PENGEMBANGAN SUMBER DAYA
MANUSIA
Disusun Oleh:
1. Yang, Marcella (18.05.51.2054)
2. David Adi Nugroho (18.05.51.2059)
3. Ely Idris (18.05.51.2110)
4. Della Virginia (18.05.51.2198)
JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS STIKUBANK
2019
PEMBAHASAN
1. Pengertian Pengembangan Sumber Daya Manusia
Pengembangan sumber daya manusia (​human resource development​) adalah proses untuk
meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan SDM dalam membantu
tercapainya tujuan organisasi.
2. Pelatihan Sumber Daya Manusia
Setelah menjalani proses penarikan dan pemilihan karyawan, maka selanjutnya karyawan
yang diterima akan mengikuti kegiatan pelatihan. Pelatihan (​training​) adalah proses
memperbaiki keterampilan kerja karyawan untuk menghasilkan pekerjaan yang efektif.
Pada awalnya, pelatihan karyawan hanya diperuntukan kepada tenaga-tenaga operasional,
agar memiliki keterampilan secara teknis. Tetapi, kini pelatihan diberikan kepada setiap
karyawan dalam perusahaan termasuk karyawan administrasi maupun tenaga manajerial.
Untuk karyawan baru, pelatihan digunakan untuk penyesuaian keterampilan karyawan
untuk memenuhi standar perusahaan. Sedangkan untuk karyawan lama, pelatihan
digunakan sebagai dasar peningkatan dan perpindahan pekerjaan.
3. Proses Pelatihan
Penerapan pelatihan yang efektif dapat dilakukan dengan proses yang diatur secara
sistematis.
Gambar 1. Proses Pelatihan
3.1 Kebutuhan Pelatihan
Kebutuhan pelatihan meliputi:
Analisis Organisasi, merupakan proses untuk mendiagnosis kebutuhan-kebutuhan
pelatihan, dengan melakukan investasi pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan
karyawan pada masa sekarang untuk disesuaikan dengan masa yang akan datang.
Analisis Pekerjaan, dengan membuat uraian pekerjaan akan dapat ditentukan persyaratan
-persyaratan yang harus dimiliki karyawan untuk dapat mengerjakan pekerjaan tertentu.
Analisis Organisasi, yaitu dengan mengidentifikasi kinerja individu, memberikan
pelatihan kepada individu yang memiliki kinerja rendah.
3.2 Perencanaan Pelatihan
Perencanaan pelatihan meliputi:
Kesiapan peserta, peserta diharapkan siap dalam mengikuti pelatihan. Para peserta
pelatihan sering gagal karena kurang kepercayaan diri dan persiapan.
Kemampuan Pelatih, pelatih diharapkan harus menguasai materi pelatihan semaksimal
mungkin dan memiliki kompetensi yang sesuai.
Materi pelatihan, materi diharapkan mudah dipahami dan relevan dengan pelatihan yang
sedang berlangsung.
3.3 Pelaksanaan Pelatihan
Dalam melaksanakan pelatihan, terlebih dahulu perlu dilakukan pengujian atas
metode-metode yang digunakan. Perlu diperhatikan juga dalam memilih media pelatihan
dan tempat pelatihan.
3.4. Penilaian Pelatihan
Penilaian pelatihan dilakukan untuk melihat hasil yang dicapai dengan membandingkan
setelah dilakukan pelatihan dengan tujuan-tujuan yang sudah diharapkan sebelumnya.
4. Jenjang Pelatihan
Terdapat 4 tingkat penilaian atas pelatihan, antara lain: reaksi, pembelajaran, perilaku dan
hasil pelatihan.
4.1 Reaksi
Penilaian atas pelatihan dilakukan untuk melihat reaksi peserta bagaimana mereka
menyikapi pekerjaannya.
4.2 Pembelajaran
Pada tingkat pembelajaran yang dinilai adalah seberapa baik peserta pelatihan memahami
konsep-konsep atau teori-teori dari materi pelatihan.
4.3 Perilaku
Penilaian tingkat perilaku bertujuan untuk mengukur kinerja peserta latihan dalam
melaksanakan tugasnya.
4.4 Hasil Pelatihan
Hasil pelatihan merupakan tingkat penilaian paling tinggi, dimana mengukur pengaruh
terhadap pencapaian tujuan organisasi secara langsung.
5. Metode-metode Pelatihan
Ada beberapa metode pelatihan tenaga kerja, antara lain metode ​on the job training ​dan
off the job training​.
