HIDROOCEANOGRAFI
 TEKNIK GEODESI
LAUT DAN SAMODERA
 Ada  2 macam perairan laut yaitu :
  Laut ( Sea ) dan Samodra ( Ocean ),
  tergantung luasan, letak, kedalaman
  dan kondisi dasar laut
 Samodra atau lautan sangat luas,
  letaknya diantara dua benua, rata-
  rata sangat dalam dan mempunyai
  dasar relief dasar laut berupa basin
 Sedangkan laut, luasnya relatif
  sempit, dangkal, terletakantara dua
  pulau
Samodra meliputi 70% dari permukaan bumi terdiri dari 5
                   samodra yaitu :

   Pasifik
   Atlantik
   Hindia
   Artik dan
   Antartik

   Samodra Pasifik merupakan samodra terbesar
    dengan luas 166.241 jt km2 , kedalaman rata-
    rata 4188 meter , suhu rata-rata didasar adalah
    sekitar 3,36 C dengan salinitas 34,62%

   Samodra Hindia adalah samodra terkecil yang
    terkecil dengan suhu rata-rata didasar sekitar
    3,73o C dengan salinitas 34,90 % pada
    kedalaman rata-rata 3872 m
Air laut rasanya asin karena kandungan
  garamnya yang tinggi. Semula garaman
  ini berasal dari daratan yang terlarut di air
  dan terangkut hingga kelaut.
Rata-rata kandungan garam / salinitas
  adalah 34,72%, tetapi dapat bervariasi
  yang disebabkan karena :
 masuknya air tawar ke laut
 besar kecilnya penguapan yang
  dipengaruhi oleh suhu udara
 arus laut
Unsur garaman yang terkandung dalam air laut antara lain :



 Unsur               Prosentase
   NaCl                              78,04
   MgCl2                     9,21
   MgSO4                     6,52
   CaSO4                     2,49
   KCL                       2,11
   CaCO3                     0,33
   MgBr2                     0,25
   SrSO4                     0,05
PERAIRAN LAUT INDONESIA
 Laut nusantara merupakan 2 / 3 bagian
  dari seluruh wilayah nusantara
 Kekayaan sumber daya alam masih
  sangat besar meliputi :
     - pertambangan : di darat, pantai dan
       lepas pantai
     - perikanan
     - bahan baku obat-obatan
Total hanya 16% saja yang baru
  dieksplorasi
 Perairan   laut dapat dibedakan
 menurut
 - letak,
 - kedalaman,
 - zona kedalaman dan
 - proses terjadinya serta
 - yurisdiksinya.
Menurut letak, laut dibedakan atas :
 Laut tepi, yaitu laut yang terletak di
  tepi benua dan tepi samodera
 Laut tengah, yaitu laut yang
  terletak di tengah benua
 Laut pedalaman, laut yang hampir
  atau seluruhnya dikelilingi oleh
  daratan
Menurut kedalamannya , laut
  dibedakan atas :
 laut dangkal, yaitu laut dengan
  kedalaman kurang dari 200 m
 Laut dalam, laut dengan kedalaman
  lebih dari 200 m
Menurut zonasi kedalaman, laut dibedakan
   menjadi :
  Zona Litoral, yaitu laut yang terletak antara
   garis pasang dan garis surut
  Zona Neritik, perairan laut yang memiliki
   kedalam kurang dari 200 m
  Zona Batial, adalah perairan laut dengan
   kedalaman antara 200 – 1000 m
  Kedalaman 200 m disebut sebagai batas antara
   landas kontinen dengan samodra
  Zona Abisal, laut dengan kedalaman lebih dari
   1000 m
Berdasarkan proses terjadinya
- Laut Transgresi, adalau yang terbentuk
  karena naiknya permukaan laut akibat
  berakhirnya jaman es
- Laut Regresi, terjadi karena pembekuan
  secara besar-besaran di daerah kutub dan
  puncak gunung yang sangat tinggi
- Laut Ingresi, laut yang terjadi karena
  dasar laut mengalami penurunan yang
  disebabkan tenaga tektonik.
Berdasarkan yurisdiksi wilayah, laut
  dibedakan atas
- Laut Teritorial,

