa Angeles. Untuk meminimumkan jarak yang ditempuh, dimanakah Joe harus menginap ? Jarak setiap kota adalah sbb :
  • 7.
    New York 1 Louisville 4 Nashville 3 Columbus 2 Los Angeles 10 SanAntonio 9 Denver 8 Dallas 7 Omaha 6 Kansas City 5 Stage 1 Stage 2 Stage 3 Stage 4 Stage 5 550 900 770 680 580 790 1050 760 660 510 700 830 610 790 540 940 790 270 1390 1030 Jarak terpendek dari New York – Los Angeles (Kita akan kerja mundur)
  • 8.
    1, 2, .. . . 10 adalah label dari 10 kota Cij : jarak antara kota i dan kota j C35 = 580 (jarak Nashville dan Kansas City) ft(i) : Jarak terpendek dari kota i ke L.A. Diketahui kota i pada stage t Stage 4 : f4 (8) = 1030 f4 (9) = 1390 Stage 3 : Jalur 1 : Pergi dari kota 5 ke kota 8, kemudian ambil jarak terpendek dari kota 8 ke L.A. Jalur 2 : Pergi dari kota 5 ke kota 9, kemudian ambil jarak terpendek dari kota 9 ke L.A
  • 9.
    C58 + f4(8) = 610 + 1030 = 1640* f3 (5) : Min C59 + f4 (9) = 790 + 1390 = 2180 f3 (5) = 1640 C68 + f4 (8) = 1570* f3 (6) = Min C69 + f4 (9) = 2330 C78 + f4 (8) = 1820 f3 (7) = Min C79 + f4 (9) = 1660* f3(7) = 1660 f3 (6) = 1570
  • 10.
    Stage 2 C25 +f3 (5) = 2320* f2 (2) = Min C26 + f3 (6) = 2360 C27 + f3 (7) = 2710 f2 (2) = 2320 C35 + f3 (5) = 2220* f2 (3) = Min C36 + f3 (6) = 2330 C37 + f3 (7) = 2320 f2 (3) = 2220 C45 + f3 (5) = 2150* f2 (4) = Min C46 + f3 (6) = 2270 C47 + f3 (7) = 2490 f2 (4) = 2150
  • 11.
    Stage 1 : C12+ f2 (2) = 2870* f1(1) = Min C13 + f2 (3) = 3120 C14 + f2 (4) = 2920 f1 (1) = 2870 f1 (1) = 2870 f2 (2) = 2320 f3 (5) = 1640 f4 (8) = 1030 NY Columbus Kansas City Denver L.A
  • 12.
    Efisiensi perhitungan dariDP Lihat gambar 2, halaman 1009 Metoda Enumarasi Explisit akan mempertimbangkan seluruh Jalur. Ada 56 jalur yang mungkin dari node 1 ke node 27 Bagaimana DP melakukan hal ini ? 1. Mulai dengan mendapatkan f6(22) . . . . . f6(26) Kemudian f5(21), . . . . . . f5(17) Contoh : f5(17) = Min (c 17,J + f6(J)) J = 22 . . . . . . 26 f4(12) . . . . . . . f4(16) Contoh : f4(12) = Min (C 12,J + f5(J)) J = 17 . . . . . 21 Dst.
  • 13.
    KARACTERISTIK DARI PROGRAMADINAMIS Problema dibagi kedalam STAGE dengan keputusan yg diingini Setiap stage memiliki sejumlah STATE Keputusan yang dipilih menjelaskan bagaimana state pada stage sekarang ditransformasikan ke state pada stage selanjutnya Diketahui T stage, maka harus ada sebuah REKURSI yang menghubungkan biaya2 atau keuntungan yang didapatkan pada stage t, t+1 . . . . T terhadap biaya2 atau keuntungan yg didapatkan pada stage t+1, t+2 . . . . .T.
  • 14.
    Contoh : ft(i) =Min (Cij + ft+1(j)) j Problem : group A no. 1 p.1011 Problema Inventori Karakteristik : 1. Waktu di-pilah2 kedalam perioda, perioda sekarang adalah perioda 1, perioda selanjutnya adalah perioda 2, dan akhir perioda T. 2. Pada awal setiap perioda, perusahaan harus menentukan berapa unit harus dibuat. Kapasitas produksi terbatas. 3. Permintaan setiap perioda harus dipenuhi tepat pd waktunya oleh inventori atau produksi saat itu. Timbul biaya produksi dan biaya variabel lainnya. 4. Kapasitas inventori terbatas. Kondisi ini dapat dilihat dengan terbatasnya inventori pada setiap akhir perioda. Terdapat biaya simpan per unit pada setiap akhir perioda. 5. TUJUAN perusahaan adalah meminimumkan biaya total untuk memenuhi permintaan tepat pd waktunya utk perioda 1, 2, 3 . . . . T
  • 15.
    Contoh 4, halaman1013 Analisa problema : Diketahui Permintaan Sebuah produk untuk 4 bulan : Bulan 1 : 1 unit Bulan 2 : 3 unit Bulan 3 : 2 unit Bulan 4 : 4 unit Biaya set-up mesin : $3 Biaya variabel : $1/unit Biaya simpan : 50 cents/unit Kapasitas produksi : 5 unit untuk setiap bulan Kapasitas simpan (inventori) = 4 unit Asumsi : 0 unit yang ada di inventori pada awal bulan ke 1 TENTUKANLAH : Jadwal produksi yang akan memenuhi setiap permintaan tepat pada waktunya dengan biaya yang minimum.
  • 16.
    SOLUSI : Identifikasi STATE,STAGE, dan KEPUTUSAN Jika kita pada awal bulan ke 4, Perusahaan harus memenuhi permintaan pada biaya minimum dgn cara : (Produksi bulan ke 4) + (Akhir inventori bulan ke 3) = Permintaan bulan ke 4 Misal bulan (waktu) mereprentasikan STAGE Pada setiap STAGE perusahaan harus memutuskan berapa yang harus diproduksi Awal inventori adalah STATE pada setiap STAGE Definisi : ft(i) : Biaya minimum utk memenuhi permintaan untuk bulan t, t+1, . . . 4, jika i unit ada pada inventori (on-hand) pd awal bulan t
  • 17.
    C(x) : Biayaproduksi utk memproduksi x unit selama sebuah perioda : 3 + x (ingat : untuk x = 0, C(x) = 0) Disebabkan terbatasnya kapasitas penyimpanan, dan seluruh permintaan harus dipenuhi tepat waktu, maka STATE yang mungkin selama setiap perioda adalah 0, 1, 2, 3, dan 4. Perhitungan biaya bulan ke 4 : Product. Level f4 (0) = Biaya memproduksi (4 – 0) unit = C(4) = 3 + 4 = $7 X4 (0) = 4 f4 (1) = Biaya memproduksi (4 – 1)unit = C (3) = 3 + 3 = $6 X4 (1) = 3 f4 (2) = Biaya memproduksi (4 – 2)unit = C (2) = 2 + 3 = $5 X4 (2) = 2 f4 (3) = Biaya memproduksi (4 – 3)unit = C (1) = 1 + 3 = $4 X4 (3) = 1 f4 (4) = Biaya memproduksi (4 – 4)unit = C (0) = 0 X4 (0) = 0
  • 18.
    Month 3 computation: f3 (i) = Min x ( ) ( ) ( )       −+++−+ 2xifxC2xi 2 1 4 x harus memenuhi : 4 ≥ i + x -2 ≥ 0 Jadi permintaan harus memenuhi i + x – 2 ≥ 0 Akhir inventori tidak boleh melebihi kapasitas, atau i + x -2 ≥ 4 Lihat tabel 3 halaman 1014
  • 19.
    1,0 1,1 1,2 1,3 1,4 2,0 2,1 2,2 2,3 2,4 3,0 3,1 3,2 3,3 3,4 4,0 4,1 4,2 4,3 4,4 5,0 Bulan 1 bulan2 bulan 3 bulan 4 Bulan 5 Representasi Jaringan utk. Problema Inventori
  • 20.
    Mencari solusi problemini identik dengan mencari jarak terpendek dari node (1,0) ke (5,0). Misal kita ada di node (2,3) : awal bulan ke 2 dan inventori pada awal bulan kedua tersebut adalah 3 Arti panah (1,0) ke (2,2) Awal bulan ke 1 inventori = 0 Awal bulan ke 2 inventori = 2 Dan permintaan bulan ke 1 adalah 1 Ini berarti bahwa kita harus memproduksi 3 Panah ini = biaya = (3)(2) + 0,5(2) = 7 Tidak ada panah dari (1,2) ke (2,0) karena : Awal bulan ke 1 inventori = 2 Permintaan bulan ke 1 adalah 1 Jadi awal inventori bulan ke 2 harus 1 (bukan 2)
  • 21.
    Problema Alokasi Sumber (ResourceAllocation Problems) Sumber yang terbatas harus dialokasikan kebeberapa aktifitas Asumsi 1: Jumlah sumber yang dialokasikan ke sebuah aktifitas boleh nilai berapa saja dan tidak negatif Asumsi 2: Keuntungan yang diperoleh dari setiap aktifitas sebanding dgn jumlah sumber yang diberikan pd aktifitas tsb. Asumsi 3: Keuntungan yang didapatkan dari lebih dari satu aktifitas adalah penjum lahan keuntungan yang diperoleh dari setiap aktifitas. Contoh : (hal. 1018) Finco memiliki uang $6000 untuk investasi, dimana ada 3 investasi yang tersedia. Jika dj dollar (dalam ribuan) diinvestasikan pada investasi j, maka NPV (dalam ribuan) rj(dj) diperoleh, dimana rj(dj) adalah sbb r1(d1) = 7d1 + 2 d1 > 0 r2(d2) = 3d2 + 7 d2 > 0 r3(d3) = 4d3 + 5 d3 > 0 Jumlah uang yang dialokasikan pd setiap investasi merupakan perkalian 1000. Untuk memaksimumkan NPV, bagaimana Finco mengalokasikan $6000 ? Mana Stage dan mana State
  • 22.
    STAGE : Investasiyang ke t, t+1, . . . 3 Berapa jumlah uang yg akan diinvestasikan pada setiap STAGE STATE : Jumlah uang yang TERSEDIA (dalam ribuan) untuk melakukan investasi pada stage t, t+1, . . . 3 Karena uang yang tersedia adalah $6000, maka STATE yang mungkin pada setiap STAGE adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6 Definisikan : ft(dt) : Nilai NPV maksimum yg dpt diperoleh dengan menginves tasikan dt ribuan dollar pd investasi t, t+1, . . .3 xt(dt) : Jumlah yg diinvestasikan utk mencapai ft(dt)
  • 23.
    Perhitungan STAGE 3,halaman 1019 Perhitungan STAGE 2 : f2(d2) = Maks (r2(x2) + f3(d2 – x2) x2 Tabel 6, halaman 1020 Perhitungan STAGE 1 ; f1(6) = Maks (r1(x1) + f2(6-x1) x1 Tabel 7, halaman 1021
  • 24.
    2,6 2,5 2,4 2,3 2,2 1,6 2,0 2,1 4,0 Representasi Jaringan utk.Contoh Resource Allocation Problems 3,6 3,5 3,4 3,3 3,2 3,0 3,1 Stage 1 Stage 2 Stage 3 Stage 4 1. Jarak terjauh dari (1,6) ke (4,0). 2. (t,d) ; Situasi dimana d ribu dollar tersedia untuk investasi di t, t+1, . . . .3 3. Garis (t,d) ke (t+1, d-x) memiliki panjang rt(x) sesuai dgn NPV yg didpt dgn investasi x di t.
  • 25.
    Solusi Problema Knapsackmenggunakan DP Misalkan sebuah 10 lb knapsack akan didisi dengan item sbb : Item ke Berat Keuntungan 1 4 lb 11 2 3 lb 7 3 5 lb 12 Untuk memaksimumkan total keuntungan, bagaimana knapsack harus diisi ? Solusi : Kita memiliki r1(x1) = 11x1, r2(x2) = 7x2; r3(x3) = 12x3 g1(x1) = 4x1, g2(x2) = 3x2, g3(x3) = 5x3 Definisikan ft(d) = keuntungan maksimum yg dpt diperoleh dari sebuah d pound knapsack yg diisi dengan tipe item t, t+1, . . . 3
  • 26.
    STAGE 3 f3(d) =maks (12 X3) x3 Lihat hasil halaman 1023 STAGE 2 f2(d) = maks {7X2 + f3(d – 3X2)} x2 Lihat hasil halaman 1024 STAGE 1 f1(10) = (lihat hasil halaman 1025)
  • 27.
    10,1 9,1 8,1 7,1 6,1 5,1 4 ,1 3,1 2,1 1,1 0,1 10,2 9,2 8,2 7,2 6,2 5,2 4,2 3,2 2,2 1,2 0,2 10,3 9,3 8,3 7,3 6,3 5,3 4,3 3,3 2,3 1,3 0,3 4,4 3,4 2,4 1,4 0,4 Network KnapsackProblem 1. Jarak terpanjang dari (10,1) ke stage 4 node 2. Untuk t ≤ 3, (d,t) adalah situasi dimana d pound space dapat dialokasikan pd item tipe t, t+1, . . 3 (d,4) : d pound space yg belum terpakai 3. Setiap arc dr sebuah state t node ke sebuah stage t+1 node menyatakan sebuah keputusan berapa tipe t item ditempatkan di knapsack. contoh : (10,1) ke (6,2) : Menempatkan item1 di knapsack meninggalkan sisa space 6 untuk item 2 & 3, dan arc ini panjangnya 11 Solusi adalah : (10,1)-(6,2)-(0,3)-(0,4)
  • 28.
    Problema Pergantian Mesin (EquipmentReplacement Problem) Sebuah bengkel selalu menginginkan bahwa mesin analisa selalu tersedia. Sebuah mesin baru analisa harganya $1000. Biaya pemeliharaan mi dari mesin selama tahun ke i adalah m1 = $60, m2 =$80, m3 =$120. Mesin dapat dipertahan kan untuk 1, 2, 3 tahun, dan setelah i tahun penggunaan (i =1, 2, 3) mesin dapat diganti dengan yang baru. Jika mesin diganti pada tahun yg ke i, nilai sisa mesin Si diperoleh, dimana S1 = $800, S2 = $600, dan S3 = $500. Jika diketahui bahwa saat ini mesin baru harus dibeli, bengkel ingin menentukan kebijakan pergantian mesin yang akan meminimumkan biaya bersih selama 5 tahun. Biaya bersih = (biaya pemeliharaan) + (biaya pergantian) – (nilai sisa) Solusi : Definisi g(t) = Minimum biaya bersih dari tahun t sampai tahun ke 5, diketahui sebuah mesin baru telah dibeli pd tahun t. Ctx = Biaya bersih dari pembelian mesin pd tahun t dan menggunakan mesin tsb sampai tahun ke x
  • 29.