5.1 On The Job Training
On the job training​ merupakan metode yang paling banyak digunakan oleh perusahaan
dalam melatih tenaga kerjanya. Metode ini dilaksanakan dengan melatih karyawan
sambil mengerjakan pekerjaannya secara langsung.
5.2 Off The Job Training
Metode ​off the job training ​dilaksanakan dengan melatih karyawan dalam keadaan tidak
sedang bekerja, dengan tujuan agar terpusat pada kegiatan pelatihan saja. Pelatih
didatangkan dari luar atau para peserta mengikuti pelatihan di luar perusahaan.
6. Pemindahan Tenaga Kerja
Cara lain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan adalah
dengan melakukan pemindahan (​transfer​) atau penggantian pekerjaan untuk karyawan
tertentu. Pemindahan ini bisa melalui proses promosi pekerjaan, mutasi pekerjaan dan
demosi pekerjaan.
Promosi pekerjaan yaitu dengan memindahkan pekerjaan dari suatu pekerjaan ke
pekerjaan yang lebih tinggi. Biasanya yang diutamakan adalah karyawan lama (​senior
employee​). Mutasi kerja yaitu dengan memindahkan pekerjaan ke pekerjaan yang
setingkat. Sedangkan demosi kerja yaitu pemindahan pekerjaan ke posisi yang lebih
mudah atas dasar penilaian kurang cakap.
7. Pengembangan Manajemen
Selain karyawan, posisi manajerial (​executive​) juga harus dilakukan pengembangan.
Pengembangan manajemen dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan manajer dalam menambah wawasan kepemimpinannya. Pada hakikatnya,
tugas manajerial tidak terbatas, kompleks, dan mengalami perubahan, sehingga perlu
dilakukan pengembangan.
8. Teknik-teknik Pengembangan Manajemen
Berbagai teknik pengembangan manajemen yang dilakukan oleh berbagai perusahaan
untuk meningkatkan kemampuan dalam memimpin ini bisa dilakukan di dalam
perusahaan maupun di luar perusahaan.
8.1 Teknik Pengembangan Manajemen dalam Perusahaan
Pengembangan dalam perusahaan yang biasa dilakukan antara lain dengan melakukan
rotasi pekerjaan, bimbingan, dewan junior dan praktek langsung.
Rotasi pekerjaan, yaitu dengan cara memindahkan pemimpin dari suatu bidang ke bidang
lain dalam perusahaan.
Bimbingan, yaitu pemimpin perusahaan memberikan arahan kepada pemimpin bawahan
tentang berbagai permasalahan yang mungkin dihadapi perusahaan.
Dewan junior, yaitu memberikan pengalaman-pengalaman kepemimpinan kepada
eksekutif muda dalam perusahaan.
Praktek Langsung, yaitu dengan memberikan masalah langsung kepada pemimpin untuk
diselesaikan sepenuhnya dan menyampaikan laporan hasil kerja kepada atasannya.
8.2 Teknik Pengembangan Manajemen di Luar Perusahaan
Pengembangan di luar perusahaan yang biasa dilakukan antara lain dengan melakukan
studi kasus, permainan manajemen, metode seminar, program-program universitas dan
permainan peran.
Studi kasus, yaitu peserta pelatihan di berikan beberapa permasalahan yang dihadapi
organisasi untuk kemudian dianalisis dan dipecahkan.
Permainan manajemen, yaitu dengan membagi peserta ke dalam kelompok kecil dan di
lakukan simulasi untuk menentukan tujuan dan strategi-strategi.
Metode seminar, yaitu mengirim tenaga kerja eksekutif untuk mengikuti seminar yang
diadakan di luar perusahaan.
Program-program universitas, yaitu melatih tenaga eksekutif dengan mengikuti program
yang diadakan perguruan tinggi yang mengajarkan kepemimpinan.
Permainan peran, yaitu setiap peserta memiliki peran tertentu yang dimainkan
sebagaimana mestinya, sehingga seolah-olah kegiatan berlangsung sebagaimana
kenyataan.
9. Kebutuhan Manajer akan Pengembangan
Secara umum, terdapat dua keterampilan yang harus dimiliki manajer, yaitu keterampilan
dalam mengambil keputusan (​decision making skill​) dan keterampilan antar pribadi
(​interpersonal skill​). Untuk mengembangkan keterampilan mengambil keputusan bisa
dilakukan dengan latihan permainan bisnis dan analisis kasus. Sedangkan dalam
pengembangan keterampilan antar pribadi dilakukan dengan latihan permainan peran,
pemodelan perilaku, pelatihan kepekaan dan analisis transaksional.