- Zona tambahan

- Zona Ekonomi Eksklusif

- Landas Kontinen
Laut Teritorial
 Laut Teritorial, yaitu wilayah laut hingga berjarak
  12 n.m dari garis pangkal
1. Berlaku Hukum Domestik penuh atas ruang
  udara, laut, dasar laut dan tanah dibawahnya
2. Membuat peraturan lintas laut damai yang
  berkaitan dengan keselamatan pelayaran dan
  pengaturan lalu lintas, perlindungan serta fasilitas
  navigasi,kabel laut, konservasi sumber daya
  alam, pencegahan pelanggaran perikanan,
  pengurangan dan pengendalian pencemaran,
  penelitian ilmiah kelautan dan pencegahan
  pelanggaran peraturan cukai, fiskal, imigrasi dan
  kesehatan
Yang termasuk dalam laut teritorial ini
  adalah ;
 Perairan Kepulauan yaitu perairan yang
  ada dalam wilayah negara kepulauan,
  kadang-kadang dikenal dengan Perairan
  Nusantara
 Periaran Pedalaman, adalah perairan yang
  ditutup oleh garis dasar/pangkal penutup
  teluk, muara, pelabuhan dan garis
  dasar/pangkal yang menutup lekukan di
  pantai sampai 100 n.m dan maksimum
Zona tambahan
Zona tambahan, yaitu wilayah laut
  berjarak hingga 24 nm dari garis
  pangkal
 Pencegahan pelanggaran
  keimigrasian, bea cukai, fiskal dan
  karatina hewan dan manusia dan
  tanaman
 Menindak pelaku pelanggaran diatas
Zona Ekonomi Eksklusif ( ZEE )
Zona Ekonomi Eksklusif ( ZEE ) adalah wilayah laut hingga
  jarak 200 n.m dari garis pangkal.
 Zona ini dititipkan kepada semua negara pantai, negara
  kepulauan dan negara pulau sebagai warisan umat
  manusia
 Zona ini bukan wilayah kedaulatan dari negara yang secara
  efektif adalah 188 nm karena yang 12 nm adalah laut
  teritorial dari negara.
 Mempunyai Hak beradulat untuk tujuan eksplorasi,
  eksploitasi, konservasi dan pengelolaan sumber daya hayati
  dan nir-hayati dari perairan diatas dasar laut dan di dasar
  laut serta tanah dibawahnya, serta kegiatan-kegiatan
  terkait dengan eksplorasi, eksploitasi ekonomi dari zona
  seprti energi dan dari air laut, arus dan angin
 Mempunyai jurisdiksi yang terkait dengan : pembangunan
  dan penggunaan pulau buatan, instalasi dan dan struktur,
  riset ilmiah kelautan, perlindungan dan pencagaran dari
  lingkungan laut
 Berlaku hukum Laut Internasional
Landas Kontinen
 Landas  Kontinen, adalah dasar laut
 dan tanah dibawah dasar laut diluar
 laut teritorial dan merupakan
 kelanjutan dari wilayah daratan
 sampai tepi luar dari batas kontinen.
 Hingga berjarak minimum adalah
 200 n.m dan maksimum adalah 350
 nm atau tidak melebihi 100 nm dari
 garis dalam 2500 m
DASAR LAUT
 Dasarlaut di Indonesia adalah
 gambaran reliefnya terlengkap di
 dunia terdiri dari :
 - paparan ( self )
 - depresi yang dalam (basin, palung)
 - punggung laut ( rise, rigde )
 - gunung bawah air ( sea mount )
 - terumbu karang
 - padang lamun
 Paparan   adalah adalah daerah / zona
  di laut terhitung mulai dari garis
  tersurut/terendah hingga pada
  kedalaman sekitar 120 – 200 m yang
  kemudian dilanjutkan dengan curam
  yang dalam
 Atau

 Merupakan bagian dari daratan atau
  benua yang mempunyai kedalaman
  kurang dari 200 m
 Diantarakeduanya terdapat depresi
 atau cekungan yang dalam dan luas
 yang biasanya berbentuk lonjong
 atau bulat yang disebut basin

 Depresiyang dalam dan berbentuk
 memanjang dengan sisi yang curam
 disebut trench dan trough
Dasar laut Indonesia tersusun atas paparan dangkal dan paparan laut dalam .

Ada 2 paparan yaitu
 Paparan Sunda di sebelah barat
 Paparan Arafura-Sahul di sebelah timur


Paparan Sunda merupakan paparan benua ( continental
  self ) merupakan terluas di dunia yaitu 1,8 jt km2 ,
  menghubungkan pulau Jawa, Kalimantan dan Sumatra
  dengan daratan Asia dan Laut Cina, Thailand, Selat Malaka
  dan Laut Jawa.
 Mempunyai kedalaman sekitar 40 meter hingga 100 meter


Paparan Arafura- Sahul mempunyai luas 1, 5 jt km2 dengan
  kedalam an 30 – 90 meter
 Pada paparan ini terdapat Kepulauan Aru dengan selat
  sempit dengan dasar yang lebih dalam dari dasar paparan
Paparan Sunda dan Paparan Arafura-Sahul
 Banyaknya  gunung api bawah air
 disebabkan karena di kawasan ini
 berbenturan empat lempeng litosfer
 yaitu lempeng Eruasia, Filipina,
 Pasifik dan Samodra Hindia-Australia
Teori Tektonik Lempeng
 Kerak bumi terdiri atas lempeng-lempeng
  litosfer yang plastis dan bergerak relatif
  terhadap lempenmg lainnya. Apabila dua
  lempeng bertubrukan maka salah satunya
  akan tertekan menukik kebawah terhadap
  lempeng lainnya hingga di zona benturan
  tersebut terbentuklah palung-palung laut
  dalam.
 Sebaliknya pada lempeng lawannya terjadi
  penonjolan keatas dimana energi panas
  berupa magma dilepas dan membentuk
  rangkaian gunung api.
Model tektonik lempeng Indonesia bagian barat
CUACA DAN LAUT

 Ada interaksi yang sangat kuat antara laut
  dan cuaca.
 Perubahan cuaca dapat mempengaruhi
  kondisi laut :
  - Angin akan menentukan gelombang dan
  arus
    di permukaan laut
  - Curah hujan akan menentukan salinitas
 Sebaliknya proses fisis di laut ( upwelling )
  dapat mempengaruhi cuaca setempat.
 Indonesia jarang ditemukan angin yang
  sangat kuat
 Indonesia
          jarang ditemukan angin
 yang sangat kuat

Pola angin disini adalah angin Monsoon
  ( Musim )
 Angin musim bergerak tetap kearah
  tertentu pada satu
  periode,sedangkan pada periode
  lainnya angin bertiup secara mantap
  pada arah berlawanan
   Bulan Desember, Januari dan Februari, adalah
    musim dingin di Utara dan Musim Panas di
    Selatan. Pada saat itu terjadi pusat tekanan
    tinggi di daratan Asia dan tekanan rendah di
    Australia sehingga angin bertiup dari Asia ke
    Australia. Angin ini dikenal dengan Angin Musim
    barat.
   Sebaliknya bulan Juni, Juli dan Agustus terjadi
    tekanan tinggi diatas daratan Australia dan
    tekanan rendah di Asia, maka angin akan
    berembus dari Australia menuju Asia. Angin ini
    dikenal dengan Angin Musim Timur
   Dua kali dalam setahun angin musim berganti
    arah
   Angin musin barat membawa pengaruh pada
    curah hujan.
Angin munsoon barat
Angin munsoon timur
   Di daerah pesisir terdapat pula angin dalam skala yang
    lebih kecil yaitu angin darat dan angin laut