    Maka rekursi yangdigunakan sbb ; g(t) = Min {Ctx + g(x)} (t = 0, 1, 2, 3, 4) x Dimana : t+1 ≤ x ≤ t+3 dan x ≤ 5 Tidak ada biaya yg timbul setelah tahun ke 5 (karena problema hanya 5 thn) Sehingga g(5) = 0 Setelah sebuah mesin dibeli pada waktu t, kita harus menentukan kapan mengganti mesin tsb. Misalkan x adalah waktu dimana pergantian terjadi. Pergantian harus dilaksanakan setelah waktu t tetapi t ≤ 3, sehingga t+1 ≤ x ≤ t+3 dan x ≤ 5. Jika kita mengganti mesin pd waktu x, biaya apa saja yg ada dari waktu t ke 5? Jawab : Jumlah biaya yang timbul dari saat membeli mesin sampai mesin dijual pada saat x (didefinisikan sbg : Ctx), dan biaya total yg timbul dari waktu x ke 5. (diketahui bahwa mesin baru dibeli pada waktu x dgn biaya g(x)) Jadi jika mesin yang baru dibeli pd waktu t, digunakan sampai waktu x, maka dari waktu t ke 5 timbul biaya : Ctx + g(x)
  • 30.
    Ctx akan tergantungberapa lama mesin dipergunakan (nilai x-t) Ctx = $1000 + m1 + . . . . + mx-t – St-x Time Time Time Time Time Time 0 1 2 3 4 5 Year 1 Year 2 Year 3 Year 4 Year 5 Jadi : C01 = C12 = C23 = C34 = C45 = 1000 + 60 -800 = 260 C02 = C13 = C24 = C35 = 1000 + 60 + 80 – 600 = 540 C03 = C14 = C25 = 1000 + 60 + 80 + 120 – 500 = 760 Kita mulai menghitung g(4) dan bekerja mundur sampai g(0). g(4) = C45 + g(5) = 260 + 0 = 260
  • 31.
    Jika mesin barudibeli pd tahun ke 3; C34 + g(4) = 260 +260 = 520* (diganti pd tahun ke 4) g(3) = Minimum C35 + g(5) = 540 + 0 = 540 (diganti pd tahun ke 5) Jadi jika mesin baru dibeli pd tahun ke 3, maka ia akan diganti pd tahun ke 4. Jika mesin baru dibeli pd tahun ke 2; C23 + g(3) = 260 + 520 = 780 (diganti pd tahun ke 3) g(2) = Minimum C24 + g(4) = 540 + 260 = 800 (diganti pd tahun ke 4) C25 + g(5) = 760 + 0 = 760* (diganti pd tahun ke 5) Jadi jika mesin baru dibeli pd tahun ke 2, maka ia akan diganti pd tahun ke 5.
  • 32.
    Jika mesin barudibeli pd tahun ke 1; C12 + g(2) = 260 + 760 = 1020* (diganti pd tahun ke 2) g(1) = Minimum C13 + g(3) = 540 + 520 = 1060 (diganti pd tahun ke 4) C14 + g(4) = 760 + 260 = 1020* (diganti pd tahun ke 5) Jadi jika mesin baru dibeli pd tahun ke 1, maka ia akan diganti pd tahun ke 2 atau 4. Jika mesin baru dibeli pd tahun ke 0; C01 + g(1) = 260 + 1020 = 1280* (diganti pd tahun ke 1) g(0) = Minimum C02 + g(2) = 540 + 760 = 1300 (diganti pd tahun ke 2) C03 + g(3) = 760 + 520 = 1280* (diganti pd tahun ke 3) Jadi jika mesin baru dibeli pd tahun ke 0, maka ia akan diganti pd tahun ke 1 atau 3.
  • 33.
    Jawaban 1 : 1 2 4 5 5 Jawaban2: 0 0 3 4 5 Representasi jaringan dari pergantian mesin - Gambar 9, halaman 1032 - Mencari jarak terpendek dari node 0 ke node 5.
  • 34.
    ft(i) = min{(Biaya selama STAGE t) + ft+1 (STATE baru pd STAGE t+1)} ft(i) = Biaya minimum yang timbul dari STAGE t ke STAGE akhir T, dimana saat ini kita berada pada STAGE t dan STATE i Persamaan merefleksikan kenyataan bahwa biaya minimum yg timbul dari STAGE t ke akhir harus dicapai dengan memilih sebuah keputusan yang Mungkin pada STAGE t yg meminimumkan jumlah biaya yg timbul selama STAGE sekarang (STAGE t) ditambah biaya minimum yg dapat timbul dari STAGE t+1 ke akhir dari problema. Persamaan rekursi yg benar memiliki 3 aspek dr problema : 1. Sebuah kumpulan keputusan yg diperbolehkan, layak untuk STATE dan STAGE yang ada Sering sekumpulan keputusan yg layak tergantung dari kedua t dan i
  • 35.
    Contoh pada Problemainventori : dt = Permintaan pada bulan t it = inventori pd awal bulan t Keputusan yang diperbolehkan pada bulan t (Misalkan xt : level produksi yg diperbolehkan) terdiri dari anggota2 {0, 1, 2, 3, 4, 5} yang memenuhi : 0 ≤ (it + xt – dt ) ≤ 4 2. Kita harus merumuskan bagaimana biaya pd perioda waktu sekarang (STAGE t) tergantung pd nilai t, STATE sekarang, dan keputusan yg dipilih pd STAGE t Contoh : Contoh problema inventori. Misalkan xt adalah level produksi yg dipilih selama bulan t. Maka biaya selama bulan t adalah : C(xt) + 0,5(it + xt – dt)
  • 36.
    3. Kita harusmerumuskan bagaimana STATE pada STAGE t+1 tergantung pd nilai t, STATE pd STAGE t, dan keputusan yg dipilih pd STAGE t Contoh pd problema inventori : STATE pada bulan ke t+1 adalah : it + xt - dt JIKA ANDA DAPAT MENGIDENTIFIKASI STATE, STAGE, DAN KEPUTUSAN SECARA BENAR, MAKA 3 ASPEK DIATAS TIDAK SUSAH UTK DIHANDLE.
  • 37.
    Contoh 8 (halaman1034): Seorang pemilik kolam harus menentukan berapa jumlah ikan yg boleh ditangkap dan dijual setiap tahun. Jika ia menjual X ikan selama tahun t, maka pemasukan sebesar r(X) didapat. Biaya menangkap X ikan selama setahun adalah C(X,b) dimana b adalah jumlah ikan pada awal tahun. Tentu saja ikan bereproduksi. Untuk memodelkan ini diasumsikan bahwa jumlah ikan di kolam pada awal tahun adalah 20% lebih banyak dibandingkan dengan jumlah ikan yang tinggal pada akhir tahun sebelumnya. Diasumsikan bahwa ada 10000 ikan di kolam pada awal tahun pertama. Buatlah sebuah rekursi programa dinamis yang dapat digunakan untuk memaksimumkan keuntungan selama T tahun horizon ? Catatan : 1. Kita sering membuat trade-off antara keuntungan sekarang terhadap keuntungan akan datang. Contoh : Kita dapat saja menangkap banyak ikan pada awal tahun, tetapi jumlah ikan akan sedikit pada akhir tahun, atau kita tangkap sedikit ikan pada awal tahun (penjualan sedikit), tetapi kita dapat menjual banyak pada akhir tahun. 2. STAGE adalah waktu T. Pada setiap stage, harus diputuskan berapa ikan yang harus ditangkap Misal Xt : Jumlah ikan yang ditangkap selama tahun t bt : Jumlah ikan di kolam pada awal tahun t. Jadi STATE mulai dari nilai bt. Definisikan : ft(b(t) : Maksimum laba bersih yang didapat dari penangkapan ikan selama tahun t, t+1, ………. T, dimana diketahui sebanyak bt ikan terdapat di kolam pada awal tahun t. 3. Lihat ketiga aspek pada halaman 1035
  • 38.
    Pada stage T: Max {rT(XT) – C(XT,bT)}, dimana 0 ≤ XT ≤ bT XT Untuk stage t : ft(b(t) = max {r(Xt) – C(Xt,bt) + ft+1(1,2(bt – Xt))} 1. 0 ≤ Xt ≤ bt 2. bt dapat bertambah sampai 10000(1,2)T-1 3. Persamaan diatas digunakan sampai f1(10000) 4. Pada awal tahun kedua jumlah ikan dimulai dari 1,2(10000 – X1). Ini berarti bahwa X2 harus dipilih untuk mendapat kan nilai maksimum f2(1,2(10000 – X1)). 5. Teruskan perhitungan ini sampai nilai-nilai optimal X3, X4, ……….XT diketahui.
  • 39.
    Contoh 11, halaman1038 Perusahaan Sunco oil butuh untuk membangun kapasitas refinery yg cukup untuk merefine 5000 barrel oil dan 10000 barel gasoline per hari. Sunco dapat membangun kapasitas refinery pada empat lokasi. Biaya membangun sebuah refinery pada lokasi t dengan kapasitas merefine x barrel oil per hari dan y barrel gasoline per hari adalah Ct(x,y). Gunakan Programa dinamis untuk menentukan berapa kapasitas yang harus dialokasikan pada setiap lokasi ? Jawab : STAGE : Lokasi Pada setiap STAGE, Sunco harus menentukan berapa kapasitas oil dan gasoline yg harus dibangun. Definisikan ft(ot,gt) : biaya minimum untuk membangun ot barrel oil per hari dan gt barrel gasoline perhari pada lokasi t, t+1, . . . 4 f4(o4,g4) : Sunco membangun refinery pada lokasi 4 dengan kapasitas o4 barrel oil dan g4 barrel gasoline = c4(o4,g4) Untuk t = 1, 2, 3 ft(ot,gt) = min{ct(ot,gt) + ft+1(ot-xt, gt-yt) Keterangan : 1. Jika dibangun sebuah refinery pada lokasi t yang dapat merefine xt barrel oil dan yt barrel gasoline, maka timbul biaya c(xt,yt), maka kita akan butuh membangun refinery dengan kapasitas ot-xt barrel oil dan gt-yt barrel untuk gasoline untuk lokasi t+1, t+2, . . . 4, dan biaya untuk membangun ini adalah ft+1(ot-xt, gt-yt) 2. 0 ≤ xt ≤ ot, 0 ≤ yt ≤ gt 3. Pers. Terus dilakukan sampai f1(5000,10000) Coba pikirkan apakah ini harus ct(xt,yt) Lihat persamaan 17, halaman 1038
  • 40.
    NONADDITIVE RECURSION Disini ft(i)tidak merepresentasikan pertambahan biaya (atau reward) Contoh 13, halaman 1042 Joe naik mobil dari kota 1 sampai kota 10. Dia tidak tertarik untuk mencari jarak terpendek, tetapi dia tertarik untuk meminimumkan maksimum ketinggian (diatas permukaan laut) yang akan dia hadapi. Untuk naik mobil dari kota 1 ke kota 10, dia harus mengikuti jalur sbb : 1 2 3 5 7 4 6 8 10 9 10 7 6 9 7 11 7 8 7 107 6 8 13 8 9 Stage1 Stage2 Stage3 Stage4 Stage5 Panjang Cij merepresentasikan ketinggian maksimum yg akan dihadapi antara kota I dan j. Gunakanlah programa dinamis untuk menentukan jalur yang akan dijalani oleh Joe ?
  • 41.
    1 2 3 5 7 4 6 810 9 10 7 6 9 7 11 7 8 7 107 6 8 13 8 9 Stage1 Stage2 Stage3 Stage4 Stage5 1. Definisi ft(i) : Ketinggian maksimum terkecil yang dapat dialami Joe pd perjalanan dari kota i pada STAGE t ke kota 10 2. Sehingga didapat : f4(i) = Ci,10 ft(i) = min {max(Cij, ft+1(j))} untuk t = 1, 2, 3 f4(7) = 13* f4(8) = 8* f4(9) =9* max(C57, f4(7)) = 13 f3(5) = min max(C58, f4(8)) = 8* max(C59, f4(9)) = 10 Dan seterusnya… lihat hal 1043
  • 42.
    Contoh 14, halaman1043 Glueco berencana untuk memperkenalkan sebuah produk baru pada 3 daerah. Pada saat ini diestimasikan bahwa produk itu akan laku masing-masing di ketiga daerah dengan kemungkinan 0,6, 0,5, dan 0,3. Perusahaan memiliki 2 salesman yang top yang dapat dikirimkan ke tiga daerah tersebut. Kemungkinan bahwa product akan laku terjual jika 0, 1, dan 2 salesman dikirimkan ke tiga daerah tersebut adalah : Jumlah salesman Kemungkinan product terjual yg dikirim daerah1 daerah2 daerah3 0 0,6 0,5 0,3 1 0,8 0,7 0,55 2 0,85 0,85 0,7 Jika perusahaan ingin memaksimumkan kemungkinan product terjual diseluruh tiga daerah, dimanakah perusahaan harus menempatkan salesmannya ? (asumsi : penjualan di ketiga daerah adalah independent). Jawab: Definisi : ft(s) : Kemungkinan bhw produk akan terjual di daerah t, t+1, . . . 3 jika s salesman secara optimal ditempatkan didaerah2 tersebut. f3(2) = 0,7 (tugaskan 2 salesman didaerah 3) f3(1) = 0,55 (tugaskan 1 salesman didaerah 3) f3(0) = 0,3 (tugaskan 0 salesman didaerah 3)
  • 43.
    Untuk menentukan f2(.)dan f1(.), perlu didefinisikan : ptx : Kemungkinan produk terjual pada daerah t jika x salesman ditugaskan didaerah t. Contoh : p21 = 0,7. Sehingga dapat dituliskan : ft(s) = max {ptx ft+1(s-x)} x Keterangan : 1. x harus anggota dari {0, 1, 2, . . . . . s} 2. Jadi jika s salesman tersedia untuk daerah t, t+1, . . . 3, dan x salesman ditugaskan didaerah t, maka : ptx : kemungkinan bahwa produk terjual di daerah t dimana x salesman ditugaskan didaerah t tersebut. ft+1(s-x) : kemungkinan bahwa produk terjual di daerah t+1, . . . 3 dengan jumlah salesman (s-x) ditugaskan di daerah tsb. f2(2) = (0,5)f3(2-0) = (0,5)(0,7) = 0,35 (Tugaskan 0 salesman pd daerah 2, & 2 salesman di derah 3 ) = (0,7)f3(2-1)=(0,7)(0,55)=0,385 (Tugaskan 1 salesman pd daerah 2, & 1 salesman di derah 3 ) = (0,85)f3(2-2)=(0,85)(0,3)=0,255 (Tugaskan 2 salesman pd daerah 2, & 0 salesman di derah 3 ) f2(2)MAKS= 0,385 f2(1), f2(0) dan f1(2) dapat dilihat dihalaman 1044
  • 44.