10. Pengembangan Organisasi
Pengembangan organisasi adalah proses untuk mengubah sistem-sistem dalam organisasi
untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi suatu organisasi. Organisasi yang ingin
tetap bertahan dan lebih unggul dari pesaing, pengembangan organisasi merupakan suatu
keharusan untuk dilaksanakan.
11. Proses Pengembangan Organisasi
Proses dalam pengembangan organisasi secara umum diawali dengan melakukan
identifikasi dan rumusan masalah, kemudian mengumpulkan informasi, kemudian
mengolah dan menganalisis informasi, kemudian mengimplementasi pengembangan
organisasi, dan yang terakhir dilakukan evaluasi.
12. Metode Pengembangan Organisasi
Beberapa metode pengembangan organisasi antara lain dengan melakukan ​sensitivity
training​, pengembangan tim, dan umpan balik survei.
12.1 ​Sensitivity Training
Pelatihan yang dilakukan dengan mengirimkan peserta pelatihan secara terpisah ke suatu
tempat pelatihan, dimana pesertanya tidak ada yang saling kenal, dilakukan pada suatu
unit tertentu.
12.2 Pengembangan Tim
Dalam pelaksanaannya, dilakukan wawancara ke setiap anggota dan pimpinan tim
sebelum pertemuan kelompok. Kemudian diajukan pertanyaan mengenai masalah yang
dihadapi tim tersebut, bagaimana fungsi tim dan apa hambatan-hambatan yang dihadapi
untuk mencapai prestasi baik.
12.3 Umpan Balik Survei
Melakukan survei kepada anggota organisasi salah satunya mengenai moral dan sikap
kerja para anggota. Setelah terkumpul dan dilakukan analisis, hasil survei akan
dikembalikan lagi ke anggota organisasi dalam bentuk umpan balik atau ​feedback​.
13. Perencanaan Pengembangan Karir
Organisasi memiliki pengaruh besar dalam karir para anggotanya melalui fungsi-fungsi
manajemen sumber daya manusia. Melalui manajemen karir dapat membantu karyawan
untuk merealisasikan tujuan karirnya di masa yang akan datang. Manajemen karir sebagai
proses untuk membantu karyawan untuk dapat mengembangkan potensi dan bakat yang
dimiliki untuk dimanfaatkan baik dalam perusahaan maupun setelah keluar dari
perusahaan.

MSDM - Pengembangan Sumber Daya Manusia

  • 1.
    PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DisusunOleh: 1. Yang, Marcella (18.05.51.2054) 2. David Adi Nugroho (18.05.51.2059) 3. Ely Idris (18.05.51.2110) 4. Della Virginia (18.05.51.2198) JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS STIKUBANK 2019
  • 2.
    PEMBAHASAN 1. Pengertian PengembanganSumber Daya Manusia Pengembangan sumber daya manusia (​human resource development​) adalah proses untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan SDM dalam membantu tercapainya tujuan organisasi. 2. Pelatihan Sumber Daya Manusia Setelah menjalani proses penarikan dan pemilihan karyawan, maka selanjutnya karyawan yang diterima akan mengikuti kegiatan pelatihan. Pelatihan (​training​) adalah proses memperbaiki keterampilan kerja karyawan untuk menghasilkan pekerjaan yang efektif. Pada awalnya, pelatihan karyawan hanya diperuntukan kepada tenaga-tenaga operasional, agar memiliki keterampilan secara teknis. Tetapi, kini pelatihan diberikan kepada setiap karyawan dalam perusahaan termasuk karyawan administrasi maupun tenaga manajerial. Untuk karyawan baru, pelatihan digunakan untuk penyesuaian keterampilan karyawan untuk memenuhi standar perusahaan. Sedangkan untuk karyawan lama, pelatihan digunakan sebagai dasar peningkatan dan perpindahan pekerjaan. 3. Proses Pelatihan Penerapan pelatihan yang efektif dapat dilakukan dengan proses yang diatur secara sistematis. Gambar 1. Proses Pelatihan
  • 3.