   Disebabkan adanya difefential heating antara daratan dan
    lautan

   Angin darat adalah angina permukaan yang berhembus
    dari darat ke laut dan terjadi pada malam hari dan
    sebaliknya

   Ketinggian sel angina ini dapat mencapai 93 – 4 km
    sedangkan jaraknya bias mencapai 20 – 80 km dari pantai.
Peta Isovent Indonesia
SUHU AIR

Data suhu air dipergunakan untuk :
 mempelajari gejala-gejala fisika di
  dalam air
 kehidupan biota laut termasuk
  hewan dan tumbuhan laut
 meteorologi
 Suhu  air permukaan di perairan
  Nusantara umumnya berkisar antara
  28 – 31 C.
 Di Lokasi Upwelling suhu bisa turun
  hingga 25 C.
Sebaran suhu secara vertikal dibedakan menjadi 3
  yaitu :
 lapisan hangat
 karena pengaruh panas matahari maka lapisan
  ini akan hangat dan homogen dengan suhu rata-
  rata 25o C dengan kedalaman antara 50 – 70
  meter tetapi dengan pengaruh angin dapat lebih
  dalam

   lapisan termoklin
   pada lapisan ini suhu menurun dengan cepat
    terhadap kedalaman, suhu yang turun
    menyebabkan densitas air meningkat. Tebal
    lapisan ini berkisar antara 100 – 200 meter

   lapisan dingin
Suhu air di permukaan dipengaruhi
  oleh kondisi meteorologi antara lain:
 curah hujan
 penguapan
 kelembaban udara
 kecepatan angin
 intensitas radiasi matahari

karena itu suhu di permukaan
  biasanya mengikuti pola musiman
SALINITAS
   ( kadar garam atau kegaraman ) adalah
    jumlah berat semua garam yang terlarut
    dalam satu liter air, biasanya dinyatakan
    dalam dalam satuan o/oo ( permil, gram
    perliter air ) atau % saja.

   Di samodera salinitas berkisar antara 34 –
    35 %, sedang di pantai terjadi
    pengenceran salinitas bisa sabgat rendah,
    sebaliknya pada daerah dengan
    penguapan sangat tinggi, salinitas bisa
    meningkat tinggi.
 Nama     air berdasarkan salinitasnya
 Air   tawar        0 – 0.5 %
 Air   payau        0,5 – 17 %
 Air   laut             > 17 %
Sebaran salinitas di laut dipengaruhi
  oleh berbagai factor seperti :
 pola sirkulasi air

 penguapan

 curah hujan

 aliran sungai.
Perairan estuaria mempunyai struktur salinitas yang kompelks
  karena merupakan pertemuan antara air tawar yang relatif
  ringan dengan air laut yang lebih berat.
Pengadukan air juga sangat menentukan, Ada tiga jenis
  pengadukan air ini yaitu :

   Stratifikasi salinitas sangat kuat, yaitu adanya lapisan air
    tawar dipermukaan sedang dibawahnya adalah air laut

   Stratifikasi salinitas sedang, Ini disebabkan karena gerak
    pasang surut yang mengakibatkan pengadukan secara
    vertikal sehingga air cenderung mengalir keliar dan air laut
    merayap masuk dari bawah

   Stratifikasi salinitas kecil, yaitu terjadi pengadukan vertikal
    yang kuat akibat gerak pasang surut sehingga perairan
    menjadi homogen secara vertikal. Pada saat surut salinitas
    didominasi oleh air tawar yang datag dari sungai
    sedangkan saat pasang air lautlah yang masuk.
 Di
   perairan lepas pantai yang dalam,
 angin dapat pula melakukan
 pengadukan hingga kedalaman 50 –
 70 meter.
Sebaran salinitas di perairan Indonesia
  karena dipengaruhi oleh :
 masuknya ait bersalinitas tinggi dari
  samodera Pasifik
 pola arus musim

 penguapan

 pengenceran oleh aliran sungai dari
  berbagai pulau.
   Pada bulan Februari arus musim bergerak dari
    laut Cina Selatan menuju laut jawa dan Flores.
    Karena ini adalah musim hujan di Indonesia
    bagian barat maka dalam transportasinya akan
    membawa pengenceran dari daratan Malasyia,
    Sumatra, Jawa dan Kalimantan, akibatnya air
    bersalinitas rendah ini mendorong air yang
    bersalinitas tinggi kearah timur, garis isohalin 33
    % bergerak ke sebelah utara selat Makasar dan
    utara Flores.
   Air samodra dengan salinitas 34 % terdorong ke
    timur hingga Halmahera dan antara P. Timor dan
    Kep. Aru.
   Pada bulan Agustus situasi terbalik dengan
    datangnya angin munson timur, musim
    kemarau di bagian barat akibatnya air
    bersalinitas tinggi berbalik arah, kini
    mendorong alir bersalinitas 33 % kembali
    kebarat. Garis isohalin 33 % menyusup
    masuk ke pertengahan Laut Jawa kira-kira
    utara dari Semarang, Sedang di sebelah
    timur air laut didominasi air bersalinitas
    tinggi 34 %.
SIRKULASI AIR LAUT
Laut merupakan medium yang tak pernah berhenti bergerak,
  baik di permukaan maupun dibawahnya

Hal ini menyebabkan sirkulasi air yang bisa dalam skala besar
  dan kecil.