    FORWARD RECURSION 1. Problemaprogram dinamis sering juga diselesaikan dengan bekerja maju. Diasumsikan bhw state terakhir yang diinginkan diketahui. 2. Untuk bekerja maju, definisikan ft(i) : biaya minimum yang timbul pada STAGE 1, 2, . . . . t diketahui bahwa STATE i pd akhir STAGE t 3. Pertama, hitung f1(i) untuk semua i pd akhir stage 1. 4. Buat rekursi utk f2(i) sbg fungsi f1(i) dan hitung seluruh f2(i) yang mungkin pd akhir stage 2. 5. Lakukan terus perhitungan ini sampai f T(i) (stage akhir yg diinginkan pd state i) Contoh problema inventori : Definisi : 1. ft(it) : Biaya minimum yg timbul selama bulan 1, 2, . . . T, dimana diketahui akhir inventori pd bulan t adalah it. 2. xt(it) : level produksi bulan t utk mencapai ft(it). 3. Kapasitas simpan adalah 0, 1, 2, 3, 4 unit pd akhir bulan 1, 2, dan 3. 4. Tentukan biaya total dimana pada bulan ke 4 inventori = 0.
  • 45.
    CHAPTER 21 PROBABILISTIC DYNAMICPROGRAMMING 1. Pada beberapa problema, dapat saja tidak diketahui dengan pasti walaupun state dan keputusan sekarang diketahui. 2. Contoh pada problema inventori. Secara umum demand tidak diketahui. When Current Stage Costs Are Uncertain But the Next Period’s State is Certain Disini state period selanjutnya diketahui dengan pasti, tetapi reward yg didapatkan selama stage sekarang tidak diketahui dengan pasti (pada keputusan dan state sekarang) Contoh : Safeco membeli 6 gallon susu dengan harga $1 per gallon dari supplier susu dan menjualnya pada 3 toko dengan harga $2 per gallon. Supllier harus membeli susu yang tidak laku setiap harinya dengan harga $0,5. Diketahui bahwa demand susu pada setiap toko tidak pasti. Data masa lalu menunjukan bahwa demand susu pada setiap toko adalah sbb:
  • 46.
    Daily Demand Probability Toko1 1 0,60 2 0 3 0,40 Toko 2 1 0,50 2 0,10 3 0,40 Toko 3 1 0,40 2 0,30 3 0,30 Safeco ingin mendapatkan ekspektasi keuntungan bersih dengan menempatkan 6 gallon susu ini pada ke tiga toko tersebut. Gunakan Programma dinamis untuk membantu bagaimana safeco harus mengalokasikan 6 gallon susu tsb pada ke tiga toko ? Definisi : 1. rt(gt) : Ekspektasi pemasukan yang diperoleh dari gt gallon yang terjual pada toko t 2. ft(x) : Ekspektasi keuntungan maksimum yg diperoleh dari x gallon yg ditaruh pd toko t, t+1,. . 3. 3. Dapat dipastikan bahwa f3(x) = r3(x) 4. Untuk t = 1, 2 ft(x) = maks { rt(gt) + ft+1(x - gt} dimana gt = 0, 1, ………….x Sesuatu yang bodoh untuk menaruh susu lebih dari 3 gallon pada setiap toko, karena maksimum demand untuk setiap toko adalah 3
  • 47.
    r3(0) = 0 r3(1)= (0,3 + 0,3 + 0,4) 2 = 2 r3(2) = (0,3 + 0,3)4 + 0,4(2 + 0,5) = 2,4 + 1 = 3,4 r3(3) = (0,3)(6) + (0,3)(4 + 0,5) + (0,4)(2 + 1) = 4,35 r2(0) = 0 r2(1) = (0,4 + 0,1 + 0,5) 2 = 2 r2(2) = (0,4 + 0,1) 4 + 0,5(2 + 0,5) = 3,25 r2(3) = (0,4)(6) + 0,1(4 + 0,5) + 0,5(2 + 1) = 4,35 r1(0) = 0 r1(1) = (0,4 + 0 + (0,6) 2 = 2 r1(2) = (0,4 + 0) 4 + 0,6(2 + 0,5) = 3,1 r1(3) = (0,4)(6) + 0(4 + 0,5) + 0,6(2 + 1 ) = 4,20 f3(0) = r3(0) = 0 g3(0) = 0 f3(1) = r3(1) = 2 g3(1) =1 f3(2) = r3(2) = 3,4 g3(2) = 2 f3(3) = r3(3) = 4,35 g3(3) = 3
  • 48.
    f2(0) f2(1) f2(2) f2(3) Untuk f2(4), f2(5),dan f2(6) kita tidak perlu mempertimbangkan penempatan lebih dari 3 gallon di toko 2. f2(4) f2(5) f2(6) f1(6) HASIL DAPAT DILIHAT DI HALAMAN 1068
  • 49.
    Contoh : ProbabilisticInventory Model Diketahui problema inventori dengan waktu 3 perioda. Pada awal setiap perioda perusahaan harus menentukan berapa unit yang harus dibuat selama perioda tersebut. Selama sebuah perioda dimana x unit dibuat, biaya produksi c(x) timbul, dimana c(0) = 0, dan untuk x > 0, c(x) = 3 + 2x. Batas produksi untuk setiap perioda adalah 4 unit. Demand pada setiap perioda adalah random, dimana demandnya adalah 1 dan 2 dengan dengan kemungkinan muncul yang sama. Setiap inventori yg terjadi pada setiap perioda menimbulkan biaya simpan $1 per unit. Batas inventori adalah 3 unit. Setiap demand pada setiap perioda harus dipenuhi pada perioda tersebut. Jumlah inventori yang ada pada akhir perioda 3 dapat dijual dengan harga $2 per unit. Awal inventori pada perioda 1 adalah 1 unit. Gunakanlah DP untuk menentukan kebijakan produksi yang meminimumkan ekspektasi biaya bersih selama 3 perioda. Definisi ft(i) = Ekspektasi biaya bersih minimum untuk perioda t, t+1, …3 1. Ekspektasi biaya simpan pada STAGE 3 = 0,5(i + x -1) + 0,5 (i + x - 2) = i + x – 1,5 dimana i = jumlah unit pada awal inventori 2. Ekspektasi pemasukan pada STAGE 3 disebabkan penjualan unit yg sisa : (0,5)(2)(i + x – 1) + (0,5)(2)(i + x – 2) = 2i + 2x – 3 3. Sehingga total biaya pada STAGE 3 : f3(i) = min {c(x) + (i + x – 1,5) – (2i + 2x – 3)} (lihat tabel 3, halaman 1071) x 4. Untuk STAGE t = 1 dan 2 ft(i) = min {c(x) + (0,5)(i+x-1)+(0,5)(i+x-2) + (0,5)ft+1(i+x-1) + (0,5)ft+1(i+x-2)} x Tabel 4 & 5 halaman 1072
  • 50.
    PROBABILISTIC DYNAMIC PROGRAMMINGFORMULATION       += ∑ + (j)t)fa,i,p(ja)i,tSTAGEselamaReward(Ekspetasi a MAX (i)f j 1tt 1. ft(i) : Maksimum ekspetasi reward yg dpt diperoleh selama STAGE t, t+1, ………diketahui bahwa STATE pada awal stage t adalah i. 2. Maksimum persamaan diatas diambil pada seluruh aksi a yg layak ketika state pada awal stage t adalah i. 3. p(j|i, a, t) : Probabilitas bahwa state pada perioda selanjutnya adalah j, diketahui state sekarang adalah i (pd stage t) dan aksi a dipilih. 4. Perjumlahan pada persamaan diatas adalah menyatakan ekspetasi reward dari stage t+1 keakhir dr problema. 5. Kita memilih a yang memaksimumkan ekspetasi reward yg diperoleh dari stage t ke akhir dari problema.
  • 51.
    Contoh 5, halaman1080 Sunco oil memiliki D dollar untuk dialokasikan untuk pemboran pada lokasi 1, 2, ………..T. Jika x dollar dialokasikan pada lokasi t, maka dgn probilitas qt(x) minyak akan diketemukan pada lokasi tsb. Jika pada lokasi terdapat minyak, maka ia akan bernilai sebesar rt. Formulasikanlah sebuah rekursi yg dapat digunakan sunco oil yg memaksimumkan nilai ekspetasi dari seluruh minyak yang diketemukan pada lokasi 1, 2, ……… T ? Jawab : Untuk Lokasi T : Untuk t < T : ft(d) : Nilai ekspetasi maksimum dari minyak yang diketemukan pada lokasi t, t+1, …………T jika d dollar tersedia pada lokasi t, t+1, ………T Kita akan bekerja mundur sampai ke f1(D). (d)qr(d))0q(1(d)qr(d)f TTTTTT =−+= x)(df(x)q{r x Max (d)f 1tttt −+= +
  • 52.
    Contoh 6, halaman1081: Pada setiap tahun, pemilik sebuah kolam harus menentukan berapa jumlah ikan yang ditangkap dan dijual. Selama tahun t harga ikan per ekor adalah pt. Biaya penangkapan x ikan akan membutuhkan biaya ct(x|b), dimana b adalah jumlah ikan pada awal tahun t. Antara waktu akhir t dan awal waktu t+1 ikan berreproduksi dengan sebuah random faktor D, dimana P(D = d) = qd. Formulasikanlah sebuah rekursi programa dinamis yg dpt digunakan untuk menentukan strategi penangkapan ikan yg akan memaksimumkan keuntungan selama 10 tahun. Pada saat ini kolam memiliki 10000 ikan. Jawab : 1. Stage adalah tahun. 2. State adalah jumlah ikan di kolam pada awal tahun. 3. Keputusan yg akan dibuat : Berapa ikan yg akan ditangkap selama setiap tahun. 4. Definisi : ft(b) = Ekspetasi keuntungan bersih maksimum yg dapat diperoleh selama tahun t, t+1, ….. 10, jika kolam memiliki b ikan pd awal tahun t. f10(b) = max {x p10 – c10(x|b)} dimana 0 ≤ x ≤ b x Untuk t < 10 : 0 ≤ x ≤ b Selama tahun t keuntungan yg didapat (xpt – ct(x|b). Jadi dgn kemungkinan q(d), state pada tahun t+1 akan menjadi d(b-x). Shg jika x ikan ditangkap selama tahun t, ekspetasi keuntungan bersih maksimum yg diperoleh pd tahun t+1, t+2, ……. 10       ∑ −+−= + d 1tttt x))(d(bq(d)f)b(xcxp x Max (b)f ∑ −+ d 1t x))(d(bq(d)f
  • 53.
    Contoh 8, halaman1082 Korvair store sedang mencoba untuk menentukan sebuah optimal cash management policy. Selama setiap hari, permintaan untuk cash dapat dijelaskan dengan sebuah random variabel D, dimana p(D = d) = p(d). Pada awal setiap hari, store mengirim seorang pekerja ke bank untuk mendeposit atau mengambil uang. Setiap transaksi bank membutuhkan biaya sebesar K dollar. Jadi demand untuk cash dapat dipenuhi oleh uang yang tersisa dari hari sebelumnya ditambah uang yang diambil dari bank. Pada akhir setiap hari, store menentukan cash balance yg dimiliki. Jika cash balance negatif, terdapat biaya shortage s dollar per dollar. Jika cash balance positif, terdapat biaya i dollar per dollar (disebabkan kehilangan interest jika uang tsb di deposit di bank). Pada awal hari pertama, store memiliki cash $10000 dan $100000 di bank. Formulasikanlah sebuah model programa dinamis yg dapat digunakan untuk meminimumkan ekspetasi biaya untuk mengisi cash yang dibutuhkan store selama 30 hari selanjutnya. Jawab : 1. Untuk menentukan berapa uang yang harus diambil atau dideposit, store harus mengetahui cash yg dimiliki dan bank balance pd awal setiap hari. 2. Stage adalah waktu. Jadi pada setiap awal setiap stage, store harus menentukan berapa uang yg diambil atau didiposit di bank. 3. Definisi : ft(c,b) : Ekspetasi biaya minimum selama hari t, t+1, ………. 30, diketahui bhw pd awal hari t, store memiliki c dollar cash dan b dollar di bank.       ∑ ∑ −−+−++= +≤ +≥xcd xcd 30 x)scp(d)(dd)ixp(d)(c(x))K x Min b)(c,f δ Balance positive Balance Negative
  • 54.
    1. X :jumlah uang yang di transfer dari bank ke toko (jika x < 0, uang ditransfer dari toko ke bank). Karena toko tidak dapat mengambil uang lebih dari b dan tdk dpt men deposit lebih dari c, maka b ≥ x ≥ -c. 2. δ(0) = 0, berarti tdk ada transaksi dengan bank δ(x) = 1, berarti ada transaksi dengan bank, dengan biaya transaksi = K 3 d ≤ (c + x), berarti uang berlebihan krn demand ≤ dari jumlah uang yg ada Timbul biaya (c + x – d)i dengan kemungkinan p(d). Jadi ekspetasi biayanya p(d)(c + x –d)i 4 d ≥ (c + x), berarti terjadi short, karena demand ≥ jumlah uang yang ada. Timbul biaya (d – c – x)s dengan kemungkinan p(d) Jadi ekspetasi biayanya p(d)(d – c –x)s 5. Untuk t < 30 ∑ ∑ ∑ −−++−−+−++= +≤ +≥ + xcd xcd d 1tt x)}bd,x(cp(d)fx)scp(d)(dd)ixp(d)(c(x){K x Min b)(c,f δ
  • 55.
    MARKOV CHAIN SEBUAH TIPEPROSES STOCHASTIK • Bagaimana random variabel (RV) berubah terhadap waktu • Apakah proses stokastik ? 1. Misalkan kita mengamati sebuah karakteristik dari sebuah sistem pada waktu diskrit (0, 1, 2, ……….) 2. Misalkan Xt adalah nilai karakteristik sistim pada waktu t. 3. Xt tidak diketahui dengan pasti sebelum waktu t dan dapat dipandang sebagai sebuah random variabel. 4. Discrete-time stochastic process adalah penjelasan hubungan antara random variabel X0, X2, X2, ………… Contoh Sebuah kantong pada saat ini berisi 2 bola yang belum di cat. Pilih sebuah bola dan lempar sebuah koin. Jika bola = belum dicat dan koin = head, maka cat bola tsb dengan warna MERAH Jika bola = belum dicat dan koin = tail, maka cat bola tsb dengan warna HITAM Jika bola sudah di cat, apakah koin head atau tail, ubah warna dari MERAH ke HITAM, atau HITAM ke MERAH
  • 57.
    Terminologi Antrian Harus adaproses input dan proses output. Sbg contoh ; Situasi Proses input Proses output Bank Pelanggan tiba di bank Teller melayani pelanggan Pizza parlor Permintaan pengiriman pizza Pizza parlor mengirim mobil diterima utk mengirim pizza Naval Shipyard Kapal dilaut rusak & dikirim Kapal diperbaiki dan dikemba ke shipyard utk diperbaiki likan ke laut
  • 58.