    3.1 Kebutuhan Pelatihan Kebutuhanpelatihan meliputi: Analisis Organisasi, merupakan proses untuk mendiagnosis kebutuhan-kebutuhan pelatihan, dengan melakukan investasi pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan karyawan pada masa sekarang untuk disesuaikan dengan masa yang akan datang. Analisis Pekerjaan, dengan membuat uraian pekerjaan akan dapat ditentukan persyaratan -persyaratan yang harus dimiliki karyawan untuk dapat mengerjakan pekerjaan tertentu. Analisis Organisasi, yaitu dengan mengidentifikasi kinerja individu, memberikan pelatihan kepada individu yang memiliki kinerja rendah. 3.2 Perencanaan Pelatihan Perencanaan pelatihan meliputi: Kesiapan peserta, peserta diharapkan siap dalam mengikuti pelatihan. Para peserta pelatihan sering gagal karena kurang kepercayaan diri dan persiapan. Kemampuan Pelatih, pelatih diharapkan harus menguasai materi pelatihan semaksimal mungkin dan memiliki kompetensi yang sesuai. Materi pelatihan, materi diharapkan mudah dipahami dan relevan dengan pelatihan yang sedang berlangsung. 3.3 Pelaksanaan Pelatihan Dalam melaksanakan pelatihan, terlebih dahulu perlu dilakukan pengujian atas metode-metode yang digunakan. Perlu diperhatikan juga dalam memilih media pelatihan dan tempat pelatihan. 3.4. Penilaian Pelatihan Penilaian pelatihan dilakukan untuk melihat hasil yang dicapai dengan membandingkan setelah dilakukan pelatihan dengan tujuan-tujuan yang sudah diharapkan sebelumnya.
  • 4.
    4. Jenjang Pelatihan Terdapat4 tingkat penilaian atas pelatihan, antara lain: reaksi, pembelajaran, perilaku dan hasil pelatihan. 4.1 Reaksi Penilaian atas pelatihan dilakukan untuk melihat reaksi peserta bagaimana mereka menyikapi pekerjaannya. 4.2 Pembelajaran Pada tingkat pembelajaran yang dinilai adalah seberapa baik peserta pelatihan memahami konsep-konsep atau teori-teori dari materi pelatihan. 4.3 Perilaku Penilaian tingkat perilaku bertujuan untuk mengukur kinerja peserta latihan dalam melaksanakan tugasnya. 4.4 Hasil Pelatihan Hasil pelatihan merupakan tingkat penilaian paling tinggi, dimana mengukur pengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi secara langsung. 5. Metode-metode Pelatihan Ada beberapa metode pelatihan tenaga kerja, antara lain metode ​on the job training ​dan off the job training​. 5.1 On The Job Training On the job training​ merupakan metode yang paling banyak digunakan oleh perusahaan dalam melatih tenaga kerjanya. Metode ini dilaksanakan dengan melatih karyawan sambil mengerjakan pekerjaannya secara langsung. 5.2 Off The Job Training Metode ​off the job training ​dilaksanakan dengan melatih karyawan dalam keadaan tidak
  • 5.
    sedang bekerja, dengantujuan agar terpusat pada kegiatan pelatihan saja. Pelatih didatangkan dari luar atau para peserta mengikuti pelatihan di luar perusahaan. 6. Pemindahan Tenaga Kerja Cara lain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan adalah dengan melakukan pemindahan (​transfer​) atau penggantian pekerjaan untuk karyawan tertentu. Pemindahan ini bisa melalui proses promosi pekerjaan, mutasi pekerjaan dan demosi pekerjaan. Promosi pekerjaan yaitu dengan memindahkan pekerjaan dari suatu pekerjaan ke pekerjaan yang lebih tinggi. Biasanya yang diutamakan adalah karyawan lama (​senior employee​). Mutasi kerja yaitu dengan memindahkan pekerjaan ke pekerjaan yang setingkat. Sedangkan demosi kerja yaitu pemindahan pekerjaan ke posisi yang lebih mudah atas dasar penilaian kurang cakap. 7. Pengembangan Manajemen Selain karyawan, posisi manajerial (​executive​) juga harus dilakukan pengembangan. Pengembangan manajemen dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan manajer dalam menambah wawasan kepemimpinannya. Pada hakikatnya, tugas manajerial tidak terbatas, kompleks, dan mengalami perubahan, sehingga perlu dilakukan pengembangan. 8. Teknik-teknik Pengembangan Manajemen Berbagai teknik pengembangan manajemen yang dilakukan oleh berbagai perusahaan untuk meningkatkan kemampuan dalam memimpin ini bisa dilakukan di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan. 8.1 Teknik Pengembangan Manajemen dalam Perusahaan Pengembangan dalam perusahaan yang biasa dilakukan antara lain dengan melakukan rotasi pekerjaan, bimbingan, dewan junior dan praktek langsung. Rotasi pekerjaan, yaitu dengan cara memindahkan pemimpin dari suatu bidang ke bidang lain dalam perusahaan.