Cara yang paling mudah adalah arus dipermukaan laut, Ada
  yang bersifat lokal tetapi ada pula yang mengalir melintasi
  samodera.

Arus meupakan gerakan mengalir suatu massa air yang dapat
  disebabkan oleh
 tiupan angin
 karena perbedaan densitas laut
 gerakan yang bergelombang panjang ( arus pasang surut )
 Arus yang disebabkan pasang surut
 lebih banyak terjadi di perairan
 pantai pada selat-selat yang sempit.
 Di laut terbuka arus lebih banyak
 disebabkan karena tiupan angin.
 Polaarus di Indonesia lebih banyak
 dipengaruhi oleh angin musim
 ( munsoon ) yaitu angin musim barat
 dan musim timur
SIRKULASI AIR LAUT
   Laut merupakan medium yang tak pernah
    berhenti bergerak, baik di permukaan
    maupun dibawahnya

   Hal ini menyebabkan sirkulasi air yang
    bisa dalam skala besar dan kecil.

   Cara yang paling mudah adalah arus
    dipermukaan laut, Ada yang bersifat lokal
    tetapi ada pula yang mengalir melintasi
    samodera.
Arus meupakan gerakan mengalir
 suatu massa air yang dapat
 disebabkan oleh :

 tiupanangin
 karena perbedaan densitas laut

 gerakan yang bergelombang
  panjang ( arus pasang surut )
 Arus    yang disebabkan pasang surut
    lebih banyak terjadi di perairan
    pantai pada selat-selat yang sempit.


 Di   laut terbuka arus lebih banyak
    disebabkan karena tiupan angin.
 Polaarus di Indonesia lebih banyak
 dipengaruhi oleh angin musim
 ( munsoon ) yaitu angin musim barat
 dan musim timur yang dalam
 setahun terjadi dua kali pembalikan
 arah
 Terlihat
         bahwa laut Cina Selatan,
 Laut Jawa, Laut Flores sampai Laut
 Banda dan Laut Arafura berada pada
 poros arah utama angin musim. Hal
 ini mengakibatkan terjadinya arus
 musim.
   Pada Bulan Desember – Februari arus musim barat
    mengalir ke timur, arus air dengan kecepatan 75 cm/dtk
    mengalir dari Selat karimata ke Laut Flores

   Pada musim pancaroba April arus mulai melemah dan mulai
    berbalik arah

   Bulan Juni – Agustus berkembang angin musim timur, arah
    arus sepenuhnya berbalik arah menuju Laut Cina Selatan

   Tetapi sepanjang pantai Flores sampai Kepulauan Alor arus
    pantai masih meuju ke timur

   Pada musim pancaroba kedua Oktober pola arus berubah
    lagi dan sikluspun berulang
   Di Laut banda pada bulan Desember –
    Februari, massa air dari Laut Flores
    mengalir masuk, sebagian ke Utara P.
    Buru, laut Seram, Laut Halmahera dan
    masuk ke Samodera Pasifik

   Laut Maluku pada bulan Desember –
    Februari menerima massa air dari Laut
    Banda, Tetapi Juli – Agus tus arus kuat
    datang dari Utara Irian melingkari selatan
    Halmahera dan kembali ke Samodera
    Pasifik bersatu dengan arus Sakal
    Katulistiwa ( Equatorial Counter Current )
   Dipesisir Irian terdapat Arus Katulistiwa Selatan ( South
    Equatorial Current ) dari Samodera Pasifik yang pada
    musim Timur arusnya sangat kuat menuju ke Barat

   Di Selat Malaka dan Selat Sunda hampir sepanjang tahun
    arus laut mengalir keluar ke Samodera Hindia. Di Selat
    Malaka arus terkuat terjadi pada bulan Januari – April,
    sedangkan di Selat Sunda terjadi pada Musim Timur
    ( Sekitar Agustus ) dan pada Musin barat ( Desember –
    januari ).

   Di sebelah Selatan Jawa terdapat arus besar yang dikenal
    dengan Arus Katulistiwa Selatan ( South Equatorial Current
    ) yang sepanjang tahun mengalir ke barat
 Kesimpulan:
 Permukaan Laut Nusantara lebih
  banyak mendapatkan air dari
  Samodera Psifik
   Dengan adanya arus maka massa air di lapisan permukaan
    akan terbawa mengalir.

   Besarnya volume transport pada kedalaman sampai 150 –
    200 meter di Laut Jawa mada musim barat ( Februari )
    mengalir air sebanyak 4,5 jt meter kubik/dtk menuju ke
    timur.

   Bulan April mengendor hingga 0,5 jt meter kubik/dtk
   Bulan Agustus pada musin timur transport air mengalir ke
    barat sebanyak 3 jt meter kubik/dtk dan akhirnya pada
    bulan oktober 0,5 jt meter kubik/dtk kembali terbawa ke
    timur.

   Hal ini membuktikan bahwa massa air dari Samodera
    Pasifik mendominasi air di nusantara
   Volume transport yang menuju ke Laut banda pada musim
    barat cukup besar, tidak sebanding dengan yang keluar
    lewat Laut Maluku, Seram dan Arafura, akibatny air
    tenggelam ( Sinking ) dan keluar meuju Samodera
    Hindia pada kedalaman 100 m.