    Proses Input atauProses Kedatangan -Kedatangan disebut Pelanggan (Customer) - Asumsi : Tidak lebih dari 1 pelanggan yg dpt timbul pd suatu waktu sesaat. Jika lebih dari satu diperbolehkan maka BULK ARRIVAL diperbolehkan. - Proses kedatangan tidak dipengaruhi oleh jumlah pelanggan yg ada di sistem - Dua situasi umum dimana proses kedatangan dapat tergantung pd jumlah pelanggan yg ada : 1. Kedatangan berasal dari populasi yg kecil (finite source model). Misal : hanya ada 4 kapal (spt contoh diatas). Jika seluruh kapal sedang diperbaiki, maka tdk ada kapal yg dpt rusak pd masa akan datang. Kebalikannya, jika semua kapal ada di laut, kerusakan kapal akan memiliki kemungkinan yg relatip besar pd masa depan. 2. Proses kedatangan tergantung pd jumlah pelanggan. Misal : Jika kita melihat tempat parkir di sebuah bank penuh, kita dpt saja pergi dan akan datang pd lain waktu. - Jika seorang pelanggan gagal memasuki sistem, maka dikatakan pelanggan tsb balked. - Jika proses kedatangan tdk dipengaruhi oleh jumlah pelanggan yg ada, maka biasanya kita dpt menjelaskannya dengan sebuah distribusi probabilitas yg menjelaskan waktu antara kedatangan.
  • 59.
    Proses output atauPelayanan (Service) Kita biasanya menspesifikasikan dengan sbh distribusi probabilitas – distribusi waktu pelayanan. – yg menjelaskan waktu pelayanan pelanggan. Biasanya diasumsikan bahwa distribusi waktu pelayanan adalah independen thdp jumlah pelanggan yang ada, artinya pelayan tidak akan bekerja lebih cepat ketika pelanggan lebih banyak berada di sistem. Akan dipelajari 2 pengaturan dari pelayan : 1. Pelayan dalam bentuk paralel Pelayan memberikan pelayanan yg sama dan seorang pelanggan hanya melalui 1 pelayan saja. 2. Pelayanan dalam bentuk seri Seorang pelanggan harus melalui beberapa pelayan sampai selesai.
  • 60.
    Disiplin Antrian Disiplin antrianmenjelaskan metoda yg digunakan utk menentukan urutan pelayanan thdp pelanggan. FCFS : First Come First Service Pelanggan dilayani dalam urutan kedatangan mereka. LCFS : Last Come First Service Kedatangan yg terbaru adalah pertama yg dilayani SIRO : Service in Random Order Pelanggan yg akan dilayani dipilih secara acak PRIORITY QUEUING DISCIPLINE Setiap kedatangan dikualifikasikan dlm beberapa katagori. Setiap katagori kemudian diberikan level prioritas, dan setiap level prioritas pelanggan dilayani dengan cara FCFS.
  • 61.
    METODA YG DIGUNAKANKEDATANGAN UTK MASUK KE ANTRIAN 1. Pelanggan dpt bergabung pd sebuah garis antrian 2. Pelanggan dapat memilih garis antrian yg diingini (Jika ada beberapa garis antrian, biasanya pelanggan memilih antrian yg terpendek) 3. Perlu juga utk diketahui apakah pelanggan diperbolehkan utk SWITCH atau JOCKEY antar garis antrian MODEL KEDATANGAN dan PROSES PELAYANAN 1. Paling banyak satu kedatangan yg muncul pd waktu sesaat. 2. Definisi ti : waktu dimana pelanggan i tiba. 3. Utk ti ≥ 1, Ti = ti+1 – ti : waktu antar kedatangan yg ke i.
  • 62.
    t1 = 3t2 = 8 t3 = 15 T1 = 8 – 3 T2 = 15 - 8 4. Asumsi : Tj adalah independent (T1 tidak berpengaruh terhadap T2, T3 atau Tj) dan memiliki continuous random variable A yang sama (artinya distribusi keda tangan adalah independen dr waktu pd hari atau hari pd minggu, ini disebut proses stasioner.) 5. Asumsi A memiliki pdf a(t). Utk nilai Δt yg kecil P(t ≤ A ≤ t + Δt) = Δt a(t). Sehingga dapat dituliskan : ∫ ∫ ∞ =>=≤ c c dttacAPdttacAP 0 )()(dan)()( 6. Definisikan : rata-rata waktu antar kedatangan (jam/kedatangan), sehing ga nilai ini (ingat statistik) adalah : ∫= ∞ 0 )( 1 dttta λ λ 1
  • 63.
    7. Sehingga λ: Laju kedatangan (Jumlah kedatangan/jam). 8. Distribusi eksponensial pada umumnya digunakan untuk rv A. 9. Distribusi eksponensial dengan parameter λ, memiliki densitas : t eta λ λ − =)( t e λ λ − λ t 10. a(t) berkurang dgn sangat cepat untuk t yang kecil. Ini menunjukan bahwa waktu antar kedatangan yang sangat panjang tidal lazim terjadi.
  • 64.
    Harga rata-rata waktuantar kedatangan E(A) = Variansinya : Var (A) = λ 1 2 1 λ Sifat No-memory dari distribusi eksponensial Alasan mengapa distribusi eksponensial sering digunakan dalam memodel waktu antar kedatangan dijelaskan oleh lemma berikut : L e m m a : Jika A memiliki distribusi eksponensial, maka utk nilai-nilai positif t dan h, P(A> t+h | A≥t) = P(A > h), lihat bukti pd halaman 1107 -Ternyata tidak ada distribusi lain yg dpt memenuhi sifat ini. - Sifat ini disebut no-memory property - Artinya : Misalkan tidak ada kedatangan selama waktu t (ini disebut A≥t), dan ditanyakan berapakah kemungkinan tidak akan ada kedatangan selama wak tu h didepan (disebut A>t+h), persamaan diatas menjawab P(A>h). Contoh: h = 4, utk t = 5, t = 3, t = 2, dan t = 0 P(A>9|A≥5) = P(A>7|A≥3) = P(A>6|A≥2) = P(A>4|A≥0) = λ λ 4− e
  • 65.
    Sehingga jika inginmengatahui distribusi probabilitas dari waktu utk kedatangan selanjutnya, maka tdk menjadi masalah sudah berapa lama tidak terjadi kedata ngan sejak kedatangan terakhir. Contoh utk λ = 6. No-memory property mengata kan tidak menjadi masalah sudah berapa lama tdk ada kedatangan sejak kedata ngan terakir, distribusi probabilitas dari waktu utk kedatangan selanjutnya adalah: t e 6 6 − HUBUNGAN ANTARA DISTRIBUSI POISON DAN DISTRIBUSI EKSPONENSIAL T e o r e m a 1 : Waktu antar kedatangan adalah eksponensial dengan parameter λ jika dan hanya jika jumlah kedatangan yg muncul pd interval t mengikuti distribusi poisson dengan parameter λt. Sebuah diskrit r.v. N mengikuti distribusi Poisson dengan parameter λ jika untuk n =1, 2, 3, . . . . . ! )( n e nNP n λλ− ==
  • 66.
    Dimana E(N) =Var (N) = λ Jika Nt : Jumlah kedatangan yg muncul selama interval waktu t, teorema 1 menyatakan .......2,1,0 ! )( )( === − n n te nNP nt t untuk λλ Karena Nt adalah poisson dgn parameter λt, maka E(Nt) = Var(Nt) = λt λt kedatangan yg timbul selama waktu t, maka λ dpt dikatakan sbg jumlah rata-rata kedatangan per waktu (disebut laju kedatangan) Asumsi : 1. Kedatangan adalah independen (sbg contoh: kedatangan2 antara waktu 1 dan 10 tidak memberikan informasi tentang jumlah kedatangan2 antara waktu 30 dan 50) 2. Untuk Δt yg kecil, probabiliti munculnya satu kedatangan antara t dan t+Δt adalah λΔt + o(Δt), dimana 0 )( 0 lim = ∆ ∆ →∆ t to t
  • 67.
    T h eo r e m n 2 Jika asumsi 1 dan 2 terpenuhi, maka Nt mengikuti sbh distribusi Poisson dgn parameter λt dan waktu antar kedatangan adalah eksponensial dengan parameter λ, yaitu : Juga, Probabiliti tidak ada kedatangan selama interval t dan t+Δt adalah 1 – (λΔt + o(Δt)), dan kemungkinan munculnya lebih dari satu kedatangan ada lah : o(Δt) a(t) = t e λ λ − Contoh 1: Jumlah gelas bir yang dipesan per jam pd Dick’s Pub mengikuti sbh distribusi Poisson dengan rata-rata 30 bir per jam yg dipesan. 1. Tentukan probabiliti bahwa 60 bir dipesan antara 10 p.m sampai jam 12 tengah malam ? 2. Tentukan harga rata2 dan standart deviasi dr jumlah bir yg dipesan antar jam 9 p.m dan 1 a.m 3. Tentukan prababilti bahwa waktu antar 2 pemesanan yg berurutan adalah antar 1 dan 3 menit. (Jawaban pd halaman 1109)
  • 68.
    DISTRIBUSI ERLANG 1. Jikawaktu antar kedatangan bukan eksponensial, maka biasanya akan dimodelkan dgn sbh distribusi Erlang. 2. Distribusi Erlang adalah rv kontinue (sebut saja T), dimana fungsi densitas nya f(t) ditandai dgn 2 parameter : rate parameter R dan shape parameter k (nilai k harus positif dan integer) 2 1 )()( )!1( )( )( R k TVar R k TE k eRtR tf Rtk == − = −− dandengan 3. Untuk k = 1, pdf Erlang kelihatannya sama dgn distribusi eksponensial. Sebagaimana k bertambah distribusi Erlang mendekati distribusi Normal
  • 69.
    MODEL PROSES PELAYANAN(SERVICE) 1. Asumsi waktu pelayanan utk pelanggan yg berbeda adalah rv yg independen, dimana waktu pelayanan setiap pelanggan diwakili oleh rv S yg memiliki pdf s(t). 2. Misalkan 1/μ (waktu per pelanggan) adalah rata2 waktu pelayanan utk seorang pelanggan, maka ∫= ∞ 0 )(1 dttts µ 3. Contoh, μ = 5 berarti jika pelanggan selalu ada, pelayan dapat melayani rata-rata 5 pelanggan setiap jam dan rata-rata waktu pelayanan (service time) utk setiap pelanggan adalah 1/5 = 0,2 jam. 4. Waktu pelayanan dapat dimodelkan sbg random variabel eksponensial, sehingga kita dapat menentukan distribusi sisa waktu pelayanan seorang pelanggan tanpa perlu mengetahui berapa lama pelanggan sudah dilayani. Contoh : Misalkan ada 3 pelayan, dan semua sibuk (melayani pelanggan 1, 2, dan 3) dan seorang pelanggan (pe langgan ke 4) sedang menunggu (lihat gambar 4 halaman 1111). Berapakah kemungkinan bhw pelang gan yg menunggu ini akan menjadi pelanggan yg terakhir dilayani ? Misalkan pelanggan ke 3 yg pertama selesai dilayani, maka pelanggan ke 4 masuk utk dilayani. Dengan sifat no-memory, distribusi waktu pelayanan utk pelanggan 4 memiliki distribusi yg sama dengan sisa waktu pelayanan pelanggan 1 dan 2. Jadi dari sifat simetris, Pelanggan 4, 1, dan 2 akan memiliki kemung kinan yg sama utk menjadi pelanggan yg terakhir utk dilayani = 0,33. Tanpa sifat no-memory, persoalan ini sangat susah utk diselesaikan.
  • 70.
    5. Jika waktupelayanan tdk konsisten dengan sifat no-memory, maka sering dpt diasumsikan bahwa s(t) adalah sbh distribusi Erlang dengan parameter shape dan parameter rate masing2 k dan kµ. Rata-rata waktu pelayanan tetap 1/μ. 6. Memodelkan waktu pelayanan dgn sbh distribusi Erlang (dgn parameter shape = k) juga dpt berarti waktu pelayanan seorang pelanggan adalah melalui k phase pelayanan, dimana waktu penyelesaian setiap phase memiliki sifat no-memory dengan rata-rata 1/(kμ). Lihat gambar 5, halaman 1112. Pada situasi tertentu, waktu antar kedatangan dan waktu pelayanan dimodelkan memiliki variansi = 0. Ini disebut model deterministik. Dalam hal ini waktu antar kedatangan = 1/λ dan waktu pelayanan = 1/µ
  • 71.
    NOTASI KENDALL -LEE Notasi digunakan untuk sistem antrian dimana seluruh kedatangan menunggu pd sebuah garis menunggu sampai seorang pelayan dr s pelayanan (paralel) bebas. Pelanggan pergi ke Pelayan yg pertama2 kosong Pelayan 1 Pelayan 2 Pelayan 3 Pelanggan per gi dr sistem
  • 72.
    Menurut Kendall, setiapsistem antrian dijealskan oleh 6 karakteristik : 1/2/3/4/5/6 1: Keadaan proses kedatangan M : Waktu antar kedatangan adalah r.v iid dgn distribusi eksponensial D : Waktu antar kedatangan adalah iid dan deterministik Ek : Waktu antar kedatangan adalah iid Erlang dgn parameter shape = k GI : Waktu antar kedatangan adalah iid diwakili oleh beberapa distribusi yg umum. 2 : Keadaan waktu pelayanan M : Waktu pelayanan adalah iid dan eksponensial D : Waktu pelayanan adalah iid dan deterministik Ek : Waktu pelayanan adalah iid Erlang dgn parameter shape = k G : Waktu pelayanan adalah iid diwakili oleh beberapa distribusi umum
  • 73.
    3 : jumlahpelayan dalam formasi paralel. 4 : Menjelaskan disiplin antrian : FCFS : First come, first service LCFS : Last come, first service SIRO : Service in random order GD : General queue discipline 5 : Maksimum jumlah pelanggan yg diperbolehkan didalam sistem (termasuk pelanggan yg sedang menunggu dan yg sedang dilayani) 6 : Besarnya populasi darimana pelanggan datang. Pada umumnya 4/5/6 adalah GD/~/~, sehingga sering diabaikan. Contoh : M/E2/8/FCFS/10/~ Bisa mewakili sebuah klinik kesehatan dgn 8 doktor, waktu antar kedata ngan adalah eksponensial, waktu pelayanan adalah Erlang 2 phase, disi plin antrian FCFS, dan kapasitas klinik adalah utk 10 orang 1/2/3/4/5/6
  • 74.
    1. Sering digunakanutk menjawab pertanyaan2 tentang sistem antrian. 2. Definisi : a. STATE : Jumlah orang yg berada pd sistem antrian pada waktu t Jadi pd saat t = 0, state dr sistem sama dengan awal jumlah orang yg ada didalam sistem. b. Pij(t) : Probabiliti bahwa pd waktu t akan ada j orang di sistem diketahui pd waktu t = 0, ada i orang di sistem. Catatan : Pij(t) analog dgn n-step probabiliti transisi Pij(n) (Probabiliti bhw setelah n transisi sbh rantai Markov akan berada pd state j, diketahui bhw rantai Markov dimu lai dari state i). Pij(n) akan mendekati batas πj yg independen thdp state i. Begitu juga Pij(t), untuk nilai t yg besar, akan mendekati πj yg independen thdp state awal i. Kita sebut πj adalah steady state, atau equilibrium probability dr state j. Pd kebanyakan sistem antrian, nilai Pij(t) untuk t yg kecil, sangat tergantung dr nilai i (Jumlah awal pelanggan yg ada), sbg contoh P50,1(t) dan P1,1(t) akan sangat ber beda utk nilai t yg kecil. Tetapi dlm keadaan steady state keduanya mendekati π1.