  • 6.
    Bimbingan, yaitu pemimpinperusahaan memberikan arahan kepada pemimpin bawahan tentang berbagai permasalahan yang mungkin dihadapi perusahaan. Dewan junior, yaitu memberikan pengalaman-pengalaman kepemimpinan kepada eksekutif muda dalam perusahaan. Praktek Langsung, yaitu dengan memberikan masalah langsung kepada pemimpin untuk diselesaikan sepenuhnya dan menyampaikan laporan hasil kerja kepada atasannya. 8.2 Teknik Pengembangan Manajemen di Luar Perusahaan Pengembangan di luar perusahaan yang biasa dilakukan antara lain dengan melakukan studi kasus, permainan manajemen, metode seminar, program-program universitas dan permainan peran. Studi kasus, yaitu peserta pelatihan di berikan beberapa permasalahan yang dihadapi organisasi untuk kemudian dianalisis dan dipecahkan. Permainan manajemen, yaitu dengan membagi peserta ke dalam kelompok kecil dan di lakukan simulasi untuk menentukan tujuan dan strategi-strategi. Metode seminar, yaitu mengirim tenaga kerja eksekutif untuk mengikuti seminar yang diadakan di luar perusahaan. Program-program universitas, yaitu melatih tenaga eksekutif dengan mengikuti program yang diadakan perguruan tinggi yang mengajarkan kepemimpinan. Permainan peran, yaitu setiap peserta memiliki peran tertentu yang dimainkan sebagaimana mestinya, sehingga seolah-olah kegiatan berlangsung sebagaimana kenyataan. 9. Kebutuhan Manajer akan Pengembangan Secara umum, terdapat dua keterampilan yang harus dimiliki manajer, yaitu keterampilan dalam mengambil keputusan (​decision making skill​) dan keterampilan antar pribadi (​interpersonal skill​). Untuk mengembangkan keterampilan mengambil keputusan bisa dilakukan dengan latihan permainan bisnis dan analisis kasus. Sedangkan dalam pengembangan keterampilan antar pribadi dilakukan dengan latihan permainan peran,
  • 7.
    pemodelan perilaku, pelatihankepekaan dan analisis transaksional. 10. Pengembangan Organisasi Pengembangan organisasi adalah proses untuk mengubah sistem-sistem dalam organisasi untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi suatu organisasi. Organisasi yang ingin tetap bertahan dan lebih unggul dari pesaing, pengembangan organisasi merupakan suatu keharusan untuk dilaksanakan. 11. Proses Pengembangan Organisasi Proses dalam pengembangan organisasi secara umum diawali dengan melakukan identifikasi dan rumusan masalah, kemudian mengumpulkan informasi, kemudian mengolah dan menganalisis informasi, kemudian mengimplementasi pengembangan organisasi, dan yang terakhir dilakukan evaluasi. 12. Metode Pengembangan Organisasi Beberapa metode pengembangan organisasi antara lain dengan melakukan ​sensitivity training​, pengembangan tim, dan umpan balik survei. 12.1 ​Sensitivity Training Pelatihan yang dilakukan dengan mengirimkan peserta pelatihan secara terpisah ke suatu tempat pelatihan, dimana pesertanya tidak ada yang saling kenal, dilakukan pada suatu unit tertentu. 12.2 Pengembangan Tim Dalam pelaksanaannya, dilakukan wawancara ke setiap anggota dan pimpinan tim sebelum pertemuan kelompok. Kemudian diajukan pertanyaan mengenai masalah yang dihadapi tim tersebut, bagaimana fungsi tim dan apa hambatan-hambatan yang dihadapi untuk mencapai prestasi baik. 12.3 Umpan Balik Survei Melakukan survei kepada anggota organisasi salah satunya mengenai moral dan sikap kerja para anggota. Setelah terkumpul dan dilakukan analisis, hasil survei akan dikembalikan lagi ke anggota organisasi dalam bentuk umpan balik atau ​feedback​. 13. Perencanaan Pengembangan Karir
  • 8.
    Organisasi memiliki pengaruhbesar dalam karir para anggotanya melalui fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia. Melalui manajemen karir dapat membantu karyawan untuk merealisasikan tujuan karirnya di masa yang akan datang. Manajemen karir sebagai proses untuk membantu karyawan untuk dapat mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki untuk dimanfaatkan baik dalam perusahaan maupun setelah keluar dari perusahaan.