   Kebalikanny pada musim timur, begitu banyak air yang
    keluar dari Laut banda menuju Laut Flores dan Laut Timor
    hingga terjadi kekosongan akibatnya air dari lapisan bawah
    sekitar 125 – 300 naik ke permukaan . Inilah yang dikenal
    dengan air naik atau upwelling, yang kaya akan zat
    hara, hingga membuat Laut Banda subur.
 Bagaimana   sirkulasi air pada lapisan
  dalam ?
 Pada lapisan dalam sirkulasi air
  berjalan lambat. Untuk menelusuri
  dipergunakan metode lapisan inti
  ( Core Layer Methode ) yaitu meneliti
  ciri-ciri massa air berdasarkan nilai
  maksimum dan minimum dari
  salinitas, suhu dan kadar oksigen
Oceanografi

Oceanografi

  • 1.
  • 2.
    LAUT DAN SAMODERA Ada 2 macam perairan laut yaitu : Laut ( Sea ) dan Samodra ( Ocean ), tergantung luasan, letak, kedalaman dan kondisi dasar laut  Samodra atau lautan sangat luas, letaknya diantara dua benua, rata- rata sangat dalam dan mempunyai dasar relief dasar laut berupa basin  Sedangkan laut, luasnya relatif sempit, dangkal, terletakantara dua pulau
  • 3.
    Samodra meliputi 70%dari permukaan bumi terdiri dari 5 samodra yaitu :  Pasifik  Atlantik  Hindia  Artik dan  Antartik  Samodra Pasifik merupakan samodra terbesar dengan luas 166.241 jt km2 , kedalaman rata- rata 4188 meter , suhu rata-rata didasar adalah sekitar 3,36 C dengan salinitas 34,62%  Samodra Hindia adalah samodra terkecil yang terkecil dengan suhu rata-rata didasar sekitar 3,73o C dengan salinitas 34,90 % pada kedalaman rata-rata 3872 m
  • 4.
    Air laut rasanyaasin karena kandungan garamnya yang tinggi. Semula garaman ini berasal dari daratan yang terlarut di air dan terangkut hingga kelaut. Rata-rata kandungan garam / salinitas adalah 34,72%, tetapi dapat bervariasi yang disebabkan karena :  masuknya air tawar ke laut  besar kecilnya penguapan yang dipengaruhi oleh suhu udara  arus laut
  • 5.
    Unsur garaman yangterkandung dalam air laut antara lain :  Unsur Prosentase  NaCl 78,04  MgCl2 9,21  MgSO4 6,52  CaSO4 2,49  KCL 2,11  CaCO3 0,33  MgBr2 0,25  SrSO4 0,05
  • 6.
    PERAIRAN LAUT INDONESIA Laut nusantara merupakan 2 / 3 bagian dari seluruh wilayah nusantara  Kekayaan sumber daya alam masih sangat besar meliputi : - pertambangan : di darat, pantai dan lepas pantai - perikanan - bahan baku obat-obatan Total hanya 16% saja yang baru dieksplorasi
  • 8.
     Perairan laut dapat dibedakan menurut - letak, - kedalaman, - zona kedalaman dan - proses terjadinya serta - yurisdiksinya.
  • 9.
    Menurut letak, lautdibedakan atas :  Laut tepi, yaitu laut yang terletak di tepi benua dan tepi samodera  Laut tengah, yaitu laut yang terletak di tengah benua  Laut pedalaman, laut yang hampir atau seluruhnya dikelilingi oleh daratan
  • 10.
    Menurut kedalamannya ,laut dibedakan atas :  laut dangkal, yaitu laut dengan kedalaman kurang dari 200 m  Laut dalam, laut dengan kedalaman lebih dari 200 m
  • 11.
    Menurut zonasi kedalaman,laut dibedakan menjadi :  Zona Litoral, yaitu laut yang terletak antara garis pasang dan garis surut  Zona Neritik, perairan laut yang memiliki kedalam kurang dari 200 m  Zona Batial, adalah perairan laut dengan kedalaman antara 200 – 1000 m  Kedalaman 200 m disebut sebagai batas antara landas kontinen dengan samodra  Zona Abisal, laut dengan kedalaman lebih dari 1000 m
  • 12.
    Berdasarkan proses terjadinya -Laut Transgresi, adalau yang terbentuk karena naiknya permukaan laut akibat berakhirnya jaman es - Laut Regresi, terjadi karena pembekuan secara besar-besaran di daerah kutub dan puncak gunung yang sangat tinggi - Laut Ingresi, laut yang terjadi karena dasar laut mengalami penurunan yang disebabkan tenaga tektonik.
  • 13.
    Berdasarkan yurisdiksi wilayah,laut dibedakan atas - Laut Teritorial, - Zona tambahan - Zona Ekonomi Eksklusif - Landas Kontinen
  • 15.
    Laut Teritorial LautTeritorial, yaitu wilayah laut hingga berjarak 12 n.m dari garis pangkal 1. Berlaku Hukum Domestik penuh atas ruang udara, laut, dasar laut dan tanah dibawahnya 2. Membuat peraturan lintas laut damai yang berkaitan dengan keselamatan pelayaran dan pengaturan lalu lintas, perlindungan serta fasilitas navigasi,kabel laut, konservasi sumber daya alam, pencegahan pelanggaran perikanan, pengurangan dan pengendalian pencemaran, penelitian ilmiah kelautan dan pencegahan pelanggaran peraturan cukai, fiskal, imigrasi dan kesehatan
  • 16.
    Yang termasuk dalamlaut teritorial ini adalah ;  Perairan Kepulauan yaitu perairan yang ada dalam wilayah negara kepulauan, kadang-kadang dikenal dengan Perairan Nusantara  Periaran Pedalaman, adalah perairan yang ditutup oleh garis dasar/pangkal penutup teluk, muara, pelabuhan dan garis dasar/pangkal yang menutup lekukan di pantai sampai 100 n.m dan maksimum