  • 75.
    Berapa besar tagar tercapai keadaan steady state ? Pertanyaan ini sukar dijawab. Keadaan sebelum tercapai steady state disebut transient behavior dan analisa sistem antrian tidak akan dilakukan pada keadaan ini. Sehingga kita akan bekerja dengan πj ketimbang dengan Pij(t). Sebuah birth-death proses adalah sbh continuous-time stochastic process dimana setiap state pd setiap saat adalah positif integer LAWS OF MOTION FOR BIRTH-DEATH PROCESS Law 1: Dgn prob. λjΔt +o(Δt), sebuah birth muncul antara waktu t dan t + Δt. Sebu ah birth menambah state sistem dgn 1. λj disebut birth rate pd state j. Sebuah birth sama dgn sebuah kedatangan. Law 2: Dgn prob µjΔt + o(Δt), sebuah death muncul antara waktu t dan t + Δt. Sebu ah death mengurangi state sistem dgn 1. μj disebut death rate pd state j. Sebuah death sama dgn sebuah penyelesaian pelayanan. Law 3: Birth dan death adalah independen
  • 76.
    o(Δt) : Probabiltibahwa lebih dari 1 event (birth atau death) muncul antara t dan t + Δt, tetapi ; Proses Birth-death ditandai dgn birth rate λj dan death rate µj. Karena sbh state negatif tdk diperbolehkan maka µ0 = 0. 0 )( 0 lim = ∆ ∆ →∆ t to t HUBUNGAN DISTRIBUSI EKSPONENSIAL DAN PROSES BIRTH-DEATH Kebanyakan sistem antrian dgn waktu antar kedatangan aksponensial dan wak tu pelayanan eksponensial dpt dimodelkan sbg proses birth-death. Contoh : M/M/1/FCFS/~/~ Jika state (jumlah orang yg ada) pd waktu t adalah j, maka sifat no-memory dr distribusi eksponensial mengatakan bahwa probabiliti sbh birth selama interval [t, t+Δt] akan tidak tergantung sudah berapa lama sistem di state j. Jadi jika sbh kedatangan baru muncul pd waktu t, maka kemungkinan sbh birth muncul pada Interval [t, t+Δt] adalah : ∫ −= ∆ ∆−− t tt edte 0 1 λλ λ
  • 77.
    Dengan menggunakan deretTaylor ; Sehingga )(1 tote t ∆+∆−=∆− λλ )())(1(11 0 tottotedte t tt ∆+∆=∆+∆−−=∫ −= ∆ ∆−− λλλ λλ Ini berarti bhw kemungkinan sebuah birth muncul selama [t, t+Δt] : λΔt + o(Δt) Shg dpt disimpulkan bahwa birth rate pd state j adalah arrival rate λ Jika pd waktu t state sistem = j, maka kita ketahui bhw 1 pelanggan yg sedang dilayani (karena hanya ada satu pelayan). Sifat no memory dr distribusi ekspo nensial mengatakan bhw kemungkinan seorang pelanggan akan selesai dilayani antara t dan t + Δt adalah : Jadi untuk j≥1, µj = μ Jadi jika penyelesaian pelayanan dan kedatangan adalah independen, maka sistem antrian M/M/1/FCFS/~/~ adalah proses birth-death ∫ ∆+∆=−= ∆ ∆−− t tt totedte 0 )(1 µµ µµ
  • 78.
    LAJU DIAGRAM UTKSISTEM M/M/1/FCFS/~/~ 0 1 2 J-1 J J+1 λ λ λ λ µ μ μ μ Berarti sebuah “birth” (kedatangan) Berarti sebuah “death” (Penyelesaian pelayanan) Sistem2 antrian yg lebih complicated dgn waktu antar kedatangan eksponensial dan waktu pelayanan eksponensial sering dimodelkan sbg proses birth-death dgn menambahkan laju pelayanan laju kedatangan. Sbg contoh : M/M/3/FCFS/~/~ dengan λ = 4 dan μ = 5 adalah sbb;
  • 79.
    0 1 23 4 5 4 4 4 4 4 . . . . . 5 10 15 15 15 λj = 4 untuk j = 0, 1, 2, 3, . . . . µ0 = 0; µ1 = 5; µ2 = 10; µj = 15 untuk j = 3, 4, 5, . . . . JIKA WAKTU ANTAR KEDATANGAN DAN WAKTU PELAYANAN BUKAN EKS PONENSIAL, MAKA PROSES BIRTH-DEATH TDK DAPAT DIGUNAKAN State
  • 80.
    PENURUNAN PROBABILTI PROSESBIRTH-DEATH PADA STEADY STATE 1. Bagaimana πj ditentukan dari proses birth-death. 2. Kuncinya adalah hubungan Pij(t+Δt) dengan Pij(t). 3. Ada 4 cara utk sebuah state pd waktu t+Δt akan di j, yaitu : No. State pd State pd P Ket waktu t waktu (t+Δt) 1 j-1 j Pi,j-1(t)(λj-1Δt+o(Δt))=I Birth 2 j+1 j Pi,j+1(t)(μj+1Δt+o(Δt))=II Death 3 j j Pi,j(t)(1-µjΔt-λjΔt-2o(Δt))=III No Birth No Death 4 Dari state manapun j o(Δt)=IV More than one birth or one death
  • 81.
    Jadi Pij(t+Δt) =I + II + III + IV = Pij(t) + Δt(λj-1Pi,,j-1 + µj+1Pi,j+1(t) – Pij(t)µj – Pij(t)λj) + o(Δt)(Pi,j-1(t) + Pi,j+1(t) + 1 – 2Pij(t)) Didapat ; Pij(t+Δt) – Pij(t) = Δt(λj-1 Pi,j-1(t) + µj+1 Pi,j+1(t) – Pij(t)µj – Pij(t)λj) + o(Δt) Bagi kedua sisi dengan Δt dan dekati Δt dengan nol, maka didpt utk seluruh i dan j ≥ 1 ; P’ij(t) = λj-1 Pi,j-1(t) + µj+1 Pi,j+1(t) – Pij(t)µj – Pij(t)λj Karena utk j=0, Pi,j-1(t)=0 dan μj=0, didapat utk j=0 P’i,0(t) = µ1 Pi,1(t) – λ0 Pi,0(t) Seperti Rantai Markov, didefinisikan steady-state probabiliti πj sbb; )( lim tP t ij ∞→
  • 82.
    Jadi pd. Keadaansteady state (utk t yg besar) 1. Pij(t) tidak berubah banyak, bahkan dpt dikatakan konstan, shg: a. Pij’(t) = 0 b. Pi,j-1 = πj-1, Pi,j+1 = πj+1, Pij = πj 2. Persamaan diatas menjadi : λj-1πj-1 + µj+1πj+1 - µjπj – πjλj = 0 λj-1πj-1 + µj+1πj+1 = πj(λj + µj) (j = 1, 2, . . . ) For j = 0, μ1π1 = π0λ0 Sesuatu yg benar bahwa : unit waktu jstatekemasukrata2jumlah unit waktu jstatedariberangkatrata2Jumlah = )μ(λπ unit waktu jstatedariberangkatrata2Jumlah jjj += 111 ++− += jjj µπλπ 1-j unit waktu jstatekemasukrata2Jumlah
  • 83.
    j πj-1λj-1 πj+1μj+1 πjλj πjμj J=0 П1μ1 π0λ0 λj-1πj-1 + µj+1πj+1= πj(λj + µj) (j = 1, 2, . . . ) μ1π1 = π0λ0 Flow balance equation
  • 84.
    (j = 0). . . . . . . . π0λ0 = π1µ1 (j = 1) . . . . . . . . (λ1 + μ1)π1 = λ0π0 + μ2π2 (j = 2) . . . . . . . . (λ2 + μ2)π2 = λ1π1 + μ3π3 (Persamaan ke j) . . . . (λj + μj)πj = λj-1πj-1 + μj+1πj+1 Dari persamaan j = 0 : Masuk ke pers. j = 1 1 00 µ λπ π =1 21 10 1 0 20 )( ) µµ λλπ π µ λπµλ πµπλ 0 2 011 20 ( = + =+ Seterusnya kita dapat menghitung π3 dgn menggunakan term π0. Definisikan : j j jc µµµ λλλ ............ ............ 2 11 1 0 − =
  • 85.
    Maka : πj= π0cj Dalam keadaan steady state : (start dari j = 0) Persamaan diatas menjadi : Jika adalah finite, maka : ∑ = ∞ =0j 1jπ ∑ ∑ ∑ =+=+= ∞ = ∞ = ∞ =0j 1j 1j jj00 1c(1c )00 ππππ jc ∑ ∞ =1j jc ∑+ = ∞ =1 1 1 j jc 0π Nilai ini dapat dipakai untuk menghitung π1, π2, π3, …………. Jika adalah infinite, maka tidak ada keadaan steady state.∑ ∞ =1j jc
  • 86.
    Contoh 2 haalaman1121 Indiana Bell Customer services menerima telepon rata-rata 1700 telepon per jamnya. Waktu antara telepon mengikuit distribusi eksponensial. Seorang pelayan dapat menangani rata-rata 30 telepon per jamnya. Waktu yang dibutuh kan untuk menangani telepon juga mengikuit distribusi eksponensial. Perusahaan dapat meng on-hold 25 penelepon. Jika 25 orang penelepon dlm keadaan on hold, maka jika ada 1 penelepon lagi ia akan hilang dalam sistem. Perusahaan memiliki 75 orang pelayanan (operator). A. Berapakah fraksi dari waktu bahwa seluruh operator sibuk ? B. Berapakah fraksi bahwa seluruh telepon hilang dalam system ? Jawaban : 1. Misalkan i : jumlah penelepon yang teleponnya sedang diproses atau on-hold. Untuk i = 0, 1, 2, ………… 99, λi = 1700 Kenyataan bahwa telepon yg dapat diterima jika ada 75 + 25 penelepon di dalam sistem, sehingga λ100 = 0. μ0 = 0 Untuk i = 1, 2, 3, ……..75, μi = 30i. Dan untuk i>75, µi = 30(75) = 2250 2. Lihat tabel halaman 1122 dalam menentukan prob utk keadaan steady state : State yg mungkin dlm sistem : A4 ……… A104 Birth-rate : B4 ………. B104; Death rate : C4 ………. C104 (dgn rumus 30i) 3. Nilai cj ada dikolom D, dan kita harus menjumlahkan cj utk menghitung π0. 4. Nilai πj ada dikolom E A. π75 + π76 + ………….+ π100 adalah untuk jawaban A B. π100 jawaban B.
  • 87.
    1. Waktu antarkedatangan mengikuti distribusi eksponensial dgn laju kedatangan λ. 2. Waktu pelayanan mengikuti distribusi eksponensial dengan laju pelayanan μ. 3. Pelayan hanya satu. 4. Jika sistem dimodelkan dgn proses birth-death didapat ; λj = λ (j = 0, 1, 2, ……….) µ0 = 0; µj = µ (j = 1, 2, 3, ………) 5. Probabilitas bahwa ada j pelanggan didalam sistem (dlm keadaan steady-state) dan dimisalkan ρ=λ/μ (disebut traffic intencity) didapat ; 6. Jumlah prob. dlm keadaan steady state = 1 didapat ; π0 (1 + ρ + ρ2 + …………) = 1 Asumsi : 0 ≤ ρ ≤ 1, dan dgn mengevaluasi S = 1 + ρ + ρ2 + ………… ρS = ρ + ρ2 + ρ3 + ………. Maka S – ρS = 1, dan : ρ-1 1 S = 0 0 0 20 0 0 ,, πρ µ πλ ππρ µ πλ πρπ µ λπ π j j ====== j j2 2 21 ................
  • 88.
    Dengan mensubsitusikan keπ0 (1 + ρ + ρ2 + …………) = 1, didapat; π0 =1 – ρ. Sehingga didapat : ρ-1 1 S = πj = ρj (1 – ρ) (0 ≤ ρ ≤ 1) Jika ρ ≥ 1 (berarti λ ≥ µ), maka perjumlahan yg infinite akan “blows up”, sehingga tidak ada keadaan steady state. (UTK SETERUSNYA DIASUMSIKAN ρ < 1) L : Jumlah rata-rata pelanggan di sistem antrian (ingat statistik) ∑ ∑ =−== ∞ = ∞ =0j 0j j - jjL λµ λ ρρπ )1(j (Lihat penurunan hal.1125 – 1126) Lq = Jumlah rata-rata pelanggan menunggu di line (atau pada antrian) ∑ == ∞ =0j 2 q )-( 1)-(jL λµµ λ π j
  • 89.
    Ls = Jumlahrata-rata pelanggan di service = 0π0 + 1(π1 + π2 + …….) = 1 – π0 = 1 – (1 – ρ) = ρ Lq = L – Ls = ρ ρ −1 2 LITTLE’S QUEUING FORMULA Definisi ; W : Rata-rata lamanya waktu seorang pelanggan di sistem antrian (termsuk pada saat mengantri dan dilayani) Wq: Rata-rata lamanya waktu seorang pelanggan di antrian Ws: Rata-rata lamanya waktu seorang pelanggan di service. L = λW; Lq = λWq; Ls = λWs Jadi untuk M/M/1/GD/~/~ λµρλ ρ λ ρ ρ - 1 )-(1 L W -1 L === =
  • 90.
    )-( L W; )( L q qq λµµ λ λλµµ λ == − = 2 Contoh 3, halaman1128 Rata-rata 10 mobil per jam tiba pada sebuah single server drive in teller. Asumsi rata-rata waktu pelayanan untuk setiap pelanggan adalah 4 menit. Waktu antar kedatangan dan waktu pelayanan mengikuti distribusi eksponensial. Jawab pertanyaan berikut ini : A. Berapa kemungkinan bahwa teller nganggur ? B. Berapa jumlah rata-rata mobil menunggu di antrian ? C. Berapa rata-rata waktu seorang pelanggan di bank parking lot (termasuk waktu di service) ? D. Berapa rata-rata jumlah pelanggan per jam yang akan dilayani oleh teller ? Contoh 4, halaman 1128 Misalkan seluruh pemilik mobil akan mengisi bensin ketika bensin mereka tinggal 0,5 tangki. Pada saat ini rata-rata 7,5 pelanggan per jam yg datang pd sebuah pompa bensin. Dibutuhkan rata-rata 4 menit untuk melayani sebuah mobil. Asumsi waktu antar kedatangan dan waktu pelayanan mengikuti distribusi eksponensial. A. Hitunglah L, dan W B. Misalkan terjadi kekurangan bensin, dan pembeli panik membeli bensin. Untuk menggambarkan situasi ini, misalkan sekarang seluruh pemilik mobil membeli bensin ketika bensin mereka tinggal 0,75 tangki. Oleh karena ini diasumsikan bahwa rata-rata waktu pelayanan berkurang menjadi 3,33 menit, bagaimanakah pengaruh ini terhadap L dan W ? Contoh 4 mengilustrasikan kenyataan bahwa sebagaimana ρ mendekati 1, nilai L dan W bertambah secara Cepat. Lihat tabel 5 halaman 1129
  • 91.
    Contoh 5, halaman1129 Pekerja Mekanik yg bekerja pd sebuah tool-and-die plant harus mengambil alat2 dari sebuah pusat alat2. Rata2 10 pekerja mekanik per jam yg datang mencari parts. Pada saat ini, di pusat alat, dipekerjakan seorang clerk yg dibayar $6 per jam dan ia dapat menangani setiap 5 menit per permintaan alat. Karena setiap mekanik menghasilkan nilai setara $10 produk per jam, maka setiap jam yg mekanik gunakan pada pusat alat membutuhkan biaya $10. Perusahaan sedang mempertimbangkan apakah bernilai untuk memperkerjakan seorang pembantu (utk 4$ perjam) untuk membentu clerk. Jika pembantu dipekerjakan, clerk membutuhkan rata2 hanya 4 menit utk memproses permintaan alat. Dengan mengasumsikan bahwa distribusi waktu pelayanan dan waktu antar kedatangan adalah eksponensial, haruskah pembantu dipeker jakan ? 1. Kapasitas sistem adalah c. 2. Jika ada c pelanggan di sistem, maka semua kedatangan akan pergi dan hilang. 3. Waktu pelayanan (dgn laju pelayanan = µ) dan antar kedatangan (dgn laju kedatangan = λ) mengikuti distribusi eksponensial. 4. Sistem ini dpt dimodelkan sbg proses birth-death dengan : λj = λ (j = 0, 1, 2, ……….c -1) λc = 0 μ0 =0 μj = μ (j = 1, 2, 3, ………….c)
  • 92.
    0 1 2c-1 c λ λ λ µ μ μ …………………..... Didapat (untuk ρ = λ/µ) ; ),.........2,10 ),........3,2,1 1 1 0 1 ++== == − − = + ccj cj j j j c ( ( 0 π πρπ ρ ρ π Untuk λ = μ, Kemungkinan steady state menjadi : (j = 0, 1, 2, ……c) 2 1 1 c c j L = + =π Untuk , dapat dibuktikan untuk λ ≠ µ;∑ = c j jj 0 π ( )[ ] ( )( )ρρ ρρρ −− ++− = + + 11 11 1 1 c cc cc L
  • 93.
    )1()1( c q q c L W L W πλπλ − = − =dan Steady state pd sitem antrian ini ada walaupun λ ≥ µ Contoh 6, halaman 1135: Seorang tukang cukur memiliki total 10 kursi. Waktu antar kedatangan pelanggan mengikuti distribusi eksponensial dan rata-rata 20 pelanggan datang setiap jam. Pelanggan2 yg melihat toko cukur penuh tidak akan masuk. Tukang cukur membutuhkan rata-rata 12 menit untuk mencukur rambut seorang Pelanggan. Waktu mencukur ini juga mengikuti distribusi eksponensial. A. Rata-rata berapa jumlah pelanggan per jam yg dipotong rambutnya ? B. Rata-rata, berapa lama seorang pelanggan di toko cukur ini ? Ls = 0π0 + 1(π1 + π2 + ………..) = 1 – π0 Lq = L – Ls λπc = Jumlah pelanggan yg datang dan menemukan bahwa sistem terisi penuh dan kemudian meninggalkan sistem, sehingga : λ – λπc = Jumlah pelanggan yg sebenarnya memasuki sistem.
  • 94.
    1. Asumsi :Waktu antar kedatangan mengikuti distribusi eksponensial dgn laju kedatangan λ. Waktu pelayanan mengikuti distribusi eksponensial dgn laju pelajanan μ. 2. Pelanggan antri pada satu garis menunggu untuk dilayani oleh s paralel pelayan. 3. Jika j ≤ s pelanggan ada, maka seluruh j pelanggan dilayani, tetapi jika j > s, maka seluruh pelayan sibuk dan (j-s) pelanggan menunggu di garis antrian. 4. Bank dan kantor pos adalah contoh sistem antrian ini. 5. Dalam model birth-death : λj = λ untuk j = 0, 1, 2, ……… Jika j pelayan terisi (sedang melayani), maka penyelesaian pelayanan muncul dengan laju sbg ; μ + μ + μ + ………… = jμ ada µ sejumlah j 6. Jika ada sejumlah j pelanggan, maka min(j,s) pelayan terisi, shg μj = min(j,s)μ. 7. Jadi dalam model birth-death, sistem ini dimodelkan dgn : λj = λ untuk j = 0, 1, 2, …………. µj = jµ untuk j = 0, 1, 2, ………… s µj = sµ untuk j = s+1, s+2, ……….
  • 95.
    Definisikan , danuntuk ρ < 1 didapat ;µ λρ s = 0 1 2 s s+1 λ λ λ µ 2μ sμ …………………..... ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ..........2,s1,ss,juntuk .......s..........2,1,juntuk j ++== == −≥ = ∑ − + = − − = sj j j j s i si ss s j s s sjPs s s i s ! ! 1)(! 1!! 1 0 0 21 0 0 πρ π πρ π ρ ρ ρ ρρ π ……….. Jika ρ ≥ 1, tidak ada keadaan steady state.
  • 96.
    Kemungkinan bahwa seluruhpelayan sibuk : Tabel 6 (hal.1140) adalah tabulasi P(j≥s). Lamanya pelanggan di antrian Lq adalah : Dgn kenyataan L = Ls +Lq, Ws = 1/μ, dan Ls = λ/μ, maka: L = Lq + λ/μ Jadi jika kita ingin menentukan L, Lq, W, atau Wq, maka kita harus melihat tabel 6 halaman 1140. ( ) ( )ρ πρ − =≥ 1! )( 0 s s sjP s λµλρ ρ − ≥ == − ≥ = s sjPsjP )( 1 )( q qq L WdanL ( ) µλµµµλλ 111 + − ≥ =+=+== s sjP WW q qLL Contoh 7, halaman 1139 : Misalkan sebuah bank dengan 2 teller. Rata-rata 80 pelanggan per jam tiba di bank dan antri pd sebuah garis antrian menunggu seorang teller menganggur. Rata-rata 1,2 menit per pelanggan dibutuhkan untuk melayani. Asumsi waktu antar kedatangan dan waktu pelayanan mengikuti distr. Eksponensial. A. Jumlah rata-rata (expected number) pelanggan ada di bank (L) ? B. Rata-rata lamanya seorang pellanggan di bank (W) ? C. Fraksi waktu dimana seorang teller menganggur ? Pelajari contoh 8, halaman 1140
  • 97.
    Sbg tambahan thdpexpected waktu pelanggan di sistem, distribusi waktu menunggu pelanggan perlu diketahui. Misalkan, seluruh pelanggan yang telah menunggu lebih dari 5 menit pd sebuah counter supermarket, memutuskan utk pergi ke store lainnya. Maka probabilitas bhw seorang pelanggan pergi ke store lainnya adalah P(W>5). Untuk menentukan kemungkinan ini, kita perlu mengetahui distribusi waktu menunggu dari pelanggan. Untuk sistem M/M/s/FCFS/~/~, dpt ditunjukan bhw ; ( ) ( )[ ] ( ) ( ) ( )[ ]tssjPtWP ss sst sjPetWP q t ρµ ρ ρµµ −−≥=>       −− −−−− ≥+=> − 1exp 1 1exp1 1)( 1. Pada sistem antrian ini pelanggan tidak pernah menunggu utk dilayani. 2. Seluruh waktu pelanggan di sistem dianggap sbg waktu pelayanan. 3. Dapat dikatakan setiap pelanggan yg datang pasti tersedia pelayan. 4. Sistem disebut memiliki infinite server atau self-service. 5. Contoh pd tabel 7, halaman 1145 6. Waktu antar kedatangan dan waktu pelayanan mengikuti distribusi sembarang, dan sistem ini ditulis sbg : GI/G/~/GD/~/~.
  • 98.
    W = 1/μ L= λ/µ (persamaan ini tdk. membutuhkan asumsi distr. eksponensial). Didapat : !j e j j µ λ µ λ π −      = Contoh 9, halaman 1146 Selama setiap tahun, rata-rata 3 toko ice cream dibuka di kota smalltown. Rata-rata lamanya sebuah toko ice-cream tetap dlm bisnis adalah 10 tahun. Pd tgl 1 januari 2525, berapakah rata-rata jumlah toko ice cream yg akan ada di smalltown ? Jika distribusi waktu antara dibukanya toko ice cream adalah eksponensial, berapakah kemungkinan bhw pd tgl 1januari 2525 akan ada 25 toko ice cream ? 1. Satu pelayan dengan waktu antar kedatangan mengikuti distribusi eksponen sial, tetapi distribusi waktu pelayanan (S) bukan eksponensial. 2. Misalkan laju kedatangan adalah λ, dan E(S) = 1/μ dan σ2 = var s 3. Sistem antrian ini bukan proses birth-death (waktu pelayanan tidak memiliki sifat no-memory), sehingga tidak dpt dituliskan bahwa kemungkinan sebuah service completion antara t dan t+Δt tidak sama dgn µΔt.
  • 99.
    4. Penentuan kemungkinanpd keadaan steady state sangat sukar ditentukan. Pollaczek dan Khinchin mendapatkan hal berikut; ( )ρ ρσλ − + = 12 222 qL Dimana ρ = λ/μ. Karena Ws = 1/µ, maka Ls=λ(1/μ) = ρ. Karena L = Ls + Lq maka didapatkan : L = Lq + ρ ρπ µλ −= +== 1 1 ; 0 q q q WW L W = Fraksi (probabilitas) pelayan nganggur. Hasil ini sama dengan yg didapat utk M/M/1/GD/~/~ Kita akan bandingkan sistem antrian diatas dengan M/M/1/GD/~/~ dgn λ = 5 pe langgan per jam dan µ = 8 pelanggan per jam Utk M/M/1/GD/~/~ Pelanggan 24 25 8 5 3 5 -LL Pelanggan 3 5 - L q =−== == ρ λµ λ
  • 100.
    Jam L Jam L q 24 5 5 24 25 3 1 5 3 5 === === λ λ qW W Diket : E(S)= 1/λ = 1/8, dan var(S) = 1/λ2 = 1/64. Sehinnga utk M/G/1/GD/~/~ : ( ) ( ) ( ) ( ) Jam L Jam L PelangganLL PelangganL q q q 3 1 5 3 5 24 5 5 24 25 3 5 8 5 24 25 24 25 8 512 8 5 64 5 12 22 222 === === =+=+= = − + = − + = λ λ ρ ρ ρσλ W Wq Dapat dilihat efek variance waktu pelayanan thdp efisiensi sistem antrian.
  • 101.
    Untuk M/D/1/GD/~/~, E(S)= 1/8 dan var(S) = 0. ( ) ( ) ( ) Jam L PelangganL q q 48 5 5 48 25 48 25 8 512 8 5 12 2 222 === = − = − + = λ ρ ρσλ qW Pada sistem ini, hanya separuh waktu dibutuhkan seorang pelanggan berada di antrian dibandingkan dengan M/M/1/GD/~/~,
  • 102.
    Sudah diasumsikan bahwalaju kedatangan independent thdp state sistem (kecuali untuk M/M/1/GD/c/~. Ada 2 situasi dimana asumsi ini tidak berlaku ; - Jika pelanggan tidak mau lama pada antrian yg panjang. - Jika kedatangan ke sistem berasal dari populasi yg kecil. Model dimana kedatangan berasal dari populasi yg kecil disebut : Finite Source Model Sebuah contoh model ini adalah Machine Repair Model. 1. Model terdiri dr. K mesin dan R operator yg memperbaiki. 2. Pd waktu sesaat, kondisi mesin bisa baik atau jelek. 3. Lamanya mesin dlm keadaan baik mengikuti distribusi eksponensial dengan laju = λ. 4. Ketika mesin rusak, mesin dikirim ke pusat perbaikan yg terdiri dari R operator. 5. Pusat perbaikan melayani mesin yg rusak sbg sistem M/M/R/GD/~/~.
  • 103.
    6. Jika Jumlahmesin yg rusak J ≤ R, sebuah mesin yg baru saja rusak akan langsung diperbaiki. Jika J > R, maka (J-R) mesin akan menunggu pd antrian, menunggu seorang operator nganggur. 7. Waktu untuk memperbaiki (waktu pelayanan) mengikuti distribusi eksponensial dengan laju = μ. 8. Sekali mesin diperbaiki, ia menjadi baik dan ada kemungkinan lagi jadi jelek. 9. Model ini dpt dimodelkan sbg proses birth-death, dimana state j adalah jumlah mesin yg dalam keadaan jelek. 10. Model ini adalah M/M/R/GD/K/K. 11. Contoh untuk K=5 dan R=2 State Jumlah mesin Jumlah Jumlah operator Yang rusak Dlm Antrian Yang sibuk 0 GGGGG 0 0 1 GGGG 0 1 2 GGG 0 2 3 GG B 2 4 G BB 2 5 BBB 2
  • 104.
    12.Untuk menentukan birthrate, kita harus tahu bahwa sistem ada di state j. Jika sistem ada di state j, maka (K-j) mesin yg dlm keadaan baik. Karena setiap mesin memiliki laju kerusakan λ, maka total rate adalah : λj = λ + λ + ………….λ = (K-j)λ (K-j)λ 13. Death rate : µj = jµ (j = 0, 1, 2, ……….R) µj = Rµ (j = R+1, R+2, …………K) 1............. ),......2,1 ! ! )......,.........1,0 10 0 0 =+++ ++=       = =      = − K Rj j j j KRRj RR j j K Rj j K πππ πρ πρπ :bahwaingat ( (
  • 105.
    0 1 24 5 5λ 4λ 3λ 2λ λ µ 2μ 2μ 2μ 2μ 3 L = Jumlah ekspektasi mesin yg rusak Lq = Jumlah ekspektasi mesin yg menunggu utk diperbaiki W = Rata-rata waktu sebuah mesin dalam keadaan rusak Wq = Rata-rata waktu sebuah mesin menunggu utk diperbaiki. ( ) ( ) ( )∑ ∑ −=−== == ∑ −= ∑= = = = = K j K j jjj q K Rj j K j j LKjk WW Rj j 0 0 0 ; λπλλπλ λλ π π Dimana LL L L q q
  • 106.
    Contoh 10, halaman1151 Departemen polisi memiliki 5 mobil patroli. Sebuah mobil rusak dan membutuhkan perbaikan sekali dalam 30 hari. Departemen polisi memiki 2 operator yg memperbaiki mobil dimana setiap operator membutuhkan rata-rata 3 hari utk memperbaiki sebuah mobil. Waktu rusak dan waktu perbaikan mengikuti distribusi Eksponensial. A. Tentukan rata-rata jumlah mobil polisi dalam keadaan baik ? B. Hitung average down time utk sebuah mobil yg membutuhkan perbaikan? C. Hitung fraksi dr waktu seorang operator menganggur? Rumus : Kemungkinan bhw seorang server ngangur adalah sbb: ( ) ( ) RR R R R R 121 0 ................ 21 − ++ − + − + πππ π
  • 107.