  • 17.
    Zona tambahan Zona tambahan,yaitu wilayah laut berjarak hingga 24 nm dari garis pangkal  Pencegahan pelanggaran keimigrasian, bea cukai, fiskal dan karatina hewan dan manusia dan tanaman  Menindak pelaku pelanggaran diatas
  • 18.
    Zona Ekonomi Eksklusif( ZEE ) Zona Ekonomi Eksklusif ( ZEE ) adalah wilayah laut hingga jarak 200 n.m dari garis pangkal.  Zona ini dititipkan kepada semua negara pantai, negara kepulauan dan negara pulau sebagai warisan umat manusia  Zona ini bukan wilayah kedaulatan dari negara yang secara efektif adalah 188 nm karena yang 12 nm adalah laut teritorial dari negara.  Mempunyai Hak beradulat untuk tujuan eksplorasi, eksploitasi, konservasi dan pengelolaan sumber daya hayati dan nir-hayati dari perairan diatas dasar laut dan di dasar laut serta tanah dibawahnya, serta kegiatan-kegiatan terkait dengan eksplorasi, eksploitasi ekonomi dari zona seprti energi dan dari air laut, arus dan angin  Mempunyai jurisdiksi yang terkait dengan : pembangunan dan penggunaan pulau buatan, instalasi dan dan struktur, riset ilmiah kelautan, perlindungan dan pencagaran dari lingkungan laut  Berlaku hukum Laut Internasional
  • 19.
    Landas Kontinen  Landas Kontinen, adalah dasar laut dan tanah dibawah dasar laut diluar laut teritorial dan merupakan kelanjutan dari wilayah daratan sampai tepi luar dari batas kontinen. Hingga berjarak minimum adalah 200 n.m dan maksimum adalah 350 nm atau tidak melebihi 100 nm dari garis dalam 2500 m
  • 20.
    DASAR LAUT  Dasarlautdi Indonesia adalah gambaran reliefnya terlengkap di dunia terdiri dari : - paparan ( self ) - depresi yang dalam (basin, palung) - punggung laut ( rise, rigde ) - gunung bawah air ( sea mount ) - terumbu karang - padang lamun
  • 21.
     Paparan adalah adalah daerah / zona di laut terhitung mulai dari garis tersurut/terendah hingga pada kedalaman sekitar 120 – 200 m yang kemudian dilanjutkan dengan curam yang dalam  Atau  Merupakan bagian dari daratan atau benua yang mempunyai kedalaman kurang dari 200 m
  • 22.
     Diantarakeduanya terdapatdepresi atau cekungan yang dalam dan luas yang biasanya berbentuk lonjong atau bulat yang disebut basin  Depresiyang dalam dan berbentuk memanjang dengan sisi yang curam disebut trench dan trough
  • 23.
    Dasar laut Indonesiatersusun atas paparan dangkal dan paparan laut dalam . Ada 2 paparan yaitu  Paparan Sunda di sebelah barat  Paparan Arafura-Sahul di sebelah timur Paparan Sunda merupakan paparan benua ( continental self ) merupakan terluas di dunia yaitu 1,8 jt km2 , menghubungkan pulau Jawa, Kalimantan dan Sumatra dengan daratan Asia dan Laut Cina, Thailand, Selat Malaka dan Laut Jawa.  Mempunyai kedalaman sekitar 40 meter hingga 100 meter Paparan Arafura- Sahul mempunyai luas 1, 5 jt km2 dengan kedalam an 30 – 90 meter  Pada paparan ini terdapat Kepulauan Aru dengan selat sempit dengan dasar yang lebih dalam dari dasar paparan
  • 24.
    Paparan Sunda danPaparan Arafura-Sahul
  • 25.
     Banyaknya gunung api bawah air disebabkan karena di kawasan ini berbenturan empat lempeng litosfer yaitu lempeng Eruasia, Filipina, Pasifik dan Samodra Hindia-Australia
  • 28.
    Teori Tektonik Lempeng Kerak bumi terdiri atas lempeng-lempeng litosfer yang plastis dan bergerak relatif terhadap lempenmg lainnya. Apabila dua lempeng bertubrukan maka salah satunya akan tertekan menukik kebawah terhadap lempeng lainnya hingga di zona benturan tersebut terbentuklah palung-palung laut dalam.  Sebaliknya pada lempeng lawannya terjadi penonjolan keatas dimana energi panas berupa magma dilepas dan membentuk rangkaian gunung api.
  • 30.
    Model tektonik lempengIndonesia bagian barat
  • 31.
    CUACA DAN LAUT Ada interaksi yang sangat kuat antara laut dan cuaca.  Perubahan cuaca dapat mempengaruhi kondisi laut : - Angin akan menentukan gelombang dan arus di permukaan laut - Curah hujan akan menentukan salinitas  Sebaliknya proses fisis di laut ( upwelling ) dapat mempengaruhi cuaca setempat.  Indonesia jarang ditemukan angin yang sangat kuat
  • 32.
     Indonesia jarang ditemukan angin yang sangat kuat Pola angin disini adalah angin Monsoon ( Musim )  Angin musim bergerak tetap kearah tertentu pada satu periode,sedangkan pada periode lainnya angin bertiup secara mantap pada arah berlawanan
  • 35.
    Bulan Desember, Januari dan Februari, adalah musim dingin di Utara dan Musim Panas di Selatan. Pada saat itu terjadi pusat tekanan tinggi di daratan Asia dan tekanan rendah di Australia sehingga angin bertiup dari Asia ke Australia. Angin ini dikenal dengan Angin Musim barat.  Sebaliknya bulan Juni, Juli dan Agustus terjadi tekanan tinggi diatas daratan Australia dan tekanan rendah di Asia, maka angin akan berembus dari Australia menuju Asia. Angin ini dikenal dengan Angin Musim Timur  Dua kali dalam setahun angin musim berganti arah  Angin musin barat membawa pengaruh pada curah hujan.