    Pelayanan thdp pelangganbelum komplit sebelum dilayani oleh lebih dari satu pelayan. Sistem disebut juga k-stage series (atau tandem) Input rate λ Stage 1 Output 1 = Input 2 Stage 2 Output 2 = Input 3, ctc . . . . . . . . . . ………… . . . . . Sk server Rate µk S2 server Rate µ2 S1 server Rate µ1 output
  • 108.
    Menurut Jackson (1957) Theorem4: Jika : 1. Waktu antar kedatangan utk sebuah sistem antrian yg seri adalah eksponensial 2. Waktu pelayanan utk setiap stage pelayanan adalah eksponensial 3. Setiap stage memiliki kapasitas ruang tunggu infinite Maka waktu antar kedatangan utk kedatangan ke setiap stage dr sistem antrian adalah eksponensial dengan laju λ. Jadi setiap stage harus memiki kapasitas yg cukup untuk melayani sejumlah kedatangan yg datang dgn laju λ, Jika tidak sistem akan “blow-up” pada stage yg tidak cukup. Ingat sistem M/M/s/GD/~/~ Dapat dilihat bahwa setiap stage akan memiliki kapasitas yg cukup utk meng handle kedatangan dgn laju λ jika utk j = 1, 2, ……….k, λ < sj μj. Jika hal ini dipenuhi, maka untuk stage j sistem pd gambar diatas dapat dianalisa sebgai sebuah sistem M/M/sj/FCFS/~/~ dgn waktu antar kedatangan eksponensial dgn laju λ dan waktu pelayanan rata-rata 1/µj.
  • 109.
    Contoh 11, halaman1155 Dua pekerjaan yg harus dikerjakan sebelum sebuah mobil selesai dibuat adalah memasang mesin dan ban. Rata-rata 54 mobil per jam datang membutuhkan dua pekerjaan ini. Seorang pekerja tersedia utk memasang mesin dan dapat melayani rata-rata 60 mobil per jam. Setelah mesin dipasang, mobil akan menuju stasiun ban dan menunggu ban utk dipasang. Ada 3 pekerja pd stasiun ban. Setiap saat orang bekerja pada satu mobil saja dan dapat memasang ban pd sebuah mobil rata-rata 3 menit. Waktu antar kedatangan dan waktu pelayanan adalah mengikuti distribusi eksponensial. 1. Tentukan rata-rata panjang antrian pd setiap stasiun kerja ? 2. Tentukan ekspektasi waktu total sebuah mobil menunggu utk dilayani ? OPEN QUEUING NETWORK 1. Generalisasi sistem antrian seri 2. Asumsi : pada stasiun j terdiri dr sj pelayan (distr.eksponensial) dgn laju μj. 3. Pelanggan diasumsikan datang dari luar sistem antrian ke stasiun j dgn laju rj. (waktu antar kedatangan diasumsikan berdistribusi eksponensial). 4. Setelah selesai dilayani pd stasiun i, pelanggan bergabung pd antrian stasiun j dgn kemungkinan Pij, dan selesai dilayani dengan kemungkinan : 5. Definisikan λj : laju dimana pelanggan tiba di stasiun j (ini mencakup kedatangan pelanggan dr luar sistem antrian dan dr stasiun lainnya) ∑− = k j ijP 1 1
  • 110.
    7. λ1, λ2,………….λk dapat dihitung dengan menyelesaikan persamaan linier berikut: 8. Sbh fraksi Pij dari λi datang ke stasiun i selanjutnya akan ke stasiun j. 9. Misalkan sjµj > λj berlaku utk seluruh stasiun, maka distribusi probabilitas jumlah pelanggan yg ada di stasiun j dan jumlah rata-rata pelanggan yg ada di stasiun j dapat dihitung dgn men “treat” stasiun j sbg : M/M/sj/GD/~/~, dengan laju kedatangan λj dan laju pelayanan μj. 10 Jika untuk stasiun j, sjµj ≤ λj, maka tidak ada distribusi steady state. 11 L (jumlah rata-rata pelanggan didalam sistem antrian) adalah dengan menjum lahkan jumlah rata-rata pelanggan yg ada pd setiap stasiun. 12. W = λL untuk seluruh sistem, dimana λ = r1 + r2 + ……+rk. ∑+= = k i iijjj Pr 1 λλ Contoh 12, halaman 1157 Misalkan ada 2 pelayan. Rata-rata 8 pelanggan per jam datang dari luar pada pelayan1, dan rata-rata 17 pelanggan per jam datang dari luar pada pelayan2. Distribusi waktu antar kedatangan adalah eksponensial. Pelayan1 dpt melayani pada laju eksponensial 20 pelanggan per jam, dan pelayan2 dapat melayani dgn laju eksponensial 30 pelanggan per jam. Setelah dilayani pada pelayan1, 0,5 dr pelanggan meninggalkan sis tem dan setengah lagi menuju pelayan2. Setelah dilayani pada pelayan2, 0,75 dr pelanggan selesai dilayani dan 0,25 menuju pelayan1. 1. Berapa fraksi waktu bhw pelayan1 nganggur? 2. Berapa rata-rata pelanggan pada setiap pelayan 3. Berapa rata-rata waktu seorang pelanggan didalam sistem ? 4. Bagaimana perubahan jawaban (1) s/d (3) jika pelayan2 dpt melayani rata-rata 20 pelanggan per jam ?
  • 111.
    1. Pada umumsistem antrian, sebuah kedatangan yang menemukan semua pela yanan penuh akan hilang atau meninggalkan sistem. Sistem ini disebut Blocked Customers Cleared (BCC) 2. Asumsi bahwa waktu antar kedatangan adalah eksponensial. 3. Disini Lq = Wq = 0. Jika waktu rata-rata pelayanan = 1/μ dan λ = laju kedatangan, maka W + Wq = 1/μ. 4. Pd sistem BCC, perhatian utama difokuskan pada fraksi seluruh kedatangan yang pergi dari sistem. Karena kedatangan akan pergi jika ada s pelanggan di sistem, maka πs adalah fraksi kedatangan yg pergi. Jadi rata-rata λ πs kedatangan per satuan waktu yg hilang dr sistem, dan λ(1-πs) yg masuk kedlm sistem. Sehingga : µ πλ )1( s− == sLL
  • 112.
    5. πs tergantungpd distribusi waktu pelayanan (yaitu 1/μ). Ini disebut Erlang Loss Formula. 6. Jika didefinisikan ρ = λ/µ, maka untuk s tertentu nilai πs dapat dilihat pada gam bar 21, halaman 1160. Sumbu x merepresentasikan ρ. Sumbu y adalah nilai πs yang berhubungan dgn jumlah pelayan s. Contoh 13, halaman 1159 Rata-rata ada 20 call per jam untuk ambulance pd sebuah rumah sakit. Sebuah ambulance rata-rata membutuhkan waktu 20 menit untuk menjemput dan mengantar pasien ke rumah sakit. Setelah itu ambulance dapat kembali digunakan untuk menjemput pasien. Berapakah ambulance yang harus dimiliki rumah sakit untuk meyakinkan bahwa paling banyak 1% kemungkinan rumah sakit tidak dapat merespon call ? Asumsi bahwa waktu antar kedatangan mengikuti distribusi eksponensial. Cara untuk membuktikan bahwa waktu antar kedatangan atau waktu pelayanan me ngikuti distribusi eksponensial adalah dengan GOODNESS OF FIT TEST atau CHI- KUADRAT TEST.
  • 113.
    APA YG DILAKUKANJIKA WAKTU ANTAR KEDATANGAN DAN WAKTU PELAYANAN BUKAN EKSPONENSIAL 1. Dapat didekati dengan distribusi Erlang. 2. Diketahui sebelumnya : Jika T adalah distribusi Erlang dgn laju parameter kμ dan parameter shape k, maka : 2 k 1 (T)var 1 T) µµ == ;(E 3. Untuk k>1, dapat dilihat bahwa var T < E(T)2 . Jadi jika sampel data menunju kan bahwa var T < E(T)2 , maka distribusi Erlang dpt digunakan utk mengamati waktu antar kedatangan atau waktu pelayanan dgn prosedur berikut ; Step 1: Jika waktu pelayanan t1, t2, ……..tn, telah diamati, maka estimasi E(T) : n ttt t n+++ == ..........21 Step 2: Pilih µ sehingga E(T) = , dant t t 1 , 1 == µ µ atau ; var (T) = ( )     ∑ −      − = = n i i tt n s 1 22 1 1
  • 114.
    Step 3; Denganasumsi bahwa , carilah prameter shape k (positif integer) yang membuat vat (T) mendekati s2 . Jadi distribusi Erlang dapat diguna kan dgn laju parameter kμ dan parameter shape k t 1=µ Contoh 15, halaman 1167 Untuk sebuah sampel 100 pasien di rumah sakit, rata-rata pasien tinggal adalah 7 hari dengan variance 16 hari. Gunakan distribusi Erlang terhadap data ini. Jika waktu antar kedatangan dan waktu pelayanan dr sistem antrian mengikuti distribusi Erlang, maka perhitungan probabiltas dalam keadaan steady-state sangat sukar dilakukan. Hillier dan Yu telah membuat tabel untuk probabilitas ini untuk berbagai sistem antrian, seperti yang ditunjukan pada tabel 10, halaman 1167. Contoh 16, halaman 1168 Misalkan sebuah klinik berjalan dengan 4 dokter dapat dimodelkan sbg sistem antrian M/E3/4/FCFS/~/~. Rata-rata 12 pasien datang per jam. Seorang dokter dapat memeriksa rata-rata 4 pasien per jamnya A. Berapakah kemungkinan bahwa seorang pasien harus menunggu untuk diperiksa ? B. Berapakah rata-rata waktu seorang pasien menunggu seorang dokter ? C. Berapakah rata-rata jumlah pasien ada di klinik ?
  • 115.
    1. Disiplin antrianbukan FCFS 2. Misalkan WFCFS, WSIRO, WLCFS : waktu menunggu seorang pelanggan pada sistem antrian dengan masing2 disiplin FCFS, SIRO, dan LCFS. Dapat dibuktikan bahwa : E(WFCFS) = E(WSIRO) = E(WLCFS) dan var WFCFS < var (WSIRO) < var (WLCFS). 3. Pada beberapa organisasi, urutan dimana pelanggan dilayani tergantung pd tipe dari pelanggan. Contoh, ruang emergency pd rumah sakit biasanya akan melayani pasien dengan penyakit lebih serius dahulu kemudian ke pasien yang kurang serius. Begitu juga pd sistem komputer, pekerjaan yg lebih panjang akan tidak dahulu dilayani dibandingkan dengan pekerjaan yg lebih pendek. Sistem antrian ini disebut priority queuing models.
  • 116.
    4. Misalkan adan tipe pelanggan (tipe1, tipe2,…………..,tipen). Waktu antar kedatangan utk pelanggan tipe i mengikuti distribusi eksponensial dgn laju λi. 5. Waktu pelayanan pelanggan tipe i diwakili oleh r.v S (tidak perlu eksponensial). Diasumsikan bahwa angka tipe yg lebih kecil mempunyai prioritas yang lebih besar NONPREEMPTIVE PRIORITY MODEL 1. Pada model ini pelayanan terhadap pelanggan tidak dapat diinterupsi. Setelah dilayani, pelanggan lainnya dipilih dengan prioritas yg lebih tinggi (didalam setiap tipe pelanggan dilayani dgn cara FCFS) 2. Pd notasi Kendall, model ini ditandai dengan menuliskan NPRP pada lokasi nomor 4. Untuk menunjukan beberapa tipe pelanggan, kita menambahkan subcript pada lokasi 1 dan 2 (Mi/Gi/…………) Wqk : Ekspektasi steady-state waktu menunggu di antrian oleh pelanggan k Wk : Ekspektasi steady-state waktu menunggu di sistem oleh pelanggan k Lqk : Ekspektasi steady-sate jumlah pelanggan tipe k menunggu di antrian Lk : Ekspektasi steady-sate jumlah pelanggan tipe k menunggu di sistem
  • 117.
    Mi/Gi/1/NPRP/~/~ ( )( ) kkk k qkk qkkqk kk n k kk qk k i ik i i W WW W aa SE W aa λ µ λ λ µ λ ρ µ λ ρ = += = −− ∑ = <∑ ∑=== − = = = L L :makaAsumsikan :nDefinisika n 1ii i i 1 11 2/)( ,1 ,0, 1 1 2 1 0 Sebuah fasilitas fotocopy memberikan prioritas thdp pekerjaan yg lebih pendek dibandingan pekerjaan yg lebih panjang. Waktu antar kedatangan untuk setiap pekerjaan mengikuti distr. Eksponensial, dan rata 12 pekerjaan pendek dan 6 pekerjaan panjang datang setiap jam. Misalkan pekerjaan tipe 1adalah pekerjaan pendek dan tipe 2 adalah pekerjaan panjang. Kemudian diketahui E(S1) = 2 menit E(S1 2 ) = 6 menit2 = 1/600 jam2 E(S2) = 4 menit E(S2 2 ) = 18 menit2 = 1/200 jam2 Tentukan rata-rata lamanya waktu utk setiap pekerjaan pada fasilitas fotocopy ?
  • 118.
    Mi/Gi/1/NPRP/~/~ WITH CUSTOMER-DEPENDENTWAITING COSTS 1. Biaya sebesar ck per satuan waktu dikenakan pelanggan tipe k di sistem. 2. Bagaimana mengurutkan prioritas tipe pelanggan sehingga didapat expected biaya yang minimum (dalam keadaan steady state). 3. Misalkan n tipe pelanggan diberi nomor: c1µ1 ≥ c2µ2 ≥ ……………≥ cnµn. Ekspectasi biaya akan minimum dgn memberikan prioritas tertinggi pada pelanggan tipe 1, prioritas kedua kepada pelanggan tipe 2, dan seterusnya prioritas terendah untuk pelanggan tipe n. Contoh : minimum L (jumlah rata-rata pekerjaan di sistem) misalkan c1 = c2 = c3 =…………= cn = 1 (Biaya per satuan waktu = jumlah pelanggan di sistem, sehingga ekspectasi biaya akan sama dgn L) sehingga µ1 ≥ µ2 ≥ ……………≥ µn, atau 1/µ1 ≤ 1/µ2 ≤ ……………≤ 1/µn Sehingga jumlah ekspectasi pekerjaan akan minimum jika prioritas tertinggi diberikan kepada tipe pelanggan dgn waktu pelayanan terpendek. Disiplin prioritas ini disebut SHORTEST PROCESSING TIME (SPT).
  • 119.