  • 36.
  • 37.
  • 38.
    Di daerah pesisir terdapat pula angin dalam skala yang lebih kecil yaitu angin darat dan angin laut  Disebabkan adanya difefential heating antara daratan dan lautan  Angin darat adalah angina permukaan yang berhembus dari darat ke laut dan terjadi pada malam hari dan sebaliknya  Ketinggian sel angina ini dapat mencapai 93 – 4 km sedangkan jaraknya bias mencapai 20 – 80 km dari pantai.
  • 40.
  • 41.
    SUHU AIR Data suhuair dipergunakan untuk :  mempelajari gejala-gejala fisika di dalam air  kehidupan biota laut termasuk hewan dan tumbuhan laut  meteorologi
  • 42.
     Suhu air permukaan di perairan Nusantara umumnya berkisar antara 28 – 31 C.  Di Lokasi Upwelling suhu bisa turun hingga 25 C.
  • 43.
    Sebaran suhu secaravertikal dibedakan menjadi 3 yaitu :  lapisan hangat  karena pengaruh panas matahari maka lapisan ini akan hangat dan homogen dengan suhu rata- rata 25o C dengan kedalaman antara 50 – 70 meter tetapi dengan pengaruh angin dapat lebih dalam  lapisan termoklin  pada lapisan ini suhu menurun dengan cepat terhadap kedalaman, suhu yang turun menyebabkan densitas air meningkat. Tebal lapisan ini berkisar antara 100 – 200 meter  lapisan dingin
  • 44.
    Suhu air dipermukaan dipengaruhi oleh kondisi meteorologi antara lain:  curah hujan  penguapan  kelembaban udara  kecepatan angin  intensitas radiasi matahari karena itu suhu di permukaan biasanya mengikuti pola musiman
  • 45.
    SALINITAS  ( kadar garam atau kegaraman ) adalah jumlah berat semua garam yang terlarut dalam satu liter air, biasanya dinyatakan dalam dalam satuan o/oo ( permil, gram perliter air ) atau % saja.  Di samodera salinitas berkisar antara 34 – 35 %, sedang di pantai terjadi pengenceran salinitas bisa sabgat rendah, sebaliknya pada daerah dengan penguapan sangat tinggi, salinitas bisa meningkat tinggi.
  • 46.
     Nama air berdasarkan salinitasnya  Air tawar 0 – 0.5 %  Air payau 0,5 – 17 %  Air laut > 17 %
  • 47.
    Sebaran salinitas dilaut dipengaruhi oleh berbagai factor seperti :  pola sirkulasi air  penguapan  curah hujan  aliran sungai.
  • 48.
    Perairan estuaria mempunyaistruktur salinitas yang kompelks karena merupakan pertemuan antara air tawar yang relatif ringan dengan air laut yang lebih berat. Pengadukan air juga sangat menentukan, Ada tiga jenis pengadukan air ini yaitu :  Stratifikasi salinitas sangat kuat, yaitu adanya lapisan air tawar dipermukaan sedang dibawahnya adalah air laut  Stratifikasi salinitas sedang, Ini disebabkan karena gerak pasang surut yang mengakibatkan pengadukan secara vertikal sehingga air cenderung mengalir keliar dan air laut merayap masuk dari bawah  Stratifikasi salinitas kecil, yaitu terjadi pengadukan vertikal yang kuat akibat gerak pasang surut sehingga perairan menjadi homogen secara vertikal. Pada saat surut salinitas didominasi oleh air tawar yang datag dari sungai sedangkan saat pasang air lautlah yang masuk.
  • 50.
     Di perairan lepas pantai yang dalam, angin dapat pula melakukan pengadukan hingga kedalaman 50 – 70 meter.
  • 51.
    Sebaran salinitas diperairan Indonesia karena dipengaruhi oleh :  masuknya ait bersalinitas tinggi dari samodera Pasifik  pola arus musim  penguapan  pengenceran oleh aliran sungai dari berbagai pulau.
  • 52.
    Pada bulan Februari arus musim bergerak dari laut Cina Selatan menuju laut jawa dan Flores. Karena ini adalah musim hujan di Indonesia bagian barat maka dalam transportasinya akan membawa pengenceran dari daratan Malasyia, Sumatra, Jawa dan Kalimantan, akibatnya air bersalinitas rendah ini mendorong air yang bersalinitas tinggi kearah timur, garis isohalin 33 % bergerak ke sebelah utara selat Makasar dan utara Flores.  Air samodra dengan salinitas 34 % terdorong ke timur hingga Halmahera dan antara P. Timor dan Kep. Aru.
  • 53.
    Pada bulan Agustus situasi terbalik dengan datangnya angin munson timur, musim kemarau di bagian barat akibatnya air bersalinitas tinggi berbalik arah, kini mendorong alir bersalinitas 33 % kembali kebarat. Garis isohalin 33 % menyusup masuk ke pertengahan Laut Jawa kira-kira utara dari Semarang, Sedang di sebelah timur air laut didominasi air bersalinitas tinggi 34 %.
  • 56.
    SIRKULASI AIR LAUT Lautmerupakan medium yang tak pernah berhenti bergerak, baik di permukaan maupun dibawahnya Hal ini menyebabkan sirkulasi air yang bisa dalam skala besar dan kecil. Cara yang paling mudah adalah arus dipermukaan laut, Ada yang bersifat lokal tetapi ada pula yang mengalir melintasi samodera. Arus meupakan gerakan mengalir suatu massa air yang dapat disebabkan oleh  tiupan angin  karena perbedaan densitas laut  gerakan yang bergelombang panjang ( arus pasang surut )
  • 57.
     Arus yangdisebabkan pasang surut lebih banyak terjadi di perairan pantai pada selat-selat yang sempit. Di laut terbuka arus lebih banyak disebabkan karena tiupan angin.
  • 58.
     Polaarus diIndonesia lebih banyak dipengaruhi oleh angin musim ( munsoon ) yaitu angin musim barat dan musim timur
  • 59.
    SIRKULASI AIR LAUT  Laut merupakan medium yang tak pernah berhenti bergerak, baik di permukaan maupun dibawahnya  Hal ini menyebabkan sirkulasi air yang bisa dalam skala besar dan kecil.  Cara yang paling mudah adalah arus dipermukaan laut, Ada yang bersifat lokal tetapi ada pula yang mengalir melintasi samodera.
  • 60.
    Arus meupakan gerakanmengalir suatu massa air yang dapat disebabkan oleh :  tiupanangin  karena perbedaan densitas laut  gerakan yang bergelombang panjang ( arus pasang surut )
  • 61.
     Arus yang disebabkan pasang surut lebih banyak terjadi di perairan pantai pada selat-selat yang sempit.   Di laut terbuka arus lebih banyak disebabkan karena tiupan angin.
  • 62.
     Polaarus diIndonesia lebih banyak dipengaruhi oleh angin musim ( munsoon ) yaitu angin musim barat dan musim timur yang dalam setahun terjadi dua kali pembalikan arah
  • 63.
     Terlihat bahwa laut Cina Selatan, Laut Jawa, Laut Flores sampai Laut Banda dan Laut Arafura berada pada poros arah utama angin musim. Hal ini mengakibatkan terjadinya arus musim.
  • 65.
    Pada Bulan Desember – Februari arus musim barat mengalir ke timur, arus air dengan kecepatan 75 cm/dtk mengalir dari Selat karimata ke Laut Flores  Pada musim pancaroba April arus mulai melemah dan mulai berbalik arah  Bulan Juni – Agustus berkembang angin musim timur, arah arus sepenuhnya berbalik arah menuju Laut Cina Selatan  Tetapi sepanjang pantai Flores sampai Kepulauan Alor arus pantai masih meuju ke timur  Pada musim pancaroba kedua Oktober pola arus berubah lagi dan sikluspun berulang
  • 67.
    Di Laut banda pada bulan Desember – Februari, massa air dari Laut Flores mengalir masuk, sebagian ke Utara P. Buru, laut Seram, Laut Halmahera dan masuk ke Samodera Pasifik  Laut Maluku pada bulan Desember – Februari menerima massa air dari Laut Banda, Tetapi Juli – Agus tus arus kuat datang dari Utara Irian melingkari selatan Halmahera dan kembali ke Samodera Pasifik bersatu dengan arus Sakal Katulistiwa ( Equatorial Counter Current )
  • 70.
    Dipesisir Irian terdapat Arus Katulistiwa Selatan ( South Equatorial Current ) dari Samodera Pasifik yang pada musim Timur arusnya sangat kuat menuju ke Barat  Di Selat Malaka dan Selat Sunda hampir sepanjang tahun arus laut mengalir keluar ke Samodera Hindia. Di Selat Malaka arus terkuat terjadi pada bulan Januari – April, sedangkan di Selat Sunda terjadi pada Musim Timur ( Sekitar Agustus ) dan pada Musin barat ( Desember – januari ).  Di sebelah Selatan Jawa terdapat arus besar yang dikenal dengan Arus Katulistiwa Selatan ( South Equatorial Current ) yang sepanjang tahun mengalir ke barat
  • 71.
     Kesimpulan:  PermukaanLaut Nusantara lebih banyak mendapatkan air dari Samodera Psifik
  • 72.
    Dengan adanya arus maka massa air di lapisan permukaan akan terbawa mengalir.  Besarnya volume transport pada kedalaman sampai 150 – 200 meter di Laut Jawa mada musim barat ( Februari ) mengalir air sebanyak 4,5 jt meter kubik/dtk menuju ke timur.  Bulan April mengendor hingga 0,5 jt meter kubik/dtk  Bulan Agustus pada musin timur transport air mengalir ke barat sebanyak 3 jt meter kubik/dtk dan akhirnya pada bulan oktober 0,5 jt meter kubik/dtk kembali terbawa ke timur.  Hal ini membuktikan bahwa massa air dari Samodera Pasifik mendominasi air di nusantara
  • 73.
    Volume transport yang menuju ke Laut banda pada musim barat cukup besar, tidak sebanding dengan yang keluar lewat Laut Maluku, Seram dan Arafura, akibatny air tenggelam ( Sinking ) dan keluar meuju Samodera Hindia pada kedalaman 100 m.  Kebalikanny pada musim timur, begitu banyak air yang keluar dari Laut banda menuju Laut Flores dan Laut Timor hingga terjadi kekosongan akibatnya air dari lapisan bawah sekitar 125 – 300 naik ke permukaan . Inilah yang dikenal dengan air naik atau upwelling, yang kaya akan zat hara, hingga membuat Laut Banda subur.
  • 75.
     Bagaimana sirkulasi air pada lapisan dalam ?  Pada lapisan dalam sirkulasi air berjalan lambat. Untuk menelusuri dipergunakan metode lapisan inti ( Core Layer Methode ) yaitu meneliti ciri-ciri massa air berdasarkan nilai maksimum dan minimum dari salinitas, suhu dan kadar oksigen