    Kita harus mengasumsikanbahwa setiap tipe pelanggan harus memiliki distribusi waktu pelayanan adalah eksponensial dgn rata = 1/µ, dan pelanggan tipe i memiliki distribusi antar kedatangan eksponensial dgn laju λi. ( )( ) µ λλλ ρ µ λ µ s sjPa saas sjP W n k i i kk qk +++ = ≥= ∑= −− ≥ = =− .......... )(0 11 )( 2 0 11 1 ;dengan1140,halaman6,tabeldarididapatdan akdimana Contoh 18, halaman 1172 Kota Gotham memiliki 5 mobil polisi. Departemen polisi menerima 2 tipe call ; emergency (tipe 1) dan nonemergency (tipe 2). Waktu antar kedatangan utk setiap tipe mengikuti distribusi eksponensial dengan rata-rata 10 emergency dan 20 nonemergency tiap jamnya. Setiap call memilki waktu pelayanan eksponensial dgn rata-rata 8 menit. (asumsi : rata-rata 6 dari 8 menit adalah waktu perjalanan dr stasiun polisi ke pemanggil (caller) dan kembali ke stasiun polisi). Prioritas utama diberikan kepada emergency call. Rata-rata, berapa lama akan digunakan antara adanya call nonemergency dan kedatangan sebuah mobil polisi ?
  • 120.
    PREEMPTIVE PRIORITY MODEL Pelanggandengan prioritas lebih rendah dapat di BUMPED dari pelayanan oleh pelanggan dengan prioritas yg lebih tinggi. Kemudian setelah pelanggan prioritas tinggi ini selesai, maka pelanggan prioritas lebih rendah akan masuk kembali ke sistem. A. Preemtive Resume Priorities Pelayanan thdp pelanggan dilanjutkan dari saat dia diinterup B. Preemtive Repeat Priorities Pelayanan thdp pelanggan selalu dari awal. Ternyata jika waktu pelayanan adalah eksponensial, maka model resume dan repeat adalah sama. C. Model ini adalah Mi/M/1/PRP/~/~ dengan waktu pelayanan utk setiap pelanggan adalah eksponensial dgn rata-rata 1/µ dan waktu antar kedatangan adalah eksponensial dengan laju λ. Maka ; ( )( ) ∑== −− = =− k i i k kk k aa aa W 1 0 1 0 11 1 µ λµ dandengan
  • 121.
    Contoh 19, halaman1173 Pada sistem komputer Podunk U, pekerjaan tipe 1 selalu preempt pekerjaan tipe 2. Lamanya setiap tipe pekerjaan mengikuti distribusi eksponensial dgn rata-rata 30 detik. Setiap jam, rata-rata 10 pekerjaan tipe 1 dan 50 pekerjaan tipe 2 datang. Berapakah rata-rata lamanya pekerjaan tipe 2 yg dibutuhkan sejak pekerjaan diberikan dan selesai ? (asumsi waktu antar kedatangan adalah mengikuti distribusi eksponensial)
  • 122.
    1. Definisi : SebuahGRAFIK (graph) atau JARINGAN (network) didefinisikan oleh 2 set simbol : Nodes : Sebuah set (sebut saja V) titik2 (points) atau Vertices. Arcs : terdiri dari pasangan urutan vertices yang merepresentasikan sebuah arah yang mungkin dari pergerakan antar vertices. 2. Jika sebuah jaringan mengendung arc (j,k), maka gerakan yg diperbolehkan adalah dr node j ke k. 3. Misalkan ada node 1, 2, 3, dan 4 sbb Buku OR1 Halaman 394 1 2 3 4 V = {1,2,3,4} A = {(1,2),(2,3),(3,4),(4,3),(4,1)}
  • 123.
    DEFINISI : CHAIN :Sebuah urutan arc sehingga setiap arc memiliki vertex yg sama dgn arc yang sebelumnya. PATH : Sebuah chain dimana terminal node sebuah arc sama dengan node awal untuk arc selanjutnya. (1,2)-(2,3)-(4,3) adalah sebuah chain tetapi bukan sebuah path. (1,2)-(2,3)-(3,4) adalah sebuah chain dan sebuah path (yg merepresentasikan perjalanan dari node 1 ke node 4. 1 2 3 5 4 6 3 2 2 2 3 3 4 Plant1 Kota1 Contoh 1, hal 395 Daya dikirim dari plant1 (node1) ke kota1 (node6). Ia hrs melalui substasiun relay (2-5). Gambar menunjukan jarak antara node. Perusahaan ingin mengirim power dengan jarak yg terpendek
  • 124.
    Contoh 2, halaman396 Saya baru saja (t = 0) membeli mobil baru dgn harga $12000. Biaya pemeliharaan mobil selama setahun tergantung umurnya mobil pd awal tahun, spt pd tabel 1, hal 396. Untuk mencegah biaya pemeliharaan yg tinggi, saya dapat menukar mobil dan membeli mobil baru. Harga yang saya terima utk penukaran mobil juga tergantung dari umur mobil pd saat penukaran (lihat tabel 2, hal 396). Untuk menyederhanakan perhitungan, diasumsikan harga mobil baru tetap $12000. Tujuan saya adalah meminimumkan biaya (biaya beli + biaya pemeliharaan – uang yg diterima saat penukaran) yg timbul selama lima tahun didepan. Formulasikanlah problem ini dengan shotest path method ? A. Jaringan kita mempunyai 6 node (1, 2, 3, 4, 5, dan 6) B. Arc(i,j) : Membeli mobil baru pd awal tahun i dan memilikinya sampai awal tahun j. C. Panjang arc (i,j) (sebut saja Cij) adalah total biaya memiliki dan menggunakan mobil dr awak tahun i sampai awal tahun j, yaitu dgn membeli mobil baru pd awal tahun i sampai ditukarkan pada awal tahun j. Cij = Biaya pemeliharaan yg timbul selama tahun i, i+1, ……………….j-1 + Biaya membeli pd awal tahun i - nilai pertukaran yg diterima pd awal tahun j Hasil dapat dilihat pd hal 397 Jaringan di halaman 397
  • 125.
    1. Dimulai denganmembuat label pd node 1 dgn permanent label 2. Kemudian buat label pada node i yang berhubungan dengan node 1 dengan sebuah temporary label yang nilainya sama dgn panjangnya arc yg menghubungkan node 1 dgn node i tsb. 3. Node yg lainnya memiliki label temporary ~. 4. Pilihlah node dgn temporary label yg terkecil dan ubah label ini dgn permanent label 5. Jika node i menjadi node yg ke (k+1) menjadi permanent label, maka i adalah node yg ke k terdekat ke node 1. 6. Untuk setiap node j yg sekarang memiliki temporary label dan dihubungkan dgn node i dgn sebuah arc, maka ubahlah label temporary node j dgn label    + = j)(i,arcpanjanginodelabelPermanent jnodeuntuklabelTemporary Min
  • 126.
    7. Kita menukartemporary label menjadi permanent label, dan ini node yg ke (k+1) terdekat ke node 1 8. Proses ini dilanjutkan sampai seluruh node memiliki permanent label 9. Untuk menemukan the shortes-path dari node 1 ke node j, kita harus kerja mundur dari node j dgn menemukan node2 yg memiliki perbedaan label yg sama dengan panjangnya.
  • 127.
    1 5 3 6 4 2 7 8 9 10 22 17 18 37 20 25 26 28 11 15 16 14 29 26 22 1 23 4 5 6 7 8 9 10 0 ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~0 0 22 17 18 ~ ~ ~ ~ ~ ~17 0 22 17 18 42 43 ~ ~ ~ ~18
  • 128.
    1 5 3 6 4 2 7 8 9 10 22 17 18 37 20 25 26 28 11 15 16 14 29 26 22 0 2217 18 42 43 ~ ~ ~ ~ 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Min (46,43) 22 0 22 17 18 42 43 59 ~ ~ ~ Min (42,42) 42 0 22 17 18 42 43 53 57 58 ~ Min (59,53) 43
  • 129.
    1 5 3 6 4 2 7 8 9 10 22 17 18 37 20 25 26 28 11 15 16 14 29 26 22 1 23 4 5 6 7 8 9 10 0 22 17 18 42 43 53 57 57 ~ Min (58,57) 53 0 22 17 18 42 43 53 57 57 8257 0 22 17 18 42 43 53 57 57 82 Min (82,83) 57 0 22 17 18 42 43 53 57 57 79 Min(82,79) 0 22 17 18 42 43 53 57 57 79 2214 15252617
  • 130.
    1. Arc dapatdiasumsikan sebagai sesuatu yg memiliki kapasitas yg membatasi jumlah produk yg dapat ditransportasi (dikapalkan) melalui arc. 2. Maksimum jumlah dari flow(aliran) dari sumber (source) ke tujuan (sink) 3. Contoh 3, halaman 401 Analisis : 1. So : sumber Si : tujuan (sink) 2. Tambahkan arc a0 dari So ke Si Definisikan Xij : Jumlah minyak per jam (milion barrel) yg dapat melalui pipa arc (I,j). Nilai ini ditunjukan pd nilai yg didalam kurung (gambar 6). XSo,1=2; X13=0; X12=2; X3,Si=0; X2,Si=2; XSi,So=2; XSo,2=0 Dapatkah Flow maksimum ini dapat diperbaiki ? Catatan : Kondisi aliran pd saat ini a0 = 2 = XSi,So
  • 131.
    4. Lihat LPhalaman 402, dimana X0 : aliran melalui artificial arc. 5. Syarat flow yang layak adalah : 0 ≤ Aliran melalui setiap arc ≤ Kapasitas arc Aliran menuju node i = Aliran keluar dari node i METODA FORD-FULKERSON 1. Asumsi : aliran yg layak telah didapat 2. Pertanyaan : A. Bagaimana mengetahui bahwa aliran sudah optimal B. Jika aliran tidak optimal, bagaimanakah memodifikasi aliran sehingga didapatkan aliran layak yg baru memiliki jumlah aliran yg lebih besar dari sebelumnya. 3. Lihat gambar 9, halaman 406 (So,1) ada pada I (increase) dan R (reduce) (So,2) ada di I (1,Si) ada di R, dstnya)
  • 132.
    Prosedur labelling Ford-Fulkersonmemodifikasi (memperbaiki) sebuah aliran yg layak, untuk menambah aliran dari So ke Si dgn cara : 1. So dilabel 2. Node dan arc dilabel (kecuali arc a0) dengan cara berikut ; a. Jika node X dilabel, node Y belum dilabel dan arc(X,Y) adalah anggota I, maka node Y dan arc(X,Y) dilabel. Dalam hal ini arc(X,Y) disebut orward arc. b. Jika node Y belum dilabel, node X dilabel dan arc (Y,X) adalah anggota R, maka node Y arc(Y,X) dilabel. Dalam hal ini (Y,X) disebut backward arc. 3. Lanjutkan proses ini sampai Si dilabel atau sampai tidak ada lagi vertices yg akan dilabel. Maka ada CHAIN C dari SO ke Si. Kita dapat menyesuaikan aliran didalam C (dengan mempertahankan aliran yg layak), dan menambah aliran total dari So ke Si. C harus mengandung salah satu berikut ini ; Case 1: - C seluruhnya terdiri dari forward arc. - Misalkan i(X,Y) adalah jumlah dimana pada aliran pd arc (X,Y) dapat ditambahkan tanpa melanggar batas kapasitas utk arc(X,Y) Misalkan : Y)i(X, CY)(X, Min k ∈ =
  • 133.
    -Untuk membuat sebuahaliran baru, tambahkan aliran melalui arc C dengan k unit, shg aliran layak baru akan mentransport tambahan k unit dari So ke Si tanpa melanggar batasan kapasitas. - Lihat gambar 10, halaman 407. Saat ini 2 unit sedang ditransportasikan dari So ke Si. C = (So,1) – (1,2) – (2,Si). Setiap arc ini adalah anggota I. i(So,1) = 5 - 2 = 3 i(1,2) = 3 - 2 = 1 i(2,Si) = 4 – 2 = 2 maka k = min(3,1,2) = 1 Aliran di C dapat ditambah dengan 1 unit (lihat gambar 11, halaman 408) Case 2: -C mengandung forward dan backward arc. -Untuk backward arc di C, misalkan r(X,Y) adalah jumlah dimana aliran melalui arc(X,Y) dapat dikurangi. Definisikan : -Kurangi aliran pd backward arc pd C dengan min(k1,k2), dan tambahkan aliran forward arc pd C dgn min(k1,k2) Y)r(X, RCY)(X, Min k1 ∩∈ = Y)i(X, ICY)(X, Min k2 ∩∈ =
  • 134.
    -Karena arc terakhirdi C adalah sebuah forward arc, kita telah menemukan sebuah aliran layak yg baru dan telah menambahkan total aliran ke Si dengan nilai min(k1,k2). -Sesuaikan aliran pd arc a0. -Lihat gambar 12, halaman 408.
  • 135.
  • 136.
    1 5 3 6 4 2 7 8 9 10 22 17 18 37 20 25 26 28 11 15 16 14 29 26 22 a0 1. k= min {(1,2), (2,7), (7,10)} = (22, 37, 29) = 22 a0 = 22 0 15 7 2. k = min {(1,3), (3,5), (5,8), (8,10)} = (17, 25, 15, 26) = 15 a0 = 22 + 15 = 37 2 10 0 11
  • 137.
    1 5 3 6 4 2 7 8 9 10 18 20 26 28 11 16 14 22 a0 0 15 7 2 10 0 11 k= min{(1,3), (3,5), (5,7),(7,10)} = min {2, 10, 11, 7} = 2 a0= 37 + 2 = 39 0 8 9 5 K = min{(1,4), (4,6), (6,9), (9,10)} = min{18, 28, 14, 22} = 14 a0 = 39 +14 = 53 4 14 0 8 a0 = 53
  • 138.
    Aliran optimal dapatjuga diselesaikan dengan konsep CUT Definisi : Pilihlah set node V’ yg mengandung Si, tetapi tidak di So. Maka set arc (i,j) dengan i tidak di V’ dan j di V’ adalah sebuah CUT di jaringan. Definisi : Kapasitas sebuah CUT adalah jumlah kapasitas arc pd CUT Mudahnya : CUT : sebuah set dari arc yg dibuang dari jaringan sehingga tidak memungkinkan adanya perjalanan dari So ke Si Sebuah jaringan bisa memiliki beberapa CUT.
  • 139.
    1 5 3 6 4 2 7 8 9 10 22 17 18 37 20 25 26 28 11 15 16 14 29 26 22 Contoh CUT :arc{(1,2), (1,3), (1,4)}, dengan kapasitas = 57 Atau CUT : arc{(7,10), (8,10), (9,10)}, dengan kapasitas = 77 Atau CUT : arc{(1,2), (1,3), (6,9)}, dengan kapasitas = 53 KARENA 53 ADALAH CUT YG TERKECIL, MAKA KAPASITAS MAKSIMUM ADALAH 53 (seperti hasil sebelumnya)
  • 140.
    Pada beberapa situasi,kita ingin menentukan sebuah set dari arc pd jaringan yg menghubungkan seluruh node dengan jumlah jarak yg minimum. Grup arc tersebut harus tidak memiliki LOOP (lihat gambar 47) Metoda MST : 1. Dimulai dari node i, hubungkan node i tsb dengan node j yg terdekat. Titik i dan j membentuk set C = {i,j} Node yg sisa (selain node didalam C) disebut node C’ (node yg belum dihubungkan) 2. Pilihlah node pd C’ yg memiliki jarak terpendek ke C 3. Ulangi proses ini sampai didapatkan MST 4. Jika ada jarak yg sama, kita memilih salah satu.
  • 141.